Bro sekalian TMCBlog dijanjikan beberapa Info Update tentang Bajaj Pulsar 220 DTS-i pekan depan setelah mengkonfirmasi langsung Pak Rizal Tandju ( Marketing & PR Asst Manager  Bajaj Auto Indonesia-BAI ) kemarin. So sembari menunggu kabar, Menyambung Artikel kemarin tentang next Pulsar 220, Kali ini kita akan coba bahas bagaimana kans motor yang memiliki julukan The fastest Indian ini di segmen Market Motor sport Indonesia. Bicara Market Motor ini adalah bicara bagaimana kira kira penetrasinya karena nanti merupakan saat pertama kalinya motor ini hadir di sini. Bicara strategy, sepertinya BAI akan tetap mencoba menggunakan Power ” Value of Money” di varian ini . . . maksutnya apa bro?

Yup, sepertinya mereka akan mencoba kembali menghadirkan Produk yang secara rata-rata dibandrol relatif lebih murah dibandingkan produk brand jepang bila dibandingkan dengan variabel-veriabel performanya. Entah kenapa, BAI sepertinya sudah mempersiapkan posisi bandrol untuk Pulsar 220 ini. Pulsar 180 UG IV yang diturunkan signifikan menjadi 15,9 juta dan strategi terhadap Pulsar 200 yang dipangkas 2,1 juta menjadi 18,9 Juta seakan  berusaha memberikan pricing space terhadap calon bayi flagship BAI ini.

Banyak info unofficial menyebutkan bahwa P220 akan dibandrol di angka sekitar 21 Juta. Jika kita bicara variabel-vaeriabel performance sebuah motor sport . . . data klaim pabrikan menunjukan bahwa Pulsar 220 ini memiliki potensi daya dahsyat. Walaupun masih di bawah Ninja 250R dan CBR 250R . . . akan tetapi power maksimum klaim pabrikan yakni 21 PS @ 8.500 rpm berada di atas Yamaha Scorpio apalagi bila dibandingkan dengan Honda Tiger. Padahal angka 21 Juta jelas lebih murah dari Scorpio dan Tiger. dari sini kental sekali aura value of money nya

Menariknya lagi Jika jadi itu harga diset di 21 Juta maka secara jelas positioning Pulsar 220 akan masuk ke Zona Mind-End Sport yang dihuni banyak kontestan brand jepang seperti Honda Megapro, Yamaha Byson, Yamaha V-Ixion dan Kawasaki Ninja S 150 cmiiw. hmmmm mungkin maksutnya sekali dayung dua pluai terlampaui . . . akan tetapi harap diingat bahwa IMHO, potensi market 8-10% di segmen sport ini dihuni oleh konsumen-konsumen kritis mereka akan sangat hati-hati memilih motor seraya terus membandingkan segala sisi Value motor tersebut

Bicara value . . . minimal Konsumen akan berbicara Tridente Kualitas-Harga-Layanan Purna Jual. Mengenai Kualitas dan Harga . . . Brand Pulsar dan brand-brand India sudah bisa kompetitif dengan Brand Jepang . .  akan tetapi di aspek Layanan Purna Jual ini lah yang disinyalir masih menjadi titik Inferiornya. Akan tetapi sepertinya BAI memilih menjalani semuanya secara simultan . ..  mengkombinasi Kelebihan value of Money yang mereka miliki seraya mencoba meluaskan sayap membangun network layanan purna jual . . . yaah memang sih kalo nungguin besar kayak Honda dan Yamaha kapan brojolnya produk baru he he he :mrgreen: , silahkan dikomentari dan semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

appendiks

silahkan dikunyah2 informasi mengenai test performance pulsar 220 dibawah ini 🙂

For blackberry User : Please dont mind to Use TMCBlog.com BlackBerry Launcher Application V 1.0

For Symbian Mobile phone User : Please dont mind to Use TMCBlog.com Symbian Launcher Application V 1.0

:

1 COMMENT

  1. yg 200cc aja bisa ‘ngunyah’ tigr baru baheula…apalagi yg ini…

    ini mtr half naked?

    buat yg ragu2 sama mtr ini, pertanyaannya: “do ya eat hnd’s brand eh?”….yah sedikit membantu la.

    Guest
  2. @15 hey mr koocand
    dunia gak bisa bicara…kalo fanboi paham soal tech.mesin daripada jumlah cc mtr.

    Sampe sekarang dunia masih berbicara…ha haha

    Guest
  3. Speednya boleh juga…138.5 kpj…and yg udah2 sich banyak yg meng-klaim lebih dari yg tertera di speedo analog…pio bisa ketinggalan jauh kah ?…hehe

    Guest
  4. bajaj tenaga mantap value of money maksimal tpi tampilan motor monoton ??

    belajar dari ymk* kebo yg katax loyo bisa laris manis bin indent puanjang bermodal tampilan yg menawan

    jadi IMHO masyarakat sini masih lebih mempertimbangkan tampilan daripada performa mesin

    Guest
  5. saya pernah punya pulsar PIBO, memang benar spido dipulsar dikurangi sekitar 15-20, misal di spido tertulis 100 berarti kenyataannya 115-120, waktu itu saya ga sengaja jejerin ma vixy. setelah baca artikel sana sini ternyata banyak yg mengalaminya.
    hanya berbagi pengalaman aja

    Guest
  6. eh mas Taufik, kayaknya bukan tridente deh. saya rasa kudu kuartet: kualitas – harga – layanan purna jual, ditambah pengetahuan (dan kompetensi) para wiraniaganya. mereka sepertinya kudu selalu stay tuned di internet, at least di blog2 kayak gini lah, termasuk juga portal berita.

    tidak bermaksud buruk, tapi salah satu sales yang saya iseng tanya tentang Pulsar Orange malah menyarankan saya agar beli Pulsar 180 reguler terus dicat sendiri karena doi keukeuh pulsar orange itu sama sekali tidak dikeluarkan.

    memang keputusan tentu berasal dari BAI, tapi setidaknya mereka bisa mengantisipasi dengan berdiplomasi atau apalah.

    #bukan pelanggan yang kecewa
    hanya menyayangkan saja sikap
    sales seperti itu

    Guest
  7. konsumen indo emang lucu..ganti baju terus mesin sama diolok2..ada yang mesin di upgrade terus tapi baju sama diolok2 juga

    Guest
  8. 22. wakaka – Januari 27, 2011
    belajar dari ymk* kebo yg katax loyo bisa laris manis bin indent puanjang bermodal tampilan yg menawan
    jadi IMHO masyarakat sini masih lebih mempertimbangkan tampilan daripada performa mesin
    =================================================
    setuju bro, terutama bajaj belum monoshock

    Guest
  9. Untuk performa emang menawan tpi designx itoe loogh, macam gimana gitu,, tlalu ceking, fairing nanggung, behel ngikut tiger.
    .
    yaach menurut saya kansnya kecil sichh, mending nunggu CBR 150 ciing,, oke? 🙂

    Guest
  10. test ke 2 SBK portimao

    1. Jakub CZE Effenbert-Liberty Racing Smrz 1198R 1 m 43. 503 s
    2. Jonathan Rea GBR CBR 1000 RR Castrol Honda 1m 43 . 676 s
    3. Eugene Laverty IRL Yamaha WSBK Team YZF – R 1 1m 43 . 707 s
    4. Tom Sykes GBR Kawasaki Racing Team ZX- 10R 1 m 43. 770 s
    5. Carlos Checa ESP Althea Ducati 1198 R 1 m 43. 789 s
    6. Max Biaggi ITA Aprilia Racing Alitalia RSV-4 F . 1m 43 . 840 s
    7. Michel Fabrizio ITA Alstare Suzuki GSX -R 1000 1m 43 . 879 s
    8. Sylvain Guintoli FRA Effenbert-Liberty Racing 1198R 1 m 44. 369 s
    9. Leon 44. 446 s GBR Camier Alitalia Racing Aprilia RSV -4 F. 1 m
    10. Joan Lascorz ESP Kawasaki Racing Team ZX- 10R 1 m 44. 752 s
    11. James Toseland GBR Motorrad Italia SBK S1000 RR BMW 1 m 44. 764 s
    12. Noriyuki Haga JPN PATA Racing Aprilia RSV- 4 F. 1 m 44. 857 s
    13. Ruben Xaus ESP Castrol Honda CBR 1000RR 1m 44 . 885 s
    14. Maxime Berger Supersonic FRA Ducati 1198 R 1m 44 . 886 s
    15. Marco Melandri ITA Yamaha WSBK Team YZF -R 1 1 m 45. 461 s
    16. Badovini Ayrton BMW Motorrad ITA Italia S1000 RR SBK 1 m 45. 678 s

    Guest
  11. akan sangat susah bersaing dgn motor yg sudah ada,
    IMHO cc nya nanggung banget,walopun mungkin itu strategi diferensiasi,tapi konsumen dikelas ini lebih milih motor yg berkubikasi umum(150 ato 250 cc sekalian),
    kukira dalam penjualan nantinya paling banter cuma akan terjual1/2 dari target yg ditentukan BAI,
    mindset konsumen(sejenis saya)itu kebanyakan ke merk jepang,
    kalo mau menyaingi merk jepang perbanyak jaringan after salesnya dan desainnya jgn yg aneh2

    Guest
  12. batok kepala nya bagus tuh,,
    sayang half fairing nya kurang bagus,,
    terus masi dual shock,,
    kurang nungging kayak motor sport,,
    masi kayak sport touring,,
    coba kalo full fairing,, monoshock,, nungging dikid,,
    mantap dah,, 😀

    Guest
  13. 13. jaos – Januari 27, 2011

    yg 200 cc aja bisa ‘ ngunyah’ tigr baru baheula … apalagi yg ini…
    ======================
    no data=hoax/bc masterXeon mode:on
    tapi anggap ja benar..
    tapi kalo yang ini gak cuma tigr!!.. sozy baru baheula juga di kunyah2 ampe alus jd(…..)

    😀 😛

    Guest
  14. yang full fairing buat nanti next pulsar 250 :mrgreen:
    siap-siap kanibal performance partnya buat p200 :mrgreen:

    keep brotherhood,

    salm,

    Guest
  15. kalo mtr ni JELAS tujuannya/konsepnya…standard bike buat stop and go di kota…ekonomis makanya SATU silinder…irit (kalo ada iklan irit..bisa diterima akal sehat)…setengah fairing depan sdh cukup sekali buat turing, drpd cuma tebeng kecil di speedo…

    so…it’s good la…apalagi yg kurang?

    Guest
  16. hai mr scnk..
    darimana rumusnya scouzy bisa sampe lumat sampe halus kalo cuma selisih 2pk-an dgn berat berlebih?
    coba kurangi baca2 buku eksak dari hongkong ..biar ada kontribusi buat kita2 ini..

    Guest
  17. Disini hebatnya bajaj dalam memasarkan produknya, “Value of Price” adalah senjata yang cukup ampuh untuk melakukan penetrasi pasar dalam negeri terutama di segmen “sport”. Mungkin strategi busur panahlah yang diterapkan oleh BAI, mereka mundur seketat-ketatnya kemudian ketika saatnya tiba busur itu dilepaskan dan bisa menghantam musuh-musuhnya.
    HIDUP BIKERS INDONESIA !!!

    Guest
  18. @25. arif rakhman
    he he he, betul transfer knowledge ke para garda terdepan marketing . . .nice
    mudah-mudahan dibaca sama pak tandju mas

    @26. motorbreath
    yup, kalo dipikir biasanya pulsar memang begitu yabro . . .13,5 hp dijual 13,5 juta . .. 1 hp = 1 juta , cmiiw

    @30. segleng
    lho ganti semua juga kena olok olok mas . . .he he he he
    * ATPM jadi bingung xixixixixi

    @34. ledoy
    naaah gimana BAI . .. tapi menurutku sebelum BAI punya riset internal dan masih terus Impor ya . . apa yang di India itu yang disini bro, cmiiw

    @35. jaos
    Yup yang dilihat apakah dengan tampilan segini, power segini, price segini . . . worthy nggak? githu kali ya, cmiiw, imho

    @36. terong amnesia
    satu jawabannya mas Tomy . ..
    Karena di India Nggak keluar full fairing !!
    kan BAI cuma Impor . . . paling perubahan yg bisa dilakukan bersifat minor aja . . . seperti jkasus spatbor kolongnya P135 kemarin

    @38. aryoningrat
    saya yakin BAI sudah sadar aka hal itu . .. yang mereka lakukan adalah terus dan terus berusaha mas . ..

    Administrator
  19. Biar kata orang modelnya gitu2 aja tapi aku tetep pede bawa p200 soalnya belinya dulu akibat kena racun..p220 malah racunnya lebih mantapppp..

    Guest
  20. hai mr Taufik..
    opini saya: sebenarnya semua mtr bajaj …valuenya bagus…power, design, harga…good semua.
    Masalah di sini…kekuatan nama merk saja.

    Guest
  21. jangan remehin keluarga pulsar mas bro…
    ane dah pake yang 200 lebih dari 2thn dah 40rb km lbih, mesin tetep alus ga rewel.. paling cuman pernah ganti gir set ja sekali..

    Guest
  22. desainnya wagu, mending sekalian aja fullpairing. sepertinya pasar disini lebih bisa nerima yang ful dari pada 1/3fairing kayak gitu. buktinya minerpa bisa laris manis tuh, padahal secara perporma biasa2 aja. atau kl gak bikin aja kayak FXR, yang 2/3fairing, masih mendinglah dibanding model kayak gini.

    Guest
  23. P220 ada di posisi mtr sport menengah..
    maksud’ny smua serba setengah-setengah ya?
    -fairing cuma setengah
    -shock belakang setengah jadul
    -body blkg dibagi setengah-setengah.
    -footstep blkg setengah patah2
    jadi..ya dah pasti CUMA SETENGAH GAYA..

    Guest
  24. hai mr scnk..
    yg itu bukan rumusnya…tapi fakta la…saya salah satunya (minjam sih)….belum teman saya (yg punya)…belum pemakai lainnya (yg punya sama yg minjam)…tentunya…ok?..yes?…..yes.

    sdh la tigr baru baheula gak usah terlalu di’bela’…dimaklumin sj la.

    do ya eat hnd’s brand eh?

    Guest
  25. secara ini motor adalah asli india dan untuk konsumen india pada awalnya,maka jangan salahkan kenapa modelnya ngga sesuai selera orang indonesia pada umumnya, siapa yang kepingin berbeda dengan yang lain ngga salah dong dibeli.
    antara komentator dengan kenyataan ternyata berbeda…sebanyak2 orang mencibir tetep aja banyak yang beli,

    Guest
  26. 78. jaos – Januari 27, 2011 hai mr scnk . . yg itu bukan rumusnya … tapi fakta la …saya salah satunya ( minjam sih ) … . belum teman saya ( yg punya ) … belum pemakai lainnya ( yg punya sama yg minjam ) … tentunya …ok? . .yes ?… . . yes. sdh la tigr baru baheula gak usah terlalu di’ bela ’…dimaklumin sj la.

    do ya eat hnd ’ s brand eh?

    ==================
    minjam….wakakakakakkak…
    =hoax 😀

    Guest
  27. 82. chi – Januari 27, 2011

    masih aja kaya anak tk … (udien mode on) … wkwkwkkwww
    —————————————————–
    wakakkakakak iyo chi ada aja bahannya,dasar kapten team.

    Guest
  28. hey mr scnk..
    justru krn sya bilang saya minjam dan teman sy yg make yg jg ngetes ngunyah tigr br baheula berkali2 sampe bosan…itula inti no hoax nya..

    btw, gak percaya fakta ‘simple vividly clear as a genuine crystal’ itu trus tuduh hoax…itu la hoax tingkat akut yg canggih yg saya sendiri gak bisa bantu/tolong.. ha ha ha

    hai…do ya eat hnd’s brand eh?

    Guest
  29. Buat BAI. pliss body nya jangan cita rasa india trus dong. kita konsumen indonesia punya selera n taste sendiri mengenai body motor.
    mesin udah ok. harga udah ok, di tambah body yg gak india q yakin bakal moncer. nglepas motor vixion ane jg rela buat nebus bajaj yg gak cita rasa india.

    Guest
  30. @ kyoghi ..

    klo ngeliat cc ma power’a kaya’a worthed bgt ya .. cuma tetep aja bentuk’a india bgt (ga sreg m selera) .. hehe ..

    Guest
  31. haduh…
    apakah daku bisa beli lagi ya…
    mauuuuuuuu……

    T_T

    semoga bisa beli yang P220

    ===================================================
    93. Suamisiaga – Januari 27, 2011

    Buat BAI. pliss body nya jangan cita rasa india trus dong. kita konsumen indonesia punya selera n taste sendiri mengenai body motor. mesin udah ok. harga udah ok, di tambah body yg gak india q yakin bakal moncer. nglepas motor vixion ane jg rela buat nebus bajaj yg gak cita rasa india.
    ============
    Pulsar itu motor universal, sama kayak Ninja 250, diseluruh tempat sama. ya speknya, ya body, dan jeroan juga sama. bahkan merk pun sama (kecuali Philipine jadi Kawasaki Rouser). gak ada yang namanya spek don..

    so, ini desain Internasional…

    Guest
  32. NSZ dijamin keder kalau ketemu P220 dijalan.
    meski cc-nya lebih kecil tapi performanya jauuuuuuuuh lebih tinggi .
    yg penting lagi sih kalau P220 udah dilengkapi fitur ANTI AMBLEZZZT………..!!

    wkwkwkkkkk………..

    Guest
  33. 21 juta ya….
    apakah nanti di ultah BAI akan dikasih diskon 2 juta jadi 19 juta? makin hancurlah harga sekennya…

    Guest
  34. kalo ane bilang seiring menguatnya brand bajaj di tanah air,ada kans untuk menggeser posisi kawasaki.tapi bajaj ngga masuk AISI yach ❓

    Guest
  35. 92. jaos – Januari 27, 2011

    hey mr scnk….
    justru krn sya bilang saya minjam dan teman sy yg make yg jg ngetes ngunyah tigr br baheula berkali 2 sampe bosan … itula inti no hoax nya . . btw , gak percaya fakta ‘ simple vividly clear as a genuine crystal’ itu trus tuduh hoax… itu la hoax tingkat akut yg canggih yg saya sendiri gak bisa bantu/ tolong. . ha ha ha hai …
    do ya eat hnd ’ s brand eh?
    ====================
    ya udah
    anggap aja persahabatan kebetulan kakak saya punya tiger non revo..
    kasih email di sini nanti saya kasih no hp gue
    nanti kita tes bareng ama teman2 mu
    aku hanya cuma penasaran gak ada maksud lain
    kalah menang gak masah

    pis

    Guest
  36. dari dpn sih keren, headlampny model baru tuh XD
    tapi dr smping mnrut gw kurang -.-
    bner2 ky pulsar 180/200 ditempel paksa half fairing >.<

    tp kren jg kalo bneran, 220cc konsumsi bnsin bs 40an

    Guest
  37. Menurut gw si mengenai power maksimum lebih dari pio n tiger itu kan baru claim pabrikan, lagian bener tuh kata Bang Taufik, kita sebagai konsumen harus pinter milih ga cuma diliat power dan model doank…banyak yg lebih penting misalnya irit, teknologi canggih, aman, ramah lingkungan, n sesuaikan lah ama kondisi pemakaian kita untuk keperluan apa n kemana aj..

    Guest
  38. 106. itcadidinding – Januari 27, 2011

    Menurut gw si mengenai power maksimum lebih dari pio n tiger itu kan baru claim pabrikan, lagian bener tuh kata Bang Taufik, kita sebagai konsumen harus pinter milih ga cuma diliat power dan model doank…banyak yg lebih penting misalnya irit, teknologi canggih, aman, ramah lingkungan, n sesuaikan lah ama kondisi pemakaian kita untuk keperluan apa n kemana aj..
    =========
    kalo gitu silahkan bandingkan klaim pabrikan masing2 aja om…

    ====================================================
    107. haicy – Januari 27, 2011

    kok belum ada bloger yang mengetes langsung pulsar 135/180 vs Byson vs NMP yahhh….
    ========
    beda kelas mas, sama yang P135 kerendahan, pake yang p180 ketinggian..

    tapi kalo di India dah pernah, cek ini:
    http://www.2wheelsindia.com/2010/02/bajaj-pulsar-135ls-vs-honda-cbf-stunner.html

    Guest
  39. 104. scnk_salam one heart – Januari 27, 2011

    ====================
    ya udah
    anggap aja persahabatan kebetulan kakak saya punya tiger non revo..
    kasih email di sini nanti saya kasih no hp gue
    nanti kita tes bareng ama teman2 mu
    aku hanya cuma penasaran gak ada maksud lain
    kalah menang gak masah

    pis
    =================================================
    kalo mnrt ane sih utk …..bang tigor ga usah deh di adu ame siapapun… biar jalan sendiri aja… (maaf) pasti kalah bro…? ane udah lama pake tigor revo 2008… sering banget deh ane bawa turing….. paling dapet… 120km/jam.. yah kalo diabisin mentoknya juga 125km/jam itu jga dapet di jalan tanpa hambatan sepanjang 20km…. jadi kesimpulanya ….. ya taundiri….
    mn

    Guest
  40. 105 harry
    Check Yamaha India
    FZ 16, tambah shroud jadi FZS, Kasih Half Fairing Jadi Fazer, DIkasih stereo Jadi SZR padahal mesinnya tetep mesin FZ 16 Aka Byson

    Guest
  41. request :

    modelnya nanggung, klo ngak full firing sekalin, klo ngak telanjang sekalian..:)

    tambahin injection, biar mantab..jamin laku..:)

    Piss

    Guest
  42. kalau bagi ane motor harian itu musti:

    * nyaman dipakai ( ndak bikin pegel )
    * ndak rewel
    * irit ( so pasti motor buat nyari nafkah . . .ya to . . )

    * partnya awet
    * harga barunya ndak terlalu mahal
    * tenaga dan torsi ndak malu-maluin
    * gampang perawatannya
    * resale value . . . ( yang ini relatif, kan beli bukan untuk dijual lagi kayak blantik aja :mrgreen: )

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  43. tapi kok kenapa Bajaj ga pernah ngeluarin yang monoshock yah?

    nitip jumuran ya om 😀

    http: //motorkencang.wordpress.com/2011/01/27/tahun-2011-juga-tahun-pembuktian-ahm-vs-ymki-di-penjualan-indonesia/

    Guest
  44. xixixixiii…
    lucu ya klo baca komen2nya bro jaos ini.
    klo ngomongin pio vs tigor doi bilang yg penting itu performanya, desain nomer sekian.

    tp klo ngomongin byson vs nmp doi bilang yg penting desain, performa no sekian, mau lemot kek, yg penting keren….

    lho…. lho kok bisa beda begini ya?

    sebenernya yg pening itu desain apa performa sih bro jaos?

    apa yg penting ada lambang garputalanya?

    wkwkwkwkkkkk…

    Guest
  45. @104 mr scnk
    good…email atau sesuatu, saya gak bisa taruh di sini la…tapi yg mudahnya…cari org di tmpt mu yg make p200 std lalu dites la dgn tiger non revo itu…ok? kalah menang gak masala kan? yes?….yes…make sure semuanya std dan rider2nya berani…ok? yes.

    @mr joesrr
    kau sdg mengatakan kebenaran…

    @122 hai ..mr elek
    kupikir kau sedang memutarbalikkan atau memberi kesan yg berbeda tapi buluk dr apa yg saya pernah komen….saya GAK pernah komen spt yg kau tulis itu…as my mind still serves me well…

    Guest
  46. EXYBAND mengatakan:
    Januari 27, 2011 pukul 9:34 pm

    xixixixiii…
    lucu ya klo baca komen2nya bro jaos ini.
    klo ngomongin pio vs tigor doi bilang yg
    penting itu performanya, desain nomer sekian.
    tp klo ngomongin byson vs nmp doi bilang yg
    penting desain, performa no sekian, mau lemot
    kek, yg penting keren ….
    lho…. lho kok bisa beda begini ya?
    sebenernya yg pening itu desain apa performa
    sih bro jaos?
    apa yg penting ada lambang garputalanya?

    wkwkwkwkkkkk…
    ===================
    dulu entah di artikel mana si jaos juga pernah komen kalo dia itu rider baik2 se olah gak suka kebut2an
    tapi sekarang ?????
    pinjam pulsar lah ama temannya
    kata trmannya lah

    (gue cuma mancing tok)xixixixixixi

    hadoh2

    Guest
  47. EXYBAND mengatakan:
    Januari 27, 2011 pukul 9:34 pm

    xixixixiii…
    lucu ya klo baca komen2nya bro jaos ini.
    klo ngomongin pio vs tigor doi bilang yg
    penting itu performanya, desain nomer sekian.
    tp klo ngomongin byson vs nmp doi bilang yg
    penting desain, performa no sekian, mau lemot
    kek, yg penting keren ….
    lho…. lho kok bisa beda begini ya?
    sebenernya yg pening itu desain apa performa
    sih bro jaos?
    apa yg penting ada lambang garputalanya?

    wkwkwkwkkkkk…
    ===================
    dulu entah di artikel mana si jaos juga pernah komen kalo dia itu rider baik2 se olah gak suka kebut2an
    tapi sekarang ?????
    pinjam pulsar lah ama temannya
    kata trmannya lah

    (gue cuma mancing tok)xixixixixixi

    hadoh2 😛

    Guest
  48. @hei mr scnk
    itu tetap benar, sya gak suka kebut2an…
    aha…mngkn kau belum apa bedanya tes dua mtr berbeda dgn kebut2an selfish di jalan cuma buat ‘ngunyah’ mtr merk lain yg stlh itu koar2 di inet soal ‘kunyah mtr lain’…
    saya bisa bantu jelaskan kalo kau mau…ok? yes?……yes

    btw, jgn mancing2 saya la….krn jawaban saya itu2 saja dan apa adanya…jd gak akan berhasil kecuali sama pembohong…ha ha

    Guest
  49. 122. EXYBAND – Januari 27, 2011

    xixixixiii…
    lucu ya klo baca komen2nya bro jaos ini.
    klo ngomongin pio vs tigor doi bilang yg penting itu performanya, desain nomer sekian.

    tp klo ngomongin byson vs nmp doi bilang yg penting desain, performa no sekian, mau lemot kek, yg penting keren….

    lho…. lho kok bisa beda begini ya?

    sebenernya yg pening itu desain apa performa sih bro jaos?

    apa yg penting ada lambang garputalanya?

    wkwkwkwkkkkk…

    ===================================

    wajarlah bro namaya sales ya kudu begitu.
    mau culun kek, mau lemot kek asal dari pabrikan yg bayar ya dibelain terus.
    sing penting kita yg harus cerdas jgn mudah terbujuk rayuan sales spt bro jaos dan bro thole itu.

    Guest
  50. 122. EXYBAND – Januari 27, 2011

    xixixixiii…
    lucu ya klo baca komen2nya bro jaos ini.
    klo ngomongin pio vs tigor doi bilang yg penting itu performanya, desain nomer sekian.

    tp klo ngomongin byson vs nmp doi bilang yg penting desain, performa no sekian, mau lemot kek, yg penting keren….

    lho…. lho kok bisa beda begini ya?

    sebenernya yg pening itu desain apa performa sih bro jaos?

    apa yg penting ada lambang garputalanya?

    wkwkwkwkkkkk…

    ===================================

    wajarlah bro namaya sales ya kudu begitu.
    mau culun kek, mau lemot kek asal dari pabrikan yg bayar ya dibelain terus.
    sing penting kita yg harus cerdas jgn mudah terbujuk rayuan sales spt bro jaos dan bro thole itu…

    Guest
  51. gak perlu penjelasan la os..
    soal penjelasan lo masih bisa gue anggap bohong..
    nantilah kalo gue udah test ntu 2 motor..
    baru bisa gue simpulin omongan lo 😀
    krna data2 yang lo sbutin di atas baru sekedar kata lo kata si A B dll..

    pis
    gadologarame..

    Guest
  52. hai mr scnk…knp begitiu byk double-tongue di komenmu itu, sama kaya’ komenmu kmarin?
    lbh baik begini komenmu…kupikir.. ‘saya anggap komen lo soal itu bisa jd benar bisa jd palsu…jd saya taruh di ‘rak opini’ dulu sampe gue buktiin sendiri lalu ambil kesimpulan dan bawa ke sini’…ok? yes?

    kalo itu cara komenmu…wa..setiap org yg kasih sesuatu, sampe kau buktiin sendiri…maka org itu sdg BERBOHONG…ha ha…kau sdg omgksg…

    Guest
  53. power maksimum klaim pabrikan yakni 21 PS @ 8.500 rpm berada di atas Yamaha Scorpio…. woooow nampaknya ini bisa menjadi salah satu alasan renyah buat calon konsumennya…

    Guest
  54. Pulsar 220 punya power 21ps berat 165kg
    Scorpio punya power 18,2ps berat 141kg

    Power to weight ratio Pulsar 0,127
    Power to weight ratio Scorpio 0,129

    Tarik maaang, tanding lari deh, enjoy….

    Guest
  55. Kacau manusia indo udah kena virus nama besar merk,
    makanya di coba dulu mbah bro, bajaj tu cuma kalah di otak lu doank krna otak lu dah kena virus jepang.
    Di coba geh biar ngerti lu pade..
    Model : kalian punya mata n punya otak lw mo berasumsi di liat n di fkir dulu mbah bro semua,
    bajaj pulsar itu kn sejatinya brkonsep touring bike,maka bentuk body yg di gunakan pun sejatinya ya desain touring bike donk, kok mlah full fairing lah, inilah, itulah, dasar norak mua lu pade.
    Yg nmanya mtor touring itu kn di desain untuk bisa mlewati brbagai jenis mdan yg di tempuh yaitu bkan hnya jalan raya/aspal,tapi juga hrus bisa mlwati jlan dg mdan berat berlumpur/berbatu, lu mo pake full fairing ancur sia2 tu fairing,sekalian aja lu makan tu fairing pake pantat lu. n sbagai touring bike bajaj punya penetrasi n handling yg sangat nyaman, itu semua psti krn prhitungan yg mtang dri bajaj.
    Selain itu bentuk yg di mliki bajaj adlah bentuk yg di ciptakan untuk kmudahan bermanufer,
    lu bndingin ma byson yg tarikannya lemod di tmbah lgi bodi yg palsu,pengen bergaya mirip motor gede shingga tangkinya di gedein pdahal itu hny mmpersulit manufer. Bner2 gk berguna.
    Selain itu pulsar terkenal dengan stabilitas tinggi, balance n handling yg oke.
    N yg paling penting mesinnya mbah bro,, dahsyat !!
    Berfikir smart geh mbah bro semua, jngn berfikir pake upil.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here