jump to navigation

Backward Rotating Crankshaft Yang lagi heboh dibicarakan pecinta MotoGP April 14, 2016

Posted by Taufik in : motogp, Teknologi Otomotif , trackback

440x100

FWB-TMCBLOG

Backward-Rotating-Crankshaf

Bro sekalian, Mendengar kata Backward Rotating Crankshaft dari mulut seorang Marc Marquez jelas menarik dari Kita penggemar MotoGP . . dan tentunya yang belum tahu bakalan kepo kayak apa sih sebenarnya Backward Rotating Crankshaft tersebut . . . Mengenai Backward Rotating Crankshaft, sebenarnya punya beberapa nama alias seperti Reverse Rotating Crankshaft atau yang biasa dikenal di Motor Produksi masal MV-Agusta sebagai Counter Rotating Crankshaft . . .

460x110mpx

Pada dasarnya Backward Rotating Crankshaft adalah sistem mesin dimana arah putaran/ rotasi dari Crankshaft/Poros enkol itu berkebalikan dengan arah putar Ban . . . Ilustrasinya adalah seperti gambar yang menjadi Cover artikel ini sob . . .

Forward-Rotating-Crankshaft

Sedangkan kebalikannya dan menjadi sistem dari kebanyakan Motor harian adalah Forward Rotating Crankshaft. Pada sistem Forward Rotating Crankshaft arah putar Crankshaft/Poros engkol adalah searah dengan arah putar roda saat maju ke depan, ilustrasinya adalah seperti pada gambar di atas . . . namun yang jadi pertanyaan lanjutan adalah . . . effeknya apaan buat Motor?

EFEK GIROSKOPIK

Telah kita jelaskan di artikel sebelumnya tentang efek Groskopik pada saat roda sepeda motor berputar yang akan membuat Motor akan stabil saat melaju pada kecepatan tinggi ( semakin tinggi speed, semakin stabil motor ) . . . Nah untuk Motor dengan sistem Forward Rotating Crankshaft, maka Afek Giroskopik yang dihasilkan Motor saat berputar akan ketambahan efek giroskopik dengan arah yang sama akibat putaran crankshaft . .  atau dalam arti kata , Forward Rotating Crankshaft akan membuat efek giroskopik semakin besar … motor makin stabil

Nah di sistem Backward Rotating Crankshaft, maka arah putaran Dari Crankshaft yang berkebalikan dengan arah putar roda akan menghasilkan effect giroskopik yang mengurangi efek giroskopik yang dihasilkan oleh Putaran roda.  . . . artinya Motor dengan Backward Rotating Crankshaft akan memiliki effek Giroskopik yang berbeda ( lebih kecil) bila dibandingkan dengan motor yang mengunakan sistem Forward Rotating Crankshaft.

Artinya kurang ketabilannya saat melaju lurus ? . . . itu bener banget . . . Namun secara kuantitas, berapa besar kurangnya kestabilan tmcblog masih belum tahu datanya 😀

spidi-2

Menurut yang tmcblog bisa kunyah kunyah dari tulisan bernas Max Oaxley, Honda termasuk Pabrikan terakhir yang mengadopsi sistem Backward Rotating Crankshaft ini sob di MotoGP . ..  Suzuki dan Yamaha boleh dibilang merupakan yang pertama mengaplikasikan, lalu saat Gigi Dall’igna hadir di Ducati . . . Produk Pertama Ducati yang menggunakan Sistem Backward Rotating Crankshaft adalah Ducati Desmosedici GP15 . . . Oleh karena itu jangan kaget jika efek understeer pada GP 15 berkurang drastis dibandingkan GP14,2 . . .

Aprilia saat membuat Motor Full Prototipe RS-GP 2016 juga dengan backward Rotating Crankshaft . . . dan terakhir ( atau mungkin bareng dengan RS-GP2016 ) baru deh RC213V pun di balik putaran Crankshaftnya . .

marquez-FP1-2

Dengan Backward Rotating Crankshaft ketabilan Motor akan berkurang . . . . ini punya efek positif dan negatif . . . efek negatifnya, ketabilan saat melaju straight berkurang, namun efek positifnya motor akan lebih mudah ditekuk untuk masuk tikungan, atau dalam artian motor akan punya potensi lebih cepat ditikungan . . .

Dan ini mungkin salah satu lah alasan kenapa Marc Marquez mengubah gaya ridingnya menjadi Bergaya riding Rider Yamaha . . . Dengan Backward rotating Crankshaft, maka Mesin V-4 Honda RC213V akan memiliki less Gyroscoppic Effect dibandingkan RC213V tahun lalu  dan sepertinya ini juga salah satu solusi dan resep HRC untuk mengurang keliaran Motor.

Silahkan dikunyah kunyah sob dan semoga Berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

Comments»

1. sennerskov - April 14, 2016

Apa kuwe..

zato - April 14, 2016

Ooo… begono to….dalam artian GP skrg ini lebih memilih akselarasi dri pada top speed…

2. udinsastro - April 14, 2016

Mengurangi getaran

3. armandx3m - April 14, 2016

menarik

4. udinsastro - April 14, 2016

Berkurang juga gigi pembalik putaran crank

5. @miniatur_motogp - April 14, 2016

Yang minat miniatur motogp dan motor sport,miniatur mobil,miniatur pesawat,topi,kaos motogp dll
– miniatur motogp merk newray,maisto,joycity,tamiya,ixo,minichamps mulai 100rb
– miniatur mobil merk newray,maisto,nex,rastar,bburago,tomica harga mulai 55rb

Klik dan like
FP facebook http://www.facebook.com/MiniaturMotogpDanMotorSport
Pin BB 7DC513B2
Twitter dan Instagram @miniatur_motogp
Line @elg8729k
http://Www.bukalapak.com/miniatur_motogp

6. Bayu - April 14, 2016

Pertamax kah..??

Mantap ilmunya wak…

7. jambronx - April 14, 2016

Bisa jadi ya wak haji. Ketika throttle ditutup penuh saat mau masuk tikungan momen motor kearah depan bisa reduksi jadi gampang direm dan di control. Bisa kurangi chatter juga mungkin ya

8. PemadamKebakaran - April 14, 2016

Sumpah kalo dah bahas printilan kecil dimotor yg gk keliatan langsung ama mata ane susah bayanginnya.
Kelas engineer aja yg ngerti kek gini doang.

9. biotyrex - April 14, 2016

ke(s)tabilan wak…

10. wong deso - April 14, 2016

mungkin efeknya kecil…
roda diameternya 17 inci dikali 2 berbanding diameter lingkar kruk as…

wek wek wek

ukol - April 14, 2016

dbndingkan jg dgn jmlh putaran d crank sm di roda…

11. enaknya apa? - April 14, 2016

enak ditikungan…. jadi loyo di trek lurus….. makanya markes rubah gaya ridding…. dan berhasil… beda dengan carl dan daped masih pake gaya ridding lama….. jadi kesusahan… kira2 begitu ka wak haji….

Taufik - April 14, 2016

seperti itulah kira kira kalodalam bahasa kita kita

12. goozir - April 14, 2016

wuih teknologi motor memang mantap…

Gixxer pakai rma cakram belakang >>goozir.com

13. Nugie - April 14, 2016

Bahasa sederhananya, gaya kedepan dari sepeda motor di-netral-isir dengan gaya backward kruk as.

14. Gustian - April 14, 2016

Kereen artikelnya

15. dave - April 14, 2016

luar biasa ini ilmu pengetahuan,,
sedikit lebih ngerti

16. vtec - April 14, 2016

yup motor ngloyor kedepan jadi berkurang…
ngloyor kedepan berkurang = understeer berkurang

17. whitejezzy - April 14, 2016

penyembah garpu cilok mana tau beginian …

taunya ngibul doank meong Zzamban bolak balik bandung ga isi bensin

ngoahahaha
buZZZZukkk

PemadamKebakaran - April 14, 2016

Komen g*bl*k

warn - April 14, 2016

Jaka sembung bawa golok….

nino mx - April 14, 2016

Menurut yang tmcblog bisa kunyah kunyah dari tulisan bernas Max Oaxley, Honda termasuk Pabrikan terakhir yang mengadopsi sistem Backward Rotating Crankshaft ini sob di MotoGP . .. Suzuki dan Yamaha boleh dibilang merupakan yang pertama mengaplikasikan, lalu saat Gigi Dall’igna hadir di Ducati . . . Produk Pertama Ducati yang menggunakan Sistem Backward Rotating Crankshaft adalah Ducati Desmosedici GP15 . . . Oleh karena itu jangan kaget jika efek understeer pada GP 15 berkurang drastis dibandingkan GP14,2 . . .

Aprilia saat membuat Motor Full Prototipe RS-GP 2016 juga dengan backward Rotating Crankshaft . . . dan terakhir ( atau mungkin bareng dengan RS-GP2016 ) baru deh RC213V pun di balik putaran Crankshaftnya . .

COBA BACA LG !

18. Baby cheetah - April 14, 2016

Banyakin artikel kayak gini om…

19. Wrdblog - April 14, 2016

moNgtor berDNA motogp 😀 wajip pake

20. 1st - April 14, 2016

Spt FB disini jg sdh mengaplikasi Backward Rotating ChangCam(cangkem). Krn bs dg mudah memutarbalikkan fakta, mudah mencla mencle dan mudah ngelesnya.
Kekekekekek………

21. Landise - April 14, 2016

Artikel yang mendidik ini, mohon di perbanyak Wak

22. no name - April 14, 2016

mantap wak…pntes DP rada ksulitan krna DP biasany kuat di lurus loyo d tikungan..

23. xXx - April 14, 2016

Oowh.. jadi suzuki dan yamaha yang duluan mengaplikasikan ini..
Berarti yang lain ngikut gitu wak?
Yang bilang wak haji bukan ane#

Taufik - April 14, 2016

kan ane tulis sumbernya Mat Oaxley . . . die yang bilang sob, ane cuma menyampaikan

24. mobiltua - April 14, 2016

kalo kata nick pengamat teknologi kayak gini nggak penting.
karena yang paling penting itu adalah bore dan strokedan menentukan kasta motor hehehe
piss…

pengamat - April 14, 2016

Sehat bro …… Xixixixixixixi

Ponari Sweet - April 14, 2016

Ente salah, yang menentukan teknologi, kasta dan kencang itu dohc hihihi

#jualan gimmick doank

25. permen - April 14, 2016

mantap penjelasannya wak haji 😀
btw artikel dimas ekky sama andi gilang nanti jgn lupa di update wak tentang seri pertama fim cev repsol. hatur nuhun wak 😀

26. asoy - April 14, 2016

DI MOTO GP PUN TETEP JADI FOLOWER….
NGOAHAHA….

27. warn - April 14, 2016

Sip wak, jadi lebih tau banyak Ilmu. Mungkin karena tiap tahun teknologi motoGp berkembang pesat tenaga motor tergali semakin besar, dengan backward rotating crank berarti di straight motor semakin kencang tp semakin berkurang kestabilanya, maka berimbas pada penggunaan winglet. Bener nggak wak?

28. Bruud - April 14, 2016

tekno bgini nihh yangg bakalann dipke sama bajaj dimotor masallnya ga kayak merek jepunn..moto gp dibagus2in gilirann motor buat konsumen dimahal2in pake embel GP GP an..tengokk noh bajaj harga buat kepuasan customer..kualitass??jangan tanya, diatas motor jepun lah..pulsar tebaru udah pake Forward Rotating Crankshaft choyy

Fu user - April 16, 2016

Bukannya rata2 motor pake forward rotating crankshaft..pinter bgt lu,hahaha

29. Roy (Sempak Operpret) - April 14, 2016

Yamaha dan Suzuki emang pake duluan tp teknologi ini sejatinya adalah ide dr Honda yg di tiru dn dipakai oleh pabrikan lain

:v

endik - April 14, 2016

Klau ide honda,knp honda ndak claim itu teknologinya?maksudnya knp ndak di patenkan oleh honda?
Pakai logika aja klau komen bro,biar ndak dibilang ketutupan sayap sengkleh…

30. Pengamat - April 14, 2016

saya melihatnya efek giroskopik hanya untuk membantu kestabilan saja

efek liar sebenarnya adalah saat topspeed yang terlalu tinggi menjelang tikungan.
topspeed berkaitan momen puntir (gaya sentripletal) pada putaran roda belakang yang tinggi, ini yang menyulitkan saat deselerasi.
memaksakan hard brake mengurangi traksi ban, ban cepat habis.
memaksakan enggine brake bisa rontok gearbox.

apakah makin cepat putaran roda belakang bisa stabil saat tikungan?

31. dewa - April 14, 2016

saat diAkselerasi,arah putaran Roda Belakang menberikan Efek mengangkat bag depan Motor.sedangkan bila Motor diGantung(dibagian tengah/mesin pakai tali kaya Ayunan) lalu Mesin diakselerasi.Bobot Flywheel dan RPM membuat ada efek mengangkat Roda depan bila Putaran Searah Roda.dan Menekan Roda Depan bila putaran dibalik.Jadi Backward Rotating Crankshaft mengurangi Roda Terangkat saat diAkselerasi.

Gabbar is back - April 14, 2016

Setuju 100% sama ente!

Agista - April 14, 2016

Tidak om.. pengaruhnya nol terhadap gerak motornya.
Pengaruh bacward pada cranksaft itu hanya pada kinetiknya aja om..

Jika di katakan ada pengeruh terhadap gaya keseluruhan terhadap motor (giroscopic) aku kurang setuju om.. soalnya giroscopic itu sgn dipengaruhi oleh momentum sudut (getaran) semakin besar.

32. viki - April 14, 2016

nsr500 dulu juga pake, ganti yg 4 tak malah ga pake

33. dewa - April 14, 2016

Efek Giroskopik contoh paling gampangnya Gasing yg bisa berdiri saat berputar dan rebah saat putaran habis.bentuk gayanya kesegala arah pada Poros Putaran.jadi Hanya bekerja diPoros/Sumbu Roda dan Poros Crankshaft,bukan diMotor/Sasis.

34. Lemon - April 14, 2016

Berarti cb150 pake teknologi gini yak. Katanya teknologi motogp..

Pantasan yang bawa mereng mereng ut3k3..

Kkk..

35. ardhika - April 14, 2016

wak.. jd kalau mesin buat adu drag lbh powerfull yg Forward Rotating Crankshaft dibanding dng Backward Rotating Crankshaft ya wak??

Taufik - April 14, 2016

lebih stabil yang FRC dibanding BRC .. tapi kalo soal top speed, mungkin ada korelasinya, namun seberapa jumlahnya, saya nggak tahu

Fu user - April 16, 2016

Wak bahas juga dong soal silinder yg miring kebelakang & posisi intake plus exhaust dibalik kayak punya special engine yamaha..

36. dewa - April 14, 2016

Sumbu Crankshaft Motor Melintang,jadi efek Gaya Putar pada sasis melintang juga kaya Mesin Mobil FWD.kalo pada Motor mesin Boxer atau Mobil RWD,sumbu Crankshaftnya memanjang jadi Mobil RWD bila diGas maka Mesinnya akan goyang kearah berlawanan dari Crankshaft.kalo Motor Boxer BMW dia goyang terdorong kekanan.saat Flywheel diakselerasi saja.bila putaran stabil efeknya kecil/berkurang.

Kotan - April 14, 2016

Ente pernah ?

37. tamvan - April 14, 2016

bajaj bajuri ya??

38. motor2an - April 14, 2016

Apakah itu alasan kenapa pada mulai winglet-an khususnya ducati yg power straight, karena emang kalau dasarnya winglet buat downforce motor biar stabil saat top speed tercapai meski kata Rossi ga kerasa bedanya untuk yamaha

Ayam aha - April 14, 2016

Motor honda plat motornya udah jadi winglet. Klo yamaha plat motornya kayak nempelin iang kertas di jidat…haha

PemadamKebakaran - April 14, 2016

Winglet bukannya membantu grip ban depan karena sekarang karena pake michelin.
CMIIW

39. ade semarang - April 14, 2016

wak.. jadu posisi dibalik.. klnalpot di belakang dan injector di depan?

Taufik - April 14, 2016

kalo itu beda lagi, itu kayak NSF250R

40. doremi - April 14, 2016

banyakin artikel seperti ini wak
keren

41. kurher - April 14, 2016

mantap artikelnya wak haji. sering sering aja artikel kaya begini mengulas tentang teknologi di motogp. bermanfaat menambah pengetahuan.

Taufik - April 14, 2016

kalo ada bahannya sih okeh aja sob

42. Motubah Jipih - April 14, 2016

Tehnolohi motoh jipih emangh TupppHH !!

43. Nmm - April 14, 2016

Klo sama Crossplane Cranksahft beda apa wak haji?

Taufik - April 14, 2016

wah panjang nih ceritanya

44. aganwidodo - April 14, 2016

Wak, kalo bisa bahasa yg dipake jangan terlalu teknis, biar yg awam bisa paham. Makasih.

Taufik - April 14, 2016

ok

45. abdel - April 14, 2016

oh begono… biar gampang di tekuk toh..
ngarah teu heuras beuheung..wkwkw.. mantap..

46. Darsono Pangling - April 14, 2016

Oh brati tahun2 kemarin keenakan lorenzo sama rossi dan th ini si anak baru vinales jg langsung bisa belok!!! Wakakakakak…sudah kuduga…skil marqez memang lebih oke di banding rossi dan jolor di era modern motogp yg serba presisi dan kekinian(digital)….wakakakakak, damn!

47. Ardiantoyugo - April 14, 2016

Woh nek ngebut lurus kena cross wind horor…

PO Eka SHD Morodadi Prima, Cuakep: http://wp.me/p1eQhG-1DY

48. kazuron - April 14, 2016

Mau bagaimanapun ga kepake buat motor harian. krn teknologi tsb kerasa diatas speed 100 kpj. tp salut lah teknologi sekarang

49. bys - April 14, 2016

jiplak meneh cak

50. Satria Adhi - April 14, 2016

Wuuiiiddiiihhh.. mantaaapp masbroo!! Kalau diaplikasikan ke motor cc kecil 150-500cc pengaruh gak ya Oom..???

51. kim18 - April 14, 2016

Artikelnya menarik wa haji. Banyakin materi kaya gini biar pembaca blog disini semakin teredukasi. Trimakasih wa hajii

52. tores - April 14, 2016

BRC + CROSSPLANE powerful ya wak

53. Kevin Schwantz - April 14, 2016

Wak haji itu siluet honda CBR600F2 yah???

54. Gabbar is back - April 14, 2016

Gampangnya gini..
Geber aja matic atau manual saat standar tengah pasti gesernya k blakang..
Arah gaya k blakang jd akselerasi makin ok cz ban blakang lengket k aspal tp yg dpn kurang nempel k aspal..
Kalau backward rotating arah gaya kebalikannya dr contoh nyata d atas,yg brakibat ban depan makin lengket k aspal..
Ini utk mengakali ecu magneti yg lbh inferior dr ecu standar honda cz sensor akselerasi pd magneti marelli cuma deteksi putaran roda depan aja..
Kata marquest, dia jg mengeluhkan akselerasi yg jauh brkurang,wajar krn pke backward rotating..
Imho

Agista - April 14, 2016

Kurang stuju om.. dgn koment nya.. maaf.. xixi.. gaya yg spt om maksut itu pengaruhnya dari central massa dimana. Karena massa terbesat dari motor itu terletak d bagian belakang.. cuba kalau seimbang pasti motor akan bergeser ke kanan atau kekiri.

Initinya.. gerakan part dlm mesin tidah berpengaruh terhadap motor yg berjalan atau bergerak. Konstanta gerkanya nol om..
Ini kata newton..
Cnthnya.. saat om naik bus yg berjalan maju.. dan om berjalan maju atau mundur juga.. maka tidak ada oengaruhnya terhadap percepatan bus.. justru hanya kelembaman yg om rasakan. Begitu juga pada mesin. Xixi

Gabbar is back - April 14, 2016

Gitu ya? Tp kenyataannya kok sperti yg djelaskan bro dewa d atas ya?
Mobil dgn konfigurasi mesin inline atau v yg membujur k dpn kalau meraung body mobil selalu miring k kiri atau k kanan trgantung putaran as kruknya..
Trus pengalaman ane dgn genset 2000watt ternyata juga as kruknya pke backward rotating saat putaran mesin dinaikan selalu bergeser sendiri k dpn..
Itu dr pengalaman ane sehari hari lho bro.. Tp entahlah ane jg g pinter fisika sih..

Agista - April 14, 2016

Itu efek dari gaya sentrifugal mesinnya om.. kmana arah putaran mesin maka gaya sentrifugalnya akan mempengaruhi getarannya..

Sedangkan d kasus spedamotor om.. itu karena cental masa yg cendrung k belakang.. adanya gardan dan mesin yg posisinya agak kebelakang..

Gabbar is back - April 14, 2016

Saya prnah k eco green park malang..
Dsana bro bisa lgsg praktek d laboratorium wisata..
Dsana trdapat pijakan yg dapat bebas brputar k kanan maupun k kiri..
Bro lalu memegang poros roda roda yg brputar,coba roda itu miringkan k kanan maka bro akan ikut brputar k kanan,miringkan k kiri maka bro akan brputar sbaliknya,walau bro memaksa dgn brbagai cara agar tdk brputar ataupun melawan dgn catatan pijakan tetap pd tempatnya maka tetap saja bro akan mengikuti arah miringnya roda yg bro pegang trsebut.. Beban diakali k kiri maupun k kanan tetap tak bisa mempengaruhinya..
Mgkn inilah yg dmaksud wak haji..
Coba saja spd motor matic yg standar tengah td bobotnya dtambah entah dpn atau blkng hasilnya tetep saja motor akan brgeser k blakang..

Agista - April 14, 2016

Sudah cuba om.. saya juga tinggal d malang..
Permainan yg om bilang itu adl pengaruh relativitas om..
Relativitas akan terjadi jika sebuah benda berada pada bemda ygdi berikan gaya dari sebuah benda yg memiliki ruanh dan gaya yg lebih besar
jika back pada kasus awal.. intinya ttp pada gaya sentrifugal om..

iseng - April 15, 2016

Setuju sama um agista, geser nya pasti k kanan dan ke kiri, udh pernah nyoba soal nya

55. hand sealer - April 14, 2016

Like thiss

56. Bruud - April 14, 2016

Back to Scholl

57. Axl - April 14, 2016

motor produk massal ada gg yg pk teknologi beginian..?

Taufik - April 14, 2016

ada sob, MV agusta Brutale 675 dan MX agusta Brtale F3 675

58. batangan - April 14, 2016

Fby emg smart…. pokoknya semakin di depan… taunya yang lain jiplak….

59. Riva - April 14, 2016
60. cetak foto ukuran dompet - April 14, 2016

keren penjelasannya wak 🙂

61. Cak Peno - April 14, 2016

wak haji bahas juga dong. pengaruh derajat kemiringan silinder head. kan ada tuh mesin dlosor kaya bebek. hampir tegak dan tegak kayak motor laki

Agista - April 14, 2016

Maaf om kalau kasus itu hanya utk factor dimensi aja om.. menerut aku sih begitu.. xixi

62. Agista - April 14, 2016

Kok sptnya aku kurang stuju dgn tori backward rotation cranksaft pada mesin berefek pada giroscopicnya baik besar atau kecil nilainya.. pergerakan mesin saat motor berjalan kan menurut hukum newton 1 nilainya nol. Dalam artian hanya ada efek kelembaman dari massa mesin ke kestabilan motor.. kalau efek ttg semakin lambat di strike or semakin cepat.. itu g ada pengaruhnya. kalau masalah itu.. berpengaruh dari kecepatan awalnya saat mau brake.

Taufik - April 14, 2016

bro agista .. . itu jika hanya masuk ke makanika dasar soal pergerakan dua dimensi dengan hukum newton
namun kalo masuk pergerakan roda maka akan nyambung ke giroskopik semisal begini
bro pegang satu sumbu as ban motor, lalu diputar . . . padahal itu ban kan nggak nyentuh tanah kan, kaki kita yang nyentuh tanah
namun apa yang tejadi ?
kita akan terpengaruh gerakan memutar akibat efek giroskopik yang ditimbulkan oleh gerakan rodatersebut . .. dan itulah contoh sederhana efek giroskopik
aneh kan padahal itu ban nggak nyentuh tanah, tapi ada pengaruhnya
analogi itu masuk ke emesin motor
padahal tentu gerakan memutar dari poros engkol tidka seperti roda yang menyentuh tanah kan . . .?
sama kasus nya dengan roda yang kita pegang diatas . ..
and hen . . . bisa bro tambahkan sendiri selanjutnya . ..
so ?

Agista - April 14, 2016

Mungkin lebih tepatnya efek yg dominan adl dari gaya sentrifugal bandul pistonnya om.

Agista - April 14, 2016

Kalau efek giroskopis dari mesin g ada om.. karena banyak faktor. Spt kruk as.. noken.. sudut blokcilinder.. langkah piston.dll yg mangakibatkan sgt besarnya getaran (momentum sudut)nya om. Giroskopis twpatnya di kaitkan dengan putaran sumbu roda dan central masa yg mengatur keseimbangan om.
Itu se menurut ku.. xixi

63. tawonz - April 14, 2016

motogp emg ttg uber2an teknologi terbaik.
review dikit.
1. swing arm terbalik : yamaha dulu baru ditiru honda suzuki ducati.
2. pneumatic valve siapa duluan? seingat ane yamaha yg terakhir ikutan pake. ducati pake desmodromic yak.
3. thn 2009 ketika jl n rossi sangat dominan klo ga salah ada teknologi tekanan tangki atau apalah gt. ada yg inget?
4. seamless shift gearbox. honda dulu, yg lain ngikut.
5. BRC. yamaha n suzuki dulu baru yg lain ngikut.

ni ngga sampe flash back terlalu jauh kaya chassis deltabox atau rem cakram carbon misalnya.
kira2 gitu ngga bang haji? ada koreksi?

Taufik - April 14, 2016

ya gitulah teknologi, soal BRC sebenarnya di GP500 cc 2 tak HRC pernah pakai, entah kenapa pas masuk ke 4 tak nggak pake sampai tahun 2016 ini baru pake lagi

Skidrow - April 15, 2016

Yang pertama pake pneumatic Aprilia Rs-Cube om jamannya RC211V dulu

64. DedyDN - April 14, 2016

Wahh keren nih.. Mantaff wak hajii..
Wak haji bikin artikel Konfigurasi Mesin In-line, V , L sama U dong wak.

Taufik - April 14, 2016

wedeh, saya belajar dulu kalo itu sob

65. jaran tempur - April 14, 2016

Tetep kekeuh screamer ini ceritanya.

66. gilaroda2 - April 14, 2016

nyatanya memang gak ada yang ideal bingits, bai itu rotating crankshaft, maupun bisa juga antara mesin crossplane vs flatplane, antara inline 4 dengan v4, antara sohc vs dohc, antar overstroke vs overbore, dll…yang ada hanya pendekatan2 untuk mendekati settingan seperti yg diinginkan, ato langsung ikut arus aja nyontoh temen2nya…. cmiiw….

67. iamvario125 - April 14, 2016

Efek hilangnya asimo…. Zzzzzzz..zzzzzzz…jadi mengikuti teknologi yg lain….

68. iamvario125 - April 14, 2016

Efek hilangnya asimo…. Zzzzzzz..zzzzzzz…jadi mengikuti teknologi yg lain…. Kata mbah rossi… Honda rc213v mark maequest gampang diarahkan menjelang dan keluar tikungan..

69. Mujib karangmalang semarang :D - April 14, 2016

Kerenn , artikel smart yg komen jg pd smart..
Gak cuman artikelnya, komennya jg nambah ilmu..

70. ASD - April 14, 2016

yup motor ngloyor kedepan jadi berkurang…
ngloyor kedepan berkurang = understeer berkurang

Kalo ngeliat disini, reverse-rotating crankshaft malah tambah understeer (dalam teori).

http://www.motorsportmagazine.com/race/motogp-race/why-motogp-is-going-backwards/

‘However, nothing is for free in racing. If you run the engine backwards the engine needs an extra jackshaft to keep the rear wheel turning the right way. That shaft absorbs a significant amount of horsepower, as well as increasing engine weight and dimensions. In theory, a reverse-rotating crank also increases understeer in corners, making the bike run wide on the exit, which can prevent the rider from getting on the throttle.’

71. Anugerah Dwi - April 14, 2016

Mantap nih, artikel tentang teori fisika.

________________________________________________
Tulisan basa-basi tentang sepeda motor:
http://bluesight5.blogspot.co.id/2016/04/basa-basi-tentang-sepeda-motor.html

72. sarungban.com - April 14, 2016

lha….komen itu semestinya begini..!!!

73. Pam - April 14, 2016

Trs yg bisa muter balikan crankshaft bisa muter balik berlawanan arah jrum jam..apa nmanya??…heheh

74. ule - April 15, 2016

spertinya memang begitu wak.. masuk logika..

75. balimotorider - April 15, 2016
76. koplax - April 15, 2016

Nyuss

77. pecel_basi - April 15, 2016

Mungkin bukan loyo di trek lurus tp ga stabil

78. Petter Tesla - April 15, 2016

Klo pakai back ward gitu apakah desain gearbox juga berubah ya..?

79. rdy - April 15, 2016

mungkin salah satunya itu buat tonjokan crank dll bisa diarahkan kebelakang sehingga ban belakang gak.mudah ngangkat atau kstabilan saat deselerasi dan akselerasi ban blakang lebih gigit ke aspal kalau kecepatan sih.masih bisa digali lebih tinggi tinggal pabrikan.mekanik mau seberapa cepat
.cmiwwwww

Honda rcv jadi kelihatan pada lemot lemot cepat.karena pembalapnya boleh dibilang pembalapnya lebih cepat dr pada motornya …



%d bloggers like this: