Offset Cylinder . . . . Teknologi apaan sih ini? Ok untuk kali ini mohon baca pelan-pelan 🙂 coba sahabat sekalian cek gambar di atas. Gambar sebelah kiri adalah gambaran SIlinder mesin Konvensional, Con-rod yang bertugas meneruskan gerakan piston ke Crankshaft naik dan turun saat power stroke bergerak dengan membentuk sudut dengan garis lurus Piston-CrankShaft. Pergerakan Conrod yang seperti ini akan menghasilkan Gesekan Yang cukup besar antara dinding silinder dan Piston. Pun Gaya Yang dihasilkan Oleh Con-Rod akan tereduksi? lha jadi nggak efesien tho?  lho koq tereduksi?



🙄 Oret oretan gambaran Silinder Konvensional

Ok dalam fisika kita kenal yang nmanya Vektor (pelajaran kelas 1 SMA)

Nah Gaya  dorong yang diperoleh Con-rod kan miring (cek tulisan Thus force from Connecting Rod) , termasuk vektor

Karena miring, maka tenaga yang disalurkan  Piston Tidak sama dengan Gaya yang diterima  Con-Rod.

Gaya yang diteruskan Conrod = Nilai Gaya dorong yang dibawa piston akibat power stroke dikali nilai Cosinus Sudut yang dibentuk.

Nah Nilai cosinus ini selalu lebih kecil dari 1, kecuali saat sudutnya nol .

sehingga Nilai yang dihasilkan untuk menggerakkan Crank shaft akan lebih kecil dari Gaya dorong yang dihasilkan piston akibat power stroke.

Atau gampangnya . . . Ada tenaga Yang Hilang !! alias ada ketidak efesienan Tenaga !! Got it?

Sedangkan pada teknologi Offset Cylinder (gambar kanan) , Crank shaft dapat bergerak offset sehingga Gerakan naik-turun Con-Rod tidak membentuk sudut (dan atau memperkecil sudut)  atau bergerak sama/segaris dengan gerakan piston. Nah Karena Gerakan segaris ini Gesekan antara piston dan dinding silinder akan berkurang, imbasnya sangat signifikan . . . beban kerja piston yang ringan, dan piston pun dapat dibuat dengan dimensi dan spesifikasi yang lebih ringan . . . karena lebih ringan, Kinerja/Performa mesin bisa lebih jooos karena lebih mudah piston bergerak menghasilkan tenaga.

Bukan Itu saja, Karena Gerakan naik-turun Con-Rod tidak membentuk sudut (cosinus 0 = 1 )  atau bergerak sama/segaris (sudut = nol)  dengan gerakan piston maka hampir tidak ada tenaga (force) akibat power stroke yang ‘terbuang’ karena hampir 100% tenaga/Gaya dorong piston tersalurkan ke conrod . . . Nah hasilnya adalah tenaga Yang semakin efesien . . . imbas jauhnya bisa jadi Irit bahan bakar.  Bisa Jadi Inilah salah satu kunci kenapa ZX 10R bisa melebihi tenaga BMW R1000. Dan Teknologi inipun sudah di aplikasikan ke New CBR 250R dan kalo nggak salah bebek Honda Revo . . . kalo masih nggak mudeng mari kita diskusikan bersama, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

1 COMMENT

  1. yup, dah pernah denger soal ini, memang bagus banget nih teknologi.
    tapi kalau diaplikasiin di motor dg cc kecil kayaknya kurang oke deh, soale butuh tenaga utk offset nya kan lumayan, secara bandulnya itu berat lho (nama kerennya apa sih bandul itu?), malah nanti bisa gak terlalu balance tuh mesin

    ada yg dah patenin apa gak ?

    Guest
  2. Cuma honda yang bsa beri teknologi yg canggih, tetangga sebelah ngaku nya aja d depan tp teknologinya bodoh2in konsumen tuch

    Guest
  3. Ini bisa kita sebut dengan sederhana sebagai mesin efisien dan efektif, dengan mereduksi gesekan piston di ruang bakar maka keluaran tenaga menjadi maksimal tanpa harus mengkonsumsi bahan bakar lebih banyak. Dan ujung-ujungnya performa mesin jadi lebih bisa diandalkan. cmiiw.
    HIDUP BIKERS INDONESIA !!!(wildcarder)

    Guest
  4. Nah Karena Gerakan segaris ini Gesekan antara piston dan dinding silinder akan berkurang,
    ………………………………………..

    Piston ngga akan bergesekan dengan dinding silinder, karena yg gesek dengan dinding silinder itu ring piston mas Taufik.

    Guest
  5. oic, jadi geseskan pada dinding cylinder bisa lebih rendah pada saat piston turun dan gesekan yg terjadi pada saat piston naik tidak terlalu pengaruh pada power. Ehhmm jadi ngerti TQ Kang Haji.

    Guest
  6. oh gitu ya kang haji?
    pantesan aja abs revo bisa gede banget tenaganya (untuk ukuran motor 110 cc) trus bisa irit lagi.

    trus klo motor yg tenaganya kecil tp kok boros banget itu pake teknologi apa kang?
    xixixixixiii…

    Guest
  7. di teknologi offset ini berarti pas piston menuju TMA ato bergerak naik, tetep membentuk sudut yak ?? ato tetep lurus pas kaya lagi turun kebawah ?

    Guest
  8. @ Bang haji: bukankah kawak ZX 1OR yg baru malah di recall karena piston dan liner cepat aus, karena clearance terlalu extream rpm tinggi smp kawak turunin max rpm nya..

    Guest
  9. @25. blackevil888

    clearance itu kalo ga salah jarak dari kepala piston TMA ke cekungan Head waktu kompresi.. mungkin si ZX kompresinya ketinggian jadi cepet aus.. cmiiw

    Guest
  10. btw menurutku kawasaki zx10r masih ketinggalan dalam hal teknologi sama bmw s1000rr. Tapi untuk tenaga bolehlah ditandingi. Oiya satu lagi kemungkinan juga bmw s1000rr lebih reliable soalnya kan motor motor bmw terkenal akan ketangguhannya.. 😀

    Guest
  11. @ sampah

    bukannya clearance itu jarak antara piston dengan dinding silinder?

    setiap mesin punya clearance sendiri-sendiri
    oleh karena itu, tukang bubut yang berpengalaman akan tahun bahwa tiap merk motor punya clearance sendiri-sendiri

    kalo terlalu rapat, nanti malah macet…
    kalo macet, bisa lecet

    (aduh, jadi malah ingat artikel kesehatan di detik.com…punya suami lecet setelah ronde ketiga..hihihi..)

    Guest
  12. Untuk piston turun memang jd lurus, tapi pas naik lagi sudut lebih besar dibanding yg konv. Pasti gaya gesek lebih besar n mengurangi keawetan mesin, bgmn itu kang…?

    Guest
  13. 18 @vyzex

    Itu dalam keadaan abnormal, yg normalnya piston tdk akan bergesekan dgn silinder krn tugas bergesekan dgn dinding silinder itu ring piston itupun diantaranya(piston dan silinder) terdapat minyak pelumas.Klo piston itu harus gesek sama silinder wah baru 1 stroke udah jebol tuh.

    28 Ndje_te

    Betul tuh, sudut usahanya yg turun kebawah bisa 90derajat.Tapi ketika piston balik buat kompresi sudutnya bisa lebih besar yah disini peranan flywheel (rodagila) yg main. Jadi mas Taufik hanya berlaku buat ketika con-rod dalam posisi usaha tidak sebaliknya seperti mas Taufik bilang naik/turun

    Guest
  14. 18 @vyzex

    Itu dalam keadaan abnormal, yg normalnya piston tdk akan bergesekan dgn silinder krn tugas bergesekan dgn dinding silinder itu ring piston itupun diantaranya(piston dan silinder) terdapat minyak pelumas.Klo piston itu harus gesek sama silinder wah baru 1 stroke udah jebol tuh.
    xixix…………..
    28 Ndje_te

    Betul tuh, sudut usahanya yg turun kebawah bisa 90derajat.Tapi ketika piston balik buat kompresi sudutnya bisa lebih besar yah disini peranan flywheel (rodagila) yg main. Jadi mas Taufik hanya berlaku buat ketika con-rod dalam posisi usaha tidak sebaliknya seperti mas Taufik bilang naik/turun

    Guest
  15. Kang Haji..
    Oret oretan gambar silinder konvensionalnya yg dioret oret gak sesuai sasaran sepertinya…
    “Gesekan besar” yg dioret kuning bukannya sisi satunya..

    Guest
  16. @ 18 vyzex

    Berarti nggak normal tuh mesin, mesin yang normal piston tidak bergesekan dgn cylinder liner, tapi ring piston dan diantara piston dan cylinder terdapat pelumas.

    @ 28 Ndje_te
    Betul ntuh yg lurus kebawah itu pas con-rod kena usaha, sedangkan ketika naik ke atas mengalami sudut yg lebih signifikan dibanding mesin konvensional.

    Jadi mas Taufik koefisien geseknya berkurang hanya ketika con-rod turun dan tidak sebaliknya seperti mas bilang yaitu naik/turun.

    Guest
  17. masih belum mudeng nih kang Haji,
    bukankah imanapun posisi crankshaft, saat piston bergerak dr TMB ke TMA pasti selalu membentuk sudut? Kalo connecting rod hanya naik turun vertikal, bagaimana cara menghasilkan gerak putar pada poros engkolnya?

    Guest
  18. ow… gitu to…
    jadi saat piston mendorong, lengan piston lurus, pas piston turun lengan piston terjadi sudut yg besar…. jadi kesimpulannya pada saat dorongan piston yg naik itulah kepentingan utamanya……
    maaf kalo salah, kurasa begitu…

    Guest
  19. @mr oaiu
    sepakat…piston yg baik dan bersahabat tidak gesekan dgn dinding silinder…sebab ..bila benar bergesekan, maka apa gunanya lg ring di sana?

    Guest
  20. klik…mototuneusa.com…cari circular logic dan impossible pistons museum…mudah-mudahan bisa membantu dan menjelaskan knp gak ada gesekan…

    tentunya situs ini gak membantu soal penjualan merk2 tertentu…ha ha

    Guest
  21. @25. EleX Yo BAND
    ya kalo nggak salah teknologi offset cylinder termasuk satu paket di EFT nya Honda

    @27. Dani Ramadian
    lha dari 2 hari yang lalu mas bro

    @28. sampah
    pistonnya dipastikan nggak membentuk sudutwalaupun menggunakan teknologi konvensional atau offset
    yang membentuk sudut adalah gerakan setangnya bro atau con-rod, cmiiw

    @29. blackevil888
    zx 10R yang baru bermasalah di per klepnya bro (speing valve) :http://645.879.myftpupload.com/2011/01/03/masalah-2011-kawasaki-ninja-zx10r-dah-ketemu-resmi-kena-recall/

    @30. Awakku
    makasih tambahannya bro

    @35. Ndje_te
    ofseet ini bergerak dinamis . .. kekanan-ke kiri sehingga diupayakan gerakan keatasnya juga lurus/mendekati lurus -> mengurangi sudut semaksimal mngkin

    @36. jono
    maksute oret oretannya?
    saya pikir sudah sukup dengan gambar pertama sebelah kanan mas bro
    mo ditambah lagi

    @39. oaiu
    hmmm I’ll check again

    @43. Schutzstaffel
    he he he he iya . .. kebalik . .. teliti sampeyan bro 🙂
    nanti saya ganti deh

    @44. teaser
    ya ada yang digeser2

    @53. Shrouder
    nah yang digeser (offset) crank shaftnya ini . . . diupayakan sehingga sudutnya bisa minimal bro

    @61. yudibatang
    harus diubek2 crankshaftnya mas . . .berat tuh

    Administrator
  22. @ kang haji
    kira-kira ke depannya semua engine bakal offset gak kang ….

    *kalau cristian gonjales sering offset bagus gak yah …. xixixi

    Guest
  23. sedikit-sedikit mulai terungkap kan???
    kenapa si CBR 250 masuk jajaran motor terpanas ….

    satu silinder tapi sakti lho …

    Guest
  24. weledeleh …
    email-ku kurang dua huruf
    avatarku jadi seperti congcot gituch …

    aseeemmmmm …. xixixixi

    Guest
  25. nah sekarang avatarku sudah normal kembali
    ini avatar kan abstraksinya syahrul gunawan … 🙂

    *sorry oot

    Guest
  26. pantes abs revo ma blade mesinnya aga brisik mendekati brisiknya msin yamaha, ga da lagi ciri mesin halusnya honda

    Guest
  27. tp kalo menurut ane tenaga besarnya abs revo itu hanya cman sampe beberapa bulan…temen ane blg kata dia memg wktu masi baru agk kenceng..tpi stelah pemakaian bebrapa bulan dah kendor abiz tenaganya.. usut punya usut ternyata dicek dah gk balance kruk asnya .. 🙁

    Guest
  28. @67. uDien D’Kabayan
    ini kang udin benaran bukan . .. koq avatarnya beda?
    klonengan detected 😛

    @65. aryoningrat
    sigana sih encan kang
    *jawab ake basa sunda
    ndurung kayaknya mas . ..

    Administrator
  29. @ 75 kang haji taufik
    bener mas kaji : kurang dua huruf (nomor)
    pan tos diklarifikasi di koment no 70 …. heheheh …

    kumaha tuch tanggapan mas kaji ke depannya semua engine bakalan offset gak mas …
    kalau semua offset berarti semua gol dianulir dong
    (eh ngaco, sorry) 😛

    Guest
  30. 80. uDien D’Kabayan
    kalo offset semua berarti bek nya jago bikin perangkap
    * tambah ngawur

    @81. uDien D’Kabayan
    kagak ini ada waktu dikit
    ada ide tema nyangkut dikepala, ketak ketik di ponsel
    baru selesai
    new article siap brojoools . .. bersiaplah bertarung sama juragan warung, soale dia tau jam berapa dibrojolinnya xixiixixxi :mrgreen:

    Administrator
  31. Betul,Yg penting piston turun,,dlm mesin 4 langkah, 2x putaran kruk as atau 4x langkah piston menghasilkan 1x tenaga,nah saat menghasilkan tenaga disitulah yg penting conrod tdk membentuk sudut, cmiiw

    Guest
  32. yups betul, wah pelajaran kuliah 6 tahun lalu nich 😆

    offset piston selain memperbesar efisiensi engine berimbas juga pada ke awetan piston/ liner block cylinder, pin piston, connecting rod, dan big end rod. karena gaya dorong piston langsung dan lurus ke bawah, meminimalisasi loss power yang diakibatkan getaran dan gesekan piston yang berlebih!

    40. satriafu150 – Januari 6, 2011

    Supra X 125 kayaknya bebek honda yang pertama nerapin teknologi ini.
    ====================================================hampir bener bro (hampir lho) 😆

    @58. supergleweh – Januari 6, 2011

    honda mulai memakainya di karisma dan kirana sekitar tahun 2002
    CMIIW
    ================================================

    yups 100 buat anda mas 😀 sejak pertama karisma di gembar-gembor in bebek advance technology (di jamannya) he he mirip si riris ku :mrgreen:

    salam from warung DOHC

    Guest
  33. emang bener pas piston turun meminimalisir gesekan,,,,,tapi bagaimana klo pas piston naik apa sudutnya gak gedhe banget tuh,,,,???????

    ane teringat kembali di jaman STM dulu,,,,,pas pelajaran mekanika teknik bahwa,,

    USAHA GAYA = USAHA BEBAN

    karena adanya kerugian gesekan, berat alat/mesin itu sendiri sehingga menjadi :

    USAHA GAYA = USAHA BEBAN + berat mesin + gesekan

    jadi meskipun posisi cylinder bergeser (offset) tetep aja gesekan terjadi saat piston naik (laju piston lebih lambat). Sebelah kiri memang minim gesekan,,,tapi bagaimana dengan sisi kanan,,,????

    keuntungan penggunaan offset cylinder masih perlu pembuktian terutama saat putaran(rpm mesin tinggi.

    Guest
  34. Pantesan karismaku irit sekaligus kenceng. Memang nggak salah pilih, memasuki tahun ke-7 masih tokcer.

    Padahal memang ini salah satu alasan dulu berani beli motor ini, selain soal piston berlapis keramik.

    Guest
  35. emang bener pas piston turun meminimalisir gesekan,,,,,tapi bagaimana klo pas piston naik apa sudutnya gak geledek banget tuh,,,,???????

    ane teringat kembali di jaman STM dulu,,,,,pas pelajaran mekanika teknik bahwa,,

    USAHA GAYA = USAHA BEBAN

    karena adanya kerugian gesekan, berat alat/mesin itu sendiri sehingga menjadi :

    USAHA GAYA = USAHA BEBAN + berat mesin + gesekan

    jadi meskipun posisi cylinder bergeser (offset) tetep aja gesekan terjadi saat piston naik (laju piston lebih lambat). Sebelah kiri memang minim gesekan,,,tapi bagaimana dengan sisi kanan,,,????

    keuntungan penggunaan offset cylinder masih perlu pembuktian terutama saat putaran(rpm mesin tinggi.

    Guest
  36. @84. Ndableg
    you re right .. . atau lebih tepatnya saat power stroke
    untuk itu redaksional sudah saya update, mudah-mudahan lebih bisa dimengerti

    Administrator
  37. Mas Taufik, Kira-kira motor yang masih pake convensional silinder bisa dimodifikasi jadi offset silinder ga ya?
    =========
    @61. yudibatang
    harus diubek2 crankshaftnya mas . . .berat tuh
    ============
    Yang diubek2 bukan crank shaft mas .. tp crank case nya mas .. (jadi tidak sekedar menggeser posisi pin con rod) .. modif engine convensional jd engine type ini sama aja modif total .. coz posisi center gravity engine biasanya ada di sumbu Cr shaft …

    cmiir .. hehe ..

    Guest
  38. @ mas chi> yups smart opinion! sama aja modif ekstreem, maen angkas sana pangkas sini juga tentunya bukan pakai golok untuk membuat crank case bisa dimasukin crakn shaft yg sudah bergeser pin big end nya secara ektreem Cmmiir juga dech :mrgreen:

    Guest
  39. haduuuh boss haji maen curang nich … 🙁 cerdik juga , pantesan jemuran ane ngilang terus ditelan kumbokarno :mrgreen:

    kali ini harus boleh nitip ! awas kalo ilang :mrgreen:

    love u USM 😆

    Guest
  40. @ haji Taufik
    @ azizyhoree
    btw . . . emang paling asik ganti crank case sekalian crank shaft xixiixxi 🙂
    ===================
    sekalian sajah ganti motornya mas .. kakakak
    ganti sama CBR sajah …

    @ kang azizy
    iya ya, ada jemuran kang azizy yang hilang …
    padahal jemurannya masih basah
    wakakakakaka …..

    Guest
  41. wekekek, cara baru berebut point 100maxx ( koment aja berurutan 30 x antara no 85-115 pasti kang haji capek delete nya :mrgreen:

    @mang Udien D’pelawak, ayoo ngejar 234 :sales mode: xixixi 😆

    Guest
  42. Crankshaft engine offset membutuhkan crankshaft yg bahannya lebih tinggi daripada crankshaft mesin konfensional

    Guest
  43. Offset crankshaft lebih gampang ga balance daripada crankshaft konfensional. Jd membutuhkan bahan yg lbih oke biar awet kayak punya karisma-kirana. Kalo bahannya biasa kayak blade-abs revo ya gampang ga balance

    Guest
  44. Dah banyak contohnya abs revo stelah pemakaian di atas 15rb km trus ga bisa gesit lagi karna kruk as balance berkurang…Kalo generasi honda 125 bebek tuh crankshaftnya paling kuat di antara bebek lainnya setara dg crankshaft jupie generasi 1

    Guest
  45. @103. azizyhoree
    bukan jemuran yang saya delete . .. tapi kebetulan ada komen dobel diatas . .. ya diilangin satu dong, kan mubajir
    bonusnya . .. saya dapet nomer anumerta dah betul begitu kang Udin? xixixiixi

    Administrator
  46. @ juragan ijo
    wkwkwkwkwk
    betul-betul-betul

    * jangan-jangan Pak haji nyalonin jadi lurah buetenzorg….. xixixixi

    @ bang azizy
    sabar bro, masbro kan masih ngeukeup si paijo
    ayo sekarang ngejar 234 …. 😛

    Guest
  47. @pak haji:
    teknologi ini apa bisa diterapkan di mesin big-bang atau screamer? bingung bayangin crankshaft-nya kalo di tiap silinder megal-megolnya nggak seragam..

    Guest
  48. @ mas taufik:

    kalo emang bagus kenapa ga di pake semua motor?
    berarti motor2 jaman sekarang yang ga pake offset jelek dong? ckck..
    buat apa pake yang konvensional kalo emang efek nya lebih banyak buruk nya?
    kenapa ga semua nya pake offset aje gt?

    Guest
  49. @116. uDien D’Kabayan
    disini jadi lurah susah kang
    mungkin di jakarta gampang yah?

    @117. arsixty
    lha ZX10R pake 4 silinder segaris bro . .. berarti bisa he he he

    118. aleujndn
    he he he saya main singkatan, biar cepet ngetiknya jadi con-rod .. . alias conecting rod

    Administrator
  50. @111 momod
    yup, ini yg saia maksud,
    offset flywheel akan lebih gampang kehilangan balance nya, saia sih yakin sudah ada perhitungan yg matang dari perancang nya, tp tetep jika dibandingin dg yg konvensional tentu yg begini akan lebih beresiko pd balance.
    (inget dulu pernah nge-balance ke tukang bubut)

    tapi tetep, saia salut sama teknologi ini
    cheers

    Guest
  51. Kesimpulannya, pada system offset jauh lebih bertenaga ketimbang conventional. Tulisan ini membuat saya berfikir dalam. Pada system conventional terjadi gesekan yang sangat besar karena ada kemiringan yang menimbulkan gesekan pada saat power piston dalam keadaan Peak (sesaat mesin dalam kondisi TMA). Sedangkan system offset daya gesek max terjadi di sekitar TMB (gesekan max yang kecil, karena power dari piston pada saat setelah TMA sudah tersalurkan ke gir)
    TOP bgt bro Taufik!

    Guest
  52. seseorang mengatakan karisma itu mtr yg canggih di zamannya…
    masuk akal jg kalo saya katakan new jup mx adalah mtr yg canggih di zmannya…

    ok, cheers…

    BTW, yg terpenting…gimana caranya dgn.gak main offset cyl..di atas, piston mtr tetap kinclong…ha ha.
    Yg soal itu, maka gak mesti merk hnd, ha ha ha. Semoga membantu inisiatif mencari…

    Guest
  53. Ada teknologi yg benar2 bermanfaat, ada teknologi yg cuma hoax/scam. Jadi bagusnya konsumen juga pelajari dulu. Biasanya yg murah memang murahan, tapi mahal juga belum tentu bagus, tidak soal pakai teknologi apa.

    Guest
  54. sepertinya pernah baca artikel yg mirip di hellforleathersmagazine.com..

    teknologi dari tahun ke tahun makin menuju kesempurnaan:D

    Guest
  55. @111 momod
    yup, ini yg saia maksud,
    offset flywheel akan lebih gampang kehilangan balance nya, saia sih yakin sudah ada perhitungan yg matang dari perancang nya, tp tetep jika dibandingin dg yg konvensional tentu yg begini akan lebih beresiko pd balance.
    (inget dulu pernah nge-balance ke tukang bubut)

    tapi tetep, saia salut sama teknologi ini
    cheers
    ===============
    Apa hubungan’a teknologi ini m balancing Cr shaft??? Ini kan offset posisi Cr shaft terhadap Cr Case, ga ada hubungannya ma balancing Cr shaft. Proses balancing y sama aja.
    Kecuali sampeyan modif posisi pin con rod di cr shaft, br potensi unbalance’a guede …

    cmiiw .. hehe ..

    Guest
  56. @ jaos ..
    seseorang mengatakan karisma itu mtr yg canggih di zamannya…
    masuk akal jg kalo saya katakan new jup mx adalah mtr yg canggih di zmannya…

    ok, cheers…
    ========
    Lampu belakangnya itu lho cuanggih bgt … :mrgreen:

    Guest
  57. @133. chi – Januari 7, 2011
    @ jaos ..
    seseorang mengatakan karisma itu mtr yg canggih di zamannya…
    masuk akal jg kalo saya katakan new jup mx adalah mtr yg canggih di zmannya…

    ok, cheers…
    ========
    Lampu belakangnya itu lho cuanggih bgt …
    ==============================================
    lampu belakang yg mana mas yg canggih??? :mrgreen:

    Guest
  58. @74. komodo … ente salah bro,, ane punya blade dari pertama lounching ampe sekarang tetep responsif!! bayangin aja dari desember 2009 nggak ada istilah drop!! bahkan sangat enak di ajak ngebut dan buat ngentutin najiz,vegaz dan mio!!! tehnologinya honda top markotop dah!! makasih ya honda!! kalo najiz sama vegaz punya tehnologi apa?? (boros tapi lemot kali ya??)

    Guest
  59. artikel lama, tapi asik…
    kalo mau memininalisir sudut salah satunya ya pakai stroke pendek…. tp torsi jadi dodol…

    Guest
  60. kawasaki th 70 an udah pake as kruk offside bro,,,lagian teknologi mobil udah duluan 10 asampe 20 tahunan.kayak injectin,abs,dohc. klo mau maju lagi yaa…aplikasi vanos ato vvti itu baru sip.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here