8pertamaxplus1

Bro Sekalian, setelah di Bagian pertama lalu kita talah membahas beberapa alasan non teknis tentang Fenomena penggunaan Pertamax Plus di dunia balap nasional . ..  sekarang kita beranjak ke alasan selanjutnya yang sedikit bersifat teknis . ..  nah di paragraf terakhir artikel bagian pertama ada pertanyaan nanggung dari tmcblog yakni setelah disinyalir lebih sehat bagi manusia dibandingkan Avgas, apakah Pertamax Plus bisa membuat Motor lebih sehat ? Nahhh Ternyata selain merupakan Bahan bakar Beroktan tinggi, Pertamax plus menurut klaim Pertamina memiliki bahan aditive (tambahan) yang dicampurkan/ dilarutkan ke BBM pelat merah ini dengan  3 Fungsi yang sangat bermanfaat bagi mesin yakni :

460x110_mei2013

Fungsi pertama adalah larutan Detergensi, yaitu pembersih mesin bagian dalam (Intake Valve, Fuel Injector dan ruang bakar mesin) dari carbon deposit sehingga mesin menjadi bersih dan terpelihara. Kalo dipikir pikir Fungsi dan cara kerja dari Additive Detergency ini sama persis seperti Injector / Carbon Cleaner Tabung yang di masuk Via Injector.  . . . silahkan flash back dan  simak deh artikel injector cleanernya Yamaha . Bukan Hanya Pertamax Plus yang menggunakan additive in . . . bahkan Pertamax 92 dan juga BBM brand lain (walau tentu dengan formulasi berbeda)  pun juga mengandung additive detergensi ini  . . . So bisa jadi jika  sudah menggunakan BBM Pertamax/ Pertamax Plus, disinyalir akan lebih jarang untuk membersihkan kerak karbon di jeroan mesin menggunakan carbon Cleaner. imho

pertamaxPlus#6

Fungsi Kedua dan ketiga dari Additive yang ditambahkan ke Pertamax Plus adalah Corrotion Inhibitor, yaitu pelindung anti karat pada dinding tangki, saluran bahan bakar dan ruang bakar mesin sehingga mesin menjadi awet dan terlindungi. dan fungsi Demulsifier, yaitu menjaga kemurnian bahan bakar dari campuran air sehingga pembakaran menjadi lebih sempurna . . . .Nahhhhh, sering banget tuh masalah tangki Bocor di Motor, kebanyak sih dikarenakan terendapnya air di dalam Tangki bbm entah karena kualitas bbm nya tercemar air ataupun karena tidak sengaja kemasukan air dari lubang tangki . . . Tangki yang didalamnya ada air besar kemungkinan akan mengoksidasi logam tangki dan menjadi penyebab utama dari tangki bocor . . .

pertamaxPlus#5

Coba deh lihat bagan di atas . . . ada 14 Fuel Properties ( 14 item parameter dari bahan bakar) seperti oktan, detergent, kandungan surfur,A;lkohom, aromatik dan lain lain. Nilai dari ke 14 parameter sangat mempengaruhi dari 8 Parameter Performa dari kendaraan seperti power, akselerasi, emisi, daya tahan mesin dan lain lain . .. Cara bacanya gimana? Misalnya gini  Oktan harus pas sama karakter kompresi mesin. Pertamina misalnya memberi petunjuk bahwa Premium digunakan untuk Kendaraan berkompresi 7,1-9,1 . . . Pertamax untuk yang berkompresi 9,1-10,1, pertamax Plus untuk kendaraan berkompresi 10,1 – 11, 1, pertamax racing yang beroktan min 100 untuk  kendaraan berkompresi di atas 11,1.

pertamaxPlus#1

Kesalahan pemilihan Oktan yang sesuai dengan Kompresi kendaraan (motor) dapat mengakibatkan loyonya performa kendaraan  . . . pembakaran tak terkendali, knocking/nglitik sampai power yang ngedrop. Kandungan Surfur misalnya . . . Jika suatu bbm memiliki nilai surfur ketinggian maka Katalitik Konverter bisa modar. Kebanyakan Zat Gum dan Aromatik bisa membuat banyak kerak karbon (deposit) pada part part jeroan mesinyang tentu juga bisa membuat performa kendaraan jadi loyo.

pertamaxPlus#2

pertamaxPlus#3

Nahhhh Jika kita lihat di dua tabel atas . . . Pertamnax Plus masih memiliki kandungan surfur, gum dan timbal namun memang nilainya cukup kecil.  Bilakita kira itulah penjabaran teknisnya kenapa Pertamax Plus selain membuat lebih sehat pelaku balap juga bisa membuat lebih sehat motor yang digunakan buat balap karena memiliki Additive yang memiliki fungsi pemeliharaan bagian internal mesin . . . oke semoga berguna, salam dari Kota Surabaya

*TMCBlog masih dalam mode AutoPilot so bersabar buat komentar mas bro yang masih nyangkut yaa 😀 . .. punten yaa :mrgreen:

Taufik of BuitenZorg

46 COMMENTS

  1. Kang haji, bagaimana dengan statement ATPM yang menyatakan bahwa motor dengan kompresi tinggi juga aman pakai premium karena timing pengapian sudah di set untuk itu? Jadinya saya rasa jadi serba salah mau isi premium karena sudah terstandarisasi oleh pabrikan namun tidak baik bagi mesin atau isi pertamax yang baik bagi mesin tapi merugikan ibarat mubazir karena timing pembakaran tidak optimal yang imho menyebabkan performa motor beda tipis dengan menggunakan premium

    Guest
  2. Sayangnya pertamax plus belum tersedia di Palangkaraya (padahal ibukota provinsi)… Pertamina masih setengah-setengah untuk bbm non subsidi!

    Guest
  3. Tanya pak haji klo bensin ron 88 dicampur ma ron 95 dengan bagian yg sama(50%-50%) apa akan jadi ron 92..sifat kimianya gmn?

    Guest
  4. dulu pake mx kompresi 10.9 pake pertamax, p+, shell super cocok, pake shell extra perasaan krg cocok, rada panas. bertahan cuma 10rb km pertama 30rb km berikutnya pake premium hehehe.

    harusnya pabrikan dg jelas nulis oktan yg dibutuhkan di deket tangki bensi dg tulisan gede gede, jangan cuma unleaded gasoline doang.

    Guest
  5. ujung ujungnya tetep pada kebijakan pemerintah ttg harga bahan bakar, dulu jaman premium ama pertamax selisih 1000-1500 ge pake pertamax/p+ buat supra gw yg notabene overspek bbnya.

    Guest
  6. Pertamax sama p plus pake acdictiv gituan uda dari jaman dhuli shell pake baru sejak v power

    Sebenernya kualitas bbm made in indonesia nomer 1

    Sayang kalah pamor karena ga seponsorin balap internasional sama ga bagus pelayanan spbunya

    Terbukti hal yg baru bisa di buat shell uda lebih dari bertaun taun pertamax buat

    Orang jepun aje kalo ada oli pertamina pilihnya oli pertamina sayang masi di pasarkan terbatas dan langka

    Guest
  7. memang pertamax atau pertamax plus irit dibanding bbm dengan oktan yang sama tapi lain merek.
    Tapi ada satu imbas yang nggak irit kanker (kantong kering).
    😀

    Guest
  8. Zat Gum dan Aromatik bukannya kentara di oli pertamina sendiri (Enduro racing & enduro)… Trus gimana dunk? Butuh penjelasan lebih lanjut…

    Guest
  9. kalau timing pengapian disetel sedemikian rupa layaknya si wtf dan cibi gimana mas,meski keduanya kompresi terbilang tinggi 11:1 recomended pertamax plus kan?

    Guest
  10. di kota MEDAN sama sekali ga ada pom bensin yang nyediain pertamax plus, apalagi semenjak Petronas bangkrut…
    Bujubuneng, TVS Tormax ane kompresinya 11,3:1 harus pake Pertamax Racing dong! :mrgreen:

    Guest
  11. ada efek negatifnya gak sih kalo pake bbm yang oktannya terlalu tinggi dari yang seharusnya kendaraan itu pake?
    Contoh :
    motor saya Supra X125 FI yang kompresinya 9,0:1 tapi saya kasih V-Power atau yang kurang lebih sama kaya Pertamax Plus yg beroktan 95.
    Kalo normalnya kan kompresi 9,0:1 itu pake Premium.
    Ada efek jangka panjang yang negatif gak?
    Kalo jangka pendeknya sih motor emang lebih ngacir :green:

    Guest
  12. Bila anda merasa anda orang Indonesia, bila anda merasa punya tanggung jawab dalam
    pembangunan negara ini, bila anda merasa anda mencintai tanah air Indonesia. Ketika
    anda punya kemampuan untuk membeli bensin beroktan tinggi maka pilihan anda
    adalah PERTAMAX PLUS PERTAMINA bukan yang lain.

    Guest
  13. Kang bs bandingin dg produk bbm laen gk sprt punya shell, total, petronas, dll. Trus bs kasih rujukan gk, bensin apa yg plg cocok utk stiap jenis motor n cc-nya, maklum awam kang. Makasih yah kang inponya

    Guest
  14. @yudha depp

    saya pilih selain dari pertamina om.
    bukan karena gak cinta cuma ya males aja, cuma sayang masih pake premium. kalo di hapus mw gak mw ya kudu pertamax (naikin kompresi dulu)…

    eh apa? 4 tak DOHC vs 2 tak 110cc kompresi naek + cc naik?
    bye bye DOHC…

    🙂

    Guest
  15. Motor saya karisma x sudah 2 bulan saya kasih pertamax
    Suara mesin jadi halus tidak seperti waktu masih pake premium & tarikan juga jadi enteng. Sayangi motormu

    Guest
  16. REC*303 – Mei 26, 2013
    Kang haji, bagaimana dengan statement ATPM yang menyatakan bahwa motor dengan kompresi tinggi juga aman pakai premium karena timing pengapian sudah di set untuk itu? Jadinya saya rasa jadi serba salah mau isi premium karena sudah terstandarisasi oleh pabrikan namun tidak baik bagi mesin atau isi pertamax yang baik bagi mesin tapi merugikan ibarat mubazir karena timing pembakaran tidak optimal yang imho menyebabkan performa motor beda tipis dengan menggunakan premium

    ================

    sepakat, ini mengandaikan ada sensor yang otomatis mengenali bahan bakar yang dimasukkan sehingga mampu mengatur timing pengapian. padahal setahu saya tidak ada hal demikian di kendaraan injeksi yang murah.

    kalaupun tidak ada sensor otomatis demikian, berarti memang timing pengapian sudah ditetapkan dari pabrikan mengadopsi oktan rendah 88-90 . ini juga aneh.

    Guest
  17. 36. Achmad Sya’roni F – Mei 27, 2013
    kalau dibanding pertamax plus lebih enak pake total performance 95 (berdasarkan feel aja). sekarang ane pake premium aja, selisih harganya ga nahan bro lebih dari 1:2

    ========================

    wah sama kita, entah kenapa enak banget pake Total (kalau saya yang 92).

    Guest
  18. Wah kalau saya, tagki bensin yg semula gak bocor dites pakai premium… tapi jadi bocor setelah pakai pertamax … Kata orang antikarat bagian dalam tangki gak kuat terhadap pertamax…gimana Hayo tanggung jawab…

    Guest
  19. Nanggung amat itu yg ngoplos premium dan pertamax+.

    Daripada gitu mending pakai pertamax aja. Percuma dioplos pertamax+ toh akhir2nya dikasih bensin kotor (pertamax jg tergolong kotor, tp ga sekotor premium).

    Kalo bisa mending Shell atau Total dah.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here