Salah satu dari line up Motor produksi massal pertama yang dikembangkan oleh Hildebrand & Wolfmüller Motorcycle di tahun 1895 akan di lelang di bulan april nanti dengan keadaan apa adanya, keliatannya sih memang belum kena sentuhan restorasi. Mesin Motor ini secara fungsional sama aja kayak motor-motor modern sekarang, cuma memang terlihat banyak banget pembedanya seperti conrod dan pistonnya yang langsung berhubungan dengan ban belakang dan push rodnya yang berupa  karet. Unik yah he he eh nggak ada transmisi akhir seperti rantai atau belt

Bro bisa lihat pada diagram di samping. Desain Trasnmisi ini sebenarnya mirip dengan Transmisi yang dipakai di lokomotif-lokomotif kereta jadul. FYI mesin pada motor ini dapat menghasilkan daya maksimal 2,5bhp pada 240 rpm. Kecepatan maksimal yang dapat diperoleh 30 mph (~48 km/jam)  . . lumayan 🙂  dengan hanya mengandalkan Rem depan saja  . ..  waks !! oh ya motor yang bid awal diperkirakan sekitar 40-60 ribu poundsterling ini gak ada gearnya apalagi kopling, dalam perkembangan produksinya Hildebrand & Wolfmüller motorcycles cuma diproduksi beberapa ratus unit saja . . . Tertarik? Kalo tertarik nih saya kasih gambar acuan restorasinya :mrgreen:

Taufik of BuitenZorg

1 COMMENT

  1. Eh ternyata setelah di restorasi jadi kelihatan bagus… klasik dan antik.. barang langka nih… 🙂

    Guest
  2. setelah saya amati.. Telat lagi nih yee.. U know what i mean.. (sok ngmg inggris nih, gara2 td pg cuma sarapan roti.. Jd gak bs bhs ina.. 😛 )

    Guest
  3. @pengamat
    Setelah saya komentari,
    Yen sarapan gudeg ngomonge jogjaan.
    Yen sarapane lumpia dadi Semarangan.
    Yen sarapan timlo= Soloan.
    Mendhoan = Banyumasan.
    Sega Grombyang = Pekalongan.
    Sega Gandul = Patian
    Kalo sarapannya Empek2 = palembangan

    Guest
  4. @ 17. Maskur…
    ralat mas…
    sego grombyang pemalangmas, iku soko nggonku,
    nek pekalongan sego megono… heheheheheeee….

    Guest
  5. @maskur
    Setelah saya amati.. Sampeyan nih suka wisata kuliney ye? Ato juragan restoran masakan asli indonesia ye?.. Hmm.. Maknyuuuus.. Xixixixixi..

    Guest
  6. @nuno
    Oo maaf, lha aku weruh tulisan nasi grombyang pekalongan.
    Nek megono takkira Crebon.
    Lha nek bahasa pemalangan kaya tegal apa?
    @pengamat
    Aku seneng wisata kuliner. Maksudnya nonton acara Wisata Kuliner.
    Kalo wiskul sendiri nggak lah. Aku sak madya wae lah

    Guest
  7. @sabdho
    Matic juga kan gak pake transmisi ama kopling.
    Kok bisa?
    Lha naik matic kan ga ngoper gigi, juga gak narik tuas kopling.
    Transmisi=oper gigi
    Kopling =tuas kopling.
    Wekeke
    Gimana Penalaran saya? Canggih kan?
    Btw untuk urusan transmisi. Pak Hadiyanta ahlinya.

    Guest
  8. @maskur

    kalau saya lihat desainnya dari kruk as langsung dihubungkan ke roda belakang tanpa melalui kopling dan transmisi istilah gampangnya putaran mesin langsung terhubung ke roda belakang jadi gak ada putaran langsam.

    matik juga pake kopling hanya saja dibuat otomatis.

    kalau gak salah aku baca di wikipedia motor tsb dihentikan produksinya karena tidak adanya transmisi dan kopling hal inilah yang menimbulkan ketidaknyamanan pemakainya kalau mau berhenti atau mau jalan .

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  9. Wah ..jangan jangan pas di pindahin,nih motor hidup sendiri malam malam..hiiiiii..seremmm..soalnya udah tua banget .

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here