Banyak penggemar motor sport awam bingung setelah beberapa brader mencoba mengetes Dyno Ninja 250R. Mereka bingung . . . kok pada beberapa dyno, Peak power yang diperoleh Motor sport twin engine seprapat liter dalam keadaan standar ini hanya berkisar pada nilai 25-27 hp saja? Padahal awalnya Kawasaki mengklaim motor ini dapat menghasilkan tenaga puncak sebesar 30-an hp. Nah lho !! Apakah Kawasaki Heavy Industry Bohong?

dynamometer2Biasanya jenis dyno yang digunakan untuk mengukur power sebuah motor adalah ” Chasis Dynamometer” yang memanfaatkan sebuah roller untuk mengukur output berupa putaran ban. Nah disinilah terjadi potensi kehilangan power. Menurut John Dinkel, “Chassis Dynamometer”, Road and Track Illustrated Automotive Dictionary, (Bentley Publishers, 2000) yang dapat bro buka di halaman 46 , Pada umumnya penghitungan power pada roda belakang, akan terjadi ‘kehilangan daya” (power loss) yang biasanya berada pada angka 15-20 % bila dibandingkan dengan nilai power yang dihitung pada crankcase. Dulu ada beberapa brader memberikan komentar dengan membandingkan Nilai hasil dyno Motor A dengan nilai power murni motor lain. Semisal membanding nilai dyno Ninja 250R (26 dk) dengan nilai power klaim CBX 250 twister(24 dk) . . . he he he he keliatannya sih cuma beda 2 dk . . . tapi hasilnya akan beda bila dibandingkan dengan hasil dyno cbx 250 twister itu sendiri, cmiiw.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi nilai ” daya yang hilang” ini beragam bisa karena ukuran ban, bobot ban, bobot velg, panjang rantai, bobot motor itu sendiri, dan part-part interkoneksi yang menghubungkan crankcase dan Roda. Nah oleh karena faktor-faktor ini lah hasil dyno pada masing-masing motor bisa berlaku unik alias setiap motor punya nilai power tersendiri. Bahkan mesin dyno itu sendiri memiliki tingkat erorr yang berbeda-beda, makanya nggak heran bila kita menemukan perbedaan nilai power saat pengukuran di mesin dyno yang berbeda. So  . . . mulai sekarang kita dah mulai bijak membaca hasil dyno dong dan. . . . ssstt kata mas Saranto ada sport bike anyar yang setelah di dyno hasilnya mencapai peak power sebesar 15 hp ,  . . . jangan panik, memang nge-drop kok kalo di dyno 😀 penasaran mode 🙂

Taufik of BuitenZorg

59 COMMENTS

  1. eh podium ya. baca dulu ah buat pengayaan. btw, kang opik bisa diterapin di motor bebek gak si dyno ini?

    Taufik
    tentu bisa kang . . . bebek C50 aja bisa koq
    asal tega aja..motore digeber sampe redline pfftt 😀

    Guest
  2. Pertamax kah?

    Oh ini toh sebabnya, Tapi mas taufik bukannya yang diklaim KHI 30dk itu Ninja versi Eropa yang sudah injeksi ya? Tapi di KMI Nulisnya 30,1ps

    Sport bikenya apaan tuh yang Drop 15hp? Mungkin HP nya gede banget kali ya jadi Error 15-20% nya kerasa

    Guest
  3. Yee Akhirnya Pertamax pertamaku

    Oh setelah baca Multiplynya Mas Saranto, ternyata Drop jadi 15hp dari klaim pabrik. Dikirain Turun 15DK

    Guest
  4. HP ama DK emang sama tapi kalo sama PS ada beberapa presepsi. Kalo PS itu artinya juga sama Daya kuda. Tapi satuannya beda sedikit. Biasanya PS sedikit diatas DK/HP. Tadi komen yang diatas cuman iseng aja kalo Masalah sama ya saya juga tau

    Guest
  5. Kok tiba-tiba Bro arif Rakhman ada diatas? perasaan pas saya submit comment dan udah reload page jadi yang paling atas? apakah pertamax ada cheatnya??

    Komentarnya Kang arip masuk meja moderasi dulu . . . setelah di setujui..ternyata dia yg lebih lebih dahulu teken tombol “SAY IT” he he he he . . .tidak ada cheat code lah apalagi nepotisme he he he hehe 😆

    Guest
  6. mau pertamax,
    kita juga harus perhatikan “Dyno test” dari koneksi internet kita, sering pas buka masih kosong, terus cepat2 koment, eh pas koment koneksi “Ngedop”, gak jadi pertamax deh. tapi tetap jangan panik

    Guest
  7. @shogun
    Sory bro,
    Gak maksud ngeles/gurui..
    Soalnya tlsnmu diatas bikin aq bertanya..
    (Maklum aq org ndak ngerti mtor)
    Ini lah fungsinya blog,buat cari/tukar ilmu..
    Hehe piss

    Btw pengen batalin komen bisa gak mas,tp uda trlanjur di say it..
    Dulu pnh,tyt uda masuk lho,
    Pdhal msh conecting
    *tuing

    Guest
  8. @om topik: bukannya klo dijalanan malah loss powernya lebih gede lagi om?ada panas(cuaca),keadaan jalan,angin,malah g jarang kualitas bahan bakar,,hohoho,cmiiw
    menurut ane lbh baek klo pabrikan berpatokan pada bhp,,paling ga lebih real dripada klaim pengukuran dari crankshaft,,

    Guest
  9. untuk motor sport baru style eropa yg hasil dyno-nya jadi 15HP lebih, kebetulan saya hadir waktu dyno test, itu lebih karena finishing dan build quality, contohnya intake karbu; mnrt owner-nya sendiri, bagian dalamnya kasar, akhirnya pada ganti punya scorpio, kalo produsen mau memperbaiki finishing mesin dan transfer daya ke roda, 20HP bukan mustahil 😀

    Guest
  10. wooo. . ..
    ngono tho mas Taufik. . . .
    pantesan ae beda lha wong power on crankcase ama roller .
    rupanya beda tehnik .

    pokoke safety di jalan aja lah. . . .

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  11. seandainya ketelitian alat tersebut diragukan, bisa memakai cara zaman romawi…
    25 ekor kuda pacu digandeng jadi satu… tarik tambang dengan satu motor 250cc… 🙂

    Guest
  12. waduh komennya terlempar dari 20besar…………

    hmmm….motor sendiri aja ga tau berapa tenaganya…..
    Memang dimana sih bisa coba alat dyno ini…………..
    (klu showroom plus bengkel suzuki ada ga yagh)
    😕

    Guest
  13. […] Bijak Membaca Hasil Tes Dyno . . . Jangan Panik dulu kalo Nge-Ngedrop !! Banyak penggemar motor sport awam bingung setelah beberapa brader mencoba mengetes Dyno Ninja 250R. Mereka bingung . . . kok pada beberapa dyno, Peak power yang diperoleh Motor sport twin engine seprapat liter dalam keadaan standar ini hanya berkisar pada nilai 25-27 hp saja? Padahal awalnya Kawasaki mengklaim motor ini dapat menghasilkan tenaga puncak sebesar […] […]

    Guest
  14. Untuk 4 tak setahu saya susah u naik HP, apalagi sampai naik 5 HP.
    Bukan cuman build quality (saja), kemungkinan dari designnya dan teknologi mesinnya yang memang perlu ditingkatkan, ya motornya memang SOHC kan. Tapi kalau sampai gantinya banyak juga ya, untuk apa juga? Power dari pabrikan berarti kurang lebih sama dengan scopie atau tiger. Jangan sampai di jalan lagi narik kemudian di selip sama bebek standard lho. Gaswaaatttt!!!

    BTW seperti si N250, perlu sampai jetting + ganti knalpot untuk ke 30 an.

    Kalau saya pribadi sih senang mengamati hasil dyno on wheel, soalnya lebih fair ke power motor. Asal di comparenya sama, on wheel semua.

    Guest
  15. oh iya…
    Bicara motor sport… yang penting bagi pabrikan sebetulnya he-he he IMAGE!

    Bukan berarti kalau motor kita bisa 160 an, kita lari terus di 160 kpj. Tapi bagi sebagian orang, tahu kalau motor kita bisa melaju sampai 160 kpj… efek fear… he he he.

    Nah kalau yang 15 HP, itu imagenya sekarang gimana

    Guest
  16. gw awam soal mesin dyno… cuma mo tanya logikanya…
    1.MOTOR ditaro diatas mesin tsb. terus dihidupin dan JALAN ditempat…
    keluar hasilnya….

    LOGIKANYA kalo setting karbunya ngaco…..ato ada perubahan final gear ato ada perubahan spek….APAKAH result DYNO tsb. valid
    ….karena diatas tidak disebutkan kondisi motor saat ditaruh diatas mesin tsb. dari settingan karbu, dllnya.
    TOLONG DICERAHKAN….he….he…he

    Guest
  17. @bengbeng
    di bengkel AHRS ada tuh atau di markasnya BRT Cibinong, atau markas sportisi nya bro Bram

    @Arantan
    waaa…juragannya udah dateng 😉

    Administrator
  18. ^
    Setahu saya,
    Waktu testing itu mengambil sample beberapa motor bro dalam keadaan se standardnya. Motor juga diambil running test beberapa kali.

    Memang otomatis jangankan kalau setting salah, salah oper gigi pun efek juga.

    Guest
  19. http://wahiduddin.net/calc/cf.htm

    “If you take your car to the dyno on a cold day at low altitude, it will make a lot of power. And if you take exactly the same car back to the same dyno on a hot day, it will make less power..”

    Disini khan panas, makanya…XD (cuman ketemu di internet aja,
    I really don’t know)

    Guest
  20. hm… megeli ya… koq mas taufik gak nulis secara tersurat aja seh dari pada timbul praduga gak ngenakin motor mana yang dimaksud. ya tho

    Guest
  21. @all..
    yahh…secara umum….
    power dan torsi adalah hal pertama yg dilihat ketika memutuskan membeli motor…(selalu tertera di brosur)
    Spedometer juga bermasalah……akurasi-nya masih tanda tanya….(fakta dilapangan)
    Terakhir konsumsi BBM…..( Iklan Honda Beat )
    apakah hal seperti ini bisa masuk kategori pembohongan publik yg pantas diadukan ke YLKI…?

    Guest
  22. uji power pake roda => real rear power
    kalo dari crank shaft => Engine power.

    kedua metode ini diperlukan untuk mengukur losses dari engine ke roda belakang

    Guest
  23. @ 24,Arantan,
    He…he…he betul sekali ..ni ada kasus N250 ud pake knalpot racing segala….bisa head 2head & dilewati scorpio standar….ternyata….cukup dgn setting carb yg SALAH + jetting yg SALAH pula …N250bisa lemot….(duh gimana disalib bebek???)

    Tolong pencerahan ttg setting Twin carb…..sy jamin kagak semua mekanik termasuk yg di bengkel resmi kawak jago/bisa setting carb n250 dg. pas

    Guest
  24. Nih kalau mau ngetest

    eBay Jual Moge Ferrari
    Posted on September 8, 2009 by gustomobil
    Ferrari memang belum pernah memproduksi motor gede secara massal. Namun bukan berarti tidak ada motor dengan merek Ferrari. Baru-baru ini di situs eBay.com telah dilelang sebuah Moge Ferrari yang hanya dibuat khusus (custom) dan hanya ada dua unit di dunia.

    Guest
  25. ^
    Btw itu senyumnya kok bisa diklik
    Hehehe

    ^yahon
    Ada keterangan lbh lanjut gak bro
    Kalo vegazr dapet 93km/l
    Tp lari 30kpj..cmiiw
    Mungkin beat dpt 73km/l dg lari 20kpj..
    Hehe 🙂

    Guest
  26. Daripada tes maksimum HP mending tes akselerasi 0-100km/jam didapat dalam berapa detik.

    Lebih nyata sekalian tes power to weight ratio, karena walau HP lebih kecil tetapi kalau motornya ringan kan tetep sampai garis finish duluan.

    kalau kata yang diatas @37 Marcus dilewatin bebek

    salam,
    bengkelsepedamotor

    Guest
  27. Selain posisi tesnya di crankshaft atau di ban belakang, diperiksa juga mesin dynamometernya yang model apa ? Inersia atau Eddy Current Absorber, hasilnya juga akan beda.

    Yang presisi pakai EC, tapi yang banyak beredar adalah yang model Inersia.

    salam,
    bengkelsepedamotor

    Guest
  28. @fachrul

    pasti bukan mas..motorku kan standar abizzz..yg digambar itu dah pake ban BT 92 plus mufler yoshi…dan..platnya B..aku kan F 😀

    Administrator
  29. Jadi gampangnya BHP: Ban Horse Power. *seenaknya bikin singkatan mode

    Kalo gitu Apache ma Mimin 250 tenaganya di ban hampir sama dong? Ga salah pilih deh.. Hehe

    Guest
  30. mas taufik, itu kan ninja 250 twin engine, trus mesinnya harus 2-2nya singkron atau tidak ? misalkan karburatornya harus singkron setelannya dengan karburator sebelahnya ?

    Guest
  31. Maz kayaknya tadi kok g da ulasan tentang megeli 250r nya.. Mohon pencerahanya dong.. Soalnya mo beli ninin g tjukup uange..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here