460x110

Octane_Requirement

Bro sekalian, Beberapa Sobat Pengunjung blog sering kali mengirimkan pertanyaan kepada tmcblog perihal pilihan Bahan bakar apa yang lebih pas digunakan untuk kendaran roda duannya. Pemakaian jenis Oktan ( RON) bahan bakar  paling bijak Ya memang didasarkan pada seperti apa Kompresi mesin yang kita Gunakan.  . . . Yap udah lama bener ini petunjuk antara Hubungan Kompresi dan oktan . . . TMCBlog sendiri sudah secara empirik membuktikan bahwa penggunaan Premium pada Mio J menghasilkan angka konsumsi bbm 64 km/liter sedangkan saat menggunakan Pertamax diperoleh Konsumsi BBM Mio J sebesar 65,1 km/liter  . . . yap ada perbedaan 1,5 km untuk setiap liter  . .  namun ini sangat kecil sekali ( hanya 2% peningkatan) namun gimana penjelasannya ?

440-x-100-beat-esp-long

banner-mbtech-tmcblog

Oke Kompresi itu apa sih ? Ya Kompresi  . . . ada hubungannya dengan proses “kompress/tekan/pemampatan” yang terjadi di mesin  . . . seperti misalnnya mesin 4 tak ada empat tahap kerja ( gambar dari sini )

200px-Four_stroke_cycle_intake

1 klep input terbuka ( klep Out tertutup) dan udara plus bbm masuk keruang bakar dan tercampur secara homogen

200px-Four_stroke_cycle_compression

2 Proses kompresi terjadi dimana klep in tetutup kembali  .. .  lalu piston naik keatas dan akan “memampatkan campuran udara dan bbm” Kenapa harus di mampatkan? Ya biar ledakan hasil pembakaran ( detonasi) di lebih besar

200px-Four_stroke_cycle_power

3 Proses Detonasi . . . nah Busi akan memercikan api, karena bbm dan udara dalam bentuk yang sangat mampat maka ledakan akan terjadi jauh lebih bertenaga dibandingkan tanpa di mampatkan . . . tenaga ini lah yang digunakan untuk mendorong piston kembali ke bawah dan seterusnnya melalui sistem transmisi bisa menggerakkan kendaraan

200px-Four_stroke_cycle_exhaust

  1. Proses exhaus, dimana Hasil pembakaran dibuang menuju muffler

Nah di artikel ini kita akan melihat di Proses ke 2 yakni kompresi dan Proses ke 3 yakni Detonasi . . .  . . . sering kita dengar Kompresi mesin . . . di artikel ini tmcblog ambil contoh Yamaha Mio J Kompresi 1:9,3  . ..  ini artinnya apa dan apa hubungannnya sama oktan bbm ? Oke akan tmcblog coba jelaskan satu satu :

MVAI-Banner-1

Oke Ruang bakar di mesin Mio J itu 113,7 cc ( bro bisa pake contoh lain)  . . . maka karena Rasio kompresi Mio J adalah 1:9,3 setelah campuran udara dan bbm masuk ke ruang bakar campuran ini akan dikompress/ dimampatkan menjadi 12,22 cc saja . . . bayangkan dari 113,7 cc di mampatkan/ di press menajdi hanya 12,22 cc

Bayangkan lagi  kalo Mio J dioprek sehingga punya Kompresi 1:10 maka Volume hasil Kompresi akan menjadi 11,37 cc saja, dan kalo dinaikkan lagi menjadi 1:11 maka Volume hasil Kompresi akan menjadi 10,34 cc saja

Nah Saat Kompresi dinaikkan maka Campuran antara BBM dan Udara akan makin ‘pekat’ dengan densitas yang makin tinggi dan punya karakter yang mudah sekali diledakkan . . . so ditakutkan detonasi akan terjadi dulu sebelum Piston Mencapai TITIK mati Atas ( TMA) maka dibutuhkan BBM yang lebih ‘lambat terbakar’  . . . nah bbm yang lebih lambat terbakar ini adalah BBM dengan OKtan Yang tinggi

masih belum mudeng ? mungkin pendekatan dari pengunjung blog ini bisa lebih mencerahkan

53. ade – January 8, 2015 [Edit]

“Semakin padat susah di bakar”kalau menurut aku iya kalau untuk barang padat bukan gas…kalau untuk campuran udara dan bensin tidak berlaku..semakin padat malah smakin mudah terbakar ..makanya butuh bahan bakar yg nilai ron nya tinggi…agar tidak meledak dulu sblm busi memercikan api

43. apri – January 8, 2015 [Edit] Kalo BBM setau saya, saat di kompresi/padatkan justru semakin mudah “menyala sendiri” / self combustion.. Makanya mesin kompresi tinggi butuh BBM yang “tidak gampang menyala sendiri” yg salah satu tolok ukurnya bisa diliat dari angka RONnya.. makin tinggi angka RON, BBM makin tidak mudah menyala sendiri alias makin tahan untuk di padatkan. Jadi BBM dapat dinyalakan dengan kepadatan dan waktu (ignition timing) yang diinginkan sehingga hasil tenaga puntir (torque) pada kruk as sesuai dengan yang direncanakan pembuat mesin.

 

__400_307_compression ratio

Kalo Kompresi rendah pake BBM kompresi Tinggi, menurut banyak sumber adalah sebuah pemborosan .. . so Misale Mio J mau pakai Pertamax Plus atau Shell V-Power ( ron 95) disinyalir efeknnya terhadap konsumsi bbm nggak bakalan maksimal ( nggak akan membuat konsumsi bbm – km/liter- menjadi lebih irit ) . . . so memang sekali lagi . . . paling bijak ya sesuaikan Kompresi mesin mu dengan jenis oktan dari bahan bakar yang di pakai . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

 

 

143 COMMENTS

  1. Dari pengalaman ane cmiiw memakai bensin RON 88 dan RON 92 dg mesin kompresi kecil (megapro 03) memang gak terlalu signifikan perbedaan dalam hal keiritan jarak tempuh. Namun, efek memakai bensin RON 92 lebih irit dalam hal perawatan mesin krn kualitas bensin RON 88 sangat jelek (karbu cepet kotor)

    Guest
  2. Semakin tinggi oktan bukannya justru semakin mudah terbakar wak? Bakar oktan 92 akan lbh mudah dr pd oktan 88. Itukan sebabnya pake oktan 92 lbh ringan. Karena dengan membuka throttle sedikit maka bensin udh terbakar. Ibaratnya kalo dgn oktan 88 bth bukaan gas 1/2 throttle untuk bs smpe Torsi puncak, kalo pake oktan 92 ngga smpe 1/2 throttle udh smpe torsi puncak. Ini kan yg bikin irit krn bensin mudah terbakar jd ga perlu buka throttle terlalu besar.

    Guest
    • sepengetahuan ane justru memang smakin lama terbakar lah boz untuk ron yg semakin tinggi. Ya balik lagi ke ratio kompresinya td, misal kalo 10,1:1 dikasi ron 88, sebelum masuk ruang bakar udah terbakar duluan sehingga pembakarannya jadi tidak sempurna, sedangkan kalo dikasi ron 95 bensin terbakar pas saat udah masuk ruang bakar. CMIIW

      Guest
    • imho, bukan persoalan gampang tidaknya terbakar, tp kuat tidaknya menerima kompresi.
      Misal dimesin dg kompresi tinggi dikasih bbm ron rendah, uap bensin masuk ruang bakar akan terbakar sebelum ada percikan api dr busi, ato jauh sebelum piston pd posisi TMA, jd tenaga yg dihasilkan akan lemah, bahkan piston bs bolong.
      Kl di motor dg kompresi rendah, mau dikasih bbm oktan rendah – tinggi pun kurang terasa pengaruhnya. Contoh mesin 2tak oke2 aja meski dikasih bensin biru (msh ingat bensin biru?), yg kalo tak salah ronnya lbh rendah dr premium, harganya pun murah meriah. Tp kl mesin 2 tak dah ditinggikan kompresinya (biasanya dg papas head silinder) maka wajib hukumnya pake bbm oktan tinggi, kl tidak akibatnya bs seher bolong, stang piston bengkok.

      Guest
    • Piye ta bos…kalo kurang yakin sok lah tanya orang pertamina..mana yg gampang kebakar 88 apa 92..wek wek

      Guest
  3. setuju gak ngaruh dimotor kecil. tapi premium kandungan sulfurnya lebih besar, additive nya yg murah, bikin kerak di engine dan polusi lebih besar. perawatan ruang bakar jadi lebih pendek jarak km nya. kerak yg menempel bikin boros bensin.

    Guest
    • mosok gak ngaruh di motor kecil om?
      Tuh motor balap bebek (110cc), kl tak pake bbm oktan tinggi selain tak akan kenceng, jg mesin rawan jebol.
      Mungkin yg dimaksud sampeyan tak ngaruh utk motor murah produk masal yg kompresinya kecil.

      Guest
    • Kuclux bener kau..
      Sperti yg kau bilang, “MOTOR BALAP” namane aja untuk keperluan BALAP, otomatis udah diupgrade Compresi Rationya (CR). Jd walau CC kecil Kompresinya gedhe, kalo udah gitu butuh BBM oktan tinggi..
      Contoh: Jupiter Z1 (motor balap roadrace) yg notabene 113cc kompresinya sampai 1:13.. Kaya gini malah butuh BBM broktan 102..

      Guest
  4. Dulu pernah pengalaman pake Rx king ngisi total 95. Kalo ngitung kompresi emg ngga akan pengaruh banyak ke FC. Cm emg berasa disaat awal buka gas, lbh ringan. Krn memang lbh mudah terbakar. Kalo buat tarikan overallnya ya ngga jauh beda krn memang kompresinya ngga smpe situ. Makanya ane fikir oktan lbh tinggi itu justru bkn lbh lambat terbakar tp justru lbh mudah, makanya lbh irit.

    Guest
    • bahasa bodonya bbm terbakar diwaktu yg tepat.
      Kl pembakaran tepat, mesin jd bekerja optimal, yg dirasakan ridernya jd enak, tarikan terasa enteng, getaran lbh minim.
      So bukan krn soal gampang/tidaknya terbakar.

      Guest
  5. Scoopy isteriku pake pertamax plus ron 95 terus.maklum di singkawang gak ada pertamakali ron 92.klo di polos bahaya gak ya
    .

    Guest
    • asal ngoplosnya jangan ama autan, spirtus, fanta, n jangan diminum, rasanya tak ganggu kesehatan om. Hahaha

      Guest
    • Ealahh.. Dah pengalaman neh kaya’y, biasa racik oplosan tah sampe apal bahan2’y. Hehehe

      Guest
  6. bukannya kalo semakin mampat susah terbakar jadi butuh BBM yg gampang terbakar masbro?jadi biar langsung meledak gitu dengan kemampatan yg padat…jadi RON tinggi makin gampang terbakar?IMHO

    Guest
    • Setau ane.smkin padat atau tinggi kompresi engine,smkin panas lah ruang bakar engine itu.dibutuhkan bhan bakar yg lambt terbakar karena ubtuk mnghindari pmbkaran sblm wktunya yg berimbas pada knocking.
      Diesel engine kita jadikan cntoh.rata2 engine diesel mnggunakan kmpresi diataa 13,maka dbtuhkan bhan bkar yg titik nyalanya rendah.solar.smoga mmbntu

      Guest
    • Samain persepsi dulu. Bbm Lambat terbakar (ron 92/95/solar dex) titik bakar rendah (ron 88, solar, minyak tanah)

      Guest
  7. Seringkali orang yg pake oktan lbh tinggi akan memacu kendaraannya lbh kencang krn ngerasa tarikan lbh ringan. Krn sbnrnya logikanya kalo buka gas ga smpe stngh aja udh ngacir tapi krn “berasa enteng” trus dibuka lagi throttlenya. Nah itu yg bikin FC jadi ngga jauh beda antara 88 dan 92. FC mngkn Beti (beda tipis) tapi kalkulasi konsumsi yg cerdas kan sm kya ngitung lap time motogp. Okay kkeliatan kyanya Rossi cm beda 0,1 diblkng Marquez DLM 1 lap. Keliatan tipis. Tapi kalo ngitung 22 lap? Artinya beda 2,2 detiik. Ngitung FC jg gt. Itung kalkulasi dlm sebulan baru berasa beda KMnya. Kan gajiannya sebulan sekali wak. 🙂

    Guest
  8. wak mau tanya, ane pake cb150r baru 2 bulan ini.. menurut buku manual Kompresi cb150r 11:1, baiknya pake bensin jenis apa?
    selama ini pake premium krn ngirit di kantong.. maklum cuman buruh..
    makasih wak haji moga di balas..

    moga makin +ganteng 🙂

    Guest
  9. supra fit ku pake pertamax terus. soal irit podo wae. tapi tarikan sama kehalusan getaran mesin beda. sugesti kah?
    nah kalo mio j malah ga kerasa bedanya. premium pertamax podo wae tp tetep tak isi pertamax

    Guest
  10. setujuu, bahkan ada contoh dimana pemakaian pertamax plus justru bikin mesin makin kotor!

    http: //kupasmotor.wordpress.com/2014/12/09/kata-siapa-pakai-pertamax-plus-bisa-membersihkan-mesin-pakai-carbon-cleaner-pun-nggak-menjamin-bisa-bersih-total-bro/

    Guest
  11. Wak, kalo motor saya mio soul tahun 2011 bagusan pake premium apa pertamax? Kalo gak salah kompresi mesinnya 1:8.8

    Guest
  12. bro baca2 lg deh literatur soal ron bensin. semakin tinggi ron semakin sulit terbakar. karna mesin kompresi tinggi itu pemampatanya besar sekali. kalo di isi ron rendah maka yg terjadi akan terbakar lebih dulu sebelum busi memantik api. dan menyebabkan nglitik pd mesin. kalo g percya coba deh sediain 2 gelas isi dg premium dan pertamax. celupin kedua jari ente pd msing2 gelas. rasakan mana yg lbh cpt menguap dn kering dijari ente

    Guest
  13. Langkah kerja yg ketiga disebut detonasi itu kurang tepat om. Tepatnya langkah usaha karena detonasi itu disebutkan bila mesin terjadi gejala ngelitik atau knocking

    Pemakaian oktan tinggi buat mesin kompresi yg tinggi itu sebenernya buat mencegah bensin terbakar sendiri sebelum busi memercikan bunga pasir eh salah maksudnya bunga api yg berakibat efek detonasi atau knocking atau ngelitik, karena bensin dengan oktan tinggi mempunyai titik nyala lebih tinggi atau istilahnya tidak mudah terbakar alias tahan kompresi tinggi
    CMIIW

    Guest
    • kalo dilihat dari bahasanya, detonasi sama knocking itu beda bro.
      detonasi itu berasal dari bahasa inggris, detination. cek deh di kamus, detination itu artinya ledakan. beda kan sama knocking ?
      nah, berarti disini wak haji yang udah tepat, menggunakan kata detonasi pada langkah ketiga, langkah usaha.
      tapi kalo dilihat dari kebiasaan orang indonesia emang udah terlanjur salah kaprah sih. detonasi disamain sama knocking…

      Guest
  14. ini mgkn yg agak salah…

    Sesuatu yang lebih ‘padat’ menjadi ‘lebih susah’ terbakar . . . betul ?

    Karena Logika di atas, Sesuatu yang lebih ‘padat’ BUTUH bbm yang lebih lambat Terbakar . . . betul ?

    seharusnya…karena padat lebih SUSAH terbakar maka dibutuhkan bbm yg MUDAH terbakar…krn daya ledak yg tinggi jg dr pembakaran yg cepat… imho 🙂

    Guest
    • Kurang tepat kesimpulannya ” padat lebih susah terbakar, maka butuh bbm yg mudah terbakar” krn tergantung derajat pengapian mesin…….betul?
      mesin dgn spek kompresi rendah biasanya diseting lebih mundur timing pengapiannya, biasanya ditandai tonjoan pulsar di magnet lbh pendek. Kalo type ini jk kompresi dinaikan masih aman ron 88.
      Sedangkan mesin dgn spek kompresi tinggi biasanya timing pengapiannya lbh maju dan retard/ lbh lama, tonjolan pulsar magnetnya lebih panjang. Mesin Type ini bahaya pake ron 88 krn ngelitik. Betul…..?
      durasi overlap camshalf dan knalpot standar krn backpressure pd rpm tinggi pun meningkat bisa mempengaruhi suhu ruang bakar, akibatnya menurunkan titik bakar bbm.

      Guest
  15. Bayangkan lagi, semakin kompresi naik, maka campuran menjadi semakin ‘padat‘ . . betul ?

    Sesuatu yang lebih ‘padat’ menjadi ‘lebih susah’ terbakar . . . betul ?

    Karena Logika di atas, Sesuatu yang lebih ‘padat’ BUTUH bbm yang lebih lambat Terbakar . . . betul ?

    bingung???
    kok bisa pak topik??

    setahu saya….dengan kompresi semakin tinggi maka bahan bakar bisa terbakar dengan sendirinya?? bukan begitukah?? maka ada istilah pembakaran lebih cepat sebelum busi memercikan api, jadi kalau pake oktan tinggi bahan bakar tidak akan lebih cepat terbakar sebelum disulut oleh percikan api busi??

    detonasi hampir sama dengan pre-ignition

    salah ya penjelasan saya??

    Guest
    • itu cuma kiasan opini saya biar mudah dimengerti orang awam mesin . . . kalo padat sulit terbakar, maka butuh bensin yang lambat terbakar . . . saya cuma mau mengkorelasi . . . sulit terbakar maka akan lambat terbakar , jadi sama sama lambat dan tidak terjadi knocking cmiiw

      Administrator
    • tapi namanya gas kalau dipadatkan yo meledak pak topik logika sederhananya, gak njur jadi padat atau seperti halnya proses pembuatan diasil silinder!!

      Guest
  16. Kayak si Silvi #F1ZR kompresi cuma 1:7 kalo pake pertamax malah lama2 mbrebet sedangkan pake Premium makin ngacir 😀

    Guest
  17. Wak Haji, bukannya nilai oktan itu berbanding lurus dg kualitas dan kecepatan pembakaran? Sehingga semakin mampat semakin membutuhkan nilai oktan yg tinggi supaya lebih cepat terbakar. Jika terbakarnya lambat maka ledakannya juga jg kecil. CMIIW 😀

    Mohon dikoreksi jika saya salah y Wak Haji,,

    Guest
  18. saya juga mau tanya mas tentang penggunaan kata kata di bloger2 yang bikin gatel alias kurang sreg

    yang mana yang tepat :

    riding style : ergonomi
    riding style : racy
    atau

    ergonominya racy?? hi hi hi hi

    Guest
    • riding style : bergantung orang karena ini gaya rider
      ergonomi : bergantung 3 segitiga paremeter ergonomi moor, bergantung motornnya

      Administrator
  19. setuju ama vasava, premium akan lebih cepat menguap dibandingkan pertamax apalagi pertamax plus. tingkat penguapan bahan bakar dapat mewakili nilai ronnya, semakin tinggi nilai ron, semakin lama penguapannya bahan bakar tersebut, lain hal nya kalo avtur, setau ane, avtur itu compresinya gila2an, tapi gampang menguap karena base fuelnya adalah gas, bukan liquid. CMIIW

    Guest
  20. Seneng nih liat artikel mas topik tentang ilmu dunia motor haha, komen2nya juga apik. Jagoan kimia bahan bakar keluar semua. Daripada saling ledek, lanjutin yo mas. Ane nyimak dari jauh

    Guest
  21. tapi kan mas itu soal yg premium lebih kotor banyak kerak,,
    sama kalo pake pertamax mesin lebih bersih bisa jadi acuan ga?
    cmiiw

    Guest
  22. Begini wak, iya sih memang bagus kalo sepeda dikasih ron yang tinggi (92-95) karena ada zat addictivenya yang bisa meminimalisir/ dapat menghilangkan terjadinya kerak di ruang bakar. Tapi apakah bagus kalo dipakai terus menerus buat mesin? karena MINDSET di masyarakat pake ron tinggi itu bisa merusak/menggerogoti mesinnya itu sendiri.

    Guest
    • yap bener mas bro . . . tapi konsideran itu belum saya sentuh di artikel ini . . . karena artikel ini hanya berusaha menyentuh hubungan antara proses pembakaran di conbustion chamber dengan kadar Oktan Fuel . .. belum menggali ke masalah unsur kimia lain di bbm tersebut . . . karena kalau misalkan masuk kesana, saya harus pegang data yang kuat, Premium itu dicampur apa aja? apa benar ada sulfulnya, lalu pertamax sama shell super . . . ron sama apakah unsur pelarutnnya sama, lalu apa efeknnya . . . pembahasan disana jelas lebih dalam lagi .. . dan jujur saya belum punya data , so better not to start those conversation 😀

      Administrator
  23. Makanya kalau beli motor spek teknis pada dibaca jangan cuma pada ledek2an desain sama mesin….motor baru dikasih minum premium terus ya sebentar juga ancur….

    Guest
  24. “sesuatu yang lebih ‘padat’ menjadi ‘lebih susah’ terbakar . . . betul ?”

    Kalo BBM setau saya, saat di kompresi/padatkan justru semakin mudah “menyala sendiri” / self combustion.. Makanya mesin kompresi tinggi butuh BBM yang “tidak gampang menyala sendiri” yg salah satu tolok ukurnya bisa diliat dari angka RONnya.. makin tinggi angka RON, BBM makin tidak mudah menyala sendiri alias makin tahan untuk di padatkan. Jadi BBM dapat dinyalakan dengan kepadatan dan waktu (ignition timing) yang diinginkan sehingga hasil tenaga puntir (torque) pada kruk as sesuai dengan yang direncanakan pembuat mesin.

    Di mesin (modern) biasanya sudah ada anti-knock sensor atau bisa juga dari sensor O2 yang bisa kasih info ke ECU saat terjadi pembakaran tidak ideal, jadi ECU bisa atur ulang ignition timing secara hampir real time menyesuaikan dengan kondisi kompresi pada-saat-itu di ruang bakar.

    Jadi kalo ada mesin modern kompresi tinggi bisa minum RON rendah ya itu karena dilengkapi sensor2.. tapi hasilnya, tenaga tidak maksimal karena pembakaran BBM yang terjadi sebenernya kurang sesuai dengan yang direncanakan. Begitu pakai BBM dgn RON yang semestinya, ECU atur pengapian kepada titik ideal mesin itu, jadi tenaga mesin (torsi) terasa lebih banyak – gas gak perlu puntir terlalu banyak – lebih irit (jika dibawa dengan rute dan cara berkendara yang sama).

    CMIIW

    Guest
    • apri @
      se7 sama penjelasannya…
      tetapi memang untuk kebutuhan bbm disesuaikan dengan tingkat kompresi mesin…
      segala sesuatu sudah dirancang..
      apakah motor untuk kelas cc kecil sudah ada anti-knock
      sensor?!
      apakah fungsi dari sensor O2 sama?
      trim’s

      Guest
    • Kecanggihan kalo ecu motor bisa otomatis gitu, kaya ada komputernya aja, ngak lah semua chip ecu diseting manual istilahnya progamable.
      sedangkan sensor O2 cuma mempengaruhi suhu ruang bakar, durasi & tekanan nozel inj dari pendeteksian kering atau basahnya gas buang.

      Guest
  25. Gilanya pertamina itu, bbrp wktu yg lalu bensin RON 88-nya kualitasnya jelek sekali…. Banyak kandungan gumnya… Bikin pompa injektor jebol
    ————–
    78deka.com/2015/01/08/regulasi-gas-buang-hanya-konspirasi-pabrikan-otomotif/

    Guest
  26. itu kalo dipake terus kang. kalo motor lebih banyak istirahat alias parkir ane jd bayanginnya yg premium di tanki lebih cepet jadi gas drpd yg ron 92 atau 95 karena lebih cepat terbakar oleh panas di lingkungan. gasnya baaru keluar pas bka tutup tanki wkt isi bensin lg. so borosnya ktambah motor istirahat.

    Guest
  27. Tapi pesan inti artikel ini sudah bener menurut saya.. mesin kompresi tinggi, sejatinya butuh BBM oktan tinggi juga.. cuma Kang Taufik kelibet dikit penjelasan di dalemnya yah?

    Guest
  28. kalo bhan bakr kotor bisa mempengaruhi kerja injektor
    klo hole injectrnya kecil bisa mampet untungnya si injektor motor lubagnya gede jadi awet ga kaya mobil bisa sampai 6 hole injektor
    kira kira tekanan bahan bakar motor injeksi berapa si ?
    klo mobil sekitar 2,8-3,2 Mpa.
    setau saya saringan bahan bakar motor berbentuk streiner yang dipompa bensin dalam tangki.

    Guest
  29. wak haji, ane tadi abis baca artikel tentang bahan bakar baru dari pertamina namanya V-gas CMIIW, naa itu kan pnya ron 98, bahan bakar itu rekomen ngk si buat motor?, karena bahan penyusunnya beda dari bahan bakar yang bisa kita gunakan (premium, pertamax dkk). jujur, saya jadi iseng pengen nyoba V-gas itu, karena harga perliternya cukup murah kalo ngk salah 6100 perliter CMIIW.

    Guest
  30. waaaah……..supri saya msh bensin campur kang haji
    kdg campur pertamax kdg campur dorong kdg juga campur utang di pertamini 😆

    Guest
  31. “Semakin padat susah di bakar”kalau menurut aku iya kalau untuk barang padat bukan gas…kalau untuk campuran udara dan bensin tidak berlaku..semakin padat malah smakin mudah terbakar ..makanya butuh bahan bakar yg nilai ron nya tinggi…agar tidak meledak dulu sblm busi memercikan api

    Guest
    • Yup, semakin tinggi kompresi bahan bakar harus punya oktan tinggi (sulit terbakar).
      Contoh :
      kompresi motor 1:12,5 minimal pertamax plus, klo di kasih premium, maka motor terjadi gejala ngegelitik / detonasi. Kenapa bisa begitu? sebab ketika BB premium dikompresi, tidak mampu bertahan dengan kompresi tinggi, maka BB premium terbakar sebelum waktu’y top kompresi & busi menyala akan timbul gejala detonasi.
      Efek buruk bisa setang seher (Connecting Rod) bengkok, piston bolong / pecah, kemungkinan komponen yg lain kena imbas’Y

      Guest
  32. Saya pengguna ninja RR, nah ada keanehan tersendiri saat ngisi premium, yakni dari pandangan eksternal yg seakan sinis. Ibaratnya dalem hati tuh orang ngutuk gini, beli motor hampir 40jutaan bisa, urusan bensin masih aja makan subsidi orang. Motor harga tinggi harus pake bbm harga tinggi. Padahal belum tau aja ini motor jambakan setan masih serba teknologi jadul loh, ga main elektronik-elektronikan buat urusan mesin. Kompresi juga rendah bingits. Dari grafiknya artikel mas taufik aja keliatan kompresi <8,0 harusnya max pake bbm ron berapa. Sekarang saya rutin make super, paling 1x seminggu diisiin premium mikirnya biar tetep dapet asupan yg sesuai kebutuhan mesin.

    Guest
    • Ninja mah kompresi rendah karena mekanisme 2 langkah gak pake klep in sama out, susah mau jadi kompresi tinggi, ya buat pembakaran pake apa aja oke lah, tapi ane sih mending pertamax plus / v power dah, mereka punya adiktif buat larutin karbon pembakaran gak sempurna, dan motor 2 tak biasanya pembakaran gak sempurna

      Kawan ane pake ninja 2 tak aja pakenya pertamax plus,mkatanya lebih nendang, dan lebih enteng

      Guest
    • Kompresi / CR itu satuannya kg/m3, bukan perbandingan volume cc : volume kompresi. Rata2 mesin 2 tak backpressure gas buangnya besar saat rpm tinggi terutama saat 7000rpm valve superkips ninja terbuka penuh. Knp ninja powernya besar krn CR dinamisnya tinggi sesuai rumus newton F=diameter piston x CR.
      Idealnya penggunaan bbm disesuaikan dengan CR dinamis, timming pengapian & lama pengapian.

      Guest
  33. mantap penjelasan ttg erbandingan kompresi nya
    1: xx
    maka maknanya sekian dan sekian jika cc nya diketahui sekian.
    kirain pebandingan itu ga ad efeknya thd cc mesin > ruang bakar

    Guest
  34. wis moco … berarti emnga cocok gt aku pake pertamax… kerasa iritnya… klo pke premium malah boros….

    http: //www.goozir.com/2015/01/processor-intel-generasi-lima.html

    Guest
  35. Kalo menurut ane mah, pemadatan ini bisa menyebabkan pembakaran sebelum di bakar sama ignition, alias masih mampetin udah di dorong lagi, otomatis kinerja jadi bertambah cepat, dan piston di paksa turun sebelum selese memadatkan, makanya di perlukan oktan tinggi untuk dapat si bensin di kompresi di ruang yg sanggat padat itu

    Kalo yg ane logikain sih gitu,

    Kaya mesin disel aja, kenapa bisa irit bgt? Karena mesin di kompresi sangat padat wak, bukan di balik

    Toh bbm di sulut api bakalan kebakar cepet, tapi kalo kompresi menghasilkan udara padat dan panas, maka bisa jadi pembakaran sebelum siklus pemadatan selese

    Akibatnya power kurang karena pemadatan untuk tendangan ke piston kurang
    Bensin jadi lebih boros, karena siklus pembakaran jadi lebih cepat
    Piston punya gaya untuk mengkompresi langsung di beri gaya ledak, padahal belom titik puncak, impacnya gede di piston

    Gitu sih

    Guest
  36. jadi seru neh pembahasan nya,,
    kalo pada ngomongin susah atw gampang terbakar,,
    gmn kalo kita sama2 ambil premium sm pertamax masing2 sebotol,,
    terus kita bakar,, meledak nya yg mana duluan ya? :p

    Guest
  37. Kompresi rendah pake pertamax / oktan => 92 ga apa2 sebab didalam pertamax / bb yg lain ada tambahan aditif yg ga ada di premium (klo ga slh ada 3 komponen / aditif penunjang pembakaran sempurna) CMIIW

    Guest
  38. gampangannya yg pake radiator pake oktan tinggi, yg pake angin biasa pake premiun….
    cuma yg bikin rada bingung pertamax vs bb impor dg oktan sama keiritannya beda?
    (bukan bela bbm luar ya, tapi biar pertamina meningkatkan layanannya)

    Guest
    • ducati monster masih pake pendingin udara om kalo diisi premium bisa rompal itu piston karena cr nya 11:1

      Guest
  39. Tumben nih wak nulis artikel berbau ilmiah 😀

    Kalo gini kan para sales2 kagak bisa gontok2an di komen wak,mau gontok2an yo ra mudeng topik bahasane,lha cuman sales mana mungkin mudeng kompresi2an
    Hahaha

    Sebenernya ada lagi wak faktor yg bisa bikin mesin rasio kompresi tinggi pake bbm ron rendah,vice versa

    Masih ada rasio kompresi dinamis dan timing pengapian.

    Masalah mesin 2tak juga beda kasus wak,gacoan drag yg 2tak ga ada yg sentuh kompresi 1:10 tapi pada pake bensol semua,kasih premium jamin kagak bisa lari tu motor
    Pada mesin 2 tak sejatinya ada 2 jenis kompresi yaitu kompresi primer n sekunder
    Prinsip langkah kerja pembakarannya pun beda sama 4 tak
    Jd sekelas ninja 150rr ya harusnya pake ron 95

    Cmiiw

    Guest
  40. kalo 2 tak perbandingan kompresinya lebih rendah dari 4 tak itu karena piston baru bisa mulai kompresi setelah melewati port2 di dinding silinder mas.. kan BBM masuk-keluar liwat lubang2 di silinder, bukan liwat klep/valve.. jadi setelah atas piston liwat bibir atas exhaust port, piston baru mulai kompresi sampai posisi piston top.. jadi otomatis secara perhitungan, tinggi bidang silinder saat kompresi lebih sedikit dibanding 4tak, makanya angka rasio kompresi lebih rendah.. Kalo sama2 diukur dari posisi piston bawah mungkin lebih tinggi jadinya.. Tapi ya sama aja, mesin 2 tak kalau RON BBM dibawah spek, mesin akan knocking/terjadi detonasi a.k.a ngelitik..

    Guest
    • Yup,lebih mirip perhitungan rasio kompresi dinamis pada 4tak yg hanya dihitung saat klep intake dan exhaust tertutup sempurna
      Makanya ga bisa disamain dengan 4tak yg artinya walau di atas kertas RK mesin 2tak rendah drpd 4tak,bukan berarti bisa diminumin premium
      Krn memang beda prinsipnya

      CMIIW

      Guest
  41. Verza ane kompresi rendah 9.5 namun karena injeksi dan pertamax plus turun harga, jadi ane coba2 ke Verza ane.

    Full tank Premium Rp 85 ribu, sampe 420km kedip kedip

    Full tank Pertamax Rp 110 ribu, sampe 470km kedip kedip

    Full tank Pertamax + Rp 110ribu, sampe 500km kedip kedip

    namun percobaan belum mutlak karena Premium rutin. Pertamax baru 3x, Pertama Plus baru 5x

    Guest
  42. pengalaman pribadi,
    NJMX 1:10,9
    antara dikasih premium, pertamax, dan pertamax plus, kerasa bedanyaaa…

    Guest
  43. (Volume langkah + volume ruang bakar)/ volume ruang bakar = rasio kompresi
    (113,7+13,7)/13,7=9,3 jd rasio 1:9,3
    jk volume ruang bakar 12,22 rasio kompresi (113,7+12,22)/12,22= 10,3, bbm hrsnya pertamax dong Kang TMC

    Guest
  44. Kalau menurut sy, beda antara premium dan pertamax untuk pemakaian sehari hari di motor, adalah beda di harga aja..he…he..,

    Guest
  45. klo b3gono Skupi kompresinya tinggi dung :108+10,8÷10,8=11 bukannya 9,2 seperti yg di bilang pabrikan honda

    Guest
  46. auah bingung.

    kompresi tinggi pake bbm oktan rendah sangat bisa, klo tau rahasianya hihihihi………

    mangkanya motor / mobil modern yg punya kompresi tinggi masih bisa pake bbm oktan rendah, karena solusinya sudah di temukan…..hehehehe…..
    bila mana masih terjadi knoking. tp itu masih dalam batas wajar, no problemo.
    tp ya gt, jgan harep tenaga yg di hasilkan besar. klo mau besar y kompresi tinggi peke bbm oktan tinggi juga biar tenaga yg di hasilkan juga besar.
    klo mau irit.apapun mesinnya / kendaraannya ya jgan maen asal betot gas, rem dalem, gabar-geber gas.
    inget mesin udah modern bukan jadul, jd mindset harus di ubah, jgan batu, and sotoy

    Guest
  47. Wak, ane ora mudeng, ini IMHO.
    Pada saat langkah kompresi bahan bakar (premium atau pertamax) akan dimampatkan/dipress sejadi jadinya, dan posisi piston naik/maju ke arah busi.
    Setelah langkah kompresi langkah selanjutnya yaitu ignition/pengapian oleh busi.
    Seandainya busi nya mati, coba tebak bahan bakar (premium atau pertamax) apa yang self ignition/terbakar sendiri nya lebih duluan.
    Premium akan self ignition lebih cepat, dan pertamax setelahnya.
    RON tinggi akan lebih tahan terhadap kompresi tinggi.
    Di atas itu contoh aja, sejatinya self ignition itu ya knocking yang terasa dari mesin berisik dan getaran tinggi.
    Pengalaman pribadi pake premium, pertamax, shell super dan v-power bedanya di getaran mesin aja, dengan bahan bakar RON tinggi getaran mesin kecil dan napas panjang dan anehnya RON tinggi lebih awet bahan bakar.
    Kenapa lebih irit, ane ora mudeng, tangki sama, lubang injektor sama, mesin sama, tapi bisa irit, kecuali dompet ane.
    Sakitnya tuh disini nunjuk p****t.

    Guest
  48. Ikutan ngobrol wak. Kompresi makin tinggi = suhu pembakaran lebih panas ya? Jadi kalo biasa pake premium trus make pertamax (motor ana kompresi 10 koma), wajar ya kalo radiator kerasa lebih panas dari biasanya?

    Guest
  49. ane pake cb150r yg punya kompresi 1:11. tahun pertama ane minumin pertamax plus terus, 2 kali doang ane minumin pertamax92. hasilnya sih waktu servis setelah pemakaian 1 tahun dibuka injeksinya bersih kang, montirnya smpe tanya ke ane kok bisa bersih pake bbm apa. sepanjang setahun ini ane coba bandingkan untuk sesama ron95 kok pertamax plus lebih hemat ya banding shel v-power, tapi untuk tarikan kerasa jauh banget enakan shell. apakah komposisi campuran bbm mempengaruhi penghematan dan power?

    Guest
  50. maaf wak, kok ane agak ganjel ya. bukannya kompresi riil yang terjadi pada motor tu pake kompresi dinamis ya. jadi meskipun di spesifikasi motor 4 tak tertulis 1:9.3 tapi kenyataannya ga sampe segitu…
    kalo mesin 2 tak sih udah riil kompresinya..

    Guest
    • ane pake ninja 150 rr new, ane isi pertamax terus.. gimana pendpat suhu di mari, dari segi kekurangan dan kelebihan nya.. ???tks

      Guest
    • udah bagus bro. meskipun kompresi keliatan rendah, tapi 2 tak beda sama 4 tak. cara kerja mesinnya beda soalnya.
      bahkan kalo mau dikasih ron 95 lebih bagus bro.

      Guest
  51. udah bagus bro. meskipun kompresi keliatan rendah, tapi 2 tak beda sama 4 tak. cara kerja mesinnya beda soalnya.
    bahkan kalo mau dikasih ron 95 lebih bagus bro.

    Guest
  52. Hmmm berarti R25 yg kompresinya 11,6 : 1 mestinya pake pertamax racing ya wak?! hmm…masalahnya itu spbu yg jualnya ada dimana?! Pake V-Power atau pertamax plus ajalah yg agak gampangan dicarinya. Meskipun dari nilai oktan baru 95, jauh dibawah standar minimum.
    Hahaahaha

    Guest
  53. semakin padat kompresi gas semakin mudah di ledakkan, kasih bunga api kecil saja sudah meletup, saking tingginya kompresi gas malah ga butuh bunga api lagi buat meledak xixix
    kompresi kecil pake ron tinggi, mubadzir nampaknya, kecuali ngarep efek bersih2nya
    http: //pertamax7.com/2015/01/08/kawasaki-ninja-250fi-baru-sudah-remuk-pasca-terpelanting-di-jalanan-lurus-aceh-hi-side-kah/

    Guest
  54. Saya rasa bro/sis apri sudah menjawab semua dengan sempurna. pokoknya ga usahlah dipusingin sama mana duluan yang kebakar dan ga usah pake logika tanpa dasar,kcuali kalo mau berlogika ada dasar dan teruji. intinya dan faktanya diatas kertas memang semakin tinggi oktan semakin lambat terbakarnya. nah makanya kendaraan yang kompresi tinggi 1:9,5 keatas bagus pake oktan tinggi(1:9 kebawah mending ga usah buang uang),biar titik ledak pembakaran sesuai dengan yang diperhitungkan pabrik sehingga power keluar sempurna(tarikan terasa enteng),jadi tarikan enteng bukan karena kebakar cepet,tapi pas antara campuran udara,api dan tekanan(kompresi). meskipun di pemakaian harian ga akan terasa, kecuali anda orang yang sugestian….hehehe…

    Guest
  55. Motor honda cs1 ane waktu di beri pertamax meningkat sampai 10 kw perjamnya…tapi kl jupiter mx ane waktu dipake pertamax ga ada pengaruhnya ,segitu2 aja larinya…

    Guest
  56. jadi bray…untuk motor F1ZR yg kompresi 1:7,x bila pengen pertamax 92. apa baiknya kompresi dinaikkan atau timing pengapian yg di ubah???

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.