Bro Sekalian,  seperti yang bro ketahui pada beberapa peluncuran motor baru ada pabrikan yang membarengkan Blogger dengan Jurnalis, akan tetapi Juga ada pabrikan yang membedakan waktu review antara Blogger dan Jurnalis. Awal-awalnya tentu membuat tanda tanya besar didiri tmcblog sendiri . . . ada apa ini, koq kesannya Blogger ini ‘di anak tirikan’ Oleh Pabrikan? sampai saya mendengar penjelasan langsung dari 2 Pabrikan Besar Roda Dua . . . Jadi begini . . .

Jawabannya adalah . . . Karena Kebutuhan Transfer Knowledge Motor Baru untuk Jurnalis dan Blogger itu cukup terdiferensiasi alias berbeda Bro. Blogger biasanya menganalisa dan menceritakan lebih dalam dan detail, bro bisa simak artikel test ride CBR 250R dari Blogger, dan selami kedalaman analisisnya . . . jika sudah maka bro akan temukan aura review Yang memang berbeda antara Blogger dan Jurnalis. Blogger itu biasanya berasal dari Kalangan Konsumen pengguna sendiri yang secara level, sejajarlah dengan pengunjung blog. Banyak sentuhan sentuhan Personal dalam laporan Reviewnya bro

Dari Dua Pabrikan ini tmcblog mendapatkan konfirmasi alasan mereka membedakan perlakuan terhadap Blogger dan Jurnalis Yakni karena alasan diatas . . . sehingga Pabrikan merasa perlu mencurahkan sesuatu yang lebih demi memfasilitasi semua dahaga informasi Blogger yang biasanya mencerminkan apa yang diinginkan stake holder masing masing blog . . . yakni pengunjung setianya . . . Oleh Karena itu nggak ragu ragu tmcblog mengajukan berpuluh puluh pertanyaan kepada Pabrikan mengenai suatu produk . . . karena bagi tmcblog  . .. blogger R2 itu eksis dari-oleh dan untuk Konsumen dan seluruh stake holder roda dua . . . terimakasih kepada semua Pabrikan roda dua yang sudah mulai memandang blogger sebagai suatu kanal informasi alternatif  ke Konsumen . . . silahkan share komentar bro semua

Taufik of buitenZorg

1 COMMENT

  1. Setuju mas…kemarin hari sabtu ikut press conference launching lexam di surabaya khan mas nah kebetulan pas pemaparan teknis motor lah para wartawan malah masih belum “belajar” katanya..beda dgn blogger ..hal teknis motor sudah. Jadi”menu” jadi bedanya disitu…lah kalau segi marketing wartawan saya akui 🙂
    Btw kemarin saya dikira wartawan mas :mrgreen:

    Guest
  2. Satu lagi mas pengalaman kalau event tsb dilakukan bareng saya sbg blogger jadi punya temen jurnalis..lah gimana setiap hadiri undangan pasti ketemu wartawan itu2 saja… dan akhirnya tahu rahasianya…. blogger & wartawan ‘juga manusia’ :mrgreen:

    Guest
  3. Pada hal tertentu tulisan blogger lebih mempunyai nilai ‘seni’ coba dalam penerjemahan bahasa teknis ke dalam bentuk tulisan..! Art of blogging

    Guest
  4. mengapa podium bagi satmer, ridertua, xxl123, hadiyanta kok dibedakan dari jurnalis?

    *karena mereka pake RI 😀

    Guest
  5. Blogger lebih kerakyatan dan selalu menampung pertanyaan maupun keluhan para pengunjungnya/konsumen untuk difasilitasi kepada produsen/pabrikan

    Guest
  6. lebih enak baca2 blog lah klo mw tw bnyak tntang sbuah mtor,lebih bgus klo ada web resminya,masa tanya bngkel ato lebih parah bin dungu tanya sales mtor,djamin jawabannya ngaco sejadi2nya..

    Guest
  7. ya ya ya.. benul, benul benul.
    Ibaratnya, blogger tu wakil dari konsumen, trus rame2 diobrolin tu produk.
    Komunikasi 2 arah je, menuntut pemahaman lebih.
    Yg perlu dicatat, yang jelas bukan karena blogger merasa lebih berilmu dan memposisikan diri sbg penasehat loh ya.. :mrgreen:

    Guest
  8. Perjuangan kang haji…..!!! waktu jamanya blog kang ilham mana ada pabrikan yg udang bloger untuk tesrider motor anyar….!!! Sekarang dengan adanya blog ninja250r sekarang jadi tmc dan blognya juragan jadi makin menjamur blog2 roda dua. Ayo maju terus TMC aku selalu mendukungmu……….!!!!! Dan makin banyak pabrikan yg mengundang parabloger sejati..!!

    Guest
  9. apapun caranya…
    Itu bagian dr strategi pabrikan

    dan membedakan spt itu sdh
    sangat tepat sekali…
    cmiiw n kskss

    Guest
  10. Menurut saya, bloger pun termasuk jurnalis karena apa yg ditulisnya menyangkut publikasi fakta dilapangan. Bahwa bloger ada yg specialis pada bidang tertentu (sesuai dgn tujuan bloger itu sendiri) misal roda 2, disini para stake holder sangat terbantu dalam update informasi terkini dan lebih detail. Kedepannya saya yakin saat dunia internet sudah semakin merakyat dan murah (mungkin juga bisa gratis seperti di jepang misalnya) bloger akan semakin memarakan dunia informasi.

    Guest
  11. Ow gtu ya…emg bner sih review blogger lbh lengkap dan objektif. Kalo bagus ya dblang bagus,kalo jelek ya dibilang jelek. Okelah kalo begitu….

    Guest
  12. oot lexam kan dah lumayan lama brojol tapi ko lum ada tes ridenya?? soal harga diatas pesaingnya apa karna memang performanya yg lebih baik, teknologinya kah atau apanya gitu maklum jadi penasaran *roma.mode:on

    Guest
  13. yang penting blogger itu harus netral sprti TMCblog ini,, tidak memihak ke salah-satu pabrikan,, berbeda dengan sales..

    Jadi jelas blogger dan sales itu berbeda..xixixi..

    Guest
  14. @ lufi
    kl lexam malah kang tqaufik dah dipinjemin seminggu brg ma mx kl ga salah.. n sepeda listrik yg lbh mahal dr scozy

    Guest
  15. wah… kang taufik gimana nih?? kata Legenda Rider dah seminggu lexsam dipinjamkan tapi ko lum ada artikel tes ridenya??
    dah saia ubek² arsip tes ride tapi ko masih lom nemu tes ride lexam?? nyelip dimana ya…
    maklum kayanya objektif bgt klo kang taufik yg ngereview

    Guest
  16. @ 48 triyanto banyumasan

    ada perubahan, tepatnya pengurangan…..
    benar jika ada yg mengatakan yamaha ke honda-hondaan, & honda ke yamaha-yamahaan……

    Guest
  17. Dapat dimaklum jika jurnalis lebih di anak emaskan oleh pabrikan-pabrikan yang ada, karena cakupan media above the line alias ‘ATL’ nya lebih luas dan tersebar kemana-mana dibanding blogger-blogger yang lebih terkotak-kotak. Disitu terlihat jelas bahwa yang di usung adalah kepentingan masing-masing pabrikan, berbeda dengan blogger yang lebih jujur dan objektif dalam memberikan saran, kritik, maupun masukkan. Tetapi kita juga patut beryukur karena pabrikan-pabrikan yang ada sudah mulai pintar dalam menggandeng para blogger untuk memberikan ‘feedback’ terhadap produk yang diluncurkn oleh pabrikan itu sendiri, ya..mudah-mudahan di waktu-waktu kedepan segala kekurangan dan keterpihakan terhadap blogger akan lebih diminimalisir agar terjadi sinergi positif antara ‘pabrikan-jurnalis-blogger’ roda dua. Positif bagi semua pihak dan positif pagi pengguna dan penikmat R2 di tanah air.
    HIDUP BIKERS INDONESIA !!!

    Guest
  18. Kadang bahasa pemberitaan di media hasil liputan jurnalis senderung normatif, sedangkan Blogger beragam bro, ada yang ceplas-ceplos bahkan ada yang sak karepe udele dewe… Hehe… Itulah yang ane suka dari blogger… Lebih mengena…

    Guest
  19. jurnalis emg kadang2 salah tulis spec motor, apalagi kalo bukan dari media yg khusus otomotif, sering ulasannya juga gak akurat, bikin ilfill yg baca, mending blogger dah, tata bahasa simpel, n lgs kena smua aspek…….

    Guest
  20. Ya bedalah kang haji, bloger mah mau bilang apa juga sulit untuk disalahkan sedangkan kalau jurnalis ada uu pers, jadi kalau bikin misalnya fitnah bisa dimeja hijaukan sementra bloger karena bukan media informasi resmi dan bersifat pandangan pribadi dan berupa catatan harian ngak bisa di tuntut. Tapi kalau bloger idealis ya menurut saya jangan pernah berharap diundang deh. Karena diundang kan untuk pencitraan posistif, Nah kalau AHM ngundang Bloger FBY jadi hancur dunia persilatan tul ngak kang Haji 😀

    Guest
  21. Seharusnya para pabrikan motor bnyak berterimakasih jg kpda para blogger, krna tdk tertutup kemungkinan para pembeli motor dpt informasi spek kndaraan yg mereka beli dr Blog yg mereka kunjungi.

    Guest
  22. hehehe.. berawal dari blogger.. trus transformasi ke media online.. akhirnya banyak teman dari kalangan blogger dan juga wartawan.. soal isi sih terserah dari pembaca & juga pemasang iklan..

    Guest
  23. Salam kenal mas Taufik,sy pengendara r2 dan tergolong pembaca setia blognya mas Taufik,cm mmg br kali ini ikut gabung komen. Sy setuju dgn tulisannya,bhw skrg sy lebih senang membaca ulasan blogger ketimbang dr e-media lain krn lebih mengungkapkan maksud konsumen 🙂

    Guest
  24. Salam kenal mas Taufik,sy rider r2 yg tergolong setia mbaca tulisan mas,tp br kali ini mau ikutan komen. sy setuju bgt sm artikelnya,lbh suka bc tulisan blogger krn menyuarakan keinginan konsumen

    Guest
  25. Tidak ada salahnya, mau di satukan atau dipisahkan antara blog dan jurnalis,,,
    semua kan memiliki kebutuhan yang berbeda mengenai beria pa yang akan di sampaikan,,,
    jadi tidak salah jika dipsahkan sesuai kebutuhannya masing2 mengenai berita yang akan di sebarkan…
    be Positif Thinking aja,,

    Guest
  26. TERSERAH MEREK MOTOR LU…
    jangan menggunakan knalpot racing yang bikin bising (ENTE JANGAN EGOIS / jakarta udah bising jgn tambah bising so plis ganti ke klapot standar aje) trus kalo yg pake mika lampu belakang bening,cobalah pengertian kpd pengguna jalan di belakang kalian….bisa celaka bro.

    Guest
  27. sebenernya sangat terbantu sekali dengan adanya blogger, apalagi banyak yang bener2 cinta motordan tau banyak tentang motor jadi bisa sharing, nambah temen, tp alangkah baiknya kalo kita juga mengadakan kegiatan sosial, kayaknya nikmat di bumi nyaman di surga…..selagi masih bisa membantu…

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here