jump to navigation

Michelin akan bawa ban Wet dengan kompon Medium ke MotoGP Silverstone 2016 August 23, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

Blog-460x110_rev

ian-tire-1

TMCBlog.com – Bro seklaian, akhir pekan lalu di gelaran MotoGP Ceko banyak sekali kejadian dimana ban depan pebalap maupun ban belakangnya terkelupas sudah mirip kejadian Ban copotnya ban Vulkanisir. Jangan dulu beranggapan bahwa Michelin pakai kompon karet abal abal,  tmcblog beropini bahwa hal tersebut adalah lumrah dan Logis. Ban WET/ Basah dengan kompon soft dihajar kencang di track yang kering, sudah dapat dipastikan phrotol karkas karetnya karena memang ban WET dengan Kompon soft tidak akan durable saat dipakai di track begituan . . . fungsinya sudah salah . . oleh karena itu jika sang pebalap merubah mode ridingnya menjadi CALCULATOR mode seperti Marques dan Barbera maka dengan ban soft, ia nggak akan melewati dry line, ia akan menggunakan wet puddle di Track untuk mendinginkan ban .  . . saat itu memang pilihan cuma dua Kalo Nggak WET soft ya WET Hard

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech-TMCblog 440x110-agt

ban-ian3

Nah pebalap Banyak Yang komplain soal ini sob . . perbedaan performa dan kondisi kerja antara Ban WET Hard dan Ban WET Soft terlalu jauh. Ban WET Soft cepat panas, tapi tidak durable saat Track mengering sedangkan Ban WET Hard lambat panas namun lebih durable saat Track mulai mengering. Oleh karena itu untuk menjawab keinginan pebalap seperti Dovizioso yang boleh dibilang DNF karena masalah ban depan yang ngelotok semua alur bagian tengahnya, Michelin akan menyiapkan Ban WET dengan Kompon Medium di MotoGP Silverstone 2016 nanti

dovis-tire

Siapa saja yang pernah ke Inggris kayaknya cukup setuju bila ngobrolin kota kota di Inggris maka akan identik dengan yang namanya Hujan. Biasannya cuaca dan angin di Track Silverstone lebih dingin dibandingkan dengan Brno, So dengan dihadirkannya Ban WET Medium ini akan memperkaya pilihan para pebalap untuk menyesuaikan dengan srategi yang akan dijalankannya nanti ( atau malah jadi tambah mumet milihnya 😀 ) . Mengenai Ban WET Medium, ban ini sempat di test di Sachsenring sebelumnya dan Silverstone dipastikan akan jadi debut tempat pertama penggunaan Ban ini . . . Silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna sob

Taufik of BuitenZorg

sumber bacaan : motorsport

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. irwan - August 23, 2016

tambah mumet wak….

Taufik - August 23, 2016

kebanyakan pilihan ya?

2. irwan - August 23, 2016

podium ternyata…

3. irwan - August 23, 2016

borong sekalian…

4. bejobeja - August 23, 2016

tahun ini cuaca sulit diprediksi, free practice n kualifikasi sdh setting dry, pas race malah wet

5. C70 - August 23, 2016

Wah, kalo hujan lagi berarti hampir bisa dipastikan jolor muntah2 lagi dong Wak…

Taufik - August 23, 2016

Jack Miller demen nih ya
pawi dan syahrin siap siap juga

Deka - August 23, 2016

Miller sama crutclow kesenengan tuh wak

6. nduk - August 23, 2016

Pilihan ban lainnya vulkanisir versi ngeselin, ngurangin biaya 🙂

7. rifz - August 23, 2016

belum ntar yang balapan di jepang dan malaysia hampir pasti hujan karena la nina
dah ga ada harapan bagi lorenzo untuk jurdun

8. C70 - August 23, 2016

Jolor podium 1

9. udinsastro - August 23, 2016

Nemen parah. Jika bridgestone dulu meskipun wet soft tetap habis, lha michelin ini kok mengelupas dimana bagian lainnya msh cukup tebal

Ping - August 23, 2016

Sependapat, kelewat parah emang michelin. Bridgestone kayaknya belum pernah kjadian macam ini

10. ardiantoyugo - August 23, 2016

Semoga saja hujan lagi… Wkwkwk…

11. Wahyu. H - August 23, 2016

… ‘ jika berandai – andai kata : bila si karet bundar atawa si ban wet dengan kompon medium dari si Micheliiinnn … itu ? Ke Yamaha Byson karburatorku ituuu … ? He he … mungkin, lebih awet and si tunggangan si Byson besikuuu … lebih anteng ketika berlariii … ya ? Hi hi … 62 X !!!

12. marq93zoss - August 23, 2016

Hmmmmm…. sprti nya cuaca gk nentu yah wak balapan skrg lebih byk krn factor ban yg nentuin hmmmm…. smg marques podium di inggris nanti ☺

13. pay - August 23, 2016

Kebangetan tu Michelin Wak,itu ma ngelotok bukan habis kegerus aspal!!!

14. pay - August 23, 2016

komen gitu aja moderasi,kebangetan.kapok ane ke warung ni

Taufik - August 24, 2016

moderasi itu untuk membuat pembicaraan di warung bisa di kontrol
dan saya nggak bisa terus2an lihat warung
jangan gitu aja ngambekan ahh 😀

win - August 24, 2016

Setuju kang
Lbh enak bacanya ketimbang bhs binat*ng yg keluar

15. s0erya - August 23, 2016

tahun pertama memang selalu berat untuk dilewati! pasti mereka berusaha sangat keras!

16. euan - August 23, 2016

Makin gak ketebak syp yg bkal finish 1,2,3

17. H666 - August 23, 2016

Wak haji klo ban merk lokal dsini tu compoundny tipe soft,,medium atw hard y??

Taufik - August 24, 2016

kalo yang buat harian lebih ke medium ke hard bro, cmiiw

win - August 24, 2016

Ntar klo dibikin soft ente ngomel2 bro
Baru sebulan dipake udh botak

18. sukhoi utangan - August 24, 2016

heleh, kaya baru ikut balapan aja si michelin ini….knp gk dr dulu ada opsi wet medium? pdhal udh pengalaman puluhan tahun di balapan

19. Michelinkatrok - August 24, 2016

Koq mrotol?
Knp ga habis menipis?

Taufik - August 24, 2016

mrotol kan coplok bro, dia sistemnya nggak tergesek menipis tapi memang copot/lepas

20. misba - August 24, 2016

Podium 1 nanti cal c. 2 miller.. 3 kalau g Rossi ya marquezzz

21. irc - August 24, 2016

Coba pake IRC… belum tahun sih dorna produk dari gajah tunggal….

22. pecel_basi - August 24, 2016

Kembangannya brodol gitu ya? Bahaya ga sih? Apalagi ini buat balap

23. dave - August 24, 2016

ky jenis motor disini makin banyak pilihan,,
harusnya kan makin seneng ya,,
tapi ya gt,, makin pusing milihnya,, haha..

24. aden - August 24, 2016

Bridgestone slick juga pernah copot karetnya, dan itu dialami oleh Rossi. Padahal waktu itu Bridgestone udah bukan pemasok ban baru.

Kalau menurut saya sih transisi ban dari Bridgestone yang reliable ke Michelin yang unreliable bikin persaingan jadi lebih seru unpredictable. Kebayang nggak setelah sekian lama akhirnya ada lagi rider tim satelit yang bisa juara (meskipun dalam kondisi hujan).

Di F1 salah satu putusan mereka pakai pirelli adalah karena Bridgestone saat itu terlalu bagus (susah botak). Sayangnya pemilihan ban pirelli tidak dibarengi dengan kebijakan pengembangan mesin dan aerodinamis yang baik (atau engineer-engineer F1 terlalu pintar) sehingga selalu ada celah buat sebuah tim mengakali aturan dan hasilnya adalah mobil superior yang nggak bisa dikalahkan oleh tim-tim lain. Mungkin F1 perlu belajar dari MotoGP, menyeragamkan beberapa part di mobil peserta yang nantinya bisa membuat persaingan lebih seru.

25. orongorong - August 24, 2016
26. TOUR BANDUNG - August 24, 2016

rompal baneee

27. yume - August 24, 2016

ngunyah ban dulu yah

28. Billy de Fretes - August 24, 2016

hujan lagi?
emang dari dulu gw sukanya kl hujan…
selalu bnyk kejadian yg menarik…

kl medium wet, dengan kondisi kyk kemarin, bs jd ducati ga kebalap

29. SuRyA - August 24, 2016
30. paman tang - August 24, 2016

di musim inilah,,semua elemen motoGP diuji,,pabrikan diuji untuk memberikan motor yg handal (baik dr segi mesin,,aerodinamika maupun settingan mesin),,supplier ban juga diuji untuk memberikan ban yg sesuai dengan harapan pembalap dan pabrikan,,dan pembalap diuji skilnya (bukan hanya gas pol rem pol,,tp juga tahu bagaimana memanage motor dan ban,,kapan ngepush dan kapan harus bermain aman,,serta kapan harus berganti motor)

31. miko - August 24, 2016

Bekas lapter…
Cuaca bisa beda2 meskipun di satu sirkit..
Hujan lagi…
Tapi buat silverstone yg cuacanya basah terus yaaa soft wet paling pas…
Kayaknya team harus sewa forecaster. Biar gak gambling terus2an…
Silverstone hayaahh mending DoningtonPark laah..

32. Rey - August 24, 2016

Kecuali Jo dan Dovi, semua pembalap benar-benar bernyali nanggung resiko dengan berusaha menyelesaikan balapan dengan kondisi ban yang sebagian besar mengalami keausan parah. Koq pihak RD ngebiarin hal itu ya? Bukannya safety adalah hal yang paling utama? Memang sih gak ada yang celaka di race tersebut, tapi setidaknya kan rasa was-was dapat diminimalisir, mengapa aturan flag to flag gak ketat lagi kayak di PI 2013 yang sampai-sampai ada didiskualifikasi karena telat ganti motor? Mohon penjelasannya donk…

33. Rizal - August 24, 2016

dikita ini walaupun ban dibuat wet soft tetep aja dihajar ke track dry yg panas,dan sebaliknya. Tpi gak sampe protol kyk gtu,ada 2 kemungkinan. pertama power di MotoGP yg kelewat liar,kedua Michelin yg belum handal buat ban untuk motogp

oklik - August 25, 2016

bisa jadi karena keduanya lek..

34. Sofyan - August 25, 2016

Michelin seakan2 kurang kompetitif dibandingin dengan Bridgestone ya..bukan kah michelin jg pemain lama di MotoGP ya Wak??

musim ini lebih kayak berkutat sama masalah ban melulu, sedangkan ecu universal aja banyak tim yang udah mulai maksimal penyesuainnya..



%d bloggers like this: