jump to navigation

Pasca Kemenangan Vinales di Silverstone 2016, Seperti Apa Nasib Status Concession Suzuki Di MotoGP ? September 6, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

maveric-win

TMCBlog.com – Bro sekalian,  Maveric Vinales  memenangkan race MotoGP Silverstone dengan ‘Clean’ . . Nggak ada seorangpun yang meragukan kemenangan dan kepiawaian Maveric Vinales mengoptimalkan kelebihan Suzuki GSX-RR yang memiliki lebih kelebihan grip di Track Yang dingin karena tiupan angin Seperti Silverstone Plus lagi kelebihan sasis GSX-RR yang paling ciamik dalam meredam kondisi Silverstone yang Bumpy dibandingkan sasis Honda, Yamaha Maupun Ducati. Yap Kenyataan Aleix Espargaro yang tidak berjibaku di Front Pack menandakan memang ada unsur Vinales lebih dari sekedar GSX-RR . . Inilah Yang mungkin membuat Seorang Valentino Rossi sumringah sekaligus aware akan sang calon Team-mate untuk musim mendatang . . . Bicara MotoGP Kita mengenal ada dua jenis Team yakni Full Concession dan Tanpa Concession ( Konsesi ) . .. Nah bagaimana Nasib Status Full Concession Suzuki pasca Kemenangan bersih Maveric Vinales di Silverstone 2016 ?

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Oke, Yang membedakan team Full Concession dan Tanpa Concession ini untuk Musim 2016 adalah bahwa Team Full Concession adalah team yang sejak 2003 tidak pernah Menjuarai race dalam keadaan Kering dan di tahun lalu ( 2015 ) tidak memperoleh pencapaian 6 Concesion Point. dan team Tanpa Concession adalah sebaliknya. So Suzuki, Aprilia, Tahun ini masuk di kategori team Full Concession yang memiliki kelebihan utama berupa kuota 9 mesin per rider, bebas pengembangan ( mesin tidak di seal) , dan waktu pengetesan lebih luas

Seperti kita ketahui semenjak 2015 dikenal Concession Point yakni  :

Dan dengan kemenangan Vinales di Silverstone artinya Suzuki telah memperoleh total 4 Concession Points hasil dari Podium 3 Vinales di Le Mans dan Podium 1 di Silverstone . . . artinya ada ruang 2 point lagi sebelum total 6 point terpenuhi. Jika dalam perjalanan kedepan sampai GP Valencia 2016 ( misalnya Vinales podium 2 di Misano 2016 ) salah satu Dari dua rider suzuki berhasil podium dan menggenapkan Concession Point Suzuki menjadi 6, maka status Team Full Concesssion untuk suzuki tidak berlaku Immediatelly Effect ( langsung berlaku saat itu juga ) , namun baru berlaku untuk  Musim 2017 nanti

maveric-win2

Uniknya , tidak seperti syarat untuk Musim 2016 . . . kemenangan di Dry Race untuk musim 2016 bukanlah syarat bagi sebuah Team Full Concession seperti Suzuki untuk bisa lepas status Full Concession-nya untuk di Musim 2017 mendatang. Jadi semisal Musim 2016 ini walaupun Vinales podium  dalam keadaan Dry Race, namun sampai akhir MotoGP Valencia 2016 nanti Suzuki secara total belum mencapai 6 concession Point, maka di 2017 nanti Suzuki masih akan tetap Race dengan Status Full Concession . . . semoga berguna

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. jeviaja - September 6, 2016

dicopot

Marquezz - September 6, 2016

Intinya vinales menang gara2 tepat pilih ban hard,kalau marq(soft) pakai ban hard jg baru tuh boleh bangga😁😁😁😆😆😆

ucup - September 6, 2016

Mustinya kalo makes pake soft,harusnya kenceng di awal..cari alibi aja lu kess.

marqovet - September 6, 2016

mrkes=klasemen ampas/hibah,dah gitu aja😆😆😆

2. udinsastro - September 6, 2016

Mestinya dikurangi hak-hak istimewa nya wak

3. rikiii - September 6, 2016

kerenlah suzuki

4. menyan - September 6, 2016

Dealer2 suzuki gak jadi tutup ya wak…semoga

B lmp - September 6, 2016

Sales ya gan?
Klo mau beli mtr suzuki msh banyak ko dealer nya tiap daerah jga msh ada klo mau beli mah..

User - September 6, 2016

Emang fansboy ho0nda tukang fitnah. Kayak si anj1n6 saatar mirip2 kolonial Belanda.

5. paiestarz - September 6, 2016

sayang sekali vinales pindah ke yamaha musim depan

6. cak man - September 6, 2016

Dan dengan kemenangan Vinales di Silverstone artinya Suzuki telah memperoleh total 4 Concession Points hasil dari Podium 3 Vinales di Le Mans dan Podium 1 di Le Mans . . .
Typo wak, mestinya silverstone 😁

Taufik - September 6, 2016

ya bener silverstone kamsute

7. kutukupret - September 6, 2016

Tapi bedanya full concession ma no concession apa Wak? Kok ga dibahas sekalian

8. kutukupret - September 6, 2016

Tapi bedanya full concession ma no concession apa Wak? kok ga dibahas sekalian, minimal kasih link-nya

9. M16 - September 6, 2016

Kalau dianggap pengembangan motor/rider Blum maksimal, maka bisa2 mungkin nanti ada unsur kesengajaan biar ngga dapet podium?

Taufik - September 6, 2016

bisa jadi, tapi ingat apakah Vinlaes mau melakukannya secara ia dan aleix akan pindah pabrikan tahun depan sob

dehardy - September 6, 2016

setuju dengan pendapatnya sob dan ane juga berpikir seperti itu, dimana di musim 2015 suzuki gk langsung pakai SSG (seamless gearbox) krn GSX-RR di cari kekurangannya dulu sebelum memakai itu, dan hasilnya musim 2015 suzuki mendapat beberapa pole posision tanpa menggunakan SSG, disisi lain juga “mungkin” menghindari podium agar tetap dapat konsensi supaya GSX-RR terus bisa di kembangkan. nahh pertanyaannya apakah suzuki akan mempertahankan konsensi atau target podium jika GSX-RR dirasa yakin sudah kompetitif setidaknya sampai akhir musim 2016?

10. aji topik - September 6, 2016

orang bahas GP dia bahas diler
dasar sales ngak jauh pikirannya dari jualan metik

11. asu dahlah - September 6, 2016

Factory concession point kadang belum tentu ada artinya wak selama ada pabrikan yang mewek ke dorna minta perubahan regulasi ^^

12. shiro - September 6, 2016

Jadi cuman pengurangan jatah bensin yg immediatelly effect buat Suzuki

pendekar ngek-ngok - September 6, 2016

Bensin dibedakan waktu tahun lalu bro, ban juga beda, waktu software blm seragam. Sekarang jatah bensin sama semua. Cuma beda di jumlah mesin sama penyegelan mesin. Cmiiw

13. ajat150 - September 6, 2016

Poinnya sama berlakunya ga wak dengan poin pinalty,seperti rossi yang poin pinalty nya sampai dihitung 2 musim?

Taufik - September 6, 2016

kalo point konsesi kayaknya hanya berlaku 1 musim setelah itu mulai dari awal

14. demungan - September 6, 2016

Vinales memang hebat.
Tapi sayang sepanjang race kmrn kita jarang liat aksinya nekuk suzuki di silverstone.
Lha fokus semua kamera 70%nya lebih kepada duel rebutan posisi kedua hehehe…

15. B lmp - September 6, 2016

Kita tunggu sama” team ini di musim 2017 denagan pebalap yg semua baru pertama kali geber GSX-RR Andrea ianone- alex rins..apakah pengembangan plus rider bsa lebih kompetitif ato sebalik nya…
Aleix esp memang kurang greget wak.. Sma kaya dani pedrosa.. Rcv jelas udh kompetitif tpi hasil nya? Klasemen rider di geser vinales..
Artinya reder top dipadukan motor yg kompetitif..
Motor kompetitif yg nunggang kurang gereget ya hasil gak maksimal.
Bayangkan aja sekelas rider marques nunggang motor LCR pasti hasil nya memble

Adi - September 6, 2016

Enggak gitu bro, memang motor HRC di bikin ya berdasarkan si marquez yg jd pengembangnya, makanya dani memeble karna gaya ridingnya beda sama marc, liat tuh RCV di pake marc sll di push abis”an smpe ovr limif, smpe goyang”, sruduk sana sini, toh race kmarn, kalah kan lawan RCVnya LCR? Any reason?

B lmp - September 6, 2016

Artinya ttp sajah mtr top tanpa rider top hasil nya memble ya si daped ini contoh nya.. Rcv kurang apa coba? Rcv termasuk mtr yg kompetitif di banding GSX-RR yg bisa di bilang baru se umur jagung..
Pengembangan mtr untuk marques? Moosoookkk?

16. aden - September 6, 2016

Gimana kalau suzuki sengaja gak ngumpulin 6 poin jadi tahun depan masih full concession. Lumayan siapa tahu langsung incer jurdun 2017 dengan modal 9 mesin per rider.

17. Sofyan - September 6, 2016

Suzuki ga tersentuh..turing paling depan..

apa pemilihan ban nya ngaruh banget ya, kenapa ban Hard bisa sengacir itu ya,.sedang kan medium bahkan soft aja mati2an ngerebutin podium 2.

Taufik - September 6, 2016

seperti yang saya tulis, analisannya memang
1. Ban dan setingan suspensi secara keseluruhan yang pas danb membahkan grip yang bagus
2. sasis GSX-RR yang memang benar 2 bisa menangani bumpy nya silverstone

18. TmCBro - September 6, 2016

wak bisa diperjelas lagi…
kemenangan di dry race 2016 bukan syarat buat melepas status full konsesi untk team full konsesi sperti suzuki dst…
penjelasannya sperti bertolak belakang dgn penjelasan sebelumnya….
mungkin bisa buat postingan yg lebih detail lg..

19. dave - September 6, 2016

kalo misalnya taon ini ga nambah poin konsesi lagi..
taon depan dimulai dari 0 atw dari 4?

20. galakxi - September 6, 2016

momennya vinales..

Ngeri!!Mayat para pengedar narkoba tergeletak di jalanan filipina. https://galakxi.wordpress.com/2016/09/06/fotomayat-pengedar-narkoba-di-tembak-mati-di-jalanan-filipina/

21. alex borneo - September 6, 2016

Selamat siang, wak. Habis makan siang, minum kopi dan menghisap rokok, sambil baca artikel wak haji. Mantaffff…..

22. bark - September 6, 2016

Wahh.. Berarti Suzuki lagi WAS WAS nih 😁
Secara Cuma 2 point, dengan kemungkinan bisa di raih Vinales di sisa musim ini.
Dan jika itu Terjadi.. Apa Suzuki Sanggup di tinggal Vinales Taun depan plus Sudah Tidak Dapat concession??
Ianone Pun belum tentu langsung bisa adaptasi dengan suzuki kan.. Karena dia terbiasa sekali dengan Desmo Selama ini.. Hohoho.

ifoelfumi - September 6, 2016

Saya yakin di tangan iannone suzuki tahun depan lebih diperhitungkan dr pada sekarang. Dengan desmo yg liar aja iannone bisa, apalagi dgn suzuki yg terkenal nurut, imagine that…

miko - September 6, 2016

Semoga aja bro…aminn
Ianonne menurut ane udah lumayan berani maju ke depan…yg ptg bagi dia menang atau jatuh..
Klo liat gelagatnya, sasis suzuki di push macam apapun sama Vinales, tetep nurut….
Keliatannya kemajuan bgt buat GSX…

23. agu rr - September 6, 2016

ngucar pos 4 aja terus smpe a
hir..

24. orongorong - September 6, 2016
25. miko - September 6, 2016

Vale aware mulu..kemana2 jauh lah mending Vinales..style balap Vale udah usang…dia gak bakalan secepat Vinales thn depan…

26. miko - September 6, 2016

GP skrg gak butuh badut macam Vale…
Sedingin2nya Mikey Doo, gaya balapnya ditrek jauh lebih menghibur…cepat dan push to the limit
GP skrg jd kayak Sinetron…di trek lanjut di pres con…jadi males dikit2 psywar…
Mending dulu, yg ptg gimana ntar di trek bukan di press con.
Dan thn depan untung ada Vinales…lebih cool gak banyak cingcong…terliat kmrn di parc feme dingin bgt dia, gak terkaget2 macam Jack Miller….yg ptg habisin semua rival di trek…

mas bro - September 6, 2016

mikey doo maksudnya mike doohan? gasalah situ, justru yg bikin gp 500 monoton ya doohan dari start sampe finish turing sendiri didepan

miko - September 7, 2016

Monoton krn keseringan menang.menurut sebagian org emang monoton..dulu aksi mereng2 jg gak ada. Alias gak seekstrem skrg.
Tp cara Doohan ngepush NSRnya jg mirip2 markes n Vinales push terus meskipun ampe goyang2 motornya…
masalah turing itu masalah kenapa rider lain gak bisa ngikutin…doohan juga sering merangsek dr belakang. Nglewatin satu per satu.
Ngomongin turing Garry juga sering turing…cuma pake bumbu sliding. Malah lebih parah turingnya hahaha.
Mungkin turing yg bosenin ya turingnya jorge…terlalu konservatif…terlalu smooth…dan vinales membalikan semua kebiasaan jorge…meskipun turing tp push n push sampe titik braking terakhir…

27. marq93zoss - September 8, 2016

Jika taun dpn suzuki mampu podium minimal 3 kali juara race apa suzuki factory akan di segel juga wak utk segi engine nya dn di samakan dgn honda ducati dn yamaha mohon jawaban nya



%d bloggers like this: