Artikel ini saya angkat dari Komentar Saudara Bluenote pada Artikel CV Matic, tenu dengan editan disana-sini dengan harapan dapat memberikan pencerahan bagi kita semua mengenai bagaimana seharusnya membangun sistem CVT yang Efesien untuk Motor, silahkan disimak lagi dan semoga berguna 😀

cvt_580Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

Senada dengan bro BlueNote Visor down pun menuliskan pendapatnya mengenai Motor Ber CVT seperti yang ia katakan mengomentari sistem CVT untuk motor enduro yamaha :

The CVT means a gearbox that can handle more power, deliver less fuel consumption and give an almost infinite number of gear options. If Yamaha can get the computer brain working with the CVT system it could mean the bike always being kept in the powerband whilst using as little fuel as possible – ideal for competitive enduro racing

Yang kalo di terjenahkan dengan bebas artinya:

CVT merupakan sebuar girbok yang dapat menghasilkan tenaga lebih, dengan konsumsi bbm yang lebih hemat, dan memberikan pilihan gear hampir tak berhingga. Jika Yamaha dapat mencangkokkan sebuah komputer untuk mengendalikan sistem CVT sehingga kerjanya dapat dijaga pada pita (kruva) tenaga tertentu saja dengan bahan bakar yang sedikit pula – ideal untuk motor balap enduro yang kompetitif .. .cmiiw

gambar : www.tebuireng.net, green.autoblog.com

41 COMMENTS

  1. numero seven gk pa pa deh, angka hoki..hehehe
    sama kyk nick69 deh, gemes bw matic, kpengen bejek trs ampe poll..

    girbok motor masa depan pasti bakal begini nih…

    Guest
  2. @awaku
    Setelah saya amati, ada link’a y? Yg mana y bro?

    @Bro taufik
    Setelah saya amati, 4tak manual pan pake rante keteng.. Mungkinkah cvt pengganti rante keteng?

    Mungkinkah qta khan selalu bersama.. (stinky mode : on) Halah ngaco, huehehehe

    Guest
  3. kalo pake CVT berarti harus matic donk..??

    matic kan gak ada engine breaknya mas..??

    dari segi kesafetyan gimana tuh..??

    Guest
  4. @PEngamat………
    lha iyo, awak ndewek mo tau .. ente punya link nya ??

    (wakakakaak jadi kaya telor vs ayam dech… mana yang duluan)

    Guest
  5. @fraziel…
    coba titik pengeremannya lebih deket di tikungan…
    buka gas lg ditengah2 tikungan…
    pasti ndak kesalip….
    malah bisa 7 detik gapnya…
    xixixixixixixixixixixi…..

    Guest
  6. hallo mas taufik..lam kenal…
    dari dl pengen bgt ada motor matic serasa mobil…bner yang sperti ulasan mas diatas,mobil matic malah lebih hemat krn putaran mesin tergantung tekanan gas (berdasrkan pengalaman saya bawa mobil matic) cth dl saya bawa yaris matic,ketika saya tekan pedal gas secara lembut maka penyambungan tranmisi juga pada RPM rendah(-/+ 3000rpm)…pernah saya bawa kecepatan 60 km/jam mgkn transmisi sudah pada posisi 4 krn sudah tidak ada terasa ada perpindahan lagi,lalu karena saya ingin mendahului mobil didepan saya tekan pedal gas(penuh) secara mendadak yang terjadi adalah gigi transmisi turun ke posisi 3 dan penyambungan transmisi pada rpm tinggi (mesin agak meraung),dan saya coba lagi pada kecepatan rendah(30km/jam) tiba2 pedal gas saya tekan full,yang terjadi mobil berakslerasi dan penyambungan tranmisi pada rpm tinggi sampai pada transmisi tertinggi..jadinya sgt menarik…pengen rasanya motor juga spt itu..(maaf mas klo ada salah istilah mohon dikoreksi he he)

    Guest
  7. @Mas Topik
    koreksi dikit keterangan paragraf pertama (sisa2 ilmu sd..hehehe)
    Gaya sentrifugal => gaya yang menjauhi titik pusat putarannya
    Gaya Sentripetal => gaya yang mendekati pusat putaran

    Guest
  8. Yen gusdur mesti ga tau sd,sih sr/sekolah rakjat..
    Hi3x..
    Bek tu topik,£klo bgtu caranya pabrik kampas kopling gulung tikar dong bos?Waduh..

    Guest
  9. Buat yang pengen koleksi video full race MotoGP season 2008-2009, nih linknya http://selaludidepan.wordpress.com/2009/09/14/download-video-race-motogp-full-2008-dan-2009-yuk-mari-bag-1/

    Guest
  10. 28. penggemar ninja
    pake “Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor” sesuai judul di paling atas tuh.. hehehe..
    masalahnya.. siapa yg mo buat untuk merek tertentu ato untuk merek universal (asalkan CVT ya..)?

    Guest
  11. “The CVT means a gearbox that can handle more power, deliver less fuel consumption and give an ALMOST INFINITE NUMBER OF GEAR OPTIONS.”

    Menurut gw, keunggulan utama CVT dibandingkan system transmisi konvensional adalah rasio “gir”nya yang bisa dibilang tidak terhingga atau bahasa lainnya bisa menjadi sangat sangat rapat secara terus menerus.
    Itulah kenapa oleh penciptanya disebut “continuously variable transmission”.

    Sistem gear konvensional dengan memanfaatkan beberapa variasi roda gigi sebenarnya juga bertujuan untuk menyalurkan lebih banyak power (lebih efisien) dengan konsumsi bbm yang lebih irit.
    Hanya saja sistem yang digunakan kalau bisa dibilang adalah diskrit, . Tidak continuous seperti sistem CVT.
    Kelemahannya, variasi roda gigi sulit dibuat menjadi sangat rapat dan banyak pilihan karena akan membutuhkan ruang yang besar dan menghasilkan bobot yang besar seiring dengan makin banyaknya jumlah rasio gear.
    Bandingkan besarnya rumah transmisi motor bertransmisi 3, 4, 5 dan 6 tingkat kecepatan.
    Makin banyak jumlah gigi memang makin rapat dan efisien power deliverynya. Tapi pasti akan makin besar dan makin berat.

    Beda dengan sistem CVT yang mengatur transmisi cukup dengan mengatur puli di(salah satu) ujungnya. Mengatur puli mulai dari cara paling sederhana dengan bantuan roller yang memanfaatkan gaya sentrifugal sampai dengan menggunakan bantuan computerized controlled hydraulic system.
    Banyaknya variasi “gear” yang dihasilkan tidak terkait dengan makin besarnya ruang yang dibutuhkan dan berat yang ditimbulkan.

    Kelemahan CVT yang paling kelihatan adalah tidak serigid roda gigi karena menggunakan bahan berupa belt. Tentu saja kemampuannya dalam menerima stress tidak akan sekuat logam.
    Kalau masalah loss atau rugi-rugi akibat slip dan lain-lain, dengan makin berkembangnya teknologi efisiensi CVT akan makin mendekati roda gigi.

    Mas Taufik, kalo boleh saya kasih ilustrasi.
    Katakanlah pada suatu kondisi jalan, mesin sebenarnya membutuhkan “gigi” 3,5 agar motor bisa kuat menanjak tapi tidak sampai “berteriak”, artinya konsumsi bbm bisa tetap normal.
    Tapi karena tidak ada pilihan gigi 3,5 pada sistem transmisi konvensional, maka pengendara hanya punya dua pilihan. Pakai gigi 4 dengan konsekuensi motornya nggak kuat nanjak atau turun ke gigi 3 dengan konsekuensi mesin “meraung” dan boros bbm atau kalau tidak mau “meraung” ya kecepatan diturunkan…slowly but sure… 🙂
    Tapi bila menggunakan sistem CVT yang continues, kondisi rasio yang ideal bisa dicapai karena CVT tidak mengenal sistem diskrit seperti gigi konvensional. Gak dibatasi gigi 1, 2, 3 maupun 4.
    Rpm mesin sesuai dengan kebutuhan mesin untuk menanggung beban.

    Sayangnya karena keterbatasan ruang dan mengejar biaya murah, sistem CVT di skuter yang beredar di tanah air masih menggunakan cara kuno dengan menggantungkan pengaturan puli pada gaya sentrifugal roller. Ya boros deh…gimana nggak, butuh rpm cukup tinggi buat “ngelempar” rollernya…
    Kalo yang udah canggih sih gak pake gaya sentrifugal lagi, tapi pake gaya tekanan hidrolik yang diatur oleh komputer.
    Kayaknya yang di Jazz udah pake sistem seperti itu.

    Kesimpulannya, sepakat dengan Mas Taufik CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !! 

    Tinggal masing-masing pabrikan menciptakan peranti control pengaturan puli yang akan membedakan teknologi masing-masing. Gw yakin hal-hal seperti itu yang dipatenkan oleh Honda, Yamaha dan pabrikan lainnya.
    Kalo sistem CVT sih sudah menjadi milik public…

    Guest
  12. Mau tambahin dikit Bro, waktu itu kelupaan:

    Pada Honda Jazz Torsi maksimum didapat pada RPM 2700!!!!
    Super rendah…..
    Ini seperti mesin diesel ya??

    Tujuannya sudah jelas:supaya kendaraan beroperasi di RPM serendah mungkin. Jadi kombinasi electonically controlled transmisi CVT + pita kurva torsi yang tinggi di RPM rendah ….hasilnya: super irittt…. (jika cara berkendara normal).

    Guest
  13. CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !!
    Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

    audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

    152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

    Guest
  14. CVT + Peranti Kontrol Elektronik Pada Motor . . . Evolusi Ideal Yang Efesien !!
    Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Yaitu CVT matic. Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Jika beban bertambah, maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi, kecepatannya tidak bertambah. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai).

    audi_cvt_2Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT, perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu, putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu.

    152249pIni kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya, maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal, maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here