Bro sekalian, setelah first sight Impression kini saatnya Impresi berkendara Superbike terbaru Ducati 1199 Panigale. Lokasi test ride adalah Sirkuit Internasional Sentul yang baru saja di facelift, namuan ada batasannya bro . . . ini motor bengis baru bisa dieksplore sampai sekitar 6 ribu rpm doang karena masih dalam rangka Inrijden atau pemakaian awal he he he . . . Menggunakan Werpak official TMCBlog yang sebenarnya adalah versi biru dari werpaknya Matteo Guerinoni, helm Nolan Stoner Replica, sepatu 7 Gear tmcblog bersiap di Pit Sirkuit yang katanya Tahun depan akan digadangkan untuk penyelenggaraan WSBK ini.

Okeh naikin motor untuk pertama kali nya . . . Impressi adalah . . . Panigale ergonominya Nggak DUCATI . . . kalo boleh dibilang Jepang bangeeeet. Jangkauan handle cukup untuk postur orang asia apa lagi yang mungil kayak tmcblog . . . apakah Jinjit? pasti banget . . . wong naik vixion aja jinjit h ehe he. Tapi asli . . . riding possitionnya, walaupun masih sport dan Racy sangad, namun lebih friendly dibanding 848 dan 1098. Oke waktunya geber di sirkuit, jarak sadel ke setang lebih di dekatkan dan bentuk setang lebih lebar dari superbike terdahulu . . . mbah satar menyetel Mode riding di Sport Mode dimana nggak seluruhnya dikendalikan Manusia, ada elektronik yang membackup seperti kendali traksi, Kendali engine Brake, ABS sampai Quick Shifter siiip

Penceet tombol start, blarrrrr suara menggelegar khas dua silinder L dan klep desmodromic . ..  whuaaa, ini aja udah mengintimidasi 😛 Masukkan gigi satu . . . gak berani buka kopling tiba tiba, takut wheely walaupun sudah diaplikasikan kontrol traksi he he he. Masuk sirkuit . . . lap pertama adalah pengenalan ergonomi dan re-orientasi trek . . . terutama di daerah S kecil yang selalu menjadi momok buat tmcblog 🙂

Panigale ini rasio sebaran bobotnya berbeda bila dibandingkan 1198/1098 yang 50-50 antara depan dan belakang. Rasio bobot 1199 berada di angka 52-48 (depan-belakang) dan di klaim merupakan rasio bobot yang digunakan pada 1098/1198 versi WSBK . . . so emang terasa banget ketika coba sedikit tekan rem belakang saat late braking dari 150 km/jam on speedo menjelang R3 sentul . . . itu ban belakang sudah geal geol . . . dan ketika 100% rem depan setelah straight atau R1 . . ban belakang rada ngangkat ngangkat githu . . . weeeh, pokoke seterusnya mayoritas rem depan ajaaah buat ngerem di mana saja he he he dari pada geal geol he he

awal lap dua di straight cobain quick shifter . . . masukan gear 4-5-6 tanpa menekan kopling di rpm 5500 an . .. masih kekecilan sih rpm nya tapi  smooth juga . ..  siip deh . Lalu kemampuan performa motor ini di maksimum 6000 rpm gear 6 . . . wooow masuk 182 km/jam (kalo mbah satar katanya cuma sampe 175 kpj . . . ini masalah PWR kayaknya )  . . . R1 nikung kiri di kecepatan 100 km/jam nggak ada gejala getar maupun slide ban . . . hmmm ini mungkin karena jasa kontrol traksi si Panigale. Nikung di S kecil pun lancar jaya karena sebelum lap 2 tmcblog sempat nguntit beberapa rekan dari Komunitas R15 yang lagi latihan dan melihat/ amati-tiru dimana mereka mengambil racing line S kecil.

🙄 The test rider

Tak terasa lebih dari 40 kilometer tmcblog mencoba Superbike Ducati 1199 panigale tipe S ini, dan walaupun cuma sampe 6 ribuan rpm terlihat memang bahwa motor ini (no doubt) sangat bengis. Berapa harganya? nggak tau deh, kita tunggui saja akhir pekan ini bro karena menurut rencana Ducati Indonesia akan merilis secara resmi di jakarta . . . Terima kasih juga Buat indobikermags, mateo Guerinoni, SBS dan Ducati Indonesia atas kesempatan berharga ini . . . semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

143 COMMENTS

  1. Pak haji, bagaimana front end apakah bermasalah seperti yang dikeluhkan Rossi dengan sasis monokok? Serta bagaimana kualitas aspal sentul yang baru?

    Guest
    • sampe 6 ribu rpm nggak terasa masalah, ini motor walau monokoq tapi gampang dibelokin koq . . . entah kalo digeber sampe 11.500 rpm/red linenya

      kualitas aspal . . .hanya di tambal lebar di beberapa tempat seperti di daerah straight, R4 dan di beberapa titik S kecil dan besar . . . ditambah pengecetan di kerb, cmiiw

      Administrator
    • harusnya nga perlu, kan handmade :mrgreen:
      takut jadi naek celeng x klo redline 😛

      Guest
    • cuma 6ribu rpm doang, kesulitan mungkin baru keluar kalo bisa naklukin panigale ini dengan aura kompetisi bro

      Administrator
    • hahahaha bener bang haji kalo naik moge udah kaya dani pedrosa, motornya besar orangnya kecil ehehhehehehe

      Guest
  2. ngomong2 livery wearpacknya mirip2 ama punyanya doni tata di moto gp?? emang ada sponsor dari yamaha kang ya?? kok mirip

    Guest
  3. baca nya aja dah keringetan saia mas,,
    apalagi nyobain nya,,
    kebuka kopling kebanyakan = mental kale ya? haha..
    mantep2.. keren mas..

    Guest
  4. Mas taufik komunitas R15 maksud’nya apa?apakah mereka pengguna Yamaha R15 di Indonesia? Mohon pencerahan’nya..

    Guest
    • komunitas balap R15 . . .kalo nggak salah karena dulu penghuni pit no 15 . . . R maskute racing . . . motore multi brand kebanyakan moge semuaaah

      Administrator
    • Versi yg ini Double Seat, Bro. Tapi bisa diganti seat belakangnya dgn cover seat dan jadi single seat. Injekan kaki passanger kalau emang cuma mau egois ya sekalian dicopot aja.. 🙂

      Guest
  5. Wakwkwk matius udah gear trahir pening pale mash gear 1 jarak 400m
    Wkwkwk
    😀
    Pasti mahal yo pak de hampir stngah M kah?
    Ckckck
    😀

    Guest
  6. wah kenceng juga ya kang Haji naiknya.. haha..
    pas poto bareng kelihatan paling kecil… hehehe…

    Guest
  7. E r 6 n dicoba di sentul juga dong mas, biar ane gak bertanya-tanya
    Speed gmana? Handling gmana? Akselerasi gmana?

    Guest
  8. ngliat mas taufik bertiga sama mbah satar & nico j mirip dipilem armagedon yang mau hijrah keluar angkasa satu kata kereeen hehehe

    Guest
  9. Mas, sokbreker belakang nyangkut di kaki nggak? Penasaran nih liat posisinya yang unik gitu 🙂

    Guest
  10. kang, konsultasi ke checa untuk setting race di estoril ntar sore..:D

    katanya mirip 1198 WSBK..:)

    hehe

    Guest
  11. kang Taufik emang top, sensasi geber moge sport emang top.
    SEPERTINYA Lhooo….
    maklum salah satu mimpi gue yang belum jadi kenyataan.h.h.h….
    lain kali ajak-ajak ya kang…

    Guest
  12. harusnya namanya PENINGPALE atau PALEPENING 😆

    peninggile mikirin cara beli nya haha

    Guest
    • lho bukanya matteo komentator paling netral,secara walau di sponsori yamaha dia bilang apa adanya tentang motor2 honda yg lebih baik,di banding joni lono,mending matteo,klo bang joni selalu njagoin lorenzo melulu,walau ga pa2 sih,hehhe

      Guest
  13. wkkkk… lucu kliatannya..
    kayak topeng monyet tuh, motornya gede dan kekar tp yang naik kyak anak balita…kecil pendek apa gak terbang kah?
    klo diperkecil mirip topeng monyet naik sepeda…

    Guest
  14. pelan banget bawanya mas, Ducati 1198 SP, Yamaha R1 dan CBR 1000rr fireblade dari ketiga motor tersebut gigi 1 saya bisa mencapai 12.000rpm 155 km/h, gigi 2 11.000 rpm 196 km/h.

    Guest
  15. @jimmy kan mas tmc bilang ini mongstor masih masa inreyen..

    btw ni motor ane liat ada yg jual dikaskus 400 sekian jeti :O udah seharga alphard nih mongstor… ckck

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here