Seperti Juga kesepakatan ACFTA, UU No 22  tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan seharusnyadiimplementasikan dan mulai berlakukan Mulai 1 januari 2010 kemarin. Akan tetapi ternyata fakta di lapangan dipandang terlalu prematur dan riskan menimbulkan side effect gejolak sosial yang kontraproduktif. Gejolak ini salah satunya disebabkan karena beberapa pasal di UU yang baru ini dituding multitafsir. Dua diantaranya adalah masalah Knalpot racing dan helm berstandar Nasional. Knalpot Racing dianggap rentan menimbulkan kasus salah penafsiran dari penegak hukum, karena dalam UU tersebut nggak dijelaskan rambu-rambu apa yang dapat digunakan untuk para penegak hukum untuk menentukan ini knalpot racing atau Bukan. Sedangkan Untuk masalah helm Berstandar Nasional bermasalah karena banyak Biker yang mempertanyakan apakah helm Impor yang secara Fakta telah teruji keamananya oleh lembaga keselamatan lain nggak dianggep?

Oleh Karena itu sebagai Orang Awam yang menempatkan diri sebagai bagian dari pengguna jalan raya, saya berfikir dapatkah Implementasi UU ini dilakukan Gradual (bertahap) berdasarkan Skala Prioritas. Untuk Step Pertama misalnya, bagaimana bila pihak kepolisian secara masif melakukan sosialisasi tentang kebijakan Day Time Runing Light (DRL=Headlamp menyala pada siang hari) untuk kendaraan Roda Dua. Memang sih tetap akan terjadi pro kontra dikalangan Biker yang ditengarai karena  masalah ekonomi (bohlam cepat putus, memperpendek umur part kelistrikan dll).

Akan tetapi menurut hemat saya Kebijakan Headlamp menyala di siang hari paling mungkin dilaksanakan secara masif lebih dahulu. Terlebih berdasarkan beberapa penelitian dan uji empirik, progam ini secara positif dan signifikan dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan. Nah Program ini bisa pula di teruskan ke pihak pabrikan untuk dapat membuat motor tanpa saklar hidup-mati lampu, alias lampu akan langsung menyala disiang hari. Pemerintah, menuru saya layak menggunakan sumberdaya dan powernya untuk memberi tekanan agar program DRL ini bisa berjalan dahulu. setelah itu dengan jeda beberapa bulan baru masuk ke program selanjutnya entah itu Helm standar, emisi, atau juga knalpot. ini pendapat saya lho, gimana menurut brader semua? Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

jangn lupa baca juga : Daytime Running Light . . . Masih Dilematis?

1 COMMENT

  1. Pemakaian lampu utama di siang hari sangat membantu terdeteksinya pengendara r2 oleh r4 tpi peraturan ini jga menimbulkan masalah baru….
    kalau pas siang hari apalagi pas terik sen dpan agak susah terlihat karna pandangan kita fakus ke lampu utama…
    Terlebih bagi kendaraan yg lampu utama dan lampu senya masih satu tempat(tak terpisah)sangat sulit untuk melihatnya…

    Guest
  2. lumayan masih dapat poin daripada lu manyun….. hehehehe…..
    kira-kira UU mencantumkan juga gak ya larangan kendaraan R2 naek2 ke atas trotoar? kadang kalo udah gitu kasian pejalan kakinya deh……

    mari sopan, tertib, dan sabar di jalan raya pak pulisi mode: on….
    ==========================================

    silakan kunjungi kami di warung sate batibul bang firman khas tegal jl. pondok kelapa raya blok F1 no. 2A (jati bening) depan apotek pondok kelapa jakarta timur

    Guest
  3. Daripada bingung, silup belajar lbh konsisten aja dl dr yg pasti2. Mis : keharusan pk helem. Biasa kl pagi anak2 sekolah berangkat skolah dianter pk motor banyak yg gak pake helm, belum lg pelanggaran nyata thd rambu2 lalu lintas seperti lampu merah, dilarang berhenti dll.
    Nah, yg gini dl dipastikan tegaknya peraturan baru merambah ke yg lain2, jgn sampe penegakan peraturan ky hangat2 tai ayam mulu
    Terima kasih

    Guest
  4. maaf OOT, tapi berkaitan dengan ilustrasi gambar diatas
    mau nanya, Nonja 250R itu lampunya bisa nyala sebelang doang ya?
    apa itu semacam lampu senja nya?

    Guest
  5. engga yakin peraturan ini dapat bertahan. yang sudah2 peraturan ini cuma kuat beberapa bulan saja. selebihnya, cincai lah ama petugas……

    Guest
  6. @MR
    yup .. .lampu utamanya cuma nyalla sebelah doang (yg kiri) .. .yang sebelah lagi (kanan) high lamp

    @Elektra
    kok aku nggak merasa seperti itu ya he he he . . .mungkin karena posisi lampu utamanya yang terlalu keatas sehingga menyilaukan rider yg berjalan berlawanan arah ya, soale kalo lampu bener2 mengarah ke permukaan jalan, menurut ku nggak terlalu menyilaukan mata, cmiiw

    @Awaku
    konsisten !! good Point bro 🙂

    @penerjemah
    ok nice advice 🙂

    Administrator
  7. Fans n ALL

    salah satu benang merah yang mau aku sampaikan adalah kira:kra Gini

    Negara Kita kan boleh dibilang berhasil dalam rangka kampanye memakai Helm, bila dibandingkan negara2 lain semisal Vietnam yang katanya juga besar penjualan R2nya, Kesadaran penggunaan Helm sudah mulai merasuki jiwa Bikernya sendiri, jadi implementasi wajib Helm lebih udah digelontorkan . . .

    nah bagaimana caranya DRL, dan peraturan2 lainnya bisa se’sukses’ Helm dalam hal kesadaran? . .. kan asik tuh , cmiiw

    lanjooot

    Administrator
  8. Emem mas klo soal lampu d siang hari dah dari 3 tahun y lalu d sosilisasikan d bandung pas jaman saya skul dl.tapi y anget2an gt.pas lagi rame dulu y nyalain lampu pas dah lama y tau lah.g da y nyalain lagi.yo wes dah da uunya tingal d ikutin ja.x ja mang da gunanya.y penting savety rading lah.dah lengkap smu tapi ugal2 pakenya y sama ja bohong.q dah iktn uu.helm q beli baru ma cap SNI&DOT lampu tak nyalain klo siang.motor standaran pbik g d modif aneh.nek d tilang ae yo aneh ku mah.
    Mas cbr ckd kapan keluar.??
    Ngarep mode on

    Guest
  9. Helm berhasil di sosialisasikan karena ada sentuhan mode, maksudnya sekarang mindsetnya bukan biker modis kalo enggak pake Helm.
    Mungkin DRL bisa sukses juga kalau ada sentuhan mode-nya misal pabrikan mensupport dengan membuat mekanisme Headlamp khusus untuk DRL bisa warna-warni tanpa harus menyilaukan, bisa menampilkan siluet hewan, lambang ATPM, atau yang lain…

    Guest
  10. sebenarnya kalau konsisten, rata-rata orang indonesia itu takut juga dengan denda yang besar, saat helm standar diwajibkan, maka orang-orang langsung beli helm standard. Saat disuruh pakai dua spion, langsung banyak penjual spion di pinggir jalan, dan banyak yang beli dan pasang dua spion, saat diminta liggt on maka banyak yang sudah menyalakan lampu di siang hari dll. Itu yang saya lihat di Jogja lho.

    Guest
  11. Uh gt toh maz.dulu helm skarang lampu besok pa lagi y??xixixi
    mang dulu jamahan helm half face.skarang kan d tilang pake helm gt.y beleh full face ma.open face.bagus programnya berhasil

    Guest
  12. @mas taufik
    gini mas kalau pas matahari terik sekali(jam 11-14)kalau berlawanan arak lampu sen susah terlihat apalagi yg lampu senya berada di samping lampu utama…bukan terpisah di tebeng/sayap…
    Tpi sepenuhnya saya mendukung uu tentang menyalakan lampu di siang hari…

    Guest
  13. Bagi kami orang kecil, untuk mematuhi UU tersebut tidaklah sulit. Hanya 1 yang kami kesulitan untuk mematuhinya, yaitu larangan boncengan bertiga. Pripun pandangan pak Taufik dan juga teman-teman semua?

    Guest
  14. @Whongpurba

    Hanya 1 yang kami kesulitan untuk mematuhinya, yaitu larangan boncengan bertiga

    setuju, apalagi bawa anak kecil yang belum bisa dipercaya untuk tidak bermain-main, atau bahkan tidur sewaktu dibonceng. Bahaya sekali itu, kalo mengandalkan angkutan umum juga tidak efektif, selain lama, tidak nyaman, sering tidak sampai tempat yang dituju

    Guest
  15. ^
    Boncengan 3 harusnya ditambahin ket. Misalkan kalau 2 orang dewasa mk boleh + 1 orang usia maks 10th.
    Kalau perlu yg bonceng anak kecil dibelakang tanpa alat safety juga d tilang demi keamanan d jln.

    Guest
  16. @whong Purba

    hmm . . . masuk akal juga . . .berkendara R2 tidak lebih dari 2 orang memang agak sulit dilakukan. good point bro

    @Athlet
    nah . . . kudu diamandemen UU nya?

    Administrator
  17. setelah saya amati..

    PERATURAN DIBUAT UNTUK DILANGGAR..
    TIDAK ADA PERATURAN MAKA TIDAK ADA YANG DILANGGAR..
    AGAR PERATURAN DAPAT DITEGAKKAN MAKA PENEGAK PERATURAN MENJALANKAN TUGASNYA SESUAI PERATURAN..
    MENEGAKKAN CARANYA DENGAN HIMBAUAN, PERINGATAN, TINDAKAN..

    Kupacu sepeda motorku….. Didepan ada polantas wajahnya begitu buas, tangkap aku.. Prit.. Priit.. Priiit.. Tawar menawar harga pas, tancap gas!!! (iwan fals mode : on)

    Guest
  18. @ Pak Taufik.. Lha nggih pak, untuk point yang lain cukup mudah untuk tidak melanggar UU tsb, biayanya juga gak mahal. Tapi kalau urusan larangan goncengan 3, gak cukup hanya kemauan tuk berdisiplin lalin, tapi kudu ngetokke duwit yang nggak sedikit. Bisa sik keluar duwit sedikit, tapi kita harus ekstra sabar dan betah dengan ketidak nyamanan angkutan umum di negeri tercinta ini.

    Guest
  19. Mungkin yg bikin UU bukan seorg biker. , makanya bisa multitafsir begitu.
    Lagipula pelarangan penggunaan knalpot racing cuma mematikan usaha rakyat (pengusaha knalpot).

    Guest
  20. bersyukurlah bisa nambah kerjaan Pak Polis….kan tiap tahun bertambah terus anggotanya…ya tiap tahun dikeluarin kebijakan baru agar kerjaanya bertambah juga…kalo kerjaannya tetep kecian yang lainnya ndak kebagian kerjaan…piss

    Guest
  21. Pakai helm sudah pasti wajib, kalo ngga suka pake helm standar…beli aja helm yang keren. Pokoknya pake helm khusus motor buat minimalisir dampak kecelakaan, biar kalo jatuh…otaknya ngga aburadul, muka ngga peyang… Orang yang nungguin kita di rumah juga bisa tenang.

    Soal knalpot racing masalahnya berisik dan ketertiban umum. Sebaiknya parts racing ngga dijual bebas, banyak yang pakai motor standar aja udah ugal2an…apa lagi dikasih parts racing.

    Lebih demen jaman dulu yang tertib. Biasanya polisi langsung stop tuh motor berisik. Terus si pengendara suruh dengerin suara knalpot langsung ke telinganya, grip di puter poll!

    Soal ketertiban umum….
    Liatin nyali di jalan sampai hampir mati itu ngga ada kerennya, jaman gw muda juga dulu gitu. Ujung-ujungnya malu juga, motor amburadul, ortu sama pacar marah-marah, buat kesel orang, disumpahin orang-orang di jalan, badan penuh bekas luka-luka, banyak ruginya lah… Safety ride itu no.1, lebih banyak dipuji orang di jalan.

    Kalo tenaga motor pas-pas an, terima aja apa adanya. Ato nabung untuk beli motor yang lebih kenceng, kondisi standar bikin mesin lebih awet, bensin hemat, dompet ngga jebol, emisi terkontrol dan harga jual ngga ancur. Kalo lagi butuh duit, bisa dijual cepat…ngga di kilo ke tukang loak.

    Termasuk klakson sialan yang buat kaget itu. Klakson juga sebaiknya standar.

    Sebaiknya kelengkapan seperti spion juga harus ditaati, banyak yang belok seenaknya ga peduli di belakang ada orang.

    Spion juga baiknya standar, karena banyak spion aftermarket ngga pakai kaca khusus yang agak cembung. Susah liat kendaraan di belakang. Beberapa orang juga pake spion cuma buat liat tangan doang, entah bangga dengan hasil manicure, entah apa tujuannya. Temen gw juga patah beberapa jari tangannya saat tubrukan, gara-gara spion yang letaknya di depan grip.

    Terus yang bikin jengkel banyak anak kecil yang dikasih motor, boncengan 4 orang dan kebut2an. Harus ditertibkan meski hanya di dalam komplek, tujuannya apa juga saya ngga tau. Ngajarin anak 9 tahun bawa motor. Ato tujuannya supaya si anak-anak itu diberhentiin sama bangsat, ditonjokin dan dibawa kabur motornya. Seperti mengambil permen dari tangan bayi..

    Motor yang diajak jalan2 ke trotoar juga bahaya dan ngga hargain hak pejalan kaki. Boleh dibilang maling juga (maling jalan). Ga ada salahnya sabar kan? Toh gw juga kesel kalo lagi jalan di trotoar, di klakson sama motor dari belakang. Alhasil gw tonjok aja tuh orang. Bahkan beberapa pejalan kaki sangat mendukung tindakan saya, serius lho…(terutama ibu-ibu yang bawa anaknya).

    Tertib itu bisa bikin nyaman, kenapa ngga dilakoni?

    Guest
  22. DRL : Setuju, paling ga usaha untuk meminimalisir accident.
    Knalpot Racing : mungkin batasan2 di perjelas lagi.
    Helm : Selama helm sesuai standart ( bukan helm ” cetok ” ). No Problem kan

    Mungkin perlu di adain pertemuan antara biker sama pembuat UU. Biar ga jadi masalah.

    Guest
  23. Opiniq:
    – Aturan ini sudah bagus, tinggal pelaksanaanx
    yang lebih intensif.
    – Kita selaku pengguna jalan ikuti aturan² yang
    ada, utamanya demi keamanan dan kenyamanan
    – Ketika (terpaksa) melakukan kesalahan, mintalah
    ditilang dengan lembar biru, jangan mau yang
    merah. Dengan demikian tidak ada kesempatan
    “dia” menawarkan titip sidang, yg ujung²nya uang
    masuk ke kantong pribadi. Kalo lembar biru, kita
    merasa bersalah dan kita bisa membayarkan uang
    kita langsung ke bank.
    – Kalo kita berprasangka buruk terus terhadap hal²
    begini, jangan² kita yg sebenarnya nggak bener!!!

    @Mas Taufik
    UUnya nggak perlu di amandemen, cuma perlu
    ditambah penjelasannya. Semisal: Hadist yang
    melengkapi penjelasan Al Qur’an. Juga Aturan
    Tambahan pada UUD kita. CMIIWwww

    Guest
  24. lebih baik pemerintah mengurusi dulu polisi-polisinya…sering kali gw liat polisi bawa motor tanpa spion,indikator kecepatan,lampu sein + boncenger ga pake helm.. gimana masyarakat mau menaati peraturan sedangkan sang polisi yg harusnya jadi panutan malah kasih contoh yg tidak baik.

    gw jg pernah ketemu ada polisi mau tilang gw 3bulan yg lalu cuma karena spion gw patah satu,padahal uda dijelasin kalo gw baru jatuh dari motor.celana gw jg masih sobek2,motor lecet dmn2, tetep aja ditilang. begitu diperatiin ternyata motor si polisi lebih parah daripada motor gw. ga ada spion 1pun, indikator kecepatan aja ga ada. kok malah tilang orang…hehehehe kok jadi curhat ya

    Guest
  25. pada dasarnya arah dari UU ini udah bagus, tapi sayang isinya ada beberapa point yang tidak berpihak pada biker dan membuka pintu buat adanya pungli oleh pihak kepolisian. yah mau gak mau kepolisian kita itu sudah jadi lembaga perampok rakyat bukan pelindung rakyat, yah sedikit2 duit soalnya. pernah saya ngalamin ditilang gara lampu nyala pas siang hari (tahun 2006), tapi herannya pasal yang dikenakan itu berkenaan dengan penggunaan lampu sirine dan lampu blitz yang sama sekali gak ada hubungannya dengan nyalanya lampu disiang hari. padahal udah dijelasin kalo tempat yang saya lewatin lagi hujan, bahkan saya aja masih pake mantel, tetepan aja polisinya ngotot. dan ini bukan oknum lho, gimana bisa dibilang oknum yang lagi merazia aja 1 truk.
    kayaknya biker bisa jadi bulan2an polisi gara2 peraturan kedalaman alur ban dan kealpot. kan di-UU gak dijelasin berapa minimal ukurannya. belum lagi soal larangan boncengan bertiga, lha anakku baru 2,5 tahun, masak iya saya suruh naik motor sendiri atau kalo orang tunya pergi apa mesti ditinggal dirumah. ini yang bikin UU kayaknya gak kenal sama rakyatnya.

    Guest
  26. @ 38 kay

    motor std blum tentu irit bensin mas…asal modifnya yg ningkatin efisiensi pembakaran mesin y bakalan lbh irit misal gnt CDI yg bqn kurva pembakaran lbh mulus + gnt busi iridium dsb, klo gnt knalpot racing br dah boros

    trus ttg polisi yg srg main tilang masuk kantung…emg pada gombal mrk,skrg cb cek sapa yg pnh motornya yg dl hilang (dicuri maling) yg bs balik lg k tangannya?g ada kan?kalopun ktm tu motor g bakal polisi balikin k qta2..malah dibagi2 bwt kendaraan dinas bawahannya…memalukan!!!

    Guest
  27. @44 hmmzz
    Anda terlalu “seronok” dan gegabah dalam menuding
    semua polisi. Ada baiknya menggunakan istilah oknum.
    Karena memang tidak semua bertindak seperti itu.
    Sedikit cerita:
    Kira² thn 1992 motorq ditahan oléh Polisi karena bener²
    parah kondisinya (saat msh muda dl). Nggak ada spakbor
    ban depan belakang, spion kecil, knalpot ya gitu deh,
    teman² kampus bilang helikopter.
    Ditahan selama 8 bulan dan aq takut kalo pulang di
    tanya ortu. Dengan bersusah payah hutang sana-sini
    saya tebus motorq itu. Justru kondisinya jauh lebih baik.
    Spakbor dpn blkng dipasang, spion meski cuma satu
    terpasang standar, knalpot ganti aslinya nggak berisik.
    Plat nomor jg lebih baik….

    Dr pengalaman ini bisa diambil kesimpulan bahwa
    msh ada yg bagus n care terhadap kita. Jadi janganlah
    semua dianggap bersalah ato se-wenang² ….

    Guest
  28. REPOT…!!
    di liat dr UU-nya, baik&mengarahkan biker pada keselamatan dlm berkendara.
    taaappiiiiiiiii….yg jd “GENDALA” dlm pelaksanaanya tuh, imej publik figurnya (dlm hal ini yha para pak pulish) sdh jelek di mata biker.
    jadinya…ada kesan malas dlm mentaati uu lalin.
    rasanya, ada perasaan g rela gt, kalo kita patuh, smentara penegak hukum malah nglanggar, atau bertindak semena-mena tanpa alasan yg jelas. semisal, maen potong snalfot, dg dalih g standard.
    kalo mnurut saya, spt yg sdh d sampeiken bro awakku di atas, penegak hukum kudu konsisten, sehingga para pengguna jln jg akan menghargai mereka serta mentaati aturan yg mereka tegakkan

    Guest
  29. gak usah lha nyalain lampu disiang hari,,

    boro2 siang hari, malm hari aja gak pake lampu gak ditilang,,
    heran, kalo malm pd kmn. Ap jam kerja sm jam kantoran,,

    Motor boleh bonceng bertiga? Kalo diturutin nanti ngelunjak minta bisa berempat,
    beli aja gerobak tempel di belakang ato pake sidecar kayak motor2 dlu.
    ato si kepala keluarga jgn beli motor, tapi beli becak motor aja,,

    Guest
  30. saya sebagai orang yang pernah jatuh dari motor, pasti mendukung 100% penggunaan helm bagus. entah apa jadinya kepala saya kalo gak pake helm bagus waktu itu.

    untuk DRL, kalo dari opini warung saya kebanyakan setuju, hanya keberatan karena bikin aki tekor dan mengurangi kinerja motor.
    sedangkan produsen enggan memperbaiki keduanya karena dianggap menambah cost motor.
    http://oto.detik.com/read/2010/01/12/162029/1276868/648/atpm-tolak-permintaan-polisi
    http://oto.detik.com/read/2010/01/12/173227/1276956/648/perubahan-lampu-nyala-otomatis-butuh-biaya-banyak
    ini saya anggap seperti produsen tidak mau tahu barang jualannya, yang penting laku.
    kejadiannya hampir sama gak yah dengan Sony Playstation yang tidak perduli game bajakannya banyak beredar, yang penting barangnya laku. game bajakan kan urusannya user dengan vendor game.
    sama kayak motor, gak perduli usernya mau pake helm kek, DRL kek yang penting barangnya laku

    gimana kalo pake intermediate low beam headlights, low beam yang voltasenya sudah direndahkan biar gak bikin aki tekor. atau idenya mobil audi, ada lampu khusus DRL nya. kemaren baru liat di wiki, terus liat aslinya dijalan, DRL nya seleret kayak alis, keren banget.
    halaaah…malah ngelantur…

    Guest
  31. Gw prnah baca klo lampu mnyala otomatis pd saat mtor hidup tu, d tolak oleh pihak ATPM,, karena mrubah sistem kelistrikan yg ada.. karena mngubah sistem klistrikan yg ada g mudah.. dan dapat mnaikan biaya produksi.. otomatis hrga mtor naik.

    Guest
  32. @all,,
    kalo boleh nanya nih,, syarat untuk mendapatkan SIM C, minimal usia brapa,,?
    kok anak sekolah (SMP) udah pada banyak nyang naek motor di jalan raya,, apa itu juga bukan pelanggaran,,?

    Guest
  33. kalo awal nya nyogok, bukan murni seleksi. kalo jadipun ya mau nya balikin modal dan bangga dengan baju nya bukan bangga sama tugas nya

    Guest
  34. @bang sat
    Setuju. Gimana mau menegakkan aturan la aparatnya dr pertama masuk dah biasa main belakang, sogok-menyogok. Input sdm harus dibenerin. Aparat hrs jd contoh, g kaya skrg justru bnyk oknum aparat yg motorny nglanggar tp santai aja. Mungkin pikirny siapa yg mau nilang wong dia tkg
    Tilangnya.

    Gimana kalau agenda berikutnya koboi bertemu polisi aja mas :-D.

    Guest
  35. @53 mercon
    Aturan yg dulu usia 16 baru boléh…
    Yg sekarang harus 17 baru boléh…
    CMIIW

    Kalo anak SMP sudah punya, brarti ada 2 kemungkinan
    1. Dia anak gak naik kelas minimal 3 tahun…. 😀
    2. Ortunya mungkin nyari nitip² sama oknum polisi,
    sehingga dapat SIM C

    Guest
  36. Aturannya mmg gak jelas
    Sering liad didepan lampu merah pada berhenti melebihi zebra crozz
    Belum hijau udah pada kabur..(extremE)
    Kadang ada yg lgsg pura2 belok kiri stelah itu putar balik langsung lolos lampu merah..
    Kalo dipikir2 sih sdm nya masih rendah
    gak tau aturan asal main tebas..
    Kadang ada juga,udah ditengah jalan reting kanan,tp sebelah kanannya rame kendaraan..otomatis gak bisa nyebrang..
    Sedangkan belakang dah antri panjang n bikin macet..
    Apa sbaiknya gak putar balik ditempat sepi aja???
    Bisa diambil ksimpulan tgkat org egois dijalan masih tinggi..pada mementingkan diri sendiri

    Guest
  37. helm standar setuju banget wong demi kebaikan kita sendiri, klo bisa malah pk yang bagus sekalian ( cuma stress klo kemana mana pk helm bagus takut ilang maklum duit pas pasan )knalpot racing selama suaranya nda bikin tetangga bangun ( emang ada ya ? )boleh lah dipake. Klo masalah lampu juga setuju. kadang klo pas diposisi pengendara mobil, nyala lampu itu bikin kita lebih awas dan siaga bahwa ada sepeda motor , jadi safenya dapet, cuma apakah itu ngefek ke aki yo nda tau…

    Guest
  38. @dani
    intinya gini bro,, berarti dari usia dini para ortu udah ngajarin anaknya untuk ngelanggar peraturan lalin,, masak masih SMP (dengan catatan nggak tinggal kelas 3 taonan) udah dikasih motor untuk transportasi sekolah,, nyata2 nggak bisa punya SIM (dengan catatan lagi nggak ada nitip ke oknum polisi),, seharusnya “om paul” lebih tegas,, kalo liat anak smp pulang sekolah langsgung aja di stop,, dinasehatin,, kalo dia memang belum boleh bawa motor,, panggil noh ortunya,,

    Guest
  39. oh ya,, satu lagi,, biasanya (pada umumnya,,) anak2 smp itu bawa motor di jalanan/jalan raya pada ugal2an (yak-yak an,,,) nggak mikir ada pengguna jalan yang lain,,

    Guest
  40. Soal HELM saya tidak setuju kalo hanya boleh SNI saja, helm impor lebih berkualitas , kalo soal knalpot …berantas habis knalpot racing apapun merknya!!! knalpot racing hanya boleh dipakai di sirkuit !!!

    Sebal saya denger bisingnya knalpot racing !!!!!
    Semoga esok banyak rakyat yang mengadukan polusi suara ini ke polisi biar banyak razia knalpot !!

    Guest
  41. ikut nimbrung.. beberapa orang kutanya kenapa mencopot 1 atau mengganti spion lbh kecil dari standar.. ternyata alasannya sederhana.. karena sulit masuk kedalam rumah.. rata2 rumah di kota berpintu kecil.

    Guest
  42. @60 mercon
    Iya…kadang² ortu ngajarin nggak bener.
    Saya jg kadang² liat ortu yg ngajari anaknya
    di lapangan. Ketika ditanya kenapa anak
    sekecil itu (SD) sudah di-ajari paké motor,
    ternyata jawabannya mengagetkan. Biar
    bisa disuruh² oléh ibunya (membantu)…….

    Ya kalo gini sih memang TERLALUUUUUUU

    Guest
  43. @fik, bingung..kang….maksudnya, pemasangan knalpot sekelas Yoshimura, DBS, dkk, dilarang gitu, kalo UU ini udah di realisasikan?

    Guest
  44. @65
    otomatis iya dong,, kecuali ATPMnya ngeluarin mongtor dengan spesifikasi standar pabrik snalpotnya udah pake merek Yoshimura, DBS, dkk, pasti nggak dilarang,,

    *ngarep mode : ON

    Guest
  45. harus nya helm standart apa aja boleh, asal jangan jantung pisang, ember, gayung, besek, wastafel, atau helm sejenis lain nya.
    berarti kenalpot angkot seantero jakarta bakal ketangkap semua dung, wakkkkkkkkkkkkk……………wakkkkkkkkkk…………

    Guest
  46. Lha kalo knalpot racing yg silent series gmn bro?
    Kn suarax hmpir ky knalpot standar tuh!!

    Kalo sim, dl saya umur 15th dh dpt,skrg ru 17th

    Guest
  47. Saya pernah diskusikan masalah knalpot Racing dengan tmen2 komunitas..ternyata mereka pada gak setuju kalo dilarang..alasanya..GARING men…..wahh…pastinya bakal puluhan DBS YOSHI dsb yang gantung leher…hahaha. #.bingung mod on#

    Guest
  48. Saya gak setuju kalo knalpot racing dilarang… Buat motor dua silinder keatas suaranya masih enak didenger… Apalgi yang 4 silinder macam cbr 600…

    Guest
  49. @69 150 bRZO
    Gimana lagi bro….
    Kan dulu ketika ATPM mendatangkan/memproduksi
    mengajukan ijin dulu. Dan ketika diijinkan baru-lah
    barang tersebut diedarkan ke khalayak ramai.
    Itulah mungkin yg disebut standar. Lha kalo sudah
    merubah spesifikasi yg terlalu beda dengan aslinya
    ya ini kita yang “belum ijin”. Mangkanya ketika kita
    merubah cat pd motor kita dan berbeda dgn STNK
    kita mungkin “perlu merubahnya”. Kalo yg nggak terlihat
    ato prinsip “mungkin dibiarkan/diabaikan”.
    Kalo knalpot, apalagi yg “teriak” ya memang harus
    “di-usut”. Kan sdh bukan aslinya….

    Guest
  50. setuju bang Taufik.
    ini bener-bener uu yg rumit..

    kebanyakan aturan memang:
    -Pakai lampu siang hari, kalo tiba-tiba lampu putus n kebetulan ketemu polisi, NGGAK mungkin kan polisi mau denger penjelasan kita…
    -Pakai knalpot racing. Hm, jenis dan tingkat kekerasan suaranya kan macam-macam. Harusnya diukur n ditentukan batasnya. polisi, atpm n bengkel-bengkel penjual knapot harusnya kerja sama supaya ga ada pihak yg dirugikan.
    -kedalaman alur ban: di tiap ban kan ada tanda panahnya.
    -soal helm sni : helm bmc full face harga 150an ribu yg ga ada tulisan sni nya aja lebih bagus dibanding yg half face

    kalo peraturan diterapkan bertahap sebaiknya:
    -razia lampu pada malam hari. kalo malam aja banyak yg ga pakai. barulah razia lampu pada siang hari.
    tiap beberapa bulan, misal 2bulan sekali, cek data lakalantas! apakah berpengaruh drastis dalam mengurangi angka lakalantas atau nggak, demikian juga dengan aturan selanjutnya…

    Guest
  51. @DANI RAMADIAN
    bener bro..mankanya sekarang saya ambil tengahnya aja lah..harian tetep pake standart..nah pas kalo ke sentul.misalnya..baru pake tuh DBS..hehee

    Guest
  52. @mas taufik : saya br beli ninja 250, kok pas saya bwa isi bensin td, motor terasa panas? apa normal utk motor yg msh inreyen?
    thanx

    Guest
  53. @mas taufik : ya keluar hawa2 panas gtu mas dr faring?
    trus klo over gigi bunyinya kok kasar ya mas “ma cekrek” ngono? apa krn msh br mas?

    Guest
  54. yg jelas sosialisasi harus jelas dan dapat ditrima khalayak umum…jgn sampai UU ini jadi lahan tambahan bagi oknum dilapangan. larangan knalpot racing sama aja miras kalo serius segel aja pabriknya jgn setengah2…UU baru ini syarat akan muatan bisnis

    Guest
  55. @m1
    Mungkin settingane gak pas..jd overheating..
    Kalo menurutku wajar.. panas dlm keadaan diam khan?
    namanya mesin nyala udah melalui proses pembakaran dimana2 ya panas
    Palagi ada firing,otomatis panas terkumpul didlm firing pas mubal keluar hawa panas..
    Kalo jalan kan gak

    Guest
  56. @m1
    Aku blm pnh makek n250,jd blm tau jg bunyinya..tanya aja sama om taufik..
    Kira2 sama spt hsx125 ya bunyinya..
    Kalo mmg udah bwaan pabrik yah pasrah aja..
    aku aja males denger ceklek2..makanya aku pake matic
    wkwkwk

    Guest
  57. paling bagus kendaraan roda dua dilarang melintas jalan yang ada polantas…
    itu baru peraturan yang tepat biar gak ada pungli dsb..

    kalo ada yang simple ngapain repot 😀

    Guest
  58. undang2 banci!
    lbh baik jgn diundangkan dulu, klo PPnya blom ada.
    hanya menjadi prodak perundang2an yg tidak berguna, dan menghabiskan waktu & biaya untuk membuatnya.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here