jump to navigation

Fenomena High Value Product di Ranah Roda Dua November 26, 2010

Posted by Taufik in manajemen, Tentang Motor.
trackback

Bro sekalian, sebelum masuk lebih jauh ke Fenomena High Value Product di Ranah Roda Dua . . kita kupas dulu apa maknanya. High Value Product terbagi menjadi dua yakni High Intrinsic Value Products (HIV)  dan High Value Branded Products (HVB). produk berjenis High Intrinsic Value Products adalah produk yang nilai intinsiknya sendiri memang sudah mewah dan mahal seperti berlian, emas dan sebagainya . ..  nah kalau High Value Branded Products adalah produk-produk yang menjadi terkesan mewah karena Brand yang menempel padanya . ..  hal ini tentu kembali akan menyinggung nilai presepsi konsumen akan merk/brand

Saya jadi ingat obrolan beberapa bulan yang lalu dengan Seorang Pimpinan perusahaan manufaktur helm, Ia mengungkapkan bahwa mobil yang dimilikinya yakni Hummer dan Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yang masih kalah dibandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Suzuki B-King, Atau Honda Furry. Tapi dengan kenyataan kenyamanan ini kenapa Harley dan Hummer tetap menjadi barang mewah  dan Banyak yang tetap membelinya? Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi, cmiiw

Begitu juga di kasus motor-motor kecil . ..  ambilah smisal Piaggio Zip yang dibandrol 18 Jutaan . . . lha ini kan motor imut dengan power yang ‘apa adanya’ tapi koq masih ada juga yang beli . ..  lha itu dia karena presepsi nama Piaggio yang positif sudah kadung melekat sebagai brand terpercaya di konsumen menyebabkan, sehingga tetep ada aja konsumen yang  memilihnya . . . sekian dulu pemaparan saya, silahkan dikomentari, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Komentar»

1. andry - November 26, 2010

Good

2. Harun - November 26, 2010

PERTAMAX……….

3. Harun - November 26, 2010

ga jd permatax

4. oom soer - November 26, 2010

Ijin menyimak dulu mas..

5. heri - November 26, 2010

gimana mereka bisa tahu nyaman ato tidak la mereka gak beli sendiri

6. karismanis - November 26, 2010

pilih alphardnya!

7. widyo HM - November 26, 2010

OOT ni,
mas opik dh pulang dr baitullah kah?

8. dx - November 26, 2010

10 besar

9. zabimaru - November 26, 2010

gengsi disini yg main.. ktanya yg pnting gaya.. hehehehe

10. Baridin - November 26, 2010

Asal punya motor…kebanyakan dikita gt bahkan makan jd tdk bergizi karena s*tan kredit

11. Karo - November 26, 2010

Apapun merk motornya itu hanya sebuah mesin…..

12. az147r - November 26, 2010

berarti bang tiger itu masuk HVB ya?? Kan udah pake mesin lama,tapi bodi tetap aduhai serta nama besar,pajak mahal,spare part mahal jadilah ada ikatan emosional. Begitukah ?? Cmiiw

13. az147r - November 26, 2010

@baridin
wah…..motorku masih kredit nih hahaha….

14. j4na - November 26, 2010

pernah si humer ni lewat disamping saya… wuuuus…. panjang n besar banget….. usul buat HVB, keep calm on the road please….
“si cantik Derbi GPR 125″
http://dewataspeedblog.wordpress.com/2010/11/25/si-cantik-derbi-gpr-125/

15. ocho99® pilot ROBOT OMPONG - November 26, 2010

brand masih menentukan

16. aldo TAHER - November 26, 2010

High Value branded..
Untuk ninin 250R DP.10jeti Angsuran per bulan sekitar 4.020.000 X 11bulan.
TETAP laku keras krn nama besar KAWASAKI NINJA..Apalagi ditambah hadiah Helm full face+Jacket kulit=>Siap touring (Sumber:Kawasaki Cahaya Kurnia Motor/JMS 2010)

17. NanaRed. - November 26, 2010

jadi mikir, tigor ma rs 125 koq mahalan rs,tigor mah 200cc rs cuman 125cc

18. Wd 6137 - November 26, 2010

Pak taufik blm kembali tah..alhamdulillah sy sdh kmbli tgl 24 kmrn sy pkr bs btmu d sana tp blm bkesempatan rupany..

19. ilma - November 26, 2010

loyalitas konsumen juga mempengaruhi.
ada yg bilang daripada beli YZF R1 mending beli ducati 1098 meski musti nabung lagi dulu…padahal kalo dijalan lebih enak naik R1..
pengalaman sendiri (curcol)…lebih enak naik mega pro, tapi rela merogo kocek lebih dalam buat minang N250

20. dave - November 26, 2010

sama kayak komunitas vespa,,
dah kayak gmn jg ttp aja banyak yang nyari,,

21. gasspoll - November 26, 2010

mio yang biasa2 juga laku ko

22. bajil - November 26, 2010

19. ilma – November 26, 2010

loyalitas konsumen juga mempengaruhi.
===================================================
Setuju sekali, tapi loyalitas tidak datang begitu saja. Dipengaruhi oleh banyak hal, brand Image (seperti yang disebutkan ) dan layan purna jual yang berkulitas. dan juga Community, HD besar karna Community nya.

23. meet_hana - November 26, 2010

Iyah.. kalau udah brand yang perceptionnya expensive.. emang prestisenya jelas berbeda.. kalo ada orang rela mahal-mahal padahal performa standar,, tandanya pasti mentingin labelnya..

24. scoopyers - November 26, 2010

loyalitas datang dari pengalaman sekian lama menunggang merek or type tertentu … mungkin awalnya bahkan datang nya dr kendaraan orang tua waktu kita kecil dulu ..
Contohnya CB 100 biru punya Kang Taufik atau si kurus Win 100 … CMIIW

25. repsolhonda - November 26, 2010

mantab,ni warung emang keren,netral g memihak siapapun, i like

26. repsolhonda - November 26, 2010

g kayak warung sblh,hehe

27. go - November 26, 2010

biar tekor asal kesohor.. Harga ga masalah..
Yg lucu kalo mampu beli motor puluhan atau ratusan juta tapi masih mikirin fuel mileage.. Hehe..

28. blade_us - November 26, 2010

hhmmm…..
intinya gengsi lebih diutamakan ya???

nitip mas taufik

http://bladeus.wordpress.com/2010/11/26/motor-modifikasi-di-jmcs-2010-1/

29. yudibatang - November 26, 2010
30. chupethong - November 26, 2010

Pencitraan dari suatu brand akan mencerminkan persepsi konsumen, ditambah lg dgn pengalaman sendiri yg dialami konsumen tsb thd produk & pelayanan dr brand tsb, maka akan semakin menancapkan brand tsb dlm benak konsumen. So…Strategi komunikasi yg jempolan’lah yg akan memenangkan hati konsumen.

31. Anton S. Pramono - November 26, 2010

Meskipun roda dua tu punya brand kuat dan harga yang fantastis, namun untuk di beberapa tempat keistimewaan itu tidak berguna. Contohnya di jalan tol, di tempat parkir depan hotel.

32. Ade Gondang - November 26, 2010

Gak tau mau komen apa! coz ga ngethread soal motor ah….! duh warungnya ga panas lagi nich..! ada kipas angin baru ya? hihihi…!

33. sof - November 26, 2010

@Nanared, Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha, lucu amat commentnya

34. azizyhoree - November 26, 2010

coba di cek, di madinah mas fik…., hummer disana ga harus dipake sama boss besar, namun juragan jualan di pasar ada yang punya.. :D / GMC.. bertebaran…. trus beda banget sama di indo…. mobil keren disini buat gaya2 an anak kampus….., disana ada pemuda sholeh,bawa lamborgini pake kopyah, bawa tasbih, pergi ke masjid, :D udah sholeh, makmur lagi… jozz

http://azizyhoree.wordpress.com/2010/11/25/modifikasi-kawasaki-kz200-binter-mercy/

35. ashley - escaped criminal - November 26, 2010

piagio zipp dah ada yg make nih dikantor,,,mang lucu bgt…sumpe deh….tapi gak kejangkau ah….hehehehe…..

alpard = ducati desmo……..

36. uDien D'Kabayan - November 26, 2010

Suejuuuuk pisan euuuyyyy di warung inih

bawaan juragan yang sudah menyelesaikan ibadah haji kali yah ….
semoga juragan jadi haji mabrur, tambah bijaksana, tambah luas wawasannya, dan tambah dalam ilmunya …

amiiinnnn ….

37. Paijo - November 26, 2010

Mana artikel test ride jupi mx-nya bos?

38. cegukan - November 26, 2010

itulah keunikan pasar indonesia, Gengsi adalah yang utama, tampil keren syaratnya, mnarik perhatian itu wajib, apalagi punya barang mahal bisa disegani orang lain lho…

http://blogpakyo.wordpress.com/2010/11/26/mx-ada-tpt-lagi-bebek-injeksi-yamaha/

39. Farel Van Java - November 26, 2010

@anton,
tuh namanya aturan. dn emang harus gt. nengnong mode on lu

40. Benjut - November 26, 2010

Di negara kita memang masih kuat persepsi bahwa harga mahal itu berarti barangnya bagus. Dan membeli barang mahal artinya bukan saja membeli barang bagus tapi juga menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya bisa beli barang mahal alias pamer. Yah, begitulah mental bangsa kita sekarang ini.

41. Boombox Walker - November 26, 2010

klo sudah hobi, harga sudah ga jadi masalah. yang penting “hasrat” memiliki bisa terwujud

42. hsxf - November 26, 2010

klo abang.a alpard si
vellfire gmn tuh?
panthom kli ia pa haji???
n.n

43. touringrider - November 26, 2010

masi sepi…

44. Stop n' Go - November 27, 2010

Kekuatan sebuah BRAND memang dapat membuat si penyuka nya menjadi “tergila-gila”, terutama jika BRAND tersebut memiliki “price” yang tidak murah, dalam kasus seperti itu si pemilik BRAND tersebut kadang bisa meremehkan pemilik brand-brand yang lain, apalagi brand yang tidak memiliki nilai “price” tinggi. Idealnya kita memang harus mengutamakan fungsi dari sebuah “BRAND” atau “PRODUK” bukan sekedar gengsi atau prestise agar tercipta keseimbangan dan rasa rendah diri. SALAM BIKER INDONESIA (walaaah, melorot ke posisi #44, masalah mesin ngebul). “wildcarder”

45. DulkamdiPriaIdaman - November 27, 2010

sebenarnya yang harus digali lebih jauh adalah bagaimana usaha mereka (si-produsen) meng-create productnya sebelum mereka meraih predikat High Value Brand dan High Value Product. Itu yang membuat banyak orang bertanya-tanya..

Kemudian muncullah berbagai macam ilmu yang mencoba menerangkan secara ilmiah hal itu seperti Blue Ocean Startegy..Ilmu yang mencoba menerangkan secara ilmiah tentang insting pengusaha dalam meraih sukses…seperti starbuck, apple, sony, etc.

Dalam suatu training, ada pembicara yg menjelaskan bahwa jika suatu barang itu berkualitas dan mahal..maka bisa menjadi HVP. bayangkan jika ferrari seharga mobil korea atau jepang..atau dibalik aja..meskipun Hyundai Equus atau H1 berkualitas tapi karena murah maka dia bukan HVP..

Tapi secara teori untuk menjadi HVP or HVB yang pertama kali dilakukan adalah mengutamakan quality dan customer voice. sehingga mendapatkan customer value sebagai modal untuk menuju HVP or HVB

46. chemonx - November 27, 2010

harga menentukan kwalitas??

47. blade_us - November 27, 2010
48. 1het - November 27, 2010

Wah, HIV & HIV mah Indonesia udah diborong semua ama A*M, Terutama HSX125 ama Repo110.. Udah produk bagus, larinya juga oke, ga kaya produk Y yg jual baju doank.. Masa CC 115 ama 110 kalah,,,, wkwkwkwk harga ga bohong, kecuali Y yg jual Baju!

Salam 1Heart

49. arin - November 27, 2010

fungsionalitas dan sisi kenyamanan..cukup sudah!
yang lain….itulah dunia.

50. BRYANT - November 27, 2010

Harga berbanding Lurus dengan kualitas,
Dimana Ada Harga,
Ada Kualitas Yang baik,Dan ada juga keunggulan,
Yang membuat nyaman.

51. ridertua - November 27, 2010

“Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi”
like this… pengolahan kata yang bagus… coba kalau yunior yang menulis pasti…bunyinya lain.

52. j4na - November 27, 2010

numpang mas…
“yamaha 4 wheel…. acuan modif”
http://dewataspeedblog.wordpress.com/2010/11/27/yamaha-4-wheel-acuan-modif/

53. sof - November 27, 2010

Bagaimana dengan fenomena rare product seperti Honda CB100, Honda Mongkey, YamahaTZM, RGR? terkadang nilai Rarenya itu yang buat jadi nilai plus plus loh kang…..

54. azizyhoree - November 28, 2010

absent malam minggu….. ronda dirumahnya Dani Ramadian :D

55. sandy - November 28, 2010

50. BRYANT – November 27, 2010

Harga berbanding Lurus dengan kualitas,
Dimana Ada Harga,
Ada Kualitas Yang baik,Dan ada juga keunggulan,
Yang membuat nyaman.
===================================
Saya jadi ingat obrolan beberapa bulan yang lalu dengan Seorang Pimpinan perusahaan manufaktur helm, Ia mengungkapkan bahwa mobil yang dimilikinya yakni Hummer dan Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yang masih kalah dibandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Suzuki B-King, Atau Honda Furry.

kenyamanan bukan no 1 bro…

Tapi dengan kenyataan kenyamanan ini kenapa Harley dan Hummer tetap menjadi barang mewah dan Banyak yang tetap membelinya? Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi, cmiiw

ya karena gengsi :D

56. nhd - November 28, 2010

26. repsolhonda – November 26, 2010

g kayak warung sblh,hehe
36. uDien D’Kabayan – November 26, 2010

Suejuuuuk pisan euuuyyyy di warung inih

bawaan juragan yang sudah menyelesaikan ibadah haji kali yah ….
semoga juragan jadi haji mabrur, tambah bijaksana, tambah luas wawasannya, dan tambah dalam ilmunya …

amiiinnnn ….
=========================
Kuncinya satu, yang punya warung, ibarat orang tua, harus bisa:
ing ngarso sung tulodo,
ing madyo mangun karso,
tut wuri handayani.
Ditambah sabar (ini yang saya lihat ada pada pemilik warung ijo)dalam meladeni pengunjung. Tidak menghantam, menghukum, dan maaf, menelanjangi orang di depan orang banyak. Semoga ke depan akan semakin baik.

57. Motor Kencang - November 28, 2010

om taufik belum pulang yah?

Test Motor MotoGP Non Pabrikan Pertamax 1000cc untuk Musim 2012

http://motorkencang.wordpress.com/2010/11/28/test-motor-motogp-non-pabrikan-pertamax-1000cc-untuk-musim-2012/

58. crossplanecrankshaft - November 28, 2010

Kalo buat saya sendiri lebih cenderung milih produk yang price to performance nya tinggi… Seperti contoh saya membeli earphone iem mer superlux seharga 290rb… Menurut saya earphone ini kualitasnya sebanding dengan iem yang harganya 2 jutaan seperti merk westone um3x.

59. karismanis - November 28, 2010
60. azizyhoree - November 28, 2010

absen ahad siang, monggo diguyur aftur….., mumpung premium lagi langka :d
http://azizyhoree.wordpress.com/2010/11/28/n250-cbr-itu-sebenarnya-akur-kopdar-cbr-club-malang/

61. sandy - November 28, 2010

@nhd
setuju bro :-D

62. karismanis - November 28, 2010
63. karismanis - November 28, 2010

nyangkut..?

64. samtong - November 29, 2010

adem…!!! sejuk bener…!!!

ah jadi kangen juragan ijo… :( hiks…

alay & lebay kaya bonsai

65. acomboed - November 29, 2010

Ikut nyimak.. :->

66. azizyhoree - November 29, 2010

AC, ne posisi 24celcius kang samtong……. makane adem :mrgreen:

67. Care - November 30, 2010

Wlau Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yg masih kalah dbandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Namun Brand yg membuat ny brada di level atas..

68. yahonsuwakanja - Desember 1, 2010

Celakalah kalau lebih banyak yg brand oriented
tanpa disadari produsen akan menjadi otoriter…
salah satunya motor yg harga mahal dan overpriced …

hati2 dn waspadalah…

69. Suhartono - Desember 5, 2010

Bro Taufik,

Waduh photoku nongol euy….
Sudah pulang? Semoga hajinya mabrur ya. Amin….
Salam,
Hartono


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 7.300 pengikut lainnya.