jump to navigation

Garasindo takut ada penggiringan Opini Motor listrik itu jelek dibalik Fasilitas Motor listrik oleh Honda September 10, 2016

Posted by Taufik in : Honda , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

honda-ev-neo-2

TMCBlog.com – Bro sekalian, seperti kita ketahui bersama di akhir pekan lalu diberitakan kementrian perhubungan tengah melakukan uji publik mengenai penerimaan masyarakat terhadap motor listrik dengan dua fasilitator dari fihak industri yakni Telkomsel dan AHM plus periset dari kalangan akademisi Universitas Indonesia .. .  namun akhir akhir ini ada analisa dari Garsindo yang merupakan pembesut Sepeda motor gesit yang dibuat dengan berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh November . ..  Secara umum seperti yang bisa tmcblog baca dari otomotifnet, garasindo menganggap bahwa pemiihan fasilitas motor Honda EV-Neo tidak sesuai dengan karakter konsumen Indonesia . .

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Secara spesifikasi  Honda EV-Neo yang setara motor konvensional 50 cc memiliki jarak tempuh maksimal 34 km dengan waktu pengisian baterai selama 3,5 jam atau cukup setengah jam menggunakan metode quick charge. Nah spek pemakaian ini lah yang menjadi salah satu yang nggak sesuai dengan karakter konsumen Indonesia kata Garasindo. Gesit sendiri menurut garasindo di desain berusaha mengikuti  spesifikasi setara dengan skutik bermesin konvensional dengan kapasitas 125 cc yag banyak dipakai konsumen sepeda motor Indonesia saat ini dan dapat digunakan dengan jarak tempuh 80 sampai 100 km.

gesits

CEO Garansindo Group Muhammad Al Abdullah memberikan saran agar pencarian / survey penerimaan publik harusnya menggunakna produk yang apple to apple dengan motor yang biasa dipakai saat ini ” Paling tidak performa motor yang dikasih setara dengan bebek atau skutik 110 cc atau 125 cc. Masyarakat bisa merasakan apple to apple. Kalau cuma setara 50cc, jangankan motor listrik, motor konvensional saja tidak akan dilirik ” dan muara dari apa yang dikatakan garasindo adalah ditakutkan akan terjadi kondisi dimana nantinya ada penggiringan opini hasil pengujian bahwa motor listrik tidak bagus hanya karena motor yang dipakai tidak seuai dengan karakter motor yang biasa dipakai oleh Konsumen saat ini  .. .  hmmm kayaknya biar nggak keterusan gaduh semua harus duduk dulu dalam satu meja deh  . ..  gimana opinimu sob ?

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. COCODOT - September 10, 2016

Hadir dulu wak baca belakang

Kymcotrend2000 - September 10, 2016

Honda emang brengs*k wak…sengaja itu digiring opini di masyarakat supaya gak beli gesit nantinya…udah kartel sm yamaha+mafia sm migas…blacklist honda deh

ALEX Bruudtu - September 10, 2016

Ngondah by ngAHaeM dari dolo mang dEmen PeNggiringan oPini

2. ricardo - September 10, 2016

ngecase kesuen wak, 3,5 jam wis tekan ndi iku pertalite cukup 5menit

aray - September 10, 2016

kenapa pemerintah gak menggandeng gesits yang karya anak bangsa..kan sekalian bisa nunjukin kalo gesits lebih unggul di banding ev cubnya honda..

yonyon - September 10, 2016

Motor listrik jalan terus saja,

soal cas listrik gak usah bingung, spbu pertalite sama cas listrik lebih banyak cas listriknya. Percaya deh.

Yg bilang cas battere susah, itu orang dari jaman batu keknya

3. koplax - September 10, 2016

Nyuss..

unyu2 - September 10, 2016

ahem ahem gak mau motor listrik sempurna, secara udah inves pabrik segede gaban buat motor konvensional

Pugman - September 10, 2016

Wak Haji, bisa buatkan energi conversion antara motor bakar dan motor listrik? Yaitu antara biaya yang dikeluarkan untuk charging atau isi bbm dengan jarak tempuh yang didapat. Sekarang Bbm lagi murah, angka kasar di 40us$/barel sedang listrik rumah tangga masih kisaran Rp 1250-1350/KWh. Bahkan harga listrik rumah tangga saat ini lebih mahal dibandingkan harga listrik untuk industri yang hanya kisaran Rp 1100/KWh.

4. silent reader - September 10, 2016

jepun tak kn tinggal diam…..itu intinya.

5. ardiantoyugo - September 10, 2016

Kok di Indonesia motor listrik kayaknya dibuat biar ga sukses ya… Mobil listrik juga ding…

Cutting stiker untuk mobil: http://wp.me/p7LBn5-20e

6. kudanil - September 10, 2016

saya suka tuh desain Honda EV-Neo classic Dan menarik, kok gitu ya ngomongnya ceo garasindo mungkin takut bersaing dengan honda kali.

7. Engine - September 10, 2016

Katanya harus hemat listrik, ini pemborosan ane gak minat sama sekali hh..

Kenapa gak minta yg 125cc dari awal atuh euy..

Motor listrik emang gak bakal selaris motor konvensional.. konsumen maunya performa bisa ngebut, motor listrik mau ngebut harganya selangit tuh hh.. 😂

kudanil - September 10, 2016

Tadinya bangga sekarang enggak

Pugman - September 10, 2016

Boros Listrik? Emang Sampeyan bisa buat hitungan energi ekuivalensi nya ga? Jangan asal bicara tanpa dasar. Tempat saya kerja punya beberapa Plant, Plant paling tua menghasilkan produk 500.000 ton/year dan konsumsi daya 8 Mw, lalu Plant terbaru 4jt ton/year dengan konsumsi daya 25 Mw. Apakah dibilang boros Listrik?Dalam test perbandingan, testbed atau parameter yang dimungkinkan sama harus dibuat sama atau setara. Contohnya KWH untuk charging dikonversi ke nilai rupiah dan jarak tempuh begitu juga liter bahan bakar kedalam rupiah dan jarak tempuh. Wak Haji, mungkin bisa dibuatkan artikel energy conversion comparison antara motor bakar dan motor listrik.

Pam - September 10, 2016

Otak jaman batu…terlalu hemat mikirnya..

8. samuel - September 10, 2016

kan biasa demikia wak haji ?

9. KUDANIL - September 10, 2016

Modeltrasi duh

10. dalank - September 10, 2016

jarak tempuh 34km cuma bisa dipakai dlm komplek aja tuh.

Udin gambut - September 10, 2016

Itu yg dipake riset ama honda, aslinya 80-100 km jaraknya…

11. konspirasi - September 10, 2016

ini namanya konspirasi, adanya motor listrik, pemerintah penerimaan dr sektor BBM (pertamina) akan berkurang, makanya pemerintah meminta Honda mengirim skutik 50cc.. buat survey… Jgn salahkan honda dlm hal ini, salahkan yg survey siapa yg nyuruh…. ATPM hanya nurut saja apa kata pemerintah..

gung krisna - September 10, 2016

Jangan-jangan karena kita punya banyak sekali cadangan minyak yang belum disentuh makanya motor listrik dibikin keliatan jelek

MT_Rider - September 10, 2016

Berarti pemerintah berniat kong kalikong dg honda? Superb sekali !!!

12. kontra flow - September 10, 2016

kemarin mobil listrik dihabisi krn gk lolos uji emisi (mang ada asepnya ) coba dipikir….. skrg si Gesit mau diamblesin… Minta honda 50cc dikeluarin… Ada apa di dlm pemerintahan… apa takut klo pertamina BBM lgsg gk laku gara2 motor listrik, yg berimbas APBN berkurang, bisa jadi tho…

Hondaisme - September 10, 2016

Woy goblok gak lulus uji kelayakan kali,cari informasi lg coeg jangan asal jeplak

MT_Rider - September 10, 2016

Penghianat atas nama honda lu ya…knp lu g pindah ke jepang sono njing!!

13. Trigustriawan - September 10, 2016

Motor listrik gak akan booming kalo gak di sesuaikan sama regulasi

Sebenernya daripada motor listrik yang pasti gak akan cocok di indonesia, karena masalah pengecasan dll, sebaiknya pemerintah merilis aturan untuk motor hybrid plug in, jadi konsep tetep bbm bensin + listrik plug in,

Power bisa gede, keiritan bisa jalan, dan rakyat mau asal gak di tumpuk aja pajak pajaknya, dan harusnya dapet intensif pajak

Kan keren tuh kalo ada motor 100cc plus listrik muat setara 50-75cc lumayan, dari segi power pasti dapet bagus, dari segi bbm juga oke, nah untuk listrik secara mandiripun masih cukup aman di kendarai, isi listrik bisa di rumah, dan gak terlalu tergantung sama pom listrik yang harus charge 30 menitan, belum kalo engine brake bisa di pake buat cas listrik.

Dan gilanya bakalan lebih bagus kalo di aplikasiin ke motor 250cc sekalian, di bikin 4 cyl, lalu tambah listrik hybrid, di oprek setara motor 600cc 4 cyl kan lumayan, harga 150 jeti juga masih make sense

14. King chili - September 10, 2016

ide gagasan baru produk baru lebih menakutkan honda ketimbang pesaingnya saat ini, kalau dibiarkan gesit bs memangsa pangsa pasar sekutik honda, tahu lah motor listrik kalau sudah sempurna lebih ramah lingkungn dan salah satu solusi krisis energi fosil, harusnya pemerintah lebih pro anak bangsa. Payah !

andri - September 10, 2016

sepertinya rezim pemerintah yg sekarang rada alergi dengan kendaraan listrik (ingat kasus mobil listrik kemarin), apakah mungkin karena berpotensi mengancam kelangsungan bisnis para petinggi parpol pendukung pemerintah?

BTW, menurut berita, AHM sendiri punya rencana jual motor listrik mulai tahun 2018:
otomotifnet.com/Motor/News-APM/Motor-Listrik-Honda-Kemungkinan-Dipasarkan-Mulai-2018

15. Blarr - September 10, 2016

Sebenernya motor listrik itu bagus dan kedepannya harus diterapkan sebagai transportasi utama. Tapii …. Ada satu yang gak bisa dirasakan dari motor listrik, yaitu salam BLAARR BLAARR 😎😎😎😎

16. gems - September 10, 2016

Sekaya itukah honda? sampai2 menggiring opini aja dibuatkan produk.

Tapi masuk akal juga jika ingin menggiring opini kan honda lebih dikenal orang drpd gesit otomatis orang mikir yg lain jarak tempuhnya jg segitu2 aja kecuali mau beli yg ratusan juta jarak tempuh bisa 2x lipat lebih dan bisa ngebut juga, orang pun berpikir mending beliin mobil kl uda ratusan juta, kecuali anda hobi motor dan banyak duit.

17. gems - September 10, 2016

Sekaya itukah honda? sampai2 menggiring opini aja dibuatkan produk.

Tapi masuk akal juga jika ingin menggiring opini kan honda lebih dikenal orang drpd gesit otomatis orang mikir yg lain jarak tempuhnya jg segitu2 aja kecuali mau beli yg ratusan juta jarak tempuh bisa 2x lipat lebih dan bisa ngebut juga, orang pun berpikir mending beliin mobil kl uda ratusan juta, kecuali anda hobi motor dan banyak duit.

18. dodi - September 10, 2016

Setuju, produk motor listriknya seharusnya head to head dg spek motor sekarang minimal setara dg motor 100cc, jarak tempuh 80 atau 100km sekali nge charge. Kecepatan juga ga perlu kencang2 max 80km/jam sdh cukup. Itu baru laris manis dg catatan harga juga ga mahal2.

19. suzuki250dohcreal - September 10, 2016

tapi emang bener yang ditakutkan Garasindo
applause Gesits emang mengerikan buat beberapa pebisnis

20. suzuki250dohcreal - September 10, 2016

bayangin motor listrik kemampuan setara kovensional harga ngga jauh beda
coba dibuat merek terkenal..bakal jadi berapa harganya…scary scary

21. ada_apa? - September 10, 2016

lah emang marketnya sama? perasaan diliat dari spek juga market yang disasar masing-masing udah beda banget kok… garasindo juga mestinya harus tau, kan produk mereka kelasnya ada diatasnya produk honda, ngapain mesti takut sampe nuduh nuduh segala?

joe - September 10, 2016

lu kagak mikir! yang dipake buat uji motor honda 50cc yang notabene kemampuan jalan buat kewarung dikomplek doang bukan buat jauh! dasar sales honda!

22. Xclub - September 10, 2016

Diluar negri yg negaranya lebih maju udah banyak yg duluan bikin motor listrik, terus coba liat deh maju gak? Banyak peminat gak?
Honda udah bisa bikin motor listrik jauh2 hari sebelum gesit dibikin bahkan direncanakan, sekalipun memang pasar motor listrik bagus ngapain honda ketar ketir? Toh dia juga punya produk sejenisnya kok malah senang dia karena pemasukannya makin banyak
Gak perlu lah fitnah gitu, kartel lah ini lah itu lah ketauan banget dengki nya om

Oia ane bukan pro honda, ane pakai motor merk apa aja yg penting berkualitas dan harga masuk akal

23. Vyzex - September 10, 2016

Lha industri yg ngerespon mungkin cuma Honda. Mereka bs sediakan unit buat dipake.
Kalo garasindo siap jg, kan nanti bisa ikut penelitian berikutnya Tapi sekarang unitnya gesit aja blm ada kan?

24. charles zailani ritonga - September 10, 2016

gak heran deh kalo indonesia,mobil listrik saja bisa gagal dan dibilang gak lulus uji emisi..,apa gak tolol itu namanya??? selama budaya korup masih menggurita di negeri ini jangan harap akan ada kemajuan yang berarti
ingat setoran yang diterima dari produsen otomotif itu gede bro baik roda empat maupun roda dua,jadi ya…ah sudahlah

bike@me - September 10, 2016

Mari kita Biker tanah air Demo kepemerintah…suruh buat motor listrik yg sesuai kebutuhan rakyat…harga gk mahal ..atau kita dukung sigesit

25. marqovet - September 10, 2016

ahm memang suka penggiringan opini

26. PemadamKebakaran - September 10, 2016

Emmmm…. namanya riset bukannya uji coba dulu ya?

alex borneo - September 10, 2016

Hasil risetnya? Kan dijadikan tolak ukur bisa atau tidak kendaraan listrik dipakai di Indonesia ini. Kalau hasil riset yang diadakan oleh pemerintah ini dianggap gagal, sudah pasti program motor listrik akan tertunda. Efeknya? Yang kena tentu garasindo. Motor listrik mereka tentu akan mangkrak tidak bisa dijual, karena dianggap belum cocok untuk masyarakat Indonesia. Ingat, yang ngadain riset itu pemerintah!!!

27. riderismo - September 10, 2016

bakal lebih bagus kalau risetnya membandingkan antar beberapa pabrikan

http://riderismo.blogspot.com/2016/09/si-kurus-bergaya-steampunk-jawa-easy.html

28. Jajan aja - September 10, 2016

Setuju dengan motor listrik, karena dengan begitu konsumen tidak perlu capek2 lagi ke pom bensin..di beberapa daerah terutama di luar Jawa bensin amat sangat susah didapat / harus antri hingga puluhan menit sementara jarak pom lumayan jauh dari rumah

29. tata - September 10, 2016

sdh biasa h**da giring2 opini di motogp jg gto,
A*m jg gto

30. Belitong - September 10, 2016

Kalau sampai motor listrik laris manis, motor bensin pastinya tergerus pasarnya, nah kalau udah gini tahu kan siapa yang punya kepentingan, yooo wesss tinggal bangsa ini aja mau pilih mana, kalau mau jadi tuan di negeri sendiri yahhh pilih yang sesuai, kalau pingin tetap pakai produk cap H Y K ya monggo tohhh nggak ada aturan yang dilanggar cuma rasa sebagai bangsa saja yang ……(terusin sendiri saja)
https://belitong.wordpress.com/2016/09/10/ada-yang-tahu-nggak-kenapa-cbr250rr-nggak-pernah-diidupin-selama-ini/

ecekeben - September 12, 2016

baru sadar klo di indonesia cuma ada 3 merk aja yg jualan sepeda motor yaitu H Y K ,bhahhahaa…

31. jee - September 10, 2016

alangkah lucunya negeri ini …

32. Agi Dadan - September 10, 2016

yah kalo pengen laku ya target minimal jangan yg 110-125cc .. langsung aja ke 150cc target nya..
motor listrik nua harus bisa nandingin motor bensin 150 cc sekarang,…
kalo kekuatan nya cuman 50cc ntar di anggap kayak motor2 betrik sebelumnya..
semoga sukses garasindo..

paman tang - September 10, 2016

bertahap kalii Om…jgn langsung 150
knp musti cc gede yg dikejar? motor listrik itu justru dicari jarak tempuhnya yg bisa lebih jauh…kalo mentingin performa plus cc,,ya nyari yg bensin aja dahh

33. Jokowab - September 10, 2016

Kayanya betul ungkapan selama ini;
“Kamu boleh berinovasi,tapi jngn ganggu kemapanan yg sdh ada”
Udah mulai kelihatan ada yg mulai ketar-ketir

34. Jokowab - September 10, 2016

“Boleh berinovasi,tapi jangan ganggu kemapanan yang sudah ada”
Itulah sepertinya yg skrng terjadi.Ada pihak2 yg mulai terganggu.
Sampai kapan qt mau dijajah…

35. wanto - September 10, 2016

emang Garansindo punya R&D yg baik dan benar ?

36. Meneng Wae - September 10, 2016

konspirasi dari AHM dan vendor motor konvenaional lin. ben motor listrik ora payu.

37. Apriga - September 10, 2016

Hati2 ama AHM isinya mafia semua

yoyok - September 10, 2016

Jngn2 premium hilang. ..siapa penyebabnya.? motor mana yg cepat rusak bila pake premium.? lihat konsumen motor lama dan baru yg banyak mengisi pertalite ato pertamax kebanyakan motor merk…..alasan mereka pake premium motornya cepat rusak.

38. klakson telolet - September 10, 2016

kalau motor listrik pingin laku bkin motor yang gagah.

39. M16 - September 10, 2016

Jiah pabrikan nomor satu sejagat (hondut) takut sama produsen lokal…saking demennya mgegebuk, sebangsanya aja saling makan apalagi pabrikan lokal yg lagi berjuang untuk exist aja mau dimatiin …..jangankan inovasi yg benar2 baru spt moped Listrik, Wong kerjaannya follower produk pesaing yg sukses, gimana berani ?

B lmp - September 10, 2016

Jangan gtu gan.. Entar fbh ngamuk loh sesembahanya di bilang plower
Tpi emang iya sih ahm dh kek cina aje
Asal ada produk laris mesti di bajak wkwkwkwkwk
Honda satria150 blackfire
Ada

40. sinjo - September 10, 2016

Ane sih stuju kcepatan max 60kpj an.. ingat mtor listrik gk pakai sim.bahaya buat anak2

41. Aden - September 10, 2016

Sebenernya saya gak kepikiran sama kemungkinan yang diutarakan oleh Direktur Garasindo. Tapi kok ya ada benernya juga. Honda memberi motor listrik yang setara motor 50cc biar hasil uji-nya dianggap nggak layak.

Jujur rasanya sulit untuk Indonesia bisa berkembang dari sisi manapun. Culprit-nya bukan di kemampuan orang Indonesia-nya melainkan dari regulatornya yang udah terlanjur bikin kesepakatan-kesepakatan sepihak demi menguntungkan golongan dan pabrikan.

Pernah denger perjanjian pemerintah zaman Presiden Soeharto dengan salah satu Perusahaan Otomotif terbesar di Indonesia untuk mematikan perkembangan transportasi umum di Indonesia?

Kalau ternyata isu itu benar, kecil rasanya kesempatan negeri ini untuk berkembang. Gimana nggak, pencipta produk innovatif dimatiin satu-satu produknya. Bahakan beberapa diantara mereka dipidanakan. Gila Udah. Saya cuma bisa berdoa yang terbaik untuk masa depan Indonesia.

42. montor udug - September 10, 2016

di bunuh selagi masih janin, biar ga jadi lahir, karena kelak akan membunuh raja2 yg sudah lama berkuasa. jiaaahhhhh indonesahhhhh emag negri dongeng yg aneh

43. Motor kecoak - September 10, 2016

Emang motor listrik belum bisa diaplikasikan di indonesia yg masih pada macet jalannya,walaupun jarak tempuh 100 km kalau kena macet,10 km sudah keok tu listrik

bike@me - September 10, 2016

Ente mabok atau gk pernah main mobil remot tong…yg namanya energi listrik itu klu jaraknya 100 km maka akan dihasilkan jarak tempuh -/+95 km..Beda sama motor tong…klu motor ente hidupin gk usah jalan 10 0 km 10 meter aja 10 liter habis klu macet total…paham tong

Hondaisme - September 10, 2016

Njir geblek bgt

44. ASD - September 10, 2016

kebiasaan dah banyak yg suudzon.

45. menyan - September 10, 2016

Mantau dulu ah. Lagian belum tahu mana yang bener, mana yang salah..#sambil lirik usaha bengkel di rumah

46. Gunwis - September 10, 2016

AHM takut saingan ama pabrikan sebelah..Jadi pengen buktiin bahwa bisa bikin motor listrik meskipun abal abal..hehe divisi R&D nya payah..motor kok kayak gitu mana ada yg mau

yoyok - September 10, 2016

yamaha sudah punya pazol. suzuki jg punya. kawasaki jg punya. honda cuma nebeng riset. Jangan2 dipatenkan walaupun dr anak negeri ini.

47. noname - September 10, 2016

parah Honda.. ga mau kehilangan pasar dia.. memang modus.. model motornya aja jelek parah, tenaga payah nanti liat aja harganya.. paling deket2 sama GESITS.. mending GESITS kemana-mana.. 80-100 km sekali isi itu dah satu minggu untuk sekedar ngantor.. motor jelek itu 35 km, itu juga kalo normal.. tiap hari suruh ngecas ya ga efisien.. yakin begitu GESITS release, dagangan skutik hon2 dan merk jepang lainnya bakalan ancur..

48. Popco - September 10, 2016

Inilah efeknya klo hanya ada 1brand yg penyerapan pasarnya 70% .jadibseenak dya ajah .sebenarnya yamaha juga udh usaha .tp market yamaha keambil dikit lah market suzuki yg habis di grogiti honda .klo suzuki masih kya dlu kyknya dominasi honda plg mentok 50%

49. Jemiy - September 10, 2016

Menurut saya segmentasinya memang beda. motor listrik diperuntukan untuk jalan santai dalam area yg tidak terlalu jauh. jadi bukan utk menggantikan motor konvensional. bukan honda saja, rata2 motor listrik jepang di desain seperti itu.

50. Riski Miranto - September 10, 2016

kontroversi

Kenalan sama water transfer printing yuk
http://rpmsuper.com/ganti-warna-motor-dengan-water-transfer-printing/

51. motor cool - September 10, 2016

CINTAILAH PLODUK PLODUK INDONESIAAAAAA

52. Amar - September 10, 2016

Garasindo takut saingan sama Honda. Duit AHM banyak buat riset mocil listrik setara vario 125 gampang lahh.. apalagi (maaf) bentuk gesit*s terkesan abstrak. Honda bisa buat yang lebih futuristis dan logis desainnya.

Dan 1 solusi, kenapa Honda AHM + Garasindo + ITS nggak kerjasama saja ? Hehehe

53. M16 - September 10, 2016

Justru itu , Kalo pemerintah nya mau Dan berani , jadikan Indonesia basis moped Listrik dunia, toh belum banyak negara yg berkecimpung Di dunia permopedan Listrik, bener kata yg Di atas ane, regulasi pemerintah lah yang bisa membuat moped Listrik sukses ataw nggak…

54. corong bongkar - September 10, 2016

ya kalo motor listrik dari gesit booming sukses, ya otomatis produk honda + yamaha bangkrut lah, makanya digiring opini publik bahwa motor listrik itu jelek sekali ngecas bisa 34 km

55. jamal indag - September 10, 2016

politik. wajar kekhawatiran prusahaan yg telah menananm inves besar terhadap perkembangan pesaing baru yg cukup mengancam.. cara elegan yg kotor akan digunakan untuk pembunuhan karakter calon pesaingnya, sbelum berkembang lebih pesat.
artinya sigesit ini cukup menjadi ancaman

56. KOLOR IJO BENERAN - September 10, 2016

terus berjuang garansindo, jangan sampai nasibmu macam mobil listrik yang dibunuh sebelum berkembang.
ayo rakyat indonesia bersatu melawan konspirasi para mafia.
CINTAILAH PLODUK PLODUK INDONESIA…

57. san carlo - September 10, 2016

Pastilah dijegalah..Jep*ng mana mau pasarnya hilang oleh motor nasional, inget kasus mobil listrik nasional aja.. Maju terus Garasindo..

58. Indorena - September 10, 2016

peforma setara 125cc di Indonesia gw rasa cukup kalo untuk daily (jangan mikir touring dulu). yang penting jarak tempuh bisa setara 3 liter bensin udah lebih dari cukup. (semoga terwujud)

59. jaya - September 10, 2016

Di aborsi saat masih janin(gesit), supaya tidak jadi lahir ke dunia…. #jadi inget mobil listrik yg gak lulus uji emini… Wkwkwkwkwkwkwkwk emang ada asepnya ya??? Gak kedengeran lagi tuh mobil esEmka yg pak wali kota itu… #menagislah wahai IbuPertiwi

60. Din Syams - September 10, 2016

motor listrik justru cocok buat macet2an. ketika macet, berhenti, tidak ada arus listrik yang mengalir. sementara buat motor bakar, harus pakai fitur ISS/SSS buat mematikan dan menghidupkan mesin. disini terjadi pemborosan energi dan polusi (starting butuh daya listrik tinggi dan campuran rich).
jika motor listrik menggunakan regenerative brake, tentu lebih efisien lagi. ketika mengerem, energi pengereman diubah jadi listrik (buat charge), jadi mau bagaimanapun EV tetap lebih efisien dibandingkan hybrid apalagi motor bakar konvensional.
yang jadi masalah tinggal pabrik limbah baterainya, harus ada dan berfungsi penuh menangani limbah Li Ion.
disini jelas ada ketakutan dari pemerintah akan sumber APBN. jelas dilema, memilih pengusaha besar yang berkontribusi terhadap APBN, atau memilih anak sendiri yang berpotensi besar. sayangnya, pengusaha besar dan anak sendiri tidak mungkin akur, harus pilih salah satu. silahkan dinilai sendiri sikap pemerintah saat ini.

majumerahputih - September 10, 2016

Ancen e Njancuk i kok iku ngahampek
#SAVEGESIT
#SAVEGARASINDO
#SAVEINDONESIA

61. Aku - September 10, 2016

Kalo d bebasin produksi motlis gmana wak?honda ..yamaha…dll gitu kan adil…

62. Samex - September 10, 2016

Judulnya salah wak yg bener garansindo takut bersaing motor listrik dengan honda… secara honda jg mau main motor listrik tahun 2018 http://m.okezone.com/read/2016/03/05/15/1328644/jual-sepeda-motor-listrik-di-indonesia-honda-bingung-tentukan-harga
logikanya garansindo ingin memonopoli motor listrik taunya honda jg mau masuk ke segmen ini… menurut gw kalo memang produknya bagus ngpn jg takut kan unggul kapasitas… modelnya jg ikut matic kekinian… malah terkesan dia yg menggiring opini.

63. yoyok - September 10, 2016

kalo bicara armada listrik tanya aja Kawasaki bro…. KRL. Shinkansen mampu dibuat.

64. yonyon - September 10, 2016

Ini tentang mafia bisnis yg tdk mau pasarnya tergerus lawan bisnis.

Berbagai cara haram pasti dipakai buat menjungkalkan lawan

Ternyata memang benar bahwa kartel (otomotif) itu ada

65. Dungu - September 10, 2016

Kang… Sebaiknya tanya ke Honda, poin-poin apa saja yang akan “direkam” dari responden survey tsb… Apakah terkait jarak & kecepatan motor, atau yang lain… Supaya kita makin jelas & tidak terpancing membuat opini subyektif yang di-trigger oleh Garasindo (seolah-olah Kemenhub & UI itu “bodoh sekali”).

66. (penikmat cikopi+gorengulen dipagi hari) - September 10, 2016

garasindo dan aisi harusnya bergandengan tangan… push pemerintah supaya bikin regulasi kendaraan listrik, walau target pemerintah 2025 musti dari sekarang regulasinya dari regulator/pemerintah.

semua pabrikan aisi, garasindo atau pabrikan lain percuma koar-koar kalo pemerintah belum bikin regulasi…

makin panas karena garasindo terlanjur investasi motor listrik kepanasan dan buruk sangka sama pabrikan lain…
kalo lampu hijau dari pemerintah tentang aturan dan infrastruktur oke.. pasti jalan juga…

ayo pemerintah gmn nih… ???

67. Dion - September 10, 2016

Memang urusan listrik itu rada njlimet. Karena akan melibatkan lebih banyak pihak, seperti bahan bakar, oli, spare parts. Listrik di satu sisi menguntungkan konsumen karena rendah biaya, tidak beli bensin, oli, busi dan banyak parts lainnya. Sedangkan di sisi lain merugikan vendor karena tidak jualan bensin, oli, busi, dkk. Maka kepentingan group yang lebih besar akan berusaha lebih dipertahankan, daripada keuntungan buat konsumen. Mirip mirip sama kasus rokok.

Tinggal kita saksikan nanti, sekuat apa kekuatan customer dan masyarakat dibandingkan dengan kekuatan group raksasa otomotif.

68. zachary - September 10, 2016

Kok pada bingung masalah ngecharge sih? bukankah jika pemerintah dan ATPM mau serius menggarap pasar mobil/motor listrik ada solusi mengenai recharge batere:
1. Pemerintah menyiapkan SPBU khusus kendaraan listrik. jika dirasa biayanya cukup mahal, maka gandeng SPBU yg telah ada untuk membuat tempat khusus penukaran batere.
2. Pihak ATPM disyaratkan menggunakan batere dengan bentuk baku sehingga semua merk motor listrik cukup menggunakan batere yang sama. mungkin cuma daya yg membedakan. Dan pemasangan batere menggunakan slot plug n play sehingga hemat waktu saat pemasangan.

Setelah fasilitas tersedia, kita sebagai konsumen cukup datang ke SPBU jika batere motor sudah habis. Cukup buka jok, lepas dan serahkan batere lama, petugas menyerahkan batere baru, bayar, jalan.

69. duleh - September 10, 2016

Pengelola pemerintahan baik di daerah sampai pusat dikuasai “Mafia”….kalau pemerintah mau jujur mengedukasi Masyarakat kenapa hal-hal mudah dibuat rumit. Banyak orang pinter dinegeri ini, cuma mereka tidak dikasih panggung, yang mengendalikan panggung ya mafia-mafia itu.

namharira - September 10, 2016

Dari jaman dulu yg penting ada komisi

70. merah putih - September 10, 2016

Takut pasar kegerus ama gesits kan secara produksi ini produksi anak negeri.takut nasionalisme mengalahkan nama besar honda.

71. wanto - September 10, 2016

gak minat sama gesit, hero, ato motor ijo diatas …..

masih setia sama pertalite …… bicara polusi, CO2 misalnya, manusia jg ngeluarin CO2, sekarang jumlahnya hampir 7 milyar . . . . . jadi klo pingin bumi bebas pencemaran CO2 akan lebih mudah klau jumlah manusia yg dikurangi ….. DEPOPULASI solusinya

72. Bolanhok - September 10, 2016

susah juga kalo pemerintahnya MATA DUITan lebih membela penjajah yang punya wang banyak.

73. Roland - September 10, 2016

Saya rasa ini gak ada hubungannya dengan penggiringan opini publik (yang ada orang akan melirik EV Neo karena buatan pabrik besar dari Jepang yg secara modelnya Keren banget, yg keren lagi kalo harganya terjangkau),karena harusnya melihat dari perbedaan CC ,itu tinggal gimana kita bawa nya aja, kalo habit nya suka ngebut salip kanan salip kiri mah pilih gesit aja, dan saya rasa motor 50cc juga sudah cukup untuk di perkotaan, saya pernah pakai motor 50cc sampai juga ke kantor,gak ada masalah.semoga motor listrik makin banyak yg produksi dan harganya tidak mahal,banyak yang beli, jadi gak ada lagi suara knalpot yg berisik, buangan udara knalpot nya gak kena muka orang yg dibelakang (asli nih sengaja kali yg bikin knalpot nya,racun di plongin ke muka orang. ditanya standard euro berapa yg bikin,mungkin taunya euro2016.) Yah semoga motor listrik,mobil listrik, bus listrik bisa membuat indonesia lebih layak udaranya ,jakarta khusunya.dan semoga MRT dan LRT segera selesai dan menjangkau ke seluruh pelosok Jabodetabek, jadi saya gak usah pake motor 🙂

Taufik - September 10, 2016

setuju, solusi paling komprehensif dari masalah transportasi adalah membaiknya layanan transportasi umum

74. aris - September 10, 2016

memang kita masih di jajah jepang… bakal susah buat karya anak bangsa sendiri…. dasar penjajah… honda yamaha suzuki kawasaki… preet lahhh….

75. Max max - September 10, 2016

Setuju saja wak. Toh kalo ada motor listrik jadi gl green kcuali pabrikan motor bahan bakar minyak ketakutan kek kasus mobil listrik yg memidanakan si pembuat

76. Engine - September 10, 2016

Baterai sering dicharge cepat soak, tahan berapa x charge/lama umur baterai, kalau rusak tuh harga baterai berapa.. kalau jutaan & umurnya singkat ya wasalam..

77. ule - September 10, 2016

nah bener itu.. jangan bodohin konsumen terus…

78. dave - September 10, 2016

Ada2 aja nih..

79. Budi Maz - September 10, 2016

Maju terus Gesits. semoga bisa mencuri pangsa pasar Honda 20-30%, kalo perlu sikat habis semua !

80. sonic_pilot - September 10, 2016

Seharus nya Garasindo gak boleh berprasangka buruk terhadap Honda. Kalau memang punya produk bagus, biarkan konsumen / masyarakat yang menilai.
Seperti kata pepatah “Kalau mau berlayar jangan takut ombak”, kalau mau bersaing jangan takut dengan rival

81. Hemat mikir - September 11, 2016

Proyek jalan terus aja… Bos yang penting tujuan nya memberi altrnatif lain untuk masyarakat..agar lebih baik.. Itu aja..

82. 3mmk - September 11, 2016

Sebenarnya untuk masalah electric bike ini kita dapat melihat ke negri China. Semua motor bahan bakar minyak kena libas untuk mengurangi polusi udara.

Bila pemerintah mau mendukung peningkatan kualitas udara perkotaan, ya mudah saja dengan membuat regulasi yang akan menghidupkan motor listrik ataupun skutik listrik.

Di China, penjualan motor Jepang hancur2an dan bisa saja pihak Jpn mau kasus ini terulang di indonesia.

Tapi yakinlah, pihak jpn sangat kuat sekali di pihak regulator dan sektor otomotif bakal diproteksi habis2an.

83. fu user - September 11, 2016

Kenapa gak bikin survei tandingan? Gentle aja lah..

84. apriga - September 12, 2016

Kanzen, bajaj adalah korban aisi dan majikannya, masyarakat sekarang udah pintar. Saatnya mereka runtuh



%d bloggers like this: