Polisi tidur (Polidur), bagaikan pisau bermata dua, sebagai pemakai jalan dan Masyarakat disekitar jalan memiliki kepentingan yang berbeda-beda bahkan bertolak belakang. Coba deh cek kedua argumentasi dibawah ini (dikutip dari forum KHTI) :

kenapa saya bilang polisi tidur cermin aroganitas masyarakat biasanya polisi tidur ini dibangun di jalan-jalan perumahan dengan alasan banyak anak kecil yang bermain atau berseliweran di jalan agar tidak tertabarak oleh pengendara, Dalam hal ini tujuan polisi tidur itu positif, tapi apakah masyarakat menyadari dampak negatifnya?dampak negatifnya adalah, pemborosan bahan bakar, mempercepat kerusakan suspensi, memperlama waktu perjalanan, serta menghambat (perjalanan) saat ada kondisi darurat.
coba kita kaji dari contoh berikut ini, brother sekalian tentu tahu saat membuka gas pertama kalilah bensin mengucur cukup deras, nah jika melewati 10 polisi tidur berarti 10 kali kita buka tutup gas tanpa ada perlunya, bisa dihitung berapa banyak bensin yang terbuang jika rute tiap hari harus melewati 10 polisi tidur.
untuk kerusakan suspensi, bentuk polisi tidur yang tidak ada standarnya membuat kinerja suspensi semakain berat, ini sama saja seperti masyarakat mengharapkan jalan yang mulus tapi membuat jalanan rusak dengan polisi tidur, kadang ada bentuknya yang tinggi lancip, ada juga yang cuma dari sebatang kayu doang.
untuk kondisi darurat, jika ada ibu-ibu yang hamil dan harus buru-buru ke rumah sakit, tapi harus melewati jalan yang ada polisi tidurnya? bisa-bisa brojol di jalan kan?
belum lagi kerugian pengendara yang jalannya pelanpun tetap harus menanggung akibat yang sama seperti pengendara yang berjalan dengan cepat. so arogan bukan yang suka bikin polisi tidur sembarangan ?[DXTR]

adalagi yang berpendapat sebaliknya :

….ah kalau saya sih lebih berpikir untuk kepentingan umum ya…..
mungkin kita tidak tahu mungkin sudah ada korban anak2 kecil yang mungkin terserempet motor/mobil yang memang tidak mengerti kecepatan yang seharusnya…mungkin kita juga tidak boleh terlampau egois juga…
tentunya masing2 akan mengadakan pembenaran, menurut ke egoisan masing2…. tetapi untuk sesuatu yang baik, tidak ada salahnya untuk mengalah toh, kalau untuk kebaikan kenapa tidak
masalah kerusakan suspensi dll, itu saya rasa tidak kembali ke kitanya… saya rasa pabrikan tidak membuat motor/mobil yang mudah rusak, apalagi kalau dalam keadan pelan melewati gundukan.yang harus hati2 dan merusak suspensi adalah kecepatan tinggi dan lubang….. itu malah lebih berbahaya dan lebih bisa membuat ibu hamil brool duluan. kalau kita sudah mengetahui jalan tersebut ada polisi tidur.. mungkin sudah seyogyanya kita mengambil jalan alternatif lain kalau merasa suspensi, dll takut rusak… [THOMPELS]

Solusinya..ya dicari jalan tengahnya dong dari pada debat kusir nggak ada habisnya…Alangkah baiknya dibuatkan sebuah polisi tidur akan tetapi PoliDur nya dibuat semanusiawi mungkin besar (lebar) dan landai. Toh pemakai jalan tetep tidak akan berani ngelibas PoliDur yang lebar dan landai dengan kecepatan tinggi, akan tetep goyang juga kendaraannya. Gambarnya berdasarkan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan (thks to Bro Adit Priyono & bro Deny Wauran )adalah sbb. Landai dan cukup lebar, lalu diberi Marka Zebra sebagai penanda sehingga pengendali kecepatan ini juga ramah terhadap pemakai jalan. Wah kalau gambar ini benar-benar tersosilisasikan dengan baik nggak akan terjadi saling tuduh niy antara pemakai jalan dan masyarakat disekitar jalan., semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

25 COMMENTS

  1. podium 3 nih…hehehe…:D
    kadang2 banyak polisi tidur yg tidak diberi tanda, sehingga pas malam hari tidak keliatan…malah gw sering ngeliat motor jatuh gara2 rem mendadak setelah melihat polisi tidur didepannya yang tidak keliatan….bahaya juga…

    Guest
  2. yang parah komplek rumah gw, setiap gak sampai 20 meter ada polisi tidur, dan beraneka rupa, gw mengira tetangga2 gw dijalan raya/ utama memang sengaja berlomba2 membuat tampilan polidur terbaik, cuma gw nya yang sengsara, motor ceper repot, sekalinya pake Scorpio jangkung di siram air sama selang ibu2 gak tau diri.

    dudul…..!!!!

    Guest
  3. Hehe bro Bintang _terang lagi apes bgt deh itu, udah bro sabar aja itu emg takdir kali ya, xixixi,,, iya tuh yang namanya polisi tidur kan harus ada aturan bakunya, lha ini kok dibuat seenak udele dewe itu piye,, motor saya aja crankcase bagian luarnya sampe ada yang baret gara2 polisi tidur ini..

    Guest
  4. sayangnya yang bikin poldur gak baca blog ini karena kebanyakan adalah kalangan yang kurang terdidik.. logisnya, kalo kalangan terdidik kan gak bakal bikin kebodohan kaya gitu….

    kalo gw lewat poldur yang bermasalah, gua tuntun aja motor gw.. biar deh yang bikin poldur mikir dengan melihat kemacetan di belakang gw…. atau gw gerung2 di gigi netral bilang mesin gw bobrok jadi gak enak kalo disuruh stop n go… biar mereka lebih terganggu dengan adanya poldur…

    sori, tapi menurut gw poldur kacaw gini mencerminkan idiotnya yang bikin, karena gw sering liat poldur tapi poldur yang baik di semua negara tetangga…. tapi tidak di indonesia….

    Guest
  5. hmmm masang polisi tidur ada plus dan minusnya masing2 dari pihak pengemudi maupun masyarakat sekitar,diambil aja jalan tengahnya yang menguntungkan ke2 belah pihak 🙂

    Guest
  6. polisi tidur ituu… musuhnya orang yg peduli lingkungan hidup. tapiii gimane kalo polisi bangun yee… ehHmm, kayaknya musuh orang yg lagi memperjuangkan hidup ngkaleeee… hi hi hiiii

    Guest
  7. Dilematis memang, poldur memang ditujukan bagi pengendara yang “tidak punya etika” alias ngebut, khususnya berkendaraan di wilayah pemukiman. Kalau dipasang juga kurang nyaman, sebab kita sendiri (kalau punya kendaraan) sebagai warga jua akan merasakan “ajrut-ajrutan”, belum lagi pengendara yang “idiot” (ngebut, knalpot bising), begitu melewati poldur, memperlambat lajunya, selanjutnya menarik gas sekencang-kencangnya,……… bruuuuummmmm. Lumayan buat bangunin sahur.

    Guest
  8. dipake buat jumping ala moto-x aja bolak-balik, besok paginya poldurnya dah ilang deh… ato malah poldurnya diganti tembok tinggi….

    Guest
  9. wkwkwkwkwk…..
    ditempat ane bukan polisi lg yg tidur bro tp CPM setiap 20m pada tidur tuh, mana jalanan menanjak lg ampun dijey….

    Guest
  10. untuk tindakan preventif, saya lebih sepakat di sebuah kampung atau perumahan dipasang spanduk yang bertuliskan:

    “DENGAN SEHAT BERKENDARA, KITA PASTIKAN TIDAK ADA “POLISI TIDUR” DIPEMUKIMAN INI”

    spanduk ini ditrial dan disosialisikan selama kurang lebih 4 minggu dan lihat hasilnya, jika kurang berhasil baru gunakan “polisi tidur”

    gimana???

    Guest
  11. @13 polisi tidur sambl naik ampundeh.

    @14 Wahdini . . . .
    ide bagus..asal pembuatan polisi tidurnya sesuai peraturan/petunjuk pastinya 😀

    Administrator
  12. @16 @17
    tapi saya yakin mereka yang bikin poldur gak baca blog ini… bahkan gak yakin mereka bisa internetan…………….

    kalo sudah terlanjur di bikin yang versi gak masuk akal… apa masih mungkin dibongkar terus diganti yang versi masuk akal? kayanya gak mungkin deh… yang mungkin malah ditambahin bata sekalian biar tinggi 😀

    Guest
  13. Dilema mas……depan rumahku dipasangin poldur yg agak tinggi oleh pemborong…..eh dibongkar lagi….duitnya minta ama orang sekomplek buat reparasi……biaya lagi aza……..emang penting seh buat nyegah kang ojek ama ABG yg baru punya montor kebut2an….padahal dari rumah menuju kantor aku melewati 3 komplek perumahan sebelum menuju jalan Protokol Daan Mogot….tau gak berapa jumlahnya?….ada 22 biji pulisi tidur……pulang pergi jadi 44 biji ……..busyet dah kasian si Kumbang motor gw…..

    Guest
  14. tuh kan tetep aja rugi…. mending pasang bata aja sekalian… malem-malem siap-siap bata ma semen….bikin deh tuh dinding di sono….

    Guest
  15. Bukan bela yang buat polisi tidur…

    Sesuatu dibuat karena ada sebabnya, apapun alasannya, jaman dulu juga nggak perlu lampu lalulintas, sesuatu diperlukan karena ada kebutuhan.

    So, kalau kendaraan kecepatanya dibawah 10km perjam dijamin nggak ada polisi tidur…..

    Saya tidak setuju polisi tidur, tapi apa boleh buat harus terima karena yang naik kendaraan banyak yang tidak perduli (tidak paham) batas kecepatan maksimun….

    salam,
    bengkelsepedamotor

    Guest
  16. Yang bikin polisi tidur gak manusiawi itu emang sengaja merusak kendaraan orang. mereka adalah orang2 sirik dan biadap tidak berprikemanusian. hati mereka sama seperti anjing!!!

    Guest
  17. comentnya pinter-pinter banget, yah kita-kita yg bikin polisi tidur, emang bodoh, lain sama kalian yg pada pinter, kalo pada dinasehatin jangan ngebut, kalian-kalian padah pinter banget cari alesan,
    orang pinter adalah orang yg tau kalau dirinya bodoh
    akan tetapi orang bodoh adalah orang yg engga mau tau kalo dirinya itu BODOH
    nah loh?
    kalo begitu sapa yg bodoh?
    wassalam

    Guest
  18. owh gitu yah blis (iblis)?
    sory deh, kalo iblis merasa terganggu, habisnya iblis kalo dibilangin jangan ngebut, iblis ga mau denger sih, oh iya sorry namanya juga iblis, mana ada iblis yg mau nurut, kalo nurut bukan iblis dong namanya, sekali lagi sory yah blis

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here