jump to navigation

MotoGP sedang mempertimbangkan Update Media Komunikasi teks Via Dashboard Motor . .. Setuju Nggak sob ? August 18, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

Blog-460x110_rev

black-flag

TMCBlog.com – Bro sekalian, Sebenarnya kasus dan wacana update dari media komunikasi antara team dan pebalap selain PIT BOX sudah mulai hadir saat MotoGP Sachsenring 2016 yang saat itu terjadi Kategori Flag to Flag dimana Saat Race berlangsung kondisi Track berangsur angsur berubah dari Basah menjadi kering. Saat itu team ( khususnya Valentino Rossi ) melihat benar bahwa kondisi Track sudah cukup kering untuk mulai berganti Ban. Terlebih lagi dibuktikan fakta bahwa Marc Marquez saat itu yang lebih dahulu masuk Pit dan berganti Ban dari Rain Ke slick memperoleh improve laptime yang sangat signifikan jelas membuat tim Pitbox Vale saat itu gregetan . Valentino Rossi baru masuk di lap ke 23 dan boleh dibilang agak Too late membendung kecepatan Marquez saat itu. Nah disini lah Valentino Rossi berpendapat bahwa alangkah baik jika ada tambahan media komunikasi selain PIT Box untuk memberitahukan kepada rider strategi apa yang seharusnya dilakukan. Wacana ini hadir kembali ketika akhir pekan kemarin di MotoGP Austria 2016 Hector Barbera kena diskualifikasi karena tidak mau melakukan Ride Throught Penalty sebagau akibat dari Jump start berjamaahnya dengan beberapa rider lainya. Barbera sepertinya bukan nggak mau melakukan Ride Throught Penalty, tapi tidak melihat informasi Box dari Pit Boxnya dan di dashboardnya sob . . nahhh

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech-TMCblog 440x110-agt

Patut dulu kita perjelas bahwa penambahan pesan di Dashboard ini sebenarnya sudah dilakukan mulai di MotoGP Sepang 2014 sebagai penambahan fitur pesan . Nah untuk menambah tingkat Safety, Dorna saat itu menambahkan  signal lampu pada dashboar masing masing rider sebanyak 4-5 signal lampu yakni Black Flag, Red Flag, dan Black-Orange Flag plus 2 signal penalti  . . .

2 signal penalti yang dimaksud adalah signal Ride Through memulai dari pit karena misalnya jump start dan signal pindah posisi misalnya karena melanggar Yellow Flag. Dan yang sedang di wacanakan mengenai pesan Teks di Dashboard saat ini adalah penambahan signal lain selain Flag . . seperti contohnya BOX, OIL, TIRE dan lain lain dan atau komunikasi Via Radio ( suara/ audio ) . . Nah bagaimana pendapat Pebalap mengenai ini ?

Menurut Valentino Rossi tambahan media baik berupa radio maupun model lain yang sedang diperbincangkan yakni pesan melalui Dashboard bisa lebih baik secara Safety karena dengan tambahan media komunikasi Jika ada pebalap lain yang crash, ada masalah di Motor, atau kebocoran pelumas dan lain sebagainya. Pernyataan Rossi yang berdasarkan konsideran pemikiran Safety ini diamini oleh Andrea Dovizioso.

Cal Crutchlow dengan nada Kelakar menyatakan Bahwa pesan melalui Dashboard mungkin akan jauh lebih baik dibandingkan mumet karena sepanjang Race kupingnya mendengarkan bagaimana Team mu ( di waktu yang lalu ia menunjuk nama – Lucio ) berbicara dan memberikan informasi. Dan lebih bikin ngakak lagi ketika Cal malah nanya, trus kalo pake pesan Teks di Dashboard, Rider gimana balesnya ?  hehehe mungkin Cal Nggak ngeh kalo di wacana ini yang dimaksud media komunikasi Via Dashboard adalah media satu arah dari team ke Rider seperti halnya Pit Box, cmiiw.  Maveric Vinales menyatakan bahwa ide ini cukup baik namun harus ada pembatasan panjang pesan dan pembatasan frekuensi pesan. Misalnnya satu kali saja tiap Lap . . Karena menurut Maveric hampir mustahil membaca pesan panjang seperti text SMS dengan frekuensi yang sering di dashboard

rossi-box2

Marc Marquez agak beda sob, Ia mengemukakan bahwa di balap Motor, team adalah hal yang paling penting dalam menentukan strategy. Bagi Marquez Jika sebelum race sudah ada pertemuan ( meeting), lalu kau cukup cerdas dan berpengalaman saat menghadapi kondisi flag to Flag itu sudah cukup . . wahh, sudut pandang Marquez hanya di teknis Race nih . . seperti kita ketahui juga bahwa salah satu pemikiran media komunikasi lain antara rider dan team adalah hal hal force majeur yang mungkin terjadi tanpa terduga dan direncanakan seperti kerusakan mesin, ada kecelakaan di depan dan lain lain. Menarik nih kalo ada jurnalis motoGP menanyakan hal hal tak terduga seperti itu dan melihat respons marquez.

Membandingkan Formula 1 ( F1 ) dengan MotoGP jelas beda walaupun keduanya merupakan balapan kedaraan Prototipe dan termasuk balapan kasta tertinggi di Roda 4 dan roda 2. Namun dengan segala kecanggihan elektronik di F1 boleh dibilang elektronik pegang kendali banyak atas segala yang terjadi, traksi ( tahun ini mulai di hapus) , mode, engine brake dan lain lain. Namun di MotoGP ?? kesini kesini, elektronik malah makin dikurangi, bro bisa bayangkan Adaptive strategy electronic sendiri dihilangkan dan membuat pebalap harus menentukan sendiri kapan dan berapa besar parameter traction control, engine Brake dan lain lain yang harus diaplikasikan Via tombol joystik di handlebar . . . so memang setuju sama ucapan Om Mike Web MotoGP race director bahwa MotoGP Lebih ” very much a human sport

Seperti juga aksi pelarangan Winglets untuk musim MotoGP 2017 nanti, Segala sesuatu perbincangan mengenai perubahan dan penambahan/ pelarangan sesuatu seperti media komunikasi tentu muaranya harus didiskusikan dan disetujui oleh Komisi GP . . dan salah seorang yang duduk di komisi tersebut yakni Om Mike web sudah jauh jauh hari bilang bahwa ” Jika konsiderannya adalah soal Safety maka akan dipertimbangkan, Namun jika konsiderannya adalah untuk menambah performa maka saya tidak mau karena saya nggak butuh mereka lebih cepat lagi ( dibanding saat ini ) “ . . . nah lho . ..  kalo sampeyan setuju nggak sob mengenai wacana pertimbangkan media Komunikasi baru sepeti Via Dashboard Motor  ? silahkan isi Polling berikut ini sob  . ..

Semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

Sumber bacaan : Crash.net

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

 

Comments»

1. ardiantoyugo - August 18, 2016

antara setuju dan tidak…

2. permen - August 18, 2016

saya mah sebagai penonton setuju wak.
tapi gimana kalo misalnya ada masalah teknis atau error. nanti tau” di dashboardnya marquez muncul kamu udah makanan belom beib ?
atau di rossi muncul ross pulang dulu cucian belom diangkat hujan. balapan stop dulu.
gimana tuh wak ?

3. Widji Soetedjo - August 18, 2016

Saya sih YES aja,,, 😀

4. permen - August 18, 2016

saya mah sebagai penonton setuju wak.
tapi gimana kalo misalnya ada masalah teknis atau error. nanti tau” di dashboardnya marquez muncul kamu udah makanan belom beib ?
atau di rossi muncul ross pulang dulu cucian belom diangkat hujan. balapan stop dulu.
gimana tuh wak ?

5. permen - August 18, 2016

kalo error nanti gimana wak ?
misalnya tau” muncul tulisan.
rossi kamu udah makan belom.

pendekar ngek-ngok - August 18, 2016

Haha lucu bro

6. Mo - August 18, 2016

Ngak setuju wa, balapan lah seperti manusia dan team. Itu lebih keren

7. Men drow - August 18, 2016

Wak menurut ku ga penting juga pembaca voting, ga bakal mempengaruhi keputusan. lah pembalap gp nya aja suruh voting, kan yg jalanin balapan mereka.

Taufik - August 18, 2016

ya cuma saya ingin tahu minimal secara kuantitas opini sederhana yang ada dibenak penikmat motogp indonesia seperti apa, secara indonesia termasuk gudangnya penikmat motogp

8. Jon - August 18, 2016

Wak topik.. di f1 sekarang ga ada traction control lhoohh

Jon - August 18, 2016

Oh iya..f1 ABS aja juga kaga ada

PemadamKebakaran - August 18, 2016

Dan hebatnya pake mesin turbo. F1 dah kek vacuum cleaner racing.

