Bro sekalian, buat bro bro yang pernah  atau setiap hari merasakan sengitnya persaingan mengasai riding line jalanan jakarta saat berkomuter dapat mengetahui betapa tidak nyamannya sebagian jalan protokol terutama saat rush hour dan hampir tidak mengenal hari ( kecuali week end-libur)  . ..  kenapa ini terjadi?

kalo dijelaskan tentu sepertinya akar masalah seperti benang kusut yang entah mau di trace dari mana dulu. Namun bagi tmcblog sendiri memang pesatnya penggunaan kendaraan pribadi dibanding angkutan umum bisa dirunut menjadi salah satu penyebabnya. Ibarat kata begini . . . kalo bisa duduk nyaman di bus Bogor-pulogadung . . . gapain sih tmcblog susah susah nyetir sendiri dan mahal mahal ngeluarin duit buat bensin dan 6 kali pintu tol buat sampe di kantor dalam sekali jalan ?

Nah Apakh dnegan Momentum pemilihan B-1 yang akan bro bro sekalian-yang memiliki hak pilih di jakarta lakukan nanti akan membuat Ibukota berubahan signifikan di segi transportasi? . . . nah disinilah perlunya Voter untuk mempelajari konsep dan niat para Bakal Calon B-1 ( soale belom resmi calon kan? ) . ..  kebetulan tmcblog lihat diblogosphere wordpress.com ada voting poll dady yang dibuat suarajakarta.com .  . terlihat polling ini kurang kuat karena siapa sja bisa mengakses pilihan termasuk non-pemilih seperti tmcblog . . . namun bisalah menjadi salah satu tolok ukur . . . monggo dah meluncur ke sono dan pilih dengan smart . . . tmcblog juga jadi pengen tahu . .. he he

Taufik of BuitenZorg

29 COMMENTS

  1. ada bus OBL nya tuch di pojok kiri! Safari darma raya .
    Teringat pas naik, tu bus nyungsep di selokan !! Ha ha ha

    Guest
  2. Mau gmana lg kang, produksi motor dan mobil tiap hari nambah. Tapi saya yakin pasti kalo bener2 cerdas bsa ga macet.

    Guest
  3. Hidayat nur wahid n didik j nampaknya pilihan terbaik. Ingin rasanya dipimpin orang sholeh, biar kita dibimbing sukses dunia akhirat

    Guest
  4. Memang perlu kesadaran diri warga jakarta buat mengatasi masalah tsb. Masak mobil pribadi yg kapasitas buat 6-8 orang cm diisi 1-2 orang. Benar2 boros tempat..

    Guest
  5. Pola Transportasi Makro pak taufik sudah ada dari dulu…tapi semua itu cuma wancana terus…padahal kalau di terapkan bisa mengurai kemacetan Jakarta ya terutama pada jalan2 utama, pemerintah lebih senang membuat ruas jalan baru, opsi jangka pendek adalah mengembalikan fungsi jalan,kemudian transportasi massal memang sudah seharusnya ada dan wajib ada, ane yakin secara bertahap masyarakat akan lebih senang naik angkutan umum, kemudian park n ride juga perlu pak taufik..seru loh park n ride itu…he..he..

    Guest
  6. Ane pilih jokowi mas taufik..bang foke hampir 5 tahun nanganin jakarta hampir tidak dapat dirasakan perubahan positifnya..klo kaya gini trus dikhawatirkan jakarta makin tidak terkendali

    Guest
  7. Akar permasalahannya adalah jumlah penduduk yang terlalu banyak, dan itu harus dirunut lebih jauh utk mengetahui ‘akar permasalahan yg sebenarnya’. Bukan utk Jakarta saja, dan bukan utk masalah transportasi saja, melainkan banyak masalah lain yang bermuara ke ‘banyaknya jumlah penduduk’.

    peace !

    Guest
  8. @haris

    BETUL betul BETUL
    tidak ada seorangpun yg mampu mengatasi masalah macet total ini

    krn akarnya sendiri sudah impossible alias tidak mungkin diatasi = jumlah penduduk

    kota ini pada era 1990an perlahan membusuk skrg 2012 sudah busuk. kalau gak bikin ibukota baru di pulau lain.. yah 2020 dah jadi zombie lah kondisi lalulintasnya

    Guest
  9. Podo wae di mana-mana macet
    dulu ada yang ngomong cuma lupa siapa “Jakarta adalah desa yang sangat besar” saya kira itu merujuk juga dengan negara Indonesia
    segala nampak indah, modern, kaya tetapi masih terbelakang
    Mongo pejabat yang pernah ke LN mungkin sampai ke Eropa mbok ditiru sistem tata kota, regulasi “permotoran”, dll jangan hanya belanja.
    Menurut saya yang utama merubah pola pikir kita yang ternyata ndeso (mencerdaskan kehidupan bangsa ternyata PR yang telah menumpuk, baru sampai pinter sekolah thok durung pinter hati nurani untuk memajukan bangsa ini.)
    Jakarta situasi terlanjur padat dan macet siapapun yang memimpin perlu proses yang panjang berkesinambungan dan adanya dukungan dari negara, masyarakat karena ini masalah sama terjadi di seluruh propinsi, kota/kabupaten, kecamatan hingga RT (Rumah Tangga) pun macet he he tipe RSS berisikan 5-8 orang masing-masing punya motor …….. bayangkan

    Guest
  10. Benere klo mau dibuat simpel bisa, masalahnya,terlalu banyak kepentingan yg ikut campur,tidak ada ketegasan (baca keberanian) dr pengampu kekuasaan, sehingga akhirnya muter-muter gak jelas.
    Foke baru menjabat B-1 5 tahun, tp dia sudah ‘magang’ selama 5 tahun waktu kadi wakilnya bang yos. Hasilnya? Bisa dilihat sendiri. Ngapain dipilih lagi? Jokowi cukup menjabat 5 th tanpa perlu ‘magang’ segala, walaupun tidak ada pengalaman di pemerintahan, tp bisa menunjukkan prestasi luar biasa. Kita perlu pemimpin yg bisa berpikir out of thr box vseperti ini, bukan sekedar mengeluhkan kompleksitas masalah uang ada.

    Guest
  11. ya jakarta padat sesuai dengan kepadatan penduduk nya…hitung aja brpa KK di jakarta,,,setiap rumah itu hitung aja satu kendaraan..itu pon cuma dihitung satu…kalo zaman sekarang bkn satu rumah satu kendaraan,tapi satu orang satu motor,,,gimana g’ macet…

    Guest
  12. kalo weekend kan jalanan Jakarta jadi lengang… anne sih berpendapat karena pusat bisnisnya masih Jakarta-sentris, coba kalo business center-nya pada nyebar ke kota tetangganya (Bekasi, Depok, Bogor) mungkin Jakarta gak segitu parahnya di hari kerja 🙂

    Guest
  13. my opinion… sentralisasi bisnis di jakarta membuat mobilitas kendaraan pada ke jakarta semua… coba jika bisnis tsb udah menyebar ke daerah tetangga, akan terlihat kenyamanan jalanan kota jakarta…
    polusi nya itu loh… sesak banget… semoga teknologi injeksi pada sepeda motor dapat berkontribusi banyak mengurangi polusi…
    Cinta Lingkungan Indonesia, cinta Honda PGM-FI

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here