jump to navigation

Bebek Entry Level . . . Antara Fungsional dan Stylish Maret 29, 2010

Posted by Taufik in Honda, Kawasaki, Suzuki, TVS, yamaha.
trackback

Semua pabrikan memiliki varian entry level untuk segmen bebek. Honda  dengan Abs revo, yamaha dengan vega ZR, Suzuki dengan Smash, Kawasaki dengan edge, dan TVS dengan Neo. Boleh dibilang segmen entry level merupakan pundi-pundi tergemuk penjualan motor di Indonesia, yah ini lumrahlah, tempatnyapun di piramida terbawah market konsumen. Pasar yang besar biasanya memberikan kesempatan bersaing yang luas . . . tapi apa yang terjadi, kembali persaingan utama diduduki oleh pabrikan yamaha dan Honda. Jumlah keduanya sudah mendominasi, bagaimana peluang Suzuki dan Kawasaki, apakah sudah tertutup?

Tentu bukan perkara mudah untuk bisa bersaing dengan dua Raksasa bebek indonesia tersebut . . . smash masih setia di nomor ketiga, apalagi Kawak edge . . . apakah ada yang salah dengan desain smash dan edge? ini lah yang membuat saya berfikir bahwa selera konsumen Indonesia sangat unik. Desain Honda Absolut revo dan Yamaha Vega ZR sangatlah membumi . . .kalo boleh dibilang . . .jauh dari bentuk sporty, lebih mengutamakan fungsionalitas sebuah motor bebek . . . so timbul semacam stigma yang menancap di mindset konsumen bahwa desain motor yang sporty menyudut untuk motor entry level kuranglah tepat.

Ok deh kurang tepat . . .tapi kenapa Honda revo 100 dulu cukup laku, dan oleh sebagian pengunjung blog dicap sebagai motor dengan desain yang paling molek untuk motor entry level Honda? Padahal desain Honda revo 100 boleh dibilang cukup menyudut . . . inilah yang membuat saya berfikir bahwa selera konsumen kita bener-bener Unik. So menurut saya yang berperan dalam kesuksesan sebuah bebek entry level bukan melulu desain, melainkan merupakan kombinasi dari banyak variabel seperti brand Image, promosi, dan harga . . . thats All untuk mengawali pekan terakhir maret ini, silahkan share komentar bro semua . . .

Taufik of BuitenZorg

Komentar»

1. fans_ayanami - Maret 29, 2010

Pertamax kah..!!!

2. Ekektra/kenthong - Maret 29, 2010

Hehehehe podiumkah

3. safety rider - Maret 29, 2010

Kelewat podium dah, lumayan 5 besar

4. Dani Ramadian - Maret 29, 2010

minta podium dulu

5. Van Der Syur - Maret 29, 2010

juara harapan, dapet pensil

6. Ekektra/kenthong - Maret 29, 2010

uasem…di tlikung menjelang garis finis xixixi

7. xxl123 - Maret 29, 2010

yg podium kalong semua :D

8. Dani Ramadian - Maret 29, 2010

Wahh…
sulit dapat pertamaxx nih
;(

9. bledug - Maret 29, 2010

dtgl meleng sdelo we wes trdmpar na 10 besar

10. safety rider - Maret 29, 2010

Lumayan… Dapet 3 besar… Moco sik’

11. fans_ayanami - Maret 29, 2010

Memang bagaimanapun juga, kehadiran bebek masih menjadi tulang punggung penjualan motor2 Jepang. Tipikal orang Indonesia pada umumnya dalam mencari kendaraan kan. Yang penting irit, murah dalam perawatan, engga “rewel” dan mampu membawa beban yang jauh lebih banyak dari ketentuan pabrik sarankan.

PS : Alamak… kaga nyanka, Aye jadi kuda item dimari..!!!

12. Ekektra/kenthong - Maret 29, 2010

bukan kalah desain smash& edge cuman kalah nama brand aja…
khusus untuk edge kalau dimasukin entrylevel harganya agak kemahalan…bila di bandingkan yg laen…

13. safety rider - Maret 29, 2010

Mungkin dari segi keanehan juga termasuk tuch Om! Secara waktu dulu liat Revo Cepek, agak aneh aja liat motor model kaya robot dengan batok headlamp yang imuuut beud…
Rata2 orang indonesia kan suka yang aneh2. =))
CMIIW…

14. joybono - Maret 29, 2010

..numpang absen aja..

15. Onthel - Maret 29, 2010

Buset, cepet amat nih urutan…

16. Deede - Maret 29, 2010

begitulah knsmen Indonesia… yang penting cukup.
Cukup murah dan terjangkau harganya
Cukup bagus modelnya
Cukup baik harga jualnya
Cukup tersedia sparepartnya…
………………

Bro semua Ada yang udah beli Edge gak ya?
pengen dengar testimoninya…

17. mbahe - Maret 29, 2010

perkara si smash krg laku, kayaknya lbh krn kekecewaan konsumen atas menurunya kualitas tuh mongtr. kan, jaman shogun kebo-new shogun, penjualan suzuki g jeblok, bahkan laris tuh mongtor.
smash generasi awalpun, terlihat banyak seliweran d jalan.
padhl ngomong desain, msh mirip2 banget antara smash kluaran awal-akhir. ngomong jaringan 3s&hrg spare part, dr dl jg tetp agak sulit&mahal kan…!!
tp krn kualitas trbukti krg bagus, hingga mbikin konsumen kecewa, skrg jd sulit buat mbikin smash laris.
anggepan tsb berdasar pada knyataan, larisnya satria fu yg notabenenya sama2 produk suzuki, tp teruji kualitasnya lbh baik dr smash.
mengenai si edge, kayaknya faktor desain yg krg familiar bin krg konvensional, serta harga yg relatip tinggi deh, yg mbikin tuh mongtor krg laris.
juga, utk bebek, brand kawasaki kayknya kurang familiar d hati konsumen indonesia.
klo d tmpat sy, pas ada tmen/tetangga pake bebek produk kawasaki, org sering bilang;
“Tuku montor kok kawasaki…!!!”
jd, kesanya ky aneh kalo pake bebek kluaran kawasaki.
pdhl, ngomong kualitas, kawasaki teruji bandel lhow.
walaupun spare part trgolong mahhaaaaaall..
heleh, kakean iki komentku, ngopi disek aaaaahh……!!! ;)

18. karismanis - Maret 29, 2010

hadir. yang tak inget dari revo 100 adalah duck tailnya.. wow.! :D

19. Mas Ipan - Maret 29, 2010

Sama kayak komen atas. Yang penting murah dan bisa jalan.
Tambah lagi dari pabrikan gede. Jadi bukan karena disan dan performa. Kalo ditanya dan konsumen jawabnya karena performa, itu karena merena diracuni oleh promosi ATPM yang saling sikut. Terutama Honda yang selalu ngejek Yamaha.
Itu yang bikin saya ngurangi poin pribadi dari Honda.

20. lekdjie - Maret 29, 2010

kalo menurut saya,yg dicari dari entri level adalah simpel.simpel harganya,simpel bentuknya(enak dilihat) dan simpel perawatannya.

21. penerjemah a.k.a arif rakhman - Maret 29, 2010

buat yang suka browsing internet pake hape hanya boleh pilih satu, gak ada yang laen: EDGE.

22. Van Der Syur - Maret 29, 2010

kepercayaan emang mahal harganya. sekali ia dilukai, tujuh model turunan bakal gak laku

srutt…..srutt….

23. karismanis - Maret 29, 2010

yang ngejek honda ato yamaha? podo podo le ngunekke. :D ada yg pnah liat iklan yamaha zr yg baru?

24. SkyrideR - Maret 29, 2010

buat yg revolusioner.. tp murah.. pasti laku..

25. luxferre - Maret 29, 2010

@mbahe
Bener. Napa ya kalo pnya bebek kawak selalu diejek “tuku motor kok kawasaki”

26. Karimapro - Maret 29, 2010

karimapro berkata: “saia kira faktor yang paling dominan adlh faktor nama/merek dan fanatisme yang telah tertanam dlm mindset rakyat negeri ini. Pertama, Org jaman baheula kalo nyebut motor mau mereknya apa aja ya H*nd*. Trus org dulu jg kalo bicara mslh kualitas ya identik dg h*nd* dan y*m*h*. Kedua, fanatisme yg biasanya bersifat tutun temurun. Orang kalo dah fanatik thd merek ttt, sulit bagi dia untuk pindah ke lain hati. Contohnya ya saia ini, bapak saia pertamakali beli motor di era 70-an y*m*h* V-70, setlah itu ganti y*m*h* L2 (yg diwariskan ke saia dan skrg dah saia museumkan), kmd ganti y*m*h* L2 Super. Habis itu smpt pindah ke lain hati dg beli h*nd* GL-100 th ’85 tp gak bertahan lama, balik lg ke y*m*h* RX-Spcl. Saia pertama kali motor penginnya sih y*m*h*, tp waktu itu kmampuannya masih kurang akhirnya beli h*nd* Legenda2, setelah agak mampu akhirnya bisa beli y*m*h* Jupi MX. Adikku yg ce minta dibelikan sm bapak jupi z burhan, 2 thn kmdn adikku co & kk-ku belinya jupi z jg 22nya. Itulah sekilas sejarah motor klg saia yang menggambarkan bhw brand & fanatisme itu menjadi faktor dominan dlm menentukan penerimaan msyrkat thd suatu produk motor”
Nyuwun pangapunten om Opik dan pengnjung yg laen…panjang lebar

27. phantomxy - Maret 29, 2010

sebenernya market di Indonesia ntu yg paling unik, ada sebagian yang brand minded, ‘jagoan’ minded :mrgreen: , nyari yg resale value tinggi, speed freaker, wis pokoknya kumplit dah

28. fraziel - Maret 29, 2010

@dani
Masak? Stok pertamak masih banyak koq
Cuma sekarang naek jadi 6800..
Wkwk

Ya, bukan cuma masalah desain doang
Ada faktor2 lain yang menyebabkan selera konsumen bisa bergeser.. :D :D

29. Upsidedown - Maret 29, 2010

@Karimapro: setuju bgt! , faktor keluarga juga sangat mempengaruhi, dulu bapak saya make y*m*h, eh saya jadi tertanam dalam fikiran, trus sekarang juga make produk y*m*h*, Habis bandel sih…

30. Need For Speed Moy17...! - Maret 29, 2010

absen aja ah…!

31. Roby - Maret 29, 2010

Sip dah tuh mongtor semua…..!!!!

32. A Seen - Maret 29, 2010

Mbahe
Esuk-esuk kancanerung tangi wis ngebeki dalan, kikii

33. prasasty - Maret 29, 2010

31
yup, bener banget dah, konsumen indonesia sangat unik, faktor stylish ama harga sangat berpengaruh, secara banyak juga yang gaya n gengsinya gede, tapi dengan harga yang murah… bukan begito…?
beda banget sama blade, harga lumayan, bentuk aneh, n gak laku, wajar aja, mungkin bentuknya yang terlalu racing kali yach…

34. prasasty - Maret 29, 2010

sepersekian detik disalip 2 orang lagi…
kirain bisa tadi nomer 31…
wkwkwkwkwk

35. KillBill1 - Maret 29, 2010

Entry Level itulah gambaran kondisi keuangan masyarakat pembeli motor kita,Fik. Terbanyak yang sanggup hanya beli (kontan/ngutang) ukuran harga segitu. Yang gak logis dan aneh adalah mau harga entry level tapi minta fitur macam-macam alias banyak tuntutan tapi tiak realistis.

36. MarUto - Maret 29, 2010

Dulu pernah tersipu sipu melihat revo 100 waktu baru nongol.

37. Thwuerhouwnguisth waras 7 prosen - Maret 29, 2010

Suzuki n kawasaki harus fight kayak yamaha dulu…

38. zackyjunior - Maret 29, 2010

Biasanya memang brand yang paling pengaruh.Setelah itu baru lihat produknya.Yang aneh lagi kayaknya yang penting murah dan bentuk oke.

39. Xtr - Maret 29, 2010

Iya, aneh jg orang Indonesia. Kalo dipikir, kayakny honda ingin menggeser pemikiran konsumen dari konvensional ke sport. Tapi, kurang diapresiasi. Mungkin, karena sebagian besar konsumen honda adalah orang yg berkeluarga. Jdi g milih yg macem2. Tpi okelah nyediain varian sport sbg alternatif lain. :)

40. hampura - Maret 29, 2010

@26
first impression memang sangat menentukan kesetiaan atas sebuah merk. Namun disini (kayak OVJ) harus diakui bahwa yamaha (indonesia) telah berhasil mengkonversi imej raja 2 tak menjadi raja 4 tak (malah jagoannya udah kesusul)….produk2 lain tidak kalah kualitasnya. First impression dan experience (pengalaman kuciwa) akan menentukan brand loyalty (pinjem istilah pak Guru- mohon maaf ah) …. Kalau harga mah kayaknya relatif @35…… Kanzen malah “maaf” bangkrut dilibas pemodal gede pedehel hargenye lebih murah dan kualisnya mah yah beda2tifis sama suprafit….. Mohon maaf ……..

41. gak suka matic - Maret 29, 2010

lah judulnya bebek entri level kq gambarnya ada logo ducati..mang ducati ws nggawe bebek to mas? bingung mode on

42. au_ah - Maret 29, 2010

menurut gw sih ada 2 faktor utama, BRAND dan DESAIN. Brand sangat jelas pengaruhnya. coba aja abs revo atau vega zr dilabeli kawasaki. gw yakin nasibnya juga gak secemerlang sekarang.
Yg kedua adalah desain itu sendiri. lihat blade, mx dan cs1. walaupun dilabeli honda dan yamaha tetep aja suram penjualannya.
setelah gw amati bukan futuristik dan sporty aja masalahnya. revo 100 juga punya desain yg sporty tapi tetep laku aja kan? dari ketiga motor yg gw sebut tapi ada 1 persamaan. SPAKBOR SPORTY/CUNGKRING!!

43. Supra - Maret 29, 2010

Mtr klrg rx king…fizr…vega r…Pny sendiri >jupiter…mx…soul…bajaj pulsar 180ug4 (nunggu byson kelamaan).Mnrt sy kl vega zr ada plhn versi velg cw dg harga sm dg abs revo sy yakin zr laris manis…abs revo aja bs ksh velg cw knp zr tdk?sm2 bebek entry level?ayo ymki keluarin zr cw nnt ak beli…xixixi

44. admin japancamp - Maret 29, 2010

strategi branding dan marketing juga berpengaruh besar, ditunjang teknologi yang ditawarkan..
ada yang lain di sini http://japancamp.wordpress.com/
sebab kami mengamati untuk mempelajarinya :)

45. martini - Maret 29, 2010

mas topik: masyarakat kita itu pengennya yang simpel…gampange iso diutak-atik dewe, dibandrek(subtitusi). kalo si A punya motor trus kita juga sama..itu dah cukup..testimoni secara getok-tular yang merupakan mengapa orang fanatik terhadap merek, entah itu dari ayah ke anak, ato dari satu keluarga ke tetangga lain.
makane motor yang aneh kayak oake injeksi di kampung gak laku, hsx injek dikampung lum ada yang punya, pada takut kalo mogok padahal 1 rumah yang punya hsx karbu lebih dari 2 sangat banyak!
motor dengan part susah dicari dan mahal juga dihindari,orang bilangnya, mengko sing ndandani kepiye…….so kawak dan si-juki jarang dilirik…
kalo yahonda dan yamaha kan dah familiar, punya rx-100 juga bisa diakali pake rx-king….langsung plek kalo mau di bandrek…honda apalagi punya cb juga langsung plek jika aplikasi glpro……..
halah……….malah banyak cing-cong….sory deh kapanjangan

46. au_ah - Maret 29, 2010

Desain spakbor yg cungkring inilah yg jadi salah satu sebab knp produk2 itu yg begitu laku dipasaran. ini juga salah satu sebab knp arashi gagal selain model lampu begonya.
jd bukan melulu desain sporty dan futuristik, tp lebih spesifik ke desain tertentu yg bener2 gak diminati. spakbor cungkring dan lampu bego!
ini knp juga ahm segera sadar an merombak desain spakbor beat yg dulunya sporty jd model konvensional. walau secara pribadi gw lwbih suka desain spakbor sporty tp kenyataan untuk kebanyakan tdk suka

47. Supra - Maret 29, 2010

Besokk bikin artikel motor sport entry level kang taufik…dg price y hampir sama…

48. A Seen - Maret 29, 2010

untuk motor sport, model menjadi salah satu faktor utama laku tidaknya sebuah motor, tapi untuk bebek atau matik, model kurang berperan, sepertinya sky drive atau skywave nggak kalh ama meong atau beat, tapi tetep aja kurang laku. Seperti juga di ulas diatas, revo sebetulnya modelnya kurang keren, tapi tetep aja laku.

49. adriano - Maret 29, 2010

klo mo beli bebek entry level, orang indonesia kebanyakan nyarinya yang paling murah, irit, bandel mesinnya dan dari pabrikan H atau Y, karena hanya dari kedua pabrikan itulah resale valuenya ga terlalu jatuh.
Desain dan mesin ga ngaruhlah klo bebek entry level. Liat aja supra fit yg bentuknya gitu-gitu aja. toh laris kok, karena imej supra fit yg super irit itu tuh.

Peace,
2 stroke underbone lovers

50. museind - Maret 29, 2010

selain desain , teknologi dan harga yang pantas,
iklan juga berpengaruh sangat tinggi
terhadap pola pikir masyarakat indonesia…..

51. thole - Maret 29, 2010

utk design, abs revo bagian tengah ke belakang, termasuk buntut/rear fender kl diamati mmg manis.. cuman design depannya aza yg terlalu culun, kl vega zr mlah kebalikan, dari depan ke tengah, design head lamp, lampu sen, dan design tebeng dpan lbh manis dibanding abs revo, tp design tengah ke belakang uelik tenan.. :D

52. ANDUK - Maret 29, 2010

Absen dulu. . .
Simak dulu aja. .

53. Supra - Maret 29, 2010

D kampungku dulu pd pake honda>supra,karisma…sdkt y pake yamaha (trmsk klrgku) ,tp begitu bnyk kasus supra y knalpot keropos,body getar/sambungan body pd lepas trs mbandingin sm vega y lmyn awet…jdx skrg y brsliweran mtr2 yamaha…kl suzuki g laku kykx fktr harga part y mhl…

54. museind - Maret 29, 2010

coba perhatikan vega zr,
Maaf menurut gw motor tersebut
(ringkih, banyak parts yang ngeri rontok dan patah, plastik partnya keliatan tipis banget) mesin katannya 115cc tapi lemotnya minta ampun, digeber 85 goyang dan hilang keseimbangan…ckckckckc

ga ada alasan untuk LAKU kecuali ada faktor iklan yang hebat dan membumi……

itulah indonesia

55. Aceng! - Maret 29, 2010

Analisis pertama sudah betul Mas Taufiq bahwa untuk bebek entri level konsumen cenderung ke desain yang fungsional.. Revo 100 makanya cepat dirubah karena kalah telak oleh Vega ZR, setelah menjadi absolute Revo yang desainnya top markotop (fungsional, stylish dan menghindari kelancipan :) ) vega mulai kewalahan lagi.. Intinya untuk entri level hadirkan desain yang fungsional, modern dan gaya

56. museind - Maret 29, 2010

115 vega zr tandingin sama 110 revo….

ko beda ya….

57. Puwi - Maret 29, 2010

Entri level menurut pengamatan saya untuk daya beli masyarakat Indonesia harusnya ga boleh lebih dari 11 juta.

58. martini - Maret 29, 2010

entri level bagusnya ya sederhana saja..toh cuma buat kepasar atau malah kalo dikampungku buat ngarit (cari rumput)……kalo ketemu anak ABG apalagi paling cuma dipreteli trus buat dibleyer-bleyer pas lulus ujian, nonton bola sama kalo kampanye……..kalo mahal dan pake sensor elektronik semua ya tobaaat yang benerin…………..

59. Rotama - Maret 29, 2010

Menurut ane,dan koment2 sblm ni, design yg runcing2 dan sporty g masalah asal harganya worth it, ato sesuai dgn kualitasny, revo 100,walau aga’ mahal te2p laris,krn worth it,sdg yg sekarang walau dgn design yg culun punya,dan orang tua bget,tp didukung mesin baru 110 cc dan teknologi honda lainya.. Dgn Harga yg lebih murah dr BLADE, maka konsumen mrasa blade kemahalan.. Jd lebih milih abs revo,walaw design lebih inferior dr Blade,tp ditempatku blade trmsuk laris.. Dari muncul pertama des 2008 dah bnyak yg pake.. Ini menunjukkan selera konsumen emg berbeda..

60. pretty - Maret 29, 2010

iklan Honda menurut saya sudah cukup bagus, misalnya saja pada iklan Beat “jangan lupa pake helm”..ini artinya Honda juga mengingatkan kepada konsumen bahwa keselamatan itu lebih penting.
saya sih berharap jika setiap ATPM sebaiknya membuat iklan yang bermanfaat,penuh dengan nasehat..gak saling menjatuhkan..

61. bennythegreat - Maret 29, 2010

halah…bebek lagi..bebek lagi…

fasilitator bagi para ABG tak cukup umur dan pengendara yang hanya mementingkan sampai dengan cepat di tujuan untuk turun ke jalan dan pamer riding urakan.

buat gw bebek sudah kadung jadi icon untuk tindakan riding yang tidak menyenangkan (dari mulai gak pake helm sampe balap liar). apa bebek menyebabkan perilaku negatif seseorang? well belum ada survey, tapi cukup lihat aja ke jalanan dan nilai sendiri lah..memang tidak semua begitu, tapi kok ya banyakan yang gak bener yaa?

buat gw aksi ATPM yang menelorkan bebek dan menyuburkan pasarannya ini adalah aksi ambil untung tanpa idealisme.

di saat transportasi massal udah gak karuan, para ATPM ambil kesempatan jualan bebek..laris manis memang. tapi akibatnya bebek jadi dianggap kendaraan tidak serius..gak perlu pake helm laagh..naik bebek ini..

mbok ya ATPM itu bersikap cerdas dikit gitu..salah satu saringan aman di jalan adalah harga. seandainya motor dihargai minimal seharga vixion pasti orang akan pikir2 lgi utk beli motor.

yah inilah potret ATPM motor di Indonesia..aksi ambil untung ATPM terus terjadi. bos2 besar ATPM kipas2 uang sementara pengendara bebek kipas2 kepanasan di jalan.

hari gini masih produksi bebek lagi???

62. martini - Maret 29, 2010

@60: sebenere pedagang motor gak melulu salah..lha wong jualan buat makan anak,istri dan juga istri muda+para pembantu nya kok…
pemerintah gak becus ngasih transportasi murah dan aman,dimana2 macet…….
trus leasing yang bikin orang dengan gampang bawa pulang motor, lha tanpa DP, cuma modal ktp ama kartu kredit doang!!
bukannya mau minteri orang ya, dinegeri ini riba (utang pake bunga) seolah-olah udah jadi hal yang biasa…..jadinya ya ruwet begini..

63. Rotama - Maret 29, 2010

Ditempatku bnyak blade bersliweran daripada absolute revo,vega zr yg br jg oke.

64. aanhamzah - Maret 29, 2010

Dulu pas jaman Yamaha belum seperti sekarang(mirip Suzuki) desain n mesinnya biasa aja. Nah, setelah Yamaha ngluarin Jupiter baru mulai merangkak naik dari sisi brand n penjualan. Klo dilihat pesaingnya, honda mengandalkan supra x dan suzuki mengandalkan smash (klo gak salah), n kawasaki masih blitz. Antara Jupiter , Supra, Smash, n Blitz yang paling mentereng n mencolok desainnya adalah Jupiter. N punya mesin bagus. Dari sini Jupiter mampu mengangkat Vega dll.. Padahal Vega motor biasa. Nah, klo pengen merubah Mindset, harus diawali dengan gebrakan-gebrakan besar.Misalnya dengan design n mesin yang lebih bagus dari kompetitornya. Klo Suzuki Satria kayaknya gak bisa mendongkrak penjualan adik2nya, karena segmennya beda jauh. Klo menurut saya mending bikin motor entrilevel yang bisa menggebrak, beda dari kompetitor, n tentunya bikin konsumen kesengsem. + konsisten.

65. Stevan - Maret 29, 2010

Entry levelnya Ducati kayak apa yak? :P

66. Taufik - Maret 29, 2010

wah . . . manteb-manteb kmentar bro semua
maap baru sempet baca . .. ini juga nyolong2 disela ngerjain laporan kantor . . . sooo . .. lanjot

*balik maning ke kerjaan kantor ;)

@buat yang nanyain logo Ducati . . . .
gambar di atas memang selalu aku keluarin kalo ngomongin motor secara umum . . . belum sempet ngeditnya lagi . . .nanti deh ya :)

67. ASH - Maret 29, 2010

EUFERIA!!!!!!……

68. tongsam - Maret 29, 2010

setahuku dari dulu dapur pacu jupiter berawal dari vega… ???

69. ifumi - Maret 29, 2010

mending ganti matic semua, bikin nyang nyaman, bahan bakar air and sedikit powerfull plus seabrek safety and utility stuff..

bebek ke laut aje, coz matic adalah transportasi masa depan yg eco friendly.

peace, save our planet.

70. Joko - Maret 29, 2010

Korban iklan: mengira mesin jupiter beda dgn vega.

71. Joko - Maret 29, 2010

@ ifumi
Masih irit manualnya kok, apalagi kalau pakai kopling manualnya halus. Sayang nggak ada lagi mesin irit utk kategori sport. Kalau ada ikut lomba irit pasti menang. Jadi masih ramah lingkungan bebek lah.

72. Maskur on Hati-hati Dengan Lampu Rem Anda - Maret 29, 2010

Absen saja
maklum kalo liburan, nggak sering buka-buka internet
Saya juga heran dengan selera masyrakat, kadang sulit diambil kesimpulan. ANOMALI

sepertinya desain dan merk yang berperan
misal desain A merk 1 = laris
tapi bisa jadi desain G merk 1 = tidak laku

73. BJUBAH HITAM - Maret 29, 2010

masih worthed naik bebek lha daripada gua jalur ciledug – roxy bawa pulsar berat ..kopling lagi capeee dechhh…

74. hadi - Maret 29, 2010

@16 Deede:
nambahin…..
begitulah konsumen Indonesia… yang penting cukup:
Cukup murah dan terjangkau harganya
Cukup bagus modelnya
Cukup baik harga jualnya
Cukup tersedia sparepartnya dan murah..…apalagi kalo ditambah banyak pilihan dari KW1 s/d KW3
Cukup baik servicenya

75. sabdho guparman - Maret 29, 2010

kata henry ford “bila perusahaan mau maju buatlah produk yang disukai orang banyak. . . ”

keep brotherhood,

salam,

76. monde - Maret 29, 2010

bener.. Hari ini pada pinter2 komen.. Seperti pengamat motor bebek :p

77. bennythegreat - Maret 29, 2010

kata..siapa ya ane lupa. Mario Teguh?

do what you like and money will follow..

Henry Ford belum tentu benar lho…hehehe

keep brotherhood juga.. :p

78. obiezone - Maret 29, 2010

yang unik nggak hanya konsumen inodenesia lo mas…
komentator ninja250r juga unik! artikel e belum baca wis rebutan pertamak!hihihihihi

79. elsabarto - Maret 29, 2010

cuma baru bisa beli bebek, klo ada uang lebih baru kebeli motor batangan, lbh fungsional untuk perjalanan jauh…

80. Haryathama - Maret 29, 2010

well kalo menurut saya sih semuanya karena Brand, Konsumen yang sudah-sudah tidak terlalu mengedepankan desain, (keluali desainnya nyeleneh).
Saya baru mulai gabung di artikel2 ini, saya sendiri bekerja di salah satu dealer H**DA, namun masih banyak karyawan yang menggunakan merk kompetitor.
Fanatisme merk agak susah untuk di rubah, bahkan beberapa waktu silam (saat merk Y kurang promo). setiap motor yang di produksi merk H (walau model biasa saja) tetap aja laku keras.
Mungkin utamanya adalah menancapkan mind set mengenai suatu produk tertentu (contoh celana jeans kenapa sebagian orang masih mengucapkan merk tertentu untuk menggambarkannya).
Mungkin untuk merk lain harus memperbanyak promo dan grass activity yang mencakup BTL sehingga mind set dapat tercipta. (namun secara sehat)

81. ASH - Maret 29, 2010

hahahahaha…liat aja pemain bola sapa yang jago…yah komentator laaah…gw aja kemaren bkin desain booth dari 5 Ae ada yg jago bgt komentarnya 2 orang..pdhal g tau apa yg gw buat…wakakakakaka

82. bachex - Maret 29, 2010

@ 42 & 46 au_ah
sependapat bro!
konsumen kita kayaknya emang kurang menyukai desain spakbor yg cungkring dan lampu model lampu bego.

83. Bebekerss - Maret 29, 2010

Pabrikan : do what you like and money will follow.. ( makanya produksi Bebek )

kalau masalah sruntulan mah tergantung orangnya aja itumah…..coba buat statistik dari sekian pengguna bebekers berapa yg sruntulan ..hasilnya = tak berarti dari banyaknya pemilik bebekers

84. ASH - Maret 29, 2010

sundul lagi biar 300…

mana nehteam bakar2an belom muncul….

85. hampura - Maret 29, 2010

@75
Betul koq… (Ford T kalee ya) yang disukai orang banyak , kan bebek disukai orang banyak…buatlah sebanyak-banyaknya…..makanya yahonda bikin betik yang mau meluncur segera… disinipun banyak yang jual bebek…termasuk bebek goreng surabaya …padahal dijualnya di jakarta ..xi..xi..xi.. maaf ah buat yang gak suka bebek…mungkin kalo beli camilan suka nyuruh pembantu…. penyuka bebek biasanya suka jamaah…opo toh…..

86. bennythegreat - Maret 29, 2010

@ 82
coba buat data statistiknya bro.
bisa dimulai dari foto persimpangan berlampu merah dan hitung jenis motor yang melanggar garis putih.

ditunggu lho..

kalau ane sudah googling dan nemu beberapa link foto, mungkin mas Bebekerss bisa bantu hitung?

http://2.bp.blogspot.com/_YewjJa5Ct5k/SxdkAMmEcGI/AAAAAAAAAHw/IUsbYXV_Pis/s320/SR6.jpg

http://suciptoardi.files.wordpress.com/2009/06/img_0266.jpg

http://www.maludong.com/Images/Items/maludong-196.jpg

87. nick69 - Maret 29, 2010

Telaaat
Absen duduk di kursi 88

88. KillBill1 - Maret 29, 2010

Beli motor pertimbangannya: 1.model sesuwai selera, 2.dipakai segala jenis jalan, 3.dipakai buwat seisi rumah dengan segala kegiatan, 4.harga awal murah, 5.bisa dikredit (syukur kalo gratis), 6.harga juwal seken tinggi, 7.pajak rendah, 8.muatan banyak, 9.sperpat tersediya murah, irit tapi kencang, jarang (gak pernah) rusak, dan 10.bisa narsis (punya orang lain jelek semuwa)

89. Ekektra/kenthong - Maret 29, 2010

nunggu arisan ke 100 juga ah…

90. sof - Maret 29, 2010

Kapan dunk entry levelnya Sport mulai di bidik oleh pabrikan2 disini? cuma Kawasaki duank nih yg peduli, pabrikan yang lainnya cuek.

91. Ekektra/kenthong - Maret 29, 2010

@sof
lha…tuh..si tunder 125….

92. A Seen Bonsai Biker - Maret 29, 2010

@Sabdo
Kataku
bila motor ingin laku buatlah sport 250 cc dengan harga terjangkau

93. abepura - Maret 29, 2010

adohe,……

susah boss

94. mercon - Maret 29, 2010

sundul,, men cepet metu cepek,,,

95. hampura - Maret 29, 2010

Keperkasaan mongtor bebek (kebetulan jenis supra) pernah nonton di metrotv, wartawannya juga numpang. Diceritakan ojek yang menebus hutan belantara di Sulawesi, membuka jalan, tidur di hutan…mirip temen-temen Trabas…tapi berhari-hari…luar biasa ….. . Modif sangat ringan hanya menambah ketinggian sock belakang, ganti gir belakang yg agak gede dan pake ban tahu (tanpa siomay). Bukankan jenis bebek itu (C series) sudah dinobatkan the greatest motorcycle (c .. youtube) ? wajar donk kalo di puji (bukan syeh Puji …) :) …buat yg anti bebek…mohon maaf beribu maaf…

96. why-you - Maret 29, 2010

untuk keperluan sehari2 mah mending entry level lah…bebek yang murah2 gk perlu keren2 toh juga motor standar lebih tahan lama n gk bnyak masalah kalo gk di otak-atik sembarangan…

buat mejeng…udah ad bini, lagi juga mending gw pake roda 4 kalo mau gaya mah….

97. Bebekerss - Maret 29, 2010

yah kalau nggak tangguh mah mana mungkin R & D pabrikan nelorin bebek terus ……telor bebek lagi telor bebek lagi habis emang bebek yg maknyosss…..di jepang aja supercub jadi legend bukan yg buatangan kik..kik..kik

98. sabdho guparman - Maret 29, 2010

@aseen

setuju. . .
aku melu ngantri

keep brotherhood,

salam,

99. londo - Maret 29, 2010

motor itu buat gw yang penting…

1. Murah
2. Power gede
3. Akselerasi Spontan
4. gk perlu top speed tinggi wong macet koq
5. style yang elegan aj, kalo sporty tapi gk kenceng kan malu juga
6. kalo mau gaya beli sekalian ninja jangan motor murah ato bawa mobil

nah sekarang tinggal konsumen aj cari mana motor yang kaya gitu…
gw sendiri pengguna Revo n Skywave….

100. 100 x - Maret 29, 2010

DIAMANKAN!!!

101. Byson - Maret 29, 2010

Hmm. . .klo di pikir2 iya jg mas bro. . .kombi dr desain,brand image,harga,jaringan 3s dan harga jual kembali. . .itu yg bikin suatu produk laku. . .tp yg gak habis pikir tu suzuki. . .brand lain dah keluarin varian baru(abs revo,edge,vega) . . .suzuki msh nyantai aja ma smash,,msh di iklanin pula. . .apa ni strategi suzuki?setelah konsumen bosen ma produk2 yg ane sebutin tadi,,suzuki baru manfaatin momen. . .hmm. . .bingung ah

102. penerjemah a.k.a arif rakhman - Maret 29, 2010

@ kang opik 66
gpp deh kayaknya kang. dibiarin aja. siapa tau prinsipal ducati ngeliat trus trinspirasi bikin bebek mur mer juga. hehehe…….

103. mercon - Maret 29, 2010

@102
mmm,, ducati ngeluarin bebek,,, mantap juga tuh,, pasti bebeknya ndak kweek kweek lagi bunyinya,,

104. A Seen - Maret 29, 2010

bonsai biker finish urutan 103

105. jaos - Maret 29, 2010

kebetulanlah…ymki memang mengerti konsumen INA ini yg begitu unik, gak heran D.Beti bilang “bukan ngejar market share, tapi lebih pada touching heart”…soal market share pasti ngikutin. Nah itu sudah terbukti.
Memang juga saya akui ahm banyak belajar dari ymki. Tapi ymki belajar sendiri dan kreatif…

106. ASH - Maret 29, 2010

banyak kok yg make bebek cmn buat kekantor….kaya ditempat gw…cmn pake supra fit….tpi klo hujan deres kadang bawa land cruiser…

107. jaos - Maret 29, 2010

@106
nah..itu juga unik…banyak lagi yg kaya begitu. Jadi emang “terpaksa” bebek/moped tetap laris selamanya di INA…soalnya ada hal yg mana skutik gak bisa penuhi dibanding moped.

108. mercon - Maret 29, 2010

oot nih,,
jadi penasaran,, kenapa namanya disebut motor bebek ya,, aslinya dari luar negri sana kan namanya bukan bebek,, trus siapa sih yang pertama kali ngasih julukan bebek,,??

109. Bebekerss - Maret 29, 2010

yg pertama ngasih julukan bebek ya si HONBEK wuekekekekek..

110. Taufik - Maret 29, 2010

@mercon
menarik untuk ditelusiri . . .jujur saya juga belom paham hehe he he . .. ada pula yang menarik . . .motor bebek ini dibeberapa kolumnis/media luar dimasukkan kedalam kategori Scooter … rather than . . . kategori Motorcycle, cmiiw

111. Antrix - Maret 29, 2010

kalau kami di ACEH,,, YAMAHA, SUZUKI, KAWASAKI itu tetap aja disebut HONDA bukan’a motor. contoh’a kalau ada yang ucapkan motor Mio bukan’a Yamaha Mio atau Motor Mio yang diucapkan tapi malah “Honda Mio”
jadi menurut saya HONDA itu bisa menang karna Merk nya.

112. mercon - Maret 29, 2010

@bang opik
tadi inyong udah coba nyari di mbah wikipedia ama mbah google,, nggak nemu,,, :(
mungkin hanya Tuhan lah yang tau beserta staf2 nya,,,,

113. Maskur on Hati-hati Dengan Lampu Rem Anda - Maret 29, 2010
114. hadiyanta - Maret 29, 2010

mertuaku punya abs revo :-)

115. mercon - Maret 29, 2010

@114

aku lom punya mertua :(

116. elsabarto - Maret 29, 2010

@115
yo beli to dab, biar punya :lol:

117. Moncer - Maret 29, 2010

desain revo lawas memang meruncing bin sporty layaknya MX ataw Blade tapi tidak kehilangan unsur fungsionalitasnya. desain deknya masih gampang buat gantungin kresek sayuran dari pasar, masih gampang buat ngangkut galon air mineral dll. rata2 pembeli bebek entry level selain mempertimbangkan faktor harga juga faktor fungsionalitasnya. biar yang make gak cuma anak lakinya ke sekolah doang, tapi juga biar bisa dipake ibunya belanja ke pasar atau dipake bapaknya buat ngangkut hasil panen dari sawah

118. alrozi - Maret 29, 2010

@117 moncer
sepakat mas bro :P bro MR juga gak seneng yang pake 3D, tapi saya pribadi seneng lho, walaupun tidka fungsional… :P
ewh bro, desain revo 100 malah diadopsi oleh AP Honda Thailand lho…

@114 mas Hadi
temenku punya abs revo, ewh mas JA juga punya abs revo logh… namanya PONIYOL… hahaha

119. pemain baru - Maret 29, 2010

selera tetep bebek c-50 c70 c90…sayang belinya gak bisa kredit..

120. ashley - Maret 29, 2010

hadiyanta feat mercon feat om elsa

paa hubungannya mertua ama revo yah….wakakakaka…dasar anak TMC…..

moncer feat alrozi
desain 3d ala sayap mx dunk…fungsional dan keren….

pemain baru
sama saya jg selera ninin 250, RR atau nsr…sayang belinya gak bisa kredit ala revo….

121. ashley - Maret 29, 2010

antrix
suasana di aceh gmn bro….aman tentram saja kah…ohya para biker disana gmn….

122. Moncer - Maret 29, 2010

Kenapa pengendara bebek paling banyak melanggar ketimbang motor batangan?? Karena populasi mobek paling tinggi (karakteristik pengendaranya juga semakin heterogen) sehingga probabilitas untuk melakukan pelanggaran juga lebih tinggi. Tau sendiri angka penjualan motor batangan sangat jauh dibanding mobek n metik. dengan demikian potensi pelanggaran oleh pengendara motor batangan lebih kecil daripada motor bebek. Teorinya gini: dalam sebuah keranjang ada 100 butir telur ayam dan 5 butir telur bebek, maka kemungkinan telur yang busuk aka lebih banyak pada telur ayam ketimbang telur bebek.

Apakah itu berarti motor bebek (juga metik) menjadikan perilaku pengendaranya menjadi ugal-ugalan, semrawut dsb sehingga harus direstriksi produksinya?? Maaf, motor cuma sebuah perangkat. Kalo masalah perilaku yg semrawut gitu mah urusannya mentalitas pengendaranya, bukan karena motornya. Sama halnya di amrik sono kenapa geng2 beraliran brutal banyaknya pake Harley bukan cub?? ya karena populasinya lebih banyak harley ketimbang motor cub gitu. Apakah karena Harley trus mereka jadi brutal?? Nggak juga menurut saya.
Jadi gak ada jaminan bahwa membatasi motor bebek dan kemudian memperbanyak motor batangan bakal membuat mentalitas pengendaranya menjadi lebih baik. Man behind the gun kata mbah saya mah.

123. Aim - Maret 29, 2010

motor bebek bukan nya dibilang moped yah kalau bahasa inggris?? .. emag sebenernya beda beda tipis si sama skutik

124. Moncer - Maret 29, 2010

weh kok masuk moderasi ya??

125. hadiyanta - Maret 29, 2010

artinnya MONCER harus beli revo abs, biar punya mertua :-)

126. hadiyanta - Maret 29, 2010

halah salah ketik mangsudku MERCON

127. hadiyanta - Maret 29, 2010

Blog Stats
2,997,490 Hits, thks to The Visitors

menuju 3 jetiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

128. Moncer - Maret 29, 2010

@hadiyanta
Mirip tapi tak sama, apa ane mesti ganti nickname ya hehe….

129. hadiyanta - Maret 29, 2010

@ 127, ojo ganti, mengko ndak ora moncer kalo pake nickname baru.

130. C70 - Maret 29, 2010

Harusnya mesin c series tetep djual, cukup 90cc aja, harganya 8.5juta. Mesti laris

131. pemain baru - Maret 29, 2010

@c70
yang beli cuma saia dan anda om…
langsung ke loak cari stir c70..buat modif jd c70..

132. Sebarkan Cinta dan Kegembiraan Setiap Hari « Beauty and The Best - Maret 30, 2010

[...] Bebek Entry Level . . . Antara Fungsional dan Stylish [...]

133. diposedicigp8 - Maret 30, 2010

yang paling menang dari segala2nya : marketingnya :D

134. molinbangunan - Maret 30, 2010

Suzuki masing punya peluang……….

Salam
http://cariuang.tk

135. Admin - Maret 30, 2010

yang utama: service sparepart dan jaringan sales

136. amadnoy - Maret 30, 2010

NEW BOLT 2.0 LITE HANDLER 143
Aplikasi browser gratis internet untuk hp yang mempunyai memory terbatas.

137. yahonsuwakanja - Maret 30, 2010

@alrozi..moncer..mas hadi…
yg ndak seneng fender 3D karena ndak muat banyak belanjaan…bisa beli Smash 110…mumpung masih ada…

@mas Hadi…
hooh aq juga kadang2 blawur antara mercon & moncer…diwalik2 podho wae…jadi skrg kudu dipenthelingi…hehehehehe…..

138. Yudakuzuma - Maret 30, 2010

saya rasa memang tepat memberi 3 pilihan di segmen ini.
dengan model ekonomis seperti revo serta vega zr
dan untuk anak muda yang (memang) lebih bersahabat d kantong seperti blade dan jupiter z. hanya 1 rancangan menurut saya masih tidak menjamin keuntungan yg bagus

139. iip albanjary - Maret 30, 2010

aq masih melihat faktor sejarah, track record produsen motor tersebut di tingkat keluarga konsumen.
kebanyakan konsumen membeli motor tidak mendasarkan pada keputusan individu, tapi mendasarkan juga pada pendapat anggota keluarga yang lain. Honda sudah sejak jaman baheula menanamkan ingatan motor yang baik pada orang-orang tua kita Dan Honda selalu menjaga ingatan tersebut dengan keluarga produk-produk yang baru, dan tetap fungsional. Yamaha berusaha mengejar, kalo konsisten dengan investasi brand, tak lama lagi bakal menungguli honda.

nasib pemain baru hanya pada revolusi produk, khususnya harga. Coba deh buat produk motor dengan harga separuh dari motor honda dan yamaha… konsumen dengan senang hati bakal pindahan.

140. Realodix - Maret 30, 2010

Kapan dunk entry levelnya Sport mulai di bidik oleh pabrikan2 disini? cuma Kawasaki duank nih yg peduli, pabrikan yang lainnya cuek.

141. martini - Maret 30, 2010

market motor sport (batangan) di negri ini mertanggung..(halah boso ngendi iki) dengan harga 25jt, yang udah keluarga pasti milih mobil second (kecuali anak sma yang bokap-nya tajir ato anak muda yang duitnya mbludag), yang ekonomi dibawahnya pasti prefer bebek ato matic dengan alasan harga murah, kreditnya ringan..toh dari konsumen bebek yang bayar cash juga kecil, selebihnya leasing…….trus buat apa bikin produk kalo ketemunya rugi atau BEP! karyawan gak gajian trus demo deh…bakar2an beneran…..

142. apand - Maret 30, 2010

setuju mar..susah ngangkat penjualan motor sport kcuali tuh konsumen emang udah lumayan ber”ada”.

bensin naek 500 aj rusuh-nya minta ampun…gimana mau beli motor sport…

eh giliran udah beli, begitu kawin…bini bilang apa2n sih naik motor kaya gitu udah kaya preman aj…ato mau selingkuh lo gaya2n gitu!!

capek dehh…!!

143. Yudakuzuma - Maret 30, 2010

^
gimana gak rusuh bro… gope per liter naek
ntar 2 liter harus nambah seceng
lalu 10 liter nambah lagi goceng
gimana klo ukuran angkot… tanda2 setoran menyusut blaz tuh!

144. adriano - Maret 30, 2010

menurut sy pribadi klo hanya beli bebek, ngapain beli yg mahal coba..? kek fu, atau cs-1..? kecuali emang itu orang tajir dan speedfreak. Tapi selera setiap orang beda-beda sih (uniik).
Sekalian aja beli yg paling murah, toh fungsinya sama doang… Mau ngejar gengsi..? Hari gini gituloh…
Mau 110cc, 113cc,125cc,135cc, toh klo dijalan ga jauh bedalah kemampuannya.

Peace,
2 stroke underbone lovers

145. Totok S - Maret 30, 2010

Lumayan buat jalanan indonesia..
Cukup bebek…!!

146. Top Posts — WordPress.com - Maret 31, 2010

[...] Bebek Entry Level . . . Antara Fungsional dan Stylish Semua pabrikan memiliki varian entry level untuk segmen bebek. Honda  dengan Abs revo, yamaha dengan vega ZR, Suzuki [...] [...]

147. Jati - April 9, 2010

Mas, kalo emang ga suka Honda ya gapapa. Tapi lohonya Honda jangan dibalik dong… kasian tuh… udah ga bisa jualang produk, logonya dirusakin lagi…. hehehe piss

148. gita - April 19, 2010

mau share nih…. ane dah punya kawak edge. ane beli cash dapat diskon 1jeti. jadi total cuma 12,8 juta (lebih murah dari revo CW). Ane sempet kaget, kok promo diskon ini gak pernah kedenger, atau muncul di koran. Tapi…. bukan karena diskon ane beli tuh edge, tapi karena ane suka n bosen ngeliat motor-motor honda yang banyak berseliweran. Bebek yamaha???? Vega ZR terlalu sederhana (apalagi panel indikatornya), new jupi Z kalo diliat dari belakang aneh (walau kalo dipake yang ngeliat buntut itu orang laen, tetep aja ane gak suka).

Tapi sekarang dah gak dapet tas multifungsi kawasaki. Mungkin diganti diskon 1 jeti itu kali yah….. Btw ane beli di dealer hayam wuruk, JKT.

Soal performa, nih motor belum boleh ane geber. Masih masa break-in. Bisa jebol dong. Jadi masalah performa, no coment. Tapi sepertinya sih lebih bagus dibanding abs revo yang sering ane coba. Dari mesin ini, yang paling ane kagumin raungannya, maknyus. Ngebas, mirip-mirip motor batangan.

Handling…. Mantab abis (kalo dibandingin ama abs revo juga). agak kaget ketika posisi tangan agak mirip naek satria FU, tangan cenderung lurus (tinggi ane 173 cm). Gak tau yahh… kalo diajak jalan jauh pegel apa nggak? belum pernah sih. Wong belum dapat plat nomor + STNK.

Kawak edge ini punya bobot lumayan berat buat kelas 110-115 cc. Mirip supra x 125. Tapi itu yang ane suka. Soalnya pake abs revo, dibawa kenceng ni motor kayak ketiup angin. Terlalu enteng(in my opinion, lho)………

Soal spare part, ane dari dulu selalu pake yg orisinil buat semua motor. So… selama ada bengkel resmi sih gak masalah…. Trauma pake yang non ori, cepet rusak dan merusak…..

Harga jual??? Bukan itu yang jadi pertimbangan ane buat beli motor.

Yang pasti ane seperti jadi orang yang eksklusif pas naek motor disekeliling pengguna honda n yamaha yang buanyak banget. n suzuki kalo ada.

149. yohid - Juni 14, 2010

Karena daya beli masyarakat bawah indo masih rendah… celakanya mereka sudah ter-image dari jaman bahela motor bebek adalah HONDA…dan irit. jadi soal desain sporty nomor ke 200…. heheh :)

150. sssstttt - September 20, 2010

revo 100, bner2 stylish..

151. fathur rizqi - Oktober 6, 2011

yang saya tahu sih, smash itu motonya bagus kok, irit, gg mahal amat, dan tarikannya dahsyat bro, lu pada belum tau ajja kalau sebenarnya smas itu bisa nyaingin kecepatan supra x 125 cc. gg prcya???? motor gw buktinya, udah berapa kali diadu balap sama supra 125cc,,,, gag pernah kalah bung….. bahkan gigi tiga smash bisa ngalahin gigi 4 supra125 cc gimana gigi 4 nya?????? cuma orng Indonesia ajja yang bodoh,,, ereka hanya melihat di klasemen moto GP ajja, kana peringkat atas yamaha dan honda , makanya mereka lebih milih yamaha dan honda….. padahal suzuki itu lebih baik bunk ,,, motor gwa ajja udah 9 tahun masih kayak baru bro


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.592 pengikut lainnya.