vololights#6

Bro sekalian, pada suatu hari seorang insinyur asal California, Faizal Ali sedang mengendarai sepeda motornya di San diego Free way, sebuah jalur bebas hambatan. Saat mau keluar Faizal menurunkan gear percepatannya (down shifted ) untuk menurunkan kecepatannya . . . hal ini adalah metoda pengereman dengan menggunakan rem mesin (engine Brake) . . . nah engine Brake kan nggak menyalakan lampu rem belakang, sehingga menyebabkan mobil dibelakangnya hampir menabraknya karena tidak melihat adanya lampu rem menyala . ..  Nah kejadian ini lah yang menginspirasi Faizal Ali dan dua rekannya Jesse Szynal dan Fausin Mdisa untuk menciptakan Vololights . . . Lampu Rem untuk segala jenis metoda pengereman

460x110_mei2013

vololights#2

Lho bagaimana Bisa Vololights mendeteksi pengereman dengan engine Brake? ternyata otaknya ada di kolaborasi rangkaian elektronik smart yang melibatkan Mikrokontroler/MikroProsesor dan sebuah Akselerometer ldigita 3-aksis (sumbu) . So AKselerometer bekerja sebagai sebuah sensor yang akan mendeteksi setiap penurunan kecepatan, memberikan datanya ke mikroprosesor untuk diolah dan akhirnya mikroprosesor akan menghasilkan sinyal ke Lampu LED dengan indikator 3 kedipan perdetik untuk deselerasi (pengereman) pelan dan 5 kedipan per detik untuk pengereman tiba tiba (panic Braking ) . . . smart ya ?

vololights#1

TMCBlog pikir ini cukup krusial, jika deselerasi dilakukan saat cuaca cerah . . . pengemudi dilbelakang  agak lebih mudah mengantisipasi, namun jika kejadian pas hujan lebat dimana jarak pandang sangat terbatas sepertinya nyala kedip lampu led kendaraan di depan kita sebagai tanda bahwa ia berdeselerasi akan cukup membantu pengemudi dibelakangnya untuk bersiap. . .  Sayang alat ini belum di produksi masal .. . pengembangnya masih mengumpulkan dana untuk produksimasal . .. untuk memperoleh alat ini saat produksi massalnya nanti bro bisa  menebus dengan dana ‘bantuan ‘ sebesar US $ 79 . . . hmmm lumayan inspiratif nih buat para mahasiswa teknik elektronika maupun fisika instrumentasi untuk mengembangkan  alat ini . ..  semoga menginspirasi

Taufik of BuitenZorg

info selanjutnya : Vololights, Kickstarter

43 COMMENTS

  1. Hehheh lumayan,tumben,baru kali ini di blog tmc dapet podium,hehhehe
    Insinyur USA kok namanya kaya orang betawi kang? Hahahha
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

    Guest
  2. Segala bentuk pengereman / penurunan kec, berarti termasuk juga kalo mobil pengemudinya ngantuk trus tiba2 berhenti mendadak karena menabrak. Vololight harus menyala juga tu Kang.

    Guest
  3. persis teknologi stoplamp mobil F1. pake sensor Gforce, dan menggunakan sinyal kedipan LED juga. Btw, bagus juga kalau diterapkan di jalan raya kita. kedipan lampu Led lebih terlihat, tp juga tidak menyilaukan mata.

    Guest
  4. konsep itu mahal harganya, tapi ketika konsep sudah mulai dimengerti umum maka tak lama lagi muncul versi “murahan”..

    *susah-2 berkreasi malah ditiru orang..

    Guest
  5. kalau bikinnya ahli elektro kita juga bisa,cuma idenya yg brilian,diIndonesia para ahlinya ndak kreatif,bukan bodoh.mungkin tingkat persaingan yg masih rendah,itu Roy Suryo kenapa jadi mentri olahraga,jadikan mentri pendidikan supaya iptek jalan,kalau mentri olahraga salah2 bikin robot main bola.

    Guest
  6. harusnya dipasang dimobil juga…kadang suka kesal ada mobil yg transmisi manual mengurangi kecepatan hanya dengan lepas gas + turun gigi(eco driving katanya),walau sudah jaga jarak tetap aja kaget

    Guest
  7. Klw lampu blakangnya silow dibikin clear pengendara di blakang kena silow kok didiemin ya ma polis,pdahal itukan sangat berbahaya 🙂
    Sent from my BlackBerry®
    powered by chapsclabiration903

    Guest
  8. Bener banget gan, saat sedang mengendarai matic selepas lampu merah berasa sekali pelambatan kecepatan kendaraan nonmatic didepan kita yang sedang pindah gear. Jadi sering kita mau nabrak ke daraan di depan kita.

    Guest
  9. Oh, trnyt udh ada yg buat pdhl ide ini jg sering gw pikirin krn berguna jg di jakarta. Seandainya ada investor dan harga bs murah, alat ini bs bnyk yg pake. Kl perlu dibeli atpm trus pasang permanen

    Guest
  10. “…insinyur asal California, Faizal Ali…”

    kok namanya kayak nama2 Indonesia/Malaysia ya? Ada yg bs memberi pnjelasan?

    Guest
  11. Piroan iki yo ?

    http://motoblast.wordpress.com/2013/05/25/yamaha-india-launching-motor-sport-baru-inikah-yang-akan-menghadang-honda-verza/

    Guest
  12. kalo gue sejak dahulu kala biar kata ngerem pake downshift selalu pencet rem bentar, yg penting lampu rem nyala. kalo sekarang di jalanan kayaknya lagi tren lampu rem gak nyala sama sekali. paling sering nemu di mio.

    Guest
  13. Buat kita yang ahli electronic,marilah kita bereksperimen
    Siapkan alat,bahan dan juga peras otak kita,demi kemajuan teknologi.
    Karena kedepannya,semua teknologi akan dikendalikan secara electronic.

    Guest
  14. kira-kira perusahaan motor mana ya yang akan membeli hak paten penemuan tersebut. Mmmmm mantap tu, inovasi baru buat pengereman motor
    http://yudhadepp.blogspot.com/2013/05/honda-zoomer-x-untuk-apa.html?m=1

    Guest
  15. Kalau di Indonesia mending bikin lampu rem yg anti mati sama anti diganti mika bening jauh lebih kepake…..heran kalo liat R2 sama R4 yg lampu remnya mati bisa tetep cuek bebek….dan gak pernah ditangkep juga sama polisi….apa nunggu disondol dari belakang ya?

    Guest
  16. kalo di mtr sport sih gampang(kopling manual).

    switchnya ikut kopling aja.kalo downshift kn pasti ngopling tuh.
    ayo yg org elektro silahkn dikmbngkan,lmyn lah minimal bs dipake d mtr kopling manual.

    salam teknologi.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here