Bro sekalian, dengan berkumandangnya Adzan Magrib sore kemarin, kita semua di daerah waktu indonesia bagian Barat telah memasuki Bulan Rajab. Bulan Rajab ini menurut beberapa sumber sahih merupakan salah satu dari 4 Bulan Haram. Segala macam kegiatan dunia kita kadang membuat kita lupa bahwa sebentar lagi kita akan bertemu kembali dengan Bulan yang sangat kita nanti natikan, bulan suci penuh berkah . . . Bulan Ramadhan, Biiznillah.

Ramadhan nanti segala sesuatu menyangkut Ibadah akan dipermudah dan dilipat gandakan balasannya plus dibuka lebar segala pintu ampunan . . . Ramadhan itu bagaikan Bazzar Pahala yang diharapkan dapat mengubah polahidup kita Pasca Ramadhan nanti . .  Namun saat kita ingin sukses ngeborong banyak di Bazzar tersebut, tentu kita harus memiliki Modal yang cukup . . . Nah kapan Kita mengumpulkan Modal tersebut? seharusnya Ya di 11 bulan selain ramadhan  . . . Namun 2 bulan terakhir menuju ramadhan nanti saya rasa bisa juga menjadi tonggak persiapan kita mengumpulkan modal buat menghadapi Bazzar Ukhrawi nanti.

Nah ayo kita bersama sama memberdayakan 2 bulan Rajab dan Syaban ini untuk melakukan segala persiapan menyambut Bulan Ramadhan Nanti, wallahu alam bi shawab. . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Appendix

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu menciptakan langit dan bumi, di antaranya (terdapat) empat bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri dalam bulan-bulan tersebut, dan perangilah kaum musyrikin sebagaimana mereka pun memerangi kamu, dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah, 9:36)

”Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)

34 COMMENTS

  1. Ya Alloh, berkahilah kami di bulan rajab dan Sya’ban.. dan sampaikanlah kami kepada bulan Romadhon.. 😥

    Guest
  2. @16. torq.ue
    setahu saya tidak ada amalan yang dikhususkan di bulan ini, sama seperti biasanya saja .. . namun kalo nggak salah ini termasuk bulan Haram .
    so saya kutip penjelasan Ustz Aep Saepulloh dari http://www.penerbitzaman.com/code.php?index=Ustadz_Menjawab&act=lihat&id=11

    Lalu amalan apa yang sebaiknya dilakukan? Semua ibadah, mulai dari puasa sunnat, membaca al-Qur’an, shadaqah, shalat sunnat, berdoa, merupakan di antara amalan yang sebaiknya dilakukan pada bulan mulia ini. Para ulama mengatakan, siapa yang lalai dengan bulan Rajab, maka ia akan lalai juga pada bulan Sya’ban dan Ramadhan nya kelak.

    Karena itu, seorang ulama yang bernama Imam Abu Bakar al-Warraq al-Balakhy sebagaimana dinukil Ibnu Rajab dalam Lathaiful Ma’arif (hal 176), mengatakan:

    Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam (kebaikan), bulan Sya’ban adalah bulan untuk menyiram tanaman (kebaikan itu), dan bulan Ramadhan adalah bulan untuk memanen tanaman dimaksud”.

    Dalam kesempatan lain, Imam al-Balakhy juga pernah mengatakan:

    Artinya: “Bulan Rajab itu laksana angina, sedang bulan Sya’ban ibarat awan, dan bulan Ramadhan seperti hujan (hujan penuh kebaikan dan keberkahan)”.

    Di samping itu, jangan lupa berdoa sebanyak mungkin agar dapat bertemu bulan Ramadhan. Di antara doa yang biasa dibaca oleh Rasulullah saw pada bulan Rajab ini adalah:

    Allahumma baarik lanaa fi rojab wa sya’ban, wa ballignaa romadhan

    Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab, juga di bulan Sya’ban ini serta sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan”.

    Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

    Artinya: “Anas bin Malik berkata: “Adalah Rasulullah saw apabila beliau memasuki bulan Rajab, beliau suka berdoa: “Allahumma baarik lanaa fi rajab wa sya’ban, wa ballignaa ramadhan (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab ini, juga di bulan Sya’ban ini serta sampaikanlah usia kami ke bulan Ramadhan)” (HR. Ahmad, Thabrani dan al-Bazzar).

    Hadits di atas dinilai sebagai hadits dhaif oleh jumhur muhadditsin, namun, Imam Abdul Ghani bin Ismail an-Nablusi dalam bukunya, Fadhail al-Ayyaam was-Syuhuur (hal 29) mengatakan, bahwa hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam ad-Dailami dalam Musnad al-Firdaus nya, diriwayatkan melalui tiga jalan dari Anas bin Malik. Ini artinya bahwa hadits ini dikuatkan oleh keterangan lainnya, sehingga karena saling menguatkan, hadits ini dapat naik derajatnya kepada hadits Hasan Lighairihi.

    Seandainya hadits ini tetap dinilai shahih, masih dapat diamalkan karena berkaitan dengan bab Keutamaan amal (fadhail al-amal) yang oleh jumhur muhaditsin diperbolehkan untuk diamalkan. Wallahu ‘alam bis shawab.

    Administrator
  3. Menekuni hobi tanpa melupakan ukhrawi.
    Saatnya kita berbenah menyiapkan kendaraan untuk meniti shirat, amal yg baik.
    Mari, fastabiqul khairat.
    Semangat!

    Guest
  4. yang penting sebagai manusia kita patut berjaga-jaga.. supaya dilayakkan menghadap Sang KHALIK shg sewaktu-waktu kita siap untuk menghadap-NYA.
    be One Heart ja..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.