jump to navigation

[Share] Kenapa Suzuki 2W Indonesia Sepertinya Sulit untuk Bangkit? September 28, 2009

Posted by Taufik TMCBlog in : Suzuki , trackback

Membicarakan Suzuki, bagi saya pribadi termasuk ATPM yang sebenarnya punya ‘modal’ cukup untuk bisa BESAR seperti AHM dan YMKI. Kalau brader lihat Track record ATPM yang satu ini, pernah sempat mengeluarkan produk-produk mentereng macam GS250 (Thunder 250), FXR 150 yang pertama-tama mengadopsi spedo digital, Shogun 110 yang banyak dipuji orang, Satria 120 2 Tak yang kenceng, dan saat ini masih menjual Satria FU 150 sebagai Motor bebek paling bertenaga . . .  Di Lintasan Balap Lokal, bebek-bebek Suzuki walau mulai mendapat saingan dari bebek bebek lain semenjak ditinggalkan sang begawan, masiy tetep kenceng kok. Komunitas  Konsumen . . . siapa yang nggak kenal S2W, TC 125  dll..mereka ini termasuk komunitas yang solid koq . . . siap memperkuat Brand Image . . . . Tapi kok sepertinya ATPM yang satu ini seperti berjalan ditempat . . .

suzyFUContoh lain :  Sang ATPM berlambang hurup S saat ini tanpa ragu meluncurkan 3 varian Skutik nya (spin, skywave, dan skydrive) . . . membuktikan cukupnya ‘modal’ ATPM ini. Tapi Apa yang membuat ATPM ini sepertinya cukup berpuas diri dengan menduduki urutan ke 3 share market. Apakah ada yang nggak singkron di Management Suzuki? Apakah karena managementnya yang menurut info sudah dipegang langsung oleh Suzuki jepang sehingga menyebabkan terputusnya masukan-masukan untuk RnD? Apakah karena masalah teknis seperti kurangnya jaringan Sales, Service dan Parts ? Atau karena masalah Eksternal seperti meredupnya Pamor Tim-tim balap mereka di kancah Internasional? . . . Sekali lagi . ..  Share your knowledge bro

Taufik of BuitenZorg

Comments»

1. win - September 28, 2009

baca dulu baru komen ahh hehehe

2. win - September 28, 2009

mungkin atpm sekarang banyak yg latah ya mas tofik,,,
ikut2an jaulan matic, knapa nggak mencoba motor sport (fairing) 150cc..
ini udah lama dinanti2 bikers indonesia
suzuki punya fxr honda punya cbr
tapi mereka tak punya cukup waktu untuk mendengar jeritan hati biker
hahaha XD

3. 4N745 - September 28, 2009

iya e mas opik kalau tak liat liat memang di sisi mesin suzuki paling top bandel n paling bertenaga dan kenapa atpm lain pada mengila menelurkan varian varian baru seperti honda atau yamaha bahkan kawasaki ,,, tapi aku tetep yakin bung opik mungkin suzuki berdiam dulu untuk mengumpulkan tenaga untk bersiap siap menelurkan varian baru, atau suzuki sedang mempelajari dari atpm yg lain untuk bisa tepat sasaran menelurkan varian baru ,, aku rasa menurut feeling ane suzuki bersiap siap dgn mongtor pengganti tunder 125 cc nya n mungkin juga gsf 150 dgn mesin satria yg udah mumpuni nggak ada lawan ,, weel lets wait n take look n see pasti suzuki nggak tinggal diam ,,, suzuki inovasi tiada henti

4. Iksa - September 28, 2009

Aku nggak paham Kang Taufik …
Rasanya kalau mau unggul jangka panjang musti menguasai remaja dan ibu-ibu ya …. apa Om Suzuki sudah bergiat disektor ini …
* remaja merupakan pemakai pertama … kalau puas akan berlanjut dan membeli kembali (apalagi mereka suka eksperimen dengan fitur dan merek…)
* ibu-ibu mengendalikan budget dan pilihan bagi remaja … eh apa masih begitu jaman sekarang?

5. [Share] Kenapa Suzuki 2W Indonesia Sepertinya Sulit untuk Bangkit? | Update Blog Terbaru - September 28, 2009

[...] [Share] Kenapa Suzuki 2W Indonesia Sepertinya Sulit untuk Bangkit? Membicarakan Suzuki, bagi saya pribadi termasuk ATPM yang sebenarnya punya ‘modal’ cukup untuk bisa BESAR seperti AHM dan YMKI. Kalau brader lihat Track record ATPM yang satu ini, pernah sempat mengeluarkan produk-produk mentereng macam GS250 (Thunder 250), FXR 150 yang pertama-tama mengadopsi spedo digital, Shogun 110 yang banyak dipuji orang, Satria 120 2 Tak yang [...] AKPC_IDS += "10470,";Popularity: unranked [?] [...]

6. Kornet - September 28, 2009

Jadi inget waktu SMP dulu punya shogun dirumah, hmm kemanakah dirimu sekarang…

Suzuki mang aye akui mesinnya top abis, dirumah ada tundie 125 slama 6thn cm ganti aki and ban doank…
Hmm fantastic…

7. moonraker - September 28, 2009

rc100 tahun 1988 milikku ( dulu dapat operan kredit guru ) sampai sekarang belum oversize, belum ganti plat kopling. km sekarang 35 ribu kurang dikit. suzuki emang tangguh…

8. thestolenkid - September 28, 2009

suzuki identik dengan kecepatan yang berarti boros BBM. mungkin itu sebagian image yang melekat di masyarakat saat ini. jadi, mereka cenderung menghindari. kan udah ada yang tetep cepet tapi selisihnya cuma sesendok makan…….hehehe

9. Saranto - September 28, 2009

Iya bro… kesian banged-banged.

Apalagi kalau ngeliat sekarang udah diselip jauh sama YAMAHA, Suzukinya hilang, memang tetap ada produk unik seperti Thunder 125, tapi seperti maticnya kedodoran jauh kalau dibanding Honda – Yamaha.

@7
Kalau imagenya boros… emm, YAMAHA juga tadinya imagenya boros bro, tapi mereka spend di iklan banyak untuk perbaikan image tentang harga jual, after sales dan boros bensin ini.

Mending jadi partai oposan aja.

10. lekdjie - September 28, 2009

gara2nya sih sepertinya dari atasan manajemennya ya..trus warna2nya juga gelap2 gimana gitu..misalkan aja pake warna2 ngejreng kaya rizla suzuki

11. ben - September 28, 2009

2. win
mungkin atpm sekarang banyak yg latah ya mas tofik,,,
tapi mereka tak punya cukup waktu untuk mendengar jeritan hati biker
———————————
mana yang duluan keluar ? ayam atau telur ?
mana yang mau diprioritaskan ? kuantitas atau model ?

12. Hellos - September 28, 2009

Mas taufik, saya rasa meredupnya suzuki r2 di balap intrnasional adalah alasan utama mengapa suzuki r2 kurang dminati knsumen indonesia. Seperti diketahui thn 2000 saat keny robert jadi juara dunia motogp yg diikuti dg edisi khusus telefonica mofistar bwt shogun, satria dan fxr, membuat pasaran suzuki menempati peringkat 2 dibwh honda. Pada waktu shogun110 jd bebek yg cukup laris,pd wkt itu kemanapun pergi pasti ketemu si shogun ini. Tapi kata orang tak ad yg abadi, demikian juga dp suzuki, nyaris setelah juara dunia th 2000 di motogp, prestasi suzuki kian meredup, sehgga berpengaruh trhdp jualanya di indnesia. Puncaknya thn 2004, ketika shogun 125 keluar (berbarengan dg valentino rossi pindah ke yamaha) merupakan awal kemunduran suzuki.
Faktor lainya mgkn karena suku cadangnya katanya lebih mahal dbnding motor jepang yg lain. Salah strategi pemasaran dengan menyetop produksi shogun 110 yg disaat itu sdg booming,mgkin jd faktor yg lain.
..(CMIIW)

13. 1001nickname - September 28, 2009

bukan hanya puas di podium 3 namun dengan jeda waktu yang sangat besar, maksude beda angka penjualan yang sangat signifikan dari podium 1 dan 2.
yang terpenting adalah brand image, suzuki hampir kehilangan kepercayaan dari konsumen kita, selain pelayanan after market yang dirasa sangat kurang. sales, service suzuki di tempatku aja masih dapat dihitung dengan tangan, begitu juga denga resale-nya kalo gak mau di bilang jeblog paling tidak sangat jauh dari harapan.
mdh2n para petinggi ATPM ini segera membuat gebrakan agar persaingan R2 gak hanya di dominasi oleh 2 atpm podium.
kang maaf managemen suzuki di pegang langsung oleh suzuki jepang. apakah berarti kebijakan2 dalam tubuh suzuki harus menunggu keputusan dari pusat sementara yang faham dan mengerti seluk beluk pasarkan mestinya mereka2 atau petinggi2 suzuki yang ada di marih. mungkin juga ya mas jadi sesuatu yang sebenarnya diinginkan konsumen, semacam keluhan, harapan, opini2 ataupun kritikan yang sifatnya membangun tidak sampai pada pihak managemen. yang akhirnya ngluarin produk ya asal ngluarin aja tanpa mengetahui selera pasar seperti apa.
di pegang pusat apakah mereka tidak percaya dengan kemampuan managerial anak negeri…

14. nofun - September 28, 2009

sesuai slogan suzuki: ride the wind of change..
alias nunggu dulu ada yg ‘berubah’ (atau bikin baru) baru suzuki ikutan bikin baru..

15. Mr_lOng'S - September 28, 2009

Suzuki

pendapat gw pribadi krn harga spare part ny yg mahal jika d bndngkan dgn kompetitor laen n marketing ny yg kurang heboh di banding yamaha..

Soal kualitas & Desain
Mantaff..

16. Elektra - September 28, 2009

Betul semua orang bilang spertpat nya mahal jdi org langsung ngecap imet suzuki dgn begitu

17. Taufik - September 28, 2009

@All
hmmm banyak yang berpendapat bahwa faktor harga sparepart yang menjadi biang keladinya he he he he . . . tapi menyambung yg mas saranto sampaikan. ATPM lain sebenrnya bukan tanpa cacat seperti misalnya Kurang boros apanya Mio dibandingkan vario, Tapi kok tetep laku? Selain sebagai First Mover, sepertinya Yamaha telah sukses membangun brand image Mio sehingga kekalahan di satu sisi tidak dijadikan batu sandungan. First Mover saja tanpa character building menurut sy nggak akan bisa bertahan lama . . .
so sekarang sebenrnya bagaimana Pihak management mengemas dan membangun karakter brand Suzuki dengan segala modal dan kekurangan yang ada . . . cmiiw

18. obie - September 28, 2009

iya, sedih juga nih suzuki kembang kempis. soale saya termasuk penggemar suzuki, mulai shogun kebo sampe raider. Bangkitlah suzuki…!

19. shilla.kr - September 28, 2009

ikut nimbrung ahhh….
saya juga termasuk penggemar suzuki,tapi skrng dah selingkuh ke honda50%. spare part mahal +boros,yups tepat!! emang kwalitas part mahalnya suzuki gak diragukan,tapi berapa orang yang perduli,paling cuma orang yang paham betul ttng mesin.
Kalo ibu2,abg2 konsumen bebek+skutik taunya sekali motor bobrok trus masuk bengkel ganti ini itu,lho kok ongkosnya mahal banget!! lha honda aja cuma habis segini mesin dah seperti baru lagi.
Soal kenceng,sami mawon! pengetahuan umum mengatakan wajar,wong boros. Coba deh bikin motor dgn teknologi sederhana biar harganya murah,perawatan gampang+ndak mahal,dipake bapak2 atau ibu2 luwes,dipake mejeng abg keren,dipake asal-asalan bandel,wuih pasti deh laris…

20. adul - September 28, 2009

A 100 dulu sempat jadi andalan keluarga di sumatera khususnya lampung, menyusul rc 100 yg gak pernah rewel, lalu stria 2tak tongkrongan paling keren. Tapi suzuki tidak mengikutinya
dgn 3s yg baik + part yg lbh mahal dibanding brand lain. atau mungkin suzuki sibuk jualan angkot? coba kang opik hitung di bogor saja brp angkot yg bkn suzuki (opsional jur. sinbar-cibinong yg pake kijang)….:D

21. bennyps - September 28, 2009

sayang emang suzuki, yg ngembangin produk baru-nya tinggal thailand di Asia Tenggara ini, malaysia udah ngikut aja
sedih… hiks…hiks…

22. Taufik - September 28, 2009

@Adul
he he hehe . .. iya mayoritas Carry euuy :P

23. Yamaha 2 tak - September 28, 2009

Kelihatannya suzuki belum ada produk yg bisa mengangkat namanya yg bisa dijadikan flagship produk..
Yamaha punya jupiter MX dan Vixion dgn segala fitur yg diatas motor sekelasnya dan tentu saja faktor Rossi hehe.
Honda punya tiger dan HSX yg telah melegenda..
Suzuki? Kelihatannya ada kegagalan dalam membangun brand image produk2 mereka (kecuali satria,sayang motor jenis ini pasarnya relatif sempit). Belum lagi masalah desain, IMHO desain suzuki kurang begitu ‘ngeh’ buat mayoritas orang indonesia (survey kecil2an thd temen2 sendiri)..

24. Yamaha 2 tak - September 28, 2009

Suzuki:inovasi tiada henti!!

25. Moonraker - September 28, 2009

Kl mesin mobil suzuki, baik F10 dan G13, G15, G16, dah terkenal bandel dan irit. seri H powernya uenak tenan.
Liburan kemarin pakai gv muter” ke bengkulu, sumsel, lampung, garut, tasik ga ada masalah, bensinnya juga irit.
sayang mesin shogun fd110 ngga reborn lagi ya.. Kesan pertama saat nyoba , ini mesin responsif banget..

26. xb - September 28, 2009

menurut saia mah tetep aja ada masalah di strategi pemasaran dan promosi.. sama konvensionalnya dgn ahm..
seblmnya saia pikir indomobil fokus di r4.. tapi liat angka penjualan r4 juga biasa..

jadi kesimpulan saia sama2 melempem di pemasaran dan promosi, tapi beda penyebab..
klo ahm krn kehilangan gairah/terlena sampai 2008, klo suzuki (mungkin) kurang dana..
IMO..

27. ie2 - September 28, 2009

suzuki kurang inovatif, strateginya membeo pabrikan lain
honda bikin sonic, suzuki ngikut raider
honda bikin bebek 125cc, suzuki ngikut
honda bikin matic, suzuki ngikut
honda bikin bebek injeksi, suzuki ngikut
honda bikin matic model retro, suzuki ngikut
dst dsb dll

gue rasa suzuki nih pola pikirnya, ah yg penting gw dapet duit, sebodo amat mau jadi leader kek mau jadi buntut kek, yg penting gw untung

ibaratnya karyawan yg kerjanya secukupnya aja, yg penting kerjaan beres gak dimarahin bos, akhir bulan dapet gaji bisa makan bisa jalan-jalan, cukup

nggak ada passion-nya

suzuki juga gitu, dia ngeliat wah ada pasar nih di segmen X, dia ikut-ikutan bikin produk sejenis

beda ama honda yg berani bikin terobosan model motor bebek
beda ama yamaha yg berani ngenalin skutik meskipun dicibir gak bakal laku

28. Харченко - September 28, 2009

Suzuki nggk pelit produk dan teknologi.. Ada uang ada barang, mereka merangkap sebagai importir juga kan..
Mau Hayabusa oke mereka bisa datangkan… mantaph

29. apdri - September 28, 2009

sepertinya tidak semua varian suzuki itu boros…
ane pake Spin 125 std masih dapat di atas 40 km/liter premium (gak jauh dari hasil test di tabloid motorplus sekitar 42 kpl)…

sparepart masih terjangkau, soale sebelum ambil motor ini sempat browsing dulu harga onderdilnya di http://eparts.suzuki.co.id/ezpartsweb/Default2.aspx

kayaknya untuk Suzuki promosinya masih kurang…

30. LAE TOGAR ANAK MEDAN - September 28, 2009

menurut saya memang suzukinya yang kurang promosi. disamping itu suzuki lagi melihat situasi / wait and see. mungkin suzuki akan curi waktu yang tepat untuk menelurkan produk barunya. honda vs yamaha kan lagi asyik2xnya perang / duel. siapa tau ketika mereka asik perang suzuki ngeluarkan produk baru yang dapat melumpuhkan kedua lawan sekaligus. bravo suzuki … jadi terbayang dibenakku satria 2 tak dirumah. hikkksssss. … masa kejayaanmu mulai pudar .. hiks

31. adul - September 28, 2009

@ moonraker
betul mun, pernah pake saat emergency bawa teman korban kecelakaan bus, dari ciampea sampai pmi bogor. Tarikannya ok, responsif banget, padahal waktu itu bo-ti.

32. yahonsuwakanja - September 28, 2009

@…
hmmm…
semenjak ada masalah internal di lini manajemennya…IMNI sprti kehilangan arah…
semenjak discontinue Shogun 110cc…reduplah pamor motor hebat-nya…
semenjak pelawak Basuki almarhum…hilang-lah akal adversting-nya….
saat ini seolah-olah asal bisa jualan…
padahal para dealernya hari Sabtu-minggu tetep buka ……
ayo Suzuki…kembalikan kejayaan Shogun , FXR , GSX250..

peace all..

33. vyzex - September 28, 2009

menurut saya kelemahan suzuki (dari pengalaman selama punya shogun 110) adalah..

1. sparepart lebih tinggi harganya. apalagi yang SGP masih banyak made in japan…
pernah ganti kampasnya shogun…habis hampir 300rb…buset dah…masih lebih murah kampas koplingnya carry…
pernah ganti rantai ketengnya shogun…harganya sama dg punya megapro….

2. cakram depan bunyi nguk-nguk…baru hilang setelah diganti kampas punya tiger 2000 (harganya waktu itu hanya 16 ribu)

3. kampas belakang suka bunyi ngik-ngik (yg teromol)..padahal baru tipis sedikit

4. paku rumah kopling pernah patah….padahal motor dipake biasa..bukan buat bawa gabah atau beras…he he he

5. harga sekennya beda 1 juta sama supra….padahal tahunnya sama…

sedangkan kalo soal jualan sih masalah iklan…
waktu iklan shogun dilawan (basuki ya kalo gak salah) lumayan kok jualannya….
terus waktu ada acara di tivi….tet-tet greng-greng shogun….nah yang itu juga bagus….

oya…kenapa saya waktu itu beli shogun..
itu karena ibnu sambodo dg manual technya menang…ha ha ha

34. Moncer - September 28, 2009

Hmm..yg pengen ane tulis udah terwakili semua d atas.

Om moon: shogun 110 ama smash sama ga sih mesinnya?

35. nick69 - September 28, 2009

Komen apa ya..
Gw suka shogun kebo mirip tornado
Dipaksa gaspol gak njerit msinnya bandel..
Tp skrg mskpun tetep kenceng,
gw ogah ah suruh makek
xixixixi…..

36. rasheed - September 28, 2009

Klo menurut gw nih :
1) Suzuki jepang msh belum menjadikan indonesia sbg pasar utamanya. Klo liat data produksi/penjualan di jepang slama 2008, Suzuki menempati peringkat ke 2 di bwh yamaha dgn selisih hanya ratusan unit. Utk penjualan dunia pun, selisih dgn honda & yamaha ga sebesar gap penjualan di Indonesia dimana Suzuki cm kbagian share 8-9% selama 2009..
2) Berhubungan dgn no.1, Suzuki uda ga terlalu mikirin R&D line up motor2 cc kecilnya (100cc – 250cc) dimana itu adalah batas kemampuan mayoritas rakyat indonesia (dan negara2 dunia ke-3). coba bandingin sm lineup yamaha??
3) Mindset konsumen Indonesia (termasuk gw) yang ga sejalan dgn image Suzuki yg selangkah lbh maju dlm inovasi & durabilitas mesin. Sedangkan konsumen indonesia lbh dipengaruhin model/desain, iklan, motogp, dan harga.. Oya, latah-an jg cuy!
4) Sparepart Suzuki ga kaya kompetitor jepang lainnya yang sampe ada KW1,2,3 dsb yang harganya lebih MURAHH!! Part2 variasi/racing dr prinsipal (pihak ke3) pun ga sebanyak kompetitor. Ini PR besar bwt Suzuki Indonesia..

37. kabariberita - September 28, 2009

kurang prmosi menurut saya Suzuki ga berani gembar gembor kaya Yamaha atau Honda….padahal menurut saya matix Suzuki bagus dan ga kalah dibanding 2 produsen tadi …dan saya sampais ekarang masih betah pake Skywave bos

38. Mr_lOng'S - September 28, 2009

Share honda udh,
Share yamaha jga udh
Share Suzuki, ini lg di bhs

lach Share KMI ny kapan nich mas taufik,??
Percuma donk Blog ny di sebut warunk Ijo n yg di pajang Ninja 250r truz
tp KMI ny ga ikt di bhs pdhl Produsen japan jga..

Go Green
Go Kawasaki..

39. adiandra20 - September 28, 2009

yupz .saya pikir matic suzuki yang terbaik di negeri ini.selain tampilan yang keren,irit,bertenaga n ga rewel mesinnya.sayang suzuki terkesan ogah-ogahan buat promosi.
ex:bandingin aja iklan’a motor suzuki ama honda ato yamaha.

40. penggemar - September 28, 2009

meredupnya suzuki adalah suatu kelainan pasar kalau menurut saya. klo dilihat lihat produk suzuki gak kalah kelas dibanding ymki sama ahm, bahkan terkadang malahan lebih unggul tetapi dengan harga yang lebih murah dibanding kompetitor! tanya kenapa? mungkin…..
1. brand image masih kalah dengan ahm sama ymki. brand image jadi faktor penentu. biasanya kebanyakan orang beli barang branded karena mereka merasa aman, percaya, puas dan bangga membelinya. brand image adalah kepercayaan konsumen, produk bagus dan murah tapi tidak dipercaya konsumen sama aja nasibnya gak laku.
2.blunder divisi marketing. blunder terbesar divisi marketing seingatku dilakukan suzuki saat mengupgrade shogun dari 110cc menjadi 125 cc. saat-saat shogun 110 merupakan saat-saat manis bagi suzuki. memang ahm masih leading jauh, namun setidaknya dengan ymki penjualan suzuki bisa bersaing malah klo gak melebihi. shogun 110 sendiri merupakan sapi perahnya suzuki waktu itu, shogun mampu bersaing dengan si supra dan membuat si jupiter keok di pasar motor bebek entry level. kemudian hari si supra jadi 125 cc mungkin untuk menghindari pasar bebek entry level yang memulai memanas dengan larisnya si shogun dan lumayannya si jupiter. nah entah kenapa si shogun juga ikutan jadi 125 cc dan pada akhirnya shogun 125 tidak selaris shogun 110. padahal shogun 110 lagi laris-larisnya dan life cyclenya pun masih bisa dipertahankan minimal 2 tahun lagi. mungkin suzuki sudah merasa sombong mampu bersaing dengan ahm di pasar bebek entry level sehingga coba-coba tanpa riset(terburu-buru) dahulu untuk melakukan head-to-head shogun dengan supra lagi tetapi kali ini di pasar bebek 125cc. mereka tidak ingat yang dilawan ialah ahm, biangnya sepeda motor di indonesia dan dunia. ahm bagaikan goliath. lha wong sekarang aja ymki yang berhasil menyamai penjualan dan brand image ahm aja masih takut-takut klo disuruh head-to-head sama ahm. ymki lebih memilih main aman dengan menciptakan pasar baru diluar pasar yang dikuasai ahm.
solusinya bagi suzuki???? hmm bingung aku. brand image suzuki dah terlanjur jatuh akibat kesalahan marketing.

41. Taufik - September 28, 2009

@Mr_Long
siipp siipp..tunggu tanggal publish nya ya he he he he ngantri sesuai share market :) . . .baydewei, makasih udah diingetin

@Penggemar
tungggu sy akan ada artikel khusus tentang brand Image ini hmmm :D

42. hayangayas - September 28, 2009

Salam sukses selalu untuk sobatku…salam sejahtera
Sekolah S** Online (pertama di Indonesia) KLICK DISINI

Waduh maap mas aku edit ya . . . jangan di blog ini ya he he he he

43. penggemar - September 28, 2009

@Taufik
makasih! ditunggu artikelnya

44. MR DCD - September 28, 2009

Ikut berpendapat:sama dgn yang diatas,jatuhnya suzuki dimulai dari salah strategi mematikan shogun 110. Nah dari situ saya berpendapat faktor utama adalah desain. Shogun pertama adalah motor dengan performa hebat, namun kurang dari sisi desain. Motor kencang tapi kaya kebo. Direvisi bodynya jadi lebih langsing, lebih manis, efeknya jadi laris manis. Motor kencang body keren. Walopun ada kelemahan yaitu sparepart yang paling mahal.

Setelah shogun 110 tamat, muncul smash dan shogun 125 yang lemah dari sisi desain. Smash terkesan motor murah(an),juga tidak kencang serta ada image motor krupuk karena body mudah patah. Sedangkan shogun 125 bodynya tidak elegan (seperti Honda) juga tidak garang (seperti yamaha), kepalanya kegedean, buntut juga kurang luwes. Akhirnya tidak laku se laris yang 110cc.

Masalah body ini analog dengan motor bebek Kawasaki

45. Mr_lOng'S - September 28, 2009

Di tunggu yha Mas artikel Share KMI ny..

Coz dha ga sabar nich mao ksh masukan & kritikan yg membangun tentu buat KMI

Go Green
Go Kawasaki..

46. newpanjoel - September 28, 2009

manajemen suzuki terlalu mendikte konsumen, mereka tidak pernah tahu apa yang menjadi kebutuhan konsumen. sebagai contoh pada waktu new shogun 110 lagi laris-larisnya mereka menghentikan produksi dan diganti dengan smash. lalu shogun diupgrade jadi 125. membajiri pasar dengan motor hi-tech FXR-150 dan laris tapi langsung menghilang entah kemana tuh FXR. unggul dimotor matik (skywave) tapi kurang promosi… . semuanya gagal total…

47. top gear - September 29, 2009
48. aspal07 - September 29, 2009

Mantap ulasannya :D

49. 4N745 - September 29, 2009

liat juga bro suzuki satria fu 150 model ayago khan udah jauh ketinggalan kenapa suzuki masih aja mempertahankan model ayago udah hampir 5th nan ini ketinggalan ,, lagian jaman aku sma ayago getol getolnya sekarang udah kelaut aje ,,, sukur sukur satria bermodal mesin yg super kenceng kalau nggak ya bubruk gulung tikar book ,,, he,,he,,,

50. 4N745 - September 29, 2009

^^ MR DCD .. bener apa kata bro DCD bodi kaku n nggak lues itu yg di sayangkan ,, kalau performa mesin memang tak akui suzuki lebih unggul ,,,,

51. M.R. DCD - September 29, 2009

Nyambung tulisan di atas, Komen sebelumnya mengenai penyebab jatuhnya suzuki, sedangkan judul artikel adalah kenapa nggak bangkit bangkit.
Pada waktu Suzuki Shogun 125 ternyata tidak laris di pasaran, mungkin pihak Suzuki masih mikir, “Ah tidak apa-apa, kan Smash laris luar biasa”. PAda awal-awal kemunculannya, Smash memang laris, dadir anak Sekolah, Mahasiswa, tukang Ojek dan pedagang, pada pake Smash. Ternyata hal tersebut dikarenakan Uang Muka Smash pada waktu itu adalah yang termurah. Mesin 110 cc , 700 ribu bisa di bawa pulang dan mungkin bayangan orang, Smash akan sehebat Shogun 110. Ternyata mesin Smash lemah di power dan kecepatan, Jargon si Gesit Irit (katanya tidak full), memang gesit tapi tidak irit, atau sebaliknya : tidak gesit tapi irit, malah temanku bilang : tidak gesit tidak irit.
Smash (dan Shogun 125) juga punya masalah pada sistem pemindahan gigi.
Kembali ke harga, karena dijual murah, makanya harga second jatuh. Orang-orang pada mikir lagi, apa lagi jaman dulu sudah tertanam di masyarakat, jargon Honda yaitu :”Harga Jual Kembali Tinggi” (comment : aneh kan, orang mau beli motor kok mikir jual motor, ni mau dagang motor apa yah). Dari sini Suzuki mulai ditinggal penggemar.
Dan mereka tetap tidak melakukan langkah berarti. Disisi lain Yamaha gencar banget menyerang, dia wali dengan Jupiter Z yang laris manis, disusul dengan New Vega R yang juga sangat laku, di tembahi dengan Jupiter MX yang bombastis. Honda juga mengeluarkan Supra X 125 serta New Supra Fit yang lebih cakep dari pendahulunya.
Orang-orang fans suzuki mulai banyak yang beralih ke Honda serta Yamaha.
Nah Suzuki tetap tidak mengeluarkan jurus-jurus andalan.
Suzuki Spin kurang laku karena mirip Mio tapi kalah seksi, plus image :”matic 110 cc aja boros, apakagi yang 125 cc”. Keluarnya new Shogun juga disambut dingin, karena terlalu kaku, juga menghilangkan digital odometer (kemunduran dibanding sebelumnya).
tambah kesini Suzuku makin terbenam, jadi sulit bangkitnya

52. E.T - September 29, 2009

mungkin lagi siap siap nelurin baby b-king tuh mas (garep mode: ON) wkwkwkkw

53. luffy - September 29, 2009

nih ane ksh tau… kt org2 r&d suzuki, mrk tuh stp ada planning buat motor baru hrs disetujui sm org jepang (suzuki jepang). jdny kalo mnrt mrk ga bgs yah di indonesia ga akan dijual. fxr dulu itu sbnrny sisa produksi dr suzuki malaysia di oper ke sini. gw dpt info dr org dlm ktny bakal ada gxr-150 cm sygny dgn kondisi gini mrk ga berani investasi (org jepangny lagi) padahal jls2 ninja 250 aja laku, apalagi vixi. liat aja deh satria emg ada iklan di tv?mlh rada2 berbau mistis gt sjk si mamik ga iklan shogun lagi ikut berpengaruh ke penjualan shogun. blm lg si smash. suzuki tuh kehilangan figur utama buat jualan kyk honda vario pake agnes, vega – didi petet, jupiter malah rossi jg.

54. godphrase - September 29, 2009

aduh merek motornya aja smash : smashed, hancorr.. !!
CBU2 nya juga sekedar gembar-gembor biar kelihatan mantap.

intinya koleksi roda 2nya tidak cihuy..

55. jafo - September 29, 2009

Dari dulu, kyknya suzuki di indonesia emang gt deh..
sekali nelorin produk, inovatif n so gud bgt…tp udh gt, adem ayem…

Teringat ama masa2 doeloe, ada suzuki crystal, wah, tampangnya jaman doeloe futuristik bgt..
Ada motor laki, suzuki RGR, wah, kl liat, bikin ngeri krn tampangnya yg sangar bgt..

Itulah suzuki, ampe diplesetin Sungguh-Zungguh Laki-Laki…
Bnr2 macan…

Hope aja suzuki dimasa depan bs nyamain yamaha n honda.. Amin.

56. Moncer - September 30, 2009

Selain faktor2 d atas (3S Kurang, part mahal, promo minim) Entah kenapa saat ini Suzuki seolah kehilangan “jatidiri”, jika Honda konsisten di jalur motor keluarga yg berkesan glamour, Yamaha yg serius menggarap segmen anak muda, Kawasaki yg konsen dgn motor beraura sport meskipun tergolong niche market, entah jalan hidup apa yg ingin “diperjuangkan” oleh Suzuki saat ini?
Betul seperti yg ditulis salah satu bro d atas, Suzuki seolah jadi follower Honda. Apa yg digarap Honda diikuti pula sm Suzuki, Suzuki ga berani memberikan produk berbeda dari yg sudah ada. Beda dengan YMKI dan KMI yg memilih strategi diferensiasi, gak head to head langsung

57. ben piss - September 30, 2009

Ikutan nimbrung…
Menurut gw cuman ada 2 point penyebab Suzuki 2W terpuruk di Indonesia.

Pertama, cara promosinya gak serius amat…
Karena gak ramah, jadi kurang diterima dipergaulan…gitu mungkin analoginya.

Kedua, keputusan Suzuki bersaing langsung dengan Honda cuman dibekali fitur dan teknologi yang lebih mumpuni. Memang secara value jelas lebih unggul.
Tapi karena tidak disinergikan dengan after sales service yang lebih baik dan tentu saja promosi yang setengah-setengah, ya gitu deh…
Fasilitas kredit kalah, jumlah bengkel resmi kalah, ketersediaan spare part kalah…makin sulit lah Suzuki buat bersaing dengan Honda.

Udah itu saja menurut gw.
Kalo soal kualitas dan value, kemana-mana unggul Suzuki deh di jajaran bebeknya.
Honda unggul di skutik & motor sport.

58. jafo - October 1, 2009

moga suzuki baca nih blog n mau berbenah diri yah..hehehe

ayo suzuki, jgn diem, keluarin produk yg keren2..

Kasihan om vermuelen si raja hujan yg udh bela2in suzuki di motogp, keluarin produk sport yg jago di trek basah… (lha..apa hubungannya yah??..jiakakakak…)

59. nimorate - October 1, 2009

Alasan dulu ga jadi di-beli-in satria 120R:
>> sparepart mahal & boros bbm <<

alhasil dapetnya yg sparepartnya murah n irit.
tapi diupgrade dikit2 mayan ngacir c, ga malu2in lah. he3

60. Shogun'er - October 3, 2009

Kayaknya sih cuman karena di Image aja. Dan Image ini susah diubahnya. Harga murah bukan solusi, nanti malah dianggap murahan(Kecuali Satria F150 DP 50ribu, bakal larisnya gak nahan). Soalnya disini Gak cuman dibutuhkan murah aja. Keluarin motor yang bisa dijadikan Image merknya. Kayak Kawasaki, Ninja250r keluar, Motor yang lain ikut-ikutan laris. Liat aja Spyshot bebek 110cc kawasaki. Kalau misalkan Gak ada Ninja250 disini, paling pada komen, desainnya aneh, gak menarik, kawasaki harga jualnya rendah,dll. Nah semenjak ada Ninja250 mulai banyak tuh yang tertarik sama kawasaki. Nah seharusnya Suzuki juga ambil langkah begitu. Kalo udah punya produk yang bisa dijadikan maskot, maka varian lain juga bakal ikut meningkat peminatnya. Lagipula Udah terbukti kan disini 250cc dua silinder cukup diminati, jadi takut apalagi ?

Terus juga jangan pelit Iklan, Fitur-fitur di sebutin. Jangan cuman Fitur di mesin aja, orang mah gak peduli mau ada TPS,DOHC,Modified Combustion Chamber. Soalnya itu semua gak terlihat. Liat sekarang fitur Key Shutternya diakui Honda, padahal yang punya Suzuki Duluan. Trus Satria FU Yoshimura Edition di masukkin ke price list dong, buat apa ada special edition tapi yang tau cuman yang ke Pameran Doang.

Kalau misalkan Suzuki masih sama seperti yang dulu, menurut gua sekarang Suzuki lagi Mretelin Hayabusa sama GSX-R 600, untuk dipelajari Teknologinya. Soalnya dulu pun saat Suzuki merubah Satria CBU ke CKD, mereka juga mulai dari mempelajari mesinnya. Trus nanti teknologi dari Varian GSX dimasukkin ke Calon Motor 250cc nya. Pasangin apa yang belum ada di Ninja. Yah intinya sekali lagi Image. Kalau Honda dan Yamaha bisa bangun Image dari motor kecilnya maka Kawasaki dan Suzuki bisa membangun Image dari motor menengah ke atas nya.

61. mbah joyo - October 4, 2009

suzuki sll ketinggalan krn manajemen kurang, desain juga kurang.. kl HONDA sll menelurkan teknologi2 baru, spt injection yg terbaru kopling ganda spt roda 4, combi brake dan desain2 baru spt cs-1 vario techno..
yamaha pun merupakan seteru abadi yg sll berlomba utk menjadi yg terdepan.. dan telah berhasil merebut sekmen kelas motor sport melalui v-ixion dan ttp pemegang tahta di kelas matik.. tp HONDA ttp memegang kelas motor bebek sekaligus pemegang penjualan motor teratas dr keseluruhan pasar…
dan skrg KAWASaki megebrak melalui ninin 250r..
di arena MOTOgp pun yamaha dan honda terus bersaing, duo jepang yg sll berseteru… bbrpa tahun ini yamaha sll terdepan, honda msh ttp berharap bisa kembali merajai kelas para raja… :D

62. Shogun'er - October 4, 2009

Wah bro kalo desain CS1 tuh udah dipake sama Suzuki V-storm

http://img20.imageshack.us/img20/5251/2009suzukivstrom1000bsm.jpg

jadi gak bisa dibilang baru juga

dan Injection juga di luar udah banyak yang pake, justru PGM-FI adalah teknologi Injeksi yang pasaran, Cara kerjanya mirip EFI pada mobil. Sedangkan DCP-FI Shogun yang bisa dibilang fresh. Karena kebanyakan yang pake adalah Moge-moge Suzuki. Dan juga dari performa udah dibuktikkan menang DCP-FI(jangan liat yang M+ terlalu ketauan bohongnya)

63. Orang Awam - October 7, 2009

Suzuki di era 90-an rajai dunia balap. Mesin aprilia RS aja mesinnya suzuki GSV. Era FXR, hanya satu2nya mtr dikelasnya yg paling canggih. Belum lagi cerita kedigjayaan hayabusa dan GSX R yg legendari.

Untuk Suzuki domestik, rasanya bukan salah sepenuhnya suzuki indo. Bagaimanapun harus “manut” maunya suzuki jepun.

Konon kabarnya, suzi indonesia udah teriak2 agar suzi jepun merespon keinginan konsumen indo yg menginginkan mtr2 suzuki yg tampil beda, tp tetap saja prinsipalnya di jepun gak mau merespon. Rasanya R&D Suzuki Jepun masih punya pola pikir konvensional, padahal kemuan pasar Asia, khususnya ASEAN sudah berubah jauh.

So, rasanya Indomobil harus bersabar, harus siap2 mati suri sepanjang suzi jepun tidak mau merubah pandangannya soal pasar ASEAN.

Satu lagi, suzuki harus back to speed dan high technology, high performance, jgn ngikutin positioning kompetitor2nya.

64. aku fikry - October 8, 2009

suzuki tuh sekarang modelnya menurut gw kurang menarik, kecuali satria F150 ya yg keren abis.. Tau sendiri orang indonesia lebih tertarik dgn desain sampe kadang gak menghiraukan teknologi.

lihat shogun 125 dan smash modelnya tak se-sporty dan seaerodinamis jupiter series atau jajaran bebek honda (ex. supra 125, blade, revo).

Spin yang modelnya 11-12 ma mio sang pelopor matik imut, jelas orang bakal lbh milih sang pelopor donk.. kalo Skywave sih oke modelnya, apalagi sang pesaing sekelasnya Nouvo udh wafat!

Kalo Skydrive? jujur gw gak tertarik sama sekali, cukup aneh bodynya buat gw..gak kayak Mio Soul atau Vario dan Vario techno yg lagi-lagi jauh lbh sporty…

Thunder 125, kayaknya model biasa aja tp menang di harga yg kompetitif…

Seinget gw, Suzuki mulai turun pamornya sejak discontinou-nya Shogun 110 yg sempat merajalela saat itu baik di jalan raya maupun sirkuit. Penggantinya adalah Shogun 125 yg kurang diterima baik karena model tak semenarik kakanya.
Juga ketika Satria 120(2 tak) kehilangan gengsinya gara2 isu larangan 2-tak….

65. mbah joyo - October 11, 2009

@ Shogun’er: wah bro v-storm mah beda sm cs-1… v-storm itu masuknya kelas sport touring, sedangkan cs-1 bebek sport… dan lagian sblm suzuki v-storm yamaha dan honda ngeluarin duluan model sport touring spt itu… yamaha sll beda liat contoh dr kapasitas CC sll beda sm yg laen, honda sll dgn mesin irit,harga jual dan model yg sll refresh…
dan utk tek pgm-fi memang didunia roda 4 sudah banyak, tp kita disni berbicara roda 2, jd penerapan nya di roda dua bisa dikatakan trendsetter bro..

66. mbah joyo - October 11, 2009

@ Shogun’er: dan tidak lupa suzuki inovasi tiada henti: dgn tek DCP-FI Shogun…

67. husni - October 13, 2009

penyebab suzuki payah bangkit :
1. spare part mahal banget (gilaaaaaaaaa) 1 set rantai seharga 750 rb
2. bensinnya boros kali
3. ada yang irit bbm tapi model dan kwalitasnya hancur
itu aja dari saya ……………., mudah2an diperbaiki

68. Shogun'er - October 14, 2009

@ atas
1. Masa sih ? Rantai punyanya Produk suzuki yang mana? GSX series ? Kalo itu mah gak komen
2. Enggak ah, motor temenku yang Shogun yang udah Full spec masih dapet 1:45km Udah bore up pula
3. Kualitas dari mana, udah coba ?

Dan juga model mah kayaknya gak bisa jadi ukuran. Tetep sesuai selera masing-masing. Liat fenomena Vega ZR ?

69. dudi - October 19, 2009

@63 …kalo benar ceritanya begitu…wah…menyedihkan juga…ya
…ternyata suzy jepun pola pikirnya mandeg….nih…
…kebanyakan nongkrong di club karaoke kali… :P

70. bluetut - October 24, 2009

seperti di iklan nya susuki inovasi tiada henti..

susuki kebanyakan inovasi jadi motor nya nga jadi2 mulu….

jadi nya ya gtu2 ajah trus….jalan ditempat..

lagi pula kenapa susuki kurang diminati spare part nya terkenal mahal..

71. king of lampung - November 17, 2009

eh….boz…
ne w jauh-jauh dari lampung butuh piranti otak / software / data apa aja buat ngencengin motor tornado menjadi 150 cc……

tapi alo mau nantang wa tunggu……

apa aja lawanya…..

72. budi - November 23, 2009

ayo suzzy… maju terus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

73. Aurell - November 23, 2009

Suzuki susah bangkit karena :
1. Spare part tidak ada yang no 2 atau 3
2. Setiap mengeluarkan produk tidak dibarengi dengan spare part racing
3. Akcesoris tidak banyak

74. aditya - December 8, 2009

betul itu, karna suzuki udah dipegang langsung sma orang jepang,mungkin orang jepang sendiri sok ngerti mereka jual produk yang bagi orang indonesia sendiri itu kendaraan g cocok dengan selera orang2 kita.

75. Toni - December 12, 2009

saya punya FXR 150 tahun 2003.
– pernah jatuh 2 kali.
– sparepartnya mahal dan nggak ada di toko!
cth: 1. spasang spion Rp 800+rb ori tapi indent
2. gear set Rp 1.9+jt ori tapi indent
– tangki karatan dan bocor dimana-mana

kondisinya saat ini belum ganti plat kopling, dan belum port&polishing
padahal sudah 48.000km lebih!
tapi saya tetap sayang FXR saya, karena kalau sudah sampai di top speed, cuma ninja 2tak dan N250 saja yang bisa nyalip =P

SUZUKI will always be one best part of me!

76. Jefry - December 20, 2009

Permasalahan manajemen jepang menang diteknologi tapi Nol di marketing cause tdk menguasai kondisi pasaran diindonesia lain dengan yamaha dan honda yang benar benar siap tempur dengan menaikan brand nya dengan anggaran yang besar dan strategi pemasaran yang jitu, kalo masalah produk mah yamaha en honda sebenarnya lewat

77. Jefry - December 20, 2009

Suzuki cuma kalah brand, kalo produk mah yamaha en honda lewat, gimana nih SIM?

78. shogi_fl - January 19, 2010

ya ceh kalo di liad, suzuki dari segi pemasaran kuraaaaaang banget, bikin iklan gitu2 doank, ga ada inofasi baru apa…………!!!

kami sebagai penggemar suzuki selalu menanti kehadiranb terobosan baru…..sepoerti jayanya RGR sampai Shogun Kebo

liad aja dari kualitas CDI yang di pakai sekrang2 ini udah jauh banget………..ga kaya shindegen nya 110 yang ampe sekarang di uber2…………spedometer shogun FL125, dah ganti sistem analog..sayang sekali

dan yang bodohnya dia memproduksi arashi….yang dimana basis nya sama mirip kayak shogun 125……”konsumen malah bingung” mana modelnya pas-pasan lagi…..
aduw…………

79. sulistio - February 2, 2010

Harus diakui, meski memiliki line up produk berkualitas sekalipun, bila citra merek (brand image)-nya lemah seperti sekarang ini, amat sulit bagi Suzuki untuk bangkit kembali dalam waktu cepat.

Agar brand image itu menguat, mesti ada upaya makro (global/dunia) dan mikro (lokal) yang dilakukan. Di antaranya, (1) memoles tim Suzuki agar bersinar di ajang MotoGP dan Superbike. Ini penting karena merupakan sarana promosi yang ampuh ke seluruh dunia ihwal sosok motor yang tangguh dan mampu berlari paling cepat; (2) menjadi yang pertama dalam memperkenalkan produk tertentu yang belum ada di pasaran dan sebenarnya memenuhi rasa keinginan dan kebutuhan konsumen (misalnya sukti retro).

Selain itu, (3) mengemas strategi pemasaran yang kreatif, masif, segmented, dan mengena di benak kebanyakan orang (mesti tidakmesti meniru cara Yamaha lewat iklan-iklannya yang sebenarnya sangat berlebihan, “norak”, dan tidak realistis); (4) raih lagi supremasi dunia balap motor di Tanah Air, dan (5) berikan kepuasan berkelanjutan konsumen dalam hal layanan purnajual (service dan suku cadang).

Percayalah, bila tidak dikatakan berlebihan, kalau brand image suatu produk sudah kuat, jenis dan model motor apa pun yang dijualnya pasti laku. Hal inilah yang kini dinikmati Yamaha sehingga mampu menggoyang dominasi Honda selama bertahun-tahun. Padahal, sampai tahun 2005 silam, baik Yamaha maupun Suzuki sama-sama berbagi pangsa pasar sebesar sekitar 20%. Tapi, kini (data tahun 2009) Suzuki menjadi pemain gurem dengan pangsa pasar tinggal 7,9% dan siap-siap disalip Kawasaki).

80. ----S N R H---- - March 5, 2010

suzuki promosinya dibanyakin dunk… terutama promo di tv…

81. az_here - August 3, 2010

menurutqu klo brand image?bisa dibangun kog….
klo teknologi?,,,suzuki punya kog…..
mungkin harga spare part yg mahal…tp ga mslah sih lha hrga motornya lebih murah dari yg lain

klo coba flashback ke masa suzuki shogun110cc,satria2stroke,thunder…
model2 yang dibikin suzuki saat itu sangat2 jauh lebih indah dibanding pabrikan lainnya produknya juga lebih bermacam2 satria aj ad 5speed,6speed,manual maupun kopling sentrifugal
ingat pgguna motor di indonesia lebih mementingkan visual….
jadi logicanya gini:
visuall cantik–>hemm bli ahhhh
begtu kpake–>wah kog ga enak yah boros,ga gitu kenceng dll
yg akan dilakukan konsumen ind–>akan tetep memuja motornya karena sudah merasa dia membelinya(jadi ingat kasus yg punya cs-1berkoar2 di forum internet mengatakan mtornya bisa nekuk sat fu padahal ???) hehehe

82. dund - August 19, 2010

sudah hampir setahun artikel ini di bahas tp belum ada tanda2 apa2 dari suzuki, suzuki cuman baru ngeluncurin smash titan yang desainya ga jauh beda ama smash sebelumnya.

hmmm… padahal saya ampe belum ganti2 motor gara2 denger desas-desus suzuki mau ngluncurin lineup sport 150cc.tapi udah setahun lebih kabar itu beredar ampe sekarang belum ada juga…

83. fadillah - August 30, 2010

maaf sblumnya sya pnya motor tornado gx mw di bore up…ya tpi di bwa harian jga enak …kira” make seher ap ya …dan klo bli spare part’a yg asli sgp di mana ya di daerah jakarta depok bogor..
tolong saya ya semua…bisa hub : 08979012256 / fb ankzoe screamy tq ya aLL….

84. Suzuki, nyadar nggak kalau barang lu kurang sesuai dengan pembeli? « Blognya Arantan - December 23, 2010

[...] Ini dari TMC [...]

85. Think Fast - February 23, 2011

kalo menurut saya ATPM suzuki kurang bersinar di Indonesia adalah krn terlalu kuatnya pesaing seperti Honda yg sudah menancapkan Imagenya sejak dahulu kala di Indonesia.
namun membahas itu bukanlah suatu solusi, yg dibutuhkan Suzuki saat ini buatlah motor yg irit BBM, model keren, perluas jaringan service, dan tancapkan image di dunia balap MotoGP dengan merekrut legendanya atau meloloskan pembalap nasional di MotoGP, saya yakin langkah ini cukup bisa memberikan perlawanan yang kuat bagi kompetitor

86. TuaGila - May 17, 2011

Selama make produk suzuki 2 wheel pengalaman ane, sorry ane khususin ke varian maticnya :
1. Gak pasaran alias exclusive
Lha wong jarang yang punya, sesuai market sharenya suzuki

2. Tenang masalah keawetan & performa mesin
– Bini ane make skydrive selama 2 tahun cuma ganti roller dan per cvt
Matic bini yang mio malah gak kepake karena udah boros terus kalo ganti spare part ori mahal, plus standart bengkel yamaha sorry ya jelek banget moso disatuin sama ruang tunggu dimana pengunjung yang nungguin motornya bebas lalu lalang, smoking dsb, kalah jauh jika dibandingkan dengan bengkel resmi suzuki, coba main ke suzuki world : apik, dingin, dibalik kaca, separate room intinya…
– ane make skywave penggantian spare part juga jarang banget

3. Design selalu berbeda (maksudnya gigih menelurkan design2 baru) dan cenderung futuristik
gak perlu jauh2 lihat Skydrive dan Skywave/Hayate..
Tapi sekarang Honda dengan design CBS techno sangat baik sekali… begitu pula Beat sangat berbeda dari sisi designnya dan dimensinya (ringan, langsing dan fresh), untuk segmentasi tertentu misalnya anak SMA spt anak cewek ane, dia make Beat…yang lainnya kegambotan dan berat katanya…maklum anak cewek…
xeon ? kayak plagiat
mio ? wah itu sih gak ganti mode belasan tahun masih juga pede…sorry ya gak maksud ngejelekin yamaha, bini ane juga punya mio di rumah

4. Harga beli murah (apalagi kalo belinya saat pameran otomotif dan PRJ, potongannya gila2an), jadi selisih harga yang didapat dengan kompetitornya bisa buat nambahin opsi2 variasi/upgrade signifikan spt. aplikasi ban tubles, kelistrikan dan lampu, sektor mesin dsb…

Kelemahan varian Suzuki matic :
1. Ketersediaan variasi kurang baik dari pihak beres/dealernya ataupun 3rd party, ini penting buat mayoritas masyarakat Indo yang terkenal doyan banget aplikasi variasi.. kalo suku cadang/spare part sih gak masalah, lha wong jarang penggantian saking awetnya hehehe…
2. Tidak ada varian yang kecil dimensinya (ringan dan langsing) spt Beat ato Mio, perlu diingat pemakai 2wheel matic sekarang banyak sekali ibu2 dan remaja putri
3. Promosi dan iklannya duilee kurang sekali, billboardnya aja di jalan parah banget menurut ane, itu ntah fotografer/graphic design nya yang mabok ditambah model iklan yang nggak banget…

87. Yudhi - January 22, 2012

Motor ane saya skywave nah saya ingin sangat responsifnya bagus kaya beat..
Gimana caranya biar tenaga gede dan responsifnya bagus…
Apa ajah yg harus dganti?
Gmana klo ganti F1ZR bagus gak..?
Mohon jawabanya yang cpet..
Pnting….

88. apa - March 31, 2012

kesalahan Suzuki adalah pada Smash 110 awal, dan Shogun 125 awal yg mempunyai problem di Transmisi, & Body.

analisa sya pda masa itu bnyak konsumen yg baru mencoba produk suzuki malah disuguhin produk yg buat kapok konsumen.

namun apa yg terjadi?? ketika produk Smash, & Shogun 125 telah mengalami penyempurnaan yg baik dri segi Transmisi, & Body yg lebih baik. Konsumen udah kepalang pindah kelain hati.

disamping itu ciri khas produk suzuki yg dlu sngat menghentak. dibuat sangat halus pada saat akselerasi.

membuat konsumen memberikan pendapat tarikannya kurang nendang.

89. aganwidodo - September 10, 2014

Suzuki sekarang cuma mengandalkan satria fu, kalo pesaing mengeluarkan produk serupa, suzuki bakalan benar-benar tamat



%d bloggers like this: