A man finishes to fill up at a gas stati

Bro Sekalian seperti kita ketahui bersama, berbagai pemberitaan media  beberapa hari terakhir ini menyebutkan bahwa ada kemungkinan pemerintah RI akan menaikkan Harga BBM bersubsidi yakni Premium Oktan 88 untuk Kendaraan roda empat Pribadi ( Plat Hitam) dari  Rp. 4.500 menjadi sekitar Rp 6.500 sedangkan untuk kendaraan umum (pelat kuning) tetap Rp. 4.500  . . . salah satu tujuannya adalah untuk menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 21 triliun . ..  Kira kira apa efeknya . .

Yamaha#1_tmc

tmcblog berfikir salah satu pemikiran nya juga selain penghematan subsidi APBN adalah membuat orang semakin merasa berat untuk membawa Mobil pribadi karena ongkosnya akan semakin tinggi yang diharapkan bisa pindah ke moda transportasi massal. Bicara Transportasi massal, tmcblog pikir nggak ada orang disini yang mau capek capek berkomuter menggunakan kendaraan pribadi . ..  enakan juga naik kendaraan umum, nggak cape nyetir, bisa istirahat, mengurangi resiko dijalan dan lain sebagainya . . .

Akan tetapi, khususnya di kota besar seperti jakarta . ..  moda transportasi umum belum secara menyeluruh dilirik oleh pengguna jasa transportasi . ..  hmmm mungkin ini dikarenakan tingkat kenyamanannya masih belum bisa memberikan kepuasan, atau ada alasan lain . . . merasa bawa Kendaraan pribadi adalah sebuah prestis tersendiri? hmmm . ..  apa bener begitu bro?

Gas-Meter

efek lain adlah . . . eksodus ke moda trasnportasi roda dua  alias sepeda motor . ..  alasannya tentu adalah masalah konsumsi bahan bakar umumnya kendaraan roda dua dibawah 250 cc di Negri kita  ini se boros borosnya, terlebih lagi ada opsi, harga bensin premium untuk kendaraan roda dua nggak ikutan naik (tetep 4.500 rupiah) . .. katakanlah misalnya Konsumsi bbm Ninja 250R 20-25 km/liter, masih jauuuhhh lebih irit dibanding konsumsi bahan bakar roda empat . . . apalagi jika kita lihat fenomena evolusi hampir semua motor motor skutik yang kian irit saat ini  . . . . hmmm.

ini tentu merupakan sinyalemen awal yang tentu nya butuh pembuktian beberapa bulan setelah Mei 2013 . . . siapa tau aja , naik 2000 rupiahpun nggak ngefek buat pilihan konsumen untuk tetep menggunakan Roda empat pribadi, maklum sudah bebeapa kali teruji, kita ini cukup adaptif sama model kenaikan kenaikan kayak begini . . . silahkan share komentar bro sekalian .. .  semoga Berguna

taufik of BuitenZorg

129 COMMENTS

  1. Selagi transportasi umum masih bgtu2 aja,kayanya susah deh mas,biarpun permiunnya naek,sprtinya ga ngaruh…yg udah2 jg dulu bgtu,awalnya aja pd ngeluh hbs itu pd beli permiun jg 🙂
    klo mang jd naik,kasian yg pny mobil2 tua.

    Guest
  2. bensin aja yg naik, solar jangan. biar truck yg ngangkut sembako bisa jalan dan gak berimbas ke naiknya harga sembako

    Guest
  3. emangnya bener bensin kita tuh murni RON 88? hasil uji lab di Thai oleh grup Gam** , RON kita antara 86-87. setujuh ajah klo dinaikin tapi RON juga ikut naik juga dong, masa kendaraan high comp dipaksa minum premium mana yg recom pabrikan lagi, dasar koplak.

    Guest
  4. setidaknya lho ini wak haji, ada keadilan disini….sy hnya punya spda mongtor sehari 2 liter puter2 jkt, dengan kepanasan kehujanan, tp ada yg nikmatin sehari 20-30 liter dengan innova,avanza bahkan nissan x-trailnya, yg pasti adem dan tidak kehujanan….artinya, mereka yg menikmati subsidi jauh lebih kaya dr saya dan bikers lain yg hanya mampu beli spda mtor…hnya btuh pengawasan agar tidak terjadi penyelewengan wak haji…itu pendapat sy ya wak haji…

    Guest
  5. Menurut pandangan saya mas taufik peningkatan menjadi 6000 tidak akan membuat pengguna mobil beralih ke transportasi umum atau motor karna kenaikan harga tidak terlalu tinggi. misalnya per bulan bbm pribadi mencapai Rp.1,5 juta perkiraan setalah kenaikan akan menjadi Rp 2 juta.
    Pada umumnya masyarakat yg menggunakan mobil untuk aktifitas sehari hari adalah masyarakat menengah keatas, kenaikan itu tidak akan membuat mereka beralih dari mobil peribadi dgn segala kelbihannya ke transportasi umum/motor dgn segala kekurangannya.
    menengah kebawah biasanya mobil simpanan,di pakai hanya untuk keperluan tertentu.
    bengkaknya anggaran subsidi bbm bukanya karna kita masih mengimpor bbm lebih dari setengah kebutuhan domestik?

    Negara pengekspor minyak sekaligus pengimpor bbm,miris memang.

    Guest
  6. dari pada dinaikin tuh bbm, lebih baik diturunin kualitasnya jd oktan 85 ato malalah boleh kurang, jd masarakat tinggal memilih, mau pake bbm dengan oktan rendah (positipnya bengkel jd lebih idup = perputaran ekonomi dari kendaraan yang rusak). oktan bagus > ini tidak bagus buat perekonomian, kerja benglel jd cuma ganti oli doang. heheheeeeee

    Guest
  7. Pengaruh sedikit untuk jakarta (pengguna terbanyak),kalau didaerah disinyalir makin bertambah panjang antrian bbm untuk roda 2 (termasuk yg pengecer untuk roda 4 juga)

    pertamina dan aparat terkait kalau tidak bisa mengendalikan pengecer lebih baik buatkan tempat dan pompa khusus serta harga khusus dengan asumsi quota tiap spbu di daerah meningkat

    *kami di daerah juga masih termasuk indonesia

    Guest
  8. tetap naik mobil, nail 2500 tetap dibayar, angkot jalan ngetem waktu ngak jelas ngak nyampe trayek, naik motor body keberatan + anak bini, panas kepanasan hujan kehujanan, angep aja biaya rumah sakit, tetap naik mobil

    Guest
  9. HARGA BENSIN NON SUBSIDI PERLITER SBB :
    1. Harga Dasar Minyak Mentah = Rp. 5,940
    2. Harga LRT (Lifting,Refinery, Transportation) = Rp. 1,360
    3. Pajak lain2, sekitar 15% = Rp. 1,100
    Maka TOTAL HARGA BENSIN NON SUBSIDI SEHARUSNYA RP. 8,400/liter
    (ini msh murah bila dibandingkan beli bensin di Jepang sekitar 16rb-an)

    DGN HARGA JUAL SUBSIDI = RP. 4,500 untuk premium, maka NEGARA NOMBOK sekitar Rp. 3,900/Liter

    Bagaimana menghitung Subsidi kepada kita???
    1. Misal saya punya mobil, minumnya premium… sebulan kira2 beli bensin Rp. 350,000 –> jika dikonversi ke liter = 78liter/bulan.
    Maka besar subsidi dari negara adalah = Rp. 3,900 x 78 = Rp. 304,000/bulan
    atau Rp. 3,650,000/tahun… (hmmm lumayan juga)

    2. Misal saya pakai motor, minumnya jelas premium… seminggu 20rb jadi sebulan kira2 80ribuan dech… maka penggunaan bensin=18 liter
    Maka Subsidi = Rp. 70,200/bulan atau Rp. 842,000/tahun…

    APA YG BISA KITA SIMPULKAN???
    Terlihat bahwa Subsidi berbanding terbalik dengan TARAF HIDUP…
    YG MENIKMATI SUBSIDI JELAS2 ADALAH ORANG YG LEBIH SEJAHTERA…
    Apalagi apabila Mempunyai Kendaraan dgn CC BESAR dan LEBIH DARI 1… maka akan lebih besar lagi subsidinya… Saya yakin byk orang yg pengeluaran bensinnya sampai ber-juta2 sebulan… dan subsidinya pun membengkat berjuta2 pula…

    SUBSIDI ADALAH PENGHANCURAN PEMBANGUNAN/KESEJAHTERAAN…

    LEBIH BAIK DANA SUBSIDI DIPAKAI UNTUK KESEHATAN, PENDIDIKAN, PANGAN, & PENGENTASAN KEMISKINAN…

    LEBIH BAIK ORANG2 MAMPU TIDAK DIKASI SUBSIDI… (saya ikhlas)

    PEMERINTAH HARUS BERANI…
    RAKYAT MISKIN SEHARUSNYA MENDUKUNG… BUKAN MALAH BERDEMO…

    Guest
  10. Mau diarahkan ke moda transportasi massa? Hahaha.
    Gini WakHaji, moda transportasi massa kita “berantakan”. Dari segi keamanan, kenyamanan, sampai jumlah armada. Itu semua udah bikin saya muak untuk naik moda transportasi massa.
    Klo 3 poin itu sudah baik? Saya yakin tanpa modus kenaikan harga bbm, pasti masyarakat mau menggunakan moda transportasi massa secara sukarela tanpa “gojlok-gojlok” dari pemerintah lagi.

    Guest
  11. Pusing amat bs beli bensin R4 jalan ga punya motor yg pasti naik umum blm jls waktu dan nyamannya bahkan lebih mahal mending ya naik motor

    Guest
  12. mobil angkutan umum nantinya akan beralih fungsi untuk “Tandon” premium berjalan dengan harga tidak naik. untuk narik tiap hari aja belum tentu dapat penumpang banyak, ini pasti akan terjadi nanti, angkutan umum semakin jarang digunakan untuk narik penumpang, tapi untuk nyedot premium dari spbu-spbu.

    Guest
  13. jadikan satu harga aja,Industri,mobil Pribadi,Angkutan Umum,kalau efek Inflasi atasi bersama,seperti biaya pendidikan gratis/pengobatan,kalau barangnya sejenis harga beda2 cuma jadi ladang kerja baru yg ndak Produktif.

    Guest
  14. wah… untuk di daerah kayanya susah….pengalaman touring kemaren ke sumatera dari cilegon- bukittinggi… disana bbm di borong oleh pengecer pake jerrycan (jerigen)bermobil-mobil…langsung ludes SPBUnya(mo solar, mo bensin des-des ludes).. realita disana ga ada yang bisa kontrol penjualan BBM teori doang…. so… Kalo Beli Pake JERIGEN mo di kasiih PAke harga berapa?.. makanya jangan tanya solar langka… habis di borong pengecer dan oknum industri serta pertambangan dan perkebunan… itu sekelumit realita yang ada di lapangan… sekian laporan nya wak Haji.. wassalam..

    Guest
  15. @ dewa.. tul betul…
    @hary.. tu betul..
    RATA-RATA TERJADI DI DAERAH SEMISAL DI SUMATERA DAN KALIMANTAN…. UNTUK PERTAMBANGAN DAN PERKEBUNAN… JANGAN TANYA SUBSIDI DIMAKAN RAKYAT.. SUBSIDI DIMAKAN PENGECER BBM..

    Guest
  16. Subsidi dihapus, pajak kendaraan dinaikkan sampai orang mikir beli motor/mobil. Penghematan bisa 50 triliun (mungkin) dipakai utk beresin angkutan kota (kopaja, metromini kl jkt) ber-AC, tdk sumpek dll. Sopir angkot digaji, mindset dirubah dari ngejar setoran menjadi gimana caranya tiba di shelter tepat waktu (ga tepat waktu potong pendapatan). Orang akan lebih enjoy naek angkot kl gini.
    syaratnya pemerintah jujur thd duit 50 triliun itu. Bisakah?

    Guest
  17. maluuuuu dong sama saudara2 di kalimantan. mereka fasilitas minim apa2nya mahal. bensin mahal mereka ga banyak omong disini bensin mau naik 1000 atau 2000 aja rame amat. udah naikin aja ga usah beda2iin R2 dan R4 samain aja.

    Guest
  18. Yg jelas antrian sepeda motor di SPBU bakal terjadi krn pemilik mobil beli bensinnya pake motor trus disedot buat mobilnya

    Guest
  19. Hapus aja udah premium untuk semua jenis kendaraan bermotor pribadi.masa beli motor sama mobil bisa tp beli bensinnya gk bisa,kalau merasa kesulitan silakan naik kendaraan umum

    Guest
  20. kalau mau naik ya naik gak usah ribet bikin aturan …. rakyat kecil jd tmbah carut marut!! wajar wajar saja ada subsidi la kita kan bayar pajak bayar gini bayar gitu… parkir sj bayar kok!

    Guest
  21. Yg selama ini,nikmatin subsidi kan org-org mampu bisa beli kendaraan bermotor yg bersifat pribadi ntah itu mobil atau motor,berarti sudah masuk kelas kalangan mampu dunk,PRIBADI

    Guest
  22. Jangan kaget harga bbm bsa tmbus angka 12rb /ltr. orang SDA yg tdk dpt dprbarui..tau bgtu hrusnya lbih hemat dalam mnggunakan nya.

    Guest
  23. no problemo
    karena belum pernah denger ada orang berhenti mengendarai mobil atau motor karena bbm naik, namanya juga butuh ya mau ga mau ya dibeli .
    yang terimbas ya harga kebutuhan pokok

    Guest
  24. bersyukurlah kalau dapet harga murah (walau naik) dan tersedia, coba di daerah, sdh mahal, barang gak ada lagi.
    gw pikir kalau terjadi 2 harga ini harus dibarengi pembatasan, misalnya 2 ltr pertama buat motor 4,500, literan berikutnya 6,500 dst, sama dg mobil 10 ltr pertama 6,500 kemudian selanjutnya 9,500.

    kalau nggak pasti terjadi penyimpangan, spbu bisa aja reportnya laku sekian liter buat motor, tapi prakteknya sebagian dijual ke mobil.

    Guest
  25. Hapus saja bahan bakar premium,ganti dengan pertamax semua,biar adil dan tak diuntungkan ataupun dirugikan satu pihak saja.
    Biar tak ada lagi pengetap dan penimbun yang memanfaatkan sikon.

    Guest
  26. pibo pada April 17, 2013 pada 1:31 am

    setidaknya lho ini wak haji, ada keadilan disini….sy hnya punya spda mongtor sehari 2 liter puter2 jkt, dengan kepanasan kehujanan, tp ada yg nikmatin sehari 20-30 liter dengan innova,avanza bahkan nissan x-trailnya, yg pasti adem dan tidak kehujanan….artinya, mereka yg menikmati subsidi jauh lebih kaya dr saya dan bikers lain yg hanya mampu beli spda mtor… hnya btuh pengawasan agar tidak terjadi penyelewengan wak haji…itu pendapat sy ya wak haji…

    ===========

    sy paling tidak suka ada SUBSIDI BBM……
    uang 200 triliun HABIS dibakar oleh pemilik kendaraan pribadi mayoritas JABODETABEK/BDG/SBY……

    Sy paling heran dgn orang2 yg demo dgn kenaikan BBM….. mereka hanyalah buruh yg ada di jabotabek… apalagi mahasiswa/ ABG…

    Guest
  27. @51, Ario
    maluuuuu dong sama saudara2 di kalimantan. mereka fasilitas minim apa2nya mahal. bensin mahal mereka ga banyak omong disini bensin mau naik 1000 atau 2000 aja rame amat.
    =======================================
    Betul mas bro.. Pengalaman sodara di berau dan balikpapan, nauzubillah.. premium aja langka.. klopun ada ngantri buanyakk..
    Beli di eceran, muahal..
    Belum lagi infrastruktur yg tidak sebaik Jkt.. Disono jalan antar kota banyak yg rusak..perjalanan antar kota jadi dikit coz boros bbm dan boros waktu.. akhirnya harga barang jadi muahalll

    Guest
  28. hapus SUBSIDI BBM…. tdk ADIL..

    mayoritas penggunanya R4……
    wlopun sy pribadi pemakai bensin/solar rata2 50liter/hari ntuk bisnis…

    Guest
  29. kalau naik naik semua sekalian, jangan pilih2. jika cuma bensin buat r4 pribadi yg naik malah membuka celah penimbunan dengan membeli pake kendaraan umum sebanyak2 nya kemudian dijual ke pengguna mobil

    Guest
  30. bbm naik otomatis biaya tranport naik dan barang2 akan lebih naik dan biaya hiduppun jadi naik.
    Dan ujung2 nya pengeluaran masyarakat kian bertambah.

    kalau saya setuju jika mobil pribadi dilarang minum premium kecuali angkutan barang, untuk menghindari naiknya harga barang.

    Bagi pengguna r4 yang masih perlu disubsidi otomatis akan mencari jalan keluar yang tidak akan di ikuti oleh orang2 yang mapan.

    Guest
  31. sebaiknya meng subsidi dihapuskan klo ternyata tak efektif n efisien penggunaannya. hapuskan premium menjadi all pertamax, yg pnting distribusi lancar, n tak ad lagi istilah kelangkaan di sluruh pelosok nusantara.
    tantangan bg pemerintah n pertamina

    Guest
  32. mending naik ajalah semuanya. R4 atau R2 g’ ada bedanya. harga premium dinaikan di range 5000-6000 masih bisa diterima koq. toh dulu jg pernah smpai 6rb, dan tetap aja bisa.
    yg nolak naik kemaren tu wakil rakyat yg ingin cari simpati dr rakyatnya. lha wong sembako aja tiap tahun naik, koq BBM yg makin langka g’ boleh naik.

    Guest
  33. 40. ardian – April 17, 2013

    HARGA BENSIN NON SUBSIDI PERLITER SBB :
    1. Harga Dasar Minyak Mentah = Rp. 5,940
    2. Harga LRT (Lifting,Refinery, Transportation) = Rp. 1,360
    3. Pajak lain2, sekitar 15% = Rp. 1,100
    Maka TOTAL HARGA BENSIN NON SUBSIDI SEHARUSNYA RP. 8,400/liter
    (ini msh murah bila dibandingkan beli bensin di Jepang sekitar 16rb-an)

    DGN HARGA JUAL SUBSIDI = RP. 4,500 untuk premium, maka NEGARA NOMBOK sekitar Rp. 3,900/Liter

    Bagaimana menghitung Subsidi kepada kita???
    1. Misal saya punya mobil, minumnya premium… sebulan kira2 beli bensin Rp. 350,000 –> jika dikonversi ke liter = 78liter/bulan.
    Maka besar subsidi dari negara adalah = Rp. 3,900 x 78 = Rp. 304,000/bulan
    atau Rp. 3,650,000/tahun… (hmmm lumayan juga)

    2. Misal saya pakai motor, minumnya jelas premium… seminggu 20rb jadi sebulan kira2 80ribuan dech… maka penggunaan bensin=18 liter
    Maka Subsidi = Rp. 70,200/bulan atau Rp. 842,000/tahun…

    APA YG BISA KITA SIMPULKAN???
    Terlihat bahwa Subsidi berbanding terbalik dengan TARAF HIDUP…
    YG MENIKMATI SUBSIDI JELAS2 ADALAH ORANG YG LEBIH SEJAHTERA…
    Apalagi apabila Mempunyai Kendaraan dgn CC BESAR dan LEBIH DARI 1… maka akan lebih besar lagi subsidinya… Saya yakin byk orang yg pengeluaran bensinnya sampai ber-juta2 sebulan… dan subsidinya pun membengkat berjuta2 pula…

    SUBSIDI ADALAH PENGHANCURAN PEMBANGUNAN/KESEJAHTERAAN…

    LEBIH BAIK DANA SUBSIDI DIPAKAI UNTUK KESEHATAN, PENDIDIKAN, PANGAN, & PENGENTASAN KEMISKINAN…

    LEBIH BAIK ORANG2 MAMPU TIDAK DIKASI SUBSIDI… (saya ikhlas)

    PEMERINTAH HARUS BERANI…
    RAKYAT MISKIN SEHARUSNYA MENDUKUNG… BUKAN MALAH BERDEMO

    =============

    Setuju dengan bro ardian

    Guest
  34. Premium oktan 88 katanya bbm bersubsidi / yang katanya bbm murah karena disubsidi pemerintah, benarkah subsidi itu ada ?
    Menurut saya, premium ini mendingan dihilangkan saja dari peredaran, biar pemerintah tidak melulu koar-koar merugi, karena katanya memberi subsidi untuk bbm premium oktan 88 tsb, lagi-lagi rakyat kecil jadi korban !

    Guest
  35. bila beneran direalisasikan. kemungkinan kendaraan roda 2 premium baik matic ataupun sport bakalan laris gak kang ?
    secara mampu beli mobil pasti juga beli misalnya PCX atau Ninja 250 pasti ya mampu.
    meski roda 2 pastinya yg lebih prestige lah pakenya..

    Guest
  36. rawan penyelewengan…klo kualitas premium motor sama premium mobil sama,
    klo mau efektif bisa oktan premium motor diturunin ke 86, sedang premium mobil tetep 88, jadi yg mau nekat beli bensin colongan jatah motor mobilnya bisa rusak…

    model raskin lah, murah kok jaluk apik

    Guest
  37. Harus nya BBM premium dihilangkan saja
    dan pertamax disubsidi setengah jadi 6500/liter
    pemerintah jadi hemat.. jakarta jadi lebih ramah dari polusi..

    Guest
  38. Harus nya BBM premium dihilangkan saja
    dan pertamax disubsidi setengah jadi 6500/liter
    pemerintah jadi hemat.. jakarta jadi lebih ramah dari polusi..

    adil kan kalo begitu.. lingkungan jadi lebih bersih..

    Guest
  39. HARGA BENSIN NON SUBSIDI PERLITER SBB :
    1. Harga Dasar Minyak Mentah = Rp. 5,940
    2. Harga LRT (Lifting,Refinery, Transportation) = Rp. 1,360
    3. Pajak lain2, sekitar 15% = Rp. 1,100
    Maka TOTAL HARGA BENSIN NON SUBSIDI SEHARUSNYA RP. 8,400/liter
    (ini msh murah bila dibandingkan beli bensin di Jepang sekitar 16rb-an)
    __________________________________________________
    maaf mas, itu harga dasar kalau kita beli…kita punya cadangan minyak sendiri! masalahnya udah d eksploit ma asing…masa kita mesti beli barang punya kita sendiri…! pemerintah yang kaya, kita yang ancur!

    bandinginnya jangan sama jepang dong…net income nya kan beda jauh…sama venezuela aja yang sama2 negara berkembang…disana ga nyampe Rp.1000. itu karena pemerintahnya berani menasionalisasi kilang2 minyaknya! (terlepas dari cadangan minyaknya yang emang gede)

    Guest
  40. akhirnya gak selalu roda2 yg disalahkan…premium memang tidak bisa dihilangkan…cara ini sudah tepat…tetapi sepertinya para pengendara roda4 akan protes knp hanya mereka yg mengalami?
    banyak yang bilang kalau transportasi dijakarta sudah nyaman dengan sendirinya mereka akan berpindah menggunakan transportasi tersebut….tetapi data distribusi kendaraan R2 dan R4 setiap tahunnya sangan tinggi…

    Guest
  41. ini nama nya pembunuhan,, pemerasan,, tp lebih kepada pihak menengah,,
    kalo mas liad,, jgn kan di jakarta,,
    di bogor tuh daerah taman topi,, kebon jahe,, merdeka,, mawar,,
    itu sekarang banyak banget preman2 bertato yg meresahkan,,
    kalo kita naek kendaraan pribadi,, tentu nya akan aman,,
    langsung jalan aja ketemu yg gt,,
    tapi kalo naek angkot,, 02 03,, mereka pada ngamen,,
    yg ujung2nya kalo ga dikasi mereka bisa bertindak kekerasan,,
    nyumpah2,, dan takut nya kalo untuk kaum hawa bisa terjadi hal2 yg ga diinginkan,,
    nah disitu maksud saya masalah pembunuhan,,
    pembunuhan bukan berarti selalu nyawa,, tapi perasaan masing2 orang,,
    pemerasan dalam hal apa? orang2 jadi mau ga mau harus bayar BBM lebih demi keamanan mereka,,
    padahal seharusnya tugas pemerintah atw polisi untuk mentertibkan orang2 seperti itu,, tapi entah uda kena suap atw ga berani atw apa,, preman2 seperti itu terus berkeliaran,,
    kalo angkutan umum aman, nyaman, baik, tepat waktu, murah, gampang,,
    sapa c yg mau cape2 bawa kendaraan pribadi? harga bbm dinaekin pun ga terlalu peduli,, tinggal naek kendaraan umum aja,, cepet,, ga cape.. ditinggal tidur,, maen gadget dsb,, aman,, bebas,, enak,,
    kalo sekarang,, naek kendaraan umum dah lama,, bahaya,, panas,, mahal,, suka diturunin di jalanan padahal belom sampe tempat tujuan,, dsb..
    pemerintah bikin jadi rugi rakyat menengah,, kalo naek kendaraan umum bahaya itu tadi,, kalo bawa kendaraan pribadi mahal bbm,, yg kaya gampang naek 2rb doang,, yg menengah kebawah yg pas2an beli buat kendaraan sendiri jadi kecekik,, naek kendaraan umum bahaya,,
    harus nya sebelom wacana ini,, ada baik nya benahi semua2 transportasi umum,, buat AMAN,, NYAMAN,, MUDAH,, MURAH,, CEPET,, TEPAT WAKTU.. setelah itu baru buat wacana yg bikin masyarakat pindah ke transportasi umum,, pasti lebih mudah,, mo naekin harga bbm jg ga jadi buah simalakama,, makan ga dimakan rugi,,
    imho,,

    Guest
  42. Rakyat kecil? Yg mana? Yg beli motor sampe penjualan nonjok lebih dari 7jt unit pertahun? Bahkan ada apm yg target penjualan sejuta unit perbulan…
    Itu bukan rakyat kecil… Mampu beli motor baru gak termasuk rakyat kecil… Kalo minta subsidi, berarti kemanamana jalan kaki aja, ato beli sepeda onthel deh…

    Jadi inget tetangga yg tukang sayur gerobak barusan beli vario baru, n tukang sampah yg bisa beli xeon n beat baru…

    Guest
  43. setuju subsidi BBM di HAPUS.
    tapi HAPUS juga pajak BM sehingga harga kendaraan semurah di INDIA.
    biar bisa belimobil yang irit

    Guest
  44. hapus subsidi bbm
    hapus barang mewah mobil dan sepeda motor
    .
    pemerintah ingin harga bbm seperti di luar negeri
    kita ingin harga mobil seperti di luar negeri

    hapus spekdown kendaraan yang dijual disini

    Guest
  45. ……yang menikmati paling segilintir penjahit-penjahit serta tikus2 di senayan… biar ada tambahan yang masuk kantong nya sendiri… rakyat mah ketiban sial nya doank…. dana pengadaan Al Quran aja di korupsi, apalagi ini nanti nya ada dana lebih untuk BBM, mak yus… kayak ngak tau pemerintahan bekas belanda “indonesia new”….

    Guest
  46. standar rakyat kecil tahun 2013 sama dibawah tahun 2000 udh ga sama. bukannya apa2 tapi mayoritas yg gw temuin karena sering make motor buat ke kustomer kantor, rumah2 yg bisa dibilang super sangat sederhana pun punya motor dan udh jelas beli pasti cicil.

    artinya mereka jg harus paham konsekuensi punya motor yah harus bisa menyesuaikan dengan harga minyak dunia ga cuma mau harga segitu2 terus sampe kiamat.

    ada orang kantor dengan sombongnya bilang ke gw “masa harga bensin motor sm mobil dibedain, enak di lo yg bawa motor” … balasan gw “sejak pertama punya motor gw ga pernah bensin subsidi meski gaji kecil biar ga bengkak subsidi negara, dan sampe hari ini bensin yg gw pake malah She** V Power yg 11000 , beda sm lo yg mobil ngerengek mau 4500 masih nyicil pula”

    ada kesan nanti bahwa pemilik motor adalah orang miskin karena masih disubsidi pdhl makin hari gw liatnya makin banyak yg mulai make bensin RON 92 ke atas.

    daripada beda harga jauh lebih baik disamain harga di Rp 6000, harga barang juga udh pasti naik tiap tahun ga perlu tunggu BBM subsidi naik harga

    Guest
  47. 80. palem – April 17, 2013
    hapus subsidi bbm
    hapus barang mewah mobil dan sepeda motor
    .
    pemerintah ingin harga bbm seperti di luar negeri
    kita ingin harga mobil seperti di luar negeri

    hapus spekdown kendaraan yang dijual disini
    ========================================
    ane paling setuju sama pendapat ente,

    Guest
  48. hapus subsidi bbm
    hapus PAJAK barang mewah mobil dan sepeda motor
    .
    pemerintah ingin harga bbm seperti di luar negeri
    kita ingin harga mobil seperti di luar negeri

    hapus spekdown kendaraan yang dijual disini

    Guest
  49. Sebenar nya yg paling manja tu org pulau jawa bbm naik demo ampe merusak fasilitas umum,bukan nya itu malah merugikan pemerintah..

    Liat tu org2 yg ada di kalimantan,sumatra sampai papua bbm mau naik brp pun ngak masalah,yg penting barang nya ada..
    Jngn kayak skrg harga dah mahal tp brg nya susah di cari..

    Guest
  50. Yg jadi masalah aladah, pengguna roda 4 kebanyakan ragu dgn pengguna roda 2 .. Krn pengguna roda 2 trlalu banyak, yg ujung2nya org trsebut ragu utk gunakan roda 2 krn tkt jatuh n akhirnya milih roda 4 utk transport.. .. Kalo bbm aja di naikin mungkin ga ngaruh 😀 .. Mending pajak tahunan di naikin/ hrga uang muka kendaraan di gedein / sim di perketat.. 😀

    Guest
  51. Klo saya alhamdulillah motor dari pertama beli belum pernah isi BBM Bersubsidi (#pakek shell atau klo mentok pertamax), tapi klo mobil masih pakek :D. tapi yah gitu mobil keluarnya cuma sabtu-minggu semoga nanti kedepan bisa mulai dibiasakan pakek BBM Non Subsidi Amien.

    Guest
  52. HARGA BENSIN NON SUBSIDI PERLITER SBB :1. Harga Dasar Minyak Mentah = Rp. 5,9402. Harga LRT (Lifting,Refinery, Transportation) = Rp. 1,3603. Pajak lain2, sekitar 15% = Rp. 1,100Maka TOTAL HARGA BENSIN NON SUBSIDI SEHARUSNYA RP. 8,400/liter(ini msh murah bila dibandingkan beli bensin di Jepang sekitar 16rb-an)__________________________________________________maaf mas, itu harga dasar kalau kita beli…kita punya cadangan minyak sendiri! masalahnya udah d eksploit ma asing…masa kita mesti beli barang punya kita sendiri…! pemerintah yang kaya, kita yang ancur!bandinginnya jangan sama jepangdong…net income nya kan beda jauh…sama venezuela aja yang sama2 negara berkembang…disana ga nyampe Rp.1000. itu karena pemerintahnya berani menasionalisasi kilang2 minyaknya! (terlepas dari cadangan minyaknya yang emang gede)
    ——————————–
    nah kalo indonesia berani ga tegas kaya d venzwela.
    yang jadi masalah kan subsidi yang ga jelas masa yang kaya yang malah menikmatinya…

    Guest
  53. 1 produk 2 harga.. hmmm.. makin memperbanyak peluang penyimpangan… walau penyimpangan tidak akan sebanyak solar yang digunakan juga untuk mesin industri dan pertambangan..

    akan lebih bijak memperkenalkan produk baru premix ron 90… dengan mematok fix subsidi bukan fix harga jual..

    misal
    harga premium keekonomian 9500
    harga pertamax 11.000
    ambil asumsi harga premix 10.500

    misal
    subsidi untuk premix itu 3000 rupiah…
    atau 3500 dari harga pertamax (ASUMSI)

    Sehingga harga premix subsidi yang dijual itu 7500..

    ketika harga pertamax menjadi 10.500..
    maka harga premix jadi 7000..

    dan ketika harga pertamax 11.500..
    maka harga premix jadi 8000..

    menurut formula ini lebih adil bagi pengguna mobil
    menegluarkan uang lebih banyak karena ada peningkatan kualitas..

    sekaligus adil untuk rakyat… karena subsidi untuk pengguna R4 ini tidak akan bertambah atau berkurang dalam APBN.. melihat kecendetungan harga minyak yang terus naik…

    Guest
  54. @aszroet kalo lebih bisa mensejahtrakan rakyat kecil sih kaya venezwela ato negara2 arab.tapi tp apa pemerintah mau. yang jadi masalah subsidi sekarang banyak yang menikmati ya orang kaya itu.

    Guest
  55. bbm mau naik aja repot, kalo mau naik ya naik aja. ngapain demo. beli kendaraan aje bisa, moso bbmnya kaga. kalo dah kaga kebeli bbm ya tgl tuker kendaraannya sama sepeda. gitu aja ko repot

    Guest
  56. kenapa ga buat mobil bahan bakar listrik yang murah. kalo produksi massal masa engga bisa murah..kan ga pake mesin yg mahal ongkos bikinnya.. cuma kasih dinamo motor.. piye wak? bebas polusi asap lagii…, jangan pakai cara yg koplak..kan sudah gelar insinyur..mikire.. ko kaya saya koplak koplakan… wahahah

    Guest
  57. nostalgia kemarin2.

    harga bbm naik tarif angkutan naik, giliran bbm turun tarif angkutan umum tetep -____-

    Guest
  58. setiap kenaikan harga akan dihitung sbg kenaikan biaya overhead oleh org2 tertentu, waspadalah inflasi…..
    org indonesia kebal terhadap sentuhan gengsi, g peduli mobil mewah pk bbm subsidi, cara paling ampuh utk efisiensi subsidi cuman kenaikan harga bbm secara menyeluruh dgn mengambil resiko inflasi, beranikah pemerintah???

    Guest
  59. negara ri kaya akan minyak plus salah satu anggota opec tp oohh mngapa harga minyak terus melambung tinggi…. Bukti ketidakmampuan pemerintah dng alasan subsidi dll padahal tambang2minyak dikuasai asing …. Oohh bangsaku.

    Guest
  60. Dirumah mobil 2 motor 3 ga ada yg pake premium. Pandangan saya beli mobil/motor liat minimum ron yg direkomendasi, beli diatasnya. Kl ga sanggup asupan bensin buat diatas ron minimal belum pantas punya kendaraan namanya, no off.
    makan minum kesehatan aja kita maunya yg terbaik, giliran kendaraan diminimalkan, suku cadang pake yg kw sekian.
    mau anda dapat daging/ikan kw 3? Obat2an kw 3?

    Guest
  61. Premium itu pantasnya utk orang2 yg blm sanggup beli kendaraan alias naek kendaraan umum. Yg pake kendaraan pribadi itu harus punya moral utk pake ron diatasnya. Itu keadilan namanya.
    bayangkan udh bernikmat2 diatas kendaraan sendiri, tapi masih makanin jatah orang lain yg belum punya kendaraan. Apa bedanya anda dengan penjajah dulu?

    Guest
  62. subsidi BBM buat mobil sbnrnya gak perlu ada, kalo dinaikin hrgnya dg dalih efisiensi angaran jg gak masuk akal, coz penghematan yg nantinya didaptkn sm pemerintah hanya habis buat nutup kenaikan biaya operasional yg jelas meningkat pasca kenaikan harga BBM, padahal efek di ekonomi masyrkat udh negatif bgt

    INGAT!!!! RI ITU PRODUSEN GAS KETIGA/KEEMPAT TERBESAR DI DUNIA, GAS HARGANYA MURAH….. DIJUAL HARGA 5000/KG AJA PEMERINTAH GAK PERLUU NYUBSIDI…..

    andai KONVERSI MOBIL KE GAS DIULANJUUTKAN………
    MAKA GAK PERLUU NAMANYA SUBUSIDI, NAMUN JUALAN BBM ITU JUUGA ADA MAFIANYA…. MAKA KONVERSI KE BBG GAK MEREKA DUUKUNG ALIAS DIMACETKAN!!!!!!

    Guest
  63. di jual Pulsar 2007 dengan kapasitas tangki > 15 liter untuk jual bensin eceran tdk perlu sering bolak-balik. harga 10 jt nego. heheheh….

    Guest
  64. Horeee…BBM untuk Mobil Pribadi naik….otomatis Jatah uang bensin dari perusahaan juga pasti dinaikin…..

    Guest
  65. Yg kontra ama kenaikan hrga bbm subsidi untuk mobil, kayanya sih bukan manusia, soalnya itu orang gak ada rasa ibanya ama orang yg bener” miskin, bisa ngeredit mobil 2.5 jt / bln tpi msih protes klo subsidi dinaikin, itu otaknya taroh dimana?? Klo mau ngerasain subsidi utk orng miskin, jadilah orng miskin beneran, gak heran orang indon cuma modal gengsi gede doank alias modal nampang biar dilihat hebat, terlebih orng” yg tinggal di pulau jawa :mrgreen: :mrgreen:

    Guest
  66. @ 28. kinjeng cilik – April 17, 2013
    emangnya bener bensin kita tuh murni RON 88? hasil uji lab di Thai oleh grup Gam** , RON kita antara 86-87. setujuh ajah klo dinaikin tapi RON juga ikut naik juga dong, masa kendaraan high comp dipaksa minum premium mana yg recom pabrikan lagi, dasar koplak.
    ===
    Dipaksa minum Premium??Itu kan Sayap yg mengaku Injeksi no 1. wkakaka, si Ngorok kompresi 11, di kasih Premium, Busi Mati dah

    Guest
  67. Negara kita adalah penghasil minyak selama bertahun-tahun. Yang saya pikirkan dari zaman SD (tahun 1991) adalah mengapa pemerintah kita tidak mempelajari teknologi pengolahan minyak mentah menjadi bensin. kalo sdh mengolah sendiri tentu akan lebih murah. memang teknologinya mahal, tapi untuk kepentingan rakyat.

    Guest
  68. “…siapa tau aja , naik 2000 rupiahpun nggak ngefek buat pilihan konsumen untuk tetep menggunakan Roda empat pribadi, maklum sudah bebeapa kali teruji, kita ini cukup adaptif sama model kenaikan kenaikan kayak begini . . ..”

    paling demen ama kata2 diatas..:D

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here