About these ads
jump to navigation

Marka Kehidupan April 1, 2011

Posted by Taufik in Ngaji di Blog.
Tags:
trackback

Bro sekalian, di setiap Sholat jumat setiap muslim pasti akan selalu mendengarkan ajakan Khatib untuk bertakwa dan selalu diingatkann agar jangan sampai mati kecuali dengan keadaan beriman. Diantara kita tidak ada yang tahu kapan kita akan mati, dan tidak ada yang tahu dalam keadaan apa kita nanti dipanggil ke hadapan sang Pencipta . . . Khusnul Khatimah atau (nauzubillah) Su’ul Khatimah

Oleh karena itu hendaknya kita semua selalu waspada dan menjaga diri. Kalo dijalan kita banyak bertemu dengan rambu-rambu dan marka jalan. Nah kehidupan didunia ini dapat dianalogikan dengan perjalanan di jalan raya. Kalau kata pak polisi setiap kecelakaan pasti di dahului oleh sebuah pelanggaran . . . begitu pula dalam kehidupan, jangan sampai kita terjerembab ke ke dalam kesalahan. Karena kita nggak pernah tahu . . . takutnya Allah memanggil kita tepat pada saat grafik iman kita turun dan melakukan pelanggaran tersebut.

marka marka dalam kehidupan itu bisa bermacam macam. Setiap orang bisa berbeda, yang penting saat ia ingat akan marka tersebut, maka ia akan segera mengingat Allah dan ingat bahwa Kehidupan dunia ini hanya sementara . . . ada kehidupan lain yang jauh lebih lama disana. Saya sendiri mematok marka kehidupan berupa sesuatu yang berhubungan dengan kematian itu sendiri . . . ada dua yang saya bisa ceritakan secara fisik simbol marka tersebut . . . Makam/Kuburan dan Ruang ICU

mas bro bisa mematok simbol apapun. Yang penting saat bro melihat marka tersebut bro akan selalu terjaga. semoga  coretan kecil ini bisa bermanfaat, Mohon maaf bila ada kekurangan semua itu berasal dari diri saya yang lemah ini, jika ada yang benar semua itu karena Allah

Taufik of Buitenzorg

About these ads

Komentar»

1. aryoningrat - April 1, 2011

1

2. uDien d'kab 234 - April 1, 2011

kedua kali

3. desmo - April 1, 2011

3 ??????

4. aryoningrat - April 1, 2011

astaghfirullah. . .
semoga saya gak melanggar (lagi)marka yang ada,
trimakasih kang haji.

5. elsabarto - April 1, 2011

tidak ada manusia yang sempurna.. hanya bisa berusaha menjadi hamba yang bertakwa

6. uDien d'kab 234 - April 1, 2011

nice infoh kang …

di samping itu, cermin selalu sayah gunakan sebagai marka dalam arti setiap bercermin selalu memperhatikan bahwa ada perubahan dalam diri kita …. nah di kepala sayah udah mulai ada uban …. wowwwwww …. udah mulai tuwek nihc …. makin deket liang kubur ternyata

7. Taufik - April 1, 2011

@6. uDien d’kab 234
yup betul kang
kenik matan yang perlahan2 dicabut dari kehudupan kita seperti putihnya rambut, kurang tajamnya penglihatan, mudah sakit, tidak bisa lari sekenceng muda
tentu bisa juga menjadi marka, makasih tambahannya kang

@5. elsabarto
makasih mas

8. Iksa - April 1, 2011

Setuju sekali Kang Taufik …
Kita jalani hidup dengan selalu memperhatikan rambu yang ada …

9. jenderall - April 1, 2011

mantafff :smile: nais artikel

10. jenderall - April 1, 2011

semoga kita teuteup dijalanNYA….Amiiiinn

11. gcm - April 1, 2011

marka sama rambu2 beda lhoh.. :D

12. Triyanto - April 1, 2011

kalo kita Jeli semua yang kita temuin, baik menyenangkan atau menyusahkan dalam kehidupan sehari-hari adalah Marka Kehidupan… Wallohua’lam
Salam Mas Haji.. Lanjut

13. Ega - April 1, 2011

Keinget kematian kalo ada yang sruntulan di jalan.

14. ikhwan - April 1, 2011

kang Haji, kayana di setiap khotib khutbah selalu diingatkan untuk senantiasa bertaqwa, dan jangan sampai mati kecuali kita sebagai seorang “muslim”, bukan “mukmin”.
Maaf

15. krupuk - April 1, 2011

setiap ikut menguburkan orang yg wafat sayapun selalu merenung…begitu singkat kehidupan ini dan tak ada yg di bawa hanya kain kafan yg melekat di tubuh …dan siap mempertanggungkan apa yg selama ini di lakukan di dunia…kepada sang pecipta….

16. in - April 1, 2011

aduh maaf,
saya sering liat dijalan… biker yg ikut kumpulan/zikir bersama (pake jaket/stiker klub zikir), masih terlihat ugal2an dijalan
jd malu sendiri saya.

17. Arkham Ashylum - April 1, 2011

semoga di beri kesehatan selalu kepada kita2 amin,,,,,solatlah kamu sebelum disolatkan, jagalah sehatmu sebelum sakitmu, jagalah hidupmu sebelum matimu….

18. kampretiz - April 1, 2011

Giliran ngaji komen dikit gini.. :mrgreen:

19. Arkham Ashylum - April 1, 2011

kampretiz…hahahaha…mungkin mrk hanya menyimak bro,,,kan gak bakar2an,,,,,

20. black_viper - April 1, 2011

16. in – April 1, 2011
aduh maaf,
saya sering liat dijalan… biker yg ikut kumpulan/zikir bersama (pake jaket/stiker klub zikir), masih terlihat ugal2an dijalan
jd malu sendiri saya.
================================================
idem

21. j4na - April 1, 2011
22. Megaprolama - April 1, 2011

Life is the journey for 4wl SWT….
Touring for love by 4wl SWT

23. ウィナ - April 1, 2011

kata2nya biasa sj tp maknanya luar biasa
mantep kang haji

24. pangsit mie ayam - April 1, 2011

nais info,

trims

25. Andika - April 1, 2011

Alhamdulilah dapet pencerahan batin dari Mas Taufik, makasih ya mas…

26. jape methe - April 1, 2011

@in dan black viper
dzikir massal kan masuk masalah khilafiyah, ada yg menganjurkan, ada yg membolehkan dan ada juga yg melarang. Tapi yg pasti dzikir dlm hati dan beramal soleh itu tidak ada larangan. Gampang dan tdk mengganggu org lain..tapi sulit dikerjakan (khususnya saya sdr). Nyuwun sewu

27. dsebryant - April 2, 2011

Peraturan itu adalah norma hidup,
Pengalaman itu adalah senjata hidup,
Mantap Kang

28. Toto Wei - April 3, 2011

Bener2 mantabs pak haji…
hatur nuhun pisan kang..


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.350 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: