jump to navigation

Kupas Pajak Kendaraan Bermotor . . . Studi kasus Yamaha R25 dan Kawasaki Estrella August 11, 2014

Posted by Taufik TMCBlog in : Tentang Motor , trackback

460x110_rev (2)

tmc-460x110-revisi

STNK

Bro sekalian, Kita sekarang akan mengupas tentang Pajak kendaraan bermotor dengan studi kasus Yamaha R25 ( thks to Bro Daffi Artwin) dimana baru baru ini beberapa sobat yang termasuk pemilik Pertama telah memperoleh STNK resminya dari kepolisian dan nanti di bagian kedua kita gunakan Kawasaki Estrella 250. Nah di STNK kan tertulis secara gamblang tuh segaala macam biayanya seperti bea balik Nama Kendaraan Baru (BBN KB)  , Pajak kendaraan bermotor (PKB) dan lain lain . . . Oke kita lihat . ..  Dari dokumen STNK tertulis bahwa BBN KB Yamaha R25 sebesar 3,93 juta rupiah . . . kalau ditelisik ini nilainya adalah 10% dari angka NJKB yang tertera. NJKB dari RG10 adalah sebesar 39,3 Juta rupiah . . . artinya hitungan pada artikel bijak menanggapi NJKB cukup akurat nih

banner-440x100 scoopy(6)

Parts

NJKB_RG10_Yamaha_R25

Dan dari data diatas ( STNK)  juga dapat dilihat bahwa PKB yang dikenakan sebesar 786 ribu rupiah . . . ini adalah 2% dari NJKB .. .  nah ditelisik lebih dalam pemiliknya mengakui ahwa ini adalah kendaraan keduanya . . . so klop bener ada variabel pajak progresif kendaraan kedua sebesar 2%. Artinya angka angka NJKB di Situs NJKB bisa berbicara banyak untuk mengira ngira berapa pajak yang akan kita bayar pertahunnya. . . . FYI ..  . untuk Pajak Progresif, PKB nya adalah

FYI sebelum ini tmcblog pada artikel bijak menyikapi NJKB menyebutkan bahwa :

Di artikel tersebut disebutkan ada nominal 21% .. .  namun apabila kita melihat studi kasus R25 dimana OTR 53 juta dengan NJKB 39,3 juta maka prosentasenya menjadi  ..

beda ya . . . kenapa bisa beda . . .? entahlah  . ..  yang pasti angka PKB bisa berbeda beda karena Pajak Progresif kecuali Konsumen harus membayar kelebihan onkos pembayaran biaya pajak progresif saat membeli kendaraan baru . . . dan  . ..  bisa saja ada biaya variabel lain yakni biaya promosi ( yap kebijakan promosi setiap produk bisa berbeda beda bergantung kebijakan parikan )


 

Oke sekarang kita cek Bagaimana untuk Barang CBU dengan Pabrikan Yang berbeda . . . Sebagai COntoh kedua kita pakai Kawasaki estrella 250 . ..  Berikut

NJKB_estrella

dari data Pajak daerah  . . . NJKB Estrella (BJ250L ) adalah 53,7 Juta rupiah . . .

STNK_estrella

Dari STNK diatas diperoleh data untuk Estrella 250:

MVAI-Banner-1

Nah saat pertama dilaunching Kawasaki Estrella itu bandrol OTR nya 64,9 Juta rupiah yang artinya dengan NJKB 53,7 Juta rupiah maka hitungannya adalah

See . . . kalo R25 angkanya 34,8%, maka di Estrella 20,8%  . . .  antara masing masing pabrikan dan masing masing produk bisa berbeda beda berdasarkan possitioning, gaya marketing, dan lain sebagainya . . . Mudah mudahan bisa membuat kita bisa lebih bijak dan tercerahkan dalam menyikapi angka angka di variabel pajak kendaraan bermotor . . . semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

 

Comments»

1. exobar - August 11, 2014

apa kata dunia

sukanyaMOTOR - August 11, 2014

termasuk gaya ngambil untungnya juga ya pak ?
hehe…

—————————-
polling yuk…
http://sukanyamotor.blogspot.com/2014/08/polling-opera-sakit-hati-honda-cbr150r.html

Kobayogas.com - August 11, 2014
Kobayogas.com - August 11, 2014

Absen siang kang haji..
———-

Ducati Monster 795 Review Part II – Desain dan Spek mesin
http://kobayogas.com/2014/08/11/ducati-monster-795-corse-special-edition-part-ii-desain-review-dan-spesifikasi-mesin/

cicak kreatip.com - August 11, 2014
BLUSPIT - August 11, 2014
BLUSPIT - August 11, 2014
MASUK OM " kredit motor DP PAKAI MOTOR BEKAS " - August 12, 2014

nitip lapak kang
yang mau kredit motor Honda,Yamaha dan Kawasaki bisa dimarih
http://www.kaskus.co.id/profile/viewallclassified/6911796
keunggulan kalau agan kredit/cash di ane
– DP bisa pakai motor bekas
– Syarat cuma KTP dan KK aj
– Malam ane jemput data , pagi atau siang di survey , sore motor ud bisa agan ambil di delaer , PROSES MAKSIMAL 24 JAM ,!!

makasih kang

2. harisnanggala - August 11, 2014

yes

3. bead - August 11, 2014

pajakx sesuai sm gengsinya….

4. handoyo - August 11, 2014

sebuah pencerahan bagi mereka yg sering teriak: “overprice!”

kompor - August 11, 2014

dan ternyata memang overprice ;)
nilai NJKB saya yakin sudah termasuk profit
kenapa biaya promosi dll pajaknya jg dibebankan ke customer ?
Ayo tanya kenapa :twisted:

edic - August 11, 2014

R25 jelas overprice… Yamaha main profit margin do R25, ngga seperti jual matic/bebek…

kompor - August 11, 2014

tambahan lg produk lokal “dipajakin” lebih banyak dr produk CBU ? :twisted:
Makin operpret bin kam pret aja :twisted:

5. abu.hafsh - August 11, 2014

Wak, pajak progresif untuk kendaraan kedua kan 2% ya.. klo misal kendaraan pertama kita dijual untuk beli kendaraan baru (kendaraan kedua) gimana itu wak? Apa tetep 2% apa jadi 1,5%?

motor rider - August 11, 2014

anda harus melapor ke kantor samsat terdekat bahwa kendaraan anda yg pertama dijual shg nama anda dicoret dalam kepemilikan motor tsb. shg apabila pembeli motor anda tsb mau memperpanjang STNK maka secara otomatis dia diharuskan balik nama.
Kira2 spti itu yang prnah saya denger dari tmnku yg pernah melakukan hal tsb

zzzz - August 11, 2014

kalau yg pemilik selanjutnya sudah Balik nama… sudah otomatis nanti kita sudah nol lagi blum???jadi kalau kita punya baru lagi kena progresif ke 2 atau ke 1 lagi??apa harus tetap lapor dulu??? kang dibantu juga yaa…

abu.hafsh - August 11, 2014

Oh begitu ya suhu, berarti klo kita lapor ke samsat, pembeli motor kita tidak bs bayar pajak sebelum balik nama ya? Trus berkas laporannya apa aja? Surat keterangan jual beli kah? (rencana mo ganti motor)

motor rider - August 11, 2014

Ga perlu lapor ke samsat karena di database samsat seharusnya nama anda sdh tdk ada (kepemilikan motor). sehingga motor anda yg baru dihitung motor anda yg pertama lagi.
Kira2 spti itu (mnrtku)

motor rider - August 11, 2014

Iya pembeli motor kita tidak bisa memperpanjang STNK jika tdk melakukan balik nama.
Utk persyaratan/kelengkapan yg perlu ditunjukkan ke petugas samsat saya kurang tahu, tetapi menurut saya:
Biasanya cukup cek fisik dan menyerahkan BPKB untuk dilihat kevalidannya.
Utk jaga2 lebih baik kuitansi jual beli (bermaterai) dibawa brkli ditanyakan. Jika saat membeli tidak ada kuitansi maka kita coba cara diatas.
Krn mnrt saya, pemilik pertama menghapus kepemilikannya maka pemilik berikutnya hanya melakukan cek fisik motornya dan pemeriksaan BPKB agar petugas samsat dapat memeriksa kevalidanya (sesuaikah dgn database di samsat?).
Kira2 spti itu krn tmn saya pernah dipihak pertama/penjual dan blm prnh sbg pihak kedua/pembeli.
Mgkn rekan2 yg lain lebih tahu, silahkan mengoreksi/menambahkan ….

abu.hafsh - August 11, 2014

Ok, matur suwun suhu, informasinya bermanfaat..

6. Panci ala kadarnya - August 11, 2014

Mahal ya

7. sijidewe - August 11, 2014

pajak cbu lebih mahal ya

MArquez menyabet Record Agostini dan Mc Dohan yaitu 10x juara berturut-turut..

http://sijidewe.com/2014/08/11/perfect-maquez-10x-1st-sabet-record-agostini-dohan-diikuti-lorenzo-dan-rossi-motogp-indianapolis-2014/

8. Panci ala kadarnya - August 11, 2014

Mahal ya…

9. Rizqibe - August 11, 2014

Kalau di NJKB itu gak termasuk keuntungan pabrikan ya ?

10. radit - August 11, 2014

Jika sudah 5 tahun pajaknya berkurang berapa persen?

motor rider - August 11, 2014

di STNK sampean (bukti pembayaran pajak daerah) coba liat tabelnya.
yg kita bayar adalah
PKB (pajak kendaraan bermotor) dan
SWDKLLJ
Menurut pengalaman motorku (plat W sidoarjo) setiap tahun besar pajaknya (kedua item) tsb tetep sama. Cuma per 5 tahun, kedua item tsb naiknya total 10rb.

11. Widji Sotedjo - August 11, 2014

Mumet wak,,,
Maklum “matematika” ku uelekkk,,,
Hehehehe,,,

12. Warungasep unyu-unyu - August 11, 2014
13. Operprais - August 11, 2014

Berarti R250 operprais, apabila buat produk lokal

14. zzzz - August 11, 2014

cbr150…juga udah bisa dijawab dooonk berapa OTR nya….hehehehe

15. setia1heri - August 11, 2014
16. Bonsai Biker - August 11, 2014
17. iimvixby - August 11, 2014
18. orong-orong - August 11, 2014
19. motobikerz - August 11, 2014

Jadi bikerz harus bangga gunakan BBM Non-Subsidi http://motobikerz.com/archives/6759

20. dave - August 11, 2014

berarti r25 lebih overprice dibanding estrella,,
padahal produk lokal,, kl estrella kn cbu,,
kynya buat nambahin ongkos hadiah helm :p

21. pujo - August 11, 2014

bukannya Pajak progresive untuk motor sudah ga ada ya wak…? atau hanya untuk yang 250cc saja…? tp kalo yang 250 cc saja kok langsung kena pajak kendaraan kedua.. apakah pemilik R25 ini motor pertamanya Ninja250? tolong klarifikasi wak?tks

22. ipanase - August 11, 2014
23. Reiz - August 11, 2014

Kalo harga beda tipis tapi dia memberikan value atau nilai lebih walau produksi lokal apa bisa dibilang over price?

Kalo dia produksi lokal non cbu tapi memberikan nilai tambah yaitu power lebih besar, mesin paling halus, build quality body las2an lebih bagus dan sebagainya apa itu masih dibilang overprice?

kecewa - August 11, 2014

nilai over price yang dimaksud adalah yamaha terlalu besar mengambil tambahan keuntungannya.
pabrikan mengeluarkan NJKB kendaraan pasti sudah melalui perhitungan untung rugi, itulah harga riil kendaraan yg harus dibayar.
kemudian setelah ditambahkan pajak sana sini jadilah nilai yg harus dibayar juga naik dengan penambahan pajak dan lain-lain untuk keuntungan pihak ketiga.
estrella +20.8%
r25 +34.8%

dari nilai yg umum digunakan sebesar 21%

maka harga r25 yg seharusnya agar gak dibilang overprice adalah
39.5juta + 21% = 47.795 juta dibulatkan 47.8 juta

nilai yg diberikan oleh pihak ketiga sebesar 34.8% itulah yang dinamakan operpretttt!!!!

Fbyinsyaf - August 11, 2014

Mesin lbh bagus? Sudah terbukti mesin ngibul, plastik tipis ember bekas (berdasarkan tes dyno dan test bloger).
Katanya produk lokal tp harga melebihi CBU tp kualitas MOCIN.

melek dunk - August 11, 2014

hati2 bro insyaf
ini lagi ngomongin R25 ya

24. ale - August 11, 2014

Dealer yamaha makmur makmur

Anak Cakep anti Alay - August 11, 2014

makmur dari mane, tiap hari makan duit kredit…

tiap beli motor harus kredit, kalo cash disusahin gara-gara gak dapet ceperan dari konsumen… :lol:

25. Awan - August 11, 2014

Mari kita sumbang rame2 untuk meningkatkan profit dan eksistensi Yamaha kedepannya, walaupun dulu dijajah fisik sekarang ekonomi.
Selama yg njajah Jepun dah kasih produk menarik, ora operpret sebab secara kualitas bagus walopun biaya tenaker dan material lokal murah joss HPP dan Price gap makin besar makin bagus.

“aku rapopo” yg penting heppy dan Yamaha semakin di depan…

Haaaaaaahhhhh…….

26. arief - August 11, 2014

mahal sekali pajaknya..murahan pajak rumah.padahal harga rumah jauh lebih mahal daripada motor.

pembalap karung - August 11, 2014

sana beli rumah. kayak murah aja.
besaran pajak ditentukan oleh pemerintah dg pertimbangan pemasukan dan pengendalian (polusi, macet, subsidi dll)

arief - August 11, 2014

Pajak Rumah Murah Bro. klo liat tabel cicilan rumah pun lebih murah daripada cicil r25!!klo motor lama” jadi rongsokan!daripada buat bayar pajak motor mending buat beli beras.kenyang sebulan.wkwkwkkkkk

27. werkudoro - August 11, 2014

yang membuat aku heran, kok bisa ya satu motor di hargai 53 juta, dan laris manis, dan yang punya pabrik orang jepang mereka berlomba lomba membuat motor terbaik,
dan yang membuat aku tak habis pikir kok orang indonesia nggak ada yang tertarik untuk membuat motor lokal merek lokal yaa.. padahal harganya 53 juta per unit, ngarit disik ah.. mumet ha ha

pembalap karung - August 11, 2014

perlu politikus nasionalis yg anti sogok baru bisa ada motor lokal menjadi raja di negeri sendiri.

Roy (Sempak Operpret) - August 11, 2014

kalo permasalahannya ini adalah politikus disini gan

:)

28. Riding Together - August 11, 2014

cibirus 150 thailand yang 43 juta BERAPA PERSEN YA =)

29. wan abud - August 11, 2014

sebetulnya r25 memang produk lokal yg operpret tapi gimana itu kan yg punya orang jepang jadi ya yg punya menentukan harga

30. wan abud - August 11, 2014

tidak cuma r25 rata2 motor di indonesia memang udah operpret karena memang gk bisa bikin motor sendiri jadi mematok harga sak udele dw tengok donk harga motor di india

31. qurapopo - August 11, 2014

Negriku subur dan kaya akan sumber daya alamnya.
subur wanitanya dan kaya akan anak2nya mlarat

32. Najab - August 11, 2014

Opret

33. Begini LHooooo... - August 11, 2014

NJKB motor CBU dg motor produksi dlm negeri memang beda, yg jelas motor produksi dalam negeri akan mendapat insentif lbh murah pajaknya per tahun dg cara pemberian insentif berupa pengurangan NJKBnya, dg demikian pajak pertahun dg persentase itu akan lbh murah drpd motor CBU yg NJKBnya tinggi sehingga persentase pembayaran pajak pertahun jg lbh tinggi..lihat aja smua BBNKB motor yg diproduksi lokal NJKBnya jauh lbh rendah dr harga aslinya…klo motor CBU, memang itu harga asli impornya, tanpa insentif dikurangi NJKBnya…

kompor - August 11, 2014

halooo motor produksi lokal “dipajakin” 30%++ loh
motor CBU “cuma dipajakin” 20%++
ape kata dunia ?

34. Anak Cakep anti Alay - August 11, 2014

ngambil keuntungan r25 rakus banget, gitu pake acara naik harga dari delernya lagi…

pantes makan duit haram melulu…

35. tricycles for toddlers - August 11, 2014

Hi there, always i used to check webpage posts here
early in the daylight, because i enjoy to learn more and more.

36. Rudy SouL - August 11, 2014

waahh…motor yang tak jual kemarin masih atas namaku,buruan lapor aahh…

nitip >> http://rudysoul.com/2014/08/10/penampakan-helm-denny-triyugo-pasca-crash/

37. cuplis - August 11, 2014

duit pajaknya mengalir kemana, kok jalannya rusak dan berkolam semua.

38. Bonsai Biker - August 11, 2014
39. frnz - August 11, 2014

upping pricenya nambah berapa persen nih?

40. andreiesta - August 11, 2014

hati hati tar pajak digelapin oleh Gayus jilid 2, 3, sampe 100.

41. RPMspeed - August 11, 2014

mahal :o

—————————————–
Yuk Pasang Stabilizer rantai
http://rpmsuper.com/2014/08/11/pasang-stabilizer-rantai/

42. stupid.maximum - August 11, 2014

Kalo harga R25 mah jangan ditanya.. Harga Ngarang mah itu… Sengaja banget mepetin harga ninja biar dikata tuh motor ada prestise nya. Padahal bagusan ninja dan CBU pula..

43. Bonsai Biker - August 11, 2014
44. dono - August 11, 2014

numpang tanya Wak Haji, pajak progresif itu berlaku utk nama yang sama atau untuk KK yang sama ?

trimsssss.

45. Fbyinsyaf - August 11, 2014

Nah loh, yamaha maen GENJOTaja dlm “NEKUK” konsumen pdhl mesin dohc abal2 dan telah MENIPU konsumen.

46. chris - August 11, 2014

Ada 2 pelajaran disini:
Selisih NJKB & OTR R25 sebesar 34,8% sedangkan Kawasaki Ninja 250FI selisihnya adalah 27,2%.

Selain itu NJKB R25 (39,3jt) hanya selisih 1,8 juta dengan NJKB Ninja Mono 250 (EX250L). Padahal Ninja 250FI NJKB-nya sebesar 42,2jt, mau-gak mau kawasaki harus merelokasi produksi 250FI ke Cikarang segera agar mendapatkan competitive advantage, karena yamaha sebenarnya mengikuti pricing kawasaki sebagai market leader.

47. lutfi prasetyo - August 11, 2014

waduh aq kira pajak motor 250 cc nih main di sekitar 1 jtan ternyata gileee mobil yg lebih nyaman aja msh bernaung di 2jt lah ini motor 250cc uda main di atas 5jt kyk bmw th 05 aja ckckck joss ga sido tuku wis

48. Gialdy - August 11, 2014

Waduh ko produk lokal presentasenya lebih besar daripada produk CBU apalagi CBU jepang yg jelas lebih bagus drpd thailand.

49. Joni Lono - August 11, 2014

kalo R25 dipajaki dikit nanti kita tidak bisa lagi nonton motoGP di tipi
nah itulah yang dimaksud dengan “pajak promosi”.

50. Han - August 11, 2014

Ngambil margin gede bener?

51. BABY CHEETAH - August 11, 2014

Mumet nek ngerasakne indonesia ki -_-
pajak tinggi gk tau kmana larinya . .
Bnyk pejabat yg cma bisa2an aja

NINJA MONO kan jg lokal . . Jadi gmana tuh om?

52. novi - August 11, 2014

Pajak ke mana? Cek APBN… 30% lebih penerimaan pajak buat subsidi BBM. klo masih ga malu pake premium jangan protes.

53. novi - August 11, 2014

klo menurut gue pasar sepeda motor di Indonesia adalah oligopoli cenderung monopoli. dikuasai beberapa pabrikan jepang yg saling kompromis. pemain diluar konsorsium di sikat habis. itu lah kejamnya bisnis. YIMM ga bakal matiin KMI/AHM dengan perang harga. lahirnya verza bukan buat gebuk byson/vixion seperti banyak di bahas di blog, tapi untuk gebuk bajaj dkk. jadi please buat para FB ga jelas jangan ribut untuk hal yg ga ada artinya… piss…

54. novi - August 12, 2014

CBU vs lokal kayanya cuma beda Bea masuk sama biaya kirim aja. PPN? sama, PPnBm impor? sama. PPh 22 impor? dikurangin dari pph perusahaan, jadi ga nambah harga secara langsung. klo negara asal melakukan dumping malah bisa lebih murah. lain cerita klo masuk lewat IU. tinggal neraca perdagangan antar negaranya gimana? klo cinta Indonesia ya pilih produk lokal dong.

55. wongserut - August 12, 2014

bisa dibayangkan berapa pemasukan pajak dari kendaraan bermotor saja,
bener-bener kaya negara ini

http://wongserut.wordpress.com/2014/08/11/liburan-ke-agrowisata-kota-batu-d

56. novi - August 12, 2014

iya kaya… sayang uangnya dibakarin buat subsidi BBM orang kaya. coba 300 triliun buat bangun jalan… bayangin aja duit segitu buat bangun mega proyek selat sunda yang katanya ngabisin 100Triliun… dapet 3 unit setahun ga perlu ngemis sana sini minta pinjeman. klo cuma buat bikin jalan licin mah gampang

57. M4C - August 13, 2014

Saya punya mobil pajaknya lebih kecil dibanding R25. Wow berarti konsumen yang cuma bisa beli motor bagus (Rp 40 – 50 Jt) membayar pajak lebih besar dibanding pemilik mobil (Rp 150 – 180 Jt). Waduh repot juga ini

58. Claudio - August 14, 2014

I read this piece of writing fully regarding the comparison of newest and
preceding technologies, it’s remarkable article.

59. konsultan pajak di jakarta - August 15, 2014

warga indonesia yang baik adalah pembayar pajak yang taat.

60. Tamera - August 18, 2014

Hi i am kavin, its my first occasion to commenting anywhere, when i read this piece of
writing i thought i could also create comment due to this brilliant piece of
writing.

61. cerchi-in-lega.info - August 18, 2014

Il tuo modo mezzi di spiegare tutti nel punto è veramente gradevole ,
tutti può senza difficoltà capire , Grazie mille .



%d bloggers like this: