jump to navigation

Menjawab Tantangan Dengan Prestasi . . . Lesson Learn dari kemenangan Rossi Di Jerez 2016 April 25, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

honda-vario-440x100

rossi-thropy

Bro sekalian, Bagi TMCBlog, Kemenangan Valentino Rossi di MotoGP Jerez 2016 bukan hanya sekedar penambahan statistik kemenangan GranbPrix ke 113 dan kemenangan Kelas Primer VR46 yang ke 87 sepanjang karirnya. Namun kemenangan ini jelas sangat special karena dibangun atas kerja keras seorang pebalap berusia 37 tahun dan juga tentu dukungan teamnya yang cukup solid. Race Austin 2016 tentu menyimpan kegetiran karena kesahalan teknis management Cluth menyebabkan dirinya mengorbankan point. Oleh karena itu Seorang Legenda hidup pun nggak mau malu mengadopsi part yang biasa digunakan oleh sorang pebalap Kadet saat belajar racing :  sensor tuas kopling . .walaupun sejatinya sensor tersebutpun hanya dipakai sekali saja yakni saat Start karena sepanjang 27 lap Race berikutnya tentu seamless gearbox akan menggantikan tugas dari tuas kopling . . . take a note, cuma 1 kali namun karena Vital, seorang juara dunia 9 kali GrandPrix nggak masalah menggunakan Part yang biasannya dipakai anak anak sekolah balap .. .  lanjuutt

440x100_drivechainkit

rossi-clutch-sensor1

Dua Nama Kuat di jerez adalah Jorge Lorenzo dan tentu Dani Pedrosa. Keduannya punya statistik masa lalu yang cukup membuat orang mengunggulkan keduanya di jerez 2016. Mungkin Jerez bagi mereka berdua sudah seperti Sirkuit Belakang rumah yang entah sudah berapa ratus maupun ribu kali mereka cuba untuk latihan. Marc Marquez ? Dari awal Juara MotoGP 2 kali ini mengatakan bahwa Jerez bukanlah sirkuit favoritnya dan hanya menjanjikan hal maksimal yang ia bisa.

Sektor 4 yang mengandung speed corner adalah hal tersulit bagi Honda RC213V . . Sedikit demi sedikit Marquez bisa mendekatkan diri dengan Pace Yamaha . . Sampai Race Day terbukti bahwa RC213V nggak bisa banyak mengejar Gap Performa ini di Jerez . . . Namun satu Credit yang terlihat dari Progress pendewasaan Marquez adalah . .. Ia tidak Lagi memaksakan diri dalam melakukan hal yang beresiko. Di Parc ferme ia berkata bahwa beberapa kali ia hampir Crash karena mengikuti Pace Lorenzo . . . setelah itu ia berfikir : Oke  . . cukup dengan 16 Point

Balik Lagi Ke Rossi. Gelegar pembuktian Pebalap yang baru memperpanjang Kontrak dengan Yamaha Movistar untuk 2017 – 2018 ini sebenarnya mulai terlihat semenjak Jumat Pagi FP1 dimana Valentino Rossi bisa menjaga jarak Pace dirinya dengan Jorge Loreno di bawah 1 detik dan Memang puncaknya adalah Saat Kualifikasi dimana Di detik detik terakhir Rossi membuat terpana Jorge Lorenzo ketika bisa lebih cepat 0,122 detik dari dirinya.

valentinoRossi-wingletFP4

FP3-Kualifikasi adalah Moment saat VR46 mulai terlihat menggunakan strategy aerodinamika yang sama dengan Jorge Lorenzo. Winglets hitam besar laksana gentleman moustache nempel dengan gagahnya di dekat moncong Yamaha M1. Di awal Musim Rossi sempat berkomentar bahwa kehadiran winglet merusak kecantikan motor  .  namun seakan ada ungkapan ‘ . . . the hell with that ‘ . . .  its about the Taste of the Victory. Buat tmcblog Ini mengartikan bahwa open mind terhadap suatu progress dan perubahan adalah penting. Jangan terkungkung oleh Ego

Itupun masih menyimpan tanda tanya . . . akankah rossi bisa berbicara di depan Lorenzo nanti saat race day ? . .  Bukan apa apa, 0,122 detik lebih cepat dari Lorenzo saat kualifikasi dibukukan Rossi dengan Ban Depan medium compound, sedangkan lorenzo menggunakan ban Hard Compound. Umumnya Ban Medium punya karakter Grip Yang lebih rekat dibanding hard Compound, cmiiw

Tire

Race Day  . . . 4 Top Rider Rossi, Lorenzo, Marquez, Pedrosa menggunakan Ban Yang Sama Persis Depan Hard dan belakang Medium Compound ( cek deh daftar di atas sob ) . Oke deh . .  Ban sudah sama , nggak boleh lagi ada yang protes . . . sekarang tinggal mesin dan pebalap. Di awal race Pedrosa sempat membuktikan statistik dengan mencuat dari posisi 7 ke Posisi 3  . . . Namun yang jelas jadi Fokus perhatian adalah Valentino Rossi yang semenjak Start berhasil ngacir di depan dan terus membukukan laptime Cepat. Rossi Di jerez membukukan laptime tercepat 1’40.090 di Lap ke 3 dan nggak ada pebalap lain yang bisa lebih cepat dari ini di race kemarin

Race-result-jerez16

spidi-2

Ngacir terus kedepan dan terus meningkatkan Pacenya . . . Diluar Pengakuan Lorenzo bahwa ia mengalami masalah dengan spining ban belakang, Valentino Rossi seakan sedang memperlihatkan kepada semua orang ‘how to handle Lorenzo at jerez’ bagaimana mengatasi Jorge Lorenzo di jerez. Ban sama, awalnya kita menunggu akankah Degradasi ban akan menimpa Rossi Di akhir akhir Race ? secara biasanya siapa yang push di awal, maka akan keteteran di akhir  . . namun kenyataannya adalah . .

laptime-Lor-Ros

Yap Nggak ada yang berubah . . . Laptime Rossi hanya beberapa kali saja lebih rendah dari Lorenzo . . .yap lap 17,18, dan 19

BRK-Rossi

Setelah itu, apalagi setelah Kode BRK ! hadir di PitBoard .. .  kembali Rossi ngacir, sepertinya Ia nggak mau lagi ambil resiko terlalu banyak bermain main adu salip ( hal yang sering ia lakukan di masa mudanya) dengan pebalap yang memiliki rekor statistik fantastis di jerez seperti Lorenzo. Turing turing dah, Yang penting Podium Satu

Sepertinya ada perubahan Paradigma dari Rossi . . . Mungkin clash akhir Musim 2015 lalu memberikannya pelajaran baru, mungkin ada hubungannya dengan apa yang pernah ia sampaikan kepada Mat Oxley (1) bahwa saat ini yang penting bagi dirinya saat ini adalah ” rasa dari kemenangan / taste of The Victory

“At the beginning you race for the trophy, also the money is very important for everybody. For me now it is just the taste of the victory, or the feeling I have when I make a good practice, or I make the front row, the podium or I make a good race. . . . “

Sudah bukan uang lagi yang ia kejar, sudah bukan sekedar Piala lagi yang dikejar . . . progress positif adalah yang dia incar ..  . torehan Juara adalah hal yang mengikuti hasil dari Progress positifnya tersebut. Sampai Di Race seri ke lima ini bahkan di Parc ferme setelah race, belum terlihat lagi adanya lontaran ‘mind game’ yang biasanya menjadi Karakter seorang Valentino Rossi di masa masa lalu. Entah karena himbauan FIM ataukah memang Ia sepertinya berusaha untuk tidak membuat banyak statement kontraproduktif, nyeleneh, atau berbau kontroversi lainnya. Seakan  ia mau memperlihatkan pada dunia bahwa hard work adalah Kunci memperoleh ” taste of the victory ” . . .

Mungkin sobat sekalian ada yang nggak setuju atau mungkin bilang terlalu dini bahwa karakter mind game sudah mulai di tinggalkan Vale. Mind Game memang ngeri ngeri sedap dan membuat atmosfer kompetisi jadi lebih hangat . .  namun yaa. kita lihat deh ke beberapa race kedepan. Namun untuk sementara Positif Credit pun terlontar dari mulut Marc Marquez . ..  Ia mengatakan bahwa saat Race di Jerez kemarin Rossi berada pada Level nya sendiri, gak ada yang bisa menyamai .. . Agreed Marc!

After All sampai Race Seri ke 4 Jelas ini buat tmcblog ada lesson learn yang positif dan bisa menjadi cermin dalam kehidupan sehari hari . . . Jika ada yang mencibirmu, jika ada yang underestimate terhadap dirimu  . . . tataplah , anggap sebagai tantangan, evaluasilah, lalu bekerja keraslah . . . karna taste of Victory di atas hard work untuk menjawab semuanya akan lebih berasa . . . namun setelah itu janganlah jumawa, terus pertahankan pace positifmu agar bumi mengenang atas hal positifmu. Semoga kita semua bisa mengambil sari pati inspirasi yang positif . . .

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

Comments»

1. whitejezzy - April 25, 2016

mamam dolo laahhhh

Z800★RIDERS - April 25, 2016

wak BRK itu apa mksdnya?
so far sy blm paham

haiyyaaa cilaka luwa welas waaa

Taufik - April 25, 2016

ada hubungannya sama Brake . . . sepertinya engine brake . . . mungkin rossi akan menggunakan engine brake lebih .. .atau bisa juga late braking

Kancut - April 25, 2016

Bukannya “break” wak.
Yang maksudnya ambil jarak dg pmbalab belakangnya.??

Z800★RIDERS - April 25, 2016

jd masih simpang siur ya wak…
aku sendiri mengartikanya saat BRK ditunjukkan pd rider itu mgkn peringatan tuk menjaga keawetan rem… secara rossi kan senjatanya latebrake… cmiiw

haiyyaaa cilaka luwa welas waaa

kliwon - April 25, 2016

Apa bukan jangan terlalu banyak “brake” wak, atau kurangi porsi “brake” siapa tau

rinc - April 26, 2016

yang sudah terpecahkan adalah ‘vamos’
satu lagi ‘T’ apa ya artinya

agus - May 2, 2016

Mungkin istirahat wak…jangan tegang mulu mbetot gas nya

2. whitejezzy - April 25, 2016

oli samping… ga pertamax

3. FBY vs FBH - April 25, 2016

josss

4. abay - April 25, 2016

sangat setuju, nice work

5. kin - April 25, 2016

Jeru.. Wak haji taiufik.. Tausiyahnya.. Sipp

Xmod - April 25, 2016

Katanye mauidhotul khasanah.. 😀

CBR ku 46 - April 25, 2016

Xmod tensinya udah 180..gara2 46 podium 1

6. Letter L (eks Coleader Klan Anzen S26) - April 25, 2016

joss.. bener wak kata ente.. jangan sombong

7. maverick - April 25, 2016

Sangat inspiratif, wak haji…. thumbs up!

8. kin - April 25, 2016

Maaf wak haji.. Taufik.. Bukan yg tertulis diatas… Trims

9. Smoke - April 25, 2016

Tulisanmu terlalu canggih untuk sekedar blog, wak!

Sugoi!

penakluk peradaban - April 25, 2016

Harusnya tulisan ini dimuat juga di media cetak, agar lebih banyak orang yang terinspirasi,,

10. penakluk peradaban - April 25, 2016

Mantap wak,,, aamiin,,

11. ocid w@e - April 25, 2016

Rossi udah tua masih aja nakal, gak mau kalah sama yang muda!

12. bang - April 25, 2016

Mantaf..
Semoga rossi tetep konsisten hard work nya dan tidak jumawa..

13. al yakumaru - April 25, 2016

wak ada video race kemarin g wak,
ketinggalan nonton karna macet…hadeuuuhhh…

Taufik - April 25, 2016

coba tanya mas endriks sejuta umat.com sob

jason - April 25, 2016

Cek hanzamme blog brow

14. warn - April 25, 2016

Suka paragraf terakhir..

15. Gerimis - April 25, 2016

Mantab deuh wak hikmah nya

16. A nti H onda M otor - April 25, 2016

46

17. klotok - April 25, 2016

ambil pelajarannya aj dr seorang VR

18. suzukifans - April 25, 2016

Dia bisa mengatur motornya &
Dia bisa mengatur dirinya jadi seorang jawara!

miko - April 25, 2016

Dan itu yg harus di tularkan ke MV…ups..!!

19. PemadamKebakaran - April 25, 2016

Kok komen ane kgk nongol nomgol yak?

20. biotyrex - April 25, 2016

artikel mantep wak… sampe gag ngurusi koment2 pertamax, keduax, ketigax, keempatx, pokok e kelimax…haha

21. gaoga - April 25, 2016

…dan para junior,tertunduk lesu !!!

22. paijo - April 25, 2016

Make it better and better.. go vale!!!
Keep up the good work!!

23. Rid - April 25, 2016

Super sekali wak. Sampai melongo bacanya.

24. ben piss - April 25, 2016

Mantap quote nya bro!

Btw, bisakah kita simpulkan atau setidaknya menduga2 bahwa hangusnya kopling Rossi saat start di Austin itu karena Rossi sedang “belajar” start dengan cepat layaknya peluru seperti yg sudah dikuasai oleh Pedrosa & Lorenzo selama ini?

Gw masih ingat di semester kedua seri 2010 saat Pedrosa mulai mendekati perolehan poin Lorenzo, salah satunya berkat kemampuan start nya yg sangat hebat.
Lorenzo mulai fokus belajar cara start cepat, dilanjutkan sepanjang musim 2011.
Sampai akhirnya sejak 2012 sampai sekarang, Lorenzo menjelma nenjadi salah satu pembalap dengan skill start cepat yg tidak kalah dari Pedrosa.

4 seri awal 2016 ini, VR sudah sukses untuk selalu start dari front row.
Lebih lanjut, feeling gw, dia sedang belajar mengikuti jujak JL & DP untuk melesat cepat di garis start… IMHO

25. david t - April 25, 2016

Ayo Rossi haters mana nih? Ditunggu kehadirannya. O ya btw bagi saya race tadi malam Rossi seperti berkata begini, saya akan terus bekerja keras sampai kontrak habis, tak peduli meski harus memakai part yang biasa dipakai racer pemula, dikatain anak kecil, dikatain sudah tua macam aki-aki, ini lah itu lah, he just don’t care about it, he just care about taste of victory. Betul kata pak Taufik, hard work will be paid with a sweet victory. Once again congratulations for #VR46

26. bocahbejo - April 25, 2016

main aman

27. made - April 25, 2016

menurut saya rossi ingin menunjukan pada semua para rider dan para fans motogp. kalau hanya ingin mengejar lap time, sama seperti lorenzo dan marq yang “sering” lakukan dia bisa saja. moment nya pun sangat pas saat race jerez, pembalap tuan rumah spanyol banyak yang jago disini. sikapnya berubah semnjang clash sepang tahun lalu dimana ada “intrik antara duo spanyol. spesialnya race ini ditunjukan didepan penonton dan rider spanyol. suatu pelajaran penting yang ditunjukan seorang legenda hidup valentino rossi.

28. Sunartosili - April 25, 2016

Gak bosan2 baca artikel rosi juara

29. theodore - April 25, 2016

mantap.. work hard..

30. Cebret - April 25, 2016

Pelajaran dr vr46:
– usia bukan halangan buat terus berjuang
– tidak mudah puas dgn satu prestasi aja
– berani mengakui kesalahan dan tdk malu belajar
– tidak kenal kata menyerah motivasi tinggi
– berdedikasi dgn pekerjaan/passion

Btw om taufik, ngemeng2 bahas vr46 nanti banyak yg kojel2 lhooo….

Xmod - April 25, 2016

👍

31. goozir - April 25, 2016

boleh tuh diterapkan pada ilmu ngeblog

32. bebekgirang - April 25, 2016

wew..serasa baca kolom artikel surat kabar nasional kerenn

33. kevin - April 25, 2016

nice race
walaupun agak ngebosenin

malah moto 2 yang seru

suzuki superb bisa ayam2in ducati walaupun sama2 factory

kapan nih suzuki bisa ayam2in honda juga?

34. fillapp - April 25, 2016

kagak seperti biasa, marq keabisan bensin setelah race berakhir & naek motor crew ke podium pdhal gak brutal & nyodok ke posisi 1

bulldog - April 25, 2016

Kok ga ada yg ngeh motornya crew yg dinaikin marc tu motor N-max

35. shohib - April 25, 2016

Kita lihat kedepannya apakah rosi masih bisa juara

36. mbuh - April 25, 2016

Satu lg bung Taufik…hafta pray,hafta learn,hafta work!

37. Xmod - April 25, 2016

Mantap ulasannya

38. Kang Udin - April 25, 2016

Pencerahan & motivasi di pagi hari, bacaan artikel yang sangat nikmat. Terdiam di tengah kemacetan , sambil duduk di dalam mobil dan mendengarkan bisingnya suara klakson.

#nu jadi masalah abi kasiangan😢😑😦

zizowo embro - April 25, 2016

Kang udin bukan salah kemacetanya klo antum kesiangan yg salah kang udin tidurnya kepagian…..hahahahaha hereuy aaaaah piss salam ti timur indonesia

Kang Udin - April 25, 2016

Hahahahaha,

Bener itu mas, soalnya kalu senin saya berangkat dari rumah langsung, jadwal jam 9 harusnya udah ready meeting tukang nasgor. Jam 9:35 baru sampai ini.😀

# Salam juga dari Indonesia Bagian Barat.✌

39. abidin - April 25, 2016

kebetulan aja cocok setup nya

baru sekali doang jangan euforia dulu

40. dave - April 25, 2016

yes,, semoga hasil positif terus buat rossi biar bisa juara dunia 10,,

41. Asyari MS - April 25, 2016

Kata-katanya Mantap Pak Haji
Sangat Mengispirasi

42. Biasa Saja - April 25, 2016

Bijaksana sekali wak , banyak kata mutiaranya

43. Jaffar - April 25, 2016

kali ini ane setuju wak,dan ane sangat kagum dengan semangat bang oci.

44. divie - April 25, 2016

Siip artikel kali ini wak 👍

45. wanayasa - April 25, 2016

karena hard work adalah kunci meraih taste of the victory. pepatah inilah yang selalu menjadi pedoman para sales fbh ketika bekerja.

46. Muke Gile - April 25, 2016

Ulasan yg Superr…

Kalo sy ngeliatnya VR46 Ambil banyak Hikmah di 2015…

Kalo sy lihatnya dy bakal jadi mirip-mirip JL99, di sepanjang 2016,,yg mr.perfect jd touring2 gak gw pikirin !! pokoknya Juara.
Bagus sih.. jadi smpai kemampuan terakhir,rider lain yg harus push kemampuan nya agar bisa bersaing.’.

47. M16 - April 25, 2016

adem bacanya…

48. Windy Sweety - April 25, 2016

Intinya YAMAHA M1 podium 1-2
Nyang Penting Podum!!!!!
NYANG PENTING PODIUM!!!!!
Ngueheheehehehe

49. whitered - April 25, 2016

Lagi , wak haji ulasan nya di atas level yg lain , top banget dah…. Bener banget wak , meskipun tadinya waktu lap 17,18 Rossi agak lambat kirain mau ngajak Lorenzo duel , Lorenzo nya juga kelamaan Kali ya ,….komen kocak “Turing Turing dah “….

50. zizowo embro - April 25, 2016

Mantap wak haji paragrap terakhirnya wow sesuatu banget… semoga artikel selanjutnya lebih wow biar saya bacanya ga bosen… vrfortysix…..
Contoh nyata cara belajar dan pendewasaan diri…

51. seagundul - April 25, 2016

Saya suka suka artikel ini n saya suka dengan kata2 terakhirnya wak, top markotop deh…

Vorza Valle…

52. Windy Sweety - April 25, 2016

Next predik ngaco ane
Lemans = Rossi
/Lorenzo

53. Ki Bromo - April 25, 2016

mudah2an stabil di sirkuit2 eropa lainnya.

54. Windy Sweety - April 25, 2016

Mau Rossi Kek Mau Jolor Kek
Yang jelasnya Duo Yamaha ngentutin duo Kunyit Remasol
NYANG PENTING PODIUM!!!!!
Remasol
NYANG PENTING POPOKDIUM LAE!!!! Ekekekekek
Haiyaa Cilakaa Luaa Welaass Waa

55. Windy Sweety - April 25, 2016

Bajol and Nickname Marquezz mana ya?? Windy Sweety nyariin kogh gak nongol? Pengen liat mreka Slurupp slurupann ekekekekekekek
Haiiyaa cilakaa Luwaa welass waa

56. x-food - April 25, 2016

kalo artikelnya udh keren mau komen ngawur juga malu sendiri,
makanya anak smp gk suka baca surat kabar nasional,
lebih demen yg lokal plus gambar.

57. urban - April 25, 2016

mengutip apa yg disampaikan marc marquez diatas…
artikel ini membuktikan kalo wak haji tmcblog, berada di levelnya sendiri…
nice artikel…

58. Mijon - April 25, 2016

Menang 1 seri rasa juara dunia…
Yah vans vr46 emng banyak dan sedikit berlebihan klo komen…

Klowor - April 25, 2016

Jgn gt,,meski 1 seri tp bnyk hikmah yg bs diambil,,jd buat haters VR ya mesti bnyk baca ttg motogp,,yg suka ma JL MM DP AI AD MV dll ya mesti sadar bhw PENGALAMAN lbh berbicara !!!

59. jono - April 25, 2016

Super sekali artikelnya wak haji.. 😀

60. binunrider - April 25, 2016

enak baca ulasan wak haji, tumben blog Rossi hater sebelah agak adem.. biasanya nyinyir abis

61. pak ogah - April 25, 2016

taste of victory emg bner wak, di usianya yg sudah senja, rasa kemenangan adalah yg paling utama, apalagi dihadapkan dengan kompetitor yg lebih muda dan jauh lebih muda, lebih kuat, di tim pabrikan yg sama2 kuat. g masalah touring, tp emg sudah jadi pembelajaran rossi, pada course dimana dia merasa kuat, maka dia akan push, bila tidak, maka mengumpulkan poin adalah target utama.
wak apa ada data progres ban michelin dari awal tahun ini? soalnya menarik komen dari mateo, ban michelin yg batch skrg ini seolah dibuat untuk ducati, karena kejadian yg mnimpa loris baz sama sp lg satunya sembalap ducati? ban pecah cm trjadi d motor ducati dgn power yg besar serta pembalap besar. shingga michelin yg baru mmiliki compound yg lbh keras dari generasi awal tahun ini. yg paling ksian pedrosa wak, karena bobotnya ringan, dengan michelin yg skrg lbh keras, doi lebih banyak spin ban blkang…

62. bys 🐧 - April 25, 2016

The legend continued hell yeaaaaaahh

miko - April 25, 2016

Yeaaahhh….!!

63. novi cute - April 25, 2016

klo menurut gue ngajak fight juga kurang enak… basi….
udah ga ada kesenangan balap duel bareng JL dan MM
akhirnya VR bikin atmosfir sendiri.
mungkin akan beda klo di belakang VR bukan mereka.
kelihatan banget mulai finish sampe podium udah ga ada basa basi lagi.

64. fiter-014 - April 25, 2016
65. Tommy - April 25, 2016

That’s way we call you the people champion 🙂

66. derasta - April 25, 2016

well-written Wak!

67. heru - April 25, 2016

bijak sekali wak haji…trims…artikelnya….

68. deDDy syahroni - April 25, 2016

ulah adigung

69. tri - April 25, 2016

Taste of the victory.artikel yang bagus wak.menginspirasi di pagi ini

70. nduk - April 25, 2016

strategi “ogah agahan” cari poin aman, bikin ngantuk

71. Eko Frrabowo - April 25, 2016

Musuhe abot kabeh……ra wani pecicilan….

72. Z800★RIDERS - April 25, 2016

trenyuh aku baca artikel dr wak haji…
ya mgkn saja sebelumnya rossi dg egonya sprt mslh winglet
bs jd momen jerez rossi sadar bhw yg paling penting adalah kerja keras, belajar dr kesalahan n intropeksi diri…

aku sih berharap hub rossi n marquezz cair lg
marquez kyknya jg msh menghargai rossi kok
tertlihat wkt naik podium ksh aplouse.. jolor???

haiyyaaa cilaka luwa welas waaa

73. jbat - April 25, 2016

Top bgt wak haji

74. METIKWAE - April 25, 2016

ulasan moto GP rasa tausiah…KEREN WAK HAJI!!

75. willy - April 25, 2016

angkat topi buat 2 pria
1. yang nulis artikel
2. yang menjadi bahan di artikel
saluttte

76. Abon Ikan Janger - April 25, 2016

Mantab ulasannya wak haji taufik… Smoga kita bisa mengambil manfaat positifnya tuk diterapkan di keseharian kita…

77. tamvan - April 25, 2016

tak bisa berkata kata lg..

78. ucok mutaqin - April 25, 2016

Tumben wak panjang banget nih artikel’a heheheee,,,
Good job rossi 🙂
Tetap semangat marquez 🙂

79. iman787 - April 25, 2016

kode BRK itu mungkin maksudnya “Breakout” kali ya… alias udah cukup istirahatnya ada yang ngejar lu nih.. ayo ngebut lagi!!

hehe… just my stupid opinion…

http://iman787.blogspot.com

80. Dibo - April 25, 2016

Mantap wak ini artikel nomer wahid bukan karna rossi nya tp dengan kata
” Jika ada yang mencibirmu, jika ada yang underestimate terhadap dirimu . . . tataplah , anggap sebagai tantangan, evaluasilah, lalu bekerja keraslah . . . karna taste of Victory di atas hard work untuk menjawab semuanya akan lebih berasa . . . namun setelah itu janganlah jumawa, terus pertahankan pace positifmu agar bumi mengenang atas hal positifmu. Semoga kita semua bisa mengambil sari pati inspirasi yang positif . . .”

81. mx135lc - April 25, 2016

Maaf nih wak Haji BRK itu sepertinya lebih tepatnya ” Break Away ” atau ngacir duluan… dari musuh yg dibelakang nya.. maaf klo salah CMIW

Taufik - April 25, 2016

bisa jadi sob

82. kpx - April 25, 2016

Artikel joosss wak..inspiratif sekali

83. Ardiantoyugo - April 25, 2016

Rossi ga kayak biasanya yo… Lorenzo juga biasanya ngosak asik betigu start cuman mampu sekali… Markiwes juga lebih kalem…

Yang menarik dari MotoGP Jerez 2016: http://wp.me/p1eQhG-1GP

84. rdy - April 25, 2016

Mantabbbbbb

85. jupiz09 - April 25, 2016

fitur ngem ISS.yg dbenci,dan jd bahan BC an fby ,skrang malah ,mw dkasihkn k mereka….. Kira fby msh pd inget gk ya….. Ato pura2 lupa

…..wkwkwkwk

jupiz09 - April 25, 2016

komenqu untuk artikel tntang iss nya ymh kok nysr dsini

86. ben piss - April 25, 2016

Dari fakta adanya tombol “BRK” di stang kiri M1 & jawaban guyon bin ngawur Rossi saat ditanya sama wartawan perihal arti tulisan “BRK” di pit board, kalau gw sih mengambil kesimpulan itu perintah dari tim mechanik untuk saatnya menekan tombol “BRK” yg akan mengubah mapping ECU M1 agar tetap mantap di lap2 akhir, saat bobot motor semakin berkurang seiring berkurangnya bbm & saat ban sdh makin tergerus aspal & traksi menjadi minim…

Just my 2 cents…. 😀 😀 😀

87. lemontee - April 25, 2016

top wak haji .. yg koment juga cerdaas2. mengapresiasi tulisan wak haji.. walau masih ada satu dua yg bc. thanks wak haji.

88. bleh bleh bleh - April 25, 2016

58. Mijon – April 25, 2016
Menang 1 seri rasa juara dunia…
Yah vans vr46 emng banyak dan sedikit berlebihan klo komen

sobat,
anda bicara kebenaran

89. miko - April 25, 2016

BRK sering diperintahkan saat kondisi leader lomba sudah aman dr lawan2nya…
Coba di cari wak, perkiraan ane, penggunaan Engine Brake (brake+engine brake) dengan perangkat Rem (full perangkat rem) sendiri beda pengaruhnya ke kondisi si bundar…

90. jupiz09 - April 25, 2016

fitur ngem ISS.yg dbenci,dihina,dan jd
bahan BC an fby ,skrang malah
,mw dkasihkn k mereka….. Kira
fby msh pd inget gk ya….. Ato
pura2 lupa
…..wkwkwkwk

91. ariss9 - April 25, 2016
92. bang herman - April 25, 2016

BRK itu.. BERANGKATT.. 😀

93. mesin kemasan - April 25, 2016

sedap pak tua

94. Cebret - April 25, 2016

Buat ente2 masih yg nge bc, ga terima, haters atau apa pun..yah yg namanya haters hal positip jadi negatip, artikel inspiratip masih aja dianggap berlebihan kek.. emg prestasi anda yg melebihi rossi apa? anda boleh benci ma rossi, sy pun ga membenarkan segala tingkah laku rossi, anda boleh anggap sy lebay,marah atau apa terserah deh.. tp cobalah ambil sisi positip artikel ini, buat kehidupan anda sehari2 yg lebih baik..

95. kadal_ora - April 25, 2016

BRK itu Yamaha memiliki sistem dimana saat balapan rider bisa mengoptimalkan engine brake ditengah race.
Dengan memanfaatkan tenaga mesin untuk memperlambat laju kendaraan maka keausan ban bisa dikurangi. Sistem ini kemungkinan terintegrasi dengan ECU yang akan memerintahkan elektronik memperbesar efek engine brake untuk membantu pengereman lebih smooth disaat ban sudah aus. So…..tinggal pencet knob maka sistem bekerja.

96. m16 - April 25, 2016

wak, menurut wak, bagaimana desain helm VR, speertinya makin mirip pebalap sepeda ya?

97. Muha - April 25, 2016

harus ninggalin jejak di artikel MANTAP!

98. Darsono Pangling - April 25, 2016

Namanya juga lagi menang wak, dan kata hard work for victory ya bener banget itu!!! Buktikan di sirkuit! Bukan dengan mind game apalagi tuduhan yg ga jelas juntrungnya!!! Menang kalah ya di sirkuit, jgn kalah trus ngomel sana sini pebalap lain di bilang main2! Sejak itu kok liat rossy podium atw juara kok rasanya gmn gitu?! Entahlah ada yg hilang dari Rossy?!

99. iwan bin ajaran - April 25, 2016

karena semua sudah terjadi maka akan mudah menganalisa ..iya kan pak de!

100. iwan bin ajaran - April 25, 2016

pak de rossi sekarang gak main2… walo dulu sering main2in pembalap sepanyuol….

101. YsF - April 25, 2016

Wak Haji, kok kebanyakan ducati pake ban depan soft yah? apakah riding style dari rider rider mereka lebih memanfaatkan rem belakang dan main aman dengan mengurangi pemakaian rem pada ban depan??

102. aa - April 25, 2016

@92. bang herman

wkwkwkwkwk…
pengen pipis….

103. YsF - April 25, 2016

Abis selese kualifikasi juga rossi berhenti di lintasan kemudian seperti ngedrag gitu, mungkin lagi practice how to do a good start yah

miko - April 25, 2016

Semua rider pasti simulasi start di backstraight..
Dan itu jamak terjadi di setiap seri.

104. asoy - April 25, 2016

dulu taon 2003 baru punya motor Suzuki Smash gw tempelin nmr 46 karna saking ngefans ama Rossi….dan ngarep waktu itu Rossi pindah ke suzuki…..eee di milih ke Yamaha….. wajar sih….. masa itu motor yg bisa ngerecokin RC211V ya hanya YZRM1…ngoahaha

105. han - April 25, 2016

BRK = mun saur urg sunda mh mksudna ‘HAJAR!’ /memotivasi ,

106. deetee - April 25, 2016

Lihat, dengar, dan pahami … Tak perlu menghujat tak perlu mencaci !!! Dan bukti itu adalah (kerja keras + keberuntungan + fairplay = prestasi)

Stop BC stop Bullying stop Pembodohan Publik
1 pembelajaran sederhana dari race untuk kehidupan nyata

“Biarkan Prestasi / Kualitas yang berbicara”

miko - April 25, 2016

Good…

107. ule - April 25, 2016

yg bikin ga enak saat nya selebrasi di podium, semprot” nya nampak bgt ga akur….

108. Pam - April 25, 2016

Vr 46 josss…n moral value dr artikel wak haji di akhir2 klimat top lah..

109. Engine - April 25, 2016

After All sampai Race Seri ke 4 Jelas ini buat tmcblog ada lesson learn yang positif dan bisa menjadi cermin dalam kehidupan sehari hari . . . Jika ada yang mencibirmu, jika ada yang underestimate terhadap dirimu . . . tataplah , anggap sebagai tantangan, evaluasilah, lalu bekerja keraslah . . . karna taste of Victory di atas hard work untuk menjawab semuanya akan lebih berasa . . . namun setelah itu janganlah jumawa, terus pertahankan pace positifmu agar bumi mengenang atas hal positifmu. Semoga kita semua bisa mengambil sari pati inspirasi yang positif . . .

=========

Jelas ini sebuah pembelajaran bagi siapa pun 😂 yg sekarang s Marquez lagi di atas angin poin tertinggi taste of victory di atas hard work & sedang mempertahankan pace positifnya.

Jika ada yang mencibirmu ← Jelas ini (Fby/Fbr kpd s Marquez)
Jika ada yang underestimate terhadap dirimu ← Jelas ini (Fby/Fbr kpd Marquez) . . . tataplah , anggap sebagai tantangan, evaluasilah, lalu bekerja keraslah . . . karna taste of Victory di atas hard work untuk menjawab semuanya akan lebih berasa . . . namun setelah itu janganlah jumawa, terus pertahankan pace positifmu agar bumi mengenang atas hal positifmu. Semoga kita semua bisa mengambil sari pati inspirasi yang positif …

Jelas & Pasti sebagian Fby/Fbr kagak terima jika kalimat taste of victory ditujukkan kpd s Marquez hhe..

110. miko - April 25, 2016

Ada kemajuan dr cara Vale menganalisa setiap seri.
Dan terliat apa yg dikatakan Jarvis tentang Vale memang bener adanya…
Jarvis emang Jenius!!

111. miko - April 25, 2016

Tahun kemaren Vale yg terlalu dalam terjebak ke dalam mind game. Membuat konsentrasinya terbagi antara dilintasan balap dengan meja pers.
Tahun ini kondisi dipermudah dengan hengkangnya Jorge ke Ducati yg otomatis membatasi akses ke YFR.
Sebawel2nya Jorge ke YFR gak akan berpengaruh banyak, ente sudah out, so sut your mouth up…kondisi ini terjadi persis ketika Ben Spies “dibuang” dr YFR.
Jadi Markes dan Jorge gak akan bisa menciptakan situasi yg bisa memancing ego n emosi Vale menjadi titik lemah di thn kemaren.

112. Andi - April 25, 2016

Mantap ulasannya wak haji.. Rossi menginspirasi bangett

113. lek opik - April 25, 2016

Gaya bocah ingusan juga Touring.. 93 99

114. ильяа - April 26, 2016

Kata-katamu Wak Haji ,, dalem bener… buku ne opo wae tho sing dibaca ?
Rekomendasikan dunk buat kita nh, biar bisa lebih bijaksana ,, pls
Suwun sak durunge ,,

115. Mbah darmo - April 26, 2016

Wak gak biasanya artikelnya sepanjang ini…curiga saya, sepertinya kangennya wak haji sudah terobati, karena sudahh lama mrindukan rossi jadi juara…hahhahaha..

116. orongorong - April 26, 2016
117. andaru - April 26, 2016
118. Mau Tau Aja - April 26, 2016

“Jika ada yang mencibirmu, jika ada yang underestimate terhadap dirimu . . . tataplah , anggap sebagai tantangan, evaluasilah, lalu bekerja keraslah . . . karna taste of Victory di atas hard work untuk menjawab semuanya akan lebih berasa . . . namun setelah itu janganlah jumawa, terus pertahankan pace positifmu agar bumi mengenang atas hal positifmu”.

Quote nya ngeri wak. Ajib makjleb

119. margondes - April 27, 2016

VR46 emang top markotop

120. No Name - April 27, 2016

totally agreed



%d bloggers like this: