majalahPertumbuhan Jumlah Sepeda Motor di Indonesia termasuk Luar Biasa, Pertumbuhannya tidak lagi sesuai dengan deret Ukur . . . nggak tau deh pola deret yang paling tepat untuk mendeskripsikan masifnya kuantitas salah satu alat taransportasi yang merakyat ini. Nah Kehadiranya pasti akan memberikan efek yang cukup signifikan pada pertumbuhan perekonomian. Bayangkan saja dengan Jumlah Motor yang segitu banyak, ada bermacam-macam profesi yang serta merta hadir, mulai dari tukang parkir, cuci steam,  bridal motor, bengkel performa, bengkel modifikasi, produsen part variasi, produsen fast moving parts, produsen, tukang tambal ban,  dan lain-lain (boleh ditambahkan).

Sebagai contohnya, dengan fenomena masuknya Ninja 250R di indonesia. Kita yang tadinya hanya terbiasa melihat harga mufler berharga ratusan ribu-paling banter dua juta-an rupiah . . .sekarang biasa aja denger harga mufler full system seharga 24% harga motor Ninja 250R!! lalu Battlax BT 92 jadi sangat populer, menyamai kepopuleran Battlax BT 45. Helm berharga >2 Jt laris manis tanjung kimpul . . . dan seabreg lagi fenomena lain. Memang Bila sebuah produk motor roda dua secara fenomenal  bisa diterima oleh konsumen maka . . . seperti efek domino, ranah-ranah lain akan secara fenomenal akan terkena imbasnya dengan masif pula. Mohon maaf saya memberi contoh ninja 250R, sebenarnya masih banyak fenomena-fenomena lain seperti yamaha V-Ixion, Suzuki Smash dan Honda Blade misalnya.

republikaLha dari tadi belom masuk ke inti artikelnya he he he he . . . nah sudah pasti media akan selalu menjadi sorotan publik yang haus akan informasi perkembangan dunia roda dua . . . baik media elektronik seperti forum, milis, website, maupun blog dan Media Cetak seperti tabloid, majalah dan Koran. Brader tau kan semenjak ‘kolaps’ nya Motorider tahun 04 .. atau 05 cmiiw majalah Motor seolah mati suri, baru setahun belakangan sepertinya mulai menggeliat kembali dan bermunculan berbagai macam majalah yang membuat pilihan membaca semakin beragam. Begitu juga dengan tabloid M+ dan Otomotif sudah banyak sekali memiliki saingan. Bagaimana dengan Koran, Perkembangan Terakhir, sampai-sampai Koran Republika meluangkan 2 halaman khusus untuk informasi Motor di hari sabtu setiap pekannya demi maraih hati pembacanya terutama biker. Koran ini cukup smart melihat peluang ini sebagai wujud ikhtiarnya untuk melebarkan sayap jurnalismenya. Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

27 COMMENTS

  1. Kayaknya untuk saat ini “Mass Transport”-nya indonesia adalah Mongtor … eh … Motor (yang rodanya cuma dua) … 😀

    Guest
  2. Sayangnya yg dijual kebanyakan motor bebek mas….:-(
    apa mungkin karena yg dijual motor bebek sehingga peningkatan jumlah motor tidak lagi sesuai dengan deret Ukur?

    Guest
  3. cuma kadang media cetak kadang tidak teliti dalam bikin artikel, atau sering juga ada artikel modif yang tidak safety masih tayang.
    tpi dengan adanya bloger yang komunikasinya dua arah bisa mengimbangi info dengan akurat dan cepat

    Guest
  4. Juga pada blog2 tentunya.. Hehe., di Indomotoblog jg makin byk blog baru lho..
    Xixi :p

    Guest
  5. @billbull

    Ya … semacam itu lah Bro …

    Maklum … sekarang kayaknya, Rakyat lebih suka dan Bangga klo naik Mongtor sendiri daripada Naek Busway dll … 😀

    Guest
  6. Motor dilawan, Sayang pemerintah cuma mau ngambil “duit dari pajak atau dana2 engga jelas” dari para penggendara motor saja. Berikan juga pelayanan yg terbaik bagi kami. katanya segala sesuatau harus di serahkan kepada ahlinya ? tapi mana buktinya….. ?

    yang ada keberadaan motor selalu di anak tirikan. sedihnya aku..
    Duh Yamaha mau ngeluarin “motor baru ” di pameran mobil motor bulan depan lagi”

    Guest
  7. kalo ada yg gak suka ama motor bebek, pasti sebenarnya gak pedhe dgn postur tubuhnya yg kekecilan. untuk menipu pandangan, orang kecil harus naik sportbike seperti pedrosa.

    Guest
  8. Jadi keinget, sebelum ketrima kerja di luar pulau ini, mulai dari sma sampe akhir kuliah aku masih nyimpen koleksi tabloid motorplusku, ada sekitar 5-6 tahunan aku koleksi, sampe sampe mau di kilo ibuku aku gak bolehin, koran ato tabloid lain boleh tapi gak yang motorplus. Koleksi pertama tahun 1998 atu 1999 ya??? Edisi ke 5, dengan cover depan Kawasaki KRR 150 Hung Modified, harganya kalo gak salah 1500an.
    Kunjungi blogku bro…
    http://selaludidepan.wordpress.com
    ada rahasia kemenangan Ben Spies…

    Guest
  9. masalahnya banyak media cetak itu gak netral. banyak titipan sponsor.

    btw barusan gue kirim email ke bro taufik, kabari ya mas mumpung masih beberapa hari.

    Guest
  10. Pertumbuhan kendaraan roda dua emang luar biasa, mungkin ga ada negara lain yg secepat ini pertumbuhan jumlah kendaraan roda duanya, tapi sayngnya walaupun cepat,pertumbuhan teknologi motornya g secepat pertumbuhan jumlahnya, dan yg paling kurang enak lagi pertumbuhan fasilitas pendukung yg mempermudah para rider juga sangat kurang, pemerintah kayanya cuma doyan narikin pajaknya aj,sedangkan fasilitasnya kurang dikembangkan.

    Guest
  11. @ 17. Nick 69 : saya daper berita dari sini.

    [url] http://autos.okezone.com/read/2009/07/03/53/235359/tunggu-kado-istimewa-yamaha-di-iims [/url]

    tahu deh motor apaan ?
    Fazer kah ? atau FZ150 ?

    mungkin rada2 basi beritanya, tapi lumayan untuk meraimakan suasana di sini :

    [url] http://autos.okezone.com/read/2009/06/08/53/227080/53/yamaha-fokus-dengan-imej-motor-kencang [/url]

    [url] http://autos.okezone.com/read/2009/06/08/53/227176/53/yamaha-juga-siap-luncurkan-fz150 [/url]

    Guest
  12. Kendaraan roda dua dan roda empat bertumbuh dengan cepatnya….
    Tapi sayang, pemerintah tidak segera menambah infrastruktur jalan raya sehingga makin macet aja tiap hari…..
    Huff….
    Apalagi sarana parkir di tempat umum, biasanya roda dua selalu jadi anak tiri…

    Guest
  13. Klo liat penjualan thn 2008 kmrn,kynya emg wajar industri motor jd pusat perhatian. Tp gw merhatiin ada fenomena menarik, ternyata motor yg di leasing bnyk yg macet/dijabel. Sering gw liat di leasing2 gd bnyk mtr tarikan pd “mojok”.. sehat ga yah tuh? gw malah ngrasa penjualan motor yg diekspos bagai fenomena “gunung es”,kliatannya aja memang meningkat,tp penyerapannya ga real.. walah..ko ga nyambung ya!!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here