Taufik - August 18, 2016

iyah bener di hapusya lately,

9. Thurston River - August 18, 2016

sangat ga setuju, motor boleh elektronik tapi insting rider and kerja sama team tetep pake cara konvensional aja.
alesannya lebih menantang buat rider, selain fokus ke balapan rider juga di harusin mengerti dengan cepat informasi yang ada di pit box itupun di kecepatan yang bisa mencapai 250+.

10. marq93zoss - August 18, 2016

Kurang setuju ahk wak hnya akan membuat insting rider serta skill mereka berkurang dgn ad nya komunikasi
Dn kisah drama pun gk seru krn terlalu wak😆

11. Thurston River - August 18, 2016

sangat ga setuju, motor boleh elektronik tapi insting rider and kerja sama team tetep pake cara konvensional aja.
alesannya lebih menantang buat rider, selain fokus ke balapan rider juga di harusin mengerti dengan cepat informasi yang ada di pit box itupun di kecepatan yang bisa mencapai 250+.

12. SletingDoll - August 18, 2016

Yang setuju pasti fans Rossi… 🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃

13. qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

14. qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

15. qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

16. qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

17. Qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

18. Qwertymm - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard.

19. Sudahmakanmak - August 18, 2016

koreksi wak traction control abs dll sudah dilarang di F1 dan balapan roda 4 lainnya
semua setingan maping ,brake bias, lsd dll biasanya diatur manual selama race makannya setir balap roda 4 udah kayak cockpit pesawat jet.
kalau g salah ecunya juga sama cmiiw

nah kemarin di F1 juga rame gara” tim terlalu mengontrol pembalap lewat radio.
ane setuju g pakai radio di motogp cukup pitboard di dashboard. Itu juga harus ada batasannya

20. Smoke - August 18, 2016

Ga setuju, menurut sy itu terlalu berbahaya. Dengan kecepatan di atas 120 km/jam (33 meter per detik) ga ada waktu buat tengak tengok apalagi baca pesan di dasboard.
Sy rasa radio sudah saatnya diaplikasikan di moto gp, hanya saja mungkin hanya boleh dilakukan di area tertentu (sama halnya dengan pitbox, tapi akan lebih jelas diterima pembalap).

21. dudud - August 18, 2016

kalau tiba tiba di layar rossi muncul pesan ” akang, neng teh sono ka akang, hayu urang balikan deui? ” dari Linda Morselli gimana tuh? apa gak buyar konsentrasinya?

22. jali - August 18, 2016

mendingan pakai radio aja kang,klo text tar pembalap liatin dashboard terus,bahaya kan konsentrasi buyar.

23. jali - August 18, 2016

apalagi yg matanya mines atau kalau hujan dahboard sama kaca helem basah textnya gak jelas.

24. Ex Z250 rider - August 18, 2016

Bs komunikasi lsg, buat apa pitboard digunakan lg… pitboard adalah ciri khas balap motor… tanpanya kyknya bkn balap motor lg…

25. imaginer - August 18, 2016

kira kira kalo cuma text,gimana pembalap tau ada pesan,pake nada dering kah,crot crot begitu kira kira nada deringnya,kumaha dorna waelah dah urang mah ngan lalajo hungkul.

26. pembalap - August 18, 2016

yg paling efektif hanya lampu peringatan.text gak bakal kebaca.radio? emang kedengeran? suara knalpot aja sudah sangat memekakkan telinga.

27. dudud - August 18, 2016

sebenernya kan udah bener, pit box berada di start lane, dimana ruas straight panjang dan luyus, jadi konsentrasi pembalap hanya fokus pada ngebejek gas doang, kagak mikirin cornering atau kagak mikirin braking….kagak mikirin traksi optimal masuk/keluar corner

#kurang apa lagi sih
#dulu rossi berkali kali jurdun juga gak pake yang aneh aneh deh
#apa susahnya sih tengok dikit di start lane ke arah pit box
#mengapa mengubah sesuatu yang seharusnya dan sebaiknya tidak perlu berubah

28. PemadamKebakaran - August 18, 2016

Perasaan dah bertahun tahun lewat pit box adem ayem aja. Ini pada ribut tahun tahun ini aja?
Konspirasi? *Pffttttt………

29. rose - August 18, 2016

Tiba2 di dasbor rosi “gek ndang kawen ros”

30. Kukang - August 18, 2016

Kalo hector memang ngga lihat
Tapi kalo rossi memang pekok, orang sudah lihat tapi ngga mau masuk pit box

31. m@sdikin - August 18, 2016

Cal tanya “balesnya gimana?”
Gampang pasang aja dashboard LCD plus touchscreen sekalian install aplikasi MIRC. Ntar kalo crew pit kirim pesen, rider bisa bales
“ASL please”

32. killbill1 - August 18, 2016

Lebih baik pakai simbol bendera sebagai pesan (bukan berupa teks huruf) terkoneksi ke kaca helmet berupa HUD (Head Unit Display),bila di dashboard bikin konsentrasi berkurang.

Taufik - August 18, 2016

Google Glass dong dipake mi ? 😀

33. ois - August 18, 2016

dasar koplak si MM93, blagu amat, tar kebagian lu yg apes baru bacot lu!

tigor mm93 - August 18, 2016

Bukan apes bro tp rossi yg ngeyel gk mau masuk pit…cari alibi biar gk dibilang bego…

34. terjadigalat - August 18, 2016

Hi bro.. Udah paling canggih tuh.

35. Den bagus - August 18, 2016

Pas start engine muncul text “Hi Bro”

36. mbahdarmoreborn - August 18, 2016

mbah kung kakeen alesan..padine gak gelem disalahne…ngebut 300kpj kon delok spedo malah bahaya

37. shiro - August 18, 2016

ato kalo bisa material visor helmnya dibuat kayak google glass yg infonya boleh kluar pas straight panjang doang,jadi kayak main motogp di ps

38. snicker - August 18, 2016

msh mewek toh

39. ag - August 18, 2016

setuju wak.. ga perlu nengok nglirik dashboard cukup

40. siEG - August 18, 2016

Sederhana saja; gak perlu nanti kurang seru 😊

41. SuRyA - August 18, 2016
42. Indorena - August 18, 2016

nope, gak terlalu setuju sih.
mungkin Vale dah mulai tua kali yah jadinya fokusnya kurang.
mesti ada bantuan dari elektronik (bukan haters).
jadi gak seru menurut gw kalo balapan terlalu bergantung sama informasi, insting balapan jauh lebih keren jadinya emang mesti bakat untuk jadi racer.
kalo semua sudah terbantu dengan elektronik lama2 semua orang juga bisa jadi pembalap, gak ada essence racing sport lagi jadinya.

43. Santoso putro - August 18, 2016

Menurut saya lebih baik menggunakan pesan boleh text ataupun indikator lampu. Kalau dengan radio kemungkinan akan merubah konstruksi helm. Dan jika terjadi crash kemungkinan akan lebih berbahaya karena satu satunya pelindung ya cuma helm tersebut berbeda dengan F1 atau balap mobil yang apabila terjadi crash kepala tidak langsung terbentur karena masih ada kabin dan rollbar maupun crashbar..

Jika yang Setuju dikatakan Fans Rossi berarti
Yang Tak setuju fansnya MARQUEZ

44. danang - August 18, 2016

Apa kata stoner elektronik minim aja masih pengen lbih dikurangi lg
La ini mlah mo nambah chat di dasboard kasi auto rply ama layar bening oled
Ama game tahu bulat sapa tau bosen turing bisa sambil main game gimana asik khan

45. RichardGN - August 18, 2016

itu akalakalan rossi aja sih imho, karena sudah berumur, konsen dan refleksnya gak kaya dulu. makanya doi cari celah

#kurang apa lagi sih
#dulu rossi berkali kali jurdun juga gak pake yang aneh aneh deh
#apa susahnya sih tengok dikit di start lane ke arah pit box
#mengapa mengubah sesuatu yang seharusnya dan sebaiknya tidak perlu berubah

46. wong deso - August 18, 2016

ga perlu alat apa apa, kebanyakan alat malah ganggu konsentrasi… masa lagi menikung dikecepatan 180kpj mau baca pesan?

47. FBO - August 18, 2016

Mending pakai radio aja lah lebih efektif tapi dengan catatan tim di pit stop jangan bawel kayak emak” ngamuk kalau pembalapnya gak mau nurut.
Kalau pakai dashboard doang belum tentu kebaca apalagi bacanya agak nunduk kebawah, safety malah berkurang.

48. dave - August 18, 2016

ga safety mas,, kebanyakan baca dashboard..
orang lagi nyetir aja ga boleh baca sms,,
terus kalo pake radio,,
kan orang yg bawa motor ga boleh telp2an,,
ga boleh denger headset.. bahaya,,
kalo mo telp berenti dulu..

49. FBO - August 18, 2016

Mending pakai radio aja lah lebih efektif tapi dengan catatan tim di pit stop jangan bawel kayak emak” ngamuk kalau pembalapnya gak mau nurut.
Kalau pakai dashboard doang belum tentu kebaca apalagi bacanya agak nunduk kebawah, safety malah berkurang.

50. Wawan - August 18, 2016

Mending pakai radio aja lah lebih efektif tapi dengan catatan tim di pit stop jangan bawel kayak emak” ngamuk kalau pembalapnya gak mau nurut.
Kalau pakai dashboard doang belum tentu kebaca apalagi bacanya agak nunduk kebawah, safety malah berkurang.

51. andri - August 18, 2016

antara setuju dan tidak,
karena tampilan teks di layar LCD yg ukurannya cukup kecil pasti berpotensi mengganggu konsentrasi pembalap.

52. ms - August 18, 2016

via text lebih bahaya dari radio, karena mata yang sedang melihat jauh tiba disuruh melihat sangat dekat.

jika memang komunikasi via bord tidak cukup bisa ditambah dengan radio itupun harus ada auran ketat.
– tidak saling menganggu/sadap
– dilarang berkomunikasi mejelang/saat ditikungan
– dll

53. aden - August 18, 2016

Kalau pakai skully helmet gimana? Hahaha..
Itu project crowdfund yang mana melahirkan sebuah helm yang bisa membantu ridernya melihat kebelakang tanpa nengok, melihat gps, ngobrol video call, dll. Kayanya lebih seru pake itu deh. Mirip google glass tapi di helm. Visor sebagai media displaynya.

Silahkan cek sumur https://www.skully.com/

54. aden - August 18, 2016

Kalau pakai skully helmet gimana? Hahaha..
Itu project crowdfund yang mana melahirkan sebuah helm yang bisa membantu ridernya melihat kebelakang tanpa nengok, melihat gps, ngobrol video call, dll. Kayanya lebih seru pake itu deh. Mirip google glass tapi di helm. Visor sebagai media displaynya.

Silahkan cek sumur https://www[dot]skully[dot]om/

55. aden - August 18, 2016

Kalau pakai skully helmet gimana? Hahaha..
Itu project crowdfund yang mana melahirkan sebuah helm yang bisa membantu ridernya melihat kebelakang tanpa nengok, melihat gps, ngobrol video call, dll. Kayanya lebih seru pake itu deh. Mirip google glass tapi di helm. Visor sebagai media displaynya.

Silahkan cek sumur: skully[dot]com

56. aden - August 18, 2016

test, kok gak masuk

57. aden - August 18, 2016

Kalau pakai skully helmet gimana? Hahaha..
Itu project crowdfund yang mana melahirkan sebuah helm yang bisa membantu ridernya melihat kebelakang tanpa nengok, melihat gps, ngobrol video call, dll. Kayanya lebih seru pake itu deh. Mirip google glass tapi di helm. Visor sebagai media displaynya.

Search aja di google skully helmet

58. aden - August 18, 2016

Kalau pakai skully helmet gimana? Hahaha.. Itu project crowdfund yang mana melahirkan sebuah helm yang bisa membantu ridernya melihat kebelakang tanpa nengok, melihat gps, ngobrol video call, dll. Kayanya lebih seru pake itu deh. Mirip google glass tapi di helm. Visor sebagai media displaynya.

59. mantan rider - August 18, 2016

Bukannya dulu mbah rossi ga mau pake gituan,hrus murni dr elektronik,? Dy lbh suka skill rider dr pd bnyk peranti elektronik,?
Kq skrg malah mbah rossi yg koar2,mewek,minta gituan,?
Jujur ya,klo untuk safety,saya setuju,,,tp klo untuk gtuan,,sorry to say,TIDAK SETUJU BANGET…
Karna
1. Itu tidak menyangkut soal safety
2. Skil rider akan berkurang(dalam hal menentukan kapan hrus masuk pit ganti motor dll (flag to flag)
3. Apakah mbah rossi ud kehilangan skil nya,? (Saya tidak tau)
4. Tingkat kecerdasan seorang rider dalam hal menentukan kapan masuk pit dll,dan d bantu oleh team akan berkurang,balapan bukan hanya soal rider,tp keseluruhan,,jangan tau nya cmn rider.. Contoh MM93 knpa bisa menang waktu balapan flag to flag,? Itu karna dy dan team nya cerdas.
5. Silahkan tambahkan sendiri
Ini opini pribadi saya pak Haji..

60. randy - August 18, 2016

urusan bgini mah diserahin aja ke komisi moto GP ya,.maw koar2 ga setuju jg emang suara kita didengerin…

61. Bruud - August 18, 2016

sama aja wak, bisa ganggu konsentrasi, tapi bs jg untuk safety, yang pasti :

– Yang setuju pasti fans nya rossi
– klo ga setuju pasti fans nya marquez

bner kata atas gua, emang kita koar2 didengerin..wkwk.

62. Bruud - August 18, 2016

sama aja wak, bisa ganggu konsentrasi, tapi bs jg untuk safety, yang pasti :

– Yang setuju pasti fans nya rossi
– klo ga setuju pasti fans nya marquez

bner kata atas gua, emang kita koar2 didengerin..wkwk..

63. Bruud - August 18, 2016

sama aja wak, bisa ganggu konsentrasi, tapi bs jg untuk safety, yang pasti :

– Yang setuju pasti fans nya rossi
– klo ga setuju pasti fans nya marquez

bner kata atas gua, emang kita koar2 didengerin..wkwk…

64. Bruud - August 18, 2016

sama aja wak, bisa ganggu konsentrasi, tapi bs jg untuk safety, yang pasti :

– Yang setuju pasti fans nya rossi
– klo ga setuju pasti fans nya marquez

bner kata atas gua, emang kita koar2 didengerin..wkwk….

65. ridhojms - August 18, 2016

gak setuju om. dari dulu balap mtor itu udah ciri khas/tradisi gak prnh pake komunikasi radio atau dashboard, ckup lewat pitbox aja. sbg pecinta balap mtor aku sngt gak setuju. tradisi itu mesti dipertahankan jgn diubah2.
kalo perlu malah anti wheelie itu mestinya dibanned atau minimal dikurangi, kan seru nonton balap sambil ada aksi2 wheelie kayak jaman 990cc kbawah.
🙂

66. Motor kecoak - August 18, 2016

Ambisinya sang legend tuk jadi juara dunia lagi,sehingga mengeluarkan ide ide yg kontroversial,

67. Rizal Iman - August 18, 2016

Sekalian aja pake tv lcd yg besar diatas tanda finish (wah gak tau dah namanya) sebesar lapang volly. Kan jelas tuh dari kejauhan.. Klo ada yg gtuan jdi gak ada drama kyk di GP Jerman dong?? Gak ada drama kan gak seru 😂

68. ali - August 18, 2016

Setuju aja deh . Abis engga ngerti sih

69. tom - August 18, 2016

Klo mnrt sy sih gak setuju ya klo untuk kasus flag to flag atau ada trouble di motor apa lg info gap antar pembalap,, mungkin klo emg text itu bwt info kyk kasus barbera yang kmrn kena black flag trus muncul info text mnrt sy itu h bagus,, klo lewat radio nnt perlu aturan bru lg nnt timbul lg zona abu2 yang jd tambah perdebatan jg, toh di f1 jg radio itu gak boleh bwt bantu klo pmblp ada trouble.

70. visitor - August 19, 2016

cukup pakai pit box aja kang, jadinya penonton bisa ikut lihat komunikasi team dan ridernya plus bisa ikut menganalisis strategi masing2 team
#KeepItHuman

71. fari.fairis - August 19, 2016

ini masuk akal,wak:
SETUJU komunikasi RADIO untuk EMERGENCY situation saja! kondisi yg memungkinkan terjadinya yellow atau red flag..
misal radiator bocor, olinya muncrat2, bannya mau copot, atau helmnya terbang.. benar2 emergency yg membuat rider harus berhenti saat itu juga!

selebihnya untuk strategi race, pakai pit box saja sudah sangat cukup..!
jangan smpe rossi gak mau masuk pit trus teamnya ngomel2 di radio, “masuk pit sekarang, cuk!!” ngahahaha 😀

72. stag - August 19, 2016

kalo ane sih, teks di dashboard cukup menginfokan pembalap. tapi teks di dashboard cukup tulisan singkat dan kalo ada info untuk pembalap tulisan cukup nyala terang di dashboard dan dibedain mana pit mana yang lain. kyak rambu2 gitu prinsipnya.



%d bloggers like this: