Bro sekalian, Di blogosphere R2, salah satu artikel yang cukup menarik bagi pengunjung blog adalah manakala artikelnya bertema Perbandingan Produk. Yup ini sebenarnya lumrah dan manusiawi, karena (selain sengaja bakar-bakaran)  salah satu tujuan pengunjung blog mampir di semua blog adalah untuk mendapatkan informasi mengenai produk dan possitioning dari Sebuah produk . . . secara kita Ketahui Possitioning yang terkuatlah yang dapat menjawab pertanyaan menggelitik “kenapa saya harus pilih ini, dan bukan yang itu”

Jawaban nya haruslah mengacu pada minimal 5 kriteria yakni Target Customer, Need & Opportunity, kategori produk, benefit, kompetitor, dan diferensiasi dengan produk kompetitor. Nah dari ke 3 dan 5 . . . Benefit Diferensiasi Service ataupun produk bisa diejawantahkan sala satunya dengan sebuah komparasi dengan produk lain terutama yang menjadi kompetitor. Lagi pula Bagaimana produk tersebut bila dibandingkan dengan produk pesaing lain merupakan salah satu fundamental dalam penyusunan Strategi possitioning.

Mengacu pada kasus Pulsar 135 yang dikomparasi dengan bebek seperti yang infonya bisa kita baca di blog bro ardiyantonugro. TMCBlog berfikir memang sejak awal Pulsar 135 ini diposisikan oleh BAI sebagai senjata untuk ‘merayu’ para Komuteris yang sehari harinya menggunakan bebek untuk berhijrah ke segmen Motor Laki yang notebenenya memang memiliki diferensiasi sangat ketara dengan bebek ataupun skutik. Hal ini tentu tidak mudah Bagi BAI karena Bebek dan skutik memiliki aspek fungsional yang tidak bisa diperoleh di motor sport. Oleh karena itu salah satu upayanya adalah mereka menggunakan Komparasi/ Perbandingan produk

19. Perbandingan: (a) Perbandingan langsung dapat dilakukan, namun hanya terhadap aspek-aspek teknis produk, dan dengan kriteria yang tepat sama. (b) Jika perbandingan langsung menampilkan data riset, maka metodologi, sumber dan waktu penelitiannya harus diungkapkan secara jelas. Pengggunaan data riset tersebut harus sudah memperoleh persetujuan atau verifikasi dari organisasi penyelenggara riset tersebut. (c) Perbandingan tak langsung harus didasarkan pada kriteria yang tidak menyesatkan khalayak.

20. Perbandingan Harga: Hanya dapat dilakukan terhadap efisiensi dan kemanfaatan penggunaan produk, dan harus diserta dengan penjelasan atau penalaran yang memadai.

sumber


Bagi TMCBlog membandingkan Produk itu harus ada koridornya . . . yang pertama adalah Informasi komparasi yang diberikan haruslah Real dan benar artinya tidak dibuat buat alias Hoax . . . untuk kasus Pulsar 135, Bajaj cukup jujur dengan manaruh angka cc dan power maksimum motor bebek dan dibandingkan dengan Pulsar 135 Sesuai nilai Klaim Pabrikan masing masing. . . Uniknya lagi. . . . bajaj Juga menampilkan Satria FU yang secara fakta memang Nilai Powernya diatas dari Pulsar 135. . . .Contoh lain adalah misalnya gini . . . Ini skutik Entri level Produk saya bagasi lebih besar lho dari Produk Kompetitor . . . nahhh faktanya . . . emang benaran tho ? . . .atau Gini  . . . Ini lho Motor  Sport Mid-end saya sudah Hi Tech karena mengadopsi Sistem Injeksi  . . . naaaah  . . . sing penting Infonya benar dan tidak mengada ngada

21. Merendahkan: Iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsung maupun tidak langsung.

sumber

Yang kedua adalah Koridor Etika untuk tidak menyebutkan bahwa produk lain lebih buruk dari produk dirinya . . . nah ini pula disinyalir yang membuat Tag Line “yang lain semakin ketinggalan” lambat laun seperti hilang ditelan bumi . . . karena memang kalimat tersebut walaupun tidak secara eksplisit menyebutkan siapa ‘yang lain’ itu akan tetapi bisa diartikan sebuah justifikasi tafsiran bahwa Yang lain ‘tidak lebih baik’ nah ini yang harusnya dihindari. Dalam kasus Pulsar 135 TMCBlog tidak melihat adanya kalimat eksplisit bahwa Bebek lebih buruk dari Motor Sport/Pulsar 135 . . . entah kalo secara inplisit . . .mohon saya dikoreksi jika salah menafsirkan

🙄 tabel perbandingan SLR di Majalah, Gak masalah Tho? karena yang membandingkan pihak ke tiga 😀

Tapi Konsumen sekarang sudah cukup smart koq . . . nggak mau begitu saja percaya pada hasil komparasi yang dibuat oleh fihak yang notabenanya memiliki Produk. Karena banyak keran ketidak Objektifan jika kita menilai diri sendiri. Buat TMCBlog Sebuah Komparasi itu akan sangat menjadi acuan Jika yang membuat komparasi adalah orang ain yang notabenanya tidak memiliki hubungan interest dengan salah satu produk yang dikomparasinya. Yup Badan Independen . . . yah nggak jauh sebenanya sama kehidpan sehari hari siapa yang percaya coba sama individu yang selalu menilai dirinya ataupun partainya sendiri selalu lebih baik bila dibandingkan dengan individu/partai lain, cmiiw . . . betul atau nggak? he he he silahkan bro sekalian komentari dan semoga berguna

taufik of BuitenZorg

113 COMMENTS

  1. tag line yg lain semakin ketinggalan agaknya memang tidak pas dan terlalu berlebihan,akan selalu ada plus minus di tiap2 pabrikan,
    dan yg pasti g ada yg sempurna

    Guest
  2. Tagline “semakin di depan”, “yang lain semakin ketinggalan”, “yang lain semakin pasrah” mengesankan pabrikan tersebut sombong.dan menganggap pabrikan lain di bawah nya.nah sekarang baru tahu rasa klo penjualan nya anjlok begitu juga prestasi di Motogp

    Guest
  3. Setuju…memang jmak sosialisasi produk iu dlakukan oleh prushaan untk mengenalkan ato menunjkn kuality brang,,,tpinya menurut saya yg pling penting adlh kualitas ploduk itu ndri gan,krna kalo seseorang ngrasa puas ama ploduk,hehe,djamin bisa jd agen pencerahn ga lngsung,maksude gni,dia bakaln ngsh testimoni ke olang2 bgus nya ntu barang…krna pabila konsumen lngsung ngsh kesan baik ,clon konsumen lain pasti akn lbh pcya.nahhh….!dampaknya tuh ploduk bkaln lariz.z..

    Guest
  4. Kenapa komparasi bajaj ini diributkan ya? Padahal datanya adalah fakta bukan mengada-ada kayak komparasi yang di lakukan honda di artikel2 bro asmarantaka yang lalu tapi cmuanya pada adem ayem?

    Guest
  5. sebenarnya komparasi Bajaj di atas itu sudah, kalau menurut orang betawi mah, songong banget, gak hanya pada bebeker, tapi juga biker pada umumnya. liat aja judul utamanya…..mengapa harus naik bebek kalo harga sama bisa punya pulsar…….kesannya kan nuduh para pemilik bebek salah dalam keputusannya…….

    biar kata bebek (brand-minded) mungkin terlihat tidak punya nilai yang sebanding dengan harga jual, intangible benefitnya menurut saya masih lebih besar, yahhh terutama kalau melihat layanan servis dan sparepart–gak harus bolak-balik BERES seperti sang tokoh utama si PIES ini…….. dengan kata lain additional cost-nya PIES lebih besar :mrgreen:

    so, who’s got over-priced now?

    asking why? .

    Guest
  6. ini bajaj..nyari sparepartnya aja susah

    kuis moto gpnya juga dah diubah tuh sama yamaho, Mc nya bilang “yamaho semakin di depan”, penjawab kuisnya juga harus jawab “yamaho semakin di depan”, bukan lagi “yang lain semakin ketinggalan”

    dah tobat keknya
    😆

    Guest
  7. hmmm.. jika itu kalender yang dibagikan untuk umum tentu hal ini sangat tidak pantas dan tidak beretika apalagi dalam hal ini menampilkan nama asli tiap motor yang disandingkan.

    berikut saya kopas dari http://ruangdosen.wordpress.com/2010/04/04/etika-dalam-periklanan/

    ———————————————————————————
    ETIKA SECARA UMUM

    Jujur : tidak memuat konten yang tidak sesuai dengan kondisi produk yang diiklankan
    Tidak memicu konflik SARA
    Tidak mengandung pornografi
    Tidak bertentangan dengan norma-norma yang
    Tidak melanggar etika bisnis, ex: saling menjatuhkan produk tertentu dan sebagainya.
    Tidak plagiat
    ———————————————————————————

    Arahan untuk memilih Pulsar memang sah-sah saja, toh itulah gunanya iklan hanya saja kalender tersebut telah secara langsung menjatuhkan motor yang lain dengan kata BEBEK dan menampilkan masing2 motor satu per satu lengkap dengan nama sebenarnya.

    Jika memang ingin ada perbandingan sebaiknya bandingkan dengan ‘kasta’ yang seimbang dan tak perlu menampilkan gambar motor pesaing secara utuh, tampilkan bagian2 yang hanya perlu dibandingkan saja, misalnya mesin, spidometer, dll dan jika memang perlu tampilan utuh hanya berupa siluet dan tak perlu diberi nama yang asli, sedekat-dekatnya berilah nama singkatan saja.

    Beda jika hanya konsumsi internal, apalagi jika untuk mengenal keunggulan produk sendiri dibandingkan produk lainnya “yang sekelas dan sekasta harusnya”. Dan ada baiknya ‘barang panas’ ini tidak perlu diperlihatkan ke konsumen apalagi sampai ada yang boleh mengambil fotonya. Ini keteledoran namanya.

    Guest
  8. “ngapain milih bebek kalau dengan harga yang sama bahkan lebih murah bisa dapet m0t0r laki” setidaknya membuka mata kita bahwa ada pr0duk yang overpriced,, sangat miris melihat perbandingan harga m0t0r2 di Indonesia dengan harga m0t0r2 diluar negeri.. Jauh banget bedanya.. Kasihan sekali konsumen di sini

    Guest
  9. Di warung ini lebih enak bahasanya ga kayak warung sebelah, judulnya ga mancing kerusuhan.
    ane mau nyimaknya disini aje
    terima kasih

    (Disebelah ane ga bisa masuk komen lagi, ga tau knp)

    Guest
  10. “semakin di depan” gak cocok buat yamaka, tapi “yang lain semakin ketinggalan” itu cuma cocok untuk yamaka sama seperti fanboinya yang gemar melihat hanya satu sisi,,, intinya selain Hendi itu bagus, cuma Hendi yang jelek
    *pake bahasa jaos :mrgreen:

    Guest
  11. Jadilah konsumen yg pintar dalam memilih produk, jgn langsung percaya dgn iming2 iklan produk.
    Pabrikan2 sekarang berlomba2 utk memenangkan ketatnya kompetisi, wajar mereka akan mengeluarkan statement2 yg mengedepankan produk mereka dan memberikan “kesan” produk lain lebih jelek.
    Terpulang kembali kepada kita, tergantung kebutuhan, fungsi dan modal yang ada dikantong utk memutuskan pilihan yg terbaik buat diri sendiri… Setujah..??

    Guest
  12. Sebenernya informasi / Brosur komparasi tersebut adalah untuk kalangan Internal cmiww, karena saya juga pernah kerja di otomotif, di cover brosur juga suka di kasih catatan “Untuk kalangan internal Merk X, tidak untuk di publikasikan, nah masalahnya kalau dokumen tsb bocor ke publik penafsirannya jadi lain, seolah-olah produk x menjelekan produk Y,Z dll, saya yakin tiap pabrikan punya brosur seperti itu, tinggal sekarang bagaimana pihak pabrikan / Dealer menjaga agar dokumen tersebut tidak terpublikasi ke umum yang bukan hak nya…, karena akan sangat berbahaya menyangkut citra merk tersebut
    ya seperti terjadi di blognya mas Triatmono

    Guest
  13. yang penting jujur toh?,

    dari pada ada yg nyebut ‘handling kaku, handling lincah’ (opo meneh iki).
    Satria fu ber ‘radiator’.

    Dan cs 1 itu trendsetter (gubraaak, kaget bukan kepalang).

    Jika pies itu pabrikan honda, apa ada yang jamin bahwa harganya dibawah 15 jt?

    Paling murah ya 18 jt

    wkwkwkwkwk
    (sambil guling guling)

    Guest
  14. tapi semuanya memang terserah konsumen…… mereka mau pilih yang mana………
    kalo pingin keren dan stabil buat perjalanan jauh ya model sport…….
    kalo pingin fungsional yan bebek……

    Guest
  15. PERBANDINGAN dlm memilih hak indifidu. yg pasti ada yg kepilih n jg da yang tersingkir.
    menurut aku diganti dg kata PEMBANDING. biar gak saling menjatuhkn.
    tp msh ada yg trbaik…

    Guest
  16. Bro, setahu aneh yach.. ini komunikasi internal Pulsar. Jadinya harusnya tidak menjadi masalah karena di gunakan untuk kepentingan Internal.

    Jadinya kita harus lihat segala sesuatu dalam perspective dan jangan langsung ngomong tanpa mikir lagi.

    Guest
  17. @29. jakatimur
    subhanallah . . . info ini yang selama ini saya cari 2 makasih mas bro linknya saya jadikan acuan

    @50. Be Wise
    hatur nuhun infona bro

    Administrator
  18. ________________________________ Nitip kang Haji :
    Hasil FP-3 Philip Island : Stoner Betah di Posisi Atas …
    http://udiendkab.wordpress.com/2011/10/15/hasil-fp-3-philip-island-stoner-betah-di-posisi-atas/

    Guest
  19. just share…..setahu saya perbandingan yang ada di pic atas itu untuk materi internalnya Bajaj bukan untuk di konsumsi oleh umum….selain itu saya yakin setiap merk apapun itu baik otomotif, elektronik sampai peniti pun pasti mempunyai program komparasi internal yang dilakukan untuk kepentingan masing2 perusahaan….dalam kasus ini adalah Bajaj…..saya pernah lihat juga beberapa materi internal dari berbagai produk lainnya…..hampir 100% membandingkan dengan produk kompetitor dalam artian materi tersebut untuk membangung internal confidence…..dan pesan dari dalam akan di sampaikan melalui individu2 terkait dalam hal ini yang berhubungan dengan penjualan…….sebagai contoh apabila kita membeli motor merek A…..lalu dengan sales tersebut kita bandingkan dengan merek B……maka sales tersebut secara otomatis akan memberikan deskripsi kelebihan dari motor yang di jualnya di banding motor B……its a normal….everybody doin it….

    Guest
  20. @32. Eko

    berarti ente dah dibanned kek “wartawan”, yg penting jangan sampe ente mewek2 bikin blog juga ye

    😆

    Guest
  21. pencerahan yang bagus kang..nice share..

    nitip kang

    http://boerhunt.wordpress.com/2011/10/15/mobil-its-juara-tertahan-bea-cukai-sepertinya-bukan-hanya-masalah-kepabeanan/

    Guest
  22. ngapain harus naik bus umum kalau bisa naik taksi dengan harga yang sama……

    soal kata ” ngapain harus naik bebek kalau harga sama bisa punya pulsar” itu bukan sesuatu yang salah….karena (mungkin) yang ingin di sampaikan “hanya” bahwa motor sport itu lebih berkelas dibanding bebek…..

    jika konsumen, karena tuntutan situasi atau pekerjaan memang harus dan cuma bisa di lakukan dengan naik bebek (ex: bawa barang) maka pilih aja bebek. konsumen pasti mengerti kebutuhannya sendiri.

    konsumen : saya mau beli motor nih, uang saya 15 juta…
    sales pulsy : daripada anda beli bebek 15 juta, nih saya kasih sport, 15 juta juga, ini motor sport lho mas….
    konsumen : wah mbak, saya biasa pake motor buat bawa-bawa barang….
    sales pulsy : oh…, itu memang cocoknya pake bebek atau metik mas, yah, silahkan mas cari beli bebek aja….

    Guest
  23. wahh berarti iklan Pulsar gak termasuk BC donk???kan emg fakta Pulsar lebih murah ketimbang produk Jepang.

    kok lebih cerdas Sales Bajaj yah ketimbang sales Honda??

    Guest
  24. Sebelum pulsar brojol di indonesia memang susah untuk mempunyai motor batangan baru dengan harga bebek ( ada tapi mocin, ada thundie tapi bodi bulet semua ). memang banyak dengan harga bebek tapi 2nd. Semoga saja harga mopang pada turun semua.

    —————————————————————————————

    52. reborn – Oktober 15, 2011

    motor india murah karena karyawannya kerja rodi…

    yg pernah punya bos orang india pasti tau
    ————————————————————————————–

    ane pernah ngalamin ..hahaha

    Guest
  25. setiap tema yg di angkat oleh Kang Taufik, tutur bahasanya kok menyejukkan ya..? netral gitu ( apa adanya tanpa unsur menjelek-jelekkan), maka wajar kalo sering dpt penghargaan….lanjutkannnnnn……!

    Guest
  26. KLO HONPRET BROSUR NGAWURNYA YANG DISALAHIN PASTI SALESNYA…..MUSTINYA APAPUN KERJAAN SALES, AHM WAJIB KONTROL……MASA APAPUN KESALAHAN, ANAK BUAH SELALU DISALAHKAN, ATASAN SELALU BENAR…….PRETTTTT

    Guest
  27. tapi tag line ”
    masih perlu bebek?” itu apa kah tidak merendahkan motor bebek?

    http://remcakram.wordpress.com/2011/10/14/pulsar220_adventouring/

    Guest
  28. ah … yang penting jualannya laku & ga melanggar hukum
    kalo etika …. ntar dulu yaaa 😀
    yaa begitulah sekarang .. udah akhir jaman kali

    Guest
  29. ga jaman mas… sekarang yg penting ga melanggar hukum
    wong motivator aja ada yg ngomong gitu ..
    perkara etika …. ntar dulu ahhh (katanya..) 😀
    udah akhir jaman kali …

    Guest
  30. gw milih motor import karena bangsa ini begitu bodohnya sampe gak bisa bikin motor, sehingga terpaksa gw milih motor ….

    Guest
  31. pedrosa terkesan melamban.. sejajar dengan bautista(suyuki)… apakah pedrosa ikut-ikutan jadi TOY racing team??? artinya tidak mau memaksimalkan motor dan ingin menjegal stoner jadi juara dunia???

    Guest
  32. sepakat kang,. emmang harus fair dan ada fakta2 dalam komparasi suatau produk

    http://keshamotor.wordpress.com/2011/10/14/spyshoot-motor-sport-suzuki-150cc-di-tangerang/

    Guest
  33. Bro Taufik, maaf.. tadi nulisnya bukan nyerang ke siapa2… tapi ke kita semua supaya lebih wise.. jangan lsg babat saja padahal itu info internal yang kebetulan di ketahui oleh orang umum:)

    Kalau sampai salah paham, khan jadi malu.. 😀

    Salam Semakin Di Depan!

    Guest
  34. 61. Rollerman – Oktober 15, 2011

    wahh berarti iklan Pulsar gak termasuk BC donk???kan emg fakta Pulsar lebih murah ketimbang produk Jepang.
    ===========
    hehehe sampeyan pake Bajaj kah? jangan-jangan motor jepang juga..hehehe

    Guest
  35. Senang liat tagline nya SUZUKI; “Challenge & Change”, trus “Way of Life”, berkesan humble, lebih self-oriented (maksudnya itu moto buat diri sendiri, ga menjatuhkan pihak lain)… 🙂
    Emang pabrikan yg (maap) lagi ga jaya biasanya lebih waras, karna ya emang apa yg mau disombongin, tapi justru itu yg bkin bagus.
    Beda dngn pabrikan yg merasa hebat; HONDA, YAMAHA… sok nya minta ampun, klw bikin iklan kata2nya nge’sok, tu pabrikan berdua bersaing mulai agak ga sehat klw diliat dari segi adv…

    Guest
  36. ini pernah dilakukan honda waktu menkomparasi produk vario cbs pada waktu di kaskus… kebetulan saya kaskuser jadi agak sebel aja sama honda yang cara marketingnya kok begitu. nggak sehat ya

    Guest
  37. ngaco nih yang bandingin…kalo misalkan di balik , mis:.kalo bisa dapet bebek sport Suzuki Fu 150cc ngapain mesti ambil tangki nanggung Pulsar135cc?

    Guest
  38. Komparasi yg dilakukan ATPM terhadap produk kompetitor adalah ember ! Sangat subyektif jauh dari kesan obyektif . Hasilnya adalah penyesatan otomotif . . . . Komparasi hrs dilakukan pihak ke 3 yg netral dan independen kalau mau benar.

    Guest
  39. “Merendahkan: Iklan tidak boleh merendahkan produk pesaing secara langsung maupun tidak langsung”

    tapi iklan pulsar 135 di TV jelas-jelas ada 2 bebek yg lagi dipake nongkrong, yaitu shogun 125SP dan supra x 125… hehehehe

    Guest
  40. @64. goes
    ane setuju…

    @57. ayumi ting ting
    keliatannya spt itu tp kalo bikin blog kelihantannya tdk dlm waktu deket

    Guest
  41. 14. Pak Bambang Nunggang Byson – Oktober 15, 2011

    ojo rumongso paling apik, nitip komparasi part, jebule KW,,,
    ———————————————————————————

    ojo rumongso paling obyektif…
    ojo rumongso paling resik…
    ojo rumongso paling pinter (yg naek bebek bodoh)…
    ojo rumongso paling independen…
    ojo rumongso paling…
    ojo rumongso…
    ojo…

    Guest
  42. @82. Be Wise – Oktober 15, 2011

    Maksudnya ngajak internal bajaj untuk naik bajaj juga gitu???jangan naik bebek…kalo buat internal ngapain ngiklan….bikin aja tabel komparasi internal.

    Guest
  43. menurut ane sih sah2 aja buat perbandingan toh bisa aja perbandingan dari segi harga atau power motor atau bisa juga kenyamanan jadi tidak mutlak perbandingan itu untuk produk yang bener2 setara spt sama2 150cc atau sama2 bebek/sport. sekarang tergantung pembacanya untuk menafsirkan perbandingan tersebut untuk keperluan mereka sendiri, gitu aja kok repot.

    Guest
  44. untuk poin yang “Produk komparasi”
    yang dilakukan oleh pihak independen
    susah juga ya, karena sekarang media2 banyak yang mulai memihak suatu produk

    Guest
  45. Ini yg BC bajaj nya apa threadnxa…mosok yg jadi sample cuma bajaj, masa puluhan tahun pabrikan laen ga pernah punya materi komparasi intermal…piss

    Guest
  46. Kalo ane sih mending pilih bebek buatan jepang,dari pada naik motor sport buatan india.
    Naik motor sport india walaupun keren tapi tetep aja kurang dianggap apalagi sama cewek sekarang turun deh pamornya.

    Guest
  47. Saya rasa, BAI kepingin/menyasar konsumen bebek (yang jumlahnya sangat menggiurkan) agar ada yang beralih ke P135 nya 🙂 Bisa ngambil 2-3 % konsumen bebek kan sudah luar biasa 😀

    Guest
  48. 60. Nobita – Oktober 15, 2011

    ngapain harus naik bus umum kalau bisa naik taksi dengan harga yang sama……

    soal kata ” ngapain harus naik bebek kalau harga sama bisa punya pulsar” itu bukan sesuatu yang salah….karena (mungkin) yang ingin di sampaikan “hanya” bahwa motor sport itu lebih berkelas dibanding bebek…..

    jika konsumen, karena tuntutan situasi atau pekerjaan memang harus dan cuma bisa di lakukan dengan naik bebek (ex: bawa barang) maka pilih aja bebek. konsumen pasti mengerti kebutuhannya sendiri.

    konsumen : saya mau beli motor nih, uang saya 15 juta…
    sales pulsy : daripada anda beli bebek 15 juta, nih saya kasih sport, 15 juta juga, ini motor sport lho mas….
    konsumen : wah mbak, saya biasa pake motor buat bawa-bawa barang….
    sales pulsy : oh…, itu memang cocoknya pake bebek atau metik mas, yah, silahkan mas cari beli bebek aja….
    ==========================
    setuju bgt dah om!!!

    Guest
  49. Setuju sama @29. Jakatimur!!!

    Jualan sih boleh, tapi kalo mencoba ngejatuhin/merusak image jualan lapak sebelah kan nggak etis. Kalo mau ngebandingin ngawur mah; adu aja sekalian sama RX-King (kl gak salah; terakhir harganya 15,7jt), sama2 135cc dan motor batangan tapi tenaga 18,5HP. Kasihan P135, kayaknya gak punya temen main nih.

    Guest
  50. Koridor Etika untuk tidak menyebutkan bahwa produk lain lebih buruk dari produk dirinya . . . nah ini pula disinyalir yang membuat Tag Line “yang lain semakin ketinggalan” lambat laun seperti hilang ditelan bumi . . . karena memang kalimat tersebut walaupun tidak secara eksplisit menyebutkan siapa ‘yang lain’ itu akan tetapi bisa diartikan sebuah justifikasi tafsiran bahwa Yang lain ‘tidak lebih baik’ nah ini yang harusnya dihindari.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here