Bro sekalian, Seharian kemarin, hampir semua Media Online berbarengan membahas rencana Yamaha India Untuk membuat Sportbike 200, dan 250 cc. Membaca artikel artikel tersebut, disinyalir membuat  pertanyaan di banyak kalangan enthusisas roda dua RI . . . kenapa india lagi? Padahal seperti bro ketahui bahwa Yamaha Indonesia merupakan penopang profit margin paling besar di seluruh dunia. Sampai sampai YMKI merupakan satu satunya Yamaha Regional Yang berani Nempelin Image Brand nya di Livery dan Werpak tim MotoGP Yamaha Racing yang dibesut Lorenzo dan Spies . . . Tapi koq Kayaknya Yamaha seperti dikebiri dalam menentukan strategi perencanaan Line up Produksi, Khususnya segmen Sportbike? apakah sudut pandang ini benar adanya?

TMCblog mencoba untuk open mind. Kalao dipikir pikir Sebenarnya YMKI bukannya tidak diberikan keleluasaan perencanaan strategi terutama di segmen sport bike, karena kalo dilihat dari sejarah . . .  Walau menggunakan mesin yang secara umum di riset oleh Motori Minareli, Indonesialah tempat V-Ixion diriset . . . dan Hasilnya? Gak ada yang mengelak bahwa V-Ixion lah sang Giant Killer yang sempat beberapa Lama mengusai Market Sport Roda dua RI. Kasus kedua adalah Terlepas dari Pro dan Kontra, IMHO fisik dari New Scorpio Z merupakan kreasi YMKI asli atas dasar riset dalam negeri

Tapi Byson? Yup Si Kebo ini dasar desainnya memang berasal dari Yamaha FZ16 yang lahir di India, dan setelah YZF R15 ditambah lagi rencana sportbike 200 dan 250 cc yang akan didevelop di India. Kenapa India? menurut opini tmclob, Alasan Pertama adalah Market Motor Khususnya SPortbike 250 cc Tanah air yang sangat Segmented . . . jumlahnya sebelum Megelli 250R dan CBR 250R hadir hanya berkisar 1000-1500 Unit Perbulan. Gampangnya, Kalo cuma laku segitu, Opsi produksi tentu tidak akan Efesien dan akan bermuara pada hi-cost !!

So itulah sebabnya Kawasaki dan Honda memilih impor dari Thailand. Begitu pula dalam Kasus Sportbike Yamaha 250 cc ini. Yamaha Jepang berfikir bahwa Ia Harus memilih satu negara Yang akan dijadikan basis produksi sportbike 250 cc nya. Apa variabel pemilihannya sebagai variabel kedua?  Masalaah Kecepatan sumberdaya. Dibutuhkan sumberdaya Pen-suport Otomotif yang masif dan cepat untuk bisa menopang sebuah Pusat RnD, cmiiw

Dan sadly Indonesia memang sedikit tertinggal dalam hal ini, sebagai sebagaimana yang pernah diceritakan bapak Paulus Firmanto setahun yang lalu saat perilisan Xeon kepada tmcblog. . . ” di Indonesia Indonesia untuk membuat motor dari desain gambar sampai motor utuh dibutuhkan waktu sekitar 6-8 bulan lamanya. Sedangkan Thailand berhasil memangkasnya menjadi sekitar 3 bulan saja “. Ada banyak kendala dari Mulai support bahan dasar Logam sampai bahan bahan Petrokimia lainnya . . . So jika disimpulkan ada dua alasan Kenapa Pabrikan Yamaha Jepang lebih memilih membuat satu basis produksi di India menurut tmcblog. Pasar sport Bike Dibawah 250 cc India memang besar bila dibandingkan Indonesia ditambah kemajuan pesat industri plus suport bahan baku logam dan Petrokimianya yang membuat proses R&D akan semakin monceeer jaya . Lagi pula Secara Ekonomi memang lebih efesien membuat banyak denagn harapan harga bisa ditekan dan bisa kompetitif . . . silahkan dikomentari, semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Monggo klik link dibawah untuk mengikuti Survei tmcblog.com

1 COMMENT

  1. di india lebih laku motor sport timbang bebek, jadi ya maklum lah klo motor sport RnD-nya disana, klo bebek dimari (kayak pemberitaan santer kmrn2) ya maklum, yamaha di indo kan yg laku bebek 😀

    Guest
  2. warung sebelah mengarahkan indonesia jd negara RnD Yamaha, bagus emang untuk melawan kompetitornya, dari warung kang Haji, jadi tau alasan RnD Yamaha tidak di Indonesia…..seperti halnya kompetitor lainnya.

    Guest
  3. gagal podium 🙁
    emang sih, di indonesia sdm-nya kurang produktif.
    tapi kalo urusan komentar paling jago.
    buktinya: ane kira ane dapet podium, eh ternyata enggak :p
    yang jelas ini instropeksi buat kita semua..

    Guest
  4. menurut penerawangan ane..slain sdm nya yg krang kompetitip, letak.geografis indonesia jg ngaruh mas bro.. untuk menekan biaya export jika utu produk global.. kalo di india kan di tengah2 eropa&asia:, cmiiw

    Guest
  5. sebenarnya sumber daya (baik SDM maupun SDA) sudah tersedia di ina bahkan melimpah, tapi belum bisa dimaksimalkan,
    sayah yakin yamaha, honda sudah “greget” pengen memindahkan R&D ke ina, cuma tadi masalahnya …. sumber daya yang tidak optimal ….. akhirnya hilanglah peluang … dan sudah banyak peluang yang hilang …

    ini akibat dari KEBANYAKAN para pemimpin kita yang otaknya minimal (maaf) …. mereka jadi pejabat negara maupun pemerintahan cuma mengandalkan duit, tidak mengandalkan elmu dan skill …

    LIAT SAJAH, BUAT SEKOLAH SAJAH SULITNYA MINTA AMPYUUUUNNN ….. MAKANYA BANYAK ANAK BANGSA YANG PINTER DAN BERBAKAT TAPI HARUS MENGUBUR HARAPANNYA AKIBAT GAK PUNYA DUIIIIIIIIIIIIIITTTTTT
    buat sekolah ….

    SADARLAH HAI PARA PEMIMPIN YANG LEMOT, SADARLAH HAI RAKYAT INDONESIA … BANGKITLAH ….

    hidupkan kembali budaya malu untuk berbuat maksiat (korupsi, kolusi, nepotisme) …. jangan hidupkan budaya memalukan …….

    Guest
  6. wajar aj motor sport di India laku keras, harganya itu loh yang ga nahan, seharga motor bebek atw bahkan lebih murah dari motor bebek di Indonesia.
    kebayang ga kalo harga motor sport di Indonesia seharga motor sport di India…
    bisa kebanjiran juga tuh…

    Guest
  7. disini laku 1000-1500 unit di sana sama juga malah ninja 250R 1000 unit selama 1 tahun. Disini 1 bulan. Alasan saya karena pasar india merupakan ladang emas bagi perusahaan atpm jepang di karenakan. Teknologi mereka sudah maju dan tingkat ekonomi mereka lbh maju di bnding negara asean.

    Guest
  8. @ Kang Taufik
    Kliatannya masalahnya ga cuman itu,
    Kl ngliat data (kl ga salah) penjualan Yamaha di India relatif kecil hanya No 5 dibawah Trio India n HMSI, seinget ane penjualan keseluruhan Yamaha India perbulan masih kalah dengan penjualan segmen Sport YMKI aja dlm satu bulan di Indonesia.

    jd kl krn Market mrk lebih besar ane rasa kurang tepat.

    ane lihat ini hanya kegeraman Yamaha akan gagalnya penetrasi di India seperti yg diharapkan, mrk berusaha memperbesar market di India, dan juga krn sebagian besar konsumen India suka motor sport. Liat aja keseriusan HMSI yg lsg CKD CBR 250 utk mengejar top 3 sales di India.

    Guest
  9. Wah,padahal kalau tu Motor di PRODUKSI di INDONESIA saya yakin akan Laku Kerassssss tu Motor,kayak VIXION.
    Karena kl diPRODUKSI di sini kan Bisa Menekan ONGKOS IMPOR jadi HARGANYA BISA LEBIH MURAH.
    tapi apapun yang Terjadi kl ni MOTOR hadir diMari,GUE PASTI BAKALAN BELI.

    Guest
  10. kalo r15? paling jatohnya 22-27 jutaan kalo produksi sini, tinggal nambah baju doank. bang tigor aja yg 25 bnyak yg beli, alesan yg aneh…

    Guest
  11. Kok jd aneh om haji
    kalo teknologi mesin perasaan ada kbr bahwa basis mesin scorpio indo d ekspor ke berbapa negara termasuk jepang tp emang cc nya dgedein jd 250cc <<< Betul g toh ini?

    Guest
  12. paling ga bakalan keluar di indo kaya R15 cma mimpi belaka yamaha Indo PRETdah kelamaan nunggu dah keburu beli CBR 250 padahan sebenernye gw pecinta yamaha…

    Guest
  13. Wah Sayang sekali,
    Padahal kl ni Motor diPRODUKSI diSini,Bakalan Larisssss Manissss ni MOTOR,Kayak VIXION.
    karena Tentu Bisa menekan Biaya IMPOR so Harganya Bisa Lebih Murah.
    Tapi Apapun yang Terjadi,kl Ni MOTOR hadir Di Mari GUE BAKAL BELI,KALAU PERLU INDENT mulai SEKARANG!.

    Guest
  14. alasan yang lain mungkin begini :

    Stake holder ATPM : “saya mau memindahkan R&D di sini,, bisa nggak,,,??”

    pejabat sini : “hhmm,,, bisa,,,, wani piro,,,,???”

    :mrgreen: :mrgreen:

    Guest
  15. Di Indonesia Birokrasinya ribet, terlalu banyak pintu Kang..hehehe… Subsidi untuk Industrinya juga payah..

    Guest
  16. @37. Safety Rider ex Legenda Rider
    betul bro
    maksut saya adalah segmen sport secara keseluruhan di India Yang cukup besar
    di indonesia berkisar pada angka 8-9% dari total 6 atau 7 jutaan Unit per tahun

    @32. dendy
    thks tambahannya 🙂

    @23. uDien D’kab 234
    nah itu faktor masalah good govermance

    Administrator
  17. lagi lagi cuma mimpi,
    semua sport dari jepun over prìce,
    ayo dong YMKI mainkan pricing strategi yang pas dan mantab untuk line up sportnya,
    buat pemerintah juga jgn apa apa kena pajak semua,pemerintah kok ngeret rakyatnya,hasil pajaknya mana?
    jalan rusak,angkutan umum semrawut,lalin macet,birokrasi ribet,ada bnyk oknum korup pula,gak ada yg bener.

    Guest
  18. Biaya R&D di Indonesia lebih tinggi karenaaaa…..(ahhh gak usah dibilangain sdh pada tau)
    Yang menjadikan untuk bikin motor dari desain sampe ke jadi motor harus butuh 6-8 bulan bukan karena SDM & SDA yg tidak mampu….tapi terhadang oleh kepentingan2 yg gak penting…
    Coba kalo pemerintah mendukung penuh untuk membangun Indonesia tanpa memikirkan keuntangan pribadi….

    Guest
  19. gara-gara gayus kayaknya . . .

    budaya ” wani piro ? ” yang harus dihilangkan

    gak papalah kalau memang mesti impor CBU dari indihe kayak pulsar harganya jadi lebih kompetitif

    keep brotherhood,

    salam,

    Guest
  20. ane lbh stuju bkin motor nasional, RnD yamaha n honda dpindah k mari, yg untung ya te2p jepang! Ato skalian pabrik ymh n hnd yg d indonesia d nasionalisasi! Sdah saatnya kta bertindak, masak dr th ’42 ampe skrg kta te2p djajah jepang??!
    Ayo dukung motor nasional! Ato stdaknya kta niru india, honda yamha kawasaki dsna, wajib menularkn ilmunya kpd pabrikn lokal, klo ga salh slama 10th pertama, cmiiw.

    Guest
  21. kalau ada yang lebih murah dan lebih cepat,kenapa harus bayar lebih mahal…lemot lagi kerjaannya…ITULAH INDONESIA RAYA…….
    INDONESIA RAYA MERDEKA…MERDEKA….

    Guest
  22. mw di buat di planet mars kek, pluto kek yg penting launchingx di Ind. kapan??? klo terjangkau di beli klo g ya cium jauh aja… gitu aja ko repot.

    Guest
  23. hmm…susah juga yaah…ternyata tidak semudah membalik telapak keyboard…ini tantangan, posisi tawar kita memang kalah dibanding thailand ato india..gara-gara masalah “good govermance” shit…yang satu ini sampai kiamat kayaknya ga beres-beres…

    Guest
  24. hehehehehe gimana mau beres masalah good governancenya banyak orang2 ga tau diri di negeri ini,kaya yang satu itu tuh ( ngelirik pssi )

    Guest
  25. disini support untuk RnD eamng masih kurang, teknologi dari hulu ke hilirnya masih kalah sama thai,korea, jepun. makanya development disini lama,karena nuggu data dari luar dulu..

    contoh simple aja, ane nyari spray yg base water aja susah bgt nyari mesinnya, untuk development printing barang2 electronics, karena di eropa, sudah tidak membolehkan lagi, yg pakai thiner atau alkohol, mengurangi limbang beracun..

    ada yg punya tapi investnya mahal bener..weleh2..

    makanya kebanyakan RnD disini,kebanyakan ” kulit”nya saja,inti dari RnD itu sendiri blom bisa diterapkan..karena ya itu tadi…fasilitas dan tools

    klo masalah SDM, indonesia jgn tanya..pinter2..makanya temen2 yg bener2 idealis RnD merasa booring..carilah kerjaan keluar negri sono…

    contoh lagi , kenapa prodiksi pesawat kita mandek…?..karena lebih memikirkan barang gede2 nya semua, tapi part penunjangnya tidak ada yg bikin disini,kyk screw yg kecil2 aja, musti didatang kan dari luar, why….?

    RnD itu butuh dead line untuk targetnya, jadi klo delay, ya habis dilibas sama kompetitor..

    Guest
  26. untuk YAMAHA cocok dikasih lagu “Potong Bebek” udah keasyikan maen di pasar bebek – matic jadi lupa diri sama image yamah yang terkenal dengan motor kencang… HONDA jah dah berani tuh dengan CBR250R… R&D Di Indonesia tidak bisa diharapkan dah, orang matic aja sebenarnya lahir lebih dulu di thailand

    Guest
  27. Pangsa pasar Nokia disini juga besar
    tidak harus RnD n pabriknya disini kan?

    kira² gitu kali…
    xixixixi

    Guest
  28. Basis produksi JELAS INDIA JAUUUUHH meniggalkan Indonesia
    Sumberdaya lebih siap, bahan baku mereka lumayan, infrastruktur ready, OVERHEAD karena PUNGLI + PREMANISME di dunia INDUSTRI lokal prosentasenya sangat kecil,… faktor mentalitas masyarakatnya pun berpengaruh (di INDIA mobil sekelas toyota corola altis disana dianggap sbg mobil yg. sangat mewah yg pakai mungkin hanya pengusaha mapan ..bandingkan dg di kita sini)

    Guest
  29. Tetep Nyalain KOMPOR aja!,
    Mbakar YMKI,biar Ni MOTOR bisa Segera Di Launching Di INDONESIA.
    semua Produk SPORT YAMAHA emang kereeeeeen,Dari YZF R125,New YZF R15(Face Lift),YZF R4(Kalau jadi Di Launching).
    Tapi Percuma aja,kalau bisanya Cuma Lihat di INTERNET,
    Maunya gue g’ Mimpi lagi!.
    Ayo YMKI,BOYONG TU MOTOR DI MARI.

    Guest
  30. prinsip mereka. Indonesia mah penduduk nya kere2. Pada laku bebek ! Udah gitu pajak sanasini gede bgt ! Mana mintanya murah lagi mending di indihe dateng2 dapet duit goyang acha acha.

    Guest
  31. mau bikin R&D dimarih…?

    hehehe….duitnya piro…? jatah saya piro..?

    mau urus itu ya mas…? mas berani bayar berapa supaya lancar…..?

    waduh mas, pimpinan saya tidak ditempat, lagi sibuk. tapi kalau mas mau bisa saya panggilkan mas, tergantung mas aja pengertiannya supaya lancar…..

    ampun deh…..

    Guest
  32. Ayo YMKI segera Boyong Ni Motor(YAMAHA YZF R4) ke-INDONESIA.
    Gue Pesen Satu dari skrg,gmn?.(Bisa g’?.)
    Dan Yang Pasti saya Jamin,Bakalan LARISSSSSS MANISSSSSS ni MOTOR!.

    Guest
  33. Et dah…sapa blng sdm nya kurang…..liat aja penjualan ymki no 1 didunia….sdmnya setidaknya ada lokalan lah bro…..bikin desain mtor…dari pinggir jalan ampe tingkat s3 jg banyak sob….duch jgn menganggap indonesia neh jelek…..tersinggung neh sebagai sdm indonesia…..wakakakakaka…

    Guest
  34. banyak pake bukan brarti bisa design baru kang

    ya mudah2an designnya nanti bisa dterima d kalangan Eropa n Asia

    yaa tahu sendirikan orang India suka motor SPORT yg gmana??? (yaa model kayak Bajaj,TVS dll gtu)

    Guest
  35. hm…
    1. birokrasi ny ampooon gusti, korup dr level atas ampe bawah
    2. biaya pekerja indihe lebih murah ketimbang disini
    3. faktor keamanan dalam negeri kacau, orang-orang skrg emosi berlebihan…cek cok dikit aja langsung rusuh massa…gimana bisa lancar investasinya

    itu mnurut ane , gimana mnurut ente…

    Guest
  36. sbener’e bisa ajh dibikin disini…
    bnyak orang pinter…
    bnyak desainer…
    bnyak orang yg ulet(kerja keras)…
    tpi 1 smua ga pnah dianggap ma ATPM”…
    mreka cman mentingin orang” yg pengen kerja wlw keahlian masi dibawah rata”..
    pdahal klo mau indonesia loh bisa jadi kiblat moto dunia…

    Guest
  37. mungkin tepatnya segmented karena harganya yang mahal,,,nah, kenapa harganya mahal?
    karena R&D gak dipindah kesini, coba CBR250R yang dihargai sama dengan di thai, 30 juta, dijamin bakalan laris juga kok 😀

    Guest
  38. disini pajak’e gde”…
    tpi giliran bwat pemerintah kecil”…
    pprreett dduutt…
    keliatan bngat korup’e…

    Guest
  39. wajar kalau india selalu jadi pilihan utama sbg pusat RnD dan juga sebabgai basis produksi motor2 dunia.

    coba aja di Inia cuma punya duit 9 juta aja udah bisa beli motor sport.
    kalau di sini?
    boro-boro motor sport, bebek aja belum dapet.
    bebek termurah sekarang aja udah 11.4 jt (Revo Fit)

    Byson, NMP, Pulsar 180 aja di India cuma 13 jutaan, disini NMP dan Byson yg udah dibuat kolal aja udah 20 jutaan sedangkan Pulsar 180 yg notabene masih CBU malah cuma 15.9 jt.

    kalau dipikir2 daripada capek2 bikin lokal apa gak mending CBU aja dari india ya?

    terus pulsar 220 yg masih CBU jg cuma 18.6 jt sedangkan bang Tigor dan Si Klingon yg udah dibuat lokal malah hampir 25 jt……!!

    bayangin aja kalau dari Indonesia aja udah 25 jt kalau diekspor jadi berapa duit tuh bang Tigor dan Si Klingon?

    gak mungkin bisa bersaing dgn buatan Indialah.

    Guest
  40. ya monggo aja mau dibuat dan diriset dimana aja, yang penting tetep “creating kando together” sehingga konsumen yamaha benar-benar menikmati produk yang memuaskan penuh ekstasi berkelanjutan…

    Guest
  41. sy dapet plaaran lg ni,
    soalnya pasti banyak yg bertanya motor Y keren² di India, padahal penjualan Y no. wahid ada di Ina why??
    dgn artikel ini sedikit banyak menjawab pertanyaan tersebut

    Guest
  42. benerrr nihhh pada mau ambil r15 indiheeee…..bisoon aja banyak yg gagal QC..
    ymc rada bego kalo pilih india .. bdasar kasus QC bisoon lho ya…

    Guest
  43. 23. uDien D’kab 234
    selama kampanye butuh dana gede… pasti jatuhnya cari jalan untuk balikin modal.. ginilah ciri sistem demokrasi yang lebih deket ke kapitalisme
    ——————————
    84. masterXeon
    yang lain dengan sistem ‘idem’ selalu duit/kapital yang bicara 🙂
    ——————————-
    rasanya klo ‘bangsa’ ini berani & mau ngelola SDA sendiri kagak ‘dijual’ keasing hak kelolanya… baru bisa lah manufaktur jalan di negri ini
    lihat saja industri baja kita aja dijual ke asing gimana mau manufaktur murah bisa jalan

    Guest
  44. wahhh kalo jadi RnD yamaha di india …. alamat kualitasnya semakin memburuk….

    petinggi ymki aja jg bilang gitu….

    Guest
  45. Segmen sport dibilang kecil di kita, karena ATPM pada serakah ngambil untung. Kalo pricing strateginya diubah, yang sadar enaknya naek sport tambah banyak koq. Mental tukang rongsokan yang dipake petinggi ATPM. Artinya mereka jual barang sesuai dengan berat besi yang terkandung didalamnya. Paling murah matic, isinya plastik melulu, trus bebek, besinya agak banyakan, paling mahal Sport, besinya paling banyak.

    Guest
  46. Hus Paijo

    Emang dikasih keluar, kan waktu tanda tangan kontrak dapat fee..
    Kekurangan dari Pemerintah ini adalah mereka tdk punya nasionalisme dan tidak cinta pada negara.

    Kalo cinta negara, ini semua tdk akan terjadi.

    Guest
  47. yg aneh, tenaga kerja di indonesia itu murah, tp ketika jadi produk (terutama otomotif) kenapa jadi lebih mahal dari produk thailand, india, dll.. ???

    Guest
  48. Indonesia merupakan kiblat nya YAMAHA seluruh Dunia karena presetasinya untuk menaikan Yamaha dengan memberikan margin yang paling besar di seluruh dunia, Prestasi yang luar biasa!! tapi tunggu dulu.. Yamaha Jepang juga punya banyak pandangan, itu semua tidak menjamain semua hal bisa menjadi mudah…dan seharusnya ini disadari oleh YMKI karna Indonesia juga masih memiliki banyak keterbatasan, baik itu dari segi ekonomi negaran maupun Sumber Daya Manusia.. jadi untuk menjadi untuk segmen sport bike, YMKI sepertinya masih harus menunggu 6-7 tahun kedepan untuk bisa menjadi negara yang ikut memproduksi Sport Bike seprti India, sepertinya harus fokus dulu di tipe sport yang mulai di acam oleh Tim HONDA…!.

    Guest
  49. Saya suka gemes sama komentar pabrikan otomotif di Indo,selalu ngecilin kemampuan org lokal.Kalo berkaca pada thailand yg katanya bs riset cepet,pak Paulus kasih data ga,udh dari kapan org thailand dikasih kesempatan ngeriset? Saya yakin sekali,pada awalnya merekpun ga bs secepet itu.
    Nah kita? Dikasih kesempatan ga?jgn org baru mulai sdh disamakan dgn yg sdh jalan duluan.
    Memang,di industri kecepatan sangat penting,tp msh ada cara supaya anak negri tetep dpt kesempatan tanpa perlu mengorbankan bisnis.
    Masalahnya pelaku otomotifnya gimana? Kalo cuman pikir dagang ya susah,akan selalu ada alesan.
    kalo memamg care sama bangsa ini,dia pasti cari jalan supaya engineer kita bisa punya keahlian setara org luar..

    Guest
  50. Hal ini Bisa diJadikan Bukti kalau YAMAHA g’ Peduli Dgn NKRI.
    Kurang apa NEGARA kita INI?.
    PASAR menjanjikan,Bahkan kita Penopang Utama YAMAHA GLOBAL.
    Prospek PASAR,CERAH.
    kalau YAMAHA g’ Merubah STRATEGI,SIAP2 aja Bentar Lagi GULUNG TIKAR.

    Guest
  51. 52. Ha Ge – Maret 29, 2011

    Biaya R&D di Indonesia lebih tinggi karenaaaa…..(ahhh gak usah dibilangain sdh pada tau)
    Yang menjadikan untuk bikin motor dari desain sampe ke jadi motor harus butuh 6-8 bulan bukan karena SDM & SDA yg tidak mampu….tapi terhadang oleh kepentingan2 yg gak penting…
    Coba kalo pemerintah mendukung penuh untuk membangun Indonesia tanpa memikirkan keuntangan pribadi….

    ————————————————–
    setau saya proses desain otomotif ga ada sangkut pautnya dengan pemerintah ataupun kepentingan bla bla2 yang secara tidak langsung dikaitkan dengan pemerintah juga.

    riset kan hak prerogatif sebuah perusahaan.
    lama mungkin karena birokrasi intern perusahaan itu sendiri.

    kalau berdasarkan yang saya pahami, biasanya riset desain terutama produk konsumsi, flownya selalu :
    1. riset, survey dll —> pemetaan masalah & solusi

    2. solusi —> diwujudkan dalam bentuk konsep desain & sketsa

    3. konsep desain & sketsa —> diajukan ke manajemen lokal, setelah itu ke principal, dalam hal ini jepang.

    4. jika disetujui, dibuat prototype —> nah prototype sendiri ga sebatas prototype lalu dijual, karena untuk mass produk harus ada penyesuaian entah dari teknis, penyiapan lini produksi, support dari pihak ketiga.

    5. setelah semua selesai, baru produk bisa diluncurkan…itu pun tidak menjamin semua masalah selesai.

    pertanyaannya, apakah sumber daya Yamaha Indonesia sudah sanggup untuk dijadikan barometer, paling tidak asia tenggara?
    plis jangan bilang indonesia kaya SDM, SDA dll.

    Guest
  52. Desaign motor India lebay,,,,,kaya orang pake koyo’,platnya nempel d jidat,,,,n asal angan pager BRC d buritan motor d bawa k sini ja,,,,,itu kutukan!!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here