jump to navigation

Stigma Wanita Kurang Safety saat Bermotor . . . terus jadi bahan olokan atau harus di perbaiki? April 30, 2016

Posted by Taufik in : Safety Defensive Riding , trackback

honda-vario-440x100

SR1

Bro sekalian, sudah sebulan lamanya semenjak artikel safety riding terakhir . . . nah dengan makin banyaknya Varian Motor Yang memiliki kemudahan dalam penggunaan seperti Motor skutik tentunya cukup  linear dengan bertumbuhnya pengguna Motor perempuan di Indonesia. Jika Jaman Dulu Bahkan Motor bebek pun harus ada sistem pemindahan gear transmisi, maka untuk Motor skutik umumnya Praktis cuma gas , rem, perubahan arah dan keseimbangan saja yang dibutuhkan  . . . Di media sosial banyak banget meme dan berbagai anekdot yang ditujukan pada pengguna motor wanita karena banyak ditemukan kasus kasus kesalahan berkendara pada kaum hawa ini . .  Secara umum kebanyakan kesalahannya bukan pada karena mereka berkendara yang ugal ugalan seperti kaum laki dimana suka ngebut . .  namun umumnya kebanyakan kesalahan yang mendasar dalam berkendara . . . nah namun yang terpenting bukan semakin memperpanjang stigma bahwa jika wanita mengendarai motor maka akan timbul masalah ..  selesai hidup lo! dan lain lain . .  akan tetapi bagaimana sebenarnya untuk bisa memperbaiki keadaan ini dan membuat para ibu ibu, mbak mbak, emak emak sama safetynya dijalan . .

460x110mpx

Yap sebenarnya masalahnnya sederhana . ..  seperti meme anekdot yang jadi cover artikel ini, itu kan hanya sederhana yakni mengartikan makna lampu Sen . . . belum lagi masalah masalah lain seperti lampu depan, lampu rem, cara ngegantung belanjaan, cara pakai helm – belain sanggul atau belain kepala ? , Lupa ngembaliiin/ matiin kondisi lampu sen setelah belok, selalu nginjak/ nekan tuas rem  dan lain lain . ..

Video di atas ( kebetulan milik dari AHM- salah satu pabrikan sepeda motor Lokal)  tmcblog temukan cukup sederhana memaknai dan menunjukan bagaimana safety untuk wanita . . . silahkan lihat deh, akan ada content seperti sepatu jenis apa yang lebih cocok untuk dipakai naik motor dengan tuas pemindah gigi seperti motor bebek, lalu pilihan tas jenis apa yang lebih safety untuk riding, bagaimana sebenarnya kaidah yang tepat untuk belok dan menyalakan indikator lampu sen dan lain lain.

Mudah mudahan kedepan nggak ada lagi yang mengira bahwa saat ia menyalakan sein kanan maka ia berharap bahwa orang yang membaca tanda lampu sennya akan melewati dari sebelah kanan

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

 

Comments»

1. Mr Black - April 30, 2016

mantap wak haji salaamm

2. Bogel - April 30, 2016

Hem,,,,

3. sebluck - April 30, 2016

Waduhh

4. Pertamax only - April 30, 2016

Pertamax

5. Petirabang - April 30, 2016

Karikaturnya lucu wak…. ijin sedot ahh…

6. sikiltugel - April 30, 2016

Sebenere gampang kok kang, buat para suami (yang sya terapkan ke bini dan nantinya ke anak putri saya).
Kalau ingin punya SIM, nggak boleh nembak, harus tes (seperti yang saya lakukan) dan lulus, BARU boleh punya SIM dan boleh bawa motor lebih jauh (saat ini cuman jarak 5-10 menit tiap beberapa hari).
Yang lebih salah itu sebenernya para suami dan para orang tua. Lihat aja dari kecil malah bangga anakknya naek motor (umumnya matic dengan DP 0) bukannya dilarang.

Taufik - April 30, 2016

setuju, pintu pertama adalah benar dalam menjalankan regulasi . .
dan regulasi pertama dalah regulasi dalam memperoleh surat izin mengemudi

7. ardiantoyugo - April 30, 2016

kok kesalaannya kebanyakan saya temui pada mbak mbak kantoran ato spg yang pulang kerja ya… sering buntuti soalnya… wkwkwk… :mrgreen:

Jangan sampai kasus R25 terulang di CBR 250RR: http://wp.me/p1eQhG-1Hk

ah sudahlah.. - April 30, 2016

emang lo ganjen…wkwkwkwk
a.k.a mata keranjang..✌

8. aris - April 30, 2016
9. derasta - April 30, 2016

kalau waktu ngambil SIMnya bener semestinya kan engga berperilaku seperti itu Wak

10. tyonugra - April 30, 2016

atau kaya di arab aj, hukumnya melarang wanita menyetir motor atau mobil sendiri 😀

Gagas Setya - April 30, 2016

Saya setuju sama yang ini.

11. sennerskov - April 30, 2016

Saya jadi inget motor tahun 90-an Yamaha Alfa, kalo sein nyala ada bunyi/suara tut-tut-tut… Itu seyogyanya diberlakukan lagi supaya rider tidak lupa matiin lampu sein dan sadar kalo lampu sein nya sedang on. Dan semakin kesini, indikator sein di spedo cuma satu lampu (hijau) yang kalo sein ke kiri atau ke kanan nyala, tidak mewakili aktual sein yang nyala. Mungkin beberapa rider membacanya oh.. Sein nya masih nyala ke kiri, terus belok kiri.. padahal nyala kanan… Kalo indikator di spedo ada 2 yang mewakili aktual sedikit jadi reminder sang rider. Hanya opini Wak.. Hehehe..

Busa_tio - April 30, 2016

@ sennerskov

Satu pemikiran dgn sampean, SEHARUSNYA minimal ada 2 fitur yg mendasar sebagai standar pabrikan utk meminimalisir hal seperti di artikel ini.
1. Saat lampu sein nyala disertai dengan suara utk motor matic, seperti halnya semua varian matic Kymco dan Sym.
2. Indikator lampu sein pada dashboard dibuat dua terpisah sesuai posisinya kiri dan kanan, jangan hanya satu seperti kebanyakan pada motor matic entry level.

Tidak hanya mengharapkan kesadaran si ridernya, tp harus ada partisipasi dari pihak pabrikan jg. Seperti halnya penghilangan saklar on/off aka AHO untuk lampu depan krn adanya peraturan headlamp harus nyala. Imho.

12. rdy - April 30, 2016

iya harusnyaa di didik pakai sesuai regulasi praktek2 dasar bawa motor ..umumnya kan pakai Matic maka paling tidak Praktek SIM bawa motor dimulai pakai Matic
setidaknya keluarga dan temen deket kasih oencerahan dlm berkendara

Wak.kalau kasih ilustrasi jgn gbr itu wak …bisa kebawa stigma ntar wak saat dijalan …hheehehe

13. Yponk - April 30, 2016

Sulit Kang. Sudah menjadi habit kebanyakan kaum hawa yg memang tidak sadar dengan kesalahan yg mereka lakukan. Jikalaupun mereka menyadari tidak akan serta merta merubahnya. Tidak semua, namun kebanyakan.

14. lg - April 30, 2016

masalahnya wak, umumnya emak2 bakal ngamuk kalau ditegur/diingetin, biar kata negurnya baik2 tetap saja ngeyel. sudah pengalaman wak.

15. regal - April 30, 2016

Coba kalo pak pol nya punya program sosialisasi & edukasi, entah itu bagi-bagi buku panduan lalu-lintas gratis, atau ke sekolah-sekolah.
Sekarang bikin sim aja gampang, sedangkan sosialisasi+edukasi minim (hanya saat tes jalur fomal saja).

16. aganwidodo - April 30, 2016

Susah, kalo diingetin orang lain dijalan lebih galak dia. Harus keluarga memang, suami atau ayah mungkin lebih didengar.

17. The Biker Stig - April 30, 2016

Susah, karena wanita egonya tinggi. hehehe

18. Gagas Setya - April 30, 2016

Test komen

19. nduk - April 30, 2016

Senjata baru emak2 supra fit 150 ,mantap

20. Roy (Sempak Operpret) - April 30, 2016

Susah. Sodara gw ce udh pernah diopname masuk rs, tulang pada dislokasi n patah. Naik motor ya terus bgt. Sruntulan n kebut2an. Vario baru 1 bulan dtng aja langsung nyium pantat mobil.

Itu udh habit, mau bgmana pun karakter ce itu sama.

Yg naek ninja jg gt kok,… apalg pas deket gw bw erji, ngeliatinnya kekx jijik banget

21. palingsusah - April 30, 2016

mungkin belum pada sadar mas kalau aspal itu lebih keras daripada batok kepala..
hehehe

22. Gagas Setya - April 30, 2016

Abis ngetik banyak, trus gak masuk, trus ilang, rasanya gimanaaa gitu. hikz
:'(

23. ngeoong - April 30, 2016

Yaa bgtu laah wak,..klo cwo selalu salah di mata cwe terutama ibu”…he..he..he..

24. 0yoo - April 30, 2016

Hrs diperbaiki, sering jd bahan olokan di sosed slnya, dl pernah cilaka gara2 pengendara cewek, mana orgnya kabur lagi

25. ASAGI - April 30, 2016

ane jd korban beberapa hari yg lalu wak, cewe belok kagak pake lampu sign , stop lamp mati, spion kga ada, alhasil jari manis kiri bengkok kga bsa dilurusin lg. ehh dia nya malah minta ganti rugi …wtf lah

Kang Udin - April 30, 2016

Saran,

Bisa di coba ke klinik tulang tradisional H. Adin, beralamat di:

Karangpawitan – Garut – Jawa Barat.

Note: Tanya di daerah (karangpawitan) alamat H. Adin pasti pada hafal.

Pengalaman:

Tulang Kaki kanan patah 2x, alhamdulilah bisa sembuh berkat izin allah swt. Padahal posisi tulang patah 3 bagian dan retak, bahkan ada tulang yang menusuk keluar kulit & daging paha.

26. jono - April 30, 2016

karena wanita ingin dngerti….masa bodo gue ngapain aja…pokoke yg lain kudu mengerti,,,titik!!
*kira2 bgitu yg ada dlm pkiran para embak2 n emak2 😀

27. lisyanto - April 30, 2016

agak berat kang.
yg pertama karena pola pikir sebagian besar masyarakat kita yg masih konvensional. sebenarnya bukan hanya perempuan, laki-laki pun juga banyak yg seperti itu.
kuncinya ada pada pengetahuan berkendara dan rambu2 lalu lintas, serta etika berkendara yg baik.

28. DNFmagz - April 30, 2016

Klo sama” cowok bisa berantem langsung,lah klo sama cewek repot wak
😅

29. tamvan - April 30, 2016

kalo ketemu ibu ibu n anak sd d depan naik motor..saya langsung menjauh mundur teratur dan cepat” menghilang.

30. Tiger26 (The Power of Dream) - April 30, 2016

Biker perempuan itu wak ciri2nya klo bermotor :
1. 50% dlm kondisi panas, posisi tangan kanan pegang setir dibalik dr atas k bawah solusinya ditampol ketemu perempuan model gt.
2. Klo mau nyalip kendaraan di depannya kadang maju mundur, jd nyalip gak shg yg bingung pengendara dibelakangnya, solusi di klakson trus menerus sampe dia sewot, klo sewot k kita langsung ludahi sj bibirnya krn akibat perbuatannya bs bikin bahaya pengendara lain.
3. Klo jalan pelan mesti ditengah dan gak mau k pinggir, solusinya tendang sj sepedanya biar minggir.
4. Klo sepedanya disenggol dan bikin kaget dia, mulutnya langsung monyong semeter, main sumpah serapah kayak dirinya yg bener sendiri, solusinya bibir diplintir agar cpt diam.
>> mgkn ada yg kurang bs ditambahi….ngoahahaha 😀

31. nanang - April 30, 2016

pengalaman sih,
kemaren selasa tanggal 26 , sekitar pukul 10 pagi disebuah perempatan jalan. saya berkendara santai saja +-40km/j kemudian lampu merah menyala pada jarak 8 meter dari saya, kemudian saya berhenti ( karena sudah merah, ), saya liat kiri-kana saya kosong tidak ada orang, eh tiba-tiba sekitar 1 menitan setelah saya berhenti saya disruduk dari belakang, brakkkkkkK! saya terpelanting kebelakang ( bobot saya 65Kg), setelah motor dan saya roboh kemudian saya berdiri dan liat kebelakang……ternyata ibu2 yang nyeruduk….

karena lupa tidak pakai jaket akhirnya cidera di sikut kanan karena terkena knalpot, cenat cenut deh luka bakar 7cm

32. Jhon Gendhon - April 30, 2016

Setuju,suara pengiring saat lampu sein nyala memang berguna bgt,fitur yang ada pada yamaha alfa 2R perlu digunakan lagi kayaknya,tp suara diganti jangan suara tit…3x,ganti yang lebih sangar…suara geledek misalnya

33. M-elaz - April 30, 2016

Gak semua cwe tp kebanyakan mm cwe cara berkendara yg blm benar tp gak sedikit jg cwo masih muda klo mau belok/nyalip kendaraan didepannya tnpa hidupin sein. Saya sering lht dpn saya cwo klo mau nyalip kendaraan didepannya tanpa nyalain sein. Padahal posisi awal dia dikiri trs mau balap kendaraan didepannya lwt kanan. Ada lg yg lupa gak matiin lampu sein, sein nyala trs padahal di jln lurus.

34. unyu2 - April 30, 2016

Wah lg hot thread jg di kaskus niehh…
Setahu sy umumnya wanita agak susah bedain kanan atau kiri… cmiiw.. boleh tanya istri pak haji dwuehh…

zuva - April 30, 2016

itu pasti emak emak yang naik matic mahonda….

kalah cewek2 yamha tidak akan seperti itu …

yamaha itu motor kwalitas dewa…

beda dengan mahonda…

yamaha tidak ada salah… tanpa cacat dan maha sempurna

SALES NYAMPAH MATI AJA!! - April 30, 2016

Gausah nyampah di blog wak haji lu,sales pekok yg dbhas apa komennya apa

35. diji - April 30, 2016

Satu lagi wak, saklar high beam di ilangkan saja ganti dg saklar pas beam, soale banyak motor yg nyalain tu lampu jauh mulu. Bikin silau pengendara arah lawan. Klo pke saklar pas beam stelah dpke kan otomatis balik lagi, ke headligt normalnya. Jadi meminimalkan klupaan gak matiin highbeam.

Malesin - April 30, 2016

Setuju. Entah kenapa sekarang banyak banget manusia hutan yg masuk kota, sampe lupa kalo kota itu udah ada lampu jalan..

36. Nino mix max - April 30, 2016

Iklan onda !! Gk enek mtor merk lia neng videone kakakakakakkkk… Neng dalan raya lho,tpi kog aneh yak helm astronot gk d nggo promosi

37. Malesin - April 30, 2016

Bukan masalah gender, emang susah kalo dari akarnya udah bego duluan. Cewek kalo diajarin cara berkendara juga pasti bagus kok, masalahnya di lingkungan, kalo orang disekitarnya “raja jalanan”, ya kemungkinan sama aja.

38. saimo - April 30, 2016

22. Gagas Setya – April 30, 2016

Abis ngetik banyak, trus gak masuk, trus ilang, rasanya gimanaaa gitu. hikz
:'(
====================

Sami om….

Taufik - April 30, 2016

nyangkut dimana pada yak, saya cek nggak ada yang nyangkut yah ?

Trazy - April 30, 2016

Nyangkut di catalyzer wak….

39. endik - April 30, 2016

Aq sdh 2x celaka gara2 ibu2 naik motor nyalain sein ke kiri beloknya ke kanan

Taufik - May 1, 2016

jangan sampai ketiga kalinya sob ya 😀

40. FBO - April 30, 2016

Sbnrnya kesalahan mendasarnya ada pada polantas dan samsat..
Gmn bs orang yg gk tau cara pnggunaan motor yg baik dan benar bs dgn mudahnya dpt SIM?
Kecuali klo pelakunya emg scra sadar dan sngja bikin kslhan dan gk mau memperbaikinya..

41. CafeMotor - April 30, 2016

ya pastinya harus safety riding , kadang@ menyebalkan juga sh

42. Lord Duarte - April 30, 2016

Jadi selama ini tagline iklan Yamaha yang “Ini Jalan Kita, Jalan Sang Penguasa” itu ditujukkan khusus buat kaum wanita ya wak, terutama Emak2

43. abu khadijah - April 30, 2016

Bismillah…

mungkin link berikut bisa menambah wawasan…
Apakah akhwat boleh mengemudi mobil/motor

Baarakallahu fiikum.

44. alpin - May 1, 2016

percuma kalau kita yang ingetin,, karna, cowo selalu salah di mata cwe :(((

Taufik - May 1, 2016

bhahahahhaa, komen baper of the day sob . . . tapi bener juga sih 😀 *ikutanbaper

45. whitejezzy - May 1, 2016

kalo saya sih tetap
Berani memaki balik si Salah
kalo perlu bawa ke polisi
wkwkwk

46. Muke Gile - May 1, 2016

Cewe naik matic ,posisi ditengah2x jalan raya satu arah,Pelan banget lagi/Gak sesuai irama kecepatan sm yg lain,sering banget liat…Bahaya banget tuh yg di belakangnya jadi kagok..

47. Didi Supriyadi - May 1, 2016

Klo saya perhatiin cewek tuh naik motor nya egois om topik.ga mau tau apa yg diblakang brasa jalan punya dia sendiri.haduuh suka kesel klo ktmu biker cewek yg bgini

48. Oblag - May 1, 2016

Satu lagi sifat ragu-ragunya itu yang buat celaka
pernah ibu-ibu sein kanan nyala, posisi dia pun udah di ruas kanan, ane jarak kira-kira 30 meter dari belakangnya ngasih klakson trus putar gas, eh setelah ane 5 meter di belakang dia, tuh ibu-ibu malah balik ke kiri. Alhasil ane nyungsep dan pandangan jadi gelap (pingsan)

49. orongorong - May 1, 2016
50. Dewa - May 1, 2016

Mudah dikatakan, sulit dilakukan.

51. ndoro - May 1, 2016

Di atas banyak banget komentator korban ibu2 naek motor. 😀

52. Aanrossifumi - May 1, 2016

waspada klo ada perempuan naik mtor,, ane udh jadi korban mtor hancur badan juga ikut hancur untung aja pake helmet klo ngk mngkin ane udh slsai . . .
prcya atau tdk, stuju atau tdk, perempuan brkendara berpotensi menimbulkan kecelakaan . . .

53. emul - May 2, 2016

kemarin ane ngebonceng anak dan istri….untung lagi pelan, didepan ada ibu-ibu lagi dipinggir jalan kayaknya mau masuk jalan raya. Eh….si ibu tanpa nengok ke belakang cek kondisi langsung masuk jalan raya, hampiiiiir di ciuuum sama motor ane……hi3x…

54. dave - May 2, 2016

kadang cewe jg kalo bawa motor atw kendaraan suka ga ada perhitungan nyalip ja,, atw apa gt,, padahal bisa biikin diri sendiri atw orang laen celaka,,

55. schzplug - May 2, 2016

pabrik motor nya aja yang pe a, m*o sama be*t yang merupakan motor mayoritas perempuan mana ada lampu indikator sen kanan dan kiri nya di speedometer (adanya disatuin jadi rider kagak inget ini lagi sen kanan apa kiri). produsen pelit berujung konsumen yang dianggap o’on

56. tukang.parabola - May 3, 2016

Kesalahan terbesar ada pada pabrikan yang tidak mau modal membuat lampu indikator lampu sein terpisah dan tidak menambahkan bunyi pada lampu seinnya. Tirulah pabrikan SYM dan KYMCO.



%d bloggers like this: