Bro sekalian . . . Merek/Brand memang tidak sama dengan produk. Merek adalah sebuah nama atau simbol yang diasosiasikan dengan suatu produk atau jasa dan menimbulkan arti psikologis atau asosiasi. Merek/Brand bukan hanya apa yang tercetak di dalam produk atau kemasannya, tetapi apa yang ada di benak konsumen dan bagaimana konsumen mengasosiasikannya. Kedua Bahasan ini seringkali saya ulang-ulang di beberapa artikel sebelumnya. Nah Kali ini saya mencoba mengajak kita semua mendiskusikan geliat Suzuki yang sepertinya mencoba mensosialisasikan semacam Brand Baru, Titan dan Axelo contohnya. Khusus Axelo merupakan studi kasus kita kali ini . . . apakah nama besar shogun mau dilengserkan?

Pada Kasus titan, Suzuki masih tetap mencantolkan embel embel nama “Smash” di brand motor bebek entry levelnya tersebut . ..  Penampakan fisik Brand “smash” terlihat lebih inferior dibanding titan. . . Ini mengingatkan saya pada kasus Toyota Inova yang Oleh TAM masih diberi embel-embel Kijang . . . padahal sewaktu saya lihat di KSA atau mungkin negara lain gak ada tuh embel-embel “kijang” di sosok Inova.Untuk membangun sebuah Brand atau merk membutuhkan effort yang luarbiasa dan tidak bisa Instan. Shogun sudah lama lahir dan memiliki asosiasi sebagai bebek yang cepat dan tangguh, paling tidak terbukti dimana cukup banyak menyabet gelar juara di Road race. Nah ini adalah Aset yang maha penting menurut saya, cmiiw

Masalahnya Nama Baru ini bukanlah ditempel untuk brand yang sama sekali baru seperti kasus Honda CS 1 atau Yamaha Xeon, akan tetapi sebagai Suksetor pendahulunya yakni Shogun series. Bagi saya untuk Merk/Brand tidaklah berlaku pepatah “Apalah Arti sebuah nama” Merk yang awalnya muncul sebagai pembeda dengan produk lain pada perjalanannya akan berubah fungsi menjadi “wakil” produk, “simbol” produk . ..  bahkan bisa menjadi “Image” suatu produk. Knap menuturkan seperti yang saya kutip dari majalah executive :

Knapp menyatakan terdapat tiga sifat fundamental yang membedakan suatu merek sejati dalam pikiran konsumen: internalisasi kesan-kesan, posisi khusus dalam mata pikiran konsumen, serta manfaat emosional dan fungsional yang dirasakan. Pada akhirnya merek bukan apa yang dibuat di pabrik, tercetak di dalam kemasan atau apa yang diiklankan oleh pemasar, tetapi apa yang ada di dalam pikiran konsumen.

Bisa jadi Nama Shogun tetep akan ‘diselipin’ sebagai empowering Terhadap Brand Baru Axelo . . . begitulah yang terlihat sekilas pada gambar yang sempat di leak oleh otomotifnet . . . saya pribadi berpendapat Brand Shogun merupakan aset sudah terlanjur mengakar kuat di benar pemerhati dan Konsumen roda dua Nasional, so  . . . . Yakin Brand “shogun” mau dilengserkan? [ note semua ini murni pendapat pribadi] . ..  silahkan didiskusikan, dikomentari dan semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

gambar : otomotifnet.com

napp menyatakan terdapat tiga sifat fundamental yang membedakan suatu merek sejati dalam pikiran konsumen: internalisasi kesan-kesan, posisi khusus dalam mata pikiran konsumen, serta manfaat emosional dan fungsional yang dirasakan. Pada akhirnya merek bukan apa yang dibuat di pabrik, tercetak di dalam kemasan atau apa yang diiklankan oleh pemasar, tetapi apa yang ada di dalam pikiran konsumen.

82 COMMENTS

  1. dilemma.. ga yakin.. :mrgreen:

    mempertahankan nama besar shogun, tapi juga mempertahankan segala keburukan shogun, atau menciptakan brand image baru.. saya prefer membangun brand image baru, case nya shogun lho, (beda kalo supra,mio atau jupiter lain..) kan katanya suzuki mau berubah.?? :mrgreen:

    Guest
  2. gak yakin mas, membentuk opini akan sebuah nama bukan hal yang mudah, mungkin banyak nama2 lain yg mengartikan apalah arti sebuah nama, tetapi paradigma yang tertanam di benak mideset akan sebuah product yg telah bertahun2 menemani akan lah beda…..kenapa supra, jupiter, mio, tiger, lebih dipertahankan……bagaimana midset tentang smash atau shogun dimata masyarakat……pasti berbeda kan….

    Guest
  3. Sebenernya kalo brand “Suzuki” udah top, mau pake nama “Shogun” ato enggak mah gak ngefek. Cuman masalahnya kan yang terbangun adalah brand “Shogun”-nya, bukan “Suzuki.” Ini erat kaitannya dengan image Shogun sebagai motor jawara underbone di masa lalu. Lebih mudah numpang tenar daripada membangun image dari awal kan ?

    Pemilihan nama juga signifikan efeknya terhadap image produk. Ketika Suzuki memilih nama Shogun, image konsumen langsung mengkaitkannya dengan ksatria jepang kuno. Strategi branding ini berhasil ketika kemudian Shogun menjadi motor andalan di balapan underbone.

    Nama Axelo mungkin masih blom ada artinya bagi konsumen. Suzuki harus mengkaitkan nama itu dengan image yang sudah dikenal konsumen lalu melakukan langkah penguatan image itu di benak masyarakat. Persis seperti yang dilakukan Honda yang melekatkan image “irit” terhadap line produknya lalu mengadakan lomba irit BBM yang diadakan massal di beberapa kota. Juga seperti Yamaha yang melekatkan image “kencang” pada line produknya khususnya line Jupiter lalu membuat iklan dengan bintang Valentino Rossi yang sudah dikenal sebagai pembalap top.

    Suzuki seharusnya menyiapkan strateginya secara matang untuk bisa mendobrak kemapanan pesaingnya. Dengan strategi alakadarnya seperti yang terjadi pada Suzuki Arashi, siap-siap saja bakal kedodoran dalam penjualan.

    Lalu bagaimana ?

    Ya itu tadi, Suzuki harus menata strategi pemasarannya jauh sebelum launching produknya. Suzuki harus mengkaitkan brand produknya dengan satu image yang sudah melekat di benak masyarakat. Honda identik dengan irit, Yamaha identik dengan kencang, Suzuki harus mencari satu kata yang melekat di benak konsumen untuk dilekatkan pada produk2nya.

    Saya punya beberapa strategi yang bisa digunakan oleh Suzuki untuk bisa menembus persaingan pasar, tapi tentu saja tidak gratis dan tidak bisa diungkap di sini. Silakan hubungi saya di facebook saya : http://www.facebook.com/berlinsianipar. Hehehe…

    Guest
  4. terkadang sebuah brand juga diperlukan untuk membangun sebuah hal yang lbh baik, namun mengorbankan sebuah nama yang sudah “membumi” akan lbh banyak perhitungan, krn mmbangun sebuah brand itu cukup sulit, d selipin aja embel2nya, kyk supra kalo dulu byk macamnya, supra X, supra XX, supra V toh tiap2 merk itu ada yg berbeda, jd knp harus mngorbankn brand “shogun” yg sdh lama d bangun lbh dr 1 dekade…ayo suzuki..:-)..ada byk yg mnunggu inovasi dr mu..

    Guest
  5. @15. thole
    nice point of view
    harus ditimbang lebih banyak manfaat atau mudharatnya

    @18. g o b e r
    makasih opini komprehensif nya .. . i do really apreciate it 🙂

    Administrator
  6. kalo menurutku image positif shogun itu di bangun dari keberhasilan shogun 110 cc.sayang sedikit kesalahan dari suzuki dengan mengganti segmen 110cc dengan smash yang keliatannya sangat mengecewakan dan memaksa shogun naik tahta bersaing dengan nama besar supra di kelas 125cc.padahal jelas pada saat masih bernama kharisma produk 125cc honda hampir hancur oleh shogun dan jupie mx.

    Guest
  7. Mendingan jangan dilengserkan deh…
    tetep di sambung2in kayak case kijang innova diatas.
    sambil membangun brand baru tapi jgn dari nol

    Guest
  8. mungkin shogun sedang dalam masa peralihan nama menjadi Axelo namun memang tidak bisa secara langsung diganti, harus perlahan-lahan dan menurut saya memang nama Shogun lebih baik tetap disematkan menjadi Shogun Axelo lama2 juga kalo konsumen sudah mengenal Axelo nantinya nama shogun akan sedikit terlupakan seperti halnya Astrea grand yang sekarang kita cukup menyebutnya dengan nama Grand sajah… IMHO 🙂

    Guest
  9. Memang hidup nggak bisa borong semua..suzuki top di kelas bebek satria …. melenggang nggak ada lawan …., masuk bebek asli lagi spt titan meskipun udah dimurahin…tetep aja nggak begitu populer.. tapi kalau FU langsung kebayang kan ..mirip-mirip denger GSX …gimana gitu…. 🙂

    Guest
  10. Ya menurut saya, sebelumnya pasti tim pengambil keputusan dipihak suzuki sudah mempertimbangkan matang-matang, karena perubahan brand merupakan sebuah faktor kritikal kedepan dalam penjualan produk, akan tetapi “mungkin”juga brand “shogun” memang kurang memiliki “profit taking”yang diharapkan suzuki
    ibarat kata jual beli domain, jikat si “jack”lebih memiliki typo tinggi, serta high search dibanding “jaka” kenapa tidak kita ubah menjadi jack??
    hehe

    ===========
    http://www.costumize.us/2010/12/hollywood-large-engine-motorcycles-club.html <<< club motor elit nih..

    Guest
  11. oh iya tambahan, orang indo trendnya demen sesuatu yang baru loh untuk sebuah motor

    soalnya kebanyakan brand lain, semacam new scorpio dll, mesinnya sama
    mungkin dengan kata lain untuk mengetes pasar

    Guest
  12. Suzuki mesti punya strategi yang tepat, kalopun membangun image baru ga maslah asal didukung oleh seluruh komponen internal suzuki untuk memajukan image baru tersebut, bagiku nama shogun sudah tidak bertaji seperti dulu… honda ga ragu untuk membangun SCOOPY tanpa memberi embel-embel BEAT meski mesin sama , toh Scoopy moncer kaya nasi uduk pagi hari… jadi SUZUKI mesti bangun dari tidur panjangnya berselimut FU150 dan Thundernya.. ayo suzuki kamu Bisa…

    Guest
  13. waduh… suzuki… suzuki… lha yg dipengeni tu reborn-nya fx125 pake baju shogun koq mbalelo pake seri fd… karepmu cah….

    Guest
  14. nebeng lewat mas,(wildcarder)

    Jika melihat brand SU**KI kita dapat merasakan aura tersendiri yang cukup kuat dibanding merek H,Y,K. SU**KI memiliki aura fighter disetiap lini produknya. Tapi kini memang kita tahu bahwa brand ini sedang ada dipersimpangan, maka dari itu SU**KI harus memutar strategi sebaik-baiknya untuk menghancurkan dominasi dua brand besar yang sedang kejar mengejar. Su**KI punya semua potensi itu, tapi yang harus diingat jangan sampai strategi yang dikeluarkan malah kemudian memojokkan SU**KI sendiri. memaksimalkan kekuatan yang sudah ada di tiap line up produk SU**KI akan lebih baik dari memunculkan produk baru yang belum memiliki image mengingat posisi SU**KI sekarang benar-benar ada di persimpangan.

    SU**KI bisa menularkan kekuatan image FU 150 yang powerful kepada produk lainnya, dengan syarat semua potensinya harus di serap baik dari design, ketangguhan, kekuatan, dan keberanian agar brand ini bisa melekat lagi di hati mata konsumen. Jangan sampai R&D yang sudah diboyong ke Indonesia menjadi mubazir tanpa hasil.

    HIDUP BIKERS INDONESIA !!!

    Guest
  15. Kalo menurut saya enggak akan dihilangkan. Soalnya ciri khas Suzuki disini Semua produk Bebek dan skutiknya Ber awalan “S” Yang gak ber awalan “S” gak laku (Ex : Arashi)

    Mungkin saja

    Guest
  16. Pulsar adalah salah satu contoh bagaimana kuatnya sebuah citra merek. bahkan mengalahkan merek utama itu sendiri, Bajaj.

    Guest
  17. Jangan dilengserkan.., mending Shogun naik kasta lagi. Mungkin jadi bebek mesin tegak 130cc DOHC. Soalnya, Shogun memang terkenal kencang dan tangguh pada jaman masih 110cc. ngarep mode on
    Kalo Axelo gak pake nama besar Shogun juga gak masalah sih..,Skalian menanamkan mindset baru dibenak konsumen..

    Guest
  18. Kalau ditempatku image nama shogun yg sekarang sudah jelek bgt identik dgn boros, jadul n hrg jual ancur. So lebih baik pake nama lain aja tp jg dibarengi dg peningkatan kualitas produk agar image baru yg lbh baik.

    Guest
  19. Sebenarnya pecinta Suzuki masih banyak…. buktinya apresiasi yg masuk banyak memberi masukan positif. secara teknis produk R2 Suzuki sangat layak bersaing dengan kompetitor lain…. 🙂

    Guest
  20. bener gan .sangat susah membangun hawa positif suatu brand.apalagi bikin brand baru.malah kegencet ntar suzuki 😀

    nitip lapak bagi yang pengen liat foto HOT para rider bareng pasangannya
    http://ninja150r.wordpress.com/2010/12/12/foto-foto-hot-para-riders-bareng-pasangan/
    Kumpulan Gambar Modifikasi Yamaha Byson
    http://ninja150r.wordpress.com/2010/12/11/kumpulan-gambar-modifikasi-yamaha-byson-update/
    Honda CBR 250R dibanderol 46-50 juta
    http://ninja150r.wordpress.com/2010/12/13/pesan-di-jms-honda-cbr-250r-dihargai-rp-46-50-juta/

    Guest
  21. yang ke 51,
    kl menurut saya tidak masalah, toh motor2 suzuki, dari dulu inovatif & sampai saat ini masih terbukti
    ketangguhannya lawan brand lain yang namanya cuma tambahain 2 huruf aja

    Guest
  22. Siang tadi pulang dari jakarta via jonggol ketemu lagi dua rider full wearpack menggunakan motor suzuki, sekilas mirip shogun facelift, lha matic nya kemana? tempo hari 2 matic 2 bebek riding to cianjur

    Guest
  23. Kalo shogun mo lengser g’ papa tuh.
    Biar Suzuki bikin lagi product baru lagi. So biar ada terasa persaingan sama HONDA dan Yamaha.
    Masa’ H & Y bersaing berdua aj.

    Guest
  24. jadi inget di tahun 90-an, brand ‘Astrea’ sangat populer. Saat Honda meluncurkan bebek varian baru, Supra, masih diberi embel2 Astrea Supra 😀 Lambat laun brand ‘Supra’ mulai mengena di hati konsumen dan masih populer sampe sekarang. :mrgreen: mungkin langkah ini bisa ditiru Suzuki 😀

    Guest
  25. Kalau melihat iklan suzuki di tv,sepertinya suzuki sedang dalam dua pilihan sulit. Lihat saja, iklannya tidak fokus ke motor atau ke mobil. Belum lagi motor yang ditampilkan tidak ada di indonesia.
    Atau mungkin maksudnya sekali mendayung dua pulau terlampaui? Mending dipisah, dan fokus ke masing-masing produk. Seperti honda, mobil dan motor benar-benar terpisah. Lambangnya saja beda.

    Guest
  26. Tentunya bawa brand baru punya resiko sendiri, begitu pula mempertahankan brand lama yang kurang bersinar lagi . Yang utama bgmn Suzuki mengemas marketing produk baru ini supaya dirasa bukan hanya’familiar’ tapi juga ‘very promising product’ oleh konsumen. Mungkin bisa dimulai dengan membidik konsumen setia suzuki yang ada di klub2 , seperti pendekatan honda terhadap komunitas Megapro lama . Apa perlu sekalian ganti Tagline yaaa … 🙂

    Guest
  27. Astrea pun lengser..
    KAZE juga lengser…Blitz,Edge dan Athlete ga ada embel-embel KAZE padahal mesinnya ya sebasis(mirip Honda dengan tipe C sebelum akhirnya distop), cuma tinggal Kaze ZX130 tapi udah sayup-sayup..
    jadi kenapa harus ragu ninggalin Shogun??
    Dulu sih jawara roadrace tapi 2 tahun belakangan, nama Shogun tenggelam di kancah roadrace,malah menurut saya kalo masih ada nama Shogun bisa jadi pecintanya bilang waaa shogun kan udah kalah di roadrace,brand image-nya udah kalah sama Jupiter

    Guest
  28. Dulu suzuki shogun tuh keren, 110cc, bentuknya aneh, bodinya gambot (jaman2 suzuki GS). Terus nular ke Satria 120, bentuknya sama2 anehnya, kesannya sporty pula. Semenjak itu, suzuki = sporty.

    Muncul shogun baru, lebih ramping, model agak aneh, tapi masih sporty sih dengan velg putihnya.

    Terus muncul shogun yang sok mewah itu, kenapa mewah? kudunya sporty. Shogun yang muncul sekarang, harusnya muncul sebagai shogun sok mewah itu.

    Kalo suzuki masih tetap main di bebek biasa yang bakalan head to head sama supra X125, bakalan mati. Makanya Yamaha buat Jupie ccnya 135, bentuk beda, jadinya kelasnya beda juga. Iklannya bagus, endorsernya bang Rossi juga bagus. Awesome.

    Soal nama:
    Nama aneh, Axelo: nama parfum? deodoran ketiak? “Axelo? Sumpe Lo!” Cara nyebutnya kaku banget, “akselo”. Kayak nubruk gitu kalo ngomongnya. Ak…akh..akh..se..lo..

    Ato dibacanya Aselo? ato Aks-selo ato Eks-selo, astaga bacanya juga dah bikin mikir!

    Axelo:
    Axe = Kampak?
    Lo = Rendah?
    Apa maksudnya?

    Ato:
    Axe = “Aksi”
    Lo = “Kamu!”

    Axelo = Aksi Lo! = So Lame….

    Axelo kebayangnya rice cooker sama kloset wc.

    It is of Hebrew origin, and the meaning of Axel is “father is peace”

    Jadi Axelo mungkin bakalan jadi motor yang “rest in peace”

    Udah, shogun buat bebek fitur:

    Shogun 135SP
    1. Desain basisnya mirip Jupie MX
    2. Dashboard Full Digital
    3. Injeksi
    4. 135cc
    5. Double Disc
    6. Monoshock
    7. Ban lebih lebar dari standard

    Guest
  29. Admiring the time and energy youu put iinto your website and detailed information you provide.
    It’s great to come across a blog every once in a while
    that isn’t the same unwanted rehashed material. Excellent read!
    I’ve saved yyour site and I’m including your RSS feeds to my Google
    account.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.