Tips Cara Blokir data Motor Yang telah terjual . . . agar nggak kebobolan saat Pajak Progresif Desember 8, 2011
Posted by Taufik in Blogging activity.Tags: pajak progresif
trackback
Bro sekalian, setelah merilis artikel Mensiasati Motor yang telah terjual agar tidak kebobolan saat pajak Progresif, tmcblog mendapat pesan singkat dari Bro Marco17th, super Moderator forum Ninja 250R yang menyatakan bahwa beliau pernah mengerjakan hal serupa . .. yaudah, merasa ini adalah info yang bisa jadi berharga, Dengan seizin bro Marco dan Admin Forum Cyber , TMCBlog coba Copy paste apa yang bro Marco17Th lakukan di di blog ini . . . Monggo di cekidot
Berkenaan dengan diberlakukannya pajak progressive dan sistem tilang dengan bukti foto plat no.pol. (seperti di depan sarinah thamrin), maka pelaporan/pemutakhiran data kendaraan yang sudah kita jual menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Selama penjual belum lapor, dan pembeli belum balik nama (BBNKB), maka data kepemilikan kendaraan masih memakai data penjual, dan akan masuk dalam daftar kepemilikan kendaraan si penjual yang berpengaruh pada penghitungan pajak progressive.
Lebih jauh lagi, dengan adanya sistem tilang dengan bukti foto plat no.pol., surat tilang akan dikirimkan ke alamat sesuai data kepemilikan kendaraan. Berikut ini langkah-langkah Pemutakhiran Data Kendaraan Bermotor:
1. Siapkan berkas-berkas (asli dan copy) KTP dan Kartu Keluarga (penjual), dan 1 materai tempel Rp6000,-.
2. Datang ke samsat tempat kendaraan terdaftar, menuju loket pajak (atau tanya ke bagian info, kalau samsat Jak-Ut, loket tersebut ada di lantai 3).
3. Kita akan dipersilahkan masuk ruangan, dan diminta memberikan data no.pol. kendaraan yang sudah dijual. Nanti no.pol. akan di-input ke komputer, dan akan keluar data kepemilikan terkini. Proses ini mirip dengan “SMS Metro 1717″, tetapi lebih kumplit dengan data Nama dan Alamat Pemilik. Jika data kepemilikan belum berubah dari data si penjual, barulah lanjut ke proses berikutnya, data tsb di-print seperti gambar di bawah.
4. Setelah mengetahui bahwa data kepemilikan masih menggunakan data si penjual, pelapor diberitahukan bahwa “hal ini ada biayanya, Rp20.000,-”, lalu mengisi form pelaporan seperti di bawah.
Inti dari proses ini adalah, pelapor melepaskan hak-nya atas kepemilikan kendaraan yang dilaporkan, yang berdampak pada daftar kepemilikan kendaraan pelapor, serta tidak bisa lagi membayar pajak kendaraan menggunakan data (KTP) pelapor.
Oke bro semoga artikel ini bisa bermanfaat buat bro yang memiliki pertanyaan serupa, semoga berguna
taufik of BuitenZorg













absen
aha.
mangtaafff..
http://mesin4tak.wordpress.com/2011/12/08/siapakah-streetbike-stunt-rider-cewek-pertama/
Lebih jauh lagi, dengan adanya
sistem tilang dengan bukti foto
plat no.pol., surat tilang akan
dikirimkan ke alamat sesuai data
kepemilikan kendaraan.
^
berarti pemilik yang tercantum di STNK yang kena denda tilang ya om?
Biayanya buat apa? Resmi ndak? Aneh-aneh aja…
siph,,,siph,,,
makasih atas infonya kang…. mantep nih… penting
Makasih info nya Kang.. Berguna bgt.. Salam Spacy..
Akal akalane pemrentah buat nambah pendapatan negara..
Data yg di bawa apakah hanya data dri penjual?bgmana dngan pembeli?apakah ckp dngan surat pernyataan jual beli?
nice info kang haji, tpi ujung2nya kita sebagai pengguna motor mesti keluar duit lagi hehehe piss
lebih jauh lagi, ini kang haji jual N250 dan bakal ganti Ducati Monster atau ER6? *kabur*
Ikut nyimak..
seharusnya model ktp ditembak harus bisa diantisipasi……
Palak dimana mana
ka,omam sosail 0
infrastruktur 0
tnamun untunglah mercy 600 kepresienen ada 8 unit
jadi ngak mungkin mogok
absen ajaa
sudah lama ada di forum cyber ninja250
nice info kang (y)
Penting nih..
masih bingung kang….
Waduh…
Nama dan alamat sama ya mas Haji
yang kena Pjk Progresif?
Atau cc tertentu saja?
Guyon ya…
Orang cerai saja, masih harus ikut aturan
trus ikut sidang dan juga ngluarkan uang
Jadi kalo kita sekedar “cerai” untuk menggugurkan
pajak yang kita tanggung, sebesar 20rb
rasanya masih wajar
saya kemarin baru saja blokir pajak motor sy yg sudah di jual, pengurusanya sih sama dgn artikel di atas (copy ktp n data pendukung n materai 6000) cuman tdk ada biaya apapun spt yg di sebutkan di artikel!!
1. Siapkan berkas-berkas (asli dan copy) KTP dan Kartu Keluarga (penjual), dan 1 materai tempel Rp6000,-.
Bro Taufik, berkas2nya hanya KTP dan kartu Keluarga saja? Bagaimana berkas2 kendaran yg sudah dijual? Karena saya sudah tidak punya berkas2 kendaraan yg sudah dijual tahun lalu. Apakah data no. Pol saja sudah cukup? Terimakasih atas respon nya…
@20. Mas Wiro
analogi yang pas mas
@22. daniel
wah makasih tambahannya bro, jadi free of charge ya
alhamdulillah ada pencerahan dari kang haji, nais inpoh kang
Opo opo pajek opo opo pajek, Pemerintahan Duit koyo VOC…Negoro m0to duiten.
Bgaimana kalau plat nomer yang dijual Lupa. Apa bisa di cek disamsat. Karena saya pernah punya motor lebih dari 4 yg sdh dijual atas nama sendiri. Tapi lupa plat nomernya. Minta pencerahannya…..?
wah, perlu buat gue kayaknnya, motor ane udah ane jual 2 tahun yg lalu, masih belum di balik nama ama ama yg jual
lha penjual ga usah meminjamkan ktp kepada pembeli.
cuma resikonya kalau si pembeli ga sadar bayar pajak, ya tuh tagihan pajak pkb jadi kena denda
terimakasih mang taufik, baru ngeh…..
disinyalir…nyang bikin artikel kena palak oknum samsat sebesar 20.000 rupiah…
soalse..si penulis gak melampirkan poto kwitansi pembayaran 20 ribu-nya..
jadi ini biaya tidak resmi..alias “DIPALAK”
sial bener tuch Oknum samsat… maen palak orang aja…!!!
kl gw boleh aja pinjem ktp, tp pajak progresifnya bayar ama yg pinjem ktp….xixixi…
btw, berapa cc seh yg kena pajak progresif ntu? ada yg tau..?
kang bertanya….
ketika kendaraannya beda daerah, anggap saja kendaraan yang dijual plat “D” kemudian karena waktu sibuk apakah bisa di lakukan di jakarta?
terima kasih
Setelah kena blokir kalau mau balik nama syaratnya apa aja?
walah,, tetep aja banyak aturan ini itu,,
semua nya UUD.. ujung2nya duit,,
semua peraturan yg keliatan nya baik,,
aturan ini itu,, semua nya tetep aja ada duit yg harus di keluarin,,
tinggal mo yg dikit ato yg banyak,, ckck,,
Komen nyangkut
kalau motor hilang karena curanmor gmn kang?
nice inpoh, titip ya kang haji
http://www.hi-rpm.com/forum/troy-siahaan-editor-motorcycle-com-yang-full-indonesia-t77.html
http://www.hi-rpm.com/forum/troy-siahaan-editor-motorcycle-com-yang-full-indonesia-t77.html
nice infoh, titp kang haji
Belum pernah jual motor.
nitip aja…
http://omidog.wordpress.com/2011/12/08/mohon-dukungan-rencana-reklamasi-pantai-pada-awal-tahun/
kalo nomernya ngga inget..??
data berdasarkan nama & alamat keluar nggak ??
terima kasih atas penjelasannya. sangat membantu saya.
mo nambahin aja, motor sudah dijual / curanmor prosesnya sama aja. cukup dateng bawa KTP asli+copy+materai per MOTOR yg mau diblokir. isi form, beres! bulan feb kmrn sih ga perlu bawa kartu keluarga dan ga pake bayar 20rb bro.. ga tau ya skrg??
http://hendriksuwitra.wordpress.com/2011/12/05/urus-pajak-progresif-anda-sekarang/
om taufik kemaren saya baca di salah satu blog katanya jika nama pemilik sama tapi alamatnya sudah beda maka ga akan kena pajak progresif lagi, apakah betul seperti itu?
soalnya saya punya vespa atas nama saya sendiri tapi alamatnya bukan alamat saya sekarang dan juga vespa itu sekarang cuma tinggal mesinnya saja n bodynya udah ga tau kemana dan saya sudah beli motor lain lagi atas nama saya dengan alamat yg baru.
apakah saya kena pajak kepemilikan kendaraan ke2??
mohon penjelasanya
aduh …masalahnya lupa nomor pol motor yg dah dijual itu….gmn ya??ga ad fotocopy surat2nya lg…
@37 skrg kan database polda sudah terkomputerisasi. jadi harusnya tinggal sebut nama & alamat pun bisa ketahuan kendaraan apa saja yg dimiliki atas nama seseorang
Kalau sudah kena blokir pemilik baru balik namanya pakai syarat apa aja?
Nice info kang
—
http://www.dk8000.co.nr
Honda Beat Uji Konsumsi Pertamax! Sekalian Jalan Jalan! 40,xx km/L
matur nuwun infonya kang
Sebenarnya yg paling penting itu adalah KTP gak bisa ditembak pada saat perpanjang STNK, itu sdh cukup menolong. Saat kita jual kendaraan kita sdh ksh tau gak bisa pinjem KTP dikarenakan pajak progressif, tapi kalo si pembeli ngurusnya pakai pelicin kan sama juga bo’ong. Masalahnya sampai saat ini semuanya “bisa diatur” yg penting ada fulusnya, ya kan? Itu masalah yg sebenarnya.
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/12/08/bahagiakan-dirimu-dan-orang-lain/
wehehehehe.. info yang sangat bagus nih…. motor china gw mau di off in… daripada kena pajak progresif mending di kayak giniin ajah..
http://temonsoejadi.wordpress.com/2011/12/08/abu-nawas-jangan-terlalu-dalam/
makasih banyak kang taufik… kudu secepatnya urus nih, soalnya si vebi (vega biru) udah dijual setahun yang lalu..
@24. nangke
sama sama mas bro
@26. romi
waduh bro, gimana ya, ada nomor rangka/sasis nggak?
@34. CTG
nah itu bisa satu artikel sendiri tuh bro, namuan pada dasarnya sudah pernah saya tulis pada artikel mutasi CB100 saya yang dahulu
@37. Allen
kan udah ditandain polisi kalo motor tersebut motor curian, (kalo dilaporin tentunya )
@44. lukadiyo -
saya belum tahu bro
ada yang bisa mbantu jawab??
Wah gitu ya? Baru tahu nih,,trims infonya ya,,semoga bermanfaat.
mantab infonya.. kudu diperhatikan betul admnistrasi kendaraan kita neh.. klo punya temen di polkish bagian bersangkutan bia nitip aj..
info yang bermanfaat
http://kalayan.wordpress.com