Bro sekalian, Jika bro yang seangkatan dengan tmcblog . . . yakni menjadi anak SMP-SMA-Kuliah di sekitar tahun 93-95 atau besar dikala era Hary Chapin . . . tentu Kenal dengan Lagu “ Cats in The Craddle ” yang pernah dibawakan Band Ugly Kid Joe ataupun Hary Chapin. Lirik dalam Lagu tersebut terispirasi dari hubungan antara mantan suami pertama dari istri Hary Chapin (Sandy Chapin) yakni James Cashmore dengan ayahnya yang merupakan seorang politisi New York, walau kadang Harry sendiri kadang bilang Lagu ini tentang hubungan ayah-anak antara dia dan anaknya, Josh dengan tambahan komentar “Frankly, this song scares me to death.”

Secara singkat, lirik lagu ini diawali oleh narasi kesibukan sang ayah yang sampai sampai nggak bisa menyaksikan anaknya belajar bejalan . . .lanjut ketika anaknya berumur 10 tahun, dengan kesibukannya sang ayah pun tak sempat mengajarkan sebuah hal yang sepele . . .melempar bola softbol . . . sang ayah hanya bisa mengobral janji dan janji ketika anaknya bertanya . . . “ When you comin’ home dad? I don’t know when, but we’ll get together then ” namuan entah seperti apa mindset sang anak namun sepertinya sang anak tetap positif memandang sang ayah yang dimatanya begitu hebat dengan segala kesibukannya . . . sehingga selalu berkata ” “I’m gonna be like you dad You know I’m gonna be like you

Dua bagian lagu terakhir . .. dalam lirik terlihat mulai saat sang anak beranjak kuliah sampai sang anak sudah berpisah hidup dengan sang ayah yang sudah pensiun . . . tmcblog melihat liriknya seperti sebuah De-Javu yang terbalik !! Yup Bait chorusnya sekilas sama . . . namuan ada yang beda  . . . ” “ When you comin’ home son? I don’t know when, but we’ll get together then ” . . . yup keadaan akan terbalik bro dan anti klimaks lagu ini terlihat di bait terakhir saat sang ayah berkata dalam hati sesaat setelah  menutup pembicaraan dengan sang anak yang menolak ditemui dengan alasan kesibukan karir dan keluarganya dengan lirik  . . . ” And as I hung up the phone it occurred to me He’d grown up just like me . .  My boy was just like me “.

Yup bro . . . ada kesan penyesalan mendalam dari sang ayah dibait terakhir ini

Bro . . .

pernahkah kita semua membayangkan apa yang pernah mungkin kita ucapkan kepada buah hati kita. . . saat kita pulang dari kantor, anak kita yang berusia mungkin dibawah 5 tahun langsung ngelendoti kaki kita seraya meminta untuk bisa nemplok gendong duduk di pundak kita . . . kita kadang menolak dengan mengatakan ” maaf nak . . . ayah sedang capek dari kantor, nanti ya ” . . . ingatkah ketika anak anak kita meminta kita untuk melipat kertas yang dia sodorkan untuk membuat sebuah pesawat kertas dan kita menolak ” maaf nak, ayak sedang buat laporan keuangan untuk kantor” atau “maaf nak ayah sedang buat artikel blog” . . . 🙁

Kadang kita nggak pernah tahu dan sadar bahwa . . . permintaan permintaan sederhana, polos dan tulus seperti itu nggak akan pernah terulang kembali saat mereka beranjak dewasa nanti . . . dan bukan tidak mungkin kita para ayah akan menyesal dan kangen akan permintaan permintaan sederhana tersebut

artikel ini lebih sebagai pengingat bagi diri saya pribadi untuk bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi . . . semoga bermanfaat

ada komentar menarik di youtubenya UKJ : ” Any man can be a Father but it takes someone special to be a dad. …

Taufik of BuitenZorg

*mungkin banyak yang nanya kenapa gambarnya permainan karet gelang? yup permainan karet gelang kerap dikenal dengan nama Cat’s Craddle . . . bro bisa lihat kanan dan kiri itu bagai kan cermin terbalik dimana bisa di ilustrasikan sebagai De-Javu terbalik hubungan ayah-anak dalam lagu ini, cmiiw

gambar : http://www.ifyoulovetoread.com/book/chten_cats1105.htm

145 COMMENTS

  1. luar biasa… sebuah hal sepele yg bisa merubah keadaan dan sebuah pelajaran yg sangat berharga bagi belum berkeluarga dan seorang ayah yg selalu disibukkan oleh pekerjaan… good artikel kang haji…

    Guest
  2. subhanallah Kang, tepat beberapa jam lalu itu terjadi pada ane, si kecil meminta buat main PS bareng, tapi saya menolaknya karena kesibukan, artikel ini bener-bener dalem.. 🙁

    Guest
  3. […] banyak artikel baru. Satu yang kemudian muncul adalah dari Pak Haji Taufik yang berkisah tentang Hubungan Ayah dan Anak. Tulisan ini mengingatkan saya tentang satu lagu lain dengan esensi yang sama yang diciptakan dan […]

    Guest
  4. jangan sampai moment yang mungkin tidak datang dua kali akan berlalu begitu saja seiring bergulirnya waktu dan bertambahnya usia.
    OOT-nya adalah; jangan sampai yamaha bikin hati para panboynya berubah gara2 pelit dalam hal inovasi yang diingini konsumennya dan hanya fokus ke jualan bebek / matic yang itu2 saja, lama2 satu persatu konsumen setianya akan pergi meninggalkan yamaha, dan diahir cerita yamaha akan sepi sendiri dihari tuanya… hehehe

    Guest
  5. alhamdulillah,artikel ini menjadikan pengingat buat aku,alhamdulillah aku selalu menyempatkan tuk melayani permintaan2 kecil itu dr kedua anakku,sungguh sgala capek dan penat trasa luntur sketika saat aku turun dr motor spulang kerja, dsambut tawa dr kdua anakku,ya Allah inikah amanat terbesar yg Engkau titipkan buat aku???subhanallah…..

    Guest
  6. anak memang benar2 anugerah.
    ketika kerja dengan segala kerumitannya capek badan dan pikiran.akan langsung hilang begitu melihat senyumnya dan memnggil kita “ayah ayah ayah “lalu minta gendong..rasanya tak ada yg bisa mengalahkan keindahan menjadi ayah.
    oiya bener mas.jika kita menginginkan anak kita berbuat sesuatu harus dimulai dari kita.ortunya.

    Guest
  7. itulah alasannya, kenapa saya agak ogah, cenderung keberatan, kalo harus overtime ngurusin kerjaan.
    kadang dalam hidup, aktivitas dpt terulang, tapi kesan & momen yg berarti, sukar u ditemukan..,

    mz topik, agak oot dikit, allnew cbr150 saya, kok pada beberapa bagian las2an ny, ad yg karatan, pdhal bru3

    Guest
  8. Kangggggggg.. Tulisannya dalem n nusuk bgt
    walopun blm punya baby tp sdh bs merasakan
    tulisan kang ini bakal slalu tak inget kelak si baby lahir
    momen tak akan keulang 2x
    makasi pencerahannya kang

    www.dk8000.co.nr

    Guest
  9. emang, kadang2 suka merasa bersalah ninggalin anak-istri, walaupun dinas.. Pernah dinas LN 6 bulan tanpa keluarga.. Galau abiss..

    Guest
  10. Hmmm saya ingat …everyting about you juga dari ugly kids joe…Cats in the cradle jadi satu album kalo nggak salah… its a great song…masih kelas 1 STM waktu itu jadi ngerasa tuirrr nggak sih???

    Guest
  11. My child arrived just the other day
    Came to the world in the usual way
    But there were planes to catch and bills to pay
    He learned to walk while I was away
    He was talkin’ ‘fore I knew it
    And as he grew he said,
    I’m gonna be like you, dad,
    You know I’m gonna be like you…

    http://rendiiswanto.wordpress.com/2011/12/10/yamaha-grizzly-700-fi-sang-penakluk-jalanan-off-road/

    Guest
  12. Ya Allah,,baca narasi dr artikel kang taufik langsung bikin hati ingin menangis,,seandainya ayahku dan semua ayah didunia membaca artikel yg satu ini :),,InsyaAllah lahirlah generasi yg sehat jiwa dan raganya 🙂

    Guest
  13. ane demen artikel ini…

    anyhow, kadang sy bela2in put all best effort untuk bikin happy juragan di kantor begitu sampe rumah hanya sisa tenaga seadanya buat ngajarin anak membaca & menulis.. kadang selalu ngasih best attitude buat teman2 di kantor tapi hanya sisa kesabaran saja buat anak2-ku..

    hatur nuhun..

    Guest
  14. Bener banget om Taufik…

    itu yang menjadi pertimbanganku untuk tetap meluangkan waktu ke anak istri meskipun tuntutan waktu untuk pekerjaan kantor begitu menghabiskan bahkan di hari libur sekalipun….

    Nice article

    Guest
  15. 2 hari ga tidur nih anak sakit panas ga mau sama siapa2 kemana-mana atau mau ngapangapain selalu ma ayah, duh berat juga besok harus ninggalin dia untuk kerja sampain kembali hari jumat malem cepet sembuh ya anaku, and thanks for inspiring article

    Guest
  16. tips-nya…
    bangun pagi-pagi. sebelum subuh klo bisa…
    nyiapin motor kesayangan, ngelap-ngelap… ngelus-ngeluss.. cek ini cek itu, bantu-bantu istri sebentar. jam 5.30 udah siap semua.
    so, masih sisa waktu buanyak buat anak-anak, buat jalan-jalan keliling komplek ato what eperlah.
    jadi, kalopun nanti pulang malem, pagi tadi kita sudah mampir di memori si anak… hehe…

    anak saya sudah dua. masih kecil-kecil. 😀

    Guest
  17. @all
    terima kasih semua komentarnya
    jujur . . . dua-tiga paragraf terakhir merupakan paragraf yang berat sekali saya tulis . . . saya kerap terhenti mengetik artikel ini di dua-tiga alinea tersebut . . . yup emosi hati ini juga nggak kuat, karena saya juga belum menjadi ayah yang sempurna bagi mereka

    Administrator
  18. dalem banget kang….
    apalagi kalo di rumah kita ada anak2 cewe yang imyut2(ngarep.com)….dan nantinya saat dia dewasa bakal dibawa suaminya..hiks…hiks..hiks…!
    sory ,terbawa suasana….

    Guest
  19. dalem banget….pedih hati ini membayangkan
    begitu menyayat hati, apalagi bila di rumah ada anak2 cwe yang imyut dan lucu2(ngarep.com)…..ga tega aku…..apalagi saat dewasa nanti dia bakal ikut suaminya….hiks..hiks..hiks..

    Guest
  20. dalem banget membayangkannya….
    begitu menyayat hati, apalagi bila di rumah ada anak2 cwe yang imyut dan lucu2(ngarep.com)…..ga tega aku…..apalagi saat dewasa nanti dia bakal ikut suaminya….hiks..hiks..hiks..

    Guest
  21. saya ga tegabayangkan seperti di atas bila di rumah ada anak2 cwe yang lucu dan imut2….apalagi saat besar nanti mereka akan ikut sang suami

    Guest
  22. iya pak taufik, kadang saya mikirin tuh,
    kalo sering mikirin dan nulis artikel, lalu ngecek komen2, ngelepasin satu2 komen yg terjaring…belum lagi dapat berbagai undangan dari para atpm……wah tampaknya bikin makin tambah sibuk.
    ya….berhati-hati la pak…jgn sampe org2 senang berkomen dan memuji2 tapi anak dan istri gak senang. IMHO…….

    artikelmu mantaap……

    Guest
  23. @taufik
    tx, pak…..my care with you!
    Semoga anak2 (boys and girls) kita semua bisa bilang kpd papa nya “You’re the best in my life, love so much Dad!” selama selagi kita masih kuat hingga akhir hidup..
    Great!

    Guest
  24. Saya suka lagunya dari dulu mas, Tp yg Ugly Kid Joe…dan sekarang I’m about to be a daddy… baca artikelnya pas bgt, makasi mas Bro…mohon ijin share ^^b

    Guest
  25. kalo soal ini saia dapat nilai bagus,
    sering bolos buat nemenin anak aja, xixixiix
    udah gitu berangkat kerja sempet2in nganter dulu ke sekolah nya, padahal pastinya kalo nganter dulu saia bakalan telat 1 jam sampe kantor
    he he he

    Guest
  26. Wuih…Dalem banget Bang Haji,salam kenal ya…Alhamdulillah ini bisa jadi bekal buat saya ke depan bersama si kecil…Ijin share ya.

    Guest
  27. Apalagi kalo udah sibuk gawe, eh di rumah malah sibuk maen chat BB, pdhl anak istri dah sharian nungguin kita pulang gawe just pengen dikasih perhatian.

    *yang blm lama diprotes istri*

    Guest
  28. makasih kang taufik akan artikelnya,buat mengingatkan ane akan si kecil yang selalu menunggu ayahnya !!!!!!!!!!!! pulang thanks for u artikel !!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Guest
  29. memang tanpa sadar masa2 kecil anak2 kita berlalu begitu cepat,sejalan dgn kesibukan harian kita. kadang kita selalu melihat sepele semua permintaan anak2,dan selalu jg kita menundanya utk hal yg kita anggap lebih penting dibandingkan mereka. lebih penting??? pikirin lagi, krn anak2 berpikir bersama orangtua adlh yg paling penting buat mereka. touching article masbro,paling ngga mengingatkan semua yg baca

    Guest
  30. Ikuti Kontes JFleece The Biggest Fans 2 berhadiah Ipad 2, klik disini untuk daftar http://www.j-fleece.com/fleecious/Bossderry

    Guest
  31. ini lagunya kena banget.. padahal waktu denger lagu ini udah ati2 n siap2 dari waktu kuliah dulu.. ternyata sekarang kejadian juga… mulai sibuk dan ngga ada waktu buat ortu hiks.. tapi tetep diusahain kumpul2 bareng keluarga meskipun jarang

    Guest
  32. tulisan Akang menyentuh sanubariku…
    tak terasa cipanon ngembeng…
    iya kang, momen saat anak kita masih kecil takkan terulang lagi, bakal kangen saat kita tua nanti…
    nuhun kang…it’s great indeed 🙂

    Guest
  33. Thx mas, saya juga sangat tentram wkt pulang kerja putri saya yg baru 2.5 th memeluk saya dan bilang ke semua orang disekelilingnya “ni papaku”..rasa capeknya dan semua tekanan wkt kerja lsg luntur..
    Mari menjadi ayah yg lebih baik

    Guest
  34. disatu sisi bisa dipikirkan jg kita sebagai anak supaya ga lupa sama orang tua, bhwa orang tua jg ingin diperhatikan and didoakan serta disupport terus oleh anaknya, nice article kang haji :Ds

    Guest
  35. Keluarga adalah sebuah bola kaca yang tak akan kembali jika dijatuhkan.. lain dengan pekerjaan!!
    http://clickhar.blogspot.com/2010/10/bola-kaca-dan-bola-karet.html

    Guest
  36. Kluarga adalah bola kaca yang tidak akan kembali bila sudah jatuh…

    http://clickhar.blogspot.com/2010/10/bola-kaca-dan-bola-karet.html

    Guest
  37. great article..!
    keluarga ibarat bola kaca yang tidak akan kembali bila dijatuhkan..
    http://clickhar.blogspot.com/2010/10/bola-kaca-dan-bola-karet.html

    Guest
  38. Dari th 93 saya tahu lagu itu sampe saya denger berulang-ulang, lalu skrng tuh lagu masih saya inget dan sdh pny anak masih balita…sungguh mengharukan menjadi pelajaran yg berharga

    Guest
  39. nice wejangan.. benar2 perlu direnungkan dan dihayati.. hidup itu sebentar, waktu itu tak mengulang, semua hanya terjadi sekali dan terlewati..

    Guest
  40. ane pernah nonton film judulnya clicknya pemeran adam sandler, film tersebut senada dengan lagu diatas, abis nonton film itu ane langsung keingetan sama anak bini, dari situ ane punya prinsip “Duit masih bisa dicari tapi moment yang hilang tidak akan pernah tergantikan”

    Guest
  41. Jadi inget barusan anakku sering marah-marah sndiri tanpa sebab, mungkin sebel liat papanya kurang merhatiin,
    hiks….I still cannot be a perfect dad for u son…………………..

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here