bro sekalian, gak banyak yang tahu kalau kemarin 30 April 2012 , Jorge Lorenzo ikutan aktif dalam kegiatan Road safety dengan Konvoi acara inagurasi  jalur percobaan MA-8407 road di daerah Montecorto dekat dengan kota Malaga. Safety section MA-8407 road adalah Sebuah Trek sejauh 4,8 km yang di perlengkapi dengan sistem security measures (entah kayak apa betuk sistemnya) yang diperuntukan bagi studi pengurangan tingkat/angka kecelakaan bagi peroda dua . . . siip

Inagurasi ini adalah sebagai bentuk percobaan terhadap sistem pengukuran tersebut sebelum nanti diperkenalkan secara resmi di acara konferensi Ibero-American Road Safety (CISEV) sebuah badan road safety amerika latin yang akan dilakukan di Bogota- Colombia, pada 13-15 Juni 2012 mendatang . . . manteeeb deh jorge  . . . semoga berguna

taufik of BuitenZorg

foto : REUTERS/Jon Nazca

71 COMMENTS

  1. mas taufik, sya mau tanya nih, kira kira si byson kuat ga buat touring dengan bobot penumpang hampir 100kg dan jalan menanjak hingga 30derajat kemiringannya, kuat ga kira kira mas taufik,..
    tolong yya,.. 🙂

    Guest
    • dulu pernah mas taufik, nyoba pake honda supra x 125 injeksi menyusuri jalanan menanjak dgn bbot hmpir 100 kg, di NGERONG kab. magetan jatim,..
      sepanjang perjalanan banyak bgt nemuin rider yang motornya gak kuat nanjak, smpe memutuskan buat brhenti biar mesin agak dinginan, kebanyakan motor bebek, tp sampe tengah prjalanan (masih di ngerong) walah, ko ada honda megapro yg powernya jauh lebih gede ketimbang motor bebek ga kuat nanjak, pengen bntu tp gmn lgy si supra aja uda ngeden ga karuan, akhirnya boncenger turun dr supra buat ngedorong krna ne tunggangan bener2 ga bergerak sedikitpun,..
      yg saya prtanyakan, lha wong si megy ga kuat gimana si kebo,..?

      Guest
    • emang enak kok mas.. touring ke jawa tengah via sarangan tembus karang anyar.. jalannya lebar n alus.. suasana juga sejuk

      Guest
    • dulu saya juga pernah turing dari solo ke madiun lewat tawang mangu. masih make motor bebek dan temen2 semua juga make motor bebek memang jalannya sangat menanjak (saya & boncenger kira2 jg hampir 100kg). Ada yang make shogun, vega, crypton, supra,grand semua sukses. Eh, ada satu yang mesti turunin boncenger yang make shogun.
      Meskipun bau sangit mesin dan hampir overheat tapi bisa melaluinya.
      Kalau treknya mirip itu saya rasa byson pun sanggup, karena torsi dan tenaga lebih gede dari motor2 yang saya sebut. Tapi tergantung cara bawanya juga sih.
      Dan menurut pengalaman saya selama ini, motor yang sering lewat tanjakan yang rada2 ekstrim lebih ringan larinya daripada yang sering buat kota2. Kehalusan suara mesin mungkin kalah, tapi lebih enteng diajak lari <= subyektif

      Guest
    • kyanya nyong jg pernah kerute itu, dan yang pake crypton ngacir…………… itu menurut pengalaman inyong……… ga tau yang laen

      Guest
    • pasti bisa bro,,,temen saya pake mocin 100cc boncengan aja bisa lewat tawangmangu.
      satu yg sering dilupakan orang. motor lelet di sana bukan hanya karna mesin gak kuat nanjak, tapi suhu udara pegunungan yg dingin bisa bikin pembakaran gak sempurna.
      apalagi buat motor yg biasa jalan di perkotaan, lalu dibawa ke gunung yg udaranya dingin tentu performanya gak optimal.
      ini yg sering dilupakan pengendara, jadi saran saya sebaiknya seting motor anda agak borosan dikit untuk mengimbangi suhu daerah gunung yg dingin. ntar kalo dah selesai turing balikin seperti semula.
      #pengalaman pribadi lho…

      Guest
  2. mas IWB, sya mau tanya nih, kira kira si byson kuat ga buat touring dengan bobot penumpang hampir 100kg dan jalan menanjak hingga 30derajat kemiringannya, kuat ga kira kira mas IWB,..
    tolong yya,.. 🙂

    Guest
  3. http://www.harianjogja.com/2012/channel/jateng/polisi-beri-tilang-8-pengendara-moge-182273

    POLISI Beri Tilang 8 Pengendara Moge

    KLATEN–Gara-gara tak mematuhi rambu lalu lintas delapan pengendara motor gede (moge) jenis Harley Davidson diberi bukti pelanggaran (tilang) oleh polisi lalu lintas dari Satlantas Polres Klaten.

    Pelanggaran rambu lalu lintas oleh delapan pengendara moge yang melaju dari arah Jogja ke Surabaya itu terekam kamera CCTV. Mereka melanggar tiga lampu warna merah pengatur lalu lintas yang menyala di jalur Jogja-Solo.

    Kasatlantas Polres Klaten, AKP Yuswanto Ardi, ketika ditemui wartawan, Senin (30/4/2012), mengatakan para pengendara Moge itu melaju di ruas jalan Jogja-Solo setelah menghadiri Jogja Bike Rendezvous (JBR) di Jogja Expo Center (JEC) yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (28-29/4) lalu.

    Kelompok moge yang berasal dari Surabaya itu ditindak oleh polisi lalu lintas pada Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya, delapan pengendara moge tersebut melanggar lampu lalu lintas warna merah yang menyala di kawasan Desa Kepoh, Kecamatan Delanggu.

    Perbuatan itu mereka ulangi lagi di bangjo simpang empat Desa Karang, Kecamatan Delanggu. Untuk ketiga kalinya, mereka menerobos isyarat lampu warna merah di bangjo di simpang empat Pasar Delanggu yang pagi itu lalu lintasnya ramai.

    “Semua pelanggaran yang dilakukan itu terpantau oleh kamera kami di Klaten Traffic Management Center (KTMC),” ujar Ardi saat ditemui wartawan di Mapolres Klaten, Senin.

    Tak berapa lama setelah berkoordinasi dengan petugas di lapangan, rombongan itu pun akhirnya dihentikan di jalur Jogja-Solo, di titik Pakis, Kecamatan Wonosari. Selain melanggar lalu lintas, rombongan itu juga tidak mendapatkan pengawalan dari aparat polisi. Pasalnya, di jalan raya, mereka juga menyalakan klakson yang mirip dengan sirene polisi dan melintas dengan seenaknya. Hal itu membuat beberapa kendaraan lain yang melintasi jalan pun terganggu.

    Menurut Ardi, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam penindakan pelanggaran lalu lintas. lebih lanjut ia mengatakan, semua pengguna jalan memiliki hak yang sama. “Moge itu sensitif. Kalau tidak ditindak, apa kata dunia?” ujarnya.

    Akibat melanggar rambu-rambu lalu lintas, surat izin mengemudi (SIM) kedelapan pengendara moge asal Surabaya itu ditahan oleh aparat. Mereka harus menghadiri sidang SIM yang digelar dua pekan lagi.

    Guest
  4. trus
    trus

    nda’ sekalian
    bareng Yamaha
    konvoi kampanye Ride Safely
    dari daerah Mojokerto sampai Kota Malang?

    Wkwkwk ….

    Kami , rakyat Indonesia jg mau, dongk, diperhatiin Yamaha ma J Lo ….
    D negeri, kami, kan , Yamaha beroleh perniagaan yg nda’ bisa dibilang seuprit ….
    Wkwkwk ….

    Guest
  5. 8. bambang – Mei 1, 2012

    mas taufik, sya mau tanya nih, kira kira si byson kuat ga buat touring dengan bobot penumpang hampir 100kg dan jalan menanjak hingga 30derajat kemiringannya, kuat ga kira kira mas taufik,..
    tolong yya,.. 🙂

    lha byson koq cuma 100kg, buat 55+100kg aja kuat koq, yang penting jago main gear

    Guest
  6. road safety nggak ada di foto tersebut….. konvoi berantakan//

    ***maafkan sayah jika sayah salah

    Guest
  7. mo tanya tuh motor yg warna putih motor apaan ya mas?
    sama yg warna biru di poto terakhir,,
    model2 mata nya ky minerva,,
    ato jgn2 ducati? 😛 cmiiw..

    Guest
  8. Lorenzo Peringati Dovizioso, Agar Tak Agresif di Awal Lomba

    Tidak banyak orang yang memperhatikan aksi Jorge Lorenzo di awal balapan, dimana ia menggeser posisi Andrea Dovizioso, sehingga Dovi keluar dari racing line dan kemudian Lorenzo mengangkat tangan yang dinilai sebagai permintaan maaf. Namun ternyata Lorenzo menjelaskan itu bukan permintaan maaf, melainkan peringatan pada Dovi, agar tak agresif di awal lomba.

    Alasan utama Lorenzo adalah, ia tak ingin bertarung dengan tim satelit Yamaha di awal lomba yang bisa mengakibatkan mereka berdua terjatuh. Apalagi Lorenzo merasa sedang bertarung untuk titel juara dunia.

    “Itu bukan permintaan maaf, melainkan peringatan pada Dovi agar ia bisa menunggu setengah dari balapan atau menjelang akhir untuk menyusul. Secara teori, saya membalap untuk meraih titel juara dunia dan ia berada dalam pabrikan motor yang sama, jadi wajar kalau saya memintanya untuk tidak menyusul dalam kondisi 100 persen. Sebab aksi itu justru bisa membuat kami berdua jadi terjatuh dan tidak membawa pulang apapun,” jelas Lorenzo.

    “Intinya jangan mengambil resiko terlalu besar di awal balapan. Di MotoGP anda harus belajar bagaimana mengkalkulasi resiko, makanya saya memberikan peringatan pada Dovi agar tidak menyusul saat itu. Pengalaman yang mengatakan ini kepada saya,” lanjutnya.

    Aksi yang dilakukan Lorenzo dan penjelasan yang dilontarkannya memang sedikit ambigu, sebab semua pembalap kan bertarung untuk meraih posisi terbaik. Di awal balapan, justru itulah kesempatan paling besar untuk meraih hasil terbaik. Sebab di pertengahan atau menjelang akhir, rasanya akan sulit menyusul pembalap yang jaraknya sudah lebih jauh.

    Dovi pun menjelaskan bahwa ia melakukan hal itu dalam batas kewajaran. “Katakanlah kami berdua salah, ia coba untuk menyusul, tapi ketika saya melakukan hal yang sama, saya memberikan jarak agar ia bisa menikung dengan baik. Memberikan peringatan mungkin maksudnya baik, tapi tidak ada hal spesial di sana,” sangkal Dovi.

    Yah, semoga di seri-seri berikutnya ada persaingan yang lebih sehat, tanpa menyuruh pembalap lain untuk mundur. (otosport.co.id)
    ______________________________________________________

    ini yg ane gk suka dari HOHE sok sok an ngatur pembalap lain…..

    Guest
  9. Lorenzo Peringati Dovizioso, Agar Tak Agresif di Awal Lomba

    Tidak banyak orang yang memperhatikan aksi Jorge Lorenzo di awal balapan, dimana ia menggeser posisi Andrea Dovizioso, sehingga Dovi keluar dari racing line dan kemudian Lorenzo mengangkat tangan yang dinilai sebagai permintaan maaf. Namun ternyata Lorenzo menjelaskan itu bukan permintaan maaf, melainkan peringatan pada Dovi, agar tak agresif di awal lomba.

    Alasan utama Lorenzo adalah, ia tak ingin bertarung dengan tim satelit Yamaha di awal lomba yang bisa mengakibatkan mereka berdua terjatuh. Apalagi Lorenzo merasa sedang bertarung untuk titel juara dunia.

    “Itu bukan permintaan maaf, melainkan peringatan pada Dovi agar ia bisa menunggu setengah dari balapan atau menjelang akhir untuk menyusul. Secara teori, saya membalap untuk meraih titel juara dunia dan ia berada dalam pabrikan motor yang sama, jadi wajar kalau saya memintanya untuk tidak menyusul dalam kondisi 100 persen. Sebab aksi itu justru bisa membuat kami berdua jadi terjatuh dan tidak membawa pulang apapun,” jelas Lorenzo.

    “Intinya jangan mengambil resiko terlalu besar di awal balapan. Di MotoGP anda harus belajar bagaimana mengkalkulasi resiko, makanya saya memberikan peringatan pada Dovi agar tidak menyusul saat itu. Pengalaman yang mengatakan ini kepada saya,” lanjutnya.

    Aksi yang dilakukan Lorenzo dan penjelasan yang dilontarkannya memang sedikit ambigu, sebab semua pembalap kan bertarung untuk meraih posisi terbaik. Di awal balapan, justru itulah kesempatan paling besar untuk meraih hasil terbaik. Sebab di pertengahan atau menjelang akhir, rasanya akan sulit menyusul pembalap yang jaraknya sudah lebih jauh.

    Dovi pun menjelaskan bahwa ia melakukan hal itu dalam batas kewajaran. “Katakanlah kami berdua salah, ia coba untuk menyusul, tapi ketika saya melakukan hal yang sama, saya memberikan jarak agar ia bisa menikung dengan baik. Memberikan peringatan mungkin maksudnya baik, tapi tidak ada hal spesial di sana,” sangkal Dovi.

    Yah, semoga di seri-seri berikutnya ada persaingan yang lebih sehat, tanpa menyuruh pembalap lain untuk mundur. (otosport.)

    —————————————————————————————

    team order detected

    Guest
  10. any question ??

    si sayap lepek paling ga lama ngikut2an..

    disinyalir stoner dan pedrosa sudah disiapkan buat road safety #plagiat

    Guest
  11. harusnya bisa dong.la kalau boncengan aja bobotnya >100kg
    bebek aja biasa tuh.apalagi yg 150cc byson

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here