460x110-indent-now

counterweight2

TMCBlog.com – Bro sekalian, saat melihat kompetisi Safety riding yang paling seru adalah bagaimana melihat para peserta melakukan Slalom. Slalom mayoritas berisi Manuer Zig Zag elewati Handycap yang ada dan Kalo untuk Kompetisi akan dinilai kesempurnaan teknik slalom plus Timing nya ..  Tapi itu kan kalo lagi Kompetisi, gimana sebenarnya Kegunaannya dalam riding sehari hari ? . . . Nahhh ternyata ada sob, mayoritas kita akan menemukan keadaan harus melakukan tekni zig zag ini ketika menemukan handycap jalanan seperti Lobang atau sedang melakukan tikungan balik arah ( U-turn ) dengan kecepatan rendah dan keadaan lalulintas awan arah yang aman  . Dan ternyata nggak sembarangan sob, ada tekniknya . . di dunia safety riding namanya teknik Counter Weight . . cekidot deh

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech-TMCblog 440x110-agt

counterweight1

Teknik Counter weight itu sebenarnya sudah tergambar dari arti leterleknya . .  -” melawan Bobot ” dimana saat belok kemiringan motor itu akan menghasilkan bobot ke arah kemiringan karena pusat masa berubah dan ini harus ‘dilawan’ dengan bobot badan kita untuk mengimbangi. Jika arah nikung ke kanan, maka bobot badan kita pindahkan ke kiri dan sebaliknya  . . . Cara sederhananya adalah dilakukan dengan menggeser posisi duduk kita ke arah kiri ketika motor menikung ke kanan. Namun patut dicatat sob Pandangan mata diarahkan ke sudut tikungan terjauh, bukan ke bawah sembari membuka gas konstant secukupnya dengan bantuan rem belakang.

counterweight3

TMCblog sempat tanya tanya ke Kang Endriks Elang yang merupakan instruktur Safety Riding soal ini dan beliau mereferensikan bahwa menurut mayoritas para praktisi keselamatan berkendara, saat melakukan U-turn dengan counter weight   jari tangan kanan tidak boleh standby di tuas rem depan. Untuk motor sport posisi kaki tetap menjempit tangki, sedangkan untuk motor matic  tapak kaki tidak keluar dari dek atau footstep . . . hmmmm masalahnya buat yang kebiasa nonton MotoGP atau biasa balap bakalan kaget nih, kontasan kalo di balap nikung ke kanan badan malah rebah ke kanan dan sebaliknya hehehe . .  tapi memang beberapa konsep antara balap sama Safety riding memang berbeda  . . . hmmmm oke deh itu untuk slalom, kita akan lanjutkan dengan teknik teknik safety riding selanjutnya dan apa gunannya saat riding sehari hari . ..

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

23 COMMENTS

  1. Kalo MotoGp pembalap terbantu dengan kecepatan karena efek gaya sentrifugal wak, asal ban oke, makin kencang makin pede mereka cornering serebah mungkin.

    Guest
  2. buat yang masih bingung,,
    high speed cornering beda dengan slalom/gymkhana

    high speed cornering menuntut center of gravity berada sejauh mungkin dari titik tumpu roda dengan, biar stabil
    sedangkan slalom menuntut center of gravity sedekat mungkin dengan titik tumpu roda dan aspal, biar lincah

    Guest
    • yup betul,
      memang berbeda antara slalom dengan cornering waktu balapan.

      jangan sampai ketika kita jalan di kecepatan rendah, kemudian menikung dengan menggunakan cara cornering balapan, sudah pasti bakal jatuh…

      sebenarnya secara insting, setiap pengendara melakukan hal tersebut (counter weight) secara alami ketika menikung. Hanya memang kita harus belajar cara menikung yg baik dan benar ketika berada di jalan raya.

      Guest
  3. Counter steering gak Mas Taufik. Paling sering digunakan saat naik mtb utk fast cornering. Jg sering dipake oleh dirt rider ato supermoto

    Guest
  4. yg penting pas slalom gt bukan dibuat maen dijalan..
    sering liat orang goal geol dijalan ga ada apa2..
    malah bikin celaka orang2 disekitarnya,,
    gegayaan istilahnya,, ckck,,

    Guest
  5. Biasanya biker punya feeling tersendiri deh wak,ya walaupun ada tata caranya klo yg gak bisa menyesuaikan/gak seiya sekata sama badan dan perasaan ya pasti jatuh jga,itu sih yg saya rasakan

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here