Bro sekalian, dinamika perubahan pola segmentasi sangat lumrah terjadi di ranah bisnis, apa lagi di sektor real. Dengan dirilis dan diperkenalkannya Honda new megapro dan Yamaha Byson oleh masing masing Pabrikan bisa jadi merupakan salah satu indikator bahwa keduanya mulai terkena efek imbas penetrasi Pabrikan R2 asal India yang sepertinya perlahan-lahan tapi pasti telah merubah pola segmentasi motor sport di negeri ini. New megapro merupakan motor yang mayoritas mengambil garis desain Honda CB Dazzler nya Honda India, sedangkan Yamaha Byson walau memiliki DNA FZ series, faktanya mengambil desain FZ16 nya Yamaha India . . . beberapa ciri khas karakter karakter sport India yang kuat diusung oleh bajaj dan TVS  pun diadopsi keduanya seperti headlamp street fighter dan spedometer digital.

mengutip komentar menarik bro yahonsuwakanja kemarin bahwa ” kalau sudah begini penetrasi pasar yg sudah dilakukan oleh pabrikan India di mari ( TVS & Bajaj ) akan menghadapi tembok yg sangat kuat. Disadari / disengaja atau tidak duo motor Honda dan Yamaha yg mengandung dna India ini otomatis akan mengobrak-abrik konsntrasi penjualan TVS & Bajaj ” . . . hmmm mungkin ada benarnya juga . .. Masalah mesin mungkin Bajaj-TVS-Honda-Yamaha bisa jadi sama bagusnya . . . jadi tembok kuatnya itu apa dong? saya mensinyalir barier atau tembok kuat itu adalah Brand Equity Merk jepang yakni nama besar Honda dan Yamaha yang kadung mengakar kuat di mindset Konsumen Indonesia, gimana menurut bro semua? silahkan di Share, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Thks to bro yahonsuwakanja for the inspiration 🙂

Update :

silahkan simak Komentar Kang Udin D’Kabayan Berikut ini :

mediaindonesia.com

sayah mah positip tingking sajah
bahwa pabrikan-prabikan jepang itu sebenarnya punya rahasia perusahaan berupa tekhnologi2 yang super canggih, tapi mereka tidak sembarangan brojolin produknya dengan pembenaman tekhnologi super canggih itu begitu saja sebab ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
1. biaya
2. SDM
3. kemampuan produksi/pabrik
4. kesiapan para montir n sapras bengkel utk melayani aftersales
5. kesiapan masyarakat selaku user

1. Biaya
Setiap ada tekhnologi baru super canggih, tentu memerlukan biaya besar karena berhubungan dengan material yang digunakan, hal ini akan berpengaruh terhadap harga.
2. SDM
Teknologi canggih pun gak bisa dibenamkan pada suatu produk kalo SDM-nya belum menguasai tekhnologi tersebut, karena produk yang akan diproduksi tentunya secara masal
3. Kemampuan pabrik
di samping SDM, sapras pabrik pun harus menunjang untuk brojolnya produk berhightech
4. Pelayanan after sales
ini pun sangat menentukan, sebab akan menjadi masalah fatal jika suatu produk berhightech dibrojolin, tapi gak ada penanganan yang serius aftersalesnya.
5. Kesiapan masyarakat selaku user
hal ini pun harus dipertimbangkan, mungkin bagi masyarakat yang tingkat pengetahuan tekhnologinya sudah maju dan merata (seperti negara-negara maju), tidak akan terlalu bermasalah, tapi bagi negara berkembang pasti akan menimbulkan masalah. di negara berkembang pengetahuan hightech belum merata.

yang jadi tujuan utama pabrikan so pasti profit alias duit-duit-duit …..
buat apa memproduksi motor yang berhitech tapi harganya mahal, aftersalesnya jelek dan banyak masyarakat yang bingung untuk menggunakannya …. ujung-ujungnya kan gak dibeli oleh masyarakat….

nah pabrikan jepang sangat berhati-hati dalam hal ini, mereka melakukan tahapan-tahapan untuk memproduksinya.

namun ada suatu “keberanian” dari pabrikan indihe, cuma hal-hal di atas kurang diperhatikan …

tetapi “keberanian” pabrikan indihe ini sebenarnya mempunyai “keuntungan” bagi pabrikan jepang, jepang dapat mempelajari penetrasi pabrikan indihe ….. dan ternyata, dari segi style pabrikan indihe cukup digemari oleh masyarakat Indonesia ……

maka dengan strategi “bertempur” di negerinya sendiri (indihe), pabrikan jepang mengeluarkan produk dengan cita rasa indihe, lalu produk dengan dna indihe ini digiring ke ina …..

dengan modal brand equty yang sudah menancap di benak masyarakat ina, maka produk jepang citarasa indihe ini pun siap mengobrak-abrik produk-produk indihe di ina, walaupun tekhnologi engine-nya tidak “wah” alias biasa-biasa saja, dengan kata lain masih tekhnologi “lama” dengan ada refresh di sana-sini.

tetapi menurut sayah mah bukan hanya brand equity yang menjadi barrier bagi produk indihe….kualitas pun nampaknya masih perlu dipikirkan matang-matang sampe kepala botak. contoh-contoh kasus yang para komengtator ungkapkan di atas memperlihatkan tentang kualitas pabrikan indihe masih di bawah jepun

dengan demikian sekarangmah tinggal dikembalikan kepada vijay dan satosi otomo, mereka berdua bisa saling mempelajari gaya masing-masing dalam mengolah bola
mau gaya jepang atau gaya indihe, atau kolaborasi dari keduanya
masing-masing bisa saling mempelajari dan pertempuran akan semakin seru, karena pada akhirnya kualitas-lah yang utama …

cukup demikian komentar dari D’Kabayan yang bobot-nya masih jauh di bawah rata-rata para komengtator2 lainnya yang sudah menguasai ilmu permotoran.

maklum D’Kabayan cuma bisa mangap dan calangap, itung-itung menyalurkan bakat politiknya yang jenius dan brilian … hihihiy

1 COMMENT

  1. benul dan setuja kang,,, image jepang sangat kuat di masyarakat. ini dilihat dari bykx pengguna didaerah yg terpencil yg memang lebih cenderung ke motor jepang. mereka lebih memilih jepang -notabene lebih mahal- buat aktivitas sehari-hari. (opini.coid)

    Guest
  2. Yang perlu dibenahi dari Bajajjj dan TVSsss adalah Service & Sparepart, kalau mereka mau bener2 jualan motor di indonesia sampai kiamat, harus memikirkan secara serius kedua hal itu. Inilah bedanya honddda, yyyamahhaa dengan bajjjaj dan tttvvss

    Saya pernah servis, ngantri dari jam 09:10, dan baru selesai jam 12:00
    Oh iya kabel spedometer Pulsar UG4 saya modelnya adalah sensor, jadi bener2 wire, ada 3 kabel tembaga yang keluar dari olor spedometer dan masuk ke panel spedometer, celakanya setelah kemarin mencapai 14.000km, kabel spedo kayaknya mati, dan setelah baca2 diforum khusus pulsar, kayaknya banyak kasus seperti itu. Lha dulu kharisma saya sampai 5 tahun saja belum pernah ganti kabel spedometer, memang beda teknologi lah, tapi kalau belum sethun saja harus ganti kabel spedometer, ya perlu dipertanyakan.

    KOBONG iki mengko warunge.

    Guest
  3. TVS sm Bajaj harus banyak beramal dulu di indonesia…. :mrgreen:

    belajarlah sama Y…. pd dasarnya konsumen di indonesia cukup terbuka terhadap produk baru asaaaaal berkualitas dan kualitasnya teruji dgn harga lebih terjangkau. jangan lupa promo yg gencaaaaaaar. tunjukan kualitasmu. ingat dulu Y tidak lebih baik dari S. sekarang bisa meladeni permainan raksasa H yg udah bercokol jd penguasa pasar puluhan tahun.

    sebetulnya dgn duo raksasa jepang meluncurkan produk rasa kari secara tdk langsung menunjukkan kalau design inspektur vijay cukup diterima bukan…??? tinggal bagaimana mengambil kepercayaan konsumen entah dg meningkatkan kualitas baik produk, layanan service di beres, layanan purna jual, 3s, promo dll…..

    cmiiw… semoga sukses pabrikan india, dan bangkitlah pabrikan indonesia…..

    Guest
  4. Asal ada nilai plus yang tepat sesuai harapan bikers sini yg disodorkan pabrikan India, bisa lah tetap bersaing dgn pabrikan Jepang. Motor India uda punya penggemar fanatik jg di indonesia setau gw…….

    Guest
  5. perlu bukti slama puluhan tahun mas, seperti yg udah dilakukan jepun
    tp bajaj udah lama ding ya..yg roda 3 :mrgreen:

    Guest
  6. @20.. bagus lah kalo ada perang motor.. dgn gabungx kompetitor baru, kualitas bakal dipertaruhkan dan harga mgkn bisa lebih murah dari sekarang…

    tapi lebih terfokus pada berita “terpopuler” di sebelahnya bro.. hahahaha..

    Guest
  7. Effek penetrasi pabrikan R2 India di Indonesia mulai menjangkiti segmen Sport?
    ==============
    mngkin lbh pas gini …

    Effek penetrasi pabrikan R2 jepang di India mulai menjangkiti segmen sport di Indonesia … hehe …

    Guest
  8. tetep setia dengan p200 ku 😀
    performance motor ini diatas motor rata² n sesuai kebutuhan ku yang demen touring and power gede
    andai kalo bisa bodi byson tpi mesin pulsar hahahha

    Guest
  9. Numpg absen gan… :O
    hmm…ne sama saja mrip Perang Dunia R2, hehe… *versi Roda 2

    india Vs Jepang

    AnyWay, keaNya mas taufik ngetikNya ampe ngantuk ntu.. Tpi ttp Semangat 😀
    Bravo mas Taufik 🙂

    Guest
  10. Mungkin aja pola berfikir masyarakat kita berbeda dgn negara negara lain dimana kalo udah milih merek ini dan ternyata udah terbukti keawetannya maka enggan berpindah ke merek lain,misal semua motor yg bermerek honda itu irit,dan motor yamaha itu boros walaupun beda secondok skalipun ,tetep sampai kapanpun pemikiran seperti itu terus berlanjut

    Guest
  11. @ 34. Biker46
    —————————————
    menurut gw sih, justru itulah pentingnya membangun image sebuah merek 😀
    Hampir semua perusahaan berusaha sekeras mungkin untuk menanamkan image dan ciri khas yang kuat sehingga konsumen menjadi loyal dan terpuaskan. Itu salah satu strategi utama dalam berbisnis.. 😀

    apalagi di Indonesia, strategi ini sangat ampuh, sebab rata2 orang Indonesia enggan menerima sesuatu yang baru; selama yang jadul masih memuaskan, buat apa pindah ke merek baru yang belum teruji? Mungkin begitu kira2 pemikiran orang Indonesia menurut gw, rasional memang. Tapi itu hanya mayoritas lho, masih banyak oarang Indonesia yang menerima sesuatu yg baru dengan terbuka

    Guest
  12. menanamkan image dan ciri khas yang kuat sehingga konsumen menjadi loyal dan terpuaskan. Itu salah satu strategi utama dalam berbisnis.. 😀

    apalagi di Indonesia, strategi ini sangat ampuh, sebab rata2 orang Indonesia enggan menerima sesuatu yang baru; selama yang jadul masih memuaskan, buat apa pindah ke merek baru yang belum teruji? Mungkin begitu kira2 pemikiran orang Indonesia menurut gw, rasional memang. Tapi itu hanya mayoritas lho, masih banyak oarang Indonesia yang menerima sesuatu yg baru dengan terbuka

    Guest
  13. info di detik dua hari lalu..
    byson adalah desain aseli indonesia yg diriset pada 2007, kenapa brojol di india duluan adalah soal prioritas aja dan kepatuhan yamaha indonesia terhadap yamaha global.
    kalo dazzler gak tau tuh, apa sebelum di india belum pernah dipasarin di negara lain juga ??

    Guest
  14. Baca dari beberapa artikel test rider (wartawan otomotif & blogger), katanya desain kedua motor ini (nmp & byson) asli desain buatan indonesia, cuman memang dirilis duluan di india mengingat produk world wide, cmiiw. ada yg bisa lbh menjelaskan? 😉

    Guest
  15. lagi pengen new mega pro tapi klo misalkan tampilannya kya gini http://i38.tinypic.com/24ex4t0.jpg

    karena ga kya gitu jd inden byson aja ah….

    Guest
  16. menurut gw sebagai pendatang baru,bajaj cukup berhasil dan niat mereka ga cuma jualan tapi juga terus memperbaiki kualitas after servicenya.lihat saja,bengkel2 bajaj mulai banyak bertebaran di jabotabek.ga tau,deh kalo di daerah..

    Guest
  17. oke, lah berarti semakin diterima masyarakat indonesia yang awalnya design india yang agakke street fighter-an + ke alien2 an, siiiph ternyata design aero dinamis dah mulai menjadi trendsetter

    titip lagi ya mas:

    http://azizyhoree.wordpress.com/2010/08/24/plus-minus-pemakaian-ban-velg-gambot/
    tank’s

    Guest
  18. 45. Onthel
    aku juga membacanya . .. hmmm menarik, mungkin sepertti vixi yang diriset dari 2003 dulu . .kalo ada kesempatan sy cek ke yamaha langsung, tapi jangan2 honda juga begitu, secara desain sasisnya juga mirip megapro dan GL series nanti di cek juga aahh . .. wallahu alam deh 🙂

    Administrator
  19. @ onthel dan mas taufik

    ini sy kopikan komennya wong deso

    byson asli INA?
    buktinya apa? kata petinggi YMKI?
    byson brojol bulan Juni?kata petingginya juga…

    desainnya dari mana bisa nanya sama temen2 yang kerja di vendor YMKI… di drawingnya kan ada tuh nama desainernya…
    kalo namanya Tukul Arwana berarti INA,
    kalo namanya Kumar Singh berarti India…
    kalo namanya Hidetoshi Nakata berarti Jepang…
    xixixi…

    Guest
  20. Saya kira masalah spt mas
    Hadiyanta itu terjadi pd
    bbrp motor teman sy juga.
    Tidak hanya kabel speedo,
    tp cat yg mbulak, accu yg
    habis lg mahal, trus mulai
    matinya bbrp lampu indikator
    yg putih itu.
    Celakanya di Malang cuman
    satu thok….
    Itulah yg mbuat temanq
    justru mau mengganti PZ00
    nya ke motor lain…

    Sayangkan….

    Guest
  21. Kalo mnrt ane sih utk skrng2 ini emg merk jepanglah yg punya kualitas baik dr segi motor maupun jaringan 3s nya, selain itu utk pabrikan lain ada emg yg kualitas udh bagus tp jaringan 3s nya yg blm mumpuni,

    http://shuenk.wordpress.com/2010/08/24/reyen-yamaha-v-ixion-berdasarkan-buku-petunjuk-pemilik/

    Guest
  22. oleh sebab itu saya mepercayakan motor baru saya dari india. 🙂
    Terutama merk bajaj. 😎
    Berkaca pada bajaj yg sudah eksis di Indonesia dari tahun 1975 (bentuk scooter/ Vespa) dan terbukti awet serta tangguh walau sudah lebih dari 20 tahun dan tetep eksis hingga detik ini (bajaj orange 2 tak roda tiga yg sdh ada dari tahun 1980an).
    Kualitas produknya gak kalah sm merk jepang.
    :mrgreen:

    Guest
  23. bajaj ato tvs mungkin bisa contoh minerva

    pake monoshock
    cakram belakang
    upside down

    harga cukup 12 juta

    olinya pake shell ultra, nah….awet kan

    Guest
  24. Yamaha byson asli Indonesia?
    monggo di cek >> http://j.mp/acIsQL

    *kalo beneran asli desain anak Indonesia, dan melihat komentator yang ingin asli buatan Indonesia…sudah semestinya Yamaha Byson lebih laris dibanding NMP
    kalo ndak yaaa…. komentator=kakean cangkem tok!!

    Guest
  25. rasanya direksi dan manajemen Bajaj dan TVS perlu mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada komengtator di sini……. loh…loh…..kleru ya (bercanda mode: ON)

    ok serius neh. Bajaj dan TVS harus terbiasa dengan konsumen Indonesia yang sangat kritis. rasanya memang tipikal konsumen Indonesia selalu menuntut nilai tambah, kualitas terbaik dan duo raksasa Jepang itu sepertinya berhasil memenuhinya.

    saya khawatir secara subyektif merasa bahwa sebagian besar konsumen di India mungkin tidak terlalu mempedulikan hal-hal yang detil, merasa cukup puas jika motor bisa jalan (coba baca-baca berita seputar isu recall Pulsar 135 LS dimanapun). pada akhirnya, Bajaj dan TVS tidak dituntut menghadirkan produk dengan kualitas tertinggi.

    setelah beroperasi di Indonesia, Bajaj dan TVS seharusnya menyadari hal-hal tersebut. ingat, pemirsa Indonesia sudah bosan dengan film India yang awalnya penuh dengan baku hantam. era baru dimulai dengan Shah Rukh Khan lewat Kuch Kuch Hota Hai. lagi-lagi setelah itu banjir film India dengan genre serupa. toh, lama-lama pemirsa bosan juga sampai sekarang.

    jadi, dengarkan konsumen, meskipun terkadang bawel dan terlalu menuntut. tapi, yahhh…. itulah aturan sederhananya (rule of thumb).

    Guest
  26. Mungkin bener juga kalo dibilang motor Indihe cukup berpengaruh, dan kalo tak segera diantisipasi oleh ATPM Jepang bisa2 pelan tapi pasti memperkecil gap. Soalnya ATPM India juga mulai mengembangkan aftersales n servicenya yg selama ini jadi titik terlemah produk India dibanding Jepang. TVS di Jogja aja dealernya udah tambah banyak, sementara Bajaj juga mulai tahun depan pabriknya di Cikarang udah beroperasi(dari link mas Hadiyanta) yg artinya mereka benar2 serius bermain di pasar R2 Indonesia.

    Guest
  27. emang mongtor di indie lebih bagus designya ketimbang di kita,dr dulu cba indinesia cmn di kasih model yg jadul..khusus merk Y,H,S klu K paling ok…

    Guest
  28. Menurut Pandangan Saya :
    masyarakat indonesia dominasi terpengaruh oleh brand brand besar, sebut saja honda, yamaha dll.
    sekalinya pabrikan tersebut mengeluarkan motor baru pasti langsung disanjung sanjung tanpa mengetahui perform motor tersebut. sebut saja honda tiger, meski masih pakai mesin konvensional, masih saja banyak yg beli. yah ga jadi masalah kalao ada apa apa, kan banyak ini dealernya, klo ada apa apa, atau dimana, selalu ada bengkel yg bisa nanganin.
    menurut saya, bila dibandingkan dengan p200, pulsar itu secara motor jauh di atas tiger. kalah di merk aja. kalo pulsar keluar dari brand honda pasti laris manisnya luar biasa.
    btw bengkel2 motor jepun banyak sekali di tanah air, klo rusak gampang benerin. sedangkan bengkel2 motor indihe masih jarang, mungkin karena jarang bermasalahnya jadi ga perlu pasang dealer dimana mana B) , p200 ane aje udah 2 tahun no problemo until now, memang semua tergantung dari perawatan dan pemakainya sendiri………. betul betul betul ??

    Guest
  29. FZ16 design Yamaha Indonesia?
    HOAXX bangett….

    Buktinya di india dah ada 3 varian
    FZ16
    FZS
    dan sekarang malah ada
    SZ-X (mesin sama design yg lebih india bgt)

    dan Indonesia? Inden aja lama..

    Guest
  30. ngomong2 Design asli Yamaha Indonesia / YMKI
    bisa jadi lho ya kalo cuman design ban belakang nya yang lebih kecil dari asalanya sana…
    hahahaha ato maksudnya kebagian design buat / dudukan plat nomer / tromolnya 🙄

    tapi tenang saya tetep vote untuk for Bysen daripada Desler :mrgreen:

    Guest
  31. Memang langkah Honda dan Yamaha memindahkan pertarungan di India ke Indonesia, tidak lain juga untuk melawan pabrikan India baik Bajaj maupun TVS. Dengan desain yang sama, otomatis orang yang tadinya akan beli motor India jadi berpikir 2x dengan kehadiran motor dari 2 pabrikan Jepang ini yang sudah kadung memiliki nama besar Indonesia. Tanpa kita sadari, permainan perusahaan besar Honda dan Yamaha dalam hal nasionalisme dan persekutuan bisnis begitu kuat, dapat diacungi jempol.

    Hidden Agenda has come……

    Guest
  32. @ 45. Onthel
    Memang desain byson asli Indonesa, desain kick stater byson lebih tepatnya. Tahu kan, kenapa aku nggak percaya klaim pabrikan begitu saja?

    Guest
  33. IMHO
    kayaknya sedikit berlebihan kalo dibilang India sentris.
    Motor sport berlampu street fighter di marih saya rasa diawali oleh Ninja 150, yang saya rasa bukan diawali dari Indihe.
    Terus NMP, informasi yang saya dapat sebenarnya awal developnya di Indonesia malah… tapi kenapa loncingnya Indihe dulu saya kadit itreng.
    Byson bukan hanya turunan fz 16 indihe, tapi turunan fz series dunia (CMIIW).
    Terus jangan lupa CB300 brazil yang gambarnya pertama kali saya lihat dari ninja250r.wordpress.com (warung sapa saya lupa 😀 ) dengan HL street fighternya, saya rasa gak berhubungan dengan tanah hindustan.

    So… desain street fighter saya rasa bukan demam dari hindihe, tapi memang tren dunia terupdate.

    Guest
  34. Setelah saya perhatikan dngn seksama,
    Wajah bro taufik memiliki DNA mirip dngn Master Joey sandy…
    Cm syng bro taufik krng tinggi…
    Xi xi xi… Saudara kah,??

    Guest
  35. mmhhhh…..montor india pada datang dimarih…..ayo klo kalian memang mau fight tunjukan kualitas kalian….terutama dalam mengambil hati orang indonesia dan jangan lupa jaringan 3S-nya….he he he…contohlah yamaha yang bisa mengambil hati orang indonesia….contohlah honda yang begitu mengakar diindonesia…ambillah contoh yang baik dan ambillah hikmah dari mereka yang gagal….

    Guest
  36. ngemeng2 tentang klaim pabrikan bahwa Byson adalah desain asli Indonesia, mari kita tantang pabrikan itu. mereka harus bikin desain asli Indonesia yang didasarkan pada masukan dari semua peminat motor, ok lagh dalam hal ini motor sport aja dulu. semua orang diperbolehkan memberi saran apa saja. trus nanti dibuat panitia seleksi mengenai ide yang wajar untuk diwujudkan di atas kertas dan akhirnya dibikin produk jadi dan dipasarkan di Indonesia dulu baru melihat kemungkinan ekspor.

    Guest
  37. mas taufik.. diluar pabrikan jepang seperti yamaha dan honda india, sebenarnya apa yang perbedaan antara motor india seperti bajaj dan tvs dengan penetrasi motor cina jaman baheula…? soalnya hasilnya ko beda buanget..

    http://barudakgudang.wordpress.com/2010/08/24/jika-cs1-di-facelift-perubahan-apa-yang-diinginkan/

    Guest
  38. Numpang lewat kang opik.klo menurut aq sih bajaj ama TVS bakal kewalahan menghadapi duo jepun yg juga ambil disain india.la wong ditempatku sampe skrg semua motor masih dipanggil honda.honda satria,honda thunder,honda jupiter,v-ixion,honda pulsar.tp aku cukup puas dngan HSX dan P 135 yg baru sebulan aku pake..tp smp saat ini blm ada masalah tuh,km aja baru 700 an

    Guest
  39. @MAs TMC

    itu foto yang ke 2 pakek helem maksudnya apa, foto sampean kah atau yahonkah tau siapa yah, kok Ra nyabung ama artikel, kecuali kalau itu foto Yahon baru nyambung?

    Guest
  40. buat yg pada gak percaya byson aseli design sini,, gak masalah kok, saia jg gak terlalu peduli kalo cuma bentuk design,, semua bisa bikin desing, mo model apa aja bisa, mario, thole, udien & dani malah bisa bikin design yg lebih heboh tuh.
    kalo dah bentuk real baru deh bisa dipertanggung jawabkan.
    saia sih masih memimpikan motor/mobil lokal dengan kualitas setara japanese R2.

    btw, komplennya sama detik & paulus (ymki) aja ya

    Guest
  41. @ avatar

    kayaknya kembali ke service pabrikan, mocin kemaren waktu keluar keroyokan (banyak merek) tapi untuk pelayanan 3s-nya alakadarnya. ibaratnya jual motor kaya jual makanan yang sekali pakai langsung habis, buktinya untuk sparepart kembali pake punya motor jepang. sementara untuk motor india pabrikannya lebih bertanggung jawab meskipun 3s-nya gak sebaik jepang tapi lebih baik dari pada cina.

    dulu waktu pulsar 180 keluar juga banyak yang wait and see, meskipun banyak di bahas di blog motor macam kafe motor bro ilham dan ducatinya bro sattar. di situ pemilik pulsar pada ngasih testimoni yang bagus tapi orang-orang termasuk saya meskipun tergoda tetap ambil aman ntar ajalah biar waktu yang bicara. apa lagi parts pulsar masih impor jadi kalo ada apa-apa mau beli partsnya macam lampu harus inden + nunjukin stnk. wah gak terasa udah 2 tahunan he he he. segitu ajalah sekedar ngasih komen setelah lama ngak komen. barang kali ada yang mau nambahin.

    Guest
  42. Analasisa saya kalau meruntuhkan dominasi Jepang kayaknya berat dari beberapa sisi.
    1. Pulsar hadir menurutku hanya top markotop pada gebrakan pertama saat mengeluarkan p 180, seakan banyak yang terbius dengan motor ini baik dari sisi desain atau pun performa. Cuma untuk selanjutanya menelurkan yang 125, 135, 200 semua memiliki desain yang mirip dengan 180 sehingga tidak memberikan kesan model baru, ini yang mungkin membuat pulsar grafiknya tak sedrastis pertama luncur. Bayangkan 4 motor desain mirip semua, ini tentu jauh beda dengan Yamaha “Vixion, Byson, Scorpio” yang desainnya lain samasekali, juga dengan Honda “Megapro, NMP, dan Tiger” yang juga beda desain.
    2. Seperti biasanya penantang harus melebihi juara apabila mau menantang, seperti Scorpio menantang Tiger maka punya modal cc dan Speed yang lebih yahud dari tiger, itpun scorpio belum menang. Nah dengan bajaj ini secara Harga memang menggiukan kemudian menghadirkan speed yang lebih sebagaimana scorpio, tetapi dari sisi durabilitas ternyata belum mampu mengalahkan si Tiger, tengoklah sil top head yang gampang bocor, spare part yang susah, maka faktor inilah yang membuat Susah bersaing dan mulai ditinggalkan konsumen.

    Guest
  43. mas Taufik…tolong diklarifikasi masalah byson itu memang didesain oleh orang indonesia atau orang india….? simpang siur neh….klo beritanya langsung dari TMC seh jelas dapat dipertanggung jawabkan…

    Guest
  44. Hiks..hiks Pulsarku dari ga ngetop trus ngetop dikit, dan akan kembali jadi ga ngetop…., tapi gapapa yg penting gw ngetop …. sumpahhh… ga mau ama motor pasaran…..

    Guest
  45. o iya yah baru nyadar… pada jadi indiahe yah…

    kalo yang berkiblat ke eropa cuma tiger aja kah? gak ada yang mau ngikutin kah? skutik kek, bebek kek… kan mantep tuh absolute revo mata picek… atau jupiter burung hantu yang merem sebelah… :mrgreen:

    Guest
  46. dulu, sekitar 15 tahun yg lalu,,
    bakrie sudah riset utk membuat pabrikan otomotif,, modal ada,, mesin pake teknologi renault,, prototipe dah diuji dengan hasil memuaskan…
    sayang mentok, gara2 pemerintah lebih mendahulukan mobnas timor,, ditambah lagi kena krisis 97

    siapa ya yg mau investasi di bidang ini ??

    Guest
  47. @bjl…
    banyak nemu kok yg pada picek sebelah…gara2 bnyk headlamp motor isi 2 lampu tapi lampu satunya sering putus…

    baca dari TMC, tvs dah punya pabrik di ina..kalo bajaj udah punya juga gak ya?

    Guest
  48. IMHO tren pasar motorsport medium arahnya sedang berpihak ke India (mungkin perlu data persentasi pertumbuhan sejak Bajaj Pulsar di Indonesia), lihat aja inovasi dan agresivitas pabrikan motor di India – dg gabungnya Bajaj dg KTM, TVS sempalan dari Suzuki, Hero Honda sempalan dari Honda.. sedangkan bila dilawan dg produk aseli asal Jepun atau Thailand mungkin harga ga jadi kompetitif.. sedangkan potensi pasar Indonesia sangat besar?!
    Sekarang tinggal gimana kita punya kreasi dan kreatifitas sendiri – jangan asal njeplak Byson yg notabene Yamaha Fz16 India diklaim sbg hasil karya bangsa kita.. yang dipakai di India..(Ngawur)
    Tolong diliat geliat Minerva juga semestinya punya produk original – jangan njiplak honda dan benche..
    Maju terus Kang Taufik..!

    Guest
  49. yang bilang kuping tangkinya NMP kaku dan kegedean………..iri….di Vxion gak punya……

    gak tau dia, kuping tangki bikin sangar dan gagah……..

    you’ll_neper_wok_elon_bat_alon_alon_ asal_klakon ^_^

    Guest
  50. konsumen pasar otomotif itu dinamis dan kritis , dan ini menjadi PR tersendiri bagi RnD ATPM manapun untuk memenuhi selera konsumen

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  51. salah satu faktor-nya adalah pengalamam buruk dengan mochin itu… baru berumur 2 tahun udah pada amburadul motornya….
    sehingga konsumen sekarang masih cenderung berhati2 atau belum percaya sepenuhnya kepada pabrikan selain jepang. cmiiw

    Guest
  52. @A seen,

    Pulsar 220 aja liat di luar, model half fairingnya itu loh…kok ya elek bgt…^_^

    mereka beli pulsar ini memang tidak kritis terhadap kwalitas dan purna jual barang…..

    yang penting murah no 1 dan gaya no.2……….

    kalo masterxeon,….kenceng no.1 dan boros no.2……..^_^

    Guest
  53. http://oto.detik.com/read/2010/08/25/090523/1427287/648/honda-luncurkan-varian-baru-skutik-vario

    wedewww….nelor lagi..mantep banget duitnya deh ahh..!!

    Guest
  54. @kang taufik
    klo ngomongin design byson dr indiahe, kenapa menurut ane aura byson itu kental kesan eropanya yah? liat aja byson, bukannya versi mininya FZ series eropa? 😆

    @vyzek
    klo masalah design dr indo mah, kita khuznuzon aja, mungkin memang kalo namanya Hidetoshi Nakata berarti Jepang… tapi bisa aja kan org jepang yang kerjanya di YMKI, kan byk tuh org jpg yg kerjanya di AHM & YMKI… (ngeles.com)…..xixi

    Guest
  55. ^
    ah cuma peslip…gak istimewa……bukan 100% baru…

    berarti dari 8 model baru……..masih ada 4 lagi ampe 2011……..

    setia_menanti_kelas_250cc.com ^_^

    Guest
  56. Bro Taufik, mana janji artikel tentang efek pemasangan pelek lebar di si Marun dan Metamorfosisnya ? saya tunggu ya..

    Guest
  57. semakin lama konsumen semakin kritis laghh
    setelah dulu ada mocin yang dengan harganya yang murah sempat membuat konsumen berpindah ke lain hati.
    tapi apa yang di dapatkan, kualitasnya ternyata murahan juga dan pada akhir nya layanan after sales juga laghh yang menentukan.

    sebenarnya bukan permasalahan promosi atau ngga, saya yakin layanan after sales adalah ujung tombak penjualan.
    mau iklan dan promo sebanyak apapun kalo ngga ada layanan after sales tetap aja percuma.

    beli motor dengan cicilan yang kelihatan murah, namun pasti konsumen sudah memperhitungkan kemampuan.
    nah kalo rusak terus mau service dan komplen susah pasti akan kecewa, lha wong pabrikan jepun yang gede aja masih ada yang komplen koq.

    Just IMHO

    Guest
  58. kenapa NMP gak Full Digital Speedo..:

    1. untuk RPM……….itu masih model jarum lebih aman dan cepat melihat efek pergerakan RPM,

    2. kalo untuk speed, bolehlah pake angka digital,

    3. sparepart masih lebih murah yang semi digital, full digital pasti kuras kantong,.

    4. fitur jamnya AMAT SANGAT2 BERGUNA DAN CERDAS.COM, sesuai yang rajin ontime ngantornya,

    lagi2………strategi cerdas AHM……..^_^

    Guest
  59. sebuah Tiger Minerva 150cc di parkiran kantor…….

    opini :

    1. tangki karatan…..
    2. jok ngelupas sana sini…..
    3. velg karatan……..
    4. cat kusam sana sini………
    5. tidak ada wibawa………
    6. penipuan seharusnya bagi yang “merasa” duit sia2……….
    7. btw gimana lagi…………..napsu dah berbicara……..

    ^_^

    Guest
  60. hmmpfff… walopoen besar namanya kalo desainna (maap) buruk rupa xixixixi… yaa.. gak ditanggapi concumentthh… (mnarik napas dalem2..)

    Guest
  61. Link di atas itu tadi gimana sih???
    —-
    Menurut GM Promotion and Motor
    Sport Division PT YMKI, Paulus S.
    Firmanto, produk Yamaha Indonesia
    memiliki standar kualitas tertinggi
    di dunia…..
    —-

    Kok kalo Dedy Mizwar bilangnya
    standart teknologi Jepang.
    Lha mana yang lebih tinggi sih????
    Yg produk Yamaha Jepanag or Yamaha
    Indonesia. Or ada yang asal njeplak???

    :mrgreen:

    Guest
  62. @85. A Seen
    itu poto saya, dan emang pengennya poto kang yahon, tapi gak ada
    hubungannya apa ya . .. yaaa gin iaja . .. artikel ini kan yang nulis saya xixixixiixxi :mrgreen:

    *narziz

    @109. MEGATRON
    kayaknya metamorfosis duluan ya

    @107. Dark Sky
    mungkin karena garis desainnya FZ series, IMHO

    @93. Bramkuddus
    siiyaaap . .. nanti deh kalo ada momen pas nya 🙂

    Administrator
  63. wah bang mario dah hadir nichhh

    mau nanya bang,..
    kalo konsumen mau inden byson dapetnya kapan yah???
    any info??

    Guest
  64. Assalamu ‘alaikum
    Sampurasun sobat-sobat
    sepeti biasa ….. gak kebagian kongres menjelang imsak

    sayah mah positip tingking sajah
    bahwa pabrikan-prabikan jepang itu sebenarnya punya rahasia perusahaan berupa tekhnologi2 yang super canggih, tapi mereka tidak sembarangan brojolin produknya dengan pembenaman tekhnologi super canggih itu begitu saja sebab ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan
    1. biaya
    2. SDM
    3. kemampuan produksi/pabrik
    4. kesiapan para montir n sapras bengkel utk melayani aftersales
    5. kesiapan masyarakat selaku user

    1. Biaya
    Setiap ada tekhnologi baru super canggih, tentu memerlukan biaya besar karena berhubungan dengan material yang digunakan, hal ini akan berpengaruh terhadap harga.
    2. SDM
    Teknologi canggih pun gak bisa dibenamkan pada suatu produk kalo SDM-nya belum menguasai tekhnologi tersebut, karena produk yang akan diproduksi tentunya secara masal
    3. Kemampuan pabrik
    di samping SDM, sapras pabrik pun harus menunjang untuk brojolnya produk berhightech
    4. Pelayanan after sales
    ini pun sangat menentukan, sebab akan menjadi masalah fatal jika suatu produk berhightech dibrojolin, tapi gak ada penanganan yang serius aftersalesnya.
    5. Kesiapan masyarakat selaku user
    hal ini pun harus dipertimbangkan, mungkin bagi masyarakat yang tingkat pengetahuan tekhnologinya sudah maju dan merata (seperti negara-negara maju), tidak akan terlalu bermasalah, tapi bagi negara berkembang pasti akan menimbulkan masalah. di negara berkembang pengetahuan hightech belum merata.

    yang jadi tujuan utama pabrikan so pasti profit alias duit-duit-duit …..
    buat apa memproduksi motor yang berhitech tapi harganya mahal, aftersalesnya jelek dan banyak masyarakat yang bingung untuk menggunakannya …. ujung-ujungnya kan gak dibeli oleh masyarakat….

    nah pabrikan jepang sangat berhati-hati dalam hal ini, mereka melakukan tahapan-tahapan untuk memproduksinya.

    namun ada suatu “keberanian” dari pabrikan indihe, cuma hal-hal di atas kurang diperhatikan …

    tetapi “keberanian” pabrikan indihe ini sebenarnya mempunyai “keuntungan” bagi pabrikan jepang, jepang dapat mempelajari penetrasi pabrikan indihe ….. dan ternyata, dari segi style pabrikan indihe cukup digemari oleh masyarakat Indonesia ……

    maka dengan strategi “bertempur” di negerinya sendiri (indihe), pabrikan jepang mengeluarkan produk dengan cita rasa indihe, lalu produk dengan dna indihe ini digiring ke ina …..

    dengan modal brand equty yang sudah menancap di benak masyarakat ina, maka produk jepang citarasa indihe ini pun siap mengobrak-abrik produk-produk indihe di ina, walaupun tekhnologi engine-nya tidak “wah” alias biasa-biasa saja, dengan kata lain masih tekhnologi “lama” dengan ada refresh di sana-sini.

    tetapi menurut sayah mah bukan hanya brand equity yang menjadi barrier bagi produk indihe….kualitas pun nampaknya masih perlu dipikirkan matang-matang sampe kepala botak. contoh-contoh kasus yang para komengtator ungkapkan di atas memperlihatkan tentang kualitas pabrikan indihe masih di bawah jepun

    dengan demikian sekarangmah tinggal dikembalikan kepada vijay dan satosi otomo, mereka berdua bisa saling mempelajari gaya masing-masing dalam mengolah bola
    mau gaya jepang atau gaya indihe, atau kolaborasi dari keduanya
    masing-masing bisa saling mempelajari dan pertempuran akan semakin seru, karena pada akhirnya kualitas-lah yang utama …

    cukup demikian komentar dari D’Kabayan yang bobot-nya masih jauh di bawah rata-rata para komengtator2 lainnya yang sudah menguasai ilmu permotoran.

    maklum D’Kabayan cuma bisa mangap dan calangap, itung-itung menyalurkan bakat politiknya yang jenius dan brilian … hihihiy

    semoga yang baca komentku pada pusing

    terakhir, pesan buat @ji , jangan ngurus perut melulu, nanti perutnya buncit kaya balon gas … hihihiy
    seeeet … menyelam lagi ke dasar lautan …

    :mrgreen:

    Guest
  65. Mungkin dulu waktu pertama kali brojolnya bajaj menggunakan bendera kawasaki ( kawasaki Rouser Philipina ) ,mungkin penjualannya langsung menggeser dominasi sport pada saat itu, di karenakan after salesnya kawasaki sudah cukup banyak di indonesia, yang lebih penting lagi P200ku awal 2008 sampai sekarang aku sudah cukup puas dengan performanya, modelnya, tekhnologinya, & Kualitasnya, yang penting lagi tidak bikin kantong bokek soalnya irit, semua merk kalau asal pakai kalau tidak tahu perawatannya ya…………sami mawon hancur.

    Guest
  66. wuekekekek @no boy bisa aja sampeyan ….masa ama KTM nya si inul …itumah udah gulung tikar KTM eropa donk….

    Guest
  67. India toh dari dulu dah terkenal di negara ini….
    ingat g dgn film2 nya yg booming dulu (he…3x)
    tp, kalo utk otomotif…….
    yah dah pasti donk dr Japan, penguasanya…….
    maklum aja, mrk dah pernah menjajah qt dulu…….
    he……he….he…….

    Guest
  68. gw cuma pengen liat, ada gak komentar2 yang menyakitkan kayak yang dulu pernah di dapet ama Bajaj. plus ejekan2 yang merendahkan..
    contohnya adalah motor tuan takur lah…
    sama kayak yang roda tiga lah..
    kayak mocin lah..

    kalo ejekan2 itu gak ada, berarti semakin menguatkan image bahwa konsumen R2 di negri kita cuma (maaf) BRAND MINDED. dan satu lagi, kalo seandainya motor ini (NMP & Byson) laku, itu menandakan bahwa teknologi India gak bisa dipandang sebelah mata..

    just share…

    Guest
  69. Nah, kalo dari Japan penguasa Otomotif kita…..
    dah pasti juga tuh HND yg penguasa motor-nya…..
    kayak di Medan tuch…….
    orang blng motor Jupiter, shogun, ninja, etc……
    pasti bilangnya begini :
    Honda-Jupiter;Honda-Shogun,Honda-Ninja,etc….
    Nah, betul toh…….
    He…..He…..He…..

    Guest
  70. @noboy
    KTM nya itu yg “KaTe siapa? KaTeeM” itu toh…..haha
    hasilnya jd body supra X yg tulisannya super X berkepala besar khas indiahe….xixi

    jd inget 3 thn lalu, pas mau ganti mtr dr bebek ke motor sport, pilihan yg dihati antara Vixion ama Pulsar 180 secara Vixie hrgnya 18,9 jt trus PLS cuman 16,5 jt…. stlh nanya sono sini, ditambah agak ilfil namanya sama ama bajaj roda 3 yg dulu masih byk berseliweran, jdnya ngambil Vixie deh… i think i make the right choice…. huff….

    Guest
  71. puncunghul lagi

    indihe secara history tentunya
    lebih erat kaitannya dengan ina
    budaya dan religi sudah menyatu
    dengan masyarakat ina zaman dulu

    so citarasa indihe akan lebih mudah diserap masayarakat ina
    tapi secara tekhnologi (persepedamotoran khususnya)
    so pasti jepun lebih deket denga masy ina

    larak-lirik, the my long comment belom nongol

    lagi dikritisi oleh yang punya warung meureun
    hihihiy

    lep lagi …. ke dasar lautan

    :mrgreen:

    Guest
  72. dulu gua pernah koment di blog sebelah sama mas Ilham (kafe motor ) bahwa kedepannya model-model motor india akan memberikan pengaruh thd pabrikan jepang dan sekarang terbukti …..dilihat dari ulasan Bro Taufik ternyata benar bahwa pabrikan jepang sudah mewaspadai TVS dan BAJAJ …..tapi sepertinya BAJAJ akan memiliki nilai plus secara teknologi 2 busi dan nanti kolaborasi dgn KTM eropa secara sahamnya sudah akan dibeli sebanyak 90% ..

    Mantappp dech model-model KTM tapi merk BAJAJ wuakakakakak….wuzzzzz ngggggiiiiiinngggg

    Guest
  73. @Dark Sky,

    anteb lah kalo begito,asal jgn mocin om,………..

    pernah liat malam di daan mogot…..dari belakang sebuah JupiterMX………..tapi jalannya kemayu………arm agak kecil………velg kecil……..ban kecil….

    berusaha mendekat dari arah kiri……..oalah………melihat nama di blok mesin………..yaaa KTM Mocin model JupiMX……..^_^

    Guest
  74. 105. noboy

    kalo masterxeon,….kenceng no.1 dan boros no.2……..^_^
    ==============================

    eis salah besar,……
    kencang nomor 1 itu luis, noboy, upin, auah dllll

    klo saya….
    GANTENGNYA DAN KEKARNYA BYSON ITU LOH…

    xixixixixixixixi

    Guest
  75. kenapa India patut diperhitungkan…..

    – roda empat dengan Tata Nanonya sekarang cukup sukses merebut hati para keluarga yang pengin mobil murah, desain ini memang menjadi salah satu terobosan baru, mengingat dimensi kecil mesin 600cc dapat memuat 4 penumpang dan irit bensin,

    – di Indonesia, Daihatsu melirik model serupa yaitu F-Concept, sekitar 80-an juta, diperkirakan mesin 600 cc- pun akan mengisi celah mobil2 “termurah”,

    – roda 2 pun demikian, model2 terbaru di India yang sebenarnya adalah cukup baik karena memang pasar India sangat besar sehingga respon apapun cukup besar, ini mempengaruhi “pola pikir” indonesia,

    cmiiw analisa_pakar.com ^_^

    Guest
  76. Yang pasti Bajaj & TVS bakal tenggelam karena sempitnya area layanan purna jualnya.
    Servicenya cuma bisa di kota besar doank

    Guest
  77. ganteng iya tapi pantat TEPOZZZZ………..alias tepos……
    cewek bohai pantat montok gak bakal betah di jok seumprit byson……..

    tuh liat xeonmaster aja pantat kagak ada dagingnya……..kekekkekek

    tulang mulu…..xaxaxaa…..^_^

    Guest
  78. @P.a.k.a.A.Rahman,

    kalo KTM yang sering turun dan gacoan supermoto di Eropa itu mah………..ane paham om………..motor Eropa sudah sekelas ama model2 kaya Ducati, BMW, dll………

    tapi kan dimarih KTM itu ya awalnya mocin…….apakah mereka mau beranak dan punya anak nama baru….?

    ^_^

    Guest
  79. 127. BJUBAH HITAM

    ingat kafemotor ingat perang Jupie MX vs Satria Fu….
    gak selesai2 sampai ribuan komen….

    hehehehehehehehe….

    Guest
  80. JupiMX dan gak sebanding dan jgn ngarep sebanding.com ama Satria FU wahai xeon….

    CS1 lah lawan sepadan Satria FU………^_^

    Guest
  81. ihhhh si NO BOY nggak nyangka penyuka PANTAT ….awasss yg cowok harap berhati-hati sembunyikan pantat kalian …

    Guest
  82. pertanyaan yg ada di benak ane sejak lama, adalah kenapa penampilan Bajaj ampir semuanya sama yah dr PLS 200, 180, 135, 125… apa gak ada kreatifitas design yg laen? apa gak byosen gitu dgn design yg begitu mlulu?

    just curious 😆

    Guest
  83. @Dark Sky gua setuju ..secara model nggak ada perubahan maunya keluarkan yg full firing mudah-mudahan dgn kerjasama KTM dan ducati nanti Bajaj bisa akan menciptakan model yg lebih ciamik

    BTW Pulsar P135 sepertinya akan di recall …….

    Guest
  84. @dark S,

    RnD nya Pulsar…..tidak berani ganti kiblat om…..Jepang ama Eropaah…

    ini pulsar udah lama cokol di Indonesia, tapi sekarang2 ini mereka juga tambah giat peslip variannya,

    ^_^

    Guest
  85. Motor² terbaik di dunia dalam 125cc
    kok nggak masuk sini ya???

    Motorq bisa masuk nggak ya???
    Kan sama² 125cc
    xixixixi

    http://us.oto.detik.com/read/2010/08/25/082839/1427268/648/10-motor-125-cc-terbaik-di-dunia

    Masih di dominasi sama merk
    motornya Asin rupanya…
    Pinginnnn….

    Guest
  86. All bro..
    kedepannya…untuk motor2 sport Honda , Suzuki & Yamaha diyakini akan mengambil basis dari India.
    Kawasaki dari Thailand
    Tapi untuk type bebek & matic masih tetap dr Thailand.

    Guest
  87. Bolehlah penunggang Bajaj & TVS berbangga diri akan hal ini, tetapi klo kita coba tilik kebelakang & ke depan, ini merupakan awal dari revolusi sepeda motor akan kehancuran atau tenggelammya motor India, kebanggaan yg dimiliki sifatnya sementara, hal ini disebabkan after sale service yang dilakukan oleh Bajaj & TVS (mungkin ini perlu dijadikan cambuk oleh BAI or perusahaan2 yg mengurusi baik Bajaj/TVS).
    Saya yakin….. suatu saat Pulsar/TVS akan menjadi seperti Bajaj roda 3 yang nota bene hanya tinggal puing & barang yang harus “disingkirkan”, jadi mohon perhatian bagi pengelola merk India yg sekarang.
    Salah satu contoh, apabila sejarah sepeda motor pernah mencatat, sebelum adanya motor matic jepang hadir di Indonesia, pernah hadir terlebih dahulu motor matic dari India (klo ga salah kolaborasi dg Amerika) namanya Hero Puhk 75cc (saya sempat menaikinya), karena sebab apa ga tahu waktu itu (yg pasti after sale service juga kurang memuaskan) sehingga sekarang hilang bagai ditelan bumi, padahal menurut pendapat saya motornya handal, nyaman dll.
    Ini hanya sekedar tulisan dari org yg suka menikmati sepeda motor……….TQ

    Guest
  88. P E L H A T I I N

    ATI-ATI ADA KEONG LACUN
    KELJANYA CUMA BIKIN WALUNG BLETUK KEPUL
    SI KEONG LACUN ITU PLOVOKATOLLLL
    HALUS DICEKEK BIAL KAPOK

    SUKANYA NGELEDEK
    PANTES MULUTNYA KAYA ONCOM
    BANYAK JAMUR NYA

    :mrgreen:
    BETUL-BETUL-BETUL

    Guest
  89. @udin dkabayan,

    kalo komen jgn kepanjangan.com……pasti bakal kagak ada yang baca……..lah ini…..penumpang mbacotnya lebih banyak ama yang punya warung……..^_^,

    bikin web sendiri, blog sendiri…..dan ngelantur sendiri.com ajah……^_^

    Guest
  90. Di India sendiri Pabrikan Jepang kesulitan melawan Bajaj n TVS yang masuk 3 besar, itupun HERO HONDA merupakan patungan antara perusahaan India dengan Honda (Honda Swasta lah) jadi Honda yang mindset produknya mindset n berdesain INDIA banget (http://www.herohonda.com/products.htm), sedangkan HONDAnya sendiri ada lagi (Desainnya cenderung modern (DAZZLER, CBF Stunner http://www.honda2wheelersindia.com/index.html) n penjualannya masih dibawah BAJAJ n TVS, sedangkan SUZUKI n YAMAHA lebih dibawah lagi meskipun penjualan mereka cenderung meningkat..
    Berarti Produk2 buatan India setidaknya sepadan (untuk produk yang sekelas, jangan bandingin sama CBR n R1), sehingga penjualannya mampu mengalahkan pabrikan jepang, setidaknya di negeri sendiri, mungkin hal ini juga terbantu dengan rasa nasionalisme Masyarakatnya..
    BAJAJ n TVS tidak semata2 mengembangkan sendiri teknologi mesinnya, namun merupakan alih teknologi dari KAWASAKI n SUZUKI, ini lah kepintaran Negara India untuk tidak seenaknya membiarkan investor asing sekedar berjualan, namun melibatkan pabrikan Lokal, ujung2nya pabrikan Lokal India seperti BAJAJ n TVS bisa memproduksi motor yang tidak kalah dari pabrikan Jepang sebagai gurunya.
    Hal ini seyogyanya dapat dicontoh oleh Negara INDONESIA, sehingga dapat memproduksi MOTOR sendiri dengan MEREK sendiri yang berkualitas BAGUS n memiliki JARINGAN 3S yang luas, seperti BAJAJ n TVS dinegeri INDIA (klo di Indonesia masih dikit ya), sehingga bisa bersaing dengan merek lain.
    Jaya INDONESIAKU!!!

    Guest
  91. Pabrikan Jepang sudah bangun, sekarang giliran pabrikan India yang harus evaluasi dan konsen untuk menggarap pasarnya di Indonesia, kalo perlu bikin pabriknya juga di Indonesia (khusus Bajaj)…jangan bermain setengah-setengah……Realita banyak dealer B*j*j dah pada tutup…. So kita harap pabrikan India bisa survive dan meramaikan pasar otomotif Indonesia….

    Bagi yang nyari inspirasi buat modif Yamaha Xeon, cekidot…

    http://cbr250r.wordpress.com/2010/08/25/inspirasi-modif-yamaha-xeon-kamu/

    Guest
  92. @P..A.Rahman,

    mungkinkah Bajaj Supermoto (KTM) eropah brojol dimarihh………?

    (gajian udah….)
    (THR belum….)
    (mudik belum…..)
    (lebaran belum……)
    (servis motor udah….)
    (mimpi.com blummmmmmmm……..ntar siang ah)

    Guest
  93. @Yahon
    opo iku iwak Nila ??

    Aku ngertine iwak bethik…

    “Iwak Bethik – iwak lele…
    bar nggith** ojok ngale”

    :kaboor:

    Guest
  94. @BH
    Pulsar gak akan direcall.. cek detik oto pagi ini.

    Cukup datangi bengkel, akan diganti speedometer baru (katanya)

    Guest
  95. @Vr46 ….,

    emang punya doku ?,

    R15 pake baju pernah liat di mall cempakan mas ….gak ada yang istimewa…body mirip vxion……full fairing…nundug abis……stang jepit…..rear cakram…..speed 6….harga built up……knalpot gede

    gak ada yang istimewa…:)

    Guest
  96. ” Masalah yang dihadapi, indikator aki pada speedometer sering kelap-kelip (menunjukkan aki habis). Sementara aki masih tokcer. Gangguan lain, setelah indikator kelap-kelip, lampu utama langsung mati, disusul oleh mesin. ”

    ” “Memang sudah ada sekitar 50 unit Pulsar 135 komplain ke bengkel resmi. Karena masih garansi, kita langsung ganti komponen yang rusak,” lanjut Rizal. Dijelaskan, gangguan yang terjadi, lampu indikator aki kedap-kedip. Penyebabnya, sensor elektriknya terlalu sensitif sehingga lampu mudah menyala. ”

    ” “Memang ada yang mempengaruhi mesin. Namun tidak bisa digeneralisir. Harus dilihat sumber penyebabnya. Kami sedang mencari solusi,” jelasnya”

    Gud job……BAI..tanggungjawabnya okeeh ^_^

    Guest
  97. apaa.. h*nda nelor skutik lagi?? :mrgreen:

    oo.. ternyata sutekno non cbs.. :mrgreen:

    segitu nya ahm sama konsumennya.. yang dah keburu beli sutekno cbs (15.8jt) muncul sutekno non cbs (14.8jt) nyesek.. nyesek dah.. :mrgreen:

    yang dah ngambil vario tambah nyesek lagi, harga turun (14.3jt) hahaha :mrgreen:

    Guest
  98. http://oto.detik.com/read/2010/08/25/090523/1427287/648/honda-luncurkan-varian-baru-skutik-vario?o991102638

    bener seperti dugaan saya sebelumnya, ternyata vario techno non CBS..dan launching…

    Guest
  99. yup tuch si noboy udah copas dari artikel ini..

    http://otomotif.kompas.com/read/2010/08/20/10184250/Bajaj.Pertimbangkan.quot.Recall.quot.Pulsar.135.LS.

    Guest
  100. BAHAYA, BAHAYA…
    AHM bener bener main perang harga, vario series turun harga…
    Doaku menyertai YMKI dan ATPM lain supaya AHM tidak terlalu merajalela. AHM boleh menang tapi jangan merajalela, karane orde lama bisa terulang lagi, MONOPOLI AHM…
    Hal ini jangan sampai terjadi..
    Bayangin aja hanya karena fitur kunci rem dan stand switch yang produksinya sudah banyak sehingga biaya produksi bisa dikurangi tapi bisa menurunkan harga vario CW hingga 600 rb, menurut gue AHM bener2 menghalalkan segala cara dengan jual rugi, ato setidaknya tidak ambil untung.
    Bisa ada persaingan yang tidak sehat…

    Guest
  101. Setelah saya perhatikan ke empat Headlamp IMHO yang paling Ganteng NMP – Pulsas200-TVSapache-Bison. Kalau nanti Byson dikasih plat nomor pringkatnya turun ke peringkat 10 karena dari depan kayak motor sirkus.
    JAdi Kalau dilihat dari Wajah yang paling Guanteng NMP cmiiw.

    🙂 😀

    .

    Guest
  102. Setelah saya perhatikan ke empat Headlamp IM*O yang paling Ganteng NMP – Pulsas200-TVSapache-Bison. Kalau nanti Byson dikasih plat nomor pringkatnya turun ke peringkat 10 karena dari depan kayak motor sirkus.
    JAdi Kalau dilihat dari Wajah yang paling Guanteng NMP cmii*.

    🙂 😀

    .

    Guest
  103. @mario
    thanx bro info nya,…

    nanya lagi nich,..
    kan stnk ngga bisa selesai (penerimaan samsat max tanggal 28) yang bisa di selesaikan jadi stnk sebelum lebaran,..

    apakah di prioritaskan bro.??

    Guest
  104. NILAI AHM Hero honda
    A 85-100 75-100
    B 70-85 65-75
    C 60-70 55-65
    D 50-60 50-55
    E 0-50 0-50

    IMHO ..

    mungkin itu pendapat pribadi saya setelah saya membandingkan kualitas (material, machining, finishing, casting, painting dll) dazzler dengan NMP yg kedua’a fresh from oven (baru) …. dan yg perlu diketahui dazzler berbeda blue print (kode) m NMP …

    Guest
  105. @ Juragan warung
    @ 171. A Seen

    Masya Allah

    Weesyhhh
    gak nyangka komentku dan
    wajahku yg tampan penuh wibawa layaknya NMP nongol di atas
    hampir aku jatuh pingsan untung masih kuat iman … hihiy

    jadi era alias malu nich … mudah-mudahan gak diketawain sama si IPin … hihihiy….

    waduh2 …
    padahal tulisan yang kusiapkan adalah fenomena bakar-bakaran di warung ijo …. tapi ini mungkin sudah suratan takdir
    sayah harus menerima kenyataan ini …

    sorry OOT :

    @ All
    wajah yang nongol di atas adalah
    wajah almarhum Kang Ibing the real Kabayan
    beliau adalah seorang komedian yang terkenal,
    bro semua pun pasti mengenalnya (maklum selebriti)
    kiprahnya di kancah dunia hiburan bukan sekedar cari ketenaran dengan lucu-lucuan, namun banyak pesan-pesan moral dan sosial yang beliau sampaikan, kontribusinya untuk kemajuan masyarakat patut diperhitungkan, Terakhir beliau mendedikasikan diri sebagai da’i atau pendakwah.

    pernah beliau mengeluarkan suatu pernyataan kontroversial, begini:
    “Mabok itu tidak haram, boleh mabok asal tidak ada manusia yang melihat. Kalo mau mabok silakan masuk kamar dan kunci agar tidak ada orang lain yang melihat. Tapi sebelum minum minuman keras tanya dulu diri sendiri, apakah aku ini manusia atau bukan?”
    xixixixi…

    http://www.republika.co.id/berita/senggang/artis/10/08/20/130991-mengenang-kembali-sosok-kang-ibing

    semoga Allah menerima iman islamnya dan amal ibadahnya serta mengampuni segala kesalahan dan dosa-dosanya, dan semoga ditempatkan di tempat yang penuh keridloan-Nya.

    Aminn

    Guest
  106. itu artinya motor asli india musti tebar jala lagi agar image nya tetep kuat … H ,Y ,S ,K ,,ke 4 pabrikan jepun itu jaringanya luas jd image nya juga kuat …bajaj ,tvs etc ..siap2 gigit jari 😀

    Guest
  107. @ cegukan ..
    menurut gue AHM bener2 menghalalkan segala cara dengan jual rugi, ato setidaknya tidak ambil untung.
    Bisa ada persaingan yang tidak sehat…
    ==============

    klo ahm ga untung bisa bangkrut donk mas … harga sudah dihitung baik2 .. efisiensi produksi, common part dll kunci’a … 😀 😀

    Guest
  108. Kalo tampang New Scorpio kayak gini:

    http://edorusyanto.files.wordpress.com/2010/08/scorpio-baru_bagoes-fb.jpg

    Dijamin sang kompetitor klepek2 dah….malah saya njagoin New Scorpio ini dari pada si “Sapi Amrik”

    Sumber: Blog Mbah Edo

    Guest
  109. @cak poer,

    Scorpio cuma peslip doang dijagoin……..itu model tangkinya juga tinggi ngikutin byson……keliatan gak ergonomic………coba liat kuping tangkinya …hahahaha…baru bisa ngikutin Tiger Revo……….kemane aje kemareeen…

    coba liat model knalpot……hari gini baru ngikutin knalpot tiger dengan pelindung panas dan cromnya……

    tapi liat habitat aslinya……….ya ya ya rem tromol belakang…

    gak ada yang worthed……pilih NMP….aja

    ini scorpio face lift………cuma jual tenaga gede doang……amble dan boros no.2………..^_^

    Guest
  110. @ Chi
    klo ahm ga untung bisa bangkrut donk mas … harga sudah dihitung baik2 .. efisiensi produksi, common part dll kunci’a … 😀 😀
    ===================================
    ini kan cuma sementara bro, sampe lawannya klenger aja, abis itu bisa MONOPOLI dan bisa ambil keuntungan seenak wudele dewe….
    tau sendiri HONDA sangat kaya, rugi dikit tapi setelah itu untung besar, gak akan bikin klenger perusahaan to?

    Guest
  111. @cegukan,

    AHM untungnya dah buanyaak…………gak ada rugi2nya kok……..coba aja you liat saham ASTRA………..

    AHM udah berubah dan makin bagus……..prinsip pasar harus……..makin murah makin laku…………..toh ini dulu cara ymki dengan veganya…..

    nah sekarang Ahm begitu,

    jadinya,

    makin murah makin laku makin irit…………..^_^

    Guest
  112. @Joko
    Ada yg jual motor murah tapi tidak murahan kok marah. Harusnya marah sama yg jual mahal tapi kemahalan.
    ===================================
    Artinya AHM gak mikirin yang dah beli tuh motor sebelum turun harga.
    Kalo kamu yang diposisi itu gak merasa dirugikan?
    Harga jual pasti ikut anjlok 600 ribu dari harga pasaran biasanya.
    harusnya setidaknya seperti NMP, sangat berbeda dengan yg versi lama, jadi masih bisa lebih diterima kalo harganya beda. Kalo ini: Vario CW spek sama ama sebelumnya, jadi murni turun harga…

    Guest
  113. @cak poer….
    bener tuh mas?…neh lagi mikir beli sekarang or ntik aja nunggu new scorpio….tapi mantaf tuuuh…

    Guest
  114. 132. noboy

    keren berisi begitu koq di bilang tepos….belum pernah liat ya sampean…?

    dari pada yang itu…!!.., kurus kering, tingga tulang yang kecil2 doang…
    cewe tidak mau diatas yang kurus kering, kecil semua alias semua-mua-nya kecil….

    xixixixixixi….

    Guest
  115. bosan banget denger kata-kata ini :

    “INDENT”

    Temanku mau beli vixi hitem, dah muter sak jogja, tapi kalo cash gak bisa. Bakal keteteran tuh nanti ngrakit vixi, ngrakit bison.

    Guest
  116. Setuju dengen pendapat Blog Indobikers, Motor Jepun terpaksa mengeluarkan desain2 terbaiknya untuk mengganggu kemapanan Pulsar Series di India, n sekarang digunakan untuk menutup rezeki Pabrikan Indihe di Indonesia..hehe…
    Klo ga ada saingan, pastilah di sport entry level model gini, mana mau motor jepun ngeluarin desain2 terbaiknya, palingan yang kaya Macan n Megy ga pernah berubah, Trims Pulsar, sekarang konsumen dapet motor2 berdesain menarik dari H & Y…

    http://ducatimonster.wordpress.com/2010/08/25/tampilan-keren-nmp-byson-terimakasih-bajaj-pulsar/

    Guest
  117. Lalu kapan yang asli produk dalam negeri ?
    Sekedar ingin menyampaikan Salam kenal dari komunitas keluarga miskin. Semoga berkenan mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan meraih masa depan yang lebih baik dan harmonis.
    Terima kasih

    Guest
  118. kalo Byson adalah desain aseli Indonesia saya pikir masuk akal juga….sebab kalau dilihat dari batok empat motor diatas cuma Byson yg gak pakek kerudung (cirikhas motor Indihe)….jadi si Byson cuma numpang lahir doang di India…

    Guest
  119. wah kalo di pikir2 lumaya cerdas ya jepun.., mengambil kesempatan dala kesempitan..,
    tapi itu licik gak ya..?? he..he..,

    I LoVE PulsaR…,
    Srigala doyan Makan Kebo.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here