jump to navigation

HRC Minta Amandemen regulasi Soal Pengembangan Mesin saat musim berjalan? May 9, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

honda-vario-440x100

suppo

Bro sekalian, cukup mengagetkan mendengat apa yang di ceritakan oleh Om Simon-jurnalis MCN , beliau nge-twit bahwa Livio Suppo sempat mengatakan bahwa ”  . . .  wants the in-season engine development rule amended” Bila diartikan secara bebas maka Pak de Suppo ( HRC ) menginginkan agar ada amandemen ( perubahan) soal Pengembangan Mesin saat musim berjalan. Beberapa Jurnalis MotoGP lain Seperti Om David Emmet mensinyalir bahwa HRC akan membawa isu ini ke meja MSMA dan membenturkannya dengan kompromi penggunaan part aerodinamika Winglets . . . wihhh panasss . . .

440x100_tirei

cengkareng-shop

Boleh dibilang memang Mesin Honda RC213V struggle banget di dua musim terakhir. Saat 2015 dimana Honda masih menggunakan Elektronik Inhouse HRC saja RC213V begitu struggle dan mungkin hanya Marc Marquez saja yang sedikit bisa mengendalikannya, itupun hanya di setengah musim terakhir dan ia  harus membayarnya dengan penggunaan part part terdahulu seperti Swing arm yang memang tidak masuk dalam kausul penyegelan pengembangan.

6MM-Dashboard-select-whee-p

Di 2016 disaat Elektronik Inhouse dicabut dan HRC menggunakan Murni Unified Software dimana strategy ‘adaptive control’ dihilangkan mengartikan bahwa Marc Marquez akan menggunakan setingan Wheelie control, engine brake, Traction control yang hampir konstan sepanjang race berlangsung , kecuali Marquez jago mencet mencet tombol sambil ngeliatin dashboard untuk mengganti ganti setingan elektroniknya.

Oleh karena itu Logis Jika Honda RC213V seperti terkebiri . .  mereka kehilangan senjata utama mereka yakni top speed yang tinggi di straight dan juga kehingan akselerasi di Corner. Bukan apa apa, Jika Rider kesulitan untuk mainin joystik pengganti setingan maka Logikannya adalah Solusi setingan Kompromistis yang akan dipakai di Motor. Setingan yang aman untuk semua sektor namun ya itu dia . . . solusi kompromistis tentu akan punya harga yang harus dibayar . . .

Backward-Rotating-Crankshaf

Honda mencoba mengubah mesin RC213V dengan Counter Rotating CrankShaft / Backward Rotating Crankshaft dan dengan itu pula Marc Marquez pun mengaku harus strugle mengubah gaya Ridingnya menjadi lebih mirip ke rider Yamaha  . . .

spidi-2

Namun kembali lagi Rule sudah disepakati dan haruslah dijalankan sampai akhir Musim, kebanyakan amandemen regulasi akan dijalankan secara darurat jika ada tinjauan keselamatan pebalap yang mendesak . . . jika Honda merasa terkebiri, sebenarnya jalan paling wise adalah, terus bekerja mengembangkan dan lebih memaksimalkan software atau sasis yang ada dan bisa dikotak katik, imho  . . .

After all belum diketahui secara pasti detail dari amandemen yang ingin di ajukan oleh HRC . .  apakah soal pengembangan mesin jeroan,  software mesin , atau yang lain . ..   kalau menurutmu gimana sob ?

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. orongorong - May 9, 2016
civillian - May 9, 2016

gini ni kelakuan honda.. kalo motornya kalah sama kompetitor langsung merengek” minta ubah regulasi.. payah

Yanto - May 9, 2016

Betul bro. Dari dulu kelakuan honda mmg begitu.

Tenserui - May 9, 2016

Kenapa begitu ya? Aneh sekali memang

Aak - May 9, 2016

Nggak sportif

Mbelgedhess - May 9, 2016

Numpang bonceng komeng,
Sebenarnya bisa ditarik kesimpulan

Selama ini bertahun2x pengembangan honda lebih dititikberatkan pada software n elektronik u menjadikan motor controllable,

Sedangkan arah pengembangan yamaha adalah di sektor mekanis baik mesin n chassis lebih utama u bikin motor jinak.

Fakta bahwa yamaha taun ini menggunakan software unified alias software versi sunat, bisa memecahkan lap record diberbagai sirkuit. Faktor elektronik n software tidak berpengaruh signifikan pada motor m1 yang basis mekanis, chassis n mesinnya memang sudah balance

cat meong - May 9, 2016

setuju bnget bang!!!

2. ben piss - May 9, 2016

Tulisan David Emmet sejalan dengan komen ane di artikel ttg kepindahan Pedrosa ke Yamaha.

“It feels like another repetition of the Stoner years at Ducati. A brilliant young rider flatters a frankly awful bike, deluding a factory into thinking the machine is not far off, and just needs a bit of refining to make it competitive. HRC will only really discover just how bad their bike is if Marc Márquez leaves for pastures new. If Dani Pedrosa leaves for Yamaha, then the rider they bring in to replace him could be in for a very nasty shock indeed.”

Honda ditinggal pergi development rider menyisahkan Marcrash…jurang kehancuran honda makin besar!
Ngoahahahahahahahahaha…

3. Suradji - May 9, 2016

Ada2 saja hrc

vtec - May 9, 2016

mungkin unified software lebih menguntungkan inline, liat aja v selalu struggle macem desmo yg selalu aja ada masalah, rcv yg underpower, dan rs-gp yang kurang kompetitif

bang herman - May 10, 2016

rcv underpower karena ECU..?
berkali kali HRC bilang bahwa mereka sengaja menurunkan power kang bro karena terlalu liar

4. wisnu3ds - May 9, 2016

akhirnya HRC luntuh lantak juga wak…..

5. Yamahatiku - May 9, 2016

Insinyur HRC tampaknya ga secerdas dan ga seresponsif YFR..

Tenserui - May 9, 2016

Sepertinya dr dulu begitu, pdhal sumberdaya tidk terbtas

6. udinsastro - May 9, 2016

Soalnya honda sedang kesulitan

Tenserui - May 9, 2016

Coba dilu data clash rossi vs marc d buka hrc…sayang malah memilih diam…g tau knp

7. wisnu3ds - May 9, 2016

yah gpp jadi Factory 2 aja…eh dah gak ada yah….

8. B lmp - May 9, 2016

Biasa wak honda itu dari dlu begono klo yg lain lebih kompetitif peraturan minta di ubah

FBO - May 9, 2016

Smoga aja gk ganti regulasi beneran lah.
Musim aja blm kelar pke gnti” regulasi sgla, pdhl jg gk darurat.

9. wisnu3ds - May 9, 2016

sbnernya honda kalo mau relakan saja tahun ini…gak usah ngotot kaya tahun kemaren…..selama musim berjalan…asal gak terpuruk banget…ngembangin aja mesin ini secara terus menerus….

10. jabrix - May 9, 2016

ptotes melulu….yng lain kan enggak.ntr ngambek boikot pula..

11. GHOST - May 9, 2016

bye honda

12. SOHC SUPERIOR - May 9, 2016

Hrc mewekkkkkkkk minta regulasi ϑ¡ ubah se_enak udele gara2 motornya paling syampuahhhh

Sabar Чα”̮ hon

13. Gemblong - May 9, 2016

Hahahhaaha

14. SOHC SUPERIOR - May 9, 2016

Hrc udah kek fbh ɑ̤̥̈̊jª

Gampang mewekkk

Sabar Чα”̮ hon

Tenserui - May 9, 2016

Untung kaga bawa2 ms mbit

15. ojak - May 9, 2016

Kagok kali yg biasa pke smartphone trus di ganti ama symbian
Ni beneran musim pengembangan motor dari 0
Honda mungkin ingin mencoba ngembangin software dan mesin sekali jalan
Saat software diseting bgini dgn mesin beda2 setingannya apa yg terjadi dll dan mana yg paling cocok
Tpi kayanya pabrikan yg lain g stuju deh, kapan lg honda tertinggal teknologinya hehehe

bebekgirang - May 9, 2016

ya jelas saja ga setuju,apalagi team2 kecil dg dana terbatas.

ojak - May 9, 2016

Bisa aja setuju apa lg ducati, biar stoner ada krjaannya g mkan gaji buta wkwkw
Lgan ni ngajuin ke msma tuk di bhas aka kumpulan pabrikan yg ikut moto gp
Macam dpr mo stuju boleh, g stuju pun tak dilarang tinggal voting sjalah ngohahaha

16. SOHC SUPERIOR - May 9, 2016

HRC ɑ̤̥̈̊jª ngakuin motornya abal2

Masa fbhh gk mw ngakuin

Sabar Чα”̮ hon

anton - May 9, 2016

Buka lagi sejarah motogp, pabrikan mana yang memiliki kemenangan terbanyak dari mulai ikut serta di motogp. Salam BIKER.

17. menyan - May 9, 2016

Niatan dorna kasih regulasi sperti itu mgkin emang untuk membatasi honda y wak

naruto - May 9, 2016

bukan membatasi vrohh..

tp supaya jalannya

naruto - May 9, 2016

bukan membatasi vrohh..

tp supaya jalannya race lebih seru.. kapan lagi co

naruto - May 9, 2016

bukan membatasi vrohh..

tp supaya jalannya race lebih seru.. kapan lagi coba tim satelit bisa H2H lawan tim factory..

18. SOHC SUPERIOR - May 9, 2016

Jelas…..

Insinyur yamaha lebih jozzzz dr insinyur honda

Pembalap yamaha lebih jozzz dr insinyur honda

Dan fb yamaha lebih smart dr fb honda

Sabar Чα”̮ hon

19. SOHC SUPERIOR - May 9, 2016

Hrc ɑ̤̥̈̊jª ngakuin kalo motor honda abal2

Masa fb honhonn gk mw ngakuin

Sabar Чα”̮ hon

20. naruto - May 9, 2016

mewekan nih HRC..

lha taun kemaren kemana aja??

terlalu PD sihh..

21. tegar prakarsa emzet - May 9, 2016

Honda dengan sumber dana tak terbatasnya

22. jrda - May 9, 2016

awas, pabrikan tukang mewek akan beraksi lagi.. gak bisa menang kalo gak curang. wekekekekek

pabrikan sampah ampas menjijikkan ya HONDA

naruto - May 9, 2016

JLubbbbb

ngoahahahaha

babon - May 9, 2016

Ngoahahahahahahaha

23. Smoke - May 9, 2016

Bisa kok, tenang aja.. apasih yg ga buat tim kuning?
Datengin Markes ke tim utama di tahun pertama aja bisa, masak setting motor doang yg ‘membahayakan’ rider ga bisa? Bahaya banget kalo back to back finish 3rd di klasemen

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Yak fans terguncang.
Marquez masuk moto gp karena di moto 2 terlalu superior. Dorna mikir juga lah skill tingkat moto gp masih di moto 2.
Buktinya Marquez langsung jurdun di moto gp.
Ampe bawa konspirasi bacot awas lu

Skidrow - May 9, 2016

Datengin jolor ke fiat yamaha di taun pertama juga bisa kok ya

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Fans moto gp karbitan mana tau

24. gasspoll83 - May 9, 2016

kebiasaan honda minta gonta ganti regulasi

25. Sunartosili - May 9, 2016

Mungkin akan lebih fer kalo pakek ECU buatan sendiri/pilihan sendiri

Klowor - May 9, 2016

Kalo pake ECU yg tdk sama ya kshn team kecil dunx bro? Balapan jd gx menarik,,sepiiii penonton,,imbasnya banyak…tau kan ente maksud ane?

26. gaplek - May 9, 2016

Di 2016 disaat Elektronik Inhouse dicabut dan HRC menggunakan Murni Unified Software dimana strategy ‘adaptive control’ dihilangkan mengartikan bahwa Marc Marquez akan menggunakan setingan Wheelie control, engine brake, Traction control yang hampir konstan sepanjang race berlangsung , kecuali Marquez jago
mencet mencet tombol sambil ngeliatin dashboard untuk mengganti ganti setingan elektroniknya.

brti?? ahhh yasudahlahh.. suruh pakai matic ja biar otimatiss.. hhe.

27. M16 - May 9, 2016

25. Sunartosili – May 9, 2016
Mungkin akan lebih fer kalo pakek ECU buatan sendiri/pilihan sendiri
———————————————————–
justru ini yang dihapus sama dorna, karena software dev sangat besar biayanya, dan jurang antar tim semakin besar

28. Dzkr - May 9, 2016

Krna gabisa nyusul yamaha jadi gini :v

29. Cebret - May 9, 2016

Livio suppo kojel2 ha3..kemaren abis kojel2 karena DP26 digosipin pindah,eehh sekarang kojel2 karna pengembangan mesin..HRC tambah kojel2 klo bentar lagi nakamoto pensiun secara dia master developernya, Daann HRC pun tinggal sebuah nama factory team yg jago ‘protes’.. contoh tuh aprilia suzuki, mereka bener2 struggle pengembangan mesin tahun ke tahun demi kompetitif tanpa protes..lhah ente?? Struggle kog protess??

naruto - May 9, 2016

JLubbbbbbzzz

ngoahahahaha..

30. ardiantoyugo - May 9, 2016

eaa… hondut mulai panik…

Lorenzo menguasai MotoGP Le Mans 2016: http://wp.me/p1eQhG-1IR

31. ojak - May 9, 2016

Btw bisa aja terjadi coz sapa tau ducati juga mau develop mesin biar musim depan jl hadir tinggal gas poll
Ato suzuki juga ga pengen pngembangan mesin terhenti karna dah naik podium jdi bisa aja mndukung biar mv g lari ke pabrikan lain

32. dave - May 9, 2016

belom tentu kalah lah honda,,
dah takut aja,,
jalanin dulu aja,,
taon 2014 pas lagi jaya2nya honda,,
sampe 14x juara 1 tuh marc,,
tim2 laen ga ada yg minta amandemen segala,, cmiiw..

Zlubbbhhh - May 9, 2016

Girboks ssg.

33. bajulitis - May 9, 2016

HRC nda bisa gitu lah . ngga adil buat pabrikan lain. yg sportip gitu napa ?!?
cari cara lain lah.

Kasi Sayap Burung mungkin ?!?
rider ber winglet ?!?

helm winglet ?!?

Skill pembalap aja lah .

tidur aje sonoh

34. Scem - May 9, 2016

Gak usah tanya menurutmu gimana sob? Yang ngumpul disini kan mayoritas para sales, mana tau hal kayak gitu

ucok mutaqin - May 9, 2016

Satuja hahahahahaa….

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Huwasyu mengena sekali komen sodala.
Leh uga.

35. bys - May 9, 2016

Hahahaha anak emas dorna mewek motornya lemot puoolll, knp team lain gak ada yang komplain ya?

36. Otong - May 9, 2016

Sbtlnya aq rd bingung jg, kl aq bilang honda liar terlalu over power krn menggunakan mesin konfigurasi V tp kl aq liat kok ducati oke2 saja. Meskipun ducati konfigurasinya L, tp kyknya memang mesin motogp cocok pke mesin Inline kyk yamaha dan suzuki. Secara basis software utk ECU jg sama rata antar pabrikan. Kl aq pikir sih mslh honda ada pd perubahan software ECU seragam berbarengan dgn perpindahan pabrikan ban dr bridgestone ke michelin itu yg buat honda merana. Tp buat pabrikan yamaha memang best bike, pdhl kl dipikir yamaha dulu ada yg g sempat ikut tes. Tp motor yamaha bener2 balance sekali (ambil om mateo).

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Hmm bisa jadi gara gara V engine.
Mau liat honda inline 4.

37. PemadamKebakaran - May 9, 2016

Komen ane kgk muncul mulu napa dah?
Cuman mau komen honda emang lebih lemot di musim kemaren ama sekarang. Pantas dani pengen pindah.

38. Tukang Fotocopy - May 9, 2016

Gak di Indonesia, gak di MotoGP… H0nd* selalu copy Y*m*h*

39. iwan bin ajaran - May 9, 2016

justru yg jos itu honda…..untuk mengalahkan honda peraturan di rubah…. dan sekarang akibatnya honda loyo….

Ghost - May 9, 2016

Lha musim kemaren , hrc jg melempem.
Padahal …

40. zizowo embro - May 9, 2016

Puyeng dah… tuh si om livio suppo. Rcv nya ga bisa di jinakan.

41. iwan bin ajaran - May 9, 2016

balap kok harus seragam…kelas tertinggi itu harus bebas..kecuali balap bebek…..

Sunartosili - May 9, 2016

Setuju banget.walau saya bukan fbh

kopet - May 9, 2016

balap liar aj ad aturannya
tong

Adi - May 9, 2016

Knapa gak mesn mobil aja di pake biar kenceng? Mikir bro, komen jgn goblok” banget

42. iwan bin ajaran - May 9, 2016

payah nih dorna……

43. ade semarang - May 9, 2016

Amandemennya HRC pake ngancem gak wak..?
Kalau gak dituruti mundur kaya regulasi rookie dulu…!

44. Dot - May 9, 2016

Cerita y marah nih, pembalap y ga naik podium dlosor lg heeeeee

45. Gustian - May 9, 2016

sorry to say but;

HRC CEMEN

46. Kang Udin - May 9, 2016

Intinya, mengakui bahwa Engine YAMAHA YZR-M1 lebih baik untuk saat ini dari HONDA RC213V 😃

” Honda mencoba mengubah mesin RC213V dengan Counter Rotating CrankShaft / Backward Rotating Crankshaft “.

Massao Furusawa : Ekekekekek.

Shuhei : Ulah kitu lur, sarua Jepang euy.

Massao Furusawa : Heureuy atuh, ulah ceurik nya.

Suppo : Mumet mas Ndiasku ecu musti seragam, hedeuh…

Massao Furuswa : Yo wes ra sah mumet to, sampeyan telepon ae petruk kanggo riset ecu pirelli. Aq sekarang wes santai ae pindah jauh dari Iwata, dadi Advisor Yamaha karo ngurus hobiku. Ekekekekekek

#Just Kidding oke, Ngopi & Udud dulu lur mumpung jam istirahat biar freesh…xixixixixi.

Sunartosili - May 9, 2016

Jago nglawak kang udin

Kang Udin - May 9, 2016

Biar freesh mas, dari kemaren soalnya liat FB perang terus. Hehehehe 😆

sirine - May 9, 2016

Wkwkwkwkwkw

Nyindirnya loh…
Kang ya masa Furusawa, Nakamoto, Suppo pake bahasa JASUN ngomongnya. 😂😂😂

sirine - May 9, 2016

Yah wak ko mode terasi 😭

Kang Udin - May 9, 2016

Bercanda mas, biar FB sebelah ga pada ngamuk. Wkwkwkwkwkw

rocketroll90 - May 9, 2016

Buahahaha…ngakak…

Kang Udin - May 9, 2016

Xixixixixi, 😆

47. subaru - May 9, 2016

Wakakak habit lama honda ga hilang2 😂😂😂

48. Desmo - May 9, 2016

Ane pribadi lebih suka Regulasi yg sekarang, Semua tim sangat kompetitip. Gap antara tim Factory sama Satelit ngga terlalu jauh kaya taun2 kemaren

49. semut merah - May 9, 2016

secara honda pabrikan besar yang punya dana development besar, jadinya berani minta amandemen regulasi, dan pada kenyataan nya Yamaha lagi superior, untung marquez nya jago, *lihat dani pedrosa

50. taplax - May 9, 2016

Knp harus mewek….?
Halo pabrikan terkaya,kemana SDM mu…?
Cuma gara2 gini doang minta di amandemen…?
MANJA AMAT SIH…..!!!!!!!

51. Nino mix max - May 9, 2016

Bose mewek

52. kazuron - May 9, 2016

intinya pabrikan lain ga ada yang bisa ngalahin honda dong, yang bisa ngalahin honda adalah regulasi, tp kalo kaya kemaren balapan jd ga rame

xzx - May 9, 2016

awh bilang sapa??, 10 tahun terakir yamaha jurdun 7kali, taun kamaren yang jurdun juga ymaha,,… yaiyalah gak rame, honda di kencingin yamaha trus sampai muntah”, coba kalau honhon menang, pasti menurutmu rame!!!

53. imaginer - May 9, 2016

daripada berantem ngakuin sajalah yamaha motor paling sempurna,dewa nya motorlah full packaged winning bike

54. ucok mutaqin - May 9, 2016

Nah loh hmmmm,,,,, nyimak aja gmn kelanjutan’a hehehehee…

55. siEG - May 9, 2016

Lagi² kok mesti honda yg kalo ada masalah selalu ubek² regulasi

56. rocketroll90 - May 9, 2016

Ducati aja yg benar2 apes ga gini2 amat 😁

naruto - May 9, 2016

betul tuhhh

ekekekekekekek..

dasar PENGEC*T

57. abas - May 9, 2016

ya wajarlah protes,mereka punya segudang teknologi plus inovasi tp dilarang pakai cuma karna alasan biar tim2 lain bisa mengimbangi mereka.

markesot - May 9, 2016

Tugas utama dorna yaitu bikin balapan seru spy ditonton byk org,bukan ngejilat pabrikan kayak blgr amvloop

Nino mix max - May 9, 2016

Kog wingi juara 1,2 di pegang yamaha??? Pdhl peraturan blm brlaku????

Tenserui - May 9, 2016

Itulah gunanya regulasi bro, kalo kagak bisa2 pada pake turbo t motor…
Bahkan semua konpetisi ada aturan maenya..mau ya tinggal ikut…kagak ya minggat sono

ukol - May 9, 2016

tdk smua yg nmpel d motor itu adlh tknologi pbrikan sob. misal ssg, baik honda n yamaha itu beli dr pihak kdua. ssg honda dr zeroshift, sdngkan ymha pake exedy, suspensi, sstem pngereman, pngkabut bhn bakar, dn mgkin msh bnyk yg lainnya, trmasuk ban tidak ad merek honda or yamaha, ngoahaha.. dsinilah peran dorna mlkukan pmbatasan, biar biaya tim dlm smusim motogp bs trjangkau. toh musim lalu dmn pbrikan msh pakai software sndri jg ymaha dpt triple crown…

ben piss - May 9, 2016

Ralat bro, exedy itu perusahaan pembuat clutch (kopling untuk transmisi manual) & torque converter (kopling untuk transmisi otomatis).
Mereka tidak punya teknologi untuk bikin gearbox apalagi ssg (seamless shift gearbox).
Exedy link ke YFR itu sebagai supplier clutch, bukan ssg.

Yamaha mengembangkan sendiri SSG nya, makanya butuh waktu 2 tahun untuk membuat SSG (upshift only) dan 3 tahun untuk full SSG.

Beda dengan Ducati & kemungkinan besar Honda yg diduga dibantu sama zeroshift.

Indikasinya, Ducati begitu cepat mengadopsi SSG setelah Honda memakai SSG di musim 2011.
Untuk perusahaan sekecil Ducati dengan sdm terbatas (wkt itu belum diakuisisi Audi), mustahil bisa riset ssg dari nol secepat itu.

Zlubbbhhh - May 9, 2016

Super sekali penjelasan anda.
Komen yg bermutu.
Salut.

sancarlo - May 10, 2016

Mantap…
👍👍👍

Klo komen model gini dong…kan jd nambah wawasan..

Klowor - May 9, 2016

Tp protesnya gx beralasan,,kang. Inget,,tujuan motogp itu apa?? Ente tau gx??

58. M16 - May 9, 2016

kalo ngga diturutin, nanti alesan hengkang dipake…

markesot - May 9, 2016

Lbh cepat lbh baiklah,biar pabrikan macam bmw,kawasaki mau masuk
Oranye trus bosen cooyyyy

59. subaru - May 9, 2016

Skidrow – May 9, 2016

Datengin jolor ke fiat yamaha di taun pertama juga bisa kok ya

==============

waktu JL masuk ke fiat yamaha peraturan itu belum ada
peraturan itu dibuat setelah di tahun pertamanya JL jumpalitan naik M1
karena dirasa rookie belum mampu beradaptasi dengan motor pabrikan waktu itu makanya disuruh masuk satelit dulu

60. assd - May 9, 2016

Sebenarnya ini mah salah honda nya sendiri kenapa tahun lalu pas ada open class malah ngembangin mesin lain (RVF kalo gasalah), bukannya mesin RCV itu sendiri.

Mungkin kalo tanpa marquez honda bakal lebih pusing lagi tuh buat bersaing di barisan depan. Rider-rider independentnya juga cuma dapet posisi belakang terus.

Jadi penasaran nih isi amandemen yang diajukan apa saja..

kopet - May 9, 2016

mikirnya jualan mulu si…
yg venting ms

61. pengamat - May 9, 2016

Nyangkut dimana komen ane y …. Xixixixixixixi

62. ben piss - May 9, 2016

Seharusnya tidak boleh begitu.
Regulasi yg ada sekarang itu kan semangatnya untuk memberikan fairness ke pabrikan pendatang baru, agar bisa segera mengejar ketertinggalan & cepat tune in dengan atmosfer balap di MotoGP.
Biar makin banyak yg tertarik ikut MotoGP.

Kalaupun honda merasa struggle & frustasi dengan power delivery motornya, tidak boleh cengeng kayak gitu minta perbahan regulasi di tengah jalan.
Yamaha-Ducati-Honda, terutama Yamaha & Honda start dari titik yg sama, diberi batasan2 yang sama.
Buktinya Yamaha bisa mengatasi segala barrier yg diberikan dengan sukses.
Ducati juga begitu cepat mebgejar ketertinggalan.

Di mana semangat fairness, semangat juang, semangat berkompetisi, & jiwa bushido honda?
Jangan mewek gitu ahhh…kalau masih mewek mending ganti sponsor jadi Hello Kitty saja…

iseng - May 9, 2016

Iya um..lagipula utk pengembangan mesin kan udh d kasih waktu juga sblum mesin d segel.. Masa sdm yg banyak dan cerdas (katanya) ga bisa develope sesuai waktu yg telah d berikan..toh yg lain nya juga (tim pabrikan) mempunyai waktu yg sama utk develope motor..malah yamaha bisa d bilang punya waktu paling sedikit karena sempat tidak ikut melakukan tes pramusim

63. jaran tempur - May 9, 2016

Tak dapat dipungkiri Honda memang suffer di 2 musim terakhir, bukan nggak mungkin jika honda nggak segera berbenah MM bisa pindah ke pabrikan lain.
#iam93

64. coey91 - May 9, 2016

wah harus d awasi tu hrc…. jgn sampek merenggek ma dorna bwt merubah aturan yg sudah d sepakati cuman gara2 kurang kompetitif

65. M16 - May 9, 2016

-ternyata problem chatter di mesin V belum bisa dipecahkan, dan agak seret karena software kaga bisa diutak-atik.
-Unified software, membuat pebalap lebih banyak kerja keras karena piranti kontrol elektronik sudah dikebiri.
-di lemns kemaren top speed jauh dibawah Yamaha /apalagi ducati, sedangkan Yamaha mulai mendekati topspeed ducati..
apakah jurus abadi akan hengkang akan dipake?

66. semar - May 9, 2016

koq software jadi kambing hitam bukannya software yg dibuat atas persetujuan 3 pabrikan dimana honda jg ada disitu? masa y honda gak punya strategi, gak bisa cari jalan keluar klo soal teknologi bukannya eces bagi mereka harusnya bs diopen en dimaksimalkan donk potensi tuh software, khn lu ikutan buat, klo menurutku ini adalah efek dari HRC yg over confident dengan sedikit data sudah dapat diolah untuk regulasi baru, mereka kelewatan untuk memperhitungkan detail kecil ke mesin karena fokus ke software, makanya yg disinggung develop engine (amandemen)

67. Jildhuz - May 9, 2016

Kalo mau aturan baru ya rembuganya taun depan lah baiknya

Toh honda bisa eksperimen di winglet

https://jildhuz.com/2016/05/09/pebisnis-konvensional-vs-member-mlm-2/

68. singh - May 9, 2016

pindah DUCATI wae

69. Ivan - May 9, 2016

Kurang adil kalau sampai di kabulkan..
Ane lebih suka balapan yg skrg hampir di tiap balap selalu ada tontonan.. Level motor kayaknya hampir sama semua untuk sekarang.. Meskipun ducati inferior tp dapat di imbangi.. Suzuki jg dah mulai bagus.. Biarin aja Honda mau ngajuin apa aja yg pnting jangan sampai di kabulkan..

70. naruto - May 9, 2016

CUMAN SATU KATA WAK DARI ANE.

CEMENNNN !!!!

71. pengamat - May 9, 2016

bukan begitu masbro
sama seperti old CBR150r stroke 47,2mm vs FXR150r stroke 48,8mm mana yag lbh powerfull?
kita harus faham spec mesin. Yzr-M1 stroke 50,9mm specnya diatas RCV 213 stroke 48,5mm.
jika pakem tuningnya sama, maka Yzr-M1 torsinya lebih besar dirpm rendah, otomatis power lbh besar & handling lbh baik coz ngak perlu rpm yang terlalu tinggi dibandingkan RCV 213 dgn stroke lbh pendek.

HRC sudah mencoba dari setting topspeed tahun 2015 dimana marq sering dlosor dan setting akselerasi 2016 ini, namun rivalnya yamaha movistar juga jenius, akselerasi & topseed lbh cepat.
kemarin rossi membuktikan bahwa Yzr-M1 lebih powerfull dari ducati, honda dan suzuki.

aleix - May 9, 2016

Perasaan stroke tiap pabrikan itu rahasia masing-masing, ngaco lu tong! Stroke R1M sama NSF250RW Dibilang stroke M1 sama RC213V. Lagian ini orang apa-apa selalu bore x stroke. Kayak udah dewa aja, otak cetek aja sok nganalisis

pengamat - May 9, 2016

Ah ente gimana sih bro.
Ngembangin mesin Bore stroke itu sangat mahal risetnya contoh YZF-R1, R1M dan MT1000 semuanya stroke 50,9mm. hasil pengembangan mesin gen YZR-M1.
Kemudian honda mengeluarkan RFV1000 stroke 48,5mm sebagai penantang, versi murah mesin gen RCV-213. Jadi R1 & R1M Bukan head to head new CBR1000RR stroke 55,1mm

http://tmcblog.com/2016/02/26/project-honda-rfv1000-kenapa-honda-selalu-ambil-jalan-yang-sulit/

pengamat - May 9, 2016
aleix - May 10, 2016

Ini nih, orang kalau kebanyakan berteori otaknya sempit. Menurutmu jupiter Z dan Z1 stroke sama? Itu bebek lho, berarti Yamaha sakti banget bisa “ngembangin mesin bore stroke” yang beda di generasi baru Jupiter Z? Gak usah kebanyakan teori, di motor bebek aja mereka bisa bikin stroke beda, apalagi motor prototipe. Sekali-kali lah dateng ke sirkuit, nonton langsung MotoGP sama WSBK, kalo gak mampu ya Motoprix aja deh, biar ngerti dikit tentang mesin gak asal bunyi. jangan cuma baca berita online doang, elu cuma baru bisa ngitung kapasitas mesin aja udah lagaknya kayak engineer motor prototipe. Rubah2 bore x stroke itu hal kecil buat pabrikan yang main di MotoGP, jangan2 ente juga bakal bilang stroke RS-GP 2016 sama kayak RSV4? Atau stroke GSX-RR sama kayak GSX-1000R? Ngaco! Lu kate balapan bebek stroke motor versi balapnya sama kayak yg dipake bapak lu ngojek?

pengamat - May 10, 2016

Jaka sembung bawa golok, ente ngak nyambung ….. Xixixixixixixi

72. bark - May 9, 2016

Ngah Ngah Ngah…
HRC payah!
SDM melimpah, tp Cuma Ngemis ke dorna

73. dhan - May 9, 2016

mungkin ini karena performa MM yg blm stabil dgn rc213v nya, alhasil HRC terpaksa “mengkambing hitamkan” mesin rc213v yg blm sempurna tak lain tuk menjaga spy si MM mood nya ttp baik & gak ngambek. mungkin jg ini sebagai sindiran buat engineer2 HRC yg dgn dana sedemikian melimpah masa kalah dgn pabrikan lain terutama Y, atau mungkin Honda punya mesin prototipe baru yg ingin diuji coba …blm lagi HRC dipusingkan soal siapa yg akan jadi rekan MM tahun depan. komplit deh HRC tantangannya musim ini. ayo honda! masa mesin V4 ketinggalan sama mesin tradisional Inline4 ^_^ …hhh

miko - May 10, 2016

Justru V engine yg tradisional…coba ente tengok mesin kompresor tambal ban
…V engine bukan..trus coba ente ubek2 ditambal ban di seluruh pelosok mana ada mesin tambal ban yg inline…(kalo gak single pasti V)

74. motor2an - May 9, 2016

sekarang malah mewek kaya lorenzo, bikin aja kejuaraan sendiri..
aturan gini buat fairness, dgn gitu aja masih bisa menang, ducati blm menang juga udah harus ikut aturan.

75. motor2an - May 9, 2016

^kmrn marquez bilang, kalo akselerasi naik jadi motor terbaik, buat siapa ? tim honda ato marquez sendiri ? kasian yang lain khususnya pedrosa, dia berbakat sayang motornya udh kabur ke marquez (riding style pedrosa jelas udah ga cocok buat honda)

76. Ajay - May 9, 2016

menurut ane (IMHO) motogp itu selain rider jga adu teknologi antar pabrikan. makenye pabrikan yg inovasinya dikit bkl nyungsep
analisis kemungkinan thn dpn honda ngembangin RC214 kaya jmn dulu pake inline klo ecu masih seragam…

77. Hondakoplax - May 9, 2016

Kasian Rossi abis nyalip markes tau2 di depannya ada markes lagi. Faakk!!

78. Engine - May 9, 2016

Ecu Magneti Marelli emang KATRO tidak bisa mencegah motor utk Wheelie akibatnya Winglet bertebaran merusak pemandangan & membahayakan.

79. Engine - May 9, 2016

Gimana mau disebut ajang balap Prototype kalau Part Prototype dilarang diaplikasikan

ben piss - May 9, 2016

Bukan dilarang om.
Silakan pakai part prototype kyk gimana asal:
– jumlah silinder maks 4
– kapasitas maks 1000cc
– diameter bore maks 81mm
– rpm maks 18000
– material eksotis macam berylium, dll dilarang
– mesin maks 7 sepanjang musim
– volume tangki bbm maks 22 liter
– berat motor minimum… (lupa :D)
Selebihnya bebas….dengan catatan, khusus untuk mesin, finalkan sebelum musim balapan dimulai.
Begitu dimulai, sdh tidak boleh ada perubahan sampai musim berakhir.
Mau update komponen mesin? Tunggu sampai selesai seri terakhir.

Sengaja ada batasan2 agar saling mengadu kecerdasan & teknologi, bukan adu kuat2an duit.
Kalau balapan tanpa batasan, yg bakal menang sudah pasti yang paling berduit…dan itu jelas sudah tidak sejalan dengan semangat kompetisi sport.

Di sepakbola eropa saja ada batasan nilai total transaksi per musim & dibatasi secara alami 11 pemain saja yg boleh main sekaligus 🙂
Apalagi di liga indonesia, ada batasan maks jumlah pemain asing.

80. Darsono Pangling - May 9, 2016

Masif problemo…wings wings wings…hahaha, ya bgitulah nasib mekanik yg kalah di settingan mesin, mencari celah di luar mesin dan komputer, dan akhirnya nemu wings!!! It’s motogp not F1. Hahaha

81. u2 - May 9, 2016

Skidrow – May 9, 2016
Datengin jolor ke fiat yamaha di taun pertama juga bisa kok ya

PemadamKebakaran – May 9, 2016
Fans moto gp karbitan mana tau

>> nah ini 2 fans karbitannya,
Apakah peraturan tsb sudah berjalan waktu lorenzo naik ke motoGEPENG,,,
KARBIT-KARBITTSSS,,,,,

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Neh ya tong pas marc mau naik moto gp dia kebentur ama sponsorship.
Marc dari kelas 125 ampe moto 2 di sponsor Repsol, sementara Rookie Rule mengahruskan ke tim satelite yaitu LCR. Nah LCR itu sponsor olinya ELF. Makanya bentrok.
Pahamin blok

PemadamKebakaran - May 9, 2016

Abis ubek ubek google nemu ginian di crash.
“For Marc next year it won’t change a lot anyway, because if the [rookie] rule stops he can start from the full factory team,” said Rossi. “But if the rule remains for sure Honda will give to him a full factory bike in his own team anyway, a bit like me in 2000. So I think it’s not a big difference for Marc either way.”
Terguncang?

82. Sawan - May 9, 2016

Memalukan sekali kau Honda!
Balap omr di alun-alun saja nguikiiiiiiiiik

83. Wawan - May 9, 2016

HRC demen ngajuin amandemen regulasi demi kepentingan pribadi tim sendiri..
Pabrikan kaya kok kelakuannya kurang sportif gni..

84. Eko Frrabowo - May 9, 2016

Hanya yang begini yang bisa menghapus kegundahan para sales yg tinggal 20%

85. binunrider - May 9, 2016

HRC kok gitu ya…. dulu amandemen buat memuluskan si MM.. sekarang amandemen lagi…

86. kompor - May 9, 2016

kalau menurut aku
racenya mesti DIULANG sampai oondah JUARA 1 😆

87. jbat - May 9, 2016

karena rulesnya dibuat agar race makin kompetitif, kenyataannya tetap ada tim yg dominan dan ada tim yang merasa dirugikan. mendingan pake satu brand aja sekalian kaya moto2.

88. Gilang Pilaresa - May 9, 2016

Typical HRC merengek” kalo motornya kalah!,kayak kasus Marquez.

89. Gilang Pilaresa - May 9, 2016

Kalo Honda keluar dari MotoGp “mungkin” tidak akan seru karna Honda dan Yamaha tim yg paling kompetitif di MotoGP,jika Honda keluar persangin kurang menarik dan gk seru,imbasnya?,sepi Penonton,Dorna juga memikirkan dari segi Bisnis.

90. Tigerlawas - May 9, 2016

HRC ganti pakai mesinnya BeAT aja, paling laris lhoo di Indonesia …
Mesin minim pengembangan …

91. jetkuL - May 10, 2016

bikin muak tau

92. bang herman - May 10, 2016

kelebihan YAMAHA cuma satu yaitu chasis.

jonilanang - May 10, 2016

Mang sasis doang,gk make mesin,biaa juara cung??

miko - May 10, 2016

313 kmh mesin inline vs 306 mesin V yg katanya superior ternyat hello kitty…

93. Fahmi - May 10, 2016

kok jadi ikutan ducati…..

94. Hand Sealer - May 10, 2016

jiah ngambul lageh

95. ediser - May 10, 2016

Yah begitulah Honda….di balap krn tahun lalu keok…dan tahun ini merasa kawatir nggak jurdun kemudian berlaku cengeng…di pasar rakyat juga senengnya nyontek mainan orang lain…..pas toh….

96. margondes - May 10, 2016

Ntar juga honda ngancam mau keluar dr moto gp biar amendemennya dikabulin dorna. Hadehh honda-honda pabrikan mewekan.

97. miko - May 10, 2016

Disaat HRC susah juara, disaat itu pulak HRC minta Hibahan regulasi…bener2 deh juara hibah…
Brani nyangkal mbing?

98. sidiqM1 - May 11, 2016

Honda harus bikin rcv berbasis mesin beat , spy bisa nge-beat (memukul) laju super ngacir yamaha M1 yang nyata benar2 semakin didepan yang lain semakin ketinggalan



%d bloggers like this: