460x110-maret2

IWB-TMC-Bannerupdate2

tmc-sukamart-april2

HAS-jember-plengkung-13

Bro Sekekalian, Berbagai celoteh akrab yang keluar dari mulut ke 12 rider Honda Smart Adventure (HAS) saat rehat ishoma di mulut Alas Purwo ( alas = hutan ), pintu menuju titik paling tenggara Pulau jawa Yakni Pantai Plengkung di kabupaten Banyuwangi Jawa timur. Awalnya tmcblog underestimate saat disodorkan rundown turing etape pekan ini dari HAS . . . “ Cuma Jember – Banyuwangi ? “ itulah yang sempat tercuat di hati . . . ternyata ada perjalanan bonus . . Yakni menjelajahi sebagian kecil dari semenanjung Blambangan … berikut ini kisah ala tmcblog bro

440x100-loop

MBtech Riders-APR

Rabu kemarin, Pagi Pagi sekali tmcblog dan iwb sudah bekemas di kota Probolinggo jawa timur. Setelah Subuh tmcblog mempersiapkan paling tidak beberapa autopost article / posting tunda untuk sobat semua pembaca tmcblog dan baru selesai ngetik jam 6:30 Pagi ketika mas Hendriawan dari HC3 AHM menggetuk pintu memberikan warning bahwa Jam 7 pagi kita akan mulai bergerak menuju Jember. Yo wis berkemas, singkat cerita jam 9 kami sudah berada di tengah Kota jember dan kedua blogger ini bersiap menggantikan dua brother dari paguyuban riders Honda jawa timur untuk mencoba jalur Track Jember Ke Alas Purwo

HAS-jember-plengkung-1

TMCblog kali ini kebagian Honda Beat Pop eSP warna Merah menggunakan helm Shoei Merah dan jaket Respiro TMCFlow . . tmcblog pikir jalur turing sih sebenarnya enak pakai PCX 150 hehehe, namun sayang PCX nggak ada opsi pilihan, Scoopy eSP sudah dicoba tmcblog di jalur HSA Situ bagendit dan Vario 150 eSP sudah di etape Tasikmalaya – Cilacap. Karena jalur jember – alas purwo sekitar jam 9 – 12 cukup lengang, jadi formasi rider 2 -2 dan 4 rider di depan ada lah pengemudi Honda Beat Sport eSP dan Honda Beat POP eSP . . .

HAS-jember-plengkung-5

Gimana Rasanya Turing pakai Matik Komuter ? Kalau menurut tmcblog Beat Pop berada ditengah tengah antara Honda Scoopy dan Honda Vario 150, kalau ditanya pegel? Yo pegel wong ini skutik komuter, tapi kalau ditanya kalau buat turing ndadak apa ya bisa? Tmcblog jawab bisa. Awal turing di dalam kota jember rasanya ngantuk pol karena speed hanya dipatok maksimal 60 km/jam , namun ketika jalur mulai menembus Alas Gumitir, baru adrenalin terpompa . . . kelok kanan – kiri dengan Honda Beat eSP terasa lincah karena memang kecil bentuknya sob … dan ngatuk pun hilang …

HAS-jember-plengkung-6

Di satu spot jalanan lurus lengang, skutik skutik ini pun dipacu kencang masih dalam formasi berbanjar 2 zig zag . . . sempat lirik speedometer sudah masuk ke angka 100 km/jam waduh dalam hati “ ini nanti gimana ngeremnya ? “ dan teman teman dari komunitas Honda jawa timur masih terus tancap gas melewati threshold 100 km/jam dan mulai satu persatu melewati tmcblog yang hanya membatasi speed sampai 105 km/jam saja. Ketika ditanya di Alas Purwo, teman teman komunitas mengaku bisa mencapai speed 110 – 115 km/jam On Speedo menggunakan Honda beat eSP series . . . edan bener

HAS-jember-plengkung-8

Nah singkat cerita, balik lagi kecerita awal team rider HSA Istirahat di Rawa Bendo/ Triangulasi . Dari sini motor di bawa ke arah Pantai Pancur. Tmcblog dan iwb ikut kembali naik mobil Inova yang sudah disiapkan menuju ke Pancur. Perjalanan Rawa Bendo Pancur ternyata cukup istimewa pemandangannya sob, perjalanan pembuka ke sebuah kawasan Taman Nasional yang paling terpencil di pulau jawa ini dipenuhi oleh pohon pohon jati baik yang masih muda maupun yang sudah siap panen untuk di tebang. Siluet pohon jati dengan background langit biru yang di dekor oleh beberapa gumpalan awan putih akan meluluhkan hati siapa saja yang melihatnya .. namun vegetasi jati semakin menghilang ketika mulai masuk jantungnya Taman Nasional Alas Purwo. subhanallah

HAS-jember-plengkung-10

Sesampai di Pantai Pancur, Mobil Inova kru turing dan motor motor skutik berhenti dan berganti dengan mobil Khusus penjelajah. Ada yang masih 2 WD ada yang 4 WD . . . mobil 2 WD seperti kijang kapsul yang sudah dimodifikasi suspensinya masih bisa digunakan karena bentuk dataran Coastal Road menuju pantai plengkung boleh dibilang cukup Rata namun jalanannya boleh dibilang terjal berbatu seHingga butuh suspensi tinggi sob. Butuh sekitar 30-45 menit dari Pantai Pancur menuju titik Pantai Plengkung yang berjarak 7,5 km. Sesampai di Plengkung weh jam sudah menunjukan waktu ashar, dan nggak terlihat ombak tinggi tuh . . . dan ternyata memang spot ombak tinggi biasanya bisa diperoleh para surfer di pagi hari sekitar jam 8 an sob . . . oleh sebab itu di sore ini Para wisatawan baru pada masuk kawasan pantai plengkung untuk bermalam dan baru keesokan harinya melakukan surfing.

HAS-jember-plengkung-11

Pantai plengkung dan Taman nasional Alas Purwo ini bukan hanya menjadi salah satu acuan dalam dunia surfing dan keanekaragaman hayati, namun juga terkenal akan kemistisannya sob. TMCBlog nggak jago dan nggak ngerti soal beginian, namun secara singkat karena tempat ini cukup remote banyak penganut kebatinan memanfaatkan tempat ini untuk misalnnya bertapa atau bersemedi . . .

Pantainya sendiri merupakan pantai berpasir putih dengan dua jenis pasir, yakni pasir kasar bullet bullet sama pasir yang lebih halus lagi ditambah beberapa batu karang yang masih berwana hijau karena memang pantai ini masih sangat sangat dijaga ke asriannya sob. Hari sudah menjelang sore dan Team HAS pun kembali balik ke arah pancur untuk seterusnya melanjutkan kempat istirahat di Banyuwangi. Namun brooo . . . jalan dari Plengkungan ke Alas purwo kembali dilakukan rada offroad, dengan Mobil Kijang Kapsul sang supir agak iseng . . . sampai gelap pun ia tidak menyalakan lampu headlamp . ..

HAS-jember-plengkung-12

Asli kita semua nggak bisa melihat jalanan kecuali Pak sopirnya yang mungkin karena sudah terbiasa . . . namun ada positifnya juga karena dengan gelapnya perjalanan kami jadi bisa bertemu dengan beberapa habitat asli hutan belantara, kunang kunang pun jadi terlihat jelas menemani perjalanan. Yap dengan lampu headlamp padam ditengah hutan, Pak sopir berhasil membuat kenangan tak terlupakan membelah Taman Nasional Alas Purwo menuju pantai paling Tenggara Pulau Jawa, sebuah pengalaman eksotik yang entah kapan dapat tmcblog ulang kembali di waktu waktu mendatang . . . Indonesia dangerously Beautifull

Taufik of BuitenZorg

 

27 COMMENTS

  1. semangat gass polll, btw diatas ferry jangan gas polll suhu
    pertamax7.com/2015/06/04/benelli-tnt-250-resmi-di-launching-cuma-rp-458-juta-saja-pakai-ban-swallow-powernya-315-hp/

    Guest
  2. kalau mau yang lebih seru sebenarnya mampir ke sadengan wak, tempat hewan-hewan kayak merak, banteng, rusa berkumpul mencari makan.. lokasinya nggak jauh dari pura dan pantai trianggulasi

    Guest
  3. Honda beat esp top speed bisa 115 km/jam..wow..vario 150 ku top speed 120 km/jam on spedo dah berat gak bisa nambah lagi…hufh…

    Guest
  4. ga takut ditabrak mobil laen apa ga nyalahin lampu?
    btw kalo saya c bisa tidur di mobil tuh,, haha..

    Guest
  5. Gak broo! karena kendaraan yg boleh masuk, hanya kendaraan milik perhutani yg disewakan. Wisatawan, gak boleh masuk ke plengkung. hanya sampai pancur aja. klo mau k plengkung, sewa kendaraan perhutani tadi.Makanya, alamnya masih terjaga.

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here