jump to navigation

Mengapa Downshift Menjadi Begitu Penting DI MotoGP 2014 ? February 12, 2014

Posted by Taufik in : Honda, motogp, yamaha , trackback

460x110-okfeb

uk460x110_dec13_2

SSG

Bro sekalian, Masih Inget dong mengenai Artikel Sophiticate Seamless gearbox nya Yamaha YZR M1 untuk 2014 ini. Di artikel tersebut tmcblog mengangkat hasil interview TMCBlog terhadap Opini Seorang Jurnalis Permanen MotoGP David Emmet dari Motomatter Tentang Seamless GearBox Yamaha M1 Untuk Musim 2014 ini? Yap Silahkan Simak Video Youtube wawancara belepotan TMCBlog dengan David Emmet di Bawah . .  Namun yang terpenting adalah . ..  Perkemarin akhirnya Via Artikel Motomatters yang sangat menarik, David menjelaskan secara panjang lebar dan mendalam mengenai Sistem ini dengan sudut Pandang Yang lebih Luas lagi dan Bahkan Multi Brand  . . .  tmcblog mencoba untuk membuat kesimpulan dari artikel tersebut dan membuat Garis bawah Tema besar yakni : Mengapa Downshift Menjadi Begitu Penting DI MotoGP 2014  ? . . . Cekidot . . .

440-x-100-revfeb2

banner-460feb14

link ponsel

Jadi Gini, Seperti Juga Jurnalis diseluruh dunia yang memiliki Passion sangat kuat dengan Dunia yang digelutinya, Motomatters sangat tertarik untuk mengetahui apa sebenarnya Update dari Masing amsing mesin baik Yamaha, Honda, maupun Ducati . . . namun tentu Bertanya kepada mekanik atau internal Tim . . . Tentu mustahil dengan alasan Top Secret karena mayoritas MotoGP adalah ujung dari segala kepentingan riset yang punya tingkat security yang tinggi . . . yah paling paling awaban Pabrikan akan umum seta datar . . . Yahhh misalnya Pemilihan kata ” sophiticate gearbox ” itu salah satu contohnya .. .  Oleh karena itu David pergi ke R3 dan R4 dari sirkuit Sepang kemarin

Sepang_map

Di ujung R4 setelah straight kecil . . . Biasanya Motor akan ngerem dan melakukan Downshif (menurunkan gear) . . .  dan Ia melihat Motor RCV dari Pedrosa dan Marquez sangat stabil di tikunan ini. Suara pengereman dan Downshif nya sangat lah beda dengan Downshift Motor sport 1000 cc Biasa . . . RCV sangat lembut dan cenderung Kontinu, tanpa ada dentuman dentuman Kick Back Knalpot seperti yang biasa teknik Blipping lakukan saat menurunkan gear menuju suatu tikungan . .. sampai sampai ia berkata ” the Hondas of Marquez and Pedrosa sounded more like a big scooter with a constantly variable transmission than a racing four stroke with six separate gears. ” . . . mungkin boleh dibilang . . . udah kayak TMax kali yaa

sakura_M1

Yap Kalo Boleh dibandingkan dengan 3 Tim lain . . . Honda Aspar dan Yamaha Tech 3 adalah Motor yang belum menggunakan Seamlessgearbox . .  Itu saat ngerem dan downshift menjelang R4 menurut david masing sangat terdengar dentuman dentuman ala  downshift . . . sedangkan M1 Yamaha Factory Racing terlihat paling mendekati cara downshift nya RCV walaupun tidak se-smooth RCV nya Marquez dan Pedrosa. . . . walaupun tentu ada variable lain mengenai upgrade motor 2014, secara kita lihat hasil test Pedrosa yang nggak telalu heboh di sepang 1 kemarin :mrgreen:

sumber foto : scott jones

Yap Kenapa Downshift yang sempurna tanpa Dentuman sangat penting di MotoGP 2014? analisa singkatnya ada di Management dari Konsumsi Bahan Bakar . . . Yap dentuman yang bisa secara jelas dilihat saat malam hari seperti pada Balapan GP Losail Qatar biasanya disertai dengan semburan Blue Flame dari ujung Muffler yang dapat dianalisa sebagi sebuah upaya pembakaran bbm yang sia sia . . . nah Jika nggak ada dentuman ini . . tidak terlihat adanya Blue Flame ini . . . dapat di analisa bahwa ada faktor pengiritan Bahan bakar terjadi di sini . . . Yap Saat Photografer MotoGP terkenal Scoot Jones ditanyai mengenai adakah Hasil jepretan semburan Blue Flame dari ujung Moncong Mufler Motor RVC honda mulai Tahun lalu . ..  Jawaban Scoot adalah . . . Dia nggak pernah dapet fenomena itu terjadi di Motor RCV Repsol Honda dalam hasil jerpretan kameranya di GP Qatar 2013 lalu . . . artinya . . . Mulai 2013 RCV disinyalir sudah memanage dengan baik potensi pembakaran bbm yang percuma ini via management Downshift gear . . .Yap HRC disinyalir selangkah lebih maju soal seamless/ clutchless downshif gear ini

Yap apalagi di 2014 ini dimana untuk team Factory Class ( bro bisa lihat paparan perbedaannya dengan Openclass di artikel kemarin) . . . Kenyataannya mereka semakin diperketat dalam hal penggunaan Bahan bakar . . . bbm di potong penggunaannya sebanyak 1 liter dari 21 liter ke hanya 20 liter doang . . . Tentu semua hal akan diperhatikan, pembakaran bbm pada pembukaan trotel, akselerasi dan juga tentu sangat logis kalo mereka semua juga memperhatikan penghamburan bbm secara sia sia saat downshift

Pertanyaannya . . . Bagaimana kira kira hal itu bisa terjadi? David menjelaskan bahwa bahwa di Gearbox Honda yang berharga 60 ribu Euro ada sebuah Sensor Torsi yang mengukur torsi dari Output shaft . . . Sensor ini akan memberikan informasi jika ada torsi berlebihan disalurkan ke Ban belakang ke ECU Magneti Marelli . . . sehingga Via software ECU yang dikembangkan sendiri oleh pihak tim ( Factory Class) secara kompleks bin ruwet akan dihasilkan pembakaran dan engine Brake yang smooth . . . tak ada dentuman down shift yang membuat ban belakang skid dan slide sehingga kehilangan Traksi dan tidak ada semburan blue flame akibat pembakaran bbm yang sia sia.

Dengan Kombinasi elektronik ini   . . Pembalap sampai sampai boleh dibilang sekarang hanya dituntut konsentrasi pada hal pengereman dan handlingnya saja . . . dan bahkan disinyalir timing downshift sepertinya hampir tidak perlu lagi dipikirkan lagi oleh mereka . . . mereka tinggal congkel aja tuas gear ke atas secara berurutan (motogp biasanya menganut reverse gear shift). . . dan biarkan elektronik yang bekerja mengamankan mereka plus sekarang ketambahan bisa lebih irit pemakaian bbmnya  . . . sadizzz yaa . . . silahkan tanya deh sama yang sudah pake motor sport dan downshift menjelang tikungan . . . betapa timing downshift sangat dibutuhkan  .. . . dan boleh dibilang kadang jadi skill andalan heheheheh . . .

nah sekian deh kesimpulan tmcblog setelah membaca tulisan bernas David emmet . . .  patut digaris bawahi koridor dari analisa ini baru terbatas dan sempit ke analisa downshift saja, dipastikan ada banyak variabel lain selain downshift. . . cuma memang di artikel ini kita hanya fokus di hal ini . . . silahkan dikunyah kunyah dikomentari dan semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

Sumber reverensi : motomatters

Comments»

1. aripitstop - February 12, 2014
shawshank - February 12, 2014

wak haji ….pantengin terus SENTUL ! ada keajaiban sedang terjadi disana….. ! wkwkwkwk

hulssay - February 12, 2014
monkeymotoblog - February 12, 2014
tholelol - February 12, 2014

Honda mmg is Number One, selalu terdepan dlm hal teknologi balap, yg lain ngekor aja

tuxlin - February 12, 2014
2. aripitstop - February 12, 2014

mumet

Mas Sayur - February 12, 2014

sampe segitu detilnya ya , kang :-)

http://bakulkangkungjpr1.com/2014/02/11/s-o-s/

extenderjilq.com - February 12, 2014

sangat canggih…

rumit

3. warungasep - February 12, 2014
4. aripitstop - February 12, 2014

sepertinya thn ni rcv jauh lbh unggul dibanding m1

5. 46sukses.com - February 12, 2014

Hahaha..hadir..

6. jorge - February 12, 2014

5 besar

7. aripitstop - February 12, 2014

ckckcck canggih yo… seandainya dipasang di motor global…irit bbm

8. motor batangan - February 12, 2014

Kang, di artikel bbrp hari lalu Kang Taufik bilang M1 ga butuh kopling lg utk downshift krn ga akan kedengeran lagi gerung mesin di ujung straight. Itu utk gigi 2 ke 1 saja atau semua sejak 6 sampai 1? Kalo utk semua gigi berarti kopling jd ga perlu donk? Aneh. Kan motogp upshift udah clutchless.

Taufik - February 12, 2014

jdi gini . . . diartikel yang lalu ya . . .
http://tmcblog.com/2014/02/06/yamaha-yzr-m1-2014-with-more-sophisticated-seamless-gearbox/
M1 yang baru 2014 menurut motomatters :

Perpindahan Naik gear 1 ke 2 tidaklah seamless . .. plus tahun 2014 ini Yamaha Factory Racing mengaplikasikan Clutchless Down Shift . . . yang artinya rider dapat menurunkan gear tanpa harus menekan tuas kopling . . . So saat melakukan deselerasi misalkan di ujung stright bro bisa saja nggak akan mendengarkan gerungan khas down shift dari 6->5->4->3->2->1

motor batangan - February 12, 2014

Nah, poin saya sekarang di clutchless downshiftnya itu. Kalo bisa downshift tanpa tekan tuas kopling, tuas kopling selayaknya motor laki manual jadi mubazir donk. Krn upshift memang sudah lama kan motor gp ga perlu tekan tuas kopling, sekarang ditambah nurunin gigi pun ga usah tekan tuas kopling. Hmm persisnya jadi kaya bebek kali ya? Bisa naik turun gigi tanpa tekan tuas kopling di grip setang kiri. Cmiiw.

Diskusi menarik :D

bikerlover250 - February 12, 2014

wah kurang seru kalau tidak terdengar lagi

budi - February 12, 2014

Di motor laki umum (ane nyoba thunder 125, tiger 2000, cbr250, & nvl) bisa kok clutchless. Masalahnya:
1. upshift : kalau rpm kurang tinggi (biasanya <6000) motor bakal loncat. Oia, kalau ada yang mau coba clutchless-upshift, sebaiknya mulai gear 3 (naik gear 4)
2. downshift : kalau rpm kurang tinggi, motor seperti hard break. Extremely not recommended.

(bagi yang mau coba, kemungkinan resiko : komponen mesin rompal, rantai putus, motor tak terkontrol, hingga kecelakaan, dsb. ane tidak bertanggung jawab)

Mungkin perbedaan di motor prototype : tanpa jeda. Di motor umum, kalo ane pake clutchless, jedanya lumayan, Mirip motor bebek lah. Akibatnya terjadi power loss.
Imho, karena itulah motor sport dilengkapi kopling, untuk menghilangkan efek power loss saat pindah gear.
Melihat motogp sekarang, mungkin di masa depan, arah motorsport bakal seperti bebek (semi-manual clutch) tapi tanpa jeda. Tanpa kopling dan tanpa power loss.
cmiiw

dion - February 12, 2014

Logisnya tuas kopling masih perlu di saat: start dorong setelah jatuh, start awal dengan bantuan mesin putar roda belakang, dan utamanya start awal di belakang garis start, CMIIW.

motor batangan - February 12, 2014

@budi

Ya, gue tau itu, kalo di motor produksi massal harian memang bisa tapi resiko jeroan mesin berantakan. Tapi poin gue sekarang adalah dengan adanya teknologi di artikel ini apakah penggunaan tuas kopling masih diperlukan atau ga? Kalo ga ya sama aja kaya bawa bebek donk, naik turun gigi tanpa tarik tuas kopling. Right?

@dion

Nice, point taken.

wah - February 12, 2014

tuas masih perlu,contoh saat start masuk gigi satu,motor belum jalan.up shift sudah banyak diIndonesia broo,contoh cbr25 ART,mesin evo 8 faisal ali,,,,,,,,dll,dibengkel ada tuh estilo kelas 12 dtk pake dogbox,,,jd gak usah lagi injek kopling,,,hehe contoh aja
kalo downshift kemungkinan masih tekan tuas,buat minimalisir eng break,,,,kalo tanpa tekan tuas bisa dibarengi dng memutus pengapian sesaat atau memutus arus keinjektor,,nah parameternya2 ada di ecu dan perangkat elektronik manajemen mesin,,,,,inilah yg bikin honda keberatan aturan one ecu

9. udinsastro - February 12, 2014

Penting utk percepatan

10. udinsastro - February 12, 2014

Semakin lancar downshift akan membuat mudah pembalap mengontrol motor di tikungan

Taufik - February 12, 2014

itu salah satu pointnya . . . right

11. cah ndeso - February 12, 2014

ruwet…

12. motor batangan - February 12, 2014

Ajib, artikel ilmi gini yg kudu ditambah!

Kang, maksudnya dentuman pas downshift di R4 itu adalah gerungan mesin yang biasa terjadi pada motor normal lain juga saat mesin downshift dan kecepatan piston akan mengimbangi kecepatan gearbox ya? Piston lg kerja normal, lalu gear diturunkan yang kecepatan radius putarnya lebih lambat dari gigi sebelumnya yang lebih cepat. Jd yg terjadi adalah mesin menggerung dan laju terasa tertahan krn engine break, gitu?

Bukannya slippery clutch yg lazim di motor balap sudah meminimalisir hal itu? Atau slippery clutch hanya meminimalisir rasa tertahan lajunya ke ban saja tanpa menghilangkan gerung tadi?

Thanks banget artikelnya berkelas Kang, nambah ilmu level gp. Next time bahas timing downshifting saat di tikungan race donk, kaya di bagian akhir artikel diatas, kenapa penting dan caranya jd skill andalan terutama :D

Taufik - February 12, 2014

yes betul dentuman itu maksute, saya belom mendapat kosa kata yang pas jadi pake itu dentuman

budi - February 12, 2014

Maksudnya dentuman, mungkin mirip efek yang timbul akibat miss-firing system/antilag sytem (korban Initial D). Di knalpot terlihat kilatan-kilatan api biru, yang konon akibat pembakaran bbm yang terbuang. Dentuman tercipta akibat pembakaran pendek-pendek tersebut. Imho, suaranya seperti senapan mesin. Jadi bukan gerungan mesin, tapi suara ledakan pembakaran di knalpot.
Karena akibat pembakaran bbm di knalpot, semua mesin berbahan bakar fosil bisa mengalami, dengan syarat pembakaran bbm nya tidak sempurna. Contoh paling gampang ditemui suara “nembak” knalpot matic. Kalau mau lebih terdengar, pasang knalpot freeflow/tanpa db killer di motor om-om sekalian.
Perbedaannya : suara nembak di motor atau mobil standar tidak diinginkan, karena memang tanda bahwa mesin tidak efisien membakar bbm. Sedangkan pada miss firing sytem/antilag system, suara tersebut/proses pembakaran di knalpot tersebut memang disengaja.
Balik ke motogp, constructor menginginkan antilag sytem tanpa adanya pembakaran yang terbuang. Karena itu diciptakan slippery clutch, seamless gearbox, dkk. (menurut ane, slippery clutch dan seamless gearbox itu sama, sama-sama bertujuan menghilangkan jeda saat pindah gear)
Mungkin, imho, seamless gearbox Honda sudah menghilangkan efek miss firing tersebut, sedangkan slippery clutch belum.
Karena itu, imho, ke depannya, motorsport bakal dibuat seperti bebek namun menghilangkan lag/power loss.

budi - February 12, 2014

lho nama ane ad yg make nihh…
waahh parah neehhh..
wak haji nama ane di pake …

13. gajah vs burit - February 12, 2014

hampir kaya metik…metikkan ga downshift klo di tikungan…cuma butuh rem depan blakang doang….

k14 - February 12, 2014

dimatic gak downsift tp msh ada enginebreak makanya ane sering komeng diblog2 biar pabrik pasang kopling bantu mirip2 di f1zr gen 1 sering dibilang kopling banci biar lebih halus ditikungan dan jalan rusak n lebih hemat bbm

14. 46sukses.com - February 12, 2014

Hmmm Mumet!

15. udinsastro - February 12, 2014

baru tahu kalo itu juga berguna buat keiritan bahan bakar. keren mas nuwun ilmunya.
sering lihat orang yg suka ngebut di jalan seringkali bleyer bleyer Gas, ini sih malah buang-buang bbm ya jeje

Taufik - February 12, 2014

itu pasti, buang buang bbm yang perliter sudah 6.500 itu :D

16. motor batangan - February 12, 2014

Btw afaik api yg keluar dr knalpot motor balap gp saat race, selain terbuang saat downshift kaya ditulis diatas, bisa juga krn missfire, bbm yg memang ga dibakar mesin utk tujuan kontrol traksi. Jadi biar roda belakang ga kelebihan muternya lalu terjadi high side, bensin sengaja ga dibakar, setelah dipantau ecu sesuai kondisi, agar ga ada tambahan putaran tenaga mesin ke roda belakang. Jadi traksi tetap terjaga. Cmiiw.

Taufik - February 12, 2014

thks tambahannya bro

17. denz - February 12, 2014

Nah itu jg justru bikin greget balapnya hilang. Beda kyk zaman 2 tak dulu atau pas awal pindah ke 4 tak.

motor batangan - February 12, 2014

Betul, makanya Rossi selalu koar koar utk hilangkan elektronika besar besaran. But anyway, technology goes on. Regulasi Dorna juga berperan mengarahkan pengembangan kan. Kaya seamless gearbox yg irit bbm punya RCV ini mungkin ga akan ada kalo bbm motor favtory ga dicekek.

Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - February 12, 2014

2 tak vs 4 tak itu seru. top speed nya RCV211VF sendiri 11-12 dengan NSR 500. cuma ya itu…

para fanboy DOHC mengagungkan DOHC MotoGP yang sekarang bukan 14 tahun yang lalu…

CMIIW

18. dexter - February 12, 2014

Artikel yg bermanfaat…

19. subaru - February 12, 2014

makin canggih tapi makin robotic balapannya..ndak lagi 70% mengandalkan skill..sekarang mungkin udah 50-50 kasarnya

20. dred - February 12, 2014

pusing ngunyah-ngunyahnya..wak..cuma ketangkep rcv selangkah lebih maju…

21. MotoGP - February 12, 2014

wes ra sabar bang liat motogp 2014 koyo piye, seru pokok e persaingannya

22. kura kura ninja - February 12, 2014

Gear box 60 000 euro…buseeett bisa beli mobil mewahhh… lah ahm sini baru bikin cb150r ngaku2 motornya ky motogp…apanya motogp dr motornya??

k14 - February 12, 2014

yg sama merknya om, ama tutup pentil kayaknya, wkwkwk wk yg pasti beda tu2p tankinya

76 - February 12, 2014

yang ngaku-ngaku siapa ya?????

tourer - February 12, 2014

minimal kan ad spec nya CB yg jg diaplikasikan di motogp bro…
dohc> pernah dipake di motogp, skg udah pake pneumatic.
ovebore>motogp jg pake overbore.
unit pro link suspension>jg dipake di rcv
6speed>smua motor fi motogp jg 6speed

imho justru yg aneh itu yimm pake slogan techno motogp utk vixi…

Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - February 12, 2014

@tourer

lho? kok Ninja 2 tak di sebutnya jadul? padahal lebih kencang dari pada DOHC keturunan MotoGP lho…

:lol:

subaru - February 12, 2014

prolink suspension rcv sama ama cb? ngimpi…swing armnya aja model kebali, yang pasti link2nya ga bakalan sama ama konvensional prolink. kalo cuman nempel nama iya bisa aja

wah - February 12, 2014

sistem prolinknya sama broo,cuma beda bentuk

23. k14 - February 12, 2014

irit ban jg wak haji kan gak gampang sliding pas nikung

Taufik - February 12, 2014

betul banget

24. belalangmerah - February 12, 2014
25. hendiemansuherman - February 12, 2014

teknologi tingkat provinsi

26. RPMspeed - February 12, 2014
27. fans moto gp - February 12, 2014

Dan hal ini membuat balapan jadi kurang seru dan makin membosankan,,
mantap kupasanx wak, ditunggu kupasan berikutx,,
nyam nyam nyam

28. N.N. Shtuchkin - February 12, 2014

oow dari honda toh…

29. k14 - February 12, 2014

seharusnya teknologi spti ini yg dibawa ke motor masal, liat matic hampir gak ada tipe matic yg gak hobi ndlosor termasuk wtf cbs yg sistem remnya unggul dibanding yg lain, kpn ya kontrol traksi ma rem abs dipasang di matic 10jtan? Demi keamanan

Taufik - February 12, 2014

masih mahal bro, 60 ribu euro . . . dikali 16 ribu rupiah coba deh . . .mungkin iya di belasan/puluhan tahun kedepan :D

k14 - February 12, 2014

harga sgt kan buat prototype wak kalo dah produk masal dah lain ceritanya, lgan inikan menyangkut keamanan berkendara, mungkin gak langsung kelas lowend,

Taufik - February 12, 2014

yap betul butuh riset lagi biar harganya bisa ditekan

30. enoanderson - February 12, 2014

RC213V nya bang pedro & si markes Itu emang motor gila…. ckckck

http://enoanderson.wordpress.com/2014/02/12/yamaha-tzm-150-perpaduan-eksotisme-kebengisan/

31. ilmu pengetahuan umum - February 12, 2014

Saya kira tu lampu blkng yg warna biru,,taux knalpot!

32. lexyleksono - February 12, 2014

Mantaap.., ya namanya utk balapan tingkat dewa semua haruslah sempurna. Kalau motor masal downshift biasanya terasa banget hentakannya dan dibarengi deru mesin yg keras..

http://lexyleksono.com/2014/02/12/photography-dragonfly-8-play-with-macro/

Roy (X-Road Wannabe - Trellis Edition) - February 12, 2014

justru disitu seru nya….

33. bikerlover250 - February 12, 2014

berarti sama kaya motor bebek dong kang haji…

34. sam joas - February 12, 2014

Sepertinya hrc dpt limpahan tehnologi f1 saat h*nda ikut dulu. Berhubung udah kaga ikut,ya diwariskan ke motornya

Taufik - February 12, 2014

ikut lagikatanya bro . . . maklum lah shuhei kan bekas FI :D

marzuqi.d - February 12, 2014

Honda dipastikan ikut F1 lagi tahun 2015 sebagai penyuplai mesin Team McLaren, saat ini McLaren memakai mesin mercedes dimana kontraknya akan berakhir 2014, mulai 2015 akan memakai mesin honda. CLBK wak haji Team McLaren Honda

35. Mercon C - February 12, 2014

kayaknya suatu saat teknologi yang terlalu canggih bisa membunuh motogp secara perlahan

36. Wahyu Junaedi - February 12, 2014

wahh.. baru ngerti saya.. selama ini saya berpikir kalo knalpot ngeluarin api itu keren.. ternyata itu malah gak bagus ya..

37. warungasep - February 12, 2014
38. dave - February 12, 2014

canggih banget emang,,
tapi kalo di liat lagi jadi ga seru balapan nya,,
lama2 ga perlu pake pembalap,,
semua nya pake elektronik n mesin,,
jadi skill pembalap makin ga penting,, imho..
cara satu2nya, y buat motor yg bener2 standar,,
suru pada balapan dari masing2 factory,,
baru keliatan tuh jago nya siapa dalam menaklukan motor,,
atw misal nya dibuat semua motor sama persis,,
terus semua rider disuru balapan pake motor itu,,
baru tuh keliatan skill nya,,
kalo ky gini c,, jago2an skill yg bikin motor canggih aja,,
bukan skill rider yg dipertontonkan..

budi - February 12, 2014

Niatnya kan memang bukan menonjolkan pembalapnya, tapi motor/mobilnya. Beda dengan pembibitan, yang ingin menonjolkan pembalapnya.

samidun - February 12, 2014

kok balapan motornya sama persis pye to bro?
itu mo seleksi pebalap atau apa?….. wah aneh2 aja sampean :lol:

39. orong-orong - February 12, 2014

biar gak mau downshift pakai matic aja. pasti seru wkwkwk
http://sarikurnia980.wordpress.com/2014/02/12/spakbor-unik/

40. culun - February 12, 2014

jadi siapa yang smakin di depan nih:-D?

k14 - February 12, 2014

wajarlah dana hrc melimpah blm lagi kebanyakan regulasi dorna berdasarkan proposal hrc, gp msh 2 tak ja hrc dah riset yg 4 tak duluan

41. paman sam - February 12, 2014

Dengan Kombinasi elektronik ini . . Pembalap sampai sampai boleh dibilang
sekarang hanya dituntut konsentrasi
pada hal pengereman dan handlingnya
saja . . . dan bahkan disinyalir timing downshift sepertinya hampir tidak perlu lagi dipikirkan lagi oleh mereka . . . mereka tinggal congkel aja tuas gear ke atas secara berurutan
(motogp biasanya menganut reverse
gear shift). . . dan biarkan elektronik
yang bekerja mengamankan mereka
plus sekarang ketambahan bisa lebih
irit pemakaian bbmnya#
perkembangan tekhnologi smakin canggih..rider pun dimanjakan dgn seabrek fitur dan kcanggihan tekhnolgi di motoGP.tpi dbalik yg serba milenium itu,ada jg sisi lemahnya.dimna skil dan fill ridernya bisa dbilang hanya dibutuhkan bbrapa porsen aja.krna slebihnya dah ada yg kontrol.jlas beda dgn era 2T.dmna skil dan fil rider sngat berperan besar dan bert100% arung dgn mengandalkan kmampuan fisik dan otak mreka :D
Smakin canggih mnurut saya dah kurang asyik motoGPnya.smua srba dkontrol ma tekhnologi motornya heeee… Maaf wak haji blepotan komennya :D

Taufik - February 12, 2014

ya githu deh . . . antara entertainment dan perkembangan teknologi jdinya benturan

42. kemalkautsar - February 12, 2014

motor motogp transmisinya synchronized apa unsynchronized kang taufik?

Taufik - February 12, 2014

belum bisa jawab . . . ada yang mau bantu saya jawab? . . . kalo nggak salah ada hub sama suara jeglek yah kalo ditekan tuas gear?

kemalkautsar - February 12, 2014

@Kang taufik kalo kebanyakan motor sih pake unsychronized transmission kalo ga salah, jadi kalo misalnya masih rev tinggi dipaksa downshift jadinya roda belakang semacam ngunci gitu CMIIW

(sering saya praktekin pas pake supra dulu hehehe :D)

Taufik - February 12, 2014

Makasih mas bro penjelasannya

43. st3v4nt - February 12, 2014

Motor balap saja makin mengaburkan batas matik-manual jadi hampir automatic manual transmission…tapi disini masih ada yg koar2 soal motor laki harus manual hehehehe sangat tidak paham teknologi modern…

44. deja'vu|SNO - February 12, 2014

Mamtab wak haji…
Tambah pengetahuan buat ane penggemar motoGP.., so kita tidak hanya tau Ridernya z tapi paham juga teknologi yg dipakai pada motor-motor keren itu…

Matur nuwun wak haji…
Izin share di grup fb
http://lorenzistas-indonesia.blogspot.com/

Taufik - February 12, 2014

sama sama bro, silahkan

45. besipacuan - February 12, 2014

Keren dah indepth reportnya wak haji ni :)

Taufik - February 12, 2014

makasih bro . . . semua ini inspirasinya adalah pengunjung blog yang selalu pengen naik levelnya

46. il - February 12, 2014

artikel ttg motoGP dr kmrn keren bgt2 .. nambah pengetahuan..

thanks wak,.

Taufik - February 12, 2014

sama sama bro

47. ᅫᅫᅫTORRESᅫᅫᅫ - February 12, 2014

Balap matic sport hehehehe hadeuu ga ada gaya ngesot lage

48. il - February 12, 2014

klo Dorna jd nyeragamin ECU bnr jg alasan Honda buat mundur..
ngerealisasiin ide n inovasi itu ada harganya..
d satu sisi kasian jg pabrikan laen yg ngga pnya sumber daya ngga sebesar Honda.. jd makin susah bersaing..

Taufik - February 12, 2014

Makanya itu jalan tengah adalah ecu seragam tapi softwarenya di develop oleh masing2 tim yg pilih opsi factory class

Dide Irvin - February 12, 2014

Honda bakal keluar dari MotoGP pada tahun 2017, kalau penyelenggara menetapkan penyamaan software ECU di MotoGP. Alasannya cukup jelas, yaitu penyelenggara mengebiri pengembangan yang dilakukan manufaktur. “Lalu apa lagi tujuan manufaktur ikut di balap motor prototipe?” kilah Shuhei Nakamoto, Vice President Honda Racing Corporation (HRC) dalam salah satu pernyataannya.

Tapi percayalah, sesungguhnya ini menjadi bagian pernyataan yang cukup menyedihkan sekaligus memalukan. Lantaran manufaktur sebesar Honda menganggap hal itu mematikan kreatifitas mereka dalam pengembangan motor. Sementara manufaktur lain seperti Yamaha dan Ducati di MotoGP, sejauh ini belum ambil keputusan apapun tentang itu.

Harusnya ini menjadi tantangan tersendiri bagi tim manufaktur di MotoGP. Sebab penyeragaman beberapa item, malah menuntut kreatifitas lebih agar tetap kompetitif. Toh di ajang balap Formula 1 juga banyak penyeragaman. Termasuk sistem ECU dan softwarenya. Jika memang tidak menarik karena adanya penyeragaman, lalu mengapa Honda mau balik lagi ke F1 tahun 2015? Hayooo…!

Memang, sistem ECU termasuk sensor-sensor di motor MotoGP jauh lebih ribet. Lantaran mekanik tidak hanya menghitung besar-kecilnya tenaga yang bisa diemban roda. Lebih dari itu, mereka juga harus mempertimbangkan gaya balap seseorang, tingkat kemiringan, temperatur lintasan, karakter sirkuit, kekuatan kompon ban dan lain sebagainya. Dimana itu semua efeknya bisa terbantu oleh program di ECU.

Tapi apa iya, hanya ECU dan software-nya yang bisa membuat sebuah motor, tim dan pembalap tampil kompetitif? Masih ingat dong dengan kiprah Valentino Rossi yang mampu membawa Yamaha ke podium puncak setelah paceklik kemenangan selama 10 tahun tahun 2004 lalu? Pasti akan selalu ada jalan untuk membuat sebuah motor jadi kompetitif. Padahal saat itu, Honda mengklaim siapa pun pembalapnya Honda tetap bisa menang.

Apalagi pilihan konfigurasi mesin juga tidak dibatasi kok. Honda dengan mesin ‘V’ miliknya, Yamaha dengan mesin segaris alias inline dan Ducati menggunakan konfigurasi ‘L’. Toh ini saja sudah membuat perbedaan besar. Sementara di F1, perbedaan konfigurasi mesin tidak diperbolehkan lagi. Lalu apa pantas Honda mundur dari MotoGP hanya karena penyeragaman software ECU? Silahkan dinilai sendiri. (motorplus-online.com)

Dide Irvin - February 12, 2014
wah - February 12, 2014

honda bikin ecu sendiri brooo
sekarana ecu dibatesin,ban jg sudah semerek,kedepan bakal ada
one merk suspensi
one merk rangka
one merk chain
one merk rem
one merk knalpot
one merk oli
gimana coba!,,,,,hihi
gak menariklah

49. ipanase - February 12, 2014

di motor harian kalau susah downshift juga ribet, apalagi balap yang berpacu dalam mili second,… ajib suhu motogp
http://pertamax7.com/2014/02/12/ktm-masih-terdepan-di-test-moto3-valencia-2014-honda-belum-banyak-perubahan/

50. 0yoo - February 12, 2014

wh motornya dikebiri smua, pebalap bak main game arcade mode pemula, keuntungannya pengembangan teknologi kontrol bs (suatu saat) diaplikasikan di produksi massal

51. cebong anyut - February 12, 2014

Bukti honda selangkah lebih maju..ayo fby harus trima kenyataan yak..ckckckck

Motor Fairing - February 12, 2014

cuma bisa komen gitu doan?
ekekekek keliatan kalo ……

52. mydasign - February 12, 2014

anti nggereng namanya.hehehehe….
ibaratnya matic tapi ada persenelingnya… mumet le nggawe…

53. rezaholic - February 12, 2014
54. k14 - February 12, 2014

jadi kangen nikung ngesot kayak mc coy

Taufik - February 12, 2014

Atau stoner?

55. neng93 - February 12, 2014

sangat berguna..,

56. beopat - February 12, 2014

mngkin udah jamannya bahwa kontrol elektronik mengambil bbrp porsi skill pembalap. memang bisa jadi ga seru, tapi tetap saja akan dipaksa oleh jaman. Dulu kayaknya seru banget main gundu or layangan , apalagi kalo ada layangan putus. Jaman sekarang mana bisa lari2 ngejar layangan putus di gembot. :mrgreen:

57. boerhunt - February 12, 2014
budi - February 12, 2014

Bukan menggerung, tapi “nembak”. Kalau menggerung kan di mesin, jadi masih ada walaupun pakai seamsless gearbox. Tapi ini suara “nembak” di knalpot yang dihilangkan.

58. sontoloyo - February 12, 2014

skill pembalap jadi hilang … menang krn motornya aja …

Taufik - February 12, 2014

ya nggak juga, kalo menurut saya tetep skill dan motor . . . tho bisa beda antara marquez dan Pedrosa . . berarti ada skill pembalapnya juga

59. Denymon - February 12, 2014

Itu kalau HRC / YFR ganti ECU milik Dorna bakal bisa dipakai gak om seamless gear boxnya?

60. ipanase - February 12, 2014

sudah makin canggih saja, nambah gigi ga pake kopling, turun gigi ga ngopling, ckckc, menuju robot

61. BC-Mania - February 12, 2014

Downshift ama downgrade itu bedanya apa ya ? #bertanyadengansegalakerendahanhatiuntuksebuahjawabansertapengakuanjujur.

Taufik - February 12, 2014

mau tau aja atau mau tau banget nih ? :mrgreen:

62. k14 - February 12, 2014

ajib mc coy wak karna cm pake motor satelit plus 2 tak bikin merinding ingat donk gp welkom thn 2000 (klo g salah yo) mc coy tdk diunggulkan start pos 13 malah juara ngepretin biagi, crivil, keny dan pembalap top lain termasuk rosi, bahkan seri2 berikutnya rosi nnton mc coy dulu baru nyalip

63. k14 - February 12, 2014

halah bales komen nyasar gara2 pake hape jadul

64. kadalaspal - February 12, 2014

artikel joss

65. sontoloyo - February 12, 2014

jadi ga respek sama juara yg pake motor lebih canggih … setuju dg aturan spy ecu seragam …

66. sugiyantokenz - February 12, 2014

kalau dijalanan tuh malah asik wak :D, pernah Fu ane meledak kenalpotnya kayak tembakan waktu gas dan gear dikurangi yang ada yang dibelakang gw kaget sambel ngomel2 :D

67. Mas Jokere - February 12, 2014

mas tofik…..
berarti teknologi tetep Honda yang duluan yak??
ah lama-lama joki RC21? nantinya si ASIMO………….

68. Ragiel New Trakhir - February 12, 2014

Balapan matic

69. kadalaspal - February 12, 2014

mclaren pake honda

70. Motor Fairing - February 12, 2014

rcv memang joss.
mungkin ini alasan honda takut jika regulasi baru diterapkan karena elektronik sekarang sangat vital bahkan melebihi mesin, dan honda terlihat selangkah lebih unggul dalam hal ini.

sik sik, itu knalpot Tech 3 produk indonesia?

Taufik - February 12, 2014

jeli amat bro :D

71. Maniak Motor - February 12, 2014

yah paling paling awaban Pabrikan akan Ketinggalan ‘J’ pak haji :)

Taufik - February 12, 2014

ketinggalan apa kelupaan . . .sengaja lupa biar bro ngingetin :D

72. Mechman212v - February 12, 2014

untuk upshift tanpa tekan tuas kopling, kayaknya udah ada part after market terutama buat Moge2 gtu yg udah dijual bebas… kek Translogic QuickShifter.. tinggal kuat2 modalnya buat dipasang di tunggangan…

http://www.youtube.com/watch?v=8z9kEkOfelw
FYI di ajang balap mau WSBK ato MotoGP bahkan ARRC sudah hal lumrah Upsshift-Downshift tanpa tekan tuas kopling…

73. killbill1 - February 12, 2014

Sudah tak ada lagi cerita over rev saat downshift dan gejala nembak layaknya turbo lag

74. jurigkamera - February 12, 2014

joss

75. monkeymotoblog - February 12, 2014
76. zimo18 - February 12, 2014

Downsift ae gak mudheng e wak kaji….opo maneh yo kui…?? Dudu pembalot, eh pembalap je….

Taufik - February 12, 2014

nurunin gigi bro (gear)
dari 4 ke 3 misalnya

77. jaos_konsumen biasa - February 12, 2014

Sejak era 800cc……sy nggak merasa rugi kalo kelupaan atau tidak sempat atau sibuk shg gak nonton motogp.

Boring…entertainment kurang banget. Sy lebih tahan nonton f1, nascar dsb yg menyngkut r4. :lol:

78. harisnanggalaputra - February 12, 2014

hadeuh.. ruwet bener dah..

79. bikerkampung86 - February 12, 2014
80. ian zainudin - February 12, 2014

wahhh artikel dewa ini…sangat salut buat TMC…
#bosan_dgan_artikel_dan_foto_spy_kiriman…

Taufik - February 12, 2014

yah cmpur campur aja mas bro :D

81. cahyadip - February 12, 2014

Teknologi yg belum bisa diaplikasikan ke motor sport harian…hmmmm muahalllnya

82. yanu - February 12, 2014

kenapa harus honda…6 langkah lebih maju ya …kang!

Taufik - February 12, 2014

MotoGP harus pake mesin 4 langkah bro . . . Bukan 6 langkah :mrgreen:

83. Blitz-r - February 12, 2014

Cocote…. gearbox tok regane meh 1milyar! :o

84. TOMZET - February 12, 2014

MotoGP itu motornya gimana sih koplingnya buat apa jadinya…? bingung saya, kalo masukan / mengurangi gear apa harus tarik kopling atau gak…? di YouTube saya ada liat yang pake MVAgusta F4 dia masukan gear tanpa tarik kopling

85. Ninja PSK - February 12, 2014

Kopling 60.000 euro kie… nak ditukokokke mio gek oleh piro jal

86. tipsaneh - February 12, 2014

sangat penting karena moto gp. ^_^

87. mantan kacung - February 12, 2014

Yap, sebetulnya teknologi downshifting gear tanpa ‘dentuman’ saat ini memang dibutuhkan, memang membuat konsumsi bbm lebih irit, apalagi dengan pengurangan kapasitas tangki bbm dari 21 liter ke 20 liter untuk motor factory class. Tapi… Terlalu banyak peranan elektronik di motor motogp membuat balapan terasa kurang menarik. Wak Haji ingat nggak era GP500? Saat itu peran elektronik di motogp sangat minim, bisa dibilang hanya ECU satu-satunya peranti elektronik yang terpasang saat itu (selain kamera motor). Belum ada teknologi canggih seperti seamless gearbox, data logger, traction control, GPS. Jadi waktu itu benar2 skill pembalap diutamakan, terlebih motor yang digunakan adalah motor 2 tak 500 cc yang liar dan sulit dikendalikan. Maka tak heran jika rossi dikenal sebagai rider hebat, karena dia sempat merasakan era 2 tak meskipun cuma sebentar.. Sementara pembalap motogp era sekarang seperti marquez membalap di era full elektronik.. Jadi marquez dengan mudah bisa menggondol gelar juara dunia termuda di motogp, selain karena skillnya yang bagus, dia juga dibantu perangkat elektronik..

88. mantan kacung - February 12, 2014

Kalau anda bosan nonton MotoGP, mending lihat WSBK, atau kalo balapan mobil ya GP3.. Selain FIA Formula 1™ World Championship dan NASCAR, atau bisa juga nonton Formula Drift.. Juga coba aja nonton GP2..

89. Juna Paling Kalemsekali - February 12, 2014

klo mau irit BBM ya pake ONTEL aja.

90. akbar - February 12, 2014

Mnurut ane kok malah jadi kaya balapan matic ya.
Pembalap dimanjakan oleh elektronik, skill berkendara pembalap dari buka kopling, timing pengereman, downshift, upshift, control motor biar gak whelie, dulu sering banget waktu mau masuk tikungan motor ban belakang sampe nungging2,,
Kayanya ane pernah baca juga, saat pinda gigi pembalap gak perlu turunin throtle, lgsg hajar upshift, engine otomatis matis sperskeian detik, namanya apa lupa. Cmiiw
Seni balapnya dimana coba, tinggal gas rem doang.

91. rider pejuang khilafah - February 13, 2014

pantesan stoner undur diri dari moto gp y,smuanya serba elektronik,murni gk smuanya skill

92. Bagi Honda : Kamu ndak usah mumet-ndhase mbalap coy,cukup ngegas sama ngerem saja..biarlah tukang insinyur kita yang mumet-ndhase menyiapkan motormu sehebat mungkin… | mumet-ndhase.com - February 13, 2014

[…] tidak itulah kesan pertama kali ketika membaca artikel mumet-ndhase ini pak,bu,pakdhe,budhe kangmas dan mbakyu..La piye jal,saat Andrea Dovizioso dan Crutchlow […]

93. ToplanzZ - February 13, 2014

Memang harus diakui untuk teknologi honda emang wow…..yang laen masih dibelakangnya…..

cuman emang menurut ane akhir2 ini balap motoGP jadi rada membosankan…..

94. Ho_oH - February 13, 2014

hmm..menarik neh artikel..nambah wawasan soal moto gp dah :D

95. Bagaimana Update Komparasi Seamless gearbox Honda dan Yamaha ? | tmcblog.com - May 8, 2014

[…] apa yang kita dengar diatas sangatlah pas dengan apa yang pernah jurnalis MotoMatters.com david emmet dengar langsung di pinggir track dimana Honda RCV Suara pengereman dan Downshif nya sangat lah beda […]

96. restu - June 8, 2014

tetap rx king di hati ane



WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien
%d bloggers like this: