26Juli_banner

MV_F3_00

Bro Sekalian, kalo ditanya Motor apa yang menbuat mbah dukun indobikermags pening nggak bisa tidur adalah ini MV Agusta F3 675 . . . beruntung banget karena kebaikan Moto 8 dan pak Steven Oentoro tmcblog sudah mencoba performa bengisnya di sirkuit sentul. Oke mari kita mulai bagaimana impresi mengendara salah satu motor yang penampilannya sering disejajarkan dengan karya seni ini  . ..

Banner-Gif-uk460x110-Recove

110 x 460

Ergonomi

Sekali naik diatas jok MV Agusta F3  . . . berasa ini kayak bukan motor sport eropa lama yang ergonominya agak sulit karena jarak jangkauan tangan yang jauh. to be honest, Ergonominya hampir hampir mirip seperti Ducati 1199 Panigale Superbike yang udah mirip motor asia banget? seat heightnya 80,5 cm, jinjit balet? pasti . ..  namun karena motornya cukup light untuk ukuran supersport sehingga nggak masalah buat tmcblog . . . perasaan paling signifikan adalah antara jarak tangan dan  jok yang lebih dekat bila kita bandingkan dengan misalnya DUcati 848 Evo . ..  kalo masalah jarak dari tempat duduk ke foot step sih memang racy . . . emang ini motor Racing sih ya h ehe he

handling

MV_F3_14

Untuk habitat Sirkuit Sentul Handling MV Agusta F3 675 jelas lebih manteb bila dibandingkan dengan MV Agusta Brutale 673, selain karena memang Motornya yang light (ringan)  ergonominya yang lebih racy juga dikarenakan pada unit test ride MV Agusta F3 675 yang tmcblog coba beberapa lap ini sudah menggunakan steering damper yang jelas banget signifikan bmembuat handling saat nikung lebih mantebbb dan minus getaran goyang goyang dombret minor seperti misalnya yang akan bro rasakan saat nikung dengan sodara kandungnya Brutale 675.

Karena Ergonominya cukup Asian Rider Friendly, saat nikung pun bro akan bisa lebih percaya diri meng-eksplore tikungan demi tikungan sirkuit. Oh ya satu lagi dengan tambahan Kontrol Traksi ( ride by Wire dan MVICS (Motor & Vehicle Integrated Control System) dimana pengendara dapat memilih 8 tingkat kendali Traksi ( traction Control ) dan 4 maping ECU – plus 1 mapping buatan sendiri) bro juga bisa lebih percaya diri membuat manuver menikung yang sedikit melebihi limit mas bro karena otak komputer akan terus menerus ( dengan model kerja loop feedback) memantau traksi ban dan mencoba memperbaiki keluaran power dan torsi saat traksi ban dirasakan mulai berbahaya . . . asal jangan putus aja kabel kendali traksinya ya, soale bisa hi side kayak Pedrosa akhir pekan kemaren :mrgreen:

Performa

Naik ke atas Seat, nyamain motor . . . langsung terdengar suara khas kemrosak nggak keruan dari mesin inline 3 silindernya . . . suaranya nggak semerdu Motor 4 silinder, namuan nggak juga seperti suara stereo motor motor dua silinder . ..  kalo boleh dibilang kemrosak nya khas banget, sehingga saat mendengar dari suaranya saja, udah tahu itu motor MV agusta 3 silinder . . .pokoke out of the box deh suara seksi kemrosaknya 😀 . . .kemrosak yang membuat kita pengen ngebetot gas motor ini lebih dalam dan melejit lebih cepat . . .nggak percaya, dengerin aja deh sendiri dan buktikan tulisan saya 🙂

Motor ini basis kubikasi mesinnya sama pleq dengan Brutale 675, namun keluaran performanya beda  Jika di  Brutale 675 power (crank) hanya  hanya 113 hp @12.500 rpm maka F3 max power ( di crank) bisa sampai 128 hp  dan power (di ban belakang) 118 hp @ 14.500 rpm dengan torsi badak maksimum F3 sebesar 52 ft-lbs (71 Nm) @ 10,600 rpm   . . . perbedaan ini selain setingan juga dikarenakan dikarenakan penggunaan Trotel Body ( 50mm throttle body ) yang berukuran 3 mm lebih besar dari Throtel body Brutale 675 . .. so gerojokan bbm jauh lebih besar, power lebih gede . . . logiiis

topspeed

Motor ini sebenarnya bisa digeber sampai kecepatan maksimum 158 mph  . ..  itu buat pembalap sejati, kalo tmcblog? yahhhh cukup 227 km/jam maksimum di straight Sirkuit sentul mas bro ( test Brutale 675 tmcblog cuma berani 203 km/jam) . . . itu aja hati dah nggak keruan, inget anak istri tercinta di rumah . . . gak bakat jadi pembalap ini mah wakakakak . . . akselerasi 0-100 km/jam sekitar 4 detik-an mas bro, lumayan bangeet cepetnya ini mah 😀

Pengereman

Jujur, selama di sirkuit tmcblog | motoupdate nggak pernah sedikitpun menyentuh /menggunakan rem belakang he he he, full 100% rem depan double disk dengan spek Kaliper Radial 4 piston brembo dan jenis folating disc lebar 320 mm merk brembo dengan master rem Nissin berjenis Radial . . . kayakapa performa remnya? yaaa secara kuantitatif susah juga nih . . . pokoke  bisa mengurangi kecepatan dari 227 km/jam saat straight dengan sangat safety merupakan salah satu buktinya mas bro h ehe he . .. oke sekian dulu mas bro testimoni test ride MV Agusta F3 675 . . . Cekidot Videonya mas bro . . . semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

82 COMMENTS

  1. muantepppp bener,, denger suaranya kaya di moto gp pas “on board camera..” apalagi pas bejek gas nadanya naik turun gasnya juga sama,hee
    itu suara knalpot kaya gitu gk pake slincer kang ? apa slincernya ngumpet ??

    Guest
  2. beghhhhh,, tambah ganteng kalo pake neh motor,, haha..
    keren mas,, seandai nya bisa nyobain gmn rasa nya,, ckkc..
    sayang nya cm bisa baca tulisan nya doang..

    Guest
  3. fans moto gp pada Oktober 3, 2013 pada 8:49 am Pngen dnger suaranya yg drang drung drang
    drung ga karuan,, sangar nih,, ,, ,,
    ==================
    Suka dengan suara knalpot multi silinder yang menggelegar? Kalo punya android , coba instal XLR8 cari di playstore.
    Aplikasi berbasis accelerometer dan gps, irama knalpot senada dengan akselerasi kendaraan.

    Guest
  4. Ane kasih rating 1 bintang karena:
    – durasi videonya kurang panjang
    – kameranya menghadap ke bawah
    – suara mesinnya gak kedengeran, tertutup suara angin
    – gak late braking
    – nikungnya gak rebahan

    wkwkwkwkwk
    peace 😀

    Guest
  5. @9. Cakra Khrisna
    dibawa sih, cuma itu siang panas banget, jadi prever pakei mesh h ehe he

    @20. jaelan..
    kan udah Panigale 1199, yang 899 belom nih 🙂

    @25. Go Jay
    siyaaapppp

    @26. In
    kayaknya sama sama enak mas bro 🙂

    @28. axel
    bwakakakak

    @31. ipanase
    kemrosak ducati kan karena dry cluth
    nah ini emang karen suara dari cranknya

    @33. woko
    227 tepatnya 😀

    @35. morello
    harga motornya juga lebih garang

    @37. Aragani
    he he he evo juga pernah sayah coba

    @38. tukang komen
    bwakakakak, masih syukur nih ada yang ngeratin

    @39. Kobayogas
    kan ketutup windscreen, amaan

    Administrator
  6. waduh motor kencang sekencang harga n perawata nya….jd wajarlah pngunjung warung jarang deh uji nyali kyk gini, kcepatan datas 200km/j dtinggal kdip dah cornering jd mmbutuhkan feeling tinggi n mata elang bro…

    Guest
  7. @48. komunitashondamegaprokebumen
    pengeremannya yaaa, ngerem dengan menetapkan dulu titik pengereman lalu tekan sekuatnya dengan feeling rem depan sampai kecepatan turun dititik tertentu yang menurut kita safe untuk nikung di R1

    @50. dhola
    maap kelupaan

    @54. Go Jay –
    masih ada tuh werpak kuningnya siipp

    @60. mocil
    Z800 belum nyobain sebanter ini

    @62. Hadii
    minjem ke moto8 bro 🙂

    Administrator
  8. dibanding dengan motor cc 250 kebawah mang moge gini bahaya bgt ya rem belakangnya? kl lg jalan 200 injek 1/3 msh aman kan?

    Guest
  9. F3 ngga enak, aneh throttlenya. Mungkin gara2 teknologi ride by wirenya atau bbrp review bilang kalau emang mapping mv harus diperbaiki. Soal suara, 3 silinder suaranya tdk seperti mv wak. Suara “kemrosak” mv hanya ciri khas mereka. Cb bandingkan dgn 3 silinder lain

    Guest
  10. Normally I do not read article on blogs, but
    I would like to say that this write-up very forced me to try and do so!
    Your writing taste has been surprised me. Thanks,
    quite nice article.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here