Bro sekalian, sebelum masuk lebih jauh ke Fenomena High Value Product di Ranah Roda Dua . . kita kupas dulu apa maknanya. High Value Product terbagi menjadi dua yakni High Intrinsic Value Products (HIV)  dan High Value Branded Products (HVB). produk berjenis High Intrinsic Value Products adalah produk yang nilai intinsiknya sendiri memang sudah mewah dan mahal seperti berlian, emas dan sebagainya . ..  nah kalau High Value Branded Products adalah produk-produk yang menjadi terkesan mewah karena Brand yang menempel padanya . ..  hal ini tentu kembali akan menyinggung nilai presepsi konsumen akan merk/brand

Saya jadi ingat obrolan beberapa bulan yang lalu dengan Seorang Pimpinan perusahaan manufaktur helm, Ia mengungkapkan bahwa mobil yang dimilikinya yakni Hummer dan Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yang masih kalah dibandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Suzuki B-King, Atau Honda Furry. Tapi dengan kenyataan kenyamanan ini kenapa Harley dan Hummer tetap menjadi barang mewah  dan Banyak yang tetap membelinya? Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi, cmiiw

Begitu juga di kasus motor-motor kecil . ..  ambilah smisal Piaggio Zip yang dibandrol 18 Jutaan . . . lha ini kan motor imut dengan power yang ‘apa adanya’ tapi koq masih ada juga yang beli . ..  lha itu dia karena presepsi nama Piaggio yang positif sudah kadung melekat sebagai brand terpercaya di konsumen menyebabkan, sehingga tetep ada aja konsumen yang  memilihnya . . . sekian dulu pemaparan saya, silahkan dikomentari, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

70 COMMENTS

  1. berarti bang tiger itu masuk HVB ya?? Kan udah pake mesin lama,tapi bodi tetap aduhai serta nama besar,pajak mahal,spare part mahal jadilah ada ikatan emosional. Begitukah ?? Cmiiw

    Guest
  2. High Value branded..
    Untuk ninin 250R DP.10jeti Angsuran per bulan sekitar 4.020.000 X 11bulan.
    TETAP laku keras krn nama besar KAWASAKI NINJA..Apalagi ditambah hadiah Helm full face+Jacket kulit=>Siap touring (Sumber:Kawasaki Cahaya Kurnia Motor/JMS 2010)

    Guest
  3. loyalitas konsumen juga mempengaruhi.
    ada yg bilang daripada beli YZF R1 mending beli ducati 1098 meski musti nabung lagi dulu…padahal kalo dijalan lebih enak naik R1..
    pengalaman sendiri (curcol)…lebih enak naik mega pro, tapi rela merogo kocek lebih dalam buat minang N250

    Guest
  4. 19. ilma – November 26, 2010

    loyalitas konsumen juga mempengaruhi.
    ===================================================
    Setuju sekali, tapi loyalitas tidak datang begitu saja. Dipengaruhi oleh banyak hal, brand Image (seperti yang disebutkan ) dan layan purna jual yang berkulitas. dan juga Community, HD besar karna Community nya.

    Guest
  5. Iyah.. kalau udah brand yang perceptionnya expensive.. emang prestisenya jelas berbeda.. kalo ada orang rela mahal-mahal padahal performa standar,, tandanya pasti mentingin labelnya..

    Guest
  6. loyalitas datang dari pengalaman sekian lama menunggang merek or type tertentu … mungkin awalnya bahkan datang nya dr kendaraan orang tua waktu kita kecil dulu ..
    Contohnya CB 100 biru punya Kang Taufik atau si kurus Win 100 … CMIIW

    Guest
  7. biar tekor asal kesohor.. Harga ga masalah..
    Yg lucu kalo mampu beli motor puluhan atau ratusan juta tapi masih mikirin fuel mileage.. Hehe..

    Guest
  8. Pencitraan dari suatu brand akan mencerminkan persepsi konsumen, ditambah lg dgn pengalaman sendiri yg dialami konsumen tsb thd produk & pelayanan dr brand tsb, maka akan semakin menancapkan brand tsb dlm benak konsumen. So…Strategi komunikasi yg jempolan’lah yg akan memenangkan hati konsumen.

    Guest
  9. Meskipun roda dua tu punya brand kuat dan harga yang fantastis, namun untuk di beberapa tempat keistimewaan itu tidak berguna. Contohnya di jalan tol, di tempat parkir depan hotel.

    Guest
  10. Gak tau mau komen apa! coz ga ngethread soal motor ah….! duh warungnya ga panas lagi nich..! ada kipas angin baru ya? hihihi…!

    Guest
  11. piagio zipp dah ada yg make nih dikantor,,,mang lucu bgt…sumpe deh….tapi gak kejangkau ah….hehehehe…..

    alpard = ducati desmo……..

    Guest
  12. Suejuuuuk pisan euuuyyyy di warung inih

    bawaan juragan yang sudah menyelesaikan ibadah haji kali yah ….
    semoga juragan jadi haji mabrur, tambah bijaksana, tambah luas wawasannya, dan tambah dalam ilmunya …

    amiiinnnn ….

    Guest
  13. Di negara kita memang masih kuat persepsi bahwa harga mahal itu berarti barangnya bagus. Dan membeli barang mahal artinya bukan saja membeli barang bagus tapi juga menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya bisa beli barang mahal alias pamer. Yah, begitulah mental bangsa kita sekarang ini.

    Guest
  14. Kekuatan sebuah BRAND memang dapat membuat si penyuka nya menjadi “tergila-gila”, terutama jika BRAND tersebut memiliki “price” yang tidak murah, dalam kasus seperti itu si pemilik BRAND tersebut kadang bisa meremehkan pemilik brand-brand yang lain, apalagi brand yang tidak memiliki nilai “price” tinggi. Idealnya kita memang harus mengutamakan fungsi dari sebuah “BRAND” atau “PRODUK” bukan sekedar gengsi atau prestise agar tercipta keseimbangan dan rasa rendah diri. SALAM BIKER INDONESIA (walaaah, melorot ke posisi #44, masalah mesin ngebul). “wildcarder”

    Guest
  15. sebenarnya yang harus digali lebih jauh adalah bagaimana usaha mereka (si-produsen) meng-create productnya sebelum mereka meraih predikat High Value Brand dan High Value Product. Itu yang membuat banyak orang bertanya-tanya..

    Kemudian muncullah berbagai macam ilmu yang mencoba menerangkan secara ilmiah hal itu seperti Blue Ocean Startegy..Ilmu yang mencoba menerangkan secara ilmiah tentang insting pengusaha dalam meraih sukses…seperti starbuck, apple, sony, etc.

    Dalam suatu training, ada pembicara yg menjelaskan bahwa jika suatu barang itu berkualitas dan mahal..maka bisa menjadi HVP. bayangkan jika ferrari seharga mobil korea atau jepang..atau dibalik aja..meskipun Hyundai Equus atau H1 berkualitas tapi karena murah maka dia bukan HVP..

    Tapi secara teori untuk menjadi HVP or HVB yang pertama kali dilakukan adalah mengutamakan quality dan customer voice. sehingga mendapatkan customer value sebagai modal untuk menuju HVP or HVB

    Guest
  16. Wah, HIV & HIV mah Indonesia udah diborong semua ama A*M, Terutama HSX125 ama Repo110.. Udah produk bagus, larinya juga oke, ga kaya produk Y yg jual baju doank.. Masa CC 115 ama 110 kalah,,,, wkwkwkwk harga ga bohong, kecuali Y yg jual Baju!

    Salam 1Heart

    Guest
  17. Harga berbanding Lurus dengan kualitas,
    Dimana Ada Harga,
    Ada Kualitas Yang baik,Dan ada juga keunggulan,
    Yang membuat nyaman.

    Guest
  18. “Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi”
    like this… pengolahan kata yang bagus… coba kalau yunior yang menulis pasti…bunyinya lain.

    Guest
  19. Bagaimana dengan fenomena rare product seperti Honda CB100, Honda Mongkey, YamahaTZM, RGR? terkadang nilai Rarenya itu yang buat jadi nilai plus plus loh kang…..

    Guest
  20. 50. BRYANT – November 27, 2010

    Harga berbanding Lurus dengan kualitas,
    Dimana Ada Harga,
    Ada Kualitas Yang baik,Dan ada juga keunggulan,
    Yang membuat nyaman.
    ===================================
    Saya jadi ingat obrolan beberapa bulan yang lalu dengan Seorang Pimpinan perusahaan manufaktur helm, Ia mengungkapkan bahwa mobil yang dimilikinya yakni Hummer dan Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yang masih kalah dibandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Suzuki B-King, Atau Honda Furry.

    kenyamanan bukan no 1 bro…

    Tapi dengan kenyataan kenyamanan ini kenapa Harley dan Hummer tetap menjadi barang mewah dan Banyak yang tetap membelinya? Ya karena faktor High Value Branded Products. IMHO, Kalau sudah masuk ditatanan ini, bukan Logika lagi yang bermain, melainkan emosional juga ikut mendominasi, cmiiw

    ya karena gengsi 😀

    Guest
  21. 26. repsolhonda – November 26, 2010

    g kayak warung sblh,hehe
    36. uDien D’Kabayan – November 26, 2010

    Suejuuuuk pisan euuuyyyy di warung inih

    bawaan juragan yang sudah menyelesaikan ibadah haji kali yah ….
    semoga juragan jadi haji mabrur, tambah bijaksana, tambah luas wawasannya, dan tambah dalam ilmunya …

    amiiinnnn ….
    =========================
    Kuncinya satu, yang punya warung, ibarat orang tua, harus bisa:
    ing ngarso sung tulodo,
    ing madyo mangun karso,
    tut wuri handayani.
    Ditambah sabar (ini yang saya lihat ada pada pemilik warung ijo)dalam meladeni pengunjung. Tidak menghantam, menghukum, dan maaf, menelanjangi orang di depan orang banyak. Semoga ke depan akan semakin baik.

    Guest
  22. Kalo buat saya sendiri lebih cenderung milih produk yang price to performance nya tinggi… Seperti contoh saya membeli earphone iem mer superlux seharga 290rb… Menurut saya earphone ini kualitasnya sebanding dengan iem yang harganya 2 jutaan seperti merk westone um3x.

    Guest
  23. Wlau Motor Harley sebenarnya memiliki tingkat kenyamanan yg masih kalah dbandingkan dengan Toyota Alphard ataupun Yamaha V-Max, Namun Brand yg membuat ny brada di level atas..

    Guest
  24. Celakalah kalau lebih banyak yg brand oriented
    tanpa disadari produsen akan menjadi otoriter…
    salah satunya motor yg harga mahal dan overpriced …

    hati2 dn waspadalah…

    Guest
  25. For those who don’t want a uniform Korean glimpse therefore you just want a particular piece of garments from Korea, here are a few illustrations of attire and shirts that could include an extra oomph towards your wardrobe. Determine cardigan, Chiffon striped NB, T-shirt, Alluring dishevelled trousers, Rose top jump suit, Chiffon gown. Asian style is one area that pulls people today from numerous pieces of the earth. In fact should you analysis a little then you certainly will come to know that Asian style will be the quickest developing marketplace in today’s entire world. Asian fashion has its special development and kinds. The fabric and layouts are modern, classy and easy to don. Among the several types of variations Korean manner and Japanese vogue may be the most attractive and financially rewarding for everyone. Beforehand the Asian manner business was limited of their nearby marketplaces only. Issues are shifting rather rapid now and with which the Asian trend has also turn out to be a well-known identify among the people belong to western nations.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here