Bro Sekalian, Tujuan awal tmcblog menulis penjelasan sedikit mengenai teknologi VTEC kemarin adalah sebagai jalan untuk mengupas kemungkinan penggunaannya di motor motor kecil. Seperti Kita Ketahui Yamaha Telah sukses membuat sistem Injeksi YMJET FI dimana ada jalur alternatif dalam sistem Intakenya dengan apa yang disebut assis Air Pasage dimana saat skutik digeber di posisi idle dan rpm rendah maka yang aktif untuk menyemburkan udara adalah  assis air passage  Ini dimaksudkan agar konsumsi bahan bakar di rpm rendah bisa diminimalisasi menjadi kecil. Baru setelah trotel dibejek kenceng, maka jalur udara yang digunakan adalah main air passage . . .  secara ide mirip sama teknologi VTEC

Seperti yang telah kita bahas kemarin di rpm rendah klep intake membuka lebih kecil dibanding saat kendaraan digeber kencang atau boleh dibilang saat rpm tinggi . . . Kalau YMJET FI menggunakan jalur udara intake, sedangkan VTEC menggunakan Variabel bukaan pada klep . . .

Kalau dilihat baik YMJET maupun VTEC tetap merupakan sistem yang mengetengahkan variasi asupan campuran udara-bbm . ..  cuma sudut alat penggunaannya saja yang berbeda yang satu konsern di jalur intake, sedangkan yang lain adalah gerakan klep.

Masalah Utama di Motor Skutik adalah ‘keborosannya’ di rpm rendah . .. karena motor ini memiliki karakteristik membutuhkan treshold rpm  tertentu baru bisa bergerak jalan . . . nah ide membuat skutik bisa irit tapi kencang memang berada pada point usaha untuk  mengefesienkan pembakaran pada rpm rendah . . . klop memang dengan ide VTEC, YMJET FI,dan Mungkin Sistem Klep variabel lainnya seperti VVTi dll . .

tmcblog berfikir bagaimana seandainya VTEC digunakan di Motor Skutik harian . . . yup memang teknologi itu ada harganya, tapi kalau dihadapkan di produk produksi massal tentu cost bisa ditekan bukan . ..  wong FI dan ABS aja sekarang bisa murah, mosok VTEC nggak ? .. .  apa lagi sudah menuju ke arah FI, semakin klop VTEC dipakai . . . Ide ini sebenarnya sudah pernah tmcblog lontarkan kepada GM Teknik AHM , dan ide ini pun diterima  . . . so . . . gimana kelanjutannya honda?

Taufik of BuitenZorg

129 COMMENTS

  1. biar irit 😀
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/10/07/andai-cbr-500-itu-adalah-cbr-250-double-cylinder-akankan-merubah-mindset-dual-cylinder-adalah-ninja-250-fi/

    Guest
    • mungkinkah… kita kan slalu bersama…

      http://wawwiwiwaw.blogspot.com/2012/10/ganti-dapur-pacu-apakah-honda-beat.html

      Guest
  2. vtec mekanik kayaknyaa belum 😀
    http://pertamax7.wordpress.com/2012/10/06/honda-nsc50r-matic-unik-pasar-eropa-sampai-cina-50-cc-sampai-110-cc-gimana-ya-kalau-masuk-indonesia-d/

    Guest
  3. Ya kemungkinan selalu ada. karena persaingan semakin lebih ketat- mau ga mau atpm akan berusaha memberikan yg terbaik. kl tidak ingin nyungsep,

    Guest
  4. Bisa banget Kang !, dgn sedikit penyesuaian titik derajat dr TMB (titik mati bawah) ke TMA(titik mati atas) pada timing pembakaran cylinder. Secara garis besar VTEC & iVTEC toleransi timing pembakarannya kira2 antara 60-80derajat brdasarkan ruang cylinder ( contoh civic VTEC 1.8 & 2.0 ) cmiiw. Yg mengejutkan adlh injeksi jupiter Z1 hampir mirip dgn timing pembakaran Crossplane crankshat pada M1 yg brkisar antara 50derajat pada saat RPM tinggi (persis VTEC) cmiiw…

    Guest
    • wih manteb nih analisa tingkat dewa,dulu jaman sekolah belum di ajarin yg kayak gini ….
      ilmunya baru nyampe setel angin stationer pada karburator …. suzuki shogun 110 standart …. jetting pada knalpot racing aja belum bener.

      Guest
  5. Yang abs tehnologi pesawat aja bisa. Kalau tujuannya meningkatkan Value pastinya ga sia-sia.

    http://motoroda.wordpress.com/2012/10/07/yamaha-belum-sanggup-bangkit-di-2012/

    Guest
  6. VTEC
    VVT-i
    MIVEC
    VANOS
    VarioCam

    Semuanya podo wae Mas

    Patent Teknologi ini milik AVL Austria, yang dibeli oleh banyak perusahaan otomotif kemudian diberi banyak nama dagang seperti di atas
    ini perusahaannya
    https://www.avl.com/home

    sebetulnya ada sistem yang juga sama baiknya : variable inlet
    http://en.wikipedia.org/wiki/Variable_length_intake_manifold

    kalau mau mesin sempurna teknologi-teknologi tersebut bisa digabungkan :

    Variable Valve Timing + Variable Inlet + Desmodromic

    oh iya tambah lagi :

    Gasoline Direct Injection
    http://www.autozine.org/technical_school/engine/petrol1.htm

    Turbocharger + Intercooler

    Dry Sump Lubrication

    Hybrid starting – charging (kayak punya Vartec 125 atau PCX)

    Guest
    • tanggung motor pake common rail aja seperti 4 tak pake klep tp 2 langkah piston 1 pembakaran (semprot udara lalu semprot gas bakar-kompres/bakar-semprot udara lalu semprot gas bakar) kalo kompresinya 1:10 mesin 100cc bisa 40++ dk. om… teknologi paling gress gak usah step-by-step segala
      made in indonesia tahun 2020….hehehe

      Guest
    • Tambah lagi, Turbonya pake yg VGT kayak punya Pajero Dakar, trus koplingnya Dual Clutch.. 😀
      Wes kuwi.. piro regane jall??

      Guest
  7. Ane dah curiga nih dari awal kang haji nulis artikel vtec. Ternyata emg bener ada hubunganya ma motor baru, walopun baru wacana

    Guest
  8. bisa2 aja c harus nya,, nah kalo motor sport nya kira2 kenapa ga di pasangin teknologi yg canggih2 ini? seperti kepada cbr 150 gt,, hehe..

    Guest
  9. selama teknologi injeksi yg ada masih bisa memenuhi peraturan euro 3, saya perkirakan tidak ada aplikasi teknologi baru. Mungkin pemakaian vtec baru akan dipikirkan apabila pemerintah menerapkan euro 5. Sama halnya ketika pemerintah menerapkan euro 3,pabrikan berbondong-bondong pindah ke injeksi. Atau ketika euro 2 diterapkan, pabrikan rame2 pake karbu vakum.
    Jadi untuk hal seperti ini, peran pemerintah lebih dominan.

    Guest
  10. kebiasaan neh,yamaha nyontek mulu 😆

    vtec, vvti, vanos, mivec, ncvt semua KO sama tech mutakhir abad 21 milik hnd ahahem, apa itu? yap,KARBU super tech irit dunia akherat

    Guest
  11. VTEC makan tempat, susah diterapin di mesin cc kecil.

    Sistem variable-valve yang paling canggih sebenernya bukan VTEC, tapi MultiAir punyanya Fiat. Saking canggihnya, kalo search di google “fiat variable valve timing” bakal ada link yg ngasih julukan buat MultiAir: “the ultimate variable valve timing system”.

    Sayangnya Fiat gak bikin motor (di YZR-M1 cuma numpang nempel stiker doang kan :D)

    Guest
  12. Vtec honda memang top..lari ngacir mampus,konsumsi ngirit abis..:D
    Disinyalir ini bukan wacana lagi,tapi bocoran..:D hayo ngaku wak haji,bohong dosa loch..:D

    Guest
  13. Tuntutan ke depannya adalah bagaimana bisa (lebih) irit dan bertenaga bahkan kalo bisa tidak menggunakan bahan bakar minyak sama sekali.
    Mau pakai YMJet FI, Vtec, VVTi, atau apalah saat ini kebanyakan dari kita hanyalah end user.
    Biarkan para insinyur bekerja dan bersaing untuk menghasilkan teknologi yang lebih baik dan lebih canggih lagi.
    Misalnya pakai tenaga listrik, angin, gravitasi dll IMHO

    Guest
  14. Memang benar bahwa matic itu boros d rpm rendah… trus gmn d rpm menengah ke atas?! Lawong pelan aja boros apalagi kencang…
    Smoga pabrikan tidak pelit teknologi…

    Via tmcblog launcher, hehhehe

    Guest
    • betul . . . lebih baik pake yang 2 klep di klep intakenya . .. nggak harus 4 klep per silinder
      karena yang penting klep di intakenya 2

      sebenarnya satu klep intake sebenarnya juga bisa sih
      cuma VTEC pertama dilahirkan di sistem dua klep intake

      Administrator
  15. yg paling istimewa itu, wktu wak haji test ride mio j, pulang2 dr test ride jogja-jakarta badan pada remug.
    dan dia blng, ini mtr memang istimewa.
    agagaga..

    Guest
    • kalo di Honda dulu (mulai dari GL100) ada yg namanya TPFC,tujuannya sama dengan YEIS,cuma beda prinsip kerja,intinya kedua fitur itu berfungsi untuk membantu suplai bensin keruang bakar saat akselerasi spontan,ini khusus motor karburator lho,kalo motor injeksi udah gak perlu,cmiiw…

      Guest
  16. menarik,kalo di mobil 1500cc standar non vtec (atau vvt-i,atau vanos,atau valvematic,apalah terserah) cuma bisa 80-an dk,pake vtec,bisa 100-an dk,tapi apa gak percuma?,vtec cuma nampol di putaran tinggi (mirip mesin overbore),makanya jazz pake sohc supaya bawahnya juga nampol

    Guest
  17. wah yamaha jadi ketinggalan lagi donk
    kasihan, honda stop show off teknologinya.

    kasihan pabrikan sebelah yg makin terbelakang

    Guest
  18. Mudah2an pengetahuan teknologi di indonesia mendapat wadah manifestasi yg tepat.. Kan sayang, banyak orang cerdas di negri ini yg sebenarnya mampu menyamai bahkan melampaui teknologi negara maju hanya sebatas tahu, tidak untuk didistribusi, diproduksi, dan seterusnya dikembangkan hanya gara2 keterbatasan dukungan pemerintah..

    Guest
  19. mungkin saja ..biar makin irittt…

    mampir Bang…
    OBRAL podiuummm…
    http://nakawara.wordpress.com/2012/10/07/review-setahun-memakai-bmc-blade-200/

    liat-liat yang lain juga boleh…
    http://nakawara.wordpress.com/2012/10/05/bebek-ultra-sporty/

    http://nakawara.wordpress.com/2012/10/06/desain-abadi-itu-milik-ninja-150r/

    http://nakawara.wordpress.com/2012/10/06/modifikasi-yamaha-v-ixion/

    http://nakawara.wordpress.com/2012/10/06/pantai-widarapayung-part-2/

    Guest
  20. wahh tp rute sama dan pengetes yg sama, kok lebih hemat yahh vario 125 cc dr pd soul gt atau mio j..
    jd bingung..
    ———————————-
    btw, mungkin aja vtec masuk ke segment sport baru honda atau matic..
    let see lah…

    Guest
  21. Metode “pengancingan” pinnya pake apa sih wak haji? pake mekanik atau elektronik ya? ane masih gak mudeng nih meskipun dah liat pidionyee.

    Guest
    • harusnya pake sistem injeksi . . . ada penuematik/hidrolis khusus yang berhubungan dengan sensor yang bisa mendeteksi kecepatan kitiran mesin, cmiiw, imho

      Administrator
  22. untuk penerapannya di skuter matik mungkin masih lama mas . .

    http://ganzimaru.wordpress.com/2012/10/07/laporan-eksklusif-timnas-vs-arema-pelita-gresik-united-live-from-stadion-kanjuruhan/

    Guest
  23. kang haji mengapa teknologi YMJET FI hanya diterapkan di motor matic yamaha?? kenapa di motor bebek dan sport tidak?? mohon pencerahannya ya kang, maklum ane nubie… heheheee…

    Guest
  24. guampang banget…..pake teknologi bandul yang buat dekompresi aja. bandul digunakan buat menaikan dan menurunkan profil noken.

    Guest
  25. Top kui lekk haji
    Coba di ulas lebih dalam sapa tau ada pabrikan atao bengkel Чªήğ mau coba terapkan di motor cc kecil

    Guest
  26. apa sih yang gag mungkin
    tapi ngapaen matic dibuat vtec apalagi yg ber cc kecil

    mending buat skutic listrik yang power dan daya tahannya setara seperti bahan bakar minyak (irit dan ramah lingkungan)

    kalau metic ngejar irit n kencang
    tu aplikasi di YMjet-FI mio n Soul sudah bagus

    Guest
  27. Manteb dah Fi, VTEC, dan ABS pada produk honda Di indonesia. Semakin canggih
    tentu power dan efisiensi akan terwujut. Honda layak untuk jadi yang pertama 🙂 https://orderdesign.wordpress.com

    Guest
  28. gampang banget….pake teknologi bandul dekompresi aja. bandul digunakan buat menaikan dan menurunkan profil noken. prinsipnya mirip vtec kan. made in indonesia 2020….hehehe

    Guest
  29. kalau pengen murah bisa pake sistem variable cam mekanik a la suzuki Bandit / GSF400 V-series yg pake bantuan tekanan oli yg diteruskan lewat klep selenoid 😀
    kalau vtec elektronik tinggal klop2an sama ECU aja

    Guest
  30. skutik pake mesin VTEC ???
    tentu akan lebih irit dan bertenaga,,,namun trobosan tersebut mesti driset scra optimal
    misalny apakah s metik VTEC beda Tampilanny dg metik yg sudah beredar!!!
    trus dr biaya produksi dan harga jual apakah sesuai dg pasaran indonesia….

    Guest
  31. bukan nya ini teknologi katup untuk mobil ya gan?? sama kaya VVT – i nya toyota,MIVEC nya mitshubishi,VVT nya suzuki,,dan setau ane V TEC ini generasi ke 2 dari IDS – i dan kaya nya gk bisa di pasang di motor cc kecil dah…

    Guest
  32. Variable timing itu banyak sensornya loh, malah jadi produk overprice kalo di terapin ke motor entry level. yang ada malah jadi gak laku

    Guest
  33. Sangat mungkin diterapkan untuk efisiensi bbm dan rpm skutik juga tidak terlalu tinggi sangat cocok untuk VTEC. Tapi banyak yang berubah, walaupun katup in pada skutik cuma satu untuk menerapkan VTEC butuh 2 lobe camshaft, dua rocker in yang satu rocker buat pin locker pd saat VTEC on, tambah solenoid VTEC untuk mengatur aliran hidrolis oli mesin melalui rocker shaft ke pin locker, dan butuh perubahan maping ECU untuk perintah ke VTEC sol. ga perlulah embel2 i-VTEC karena butuh actuator VTC dan VTC spool valve buat aliran hidrolis oli mesin ke actuator VTCnya supaya camshaft bisa diatur durasi overlapingnya, yang pasti dimensi mesin makin besar dan tentunya costnya juga tinggi. apa ada yang mo beli… omong2 YMJET yamaha memang teknologi lama mas taufik yang saya tau di mobil honda sudah ada namanya IMRC intake manifold running control atau variable intake dimana jalur asupan udara pd putaran tinggi dibypass dengan actuator menjadi lebih singkat dari semestinya.

    Guest
  34. Judulnya: Mungkinkah Skutik Menggunakan VTEC?

    Kenapa harus skutik gitu loh? Seharusnya teknologi canggih diterapkan di motor sport atau bebek cc besar.

    Karena menurut saya klo pabrikan menerapkan teknologi canggih cuma ke skutik tuh tanggung banget, kurang GREGET gitu!!

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here