Bro sekalian, semenjak beberapa kali tmcblog menuliskan perencanaan produk produk baru , khususnya terhadap produk Bajaj – bervariasi juga tanggapan spontan dari pengunjung blog. Namun melihat secara empirik tulisan komentar yang ada tmcblog mencoba membuat sebuah hipotesis awal yang perlu di pelajari lagi bahwa : Penilaian Spontan Terhadap Bajaj Bergantung Jenis Motornya . . . Maksute apa bro?

Jadi Gini, sebagai contoh saat tmcblog membahas produk Bajaj Pulsar series ada beberapa komentar yang langsung menanyakan kesiapan layanan 3 S dari Bajaj seperti : ” layanan 3 S nya Bagaimana? ”  namun bila tmcblog membahas tentang KTM Duke 125/250 yang proses produksinya juga dilakukan di pabrikan Bajaj, Frekuensi pertanyaan yang menanyakan pertanyaan layanan 3 S dan after sales service khususnya cukup berkurang cmiiw. So Apakah Karena KTM adalah Brand yang IMHO mungkin terasa lebih ‘ningrat’ dari Bajaj sehingga terlihat perbedaan seperti ini? atau Bagaimana, silahkan share pendapat bro sekalian . . . semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

108 COMMENTS

  1. namanya itu loh, Bajaj
    identik bajay jakarta yang mesin vespa berisik

    jadi kurang wah nama merk nya

    Guest
  2. nanya ini-itu biasanya tanda niat beli…..yang niat beli KTM mungkin masih secuil, karena banyak yang beranggapan, banderolnya pasti kurang masuk akal untuk sebuah sport mini 4 tak….

    Guest
  3. KTM, bermain di kelas premium. Sehingga org tidak ragu dgn kualitasnya. Beda dengan bajaj, masyarakat sudah menjudge image bajaj. Mungkin ada baiknya, nama Bajaj di ganti saja. Sehingga kesan dan persepsi masyarakat akan lebih baik lagi. Con : Toyota dengan Lexus.

    Guest
  4. Setuju sama bro Taufik, kuatnya image suatu brand mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen atas qualitas dari brand tersebut (termasuk 3S). Katakanlah KTM “lebih ningrat” dari bajaj dan mendapat respon “lebih percaya” dari konsumen, sebenarnya ini juga menjadi suatu dampak positif yg akan mengangkat Bajaj lebih “ningrat” lagi dari sebelumnya. Selamat buat Bajaj… Bravo otomotif Indonesia… Jayalah Negeriku..Merdeka…!!!

    Guest
  5. kalo untuk jakarta mah ga usah bingung, dealer dan bengkelnya dah bejibun. untuk yg diarea jateng khususnya solo juga udah ada.

    Guest
  6. tapi bagusnya sih dimasukin karena kalo gak dimasukin, IU akan ngambil kesempatan dimana ngambil untungnya lebih gede dari atpm

    Guest
  7. Image Brand yg kuat dan kualitas yang top. Contohnya Kawasaki, memang after salesnya dan jaringan bengkelnya tidak sebanyak Honda dan Yamaha. Tapi Bicara ” Kawasaki Ninja”, orang tidak akan ragu membelinya. Mungkin para petinggi bajaj, mau memberikan edukasi lebih lagi kpd masyarakat.

    Guest
  8. Coba tanya ke orang yang beli Lamborgini atau Ferarri yang harganya miliaran, mereka gak akan mikir berapa jumlah bengkelnya di sini. Ya itulah KTM yang dah masuk sebagai produk premium yang sayang banget dipake harian. Beda ama Bajaj yang tiap hari dipake dan dimiliki rakyat kebanyakan, sekalinya rusak dah pasti akan bikin susah, makanya pemilik bajaj butuh jaminan 3S.

    Tapi dah lumayan kabarnya beres Jogja yang kemarin ilang langsung diganti 3 bengkel sekaligus, kalo di Jakarta dah semakin banyak bengkel non beres yang bisa melayani Bajaj

    Guest
  9. Orang membandingkan 3S Bajaj dengan Yamaha dan Honda, jelas njomplang. Semua Brand perlu waktu untuk membangun 3S. Modal duit aja tidak cukup, karena menyangkut Human Resources yang perlu dididik dan dibiasakan dengan budaya baru. Tapi dengan keunggulan produk Bajaj, hanya masalah waktu sampai 3S ini akan terbenahi… Buktinya sekarang sudah bermunculan bengkel-bengkel non resmi yang dianggap mumpuni oleh pembesut Bajaj. Ini menunjukkan besarnya permintaan yang tidak dipenuhi oleh Bajaj sendiri.

    Guest
  10. Karena Bajaj dianggap sebagai motor harian saja, namun punya kelebihan, tampangnya yang “sangar” dan beda dari produk2 motor lain yg beredar. Sehingga masalah spare part pasti selalu jadi pertimbangan. Beda kalo orang mau minang KTM, Ducati, dll, karena motor-motor itu dianggap sebagai suatu bagian dari live style.

    Guest
  11. Merk KTM bak merk eksklusif, so ga penting terlalu mikirin 3Snya… Kalo Bajaj mah motor harian biasa, jd ya 3S hrs meyakinkan…

    Guest
  12. ganti aja jadi pulsar lebih keren, sekalian mo tanya mengenai NMP mas taufik, saya berencana ganti olie mesin tetapi bukan dari AHM kira-kira oli yang cocok buat NMP apa ya soalnya saya pengen tarikan lebih enteng trus SAEnya kira-kira berapa, jika pakai shell advance AX5, 15W-40 bisa tidak (merusak mesin apa tidak) terimakasih mohon dibantu dijawab…….

    Guest
  13. Salah satu ciri orang yg merdeka adalah orang yg tidak berpikiran sempit dan terbuka pada sesuatu yg baru, dan kebanyakan rakyat Indonesia belum merdeka, pikiran dan hatinya masih terjajah.
    Makanya merk baru dan terlihat rendah tak bisa bersaing.

    Guest
  14. Salah satu ciri orang yg merdeka adalah orang yg tidak berpikiran sempit dan terbuka pada sesuatu yg baru, dan kebanyakan rakyat Indonesia belum merdeka, pikiran dan hatinya masih terjajah.
    Makanya merk baru dan terlihat rendah tak bisa bersaing.
    Hiduplah Indonesia Raya

    Guest
  15. sekarang bajaj udah ga pake nama bajaj lagi kok untuk varian motornya kang, mereka kedepannya akan menonjolkan variannya aja; contoh pulsar series, avenger series, discover series, dll. makanya pulsar kluaran baru di blok mesinnya udah ga ada lagi tulisan bajaj, hanya dts-i tok. 😀

    Guest
  16. OOT Dikit):Kang taufik dah sukses ngomporin revolusi honda blade hehe.Kpn bwt ngomporin revolusi Honda CS1nya?
    Dtunggu byk orang loh

    Guest
  17. ane belom pernah pake bajaj… tapi kalo naik dah pernah… keseimbangannya bagus banget.. wong pas berhenti di lampu merah.. ridernya nggak perlu sampe nurunin kaki.. tapi bajaj nya nggak jatoh… 😆

    Guest
  18. padahal walaupun KTM lebih bagus,,
    tapi kalo spare part nya susah masuk sene,,
    terus pihak bajaj jg kurang siap 3s nya,,
    bs sama aja kan ya? cmiiw..

    Guest
  19. Soalnya bajaj ini sudah terkenal betapa tragisnya 3S walau tidak semua, tapi sebagian besar, terutama ketersediaan spare-part dan keahlian mekanik beres…

    salah satu contoh, baca aja blog bro rial 🙂

    Guest
  20. ngurus Pulsar Series yang udah bercokol hampir 5 tahun disini aja masih kocar kacir,, gimana mau ngurus KTM,,,
    BAI BAI,,,

    Guest
  21. orang kalau udah suka sama tampang dan brand nya urusan lainnya belakangan. Mau ktm atau motor jepun lainnya kalau tampang udah ngga menjual pasti yg di munculin adalah nilai lebih lainnya misalnya ya 3s. imho.

    Guest
  22. alhmd, mz taufik & bro semua, cbr 150 saya udh turun, pdhl br 2 minggu indenny…, makasih honda, makasih tuk semuany, welcome home, cibie…, be a part of my little family…,

    Guest
  23. @agneta :

    Lha kok yang lain paham…? Coba baca lagi dech…

    @juragan ijo :
    Kayaknya butuh tanda baca , (koma) dech… Kasihan agneta tuh… 🙂

    Guest
  24. Yg pntg BAI hruz brtanggung jawab unt menjaga berbagai varian yg udh d glontorkan k masyarakat! Jangan smpe spare part susah d dapat. .

    Guest
  25. Saya pengguna Pulsar…. dan saya tidak puas dengan layanan 3S nya

    ibarat anak pinter… tp ibunya g bisa ngurus

    Guest
  26. saya ingin membeli bajaj pulsar, tp terbentur dengan jaringan 3S nya, yg saya baca dari forum dan beberapa blog di internet, yg mengeluhkan tentang jaringan 3S bajaj, tp saya belum mendengar langsung dari BAI tentang jaringan 3S nya, mudah2an blog ini bisa memberi informasi yg lengkap mengenai ini kepada calon konsumen…
    menurut saya, sangat disayangkan, teknologi canggih yang diterapkan di motor, tp terkendala kurangnya jaringan 3S, ini akan membuat calon konsumen berfikir 2 kali…
    menurut saya, maaf yah no offence, just share, komponen teknologi canggih jika rusak lebih sulit memperbaikinya dibanding komponen mekanik yg standart, karena banyak saya lihat, motor dengan teknologi standart, tp jaringan 3S nya kuat dan spare part tersedia dimana2, jauh lebih laku penjualan nya…
    Saya ingin melihat Bajaj Indonesia menjadi semakin maju dan kuat dalam jaringan 3S, karena akan memberi banyak warna dan pilihan kepada konsumen Indonesia… Good Luck BAI…

    Guest
  27. Kenyataan dilapangan memang begitu kanghaji, walo sy pribadi tdk mengalami keterlambatan stnk/plat nomor (hampir sebulan spt yg dijanjikan), dan asesoris bonus yg tertahan (kalo sy lgs ditelp sama mbak dewi beres pasteur jaketnya udah ada) tp bbrp teman yg sy kenal menemui kendala, dan juga sparepart spt mas rial hamzah (entah knp sy jg tidak mengalaminya, sy sampe bisa stok busi dam kabel kopling di bagasi motor, spt yg pernah sy posting ttg bagasi), munkin krn sy pake yg 135. Nah knp dgn ktm tdk muncul pertanyaan itu, sy rasa mungkin dgn ktm sebagai produk ownernya, akan berusaha keras mengatasi apa yg masij jd kendala di bajaj indonesia, dan bisa jadi kan bajak apa punya marketing dan pengelolaan produk tersendiri utk ktm..IMHO

    Guest
  28. Merdeka….
    Happy independence Day.
    miris juga melihat perkembangan otomotif di indonesia. di umur yang ke 66 ini indonesia belum bisa mempunyai produk otomotif yang mumpuni. indoneaia masih sebagai sebagai konsumen. mirisnya para pengguna otomotif indonesia masih mengagung agungkan salah satu / sebagian produk luar negri.
    beberapa kali mampir di blog2 india, mereka begitu bangga dan mengagungkan produk BAJAJ, bahkan produk luar hanya sebagai penghias.

    kapan di Indonesia ada produk yg mumpuni.

    Guest
  29. Bajaj vs KTM? ya jauhlah gengsinya, walaupun Bajaj 3Snya lebih bagus dari KTM pun, tetep aja produk KTM akan lebih di banggakan daripada produk Bajaj.
    Ya itu tadi karena nama KTM lebih “Ningrat”.
    Mungkin akan beda jika desain DUKE diserahkan juga oleh Bajaj. anjlok pamor KTM.

    Guest
  30. harga ga bakalan bohong..! hanya share aja. coba kalian perhatikan khusunya bajaj180, di bagian knalpotnya. motor bajaj 180 diatas 2 tahun (asli india). knalpotnya pasti kropos. bolong sana, bolong sini. kirain cma di bajaj milik adikku saja. eh ternyata di jalanan hampir smuanya.
    belum lagi las2an chasis yg jorok. ga tw deh bikinnya gmna itu motor (standar quality)

    Guest
  31. setelah punya P180 sekitar 2 bulan, gak ada hujan ga ada angin seal shock depan kanan udah rembes..waktu aku klaim ke beres katanya itu bukan bagian dari garansi..oke deh aku coba ngerti..trus habis minta diganti dgn biaya sendiri..eh ampe 3 harmal nginep ternyata ga ada juga part nya..akhire cuma dibenerin sendiri dg resiko masih suka rembes walo dikit…
    udah gitu dapat 1 tahun ada masalah lagi dengan klep nya (sepertinya gara2 mekaniknya waktu service gak pinter..soalnya setel klep nya terlalu longgar..ini PR buat BAI..”don’t ever recruit the unprofessional employer) habis gitu gak jelas tanggung jawab pembiayaannya..akhirnya ya keluar lagi duit dari kantong yg cukup lumayan…
    sebenarnya jengkel banget dengan pelayanan 3S nya..tapi kalo pas make kendaraan ini…jadi lupa smua masalah 3S nya..cause ini motor cc sedang dengan premium taste…
    wish BAI make better the after sales services..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here