jump to navigation

Post Race Analysis : Adu Strategi Ban di MotoGP Sachsenring 2016 July 18, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

440x100_supragtr150

tire-parc-ferme

TMCBlog.com – Bro sekalian, Marc Marquez saat post Race Interview buat 3 pemenang Race MotoGP sachsenring Jerman kemarin menjelaskan kronologi strategy dari Mulai awal satart sampai akhirnnya ia memenangkan dan memperpanjang rekor kemenangan  Race Ke-7nya di Sachsenring ini. Kemenangan Ke-7 Marc Marquez di Sachsenring kemarin membuat jarak perolehan point dirinya dengan Pesaing terdekat Jorge Lorenzo jadi semakin mengembang berjarak 48 point. Marc Marquez menyatakan race kemarin adalah Race yang ‘gila’ di awal race saat Track super basah, Marquez mengakui ia salah memilih ban di awal. Awalnya Marc Marquez dan team sudah memilih Soft compound Rain Tire . . Namun Marc Melihat dua pesaing terdekatnya dalam perolehan Point yakni Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi menggunakan super soft Compound ( marquez mengatakan extra soft ) , dan Marc Sempat kena efek distraction  . . . Honda RC213V yang digunakan Marquez pun berganti Ban dengan kompon yang sama dengan Rossi dan Lorenzo . . . lalu apa yang terjadi ?

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech TMCBlog (22 Juni - 31 Juli '16)

tire-sachsenring2016

Dan ternyata Pemilihan Ban depan jenis supersoft compound Rain menurut Marc Marquez tidak sesuai dengan riding stylenya . . dan Bisa dilihat sob Mulai Lap 6 sampai lap 11  posisi Marc Marquez terus merosot . . cek di grafik berikut ini sob

10-lap-mm-vr

dari Laptimennya jelas terlihat jika Rossi dan Dovizioso lebih konstant di angka 1″34, Maka Laptime Marquez saat itu berada sampai 1:35 . . Bisa beda sedetik sob. Menurut opini tmcblog, IMHO – Mungkin Gaya balap Marquez plus karakter RC213V yang katanya liar akan membuat ban depan super soft rain akan mudah tergerus sehingga Marquez dengan mudah kehilangan Race Pace

marq-wide

Puncaknya Marquez melakukan kesalahan di T9 tikungan ke kiri dan Marquez wide masuk Gravel . .Marquez bercerita, saat Masuk Gravel, Otak Marquez langsung Clik merubah riding style ke gaya Off road.

dry-line

Setelah Masuk Gravel dan Kembali ke Track di Posisi 9, Marquez melihat Track semakin Kering, ini dapat kita lihat dari garis Dry line bila kita lihat dari camera helikopter dan tentunya team MM93 Juga melihat hal ini.

Melihat Dry Line Marquez berfikir : ” Oke akan tejadi Flag To Flag Race ”  . . Namun Kapan Ganti Motor? Marquez mengatakan ini selalu menjadi ‘question mark’ di Semua Pebalap. Dan akhirnya Marquez ambil Resiko dengan alasan ia sudah terlalu jauh dari Front Man Doviziozo, Petrucci ( sebelum crash), Rossi, Miller dan Crutchlow.

Alasan Kenapa Marquez Pilih Slick dibanding Intermediate

Awalnya tmcblog mengira Marc Marquez tidak mengetahui bahwa Motornya akan menggunakan ban All Slick, ia hanya percaya saja sama team, Bunny hop dan ganti Motor kedua. Pendapat tmcblog ini sempat tmcblog share via twitter . . dan ternyata Opa Nick Harris komentator motogp pun menyatakan hal yang senada dengan opini tmcblog ini di saat Marquez masuk Parc ferme . . tidak ada yang tahu awalnya itu strategy ban slick sudah diketahui marquez atau belum ( silahkan cek di video ) sorry about my rush oppinion 😀  . ..

Namun nyatanya ? Ternyata Marquez menjelaskan bahwa sebelum race ia sudah melakukan brefing dengan Team dan Marquez mengetahui bahwa Opsi untuk mengganti Ban Intermediate  ( Marquez sebut inter-medium )  itu TIDAK ADA di tim Repsol Honda MM93. Opsi Marc Marquez hanya ada dua ban : Rain Tire atau Slick Tire  ! Alasannya ?

Team Marc Marquez menjelaskan alasannya adalah untuk menghindari kebingunan plus yang terpenting karena Team Tidak tahu limit dari Ban Intermediate .. .  dalam penjelasan yang umum, Marc Marquez dan team tidak punya data apapun terhadap Ban Intermediate ini karena belum melakukan pengetesan. Data penting sob, ini untuk mempersiapkan setingan ECU dan elektronik seperti apa yang akan disetting ke Motor Honda RC213V . . . Nah Kalau Ban Slick ? jelas data seabrek abrek dan tentunya setingan elektronik jelas bisa diaplikasikan dengan lebih ‘pasti’ dalam situasi krusial ini.

Artinya ? Marc Marquez Sadar 100%  . . Jika ia masuk Pit, maka Motornya akan menggunakan Ban All Slick . . Dan baginya keluar pitlane maka Track yang dihadapi nggak selebar 10-12 meter . . namun bisa jadi hanya 1-2 meter saja karena  dry line di beberapa spot memang hanya punya lebar segitu doang . . kalau nekat masuk puddle Track ( Track Basah)  ? Ya Crash lah, ban Slick sama wet Tarmac adalah musuh bebuyutan 😀

So Marc Marquez dengan dukungan latihan dari team pun kembali melakukan Bunny Hop di awal lap 17. Mengenai SOP Bunny Hop team Marc Marquez sudah kita paparkan secara gamblang di artikel sebelumnya ya sob  ..  di sana terlihat bahwa sampai kru yang megang motor kedua pun menekan kopling walau gear saat itu dalam keadaan N atau netral.

mm-bunnyhop

Mengenai Bunny Hop ini menarik melihat berapa perbedaan waktu swap yang dilakukan marquez di video motogp.com dengan gaya bunny hop dibandingkan dengan Valentino Rossi yang menggunakan style standar ( karena mungkin postur rossi yang tinggi ) . . .

dovi-bunnyhop

Tmcblog coba ukur menggunakan aplikasi stopwatch, saat bike swap Marquez butuh sekitar 1,7  detik  . . Dovizioso yang juga melakukan Bunny hop plus agak slip saat duduk karena kakinya sempet nyangkut melakukannya dalam 2,8 detik . . .cmiiw

rossi-standard

sedangkan Rossi yang melakukan langkah biasa namun bisa melakukan dengan waktu kurang dari 2,2 detik . . wiihh

Tentu ini ada potensi resiko yang harus siap siap dibayar oleh Marquez dan team. Marquez mengatakan setelah ia masuk Track ia melihat 2 atau 3 tikungan masih dalam keadaan basah dan ia harus hati hati di spot ini.  Namun di spot lain, Marquez mengakui ia mem-‘pushing‘ motor seperti Normal ( seperti Dry Race ) . . Bisa kita lihat di lap pertama Marquez masuk ke Track dengan ban All Slick ( depan belakang) , laptimenya sama dengan laptime tercepat ban Rain yakni 1:34 . . .

Lap18-24-mm-vr

Setelah itu, laptime Marquez terus terpangkas dari lap ke 18 sampai 24 1’34.282 – 1’31.055 – 1’29.777 -1’28.525 -1’28.002 – 1’26.750 . . . 7,5 detik Marquez memangkas laptime dalam 7 lap  . . atau rata rata Marquez memangkas 1 detik per lap . . amazing. Di saat pertama kali melakukan ganti Motor ,seperti juga kejadian Flag to flag lain, Marquez sadar betul bahwa dry line di Track sangat sempit plus tidak tahu posisi ia dimana, ia hanya push push push. Lalu setelah 3 lap ia lihat Pit BOx betuliskan P1 +21 Second ( Posisi pertama 21 detik didepan -red) dan baru setelah itu ia memanage motornya untuk mengejar ketertinggalan

rossi-box2

rossi-box3

Pit Box rossi sudah keluar dengan pesan BOX di awal lap 19 ( 11 Lap to Go ) . . dan terlihat Rossi menoleh ke kiri ( tapi tmcblog nggak tahu apakah rossi kebaca atau nggak Pesan pit boxnya, mau nanya langsung ke rossi, jauh eyy 🙂 )  . . . artinya jika Rossi berhasil membaca pesan tersebut dan mau melaksanakan advice Pit Crew, maka ia akan masuk Pit Lane dan melakukan bike swap di Pit Box mulai lap 20  . . . Sedangkan Faktanya ? Rossi, Dovizioso, Crutchlow baru masuk ke Pit untuk berganti Motor di Lap ke 23.

rossi-inter

Nah yang menarik, Ternyata Pilihan Rossi dan team adalah Ban depan Intermediate, confirm terlihat dari foto resmi yang tmcblog peroleh dari yamaha Racing diatas bahwa ban depan Rossi ada alurnya, confirm  . .  nah menarik nih untuk melihat perbandingan antara performa ban Slick dan Intermediate.

intermediate-tires-2

FYI Bro Sebelumnya Bisa sobat baca di artikel Ringpiston, Ban SLick dan Ban Intermediate itu memiliki perbedaan temperatur keja maksimal dimana Ban Slick di kisaran 100 derajat Celcius dan ban Intermediate di kisaran 65 derajat celcius, harusnya dan Logikanya ban Intermediate akan lebih cepat memperoleh suhu maksimal  . . Bagimana performanya ? cekidot grafik berikut ini sob . .

Lap24-30-mm-vr

Bro bisa lihat, sebenarnya Pace Valentino Rossi dengan Ban intermediate juga nggak buruk buruk amat dan bahkan di 4 lap terakhir  Laptime Rossi menggunakan Ban Intermediate lebih baik dari Marc Marquez . . .  atau mungkin Marquez mengendurkan gas ? karena ia sudah tahu jarak antara ia dan pesaingnya sudah sangat jauh, jadi agak main aman, imho .. .

Sisi positif dari Rossi dan team adalah mereka sekarang tahu limit dan data dari ban intermediate walau hanya beberapa lap saja . . . dan di akhir Race Rossi finish di posisi 9 dengan jarak 26,499 detik di belakang Marc Marquez . . . Silahkan dikunyah kunyah sob  . ..  Mudah mudahan penjabaran ini bisa membuat dahaga informasi mas bro sekalian mengenai apa yang terjadi kemarin di race Flag to Flag MotoGP Sachsenring 2016 terpenuhi . . .

Taufik of  BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. wong blitar - July 18, 2016

Perdana kah??

Blogger Baper - July 18, 2016

kemarin kita melihat MM yang berbeda di taun ini, kita meliht MM musim 2015, menang atau kalah sekalian,,
bener bener Kangen sama MM yang kemaren,, emang ini pembalap jozz,,

Taufik - July 18, 2016

lebih mature ya sob ?

mecotot - July 18, 2016

betul kang, uda mulai ga ugal ugal an, makin elegan~

2. Ultraman - July 18, 2016

Sangat khas tmcblog…. Mak nyus wak ji….

3. Tedi Trikoni - July 18, 2016

absen

4. wong blitar - July 18, 2016

Satu kah??

5. sinchankobe - July 18, 2016

Komprehensif dengan dukungan data yang akurat dari sumbernya langsung. Well done wak haji. As always this blog is interesting to read.

6. wong blitar - July 18, 2016

Udh d kasih tau masih ngeyel aja
Kasih radio aja deh biar kayak F1 siapa tau bs saling bc sambil balapan
Wkwkwk

Taufik - July 18, 2016

Marquez, crutchlow dn Dovi di post race interview juga sempat berbicara soal Ra-kom
mereka bilang mending nggak usah

permen - July 18, 2016

kalo gak salah setelah kasus motogp australia 2013 yang mana marquez kena penalty black flag gara” punya kasus kaya rossi semalem yaitu gak patuh sama timnya. sempet ada usulan pemasangan radio kom cuma para pembalap menolak karena dapat mengganggu konsentrasi rider beda dengan F1 yang rodanya 4, kalo motor katanya harus penuh konsentrasi. hilang dikit aja motor bisa crash karena konsentrasi rider terpecah.

Taufik - July 18, 2016

beda kasus sob, kalo yang di phillip island itu ada regulasi HARUS masuk jadi kalo nggak masuk malah kena penalty
kalo di race sachsenring kemarin perintah tidak dari regulasi namun nafsi nafsi dari teamnya sob
bahkan motor lorenzo saat masuk di pit garage akhir race saya lihat masih pakai ban belakang rain, cmiiw

7. nobi - July 18, 2016

josss wak,makin banyak informasi

8. Ariel - July 18, 2016

Wow!

9. eric - July 18, 2016

poin dah sejauh itu.. kayaknya marc bs WC 2016 (*asal engga jatuh), kl rossi.. weleh2 kurang percaya sm teamnya.. dah disuruh masuk pit.. malah ngikutin dovi terus.. berat kl mau jd WC.. lorenzo?? auk deh yg satu ini..

10. Aku - July 18, 2016

Josss

11. kingHD - July 18, 2016

sy fikir kemarin begitu masuk track si markewes kelihatan nge push bingit ya wak.dalam hati ngomong ” ndlosor kowe mark mengko ”

eh malah push push push terus,jebul ora ndlosor.hebat lah ya ban dan filing ridingnya dapat.

Taufik - July 18, 2016

ya bener, kita harus lihat data untuk meng-kros-cek opini kita sob, saya juga awalnya memperkirakan slick marquez akan jauh lebih kenceng ndari intermediate rossi, gak taunya, intermediate juga bisa sekencang slick dalam kondisi kemarin, imho

12. lisyanto - July 18, 2016

wak dibanding dengan dovi & cal, yg sama2 masuk pit barengan dgn rossi, performanya kenapa jauh berbeda ? bisa dijelaskan kah ? apa sama seperti marquez yg hanya punya opsi rain / slick ?

Taufik - July 18, 2016

saya belum dapat nfo sahih mengenai ban depan Crutchlow dan Dovi . . . namun confirm keduannya pakai ban belakang slick

13. orongorong - July 18, 2016
14. Atow - July 18, 2016

Wak.. pertanyaan saya nih.. ada apa dengan JL and DP.. apa yg salah dengan mereka.. JL parah, DP masa kalah sama Carl..

Taufik - July 18, 2016

mungkin ada hubungannya dengan flag to flag
Lorenzo sepertinya paling nggak nyaman dengan race kondisi flag to flag
Pedrosa sebenarnya sudah pernah pace bagus di saat warm up,namun entah kenapa strategynya nggak sama dengan team MM93 saat race

15. acacia - July 18, 2016

analisa wak haji yg aku tunggu pasca race akhirnya kluar
siiippp….
bca dulu boru koment…gpp ga podium yg penting absen

16. ard - July 18, 2016

Sangat menarik ulasan wak haji..bagi penikmat motogp bisa tahu…gk hanya motor dan pembalap yg berpengaruh pada kemenangan..dan untuk umur 20 thn kebawah sapa tahu indonesia 5-10 thn lagi banyak sirkuit permanen dibangun,balap indonesia semakin kompleks..nah peluang mekanik motor,ban,aerodinamika yg ahli semakin dibutuhkan..

17. Yoko (Pendekar Rajawali) - July 18, 2016

Yamaha saat ini baru menyadari motornya cuma bisa juara bersama Lorenzo #99…nyesel ga tuhh…simbah #46 itu cuma seles pendongkrak penjualan ntuhh faktanya…
Beda dg MM93 dia rider jalur juara dan brand ambasador yg menjual…
wis ngerti to rugine ne ndi??
satu rider Honda bisa memerankan dua rider Yamaha

18. koplax - July 18, 2016

Nyuss

19. dewa - July 18, 2016

Para pembalap termasuk Marquez juga sering saat mendung start pakai ban Slick,kemudian gerimis balapan tetap pakai ban slick 1-3lap menunggu kepastian cuaca walau bendera masuk Pit berkibar.artinya pakai ban slick saat basah2 dikit boleh dilakukan cuma super hati2 dgn laptime lebih pelan.

permen - July 18, 2016

dulu malah pernah pedrosa sama marquez tahun 2013 di gp aragon apa donington park gtu kalo gak salah. udah memimpin jauh dari posisi ke 3 dan posisi finish tinggal 4/5 lap gtu sirkuit udah full basah bendera wet race berkibar malah balapan pake ban slick eh mereka berdua nekat akhirnya pedrosa jatuh duluan dan marquez jatuh belakangan dah.

20. bedul - July 18, 2016

mantaf ulasan nya

Taufik - July 18, 2016

nuhun supportnya sob

21. Ardiantoyugo - July 18, 2016

Buset mode off road…
Emang entah tulosannya ga kebaca atau memang rossi yang ngeyel… Wkwk…

22. dave - July 18, 2016

bingung mo komen apa,,
masih kecewa..

23. goozir - July 18, 2016

9 apa 8 si?

informasi sepeda motor online >>goozir.com

24. novi cute - July 18, 2016

kesalahan ke dua kalinya… sebelumnya juga sama… keasikan dual sama lorenzo lupa ganti motor

25. K1n - July 18, 2016

Kalo menurut nalar saya, kru menekan tuas kopling untuk menghindari jari nya kegencet pas serah tangan motor ke marquez yg tentu saja bakal menekan tuas kopling secepat mungkin begitu melompat ke motor ke 2. Emang pikiran fumiyem aja yg picek. Wong jagoan nya cuma finish ke 8, seolah-olah dirugikan.. Ngoahahaha..

26. zuki - July 18, 2016

Payah motore darmo….ora jas jos

27. Star kid - July 18, 2016

Tanya wak…
Dovi, cal, sama rossi masuk barengan ke pit…
Dovi sama cal kok bisa langsung ngibrit pake ban slick, sedangkan rossi malah melorot posisi nya…
Padahal td disebutin kalo ban intermediate lebih cepat dapet suhu maksimal…
Nah, dengan keuntungan rossi pake ban intermediate ini kok dia ga bisa ngejar dovi sama cal..

Taufik - July 18, 2016

dovi dan cal yang slick ban belakangnya
ban depan cal dan dovi sepertinya intermediate , cmiiw

bejobeja - July 18, 2016

mungkin sprti yg diulas wak tadi, bahwa team nol data dg ban intermediate bisa jadi kemungkinan rossi juga blum terbiasa dg ban intermediate ketika flag to flag belum lgsg klik dg settingan motor, tp liat di 4 lap terakhir rossi bisa lebih cepat dr marquez brarti rossi sdh klik dg motornya

28. Ekop - July 18, 2016

kerrreeenn…..

29. wisnu3ds - July 18, 2016

@starkid

saya nunggu ulasan yang ini dari wak haji…

@tmc
selalu mantap baca artikel wak haji….dua artikel sebelumnya cukup mainstrem..kalo ini…gak ada lawan dah artikel ini dari semua bloger….mantep wak!!!….

30. wisnu3ds - July 18, 2016

berarti untuk seri ini masih ada 2-3 artikel lagi yah wak?…..

selain rossi masih ada dp dan Jl…yang belom dibahas tuh….

Taufik - July 18, 2016

ampyuuuunnnn heheheheh, cangkeul copy paste data laptimennya satu satu 😀

31. Brandalz - July 18, 2016

Ulasane joss waak..
Gak koyo blog2 sebelah..nanggung

Taufik - July 18, 2016

ojo ngono, setiap blog biasannya punya sisi lebih masing masing

32. lt - July 18, 2016

Artikel ini yang selalu ditunggu2….

SALUT

33. david - July 18, 2016

super duber mantap wak… mudah pahami.. josss pokoe

Taufik - July 18, 2016

sippp, saya senang dengernya 🙂

34. sonic125 - July 18, 2016

Analysisnya bikin nyaman yang baca wak haji
Mantaap dah

Taufik - July 18, 2016

Syukur alhamdulillah

35. bang herman - July 18, 2016

klo marc di posisi depan saya nggak yakinn bkal ganti motor di lap itu.
pasti ngeyel kayak rossi dan dovi

36. agungp - July 18, 2016

wak semalem di siaran moto gp.
motor cal kucluk ban depan e ada alur e

Taufik - July 18, 2016

sipppp , intermediate mungkin yaa

37. jonih - July 18, 2016

Wak, waktu Ianone bike swap terlihat doi marah2 sama crew-nya. Itu kenapa ya wak?

Taufik - July 18, 2016

ntar saya cek di video deh

Serreniti - July 18, 2016

kalo liat sekilas model2nya sih kelancaran dia beraksi swap motor terganggu sama salah satu langkah kru nya yg dianggep ianone “gak seharusnya” diposisi itu.. dan hal ini dalam moto gp di benaknya sangat2 mengganggu..

just my opinion yaa wak..
ane malah liat waktu Cal nyalip Jack Miller ato siapa itu pas abis straight lalu tikungan ke kanan (posisi cal di kiri) kaki kanannya mencak2 kayak anak turingan lg ngasih kode “awas jalan kanan berlubang/ada halangan dll”, itu apa gak kena pinalty ato gak dipermasalahin ya wak? coba deh liat video nya.. sempet ketawa2 ane liatnya wak 😀

zazzyjr - July 18, 2016

Oh itu si scott redding yg di salip oleh carl crutchlow

38. danker - July 18, 2016

mas taufik, juara123 semua pake ban slick, lah tim yamah kok dikasih ban batikan, makanya pembalap ogah2 ganti motor, coz saya perhatikan tiap mereka ganti motor yg terjadi malah tambah pelan mudah dilibas lawan

39. PENGAMAT BLOGGER - July 18, 2016

SALAM 26,499 detik

40. kawung - July 18, 2016

wak nanya,
klo ganti motor gitu, jumlah fuelnya gimana?
kan semua team udah ready 2nd bike bareng, lha iannone/marquez masuk duluan. rossi dkk belakangan.
brarti apakah marquez juga diuntungkan bobot motor yang makin ringan seiring balapan? atau fuelnya 2nd bike rossi juga dikurangi oleh teamnya setiap dia gak jadi tukar motor ?

Paijo - July 18, 2016

Nurut saya sih jumlah fuel terserah..
Kalo dijumlahkan lebih dari 24 liter ya ga apa2.
Flag to flag itu udah makan waktu banget dibanding ngga masuk pit ( kondisi normal race)

Taufik - July 19, 2016

my 2 cents sepertinya nggak penuh,
sempet denger kalo penuh, artinya bobot naik dan PWR turun
akselerasi berkurang
mungkin setengah ya ?

Ikramz - July 18, 2016

Patut dibahas wak, saya dukung bro 😀

41. motorideweb - July 18, 2016
42. Montor - July 18, 2016

Menurut saya kenapa motor yang pakai intermediate-slick lebih cepat dari slick-slick di track kemarin? Karena yang slick-slick harus benar2 milih track yang kering, kalau yang intermediate-slick sepertinya gak perlu pilih2, pokoknya hajar aja

43. jbat - July 18, 2016

Marc marquez dan timnya jagonya flag to flag, harusnya yang lainnya niru strateginya doi yg terbukti terbaik.. Tergantung skill dan luck jg ding..

44. samepackbowlong - July 18, 2016

artikel motogp dari wak taufiq emang jos gandos, wak request perbandingan lap rossi, dovi, cruchlow setelah masuk pit, rossi kok bisa ketinggalan jauh gitu ya? padahal dari data diatas lap time rossi imbang ma marquez dan akhirnya malah lebih cepat

45. Moge - July 18, 2016

Wak, mnurut ane, 4 lap terakhir lap time rossi kenapa lebih cepat karna marq ngendurin gas nya, liat aja pas mau garis finish motornya pelan banget, makanya lap time rossi bisa lebih cepat dari marc, bahkan kalo di bandingin lap time cruclow dovi dan rossi, pasti lap time cruclow paling cepet

46. motor2an - July 18, 2016

Harus di akui, marq bnr-bnr byk bljr dri thn kmrn, aduh abang Rossi msh blm bljr jga, inget Misano kmrn?
Ok, mslh ban memang mgkn “?”, tpi buat Rossi bkn alesan 3 lap telat ganti motor

Motor Ymh mgkn lbh kompetitif, tpi liat kematangan Marq dan kepintaran timnya tuh, poin bisa kelempar jauh, emang klo lorencong dia ga bs apa-apa klo ujan gini, pa lagi di 2 trek bogeynya

47. Darsono Pangling - July 18, 2016

Pokonya HRC briliant!

48. wongrnglTBN - July 18, 2016

Wak haji infonya jos

49. Archiee - July 18, 2016

N kabarnya itu motor si Marquez dirangkai pasca tabrakan cuma dalam waktu kurang dari 2 jam sama tim nya ..
Wtf ..

Taufik - July 19, 2016

ya nanti saya cari tahu . .. untungnya saya semalam sudah dapet list mesin official yang telah dipakai dari Dorna

50. paino - July 18, 2016

Artikel paling ditunggu oleh lucy wiryono, mateo n joni lono buat NGGACOR di tv. Owkowokowok

51. paijo - July 18, 2016

Marquez bercerita, saat Masuk Gravel, Otak Marquez langsung Clik merubah riding style ke gaya Off road.
===================================

nah ini yang SPESIAL dr Marquez….
Yang kagak punya 😀

52. DaJo - July 18, 2016

hmm.

53. samsurya voetra - July 18, 2016

mantap…tiap ulasan dan reportnya…kcil orangnya,panjang dan lebar ulasannya tpi mudah dipahami.. Salut ma bloger yg atu ini.. DP kw super from BUITENZORG NGOAHAHAAA KBUR AAH TKUT DINGKLIK MELAYANG 😀 😀

Taufik - July 19, 2016

asyem dingkliq ku habis lagi 😀

54. AnAKE - July 18, 2016

Wonderful wak ulasannya.mantaf…Gbu

55. theblogname - July 19, 2016

superb…stupid decision by rossi!
cara ngedapetin data laptime perlap gimana? harus ngeluarin biaya ya?

56. Are wege - July 19, 2016

Wak taufik, saat race kemaren, marc Dan pedrosa pake sasis baru , atw masih yg 2014

57. Angga - July 19, 2016

ulasan yang mendidik,,, makasih wak haji,,, semoga diberi kesehtan selalu dan memberikan informasi yang keren2 hehehe

58. Sofyan - July 19, 2016

klo race flag to flag gini biasanya rossi kalah nih,

59. bedhoel - July 20, 2016

ULASANNYA CUAKKEEEEEPPP POOOLLLLLLL WAK HAJI…. MUANTAAABBBZZZZZZZZZ….!!!!!!!



%d bloggers like this: