jump to navigation

kalo Ninja 250R aja terjegal UU anti Pornografi . . . . Apalagi Naked Bike !! Oktober 13, 2008

Posted by Taufik in Ninja 250R.
trackback

Sepekan Ini saya telah membaca dua artikel buatan Mas Raya Fahreza dan Mas GyzTar, kedua bro ini sangat kebelet buaaaaanget sekali alias naksir berat pada Ninja 250R. Mereka berdua terlihat sudah terjangkit bin terkontaminasi Virus Strain N250R yang sudah akut sehingga terlihat gejala gejala seperti Gelap mata dan selalu terbayang bayang dengan Sport bike ini. Mas Raya sampai membuat surfey kecil-kecilan mengenai pendapat kaum Adam mengenai motor ini, dan rata-rata mengommentarinya bak seorang gadis yang supercantik :D . Lain mas Raya lain lagi dengan Mas Gyztar. . . . pemuda ganteng yang lagi merantau di negeri orang ini sampai pusing tujuh keliling dan bengong jorok membayangkan keseksian sang ninin ;)

Mas Raya membuat artikel yang cukup serius tapi santai mengenai kemungkinan Ninja 250R terjegal RUU anto pornografi, karena setiap berseliweran dan dipandang bisa mengumbar napsu cowok cowok yang memperhatikannya (ini menurut beliau lho). Saya sempet mengomentari dengan mengatakan seraya mencounter bahwa Ninja 250R itu kan sudah tertutup bodynya, Rapi bak Gadis berbusana muslimah pulang dari ngaji di pesantren. Tapi beliau kekeuh tetep bilang Ninja 250R itu tetep napsuin walaupun sudah di tutup rapet tubuhnya. Saya Pikir2 Yang tertutup kayak gini aja bisa terjegal RUU A-P nanti apalagi Para Golongan Naked Bike ? Atau yang tertutup emang lebih napsuin? atau bagaimana …. udah ah . . . nambahin artikel nggak penting aja :D .

Di tulis di Hotel Gandasari Bandung 111008 (saat weekend sama anak-istri)

Taufik of BuitenZorg

Gb : Ngebajak dari Blognya Mas raya :D

Komentar»

1. Benny................... - Oktober 13, 2008

Akhir nya jadi pertamax juga….heheheh….

2. hanamon - Oktober 13, 2008

horee keduax n baru baca ahh…

3. giyztar - Oktober 13, 2008

kalau laki -laki normal wajar dunk…ninin gak malu maluin kl dibawa ngapel ke calon mertua lho..

4. Moel's - Oktober 13, 2008

Sempet2nya nulis di Hotel Bro….

Ck ck ck…

5. Bintang_terang - Oktober 13, 2008

gi sama keluarga aja, sempet sempetnya nulis, gak marah tuh ‘tunggangan’ saat waktunya dipakai untuk manjain pengunjung …
hahahahaha…

istirahat mas,

6. Teja - Oktober 13, 2008

pantesan istri gue selalu pesen..pake seatcowlnya kalo ninjanya mo di ajak main….he..he..he..takut ada yg bonceng kali ya..?

7. Taufik - Oktober 13, 2008

@Moel & Binter

Lha cuma butuh 10 menit doang dari 3 hari full liburan boleh lah pasti :D
Lagi pula mumpung gratis . . . niy hotel ternyata ada Hotspot wifi nya…nyampe pulak sinyalnya ke kamar . . . recomended dah buat bloger :D
gratizzz mode : on :lol:

8. Taufik - Oktober 13, 2008

@Teja
he he he he
tentang fungsi seat cowl yang ituh dah gw bahas di
http://ninja250r.wordpress.com/2008/07/25/single-seater-cowl-asesoris-favorit-para-wags/

9. rayafahreza - Oktober 13, 2008

kalau naik Ninja sambil mbonceng pasangan, itu namanya udah threesome… di depan publik pula, udah porno-aksi tuh…

10. hanamon - Oktober 13, 2008

wah ga pulang jawa 2th aja hotel n fasum “fasilitas umum” dah pke hotspot..
dsni cuman d plasa telkom aja adanya hotspot itupun trouble melulu..

wah jd makin pengin cepet pulang ke jawa n nyemplak N250R juga..

NGAREPS mode ON

11. Taufik - Oktober 13, 2008

@Mas Raya

Wadow..jadi kalo saya turing Bogor-bandung pake N250R udah pornoaksi akut yah . . . . kena pasal berlipat . . . . waduh gawaaatttt tolong :lol:

12. hadiyanta - Oktober 13, 2008

Memang yang rapet-rapet full fairing dan hijab itu justru yang membuat penasaran.

13. yamaha 2 tak - Oktober 13, 2008

jaka sembung naik ojeg..ga nyambung jack..
masak lihat motor napsu???? lha klo liat kaum hawa gimana tuh???
kebangetan..dh sakit jiwa kali…
sindroma biker..

terlalu seriuzzz niy ente he he he he :D

14. Mr. Momod - Oktober 13, 2008

Niat penyusunan RUU sebenarnya baik, tapi mungkin para penyusun RUU APP kurang “memperhitungkan” kesiapan lembaga pelaksana (structure), regulasi (substance) di daerah yang multikultur, di samping budaya hukum (legal culture) a.k.a hukum adat yang beragam di Indonesia.
Padahal yang namanya undang-undang itu bersifat universal, artinya berlaku di seluruh wilayah NKRI. Berbeda dengan Perda di Provinsi Banten (sori lupa) yang telah memberlakukan hal yang sama dengan RUU APP, karena memang budaya hukum di sana memang seperti itu.
Lain Banten lain Bali, lain juga di Aceh dengan UU Nanggroe Aceh Darussalam.

15. rayafahreza - Oktober 13, 2008

anyway, tulisan itu pastinya guyonan aja loh ya, hihihi.
kalau pemikiran saya tentang RUU itu juga udah sempet dituangin di blog saya….

saya lagi nggak mampu beli apa-apa, tapi sohib saya yang yang kemaren ikut ke showroom udah mau setor de-pe tuh… sekarang saya antara turut berbahagia untuk sahabat, dan juga sirik abis…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.292 pengikut lainnya.