Bro sekalian pada hari Ahad ini, saya menyempatka diri datang ke Sirkuit Internasional sentul untuk menyaksikan perbagai event balap motor sport. Alhamdulillah dengan meminta izin terlebih dahulu diperkenankan untuk meliput dari daerah paddock Pembalap. Seluruh perlengkapan TMC dititipkan di Paddock Ducati Indonesia Racing team. Tepat jam 10.55 Gelaran Supersport dimulai, Gelaran ini menurut haji Dyan Dilato seperti balap divisi Utama yang bahkan gengsinya mengalahkan balap superbike. Lho kenapa? Disanalah bertengger dewa-dewa balap motor sport Indonesia macam M Fadli, Harlan, Hendriansyah, Sudharmono, dan New Rising Star Satria dan Dimas.

Pertempuran kelas supersport ini hanya melibatkan 3 pabrikan . . . Yamaha, Suzuki, dan Ducati. Yamaha menurunkan 6 Unit yamaha YZF R6, Suzuki menurun kan 1 Unit GSX600 dan Ducati menurunkan 1 Unit Ducati 848 supersport. Yup Komisi racing Imi membolehkan mesin 848 cc 2 silinder ducati untuk bentrok dengan mesin 600 cc 4 silinder yamaha dan suzuki. Sepanjang Race terlihat Fadli dan Hendriansyah memonopoli posisi sepanjang Race. Bahkan Fadli dari Tim petronas Yamaha Indonesia sendiri akhirnya menjuarai Race super sport ini dengan total time race 31 menit, 42,526 detik .. .Β  dan disusul oleh handriansyan sekitar 7,5 detik dibelakangnya dan Sudarmono 26 detik dibelakang fadli.

Pertempuran yang menarik ada di papan tengah dimana bertarung 3 anak Muda dengan mesin motor yang berbeda. Harlan Fadhilah dengan Motor Suzuki GSX 600, Dimas Eki dengan Ducati 848 dan Dwi Satria dengan Yamaha R6. sampai pertengahan Lomba ketiganya terlibat aksi saling susul menyusul . . . sampai akhirnya entah kenapa harlan terlihat mengendurkan fightnya dan tercecer dibelakang Dimas dan Satria. Bro semua FYI Suharmono menjuarai podium ke Tiga dengan catatan 32:09:194, Dwisatria ke empat 31:09:546 dan Dimas ke Lima 32:09:564 . .. beda-beda tipis kan . .. ini menggambarkan serunya pertempuran di papan tengah.

Di akhir lomba sepertinya dilakukan scrutineering ..Β  .untuk mengecek tingkat keabsahan mesin yang digunakan dalam race ini . . . seperti pengecekan kapasitas mesin, muffler yang digunakan, full system atau slip On . . . FYI untuk seri super sport ini kalo nggak salah yang diperbolehkan adalah muffler slip on. Dan Rumornya hendriansyah mengundurkan diri dari proses scruit ini yang otomatis menggagalkan podium beliau yang akhirnya menempatkan sudarmono di podium ke dua dan Dwi Satria di Podium ke 3,Β  demikian laporannya . .. mau tau gimana battle of three blogger berlangsung di Junior superbike . .. nantikan postingan selanjutnya πŸ™‚

Taufik of BuitenZorg

keterangan foto :

  1. Saat start
  2. fadli podium 1
  3. pertempuran Dimas dan Dwi satria
  4. sudarmono

1 COMMENT

  1. @Harmi
    muffler slip on itu yang cuma ujung muflernya aja . . . sedangkan knalpot full system lengkap bersama leher-lehernya . .. pokoke full satu set

    misalnya gini :

    Administrator
  2. Sayang banget ya…
    Honda CBR 600RR gk ada,padahal d WSBK,d kls Supersport Honda begitu merajai begitu jg dengan Kawasaki,d tanah air malah 2 merek ini gk ada….!!!

    Guest
  3. Model slip on, exhaust dgn peredam dibuat terpisah. Biasany didukung dgn spring 2pcs untuk memperkuat sambungan. Cntony suzuki skywave kalo g salah. Cmiiw 😎

    Guest
  4. @robby
    ya CBR gak ada ZX 6R juga gak ada yang pake . . .mudah2han seri2 atau musim2 kedepan ada πŸ™‚

    @MotorKencang
    aku belom memndapat kerangan resmi dari tim AHRS . .. kayaknya sih ada masalah teknis . . .diawal2 harlan cukup kenceng koq

    @earphane
    848 walaupun segitu . .. cuma 2 silinder . . . kalo gak salah AMA supersport juga udah memperbolehkan 848 masuk race supersport, cmiiw

    @mercon
    wew mo ngikut supersprot ?. . .mantab

    Administrator
  5. mas,lha katanya di race supersport, mesinx boleh dioprek abis2an, tp kq knalpotx g blh full system?
    Apa malah yg superbike stock blh pk full system?

    Guest
  6. @ Taufik – All

    Selaku manager Spiritual tim Ducati indonesia Racing Team :mrgreen:

    Hendriansyah resmi mengundurkan diri dari Scrut, dan posisi runner up diambil oleh Dharmono. Sedangkan regulasi 848 di Supersport mengaca pada aturan AMA, dan kebetulan tanggal 27 maret kemarin memang Larry Pegram berhasil tampil sebagai juara. Thx .

    Guest
  7. Wuih seru bgt balapanya y..tp wlaupun ducati cc nya 848, msh sah2 aj d ktegori super sport..krna silindernya cman 2..yg pntg tenaga mtornya imbang gx liat cc

    Guest
  8. @Jadul
    yup kalo nggak salah dulu suzuki yah?

    @Bro satar
    thks for the confirmation πŸ™‚
    nah . .pernyataan resmi dari manager Tim Ducati nih . . .berati bener alesan ku yah .. . mengacu pada regulasi AMA supersport

    Administrator
  9. Saya baru tahu kalo kelas superport kita,homologasinya dari AMA bukan WSSP. Terus kalo kelas superbike apa juga adopsi AMA? aku masih sangsi kalo istilah balap superbike (1000cc s/d 1200cc) /supersport (600cc s/d 850 cc) seharusnya menggunakan istilah superstock 1000 dan superstock 600. Ada yang bisa jelaskan?

    Guest
  10. @helmi^^
    menurutku . . .penggunaan regulasi ala AMA ini agar lomba bisa rame dulu . .. karena regulasi AMA ini terlihat lebih fleksibel dengan dimasukkannya 848 .. . mungkin nantinya bisa lebih baik lagi
    mungkin bro satar atau pak nug nanti yang bisa jelaskan lebih lanjut mengenai supersport indonesia yang regulasinya mirip superstock 600

    Administrator
  11. balapan kayak gini diliput di tivi gak sih..
    kan asik tuw liet balapan model moge gini tapi indonesia semua..

    Guest
  12. @ KillBill1

    Nah menurut wangsit dari gunung sahari, kenapa di Indonesia menggunakan regulasi AMA karena lebih fleksibel. Pasalnya dengan regulasi fleksibel saja peserta kelas supersport saja sudah sangat sedikit yaitu 9 peserta. Itupun cuma 2 dari pabrikan (Dimas-Ducati) dan (Harlan-Suzuki) sisanya M.Fadli & Dharmono (pertonas Yamaha) , Hendriansyah-Satria (ASH Yamaha), Gogor Ristanto (IMI Yamaha) , Rafid Topan & Nico Julian (Prevateer Yamaha) merupakan tim Privateer yang tidak didukung ATPM.

    Hal ini dikarenakan biaya turun di ajang ini memang mahal teunaan, bisa dilihat di artike ini : http://ducatimonster.wordpress.com/2010/04/03/kejurnas-supersport-muahal-tenan-cuma-9-peserta/

    padahal jika ingin mengikuti rules yang sebenarnya minimum peserta untuk start adalah 15 pembalap. Dengan dibuat fleksibel beginipun pesertanya masih sedikit.

    Mengingat regulasi Supersport yang mirip superstok mau tidak mau terpakasa dilakukan agar tim tidak over budget. dengan regulasi inipun rata rata tiap tim minimal mengeluarkan dana lebih dari 1 milliar per motor, minimal!

    untuk kelas Superbike lebih kendor lagi, bahkan kapasitasnya adalah Full Spec 600cc 4 silinder atau 1000-1200cc Stock. Itu juga kekurangan pembalap.

    karena baik pembalap supersport-superbike nasional meski skill nya sama bahkan lebih dari pembalap profesional kebanyakan mereka balap dengan modal sendiri πŸ™‚ jadi nggak heran mereka bisa ikut balapan atau nggak ikut balapan dengan bebas. Meski sayang juga sih ngelihat skill mereka yang nggak terpakai . Tapi mau gimana lagi, sebagai pembalap dan bos-bos perusahan besar yang saben hari naik S-Class atau Alphard kontribusi mereka di ajang balap nasional tetap harus dihargai. Toh pembalap profesional muda kita justru malah banyak belajar dari mereka. πŸ˜€

    http://ducatimonster.wordpress.com/2010/01/08/singa-singa-superbike-nasional/

    Guest
  13. -Kabar doni tata gmn ya masih balapan atau kuliah? πŸ˜€
    -jd jumlah silinder pengaruhnya gede ke power? Kira2 ada ga ya (atpm lokal) yg sanggup berinovasi bikin motor dibwah 250cc multisilinder?

    Guest
  14. @ Taufik

    Fik, minta fotonya ya πŸ˜€ … maklum kamera gw kan cuma kamera HP πŸ˜† ntar kalau mau bantuan hal ghaib gw kasi gratis

    Guest
  15. R6 memang perkasa!

    Di ajang WSS memang resmi mundur karena pertimbangan alokasi dana yang mesti diperketat dan selektif, imbas dari krisis ekonomi.

    Tapi diajang Superstock tetap suport penuh.
    Hasilnya di ajang Supersport seri I di Potimao minggu lalu, podium disikat bersih sama R6.

    Jadi walau mundur dari WSS, penggemar roda dua tetap ngerti kalau:

    YAMAHA SEMAKIN DI DEPAN!

    Guest
  16. 43. 848
    bisa dimaklumi soal ducati main di supersport ngelawan motor Jepang 600cc, karena Ducati gak kuwat ngelawan kalo cuma pake 750cc 2cylinder (mirip kasus kebijakan Ducati turun memakai 1200cc buat melawan 1000cc 4silinder).
    Tapi kita ada kemajuan sedikit, karena tidak mencampur pembalap beneran digabung dengan pembalap hobby dalam race.
    Balapan motor itu memang padat modal makanya perlu dukungan dana dari segala penjuru (ATPM/pabrikan/sponsor/pemerintah). Saya lebih condong menyebutnya Indonesian Supersport/Superbike Championship, sebaiknya aturan perlombaan balapnya saja mengadopsi dari luwar, tapi dengan spek mesin menyesuwaikan kondisi kita.
    Tugas bersama untuk memajukan balap dengan menciptakan regulasi balapan yang kompetitif (tidak ada dominasi yang membosankan) dan murah meriah dulu.
    Terimakasih atas penjelasannya,bro.

    Guest
  17. LUMAYAN SAMBIL NUNGGU MOTGP…

    baguslah ini mulai digiatkan…
    kalo mo ke pentas dunia… pembalap2 kita HARUS/DIWAJIBKAN naik motor2 macam ini… JANGAN BEBEK…

    Sementara Ada salah kaprah …” hanya karena bisa bawa NINJA150RR/NSR150 kenceng” berarti bisa bawa 600CC-1000CC… kenceng pula… WADUHHH
    Motor2 sport berCC besar macam CBR600-R6-GSX-ZX-848-RSV4 dll-nya memiliki handling yang SANGAT JAUH BERBEDA…

    Ingat? kelas capungnya MOTOGP(125CC) motor 2TAK bertenaga bengis .. catatn waktunya /lap bisa jauh melebihi ctatn waktu supersport kita…

    BELUM LAGI Faktor NYALI …wong biasa bebek belok paling kenceng 60..80kmph.. LHA ini beloknya pas di 250kmph… gimana tuh??? KALO GAK BIASA???

    USUL :
    Pabrikan/ATPM : siapkan motor khusus sport dengan CC BERJENJANG dari 125-150-250 ..okelah gak uash yg hebat2 kayak eropa …..
    TAPI PALING TIDAK PEMBALAP PEMULA SUDAH WAKTUNYA BALAPAN DENGAN MOTOR “TIPE LAKI”…. setidaknya…mulai dengan handling yang berbeda

    Guest
  18. @ 48.KillBill1

    sebenarnya pembalap Hobby kalau mereka memang “masih” mau ikut sih justru lebih baik. Seperti Arie Yuwono, Abel sampe Thomas Elperman tapi itu tadi mereka emang “mood2tan” banget. Any way Yamaha sendiri meski nurunin 7 motor malah YMKI nggak support. Gimana nih?

    Guest
  19. @ 51. 848:
    iya makin rame kalo yang hobby bertempur sesama hobby pada turun lintasan semuwa, sekalian silaturahmi.Bro
    Pabrikan masih pusing memikirkan persaingan/ rebutan juwalan motor kapasitas kecil. Prioritas utama tetap bisnis.

    info +an: best time Sentul di Supersport masih dipegang Vittoriano Guareschi (Yamaha Belgarda) waktu supporting race kejuwaraan WSBK 1997 dengan waktu 1:31,lupa. sudah pecah/belum ya?

    Guest
  20. @52
    kayaknya best lap jaman wsbk sulit pecah bill, kondisi aspalnya udah beda. rider top farrc dg teknologi motor baru rata2 cuma 1:32

    Guest
  21. ? 53.joy :
    boleh jadi beda di faktor tarmac tadi, tapi teknologi motor YZF R6 jaman pra millineum itu tidak sekencang sekarang dan regulasi saat itu juga tidak sebebas WSSP sekarang.
    waktu tempuh perlap 1minit 32 saat, dicetak Hamaguchi/hammer atau pembalap melayu atau thailand petronas yang dapat,bro?
    (sambil mengkhayal seandainya WSSP tahun ini di gelar di Sentul: Safouglo,Laverty atau Lascorz bakalan naik podium!ngimpi mode ON)

    Guest
  22. Ninja 250 khok malah lambat bikin reportnya bro taufik…., padahal kan blog ini ma ninja 250r wordpress lhoo….,
    Di tunggu reportnya………..
    Thanks

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here