bro Sekalian, Bila dalam pembahasan pertama pada pekan yang lalu kita membahas perihal ayat 12 dari QS Luqman yang menekankan perintah bersyukur . .. maka kali ini akan sama-sama kita simak percakapan Luqman AS kepada anaknya yang tertulis dengan Indahnya, penuh kelemah lembutan  dan penuh hikmah  dalam Ayat ke 13 surat Luqman

Dan (Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika ia memberi pelajaran kepadanya ” Wahai anakku Janganlah engkau mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

dari Ayat Di atas terlihat bahwa adalah suatu hal yang menjadi dasar utama dan terpenting dalam pola pendidikan terhadap anak adalah masalah Aqidah tauhid untuk tidak mempersekutukan Allah SWT dengan apapun . . . ingat dengan apapun !! . .. kadang kalimat Jangan mempersekutukan terlalu kita sepelekan . . . kita anggap contoh kegiatan mempersekutukan Allah (Syirik) adalah seperti menyembah berhala atau melakukan kegiatan Muja di gunung keramat . . . itu semua memang betul dan kasat mata, padahal kalau kita mau sedikit sadari ada beberapa ancaman halus yang bisa mengikis aqidah kita dan anak-anak kita . . salah satunya IMHO adalah Filem Horor

http://www.suaramedia.com/

Bro Sekalian, Film Horor adalah salah satu yang saya haramkan untuk disetel pada televisi keluarga saya. Saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengenalkan anak-anak saya tentang mahluk halus semacam hantu, jin dan sebagainya yang ngetrend sebagai obyek Filem belakangan ini . . . saya tidak ingin anak-anak saya berimajinasi tentang sosok tersebut dan takut akannya . . . sehingga dapat merusak Psikologisnya membuat rasa ketakutan berkepanjangan yang tidak ada dasarnya . . . hal-hal inilah yang bagi saya salah satunya yang dapat dapat merusak aqidah anak-anak kita.

lho kok jadi keterusan ngomongin film Horor . . . yaa..itu salah satu contoh saja . . .mungkin contoh-contoh lainnya bisa bro sekalian share di ruang diskusi kita jumat ini, cmiiw, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

1 COMMENT

  1. Saya juga tidak ingin anak2 saya mengenal apa itu yang namanya HANTU

    Kalo saya, karena tidak selalu bersama dengan anak2 dan mereka mendapat “info” tentang hantu dan sebgainya dari orang lain..
    Saya arahkan kepada mereka bahwa: Hantu itu hanya ada di tv, cuma orang yang pake baju.

    kan di Trans7 ada acara plester.(Plesetan Misteri)..ternyata meraka suka acara itu…dan ketika nonton saya dampingi mereka…dan saya selalu komentar ketika ada hantu apa hantu apa….

    Kebetulan acara Plesetan Misteri itu memang memanusiakan hantu..hantu bisa jatuh, bisa sakit, bisa dicuri, bisa dirampok, bisa dikerjai, bisa ditakut-takuti juga….

    Kebetulan anak2 saya juga tahu , saya dulu kerja di Trans. Jadi saya cerita..bahawa saya tahu bagaimana mereka itu, saya tahu orang2nya, saya tahu kostumnya…..dll

    BEgitulah cara saya menghindarkan mereka dari imajinasi bernam HANTU

    Guest
  2. tobat2 hari jumat.
    Aku pernah ketakutan pada tengah malam saat bangun dari tidur, aku jengkel dengan rasa takut itu, ahirnya kuputuskan lari ke tengah kuburan yang letaknya agak jauh dari pemukiman, kudatangi seorang diri makam2 yang sepi, malam kebetulan purnama, bulan terang angin spoi2 berhembus membuat bulu kuduk berdiri, hati semakin takut, tapi perasaan makin jengkel, kenapa bisa takut, ku tunggu satu sampai lima menit di areal pemakaman, ternyata bulu kuduk semakin berdiri, rasa takut semakin menggerogoti, pohon2 bergoyang membentuk bayangan yang makin menyeramkan, bambu2 bersinggungan bersuara mendesir membuat nyaliku semakin ciut. Cerita2 menyeraamkan ikut menyiksa kegelisahanku dan membumbui ketakutanku, …..
    Akhirnya 10 menit berlalu.
    kupasrahkan apa yang terjadi kepada Allah.
    kutarik nafas dalam2.
    kusebut nama-Nya.
    kurasakan kehadirannya.
    kudapati diriku jatuh dalam damai.
    malam hening, sepi, damai.
    hantu hanya ada dalam pikiranku dan semua orang.
    terimakasih Allah
    ;;;;;;
    ;;;;
    mau coba sendiri, silakan,
    buktikan

    Guest
  3. Berbeda dengan Nabi Ya’kub as yang begitu khawatir akan nasib AKIDAH anak-anak sepeninggalnya, kita kadang lebih khawatir akan nasib PERUT anak-anak kita. Kita bangun raga dan otaknya, tapi lupa bangun jiwanya dan rohaninya. Kita kasih keterampilan hebat untuk bisa kerja dapat gaji puluhan juta rupiah, tapi lupa untuk sekadar mengajarkan keterampilan shalat kepada anak-anak kita…
    Berdo’alah kita, semoga anak-anak kita kelak menjadi penyelamat dunia akhirat kita karena kita telah mendidiknya dengan benar. Kita Berlindunglah kepada Allah agar anak-anak kita tidak menuntut kita di mahkamah Allah akibat kelalaian kita mendidik dan mengenalkan Allah dan ajarannya yang mulia kepada mereka….

    Guest
  4. setelah saya amati.. Sebagai pengikut ALQUR’AN kaum muslim wajib tau, mengenal dan percaya ada mahluk ghaib Selain ALLOH.. Lihat suroh albaqoroh ayat 2-3.. INI KITAB (ALQUR’AN) YANG DIDALAMNYA ADA PETUNJUK BAGI ORANG YG BERTAQWA, YG BERIMAN (PERCAYA) KEPADA YANG GHOIB…. Jadi, kenalilah jin dan sebangsanya sbg mahluk ciptaan ALLOH yg jg wajib ber’ibadah kpd ALLOH sama seperti manusia. kenali jin Bukan untuk takut ditakuti menakuti..
    WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA’BUDUUN (TIDAKLAH AKU CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI UNTUK MENYEMBAHKU – AL AYAH)..

    WALLOHU A’LAM BISSHOWAB..

    Guest
  5. Kang taufik ketakutan akan media juga harus di perhatikan, contoh klo tidak putih tdk akan disukai cwo2, tidak minum obat ini tidak akan awet muda, tidak minum obat itu akan cepat capek, atau dlm dunia roda dua, takut pake motor ini karna takut boros, takut pake motor itu karna takut bengkelny susah hehe, any way intiny televisi dan media audio visual harusny dapat perhatian lebih dari orang tua, malah menurut saya sebaikny sbelum anak umur 20, baikny hindari TV, komputer, dvd, dlsbg, dlm kamar anak kita, agar mudah mengawasiny. Atau minimal Jangan sampai ada jawaban “bentar pak, lagi asik maen Ps ni, tanggung” pada saat kita menyuruh anak kita sholat, kebiasaan meremehkan itu dpat terbawa hingga dewasa.

    Guest
  6. Syirik juga bisa diartikan mengutamakan yang lain daripada Allah. Apakah kita sudah mengutamakan ibadah (setidak2nya sholat wajib 5 waktu) daripada misalnya servis, modif, atau hanya sekedar ngobrol/diskusi soal motor (termasuk juga di blog)? Ketika adzan sebagai panggilan untuk berinteraksi dengan Sang Pencipta sudah berkumandang, apakah kita langsung memenuhinya dan meninggalkan semua pekerjaan kita? Semoga bermanfaat untuk bahan kontemplasi kita semua. Amin.

    Guest
  7. betul kata mas Taufik,
    daya ingat anak-anak itu ibarat lem besi sekali kena akan terus diingat sampai dewasa dan mempengaruhi psikologis anak tsb.
    sebuah langkah positif yang patut kita tiru yaitu melarang filem horor ditonton oleh anak-anak.

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  8. Ya memang ada yang harus diwaspadai dari film horor, tapi sebetulnya jika dilihat lagi, yang ditekankan dalam ayat diatas adalah tidak mempersekutukan Allah. Sebetulnya apa sih mempersekutukan Allah..? Setau saya mempersekutukan Allah adalah dengan tidak mempercayai Allah seutuhnya. Ambil contoh saja, Tasbih… Tasbih yang digantung di mobil bisa jadi media untuk mempersekutukan Allah. Kenapa saya bisa bilang seperti itu..? karena jika dalam suatu waktu terjadi kecelakaan pada mobil tersebut dan Alhamdulillah penumpang dan pengemudi dalam mobil itu selamat, tidak menutup kemungkinan (walaupun kecil) beberapa orang yang selamat akan berkata “Untung ada tasbih di mobil”.

    Ini juga sudah termasuk mempersekutukan Allah. Karena semua yang terjadi dalam dunia ini sudah diatur oleh Allah, bahkan sebelum kita diciptakan. Kalau saya tidak salah ada hadist yang menyebutkan Takdir manusia sudah ditulis ribuaan tahun yang lalu di Lauh Makhfudz (CMIIW). Jadi tidak mempersekutukan Allah bisa dibilang kita tidak boleh sekali-kali menganggap bahwa beberapa kejadian yang kita alami ada kaitannya dengan lingkungan sekitar kita, Allah lah yang mengatur kehidupan kita semenjak kita belum diciptakan. Inilah yang harus kita yakini untuk menghadapi kehidupan kita dengan dasar aqidah yang kuat.
    Wallahualam Bishawab

    Guest
  9. wah dalem juga yah kandungannya, padahal bahasanya sepele, beda bgt ama kitab hukum buatan manusia, panjang bener isinya.

    Guest
  10. Yang pasti ajarkan kpda mereka makna kalimat laa ilaaha ilallah adalah tidak ada sesembahan yg berhak disembah kecuali Allah. Itu makna bkan arti perkata. Beda cuy. Itu pula yg jd dsar dakwah para Nabi dan Rasul. Buat anak koq cb2. Ajarkan jg utk tdk ikt pham teroris ato pemberontak. Jd ingt guru :mrgreen:

    Guest
  11. lingkungan jg pengaruh mas…
    kakak saia ada 5, waktu saia kecil saia suka takut gitu, kakak2 saia kelihatannya senang menggoda, mrk malah spt bersepakat menakut2i saia jika ada kesempatan (krn saia penakut), baru berhenti jk ortu datang dan memarahi kakak2 saia.
    mungkin menurut mrk itu sangat lucu, tapi buat saia itu jd spt trauma, saia jd sering mimpi buruk..
    baru stlh SMA saia gak takut lg sm hal2 spt itu…

    he he, jd curhat…
    but, I love my brothers….

    Guest
  12. 1. Ajarkan doa pengusir syetan yang dibaca Nabi saw kepada anak-anak kita, “A’UUDZU BIKALIMATILLAAHIT-TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ” (Aku berlindung dengan kalimat Allah (kepada Allah) Yang Sempurna) dari kejahatan makhluk-makhluk ciptaan-Nya (jin maupun manusia).
    2. Sebelum tidur, selalu sugesti anak-anak kita bahwa ada “malaikat penjaga” yang akan menemani mereka dan melindungi mereka dari segala gangguan jin, syetan, hantu, pocong, gondoruwo, suster ngesot ….

    Guest
  13. emang nih film horor Indonesia gak beres, alih-alih jual cerita serem malah adegan 1/2 mesum (nanggung) yang bikin asosiasi macem2 ke penonton. sebagai orang berpendidikan ane ngak mau nonton film horor murahan macam gitu, apa kata dunia?…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.