jump to navigation

Teknik Nikung Slalom dalam Safety riding dan Gunanya saat berkendara sehari hari August 28, 2016

Posted by Taufik in : Safety Defensive Riding , trackback

460x110-indent-now

counterweight2

TMCBlog.com – Bro sekalian, saat melihat kompetisi Safety riding yang paling seru adalah bagaimana melihat para peserta melakukan Slalom. Slalom mayoritas berisi Manuer Zig Zag elewati Handycap yang ada dan Kalo untuk Kompetisi akan dinilai kesempurnaan teknik slalom plus Timing nya ..  Tapi itu kan kalo lagi Kompetisi, gimana sebenarnya Kegunaannya dalam riding sehari hari ? . . . Nahhh ternyata ada sob, mayoritas kita akan menemukan keadaan harus melakukan tekni zig zag ini ketika menemukan handycap jalanan seperti Lobang atau sedang melakukan tikungan balik arah ( U-turn ) dengan kecepatan rendah dan keadaan lalulintas awan arah yang aman  . Dan ternyata nggak sembarangan sob, ada tekniknya . . di dunia safety riding namanya teknik Counter Weight . . cekidot deh

440x100_tirei

cengkareng-shop

MBtech-TMCblog 440x110-agt

counterweight1

Teknik Counter weight itu sebenarnya sudah tergambar dari arti leterleknya . .  -” melawan Bobot ” dimana saat belok kemiringan motor itu akan menghasilkan bobot ke arah kemiringan karena pusat masa berubah dan ini harus ‘dilawan’ dengan bobot badan kita untuk mengimbangi. Jika arah nikung ke kanan, maka bobot badan kita pindahkan ke kiri dan sebaliknya  . . . Cara sederhananya adalah dilakukan dengan menggeser posisi duduk kita ke arah kiri ketika motor menikung ke kanan. Namun patut dicatat sob Pandangan mata diarahkan ke sudut tikungan terjauh, bukan ke bawah sembari membuka gas konstant secukupnya dengan bantuan rem belakang.

counterweight3

TMCblog sempat tanya tanya ke Kang Endriks Elang yang merupakan instruktur Safety Riding soal ini dan beliau mereferensikan bahwa menurut mayoritas para praktisi keselamatan berkendara, saat melakukan U-turn dengan counter weight   jari tangan kanan tidak boleh standby di tuas rem depan. Untuk motor sport posisi kaki tetap menjempit tangki, sedangkan untuk motor matic  tapak kaki tidak keluar dari dek atau footstep . . . hmmmm masalahnya buat yang kebiasa nonton MotoGP atau biasa balap bakalan kaget nih, kontasan kalo di balap nikung ke kanan badan malah rebah ke kanan dan sebaliknya hehehe . .  tapi memang beberapa konsep antara balap sama Safety riding memang berbeda  . . . hmmmm oke deh itu untuk slalom, kita akan lanjutkan dengan teknik teknik safety riding selanjutnya dan apa gunannya saat riding sehari hari . ..

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. embuh - August 28, 2016

tuing

2. bebekgirang - August 28, 2016

Nah ini dia artikel yg saya tunggu tunggu

3. NZS225 klingon boy - August 28, 2016

ai lik dhis artikel….sering2 aj wak buat nmbah2 ilmu..

4. Nawong - August 28, 2016

Perbanyak artikel beginian wak haji…biar tambah pinter pengunjung blog ni..

5. Tom - August 28, 2016

Kalo MotoGp pembalap terbantu dengan kecepatan karena efek gaya sentrifugal wak, asal ban oke, makin kencang makin pede mereka cornering serebah mungkin.

Den bagus - August 28, 2016

Plus teknologi motoGp yg bisa rebah sampe -+60 derajat

6. plat ag - August 28, 2016

ya kyak gni2 artikel ilmu yg bermanfaat.
bkn iklan trus yg dbhs.
hehe

7. rifz - August 28, 2016

buat yang masih bingung,,
high speed cornering beda dengan slalom/gymkhana

high speed cornering menuntut center of gravity berada sejauh mungkin dari titik tumpu roda dengan, biar stabil
sedangkan slalom menuntut center of gravity sedekat mungkin dengan titik tumpu roda dan aspal, biar lincah

LT - August 28, 2016

yup betul,
memang berbeda antara slalom dengan cornering waktu balapan.

jangan sampai ketika kita jalan di kecepatan rendah, kemudian menikung dengan menggunakan cara cornering balapan, sudah pasti bakal jatuh…

sebenarnya secara insting, setiap pengendara melakukan hal tersebut (counter weight) secara alami ketika menikung. Hanya memang kita harus belajar cara menikung yg baik dan benar ketika berada di jalan raya.

8. awas - August 28, 2016

woh. elangjalanan jadi instruktur safety riding to??? 👍

9. guma - August 28, 2016

gunanya apa wak kalo cuma buat instruktur tapi masyarakat luas gak bisa ngikut atau belajar how to nya?

10. ardiantoyugo - August 28, 2016

kalo kecepatan renda counter weight, kalau kecepatan tinggi counter steering…?? :mrgreen:

Suzuki GSX-R150: http://wp.me/p7LBn5-1Z6

11. telo - August 28, 2016

aneh..safety riding ala moto gp gmn ya??

12. YGM - August 28, 2016

ini baru posting bermanaat

13. uprit - August 28, 2016

lah artikel cuma sepotong doang?
udah seneng2 ada artikel manfaat ternyata seuprit..

14. Darma - August 29, 2016

Counter steering gak Mas Taufik. Paling sering digunakan saat naik mtb utk fast cornering. Jg sering dipake oleh dirt rider ato supermoto

15. dmaz - August 29, 2016

di tunggu lanjutannya

16. dave - August 29, 2016

yg penting pas slalom gt bukan dibuat maen dijalan..
sering liat orang goal geol dijalan ga ada apa2..
malah bikin celaka orang2 disekitarnya,,
gegayaan istilahnya,, ckck,,

17. folti baffi - August 29, 2016

wah teknik baru nih patut dicoba.

18. redcasey - August 29, 2016

Di jalan raya nikungnya kadang pake gaya safety riding tp kadang pake gaya pembalap, yg penting safety aja

19. ilermerda - August 29, 2016

lha wong yang satu ngebut, yg satunya nglendot ya beda dong om

20. Rizal - August 29, 2016

Biasanya biker punya feeling tersendiri deh wak,ya walaupun ada tata caranya klo yg gak bisa menyesuaikan/gak seiya sekata sama badan dan perasaan ya pasti jatuh jga,itu sih yg saya rasakan

21. Progomoto - August 30, 2016

Teknik Menikung di Sudut Sempit : http://progomoto.net/menikung-di-sudut-sempit/



%d bloggers like this: