460x110-indent-now

cengkareng-shop

viar-tanujaya-6

TMCBlog.com – Bro sekalian Dalam Market sepeda motor untuk pabrikan pabrikan yang punya kapital yang nggak superduper besar, salah satu cara yang mungkin dapat diambil adalah teropong pangsa pasar yang belum diambil para pemain besar, jikapun pemain besar sudah masuk ke pangsa pasar tersebut teropong segmentasi dari pangsa pasar yang sudah diambil pemain besar. Dalam kasus sepeda motor, pabrikan jepang boleh lah dianggap sebagai pemain besar . ..  nah tmcblog mau sedikit fokus ke analisa bagaimana Pabrikan Seperti Viar Motor Yang tmcblog paham kekuatan, kans, dan marketnya sendiri . . . paham Segmentasi motor Niaga nggak dilirik sama pabrikan jepang, mereka pun masuk dan mencoba konsisten soal kualitas produk dan layanan aftersales, dan hasilnya ? boleh dibilang secara kasat mata ( karena tidak ada data AISI yang mendukung) Viar saat ini merupakan pabrikan yang menguasai pangsa pasar  Motor niaga ini . . . Selain pangsa motor Niaga, satu pangsa pasar lagi yang sepertinya sedang terus di geber sama Viar adalah Pangsa Pasar Trail . . .

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

test-Viar-Cross-X-100-7

Pangsa Pasar Trail yang sedang ditekuni sama Viar ini beda karakter dengan pangsa pasar Motor niaga. Ada pemain besar yang sebenarnya cukup lama berada di pasar ini yakni Kawasaki dengan produk KLXnya . . tahu dan sadar KLX punya kekuatan baik di produk, aftersales dan komunitas . . . Viar menentukan strategy pricing di bawah KLX series .. .  secara Variasi produk pun digeber lumayan banyak . . . Viar Main dari kelas Mini Moto sampai kelas Motor trail 250 cc yang hampir hampir berstandar Special engine . . Yap cukup luas pita market Viar kalo boleh dibilang ( imho ). Dan TMCBlog pun yakin mereka sudah bersiap masuknya pemain baru di 2017 nanti yakni Honda CRF 150

Viar sepertinya paham, salah satu cara untuk membuat Image naik mau nggak mau harus berani di test secara empiris ( berdasarkan percobaan /test )   kekuatan dan Kualitas motornya. Makanya Jangan Kaget jika Viar berani umbar motor motor test ride ke blogger ataupun media walaupun mereka tahu dan sadar misalnya untuk kelas kubikasi mesin dan dimensi, mereka akan sulit menembus tabir kekuatan pemain yang sudah settle duluan dengan nama besar Kawasaki.

viar-tanujaya-7

Dan setelah itu mereka harus pula berani membuat Motornya terbukti kuat secara kualitas dan punya performa setelah di test oleh Crosser Crosser sekelas Crosser nasional seperti Pak Piter Tanujaya . . .

viar-tanujaya-2

Nggak Mau tanggung tanggung, mereka seakan ‘membranding’ Pak Piter sekaligus untuk menjadi instruktur yang melatih para krosser muda dalam sebuah event berkelanjutan  yang disebut “Viar Motor Indonesia Coaching Clinic (VMICC)” yang debt eventnya baru dilaksanakan perdana di sirkuit Viar Motor Indonesia BSB pada hari Jumat 2 september 2016 yang lalu. Tujuan utamanya adalah juga untuk membangun kekuatan komunitas.

viar-tanujaya-3

viar-tanujaya-4

Komunitas ini penting karena mereka lah yang secara empiris menjadi kartu truf pembuktian kualitas motor motor Viar . . . tahu sendiri, Kroser adalah sosok yang paling nggak sayang sama motor, kalo mau lompat, ya lompat tinggi sekalian . . . yang mereka butuh adalah kekuatan sasis, baiknya handling dan durablenya suspensi . . . dan kalo kroser yang ngomong, ini jelas berpotensi viral secara word of Mouth ( dari mulut ke mulut ) . . . silahkan share opinimu sob

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

[GTranslate]

 

37 COMMENTS

  1. Kalo motor roda 3nya baru kemaren kemaren ngerasain buat angkut kertas… Agak kagok juga sih…
    Tapi kalau trailnya masih kurang nyaman soal getaran… Musti diperhaiki lagi nih… Kalo jumping cuman berani jumping sekitar 2 jengkal… Wkwkwk…

    Guest
  2. Nah gitu wak.. kurang”in artikel tentang motor HONDA-YAMAHA, biar para fansboy nya insyaf/taubat, dan punah…
    Dan pasti blog wak haji ini jadi bersih dari gontok-gontokkan,yang saya sendiri jujur emfettt liat fby-fbh yg saling menjatuhkan suatu produk motor dan nama pabrikannya.
    Semoga kedepan TMCblog & sebelah kembali bebas dari komentar bakar-bakaran ala fansboy, dlm setiap artikel-artikelnya.

    Guest
  3. Semoga kedepannya yg mengatasnamakan fbh/fby sadar dan kembali berkomentar sehat dlm setiap artikel” d blog wak haji & lek iwb

    Guest
  4. Tiga tahun ke belakang blog wak haji dan lek iwb para komentator d setiap artikelnya bnyak yg cerdas & mendidik dlm berkomentar,tiap baca artikel dri blogger” kondang tsb berasa kurang lengkap kalo belum baca komentar” d bawahnya..

    Tapi sekarang.. ah sudahlah…..

    Guest
  5. menurut saya sebagai konsultan marketing, blackhole nya VIAR itu adl. nama dari merk nya sendiri.. nama “VIAR” secara marketing tu terasa kurang menjual dan kurang bisa memberikan “feel pride” bagi usernya. tahu sendiri kan tipikal user roda dua disini tu gimana??? yang terpenting adl. pride dan bagi mereka merk tuh segala galanya… sedangkan nama “VIAR” sendiri secara visual dan kosakata tu terlihat & terdengar terlalu feminim serta sangat jauh dari kata keren ya kan?? trus gimana yang mau ngasih “Feel pride” bagi usernya???

    Guest
    • Setubuh. Ehh setuju.
      Saran saya sih VIAR nya jgn terlalu di tonjolin. Cukup di blok mesin “viar” pakai huruf no.8 (ms word) tipis2 Biar mudah di grinda (hilangin) nah baru di bodi atau di arm di tonjolin pakai nama beken. CRZ150, CRZ250RRR, CRV150R, CRV250Z, F150ZR, GLX2.4 disel ? apa aje deh. Yg penting keren dan ga ketahuan klo itu motor viar.

      Guest
    • wkwkwkwk ngakak ane baca tulisan diatas.. kasian bener ketrikannya MS word ukuran 8, tipis pula biar gmpg dihapus..
      sekalian dikasi nama crz, vrz, alphard V6 3.5L, vellfire 2.4L, HRV, oddysey dll keren tuh ???

      Guest
  6. Harusnya kalo penjualan lumayan,dan ada modal..akuisi brand se eropa..entar ada transfer teknologi..dan seperti apa yg dilakukan kyt terhadap suomy…tinggal rebranding…

    Guest
  7. Tulisan bagus mas taufik. Sekedar saran, sepertinya belakangan mas banyak kata-kata yang seolah menyiratkan ingin terlihat ‘canggih’ semacam world of mouth (yang mestinya words of mouth), empiris, dsb.
    Pendapat pribadi saya, gaya tulisan mas yang dulu lebih gampang dicerna dan tidak terlalu banyak kata-kata yang kadang saya mesti google buat tahu maksudnya.

    Mudah-mudahan berkenan.

    Guest
    • iyah soalnya nulis alem malem, abis balik muncak mahameru, otak dah hang buat mikir kata yang pas, jadi asal ketik saja . . thks

      Administrator
  8. Saya senang ada brand lokal yg berkembang di pasar roda 3 yg tidak dimasuki pabrikan besar Jepang.
    Mudah2an trailnya juga maju. Asal terbukti kualitasnya bagus.

    Saya rasa para blogger juga bisa menjadi “word of mouth” yg efektif, seperti telah dilakukan oleh Wak Haji.

    Guest
  9. kalo mau rebranding merk, gimana kalo nama “Viar” disingkat jadi “VR” (baca: vi-ar) aja, toh secara pelafalan hampir sama. mungkin segmen niaga tetep menggunakan nama “Viar”, tapi khusus untuk produk yg lebih segmented dilabeli dengan nama “VR”, opini lho

    Guest
  10. roda 3 memang laris sih ane liat dimana2 ada dari yang manual sampe metik, cuma ya harus lebih ditingkatkan lagi aja kualitasnya, walaupun ada beberapa yang bilang trailnya memang udah oke, jangan lupa pasar adventure tuh yang blm bawa kesini, kasih aja mesin trail

    Guest
  11. tinggal test durabilitas dan decal yang Oke…jika sudah semua tinggal main pricing,.siap2 laku keras deh…

    Good job Viar

    Guest
  12. Coba viar bikin motor retro kyak cebe100……
    Mungkin laris manis wak,secara pabrikan lain blm ada yg buat…..
    Jd komunitasnya retro viar(RV)hahahaha nguuuuuuuk

    Guest
  13. Coba brand ini punya nilai “nasionalis” pasti laku nih, maksudnya ya harus bikin pabrik dan produksi mesin di indo, kalo bisa lah 99%lokal, kn ada tuh yg bisa di banggain sbg merk lokal, jiwa nasionalis rakyat indonesia tinggi kok, liat aja tu motor gesits lmayan kn britanya biarpun blm mass pro

    Guest

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here