jump to navigation

VLOG : Impresi dan Penjelasan Dual Clutch Transmission Pada Honda NM4 Vultus September 14, 2016

Posted by Taufik in : Honda, tech talk, Test Ride, VLOG , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

TMCBlog.com – Bro sekalian, Mulai akhir pekan kemarin TMCBlog kedatangan satu Unit Honda NM4 Vultus dari Astra Motor Jakarta ( JHC ) Ya motor ini telah banyak banget dipakai untuk Review Baik oleh rekan rekan Blogger dan jurnalis hehhee tmcblog termasuk paling akhir mencoba motor ini  . . . namun pas pertama sampai di Garasi TMCBlog . .. satu hal yang langsung bikin kepo adalah tulisan di samping kanan yakni ” Dual Clutch Transmission ” Yap Jenis Transmisi ini punya banyak nama alias . . ada Double Cutch Transmission, Twin Clucth Transmission dan lain lain. Nahh . ..  Honda NM4 Vultus ini juga memiliki dua jenis mode Transmisi Yakni Manual dan Automatic . . . selama ini tmcblog cuma mendengar saja, sehingga logis kiranya jika saat ini kita langsung skip impresi riding Honda NM4 Vultus untuk di simpan di Vlog dan artikel selanjutnya ..  Kita langsung masuk ke pembahasan impresi dan penjelasan mengenai Dual Cluth Transmission . . cekdot sob . .

graph-dct-8

Beberapa orang kadang sedikit salah kaprah mengangap dual mode Transmisi Manual – Matic ini lah yang dimaksud dengan Dual Clutch . . jadi disangkanya satu Clucth buat Manual dan satu clucth buat Automatic, dan itu adalah anggapan yang salah. Dual Clucth Transmision adalah Sistem Transmisi yang menggunakan dua bagian Dari kelompok Plat Kopling dalam satu sistem transmisi . ..  cekidot penjelasan di Video dan di bawah berikut ini sob

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Langsung saja tmcblog cobain di jalan raya dan  . . Jadi automatic dari Honda NM4 Vultus ini lebih mendekat ke automatic Mobil yang tetap ada rasa naik-turun gigi ketimbang automatic Motor jaman sekarang yang CVT  . . dan bener bener sangat mengesankan impresi pertamanya sob . . perpindahan gear dari gigi satu ke dua lalu gigi dua ke tiga, gigi tiga ke empat . . sampai ke gigi enam baik naik dan turun sangat sangat smooth dan halus  . . jadi begini mungkin rasanya seamless upshift dan seamless downshif di motogp . .  boleh dibilang nggak kerasa sob .. .  apakah ini efek Dual Clutch Transmission ?  . . .

graph-dct-3

graph-dct-4

Nah kenapa bisa begitu . . Kita bahas dari dasarnya ya . ..  Pada sistem CLutch / Kopling konvensional ..  hanya ada satu paket plat kopling yang digunakan untuk menangani 5 atau 6 jenis rasio transmisi gear / Gigi. Namun pada sistem Dual Clutch Transmission di kendaraan baik Motor maupun Mobil ada dua kelompok Plat kopling yang masing masing kelompok memiliki tugasnya masing masing. Cek deh dua gambar di atas  Kopling pertama menangani Gear/ Gigi Ganjil 1,3 dan 5 ( rasio Gear berwarna Merah ) sedangkan satu kelompok Plat kopling lain menangani Gear/ Gigi yang genap 2,4 dan 6 ( rasio Gear berwarna Biru ).

graph-dct-5

Gimana Bisa Dual Clutch Transmission seperti yang di buat untuk Honda NM4 Vultus ini membuat perpindahan gigi sangat halus dan tanpa hentakan ? Jadi gini ..  Seperti yang sobat bisa simak pada gambar di atas, terlihat tenaga yang dihasilkan Crank Shaft disalurkan ke Rantai roda belakang melalui sistem transmisi  gear/ Gigi 1. Dan pada saat Gear/ gigi 1 ini rasio gigi gigi transmisi yang bekerja bisa sobat lihat hanya kelompok plat kopling yang merah paling ujung

graph-dct-6

Saat sebelum mau masuk Gigi 2, plat kopling kedua yang disimbolkan berwarna biru sudah bersiap merekat dan sistem rasio gear di transmisi gigi 2 sudah mulai berkerja, terkoneksi ikut berputar untuk bersiap-siap menjadi penyalur tenaga selanjutnya – Namun belum terhubung ke countershaft (gigi yang menghubungkan gearbox ke final gear ).

graph-dct-7

Sehingga sesaat sebelum rasio gear pada countershaft Gigi 1 benar benar dilepas, Gigi 2 sudah langsung dapat dipegang, sehingga nggak ada jeda yang signifikan saat perpindahan gigi 1 ke gigi 2 . . smart ! . . dan ini berlangsung terus pada perpindahan gear/ gigi dari 2 ke 3, dari 3 ke 4, dari 4 ke 5,dari 5 ke 6, baik naik maupun turun. . . . hmm Cepat juga ya teknologi ini  Turun dari pengaplikasian di ajang balap F1 masuk ke Sport touring Honda VFR1200F dan sekarang dapat ditemukan di motor motor Mid-series NC700 Big Bikenya Honda termasuk Honda NM4 Vultus yang saat ini sedang tmcblog coba . . Akankah ke depan bisa turun ke mesin mesin seperti 250 cc twin atau bahkan dibawahnya lagi ? hehehhe . . silahkan dikunyah kunyah dan semoga berguna sob

Taufik of BuitenZorg

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. vtec - September 14, 2016

canggiiiiihhhh

2. Numpanglewat - September 14, 2016

Tes

3. jarwo - September 14, 2016

kata fbh motor matik honda pake gardan.?????? mana.?.???? paham gardan tidak ya.??? mana produk truk dan SUV 4×4 nya.? punya tidak.? katanya perusahaan terbesar di dunia.??????

addicz - September 14, 2016

Ridgeline

ard - September 14, 2016

Sarkasme….

anak kampung - September 14, 2016

@jarwo: sabar mase, di luaran sana ada cr-v 4×4, honda pilot juga ada yg AWD. kalo motor yg pake gardan setau saya, goldwing, bukan matic.

4. bark - September 14, 2016

begitu.. 😮

5. Numpanglewat - September 14, 2016

Ohh cara kerjanya ternyata seperti itu ya…
#pura pura ngerti padahal bingung ngoahaha, tau nya cuma tinggal jalan aja wakakaka

6. Jadi - September 14, 2016

Honda leading innovation

7. pengamat - September 14, 2016

nah ini dia…..
harusnya CBR250RRRR mesin 2 silinder, twin inline, sudut silinder 45 derajat.
kalo bisa strokenya pake 47,xmm, dijamin performanya joosss

8. wisnu3ds - September 14, 2016

tetep pake tranmisi yah…

art - October 7, 2016

ya pake transmisi lah boss..klo g pake berarti putaran crankshaft langsung ke roda dan efeknya…?? bayangin sendiri putaran crankshaft langsung ke roda…

9. wisnu3ds - September 14, 2016

pindah giginya perhitungannya pake RPM apa spido yah ?…

tdinya gw ngebayangin vario tapi cc nya gede,,,ternyata tidak toh…

10. pengamat - September 14, 2016

eeh sorry lagi bahas NM4,
NM4 mesinnya long stroke khan?….
lumayan lah buat touring ….. xixixixixixi

11. Muke Gile - September 14, 2016

baca pelan2 biar mudeng..ehh

12. irawan - September 14, 2016

cara kerjanya hampir sama kya SSG

Gagas Setya - September 14, 2016

Beda om. SSG g ada pengelompokan gigi ganjil dan genap. Jadi cara kerjanya beda. Tapi performanya bisa mendekati.

13. ltd - September 14, 2016

kalo kata fbh itu Kick in Nyok

14. lg - September 14, 2016

kalau motor 250cc ke bawah pakainya cvt, lebih murah.

15. ira satryanan - September 14, 2016

Wow..menarik sekali memahami sebuah teknologi
Tq info…

16. raja pratama - September 14, 2016

Mesin yang rumit karena perpindahan gigi otomatis tanpa pengoperasian manual seperti motor umumnya terutama sport. Prinsip kerjanya pada saat putaran rpm atas maka gigi naik rpm bawah turun dan bisa jadi lebih boros bahan bakarnya di banding matic cvt tergantung penggendara juga karakter settingan saat rpm mesin cepat naik atau lambat turun. Namun tidak demikian jika sistem elektonik pengendali putaran mesin dan peyempurnaan injeksi menjadi solusi penghematan bahan bakar.

17. rifz - September 14, 2016

biar gampang, kasih deh perbedaannya dengan single clutch biasa

kalo single itu urutannya, kopling lepas, gear 1 lepas, gear 2 konek, kopling konek
kalo dual urutannya, gear 2 konek, kopling 1 lepas, kopling 2 konek, gear 1 lepas

jadi urutannya kebalik, gearnya konek dulu baru kopling nya. bisa dibilang perpindahannya seperti antar kopling 1 dan 2

18. Budiono - September 14, 2016

Manfaat F1 sangat terasa ini wak. Sama kayak pemakaian KERS, suspensi aktif dll.

19. dave - September 14, 2016

masih bingung,, jd nm4 vultus sebenernya motor matic?
atw motor semi matic yg bisa pindah gigi?
atw motor manual?

Taufik - September 14, 2016

Matic, tapi maticnya kayak mobil dimana ada perpindahan giginya yang berlangsung auto matic araupun manual tanpa tekan tuas clutch

MT_Rider - September 14, 2016

Matic tpi setiap nambah kecepatan seperti terasa ada perpindahan gigi, tpi sgt halus..coba deh mobil matic

Tukang nyampah - September 14, 2016

Ini persis sama dengan sistem dsg yang diaplikasikan mobil buat rally wrc kalau tdk salah vw golf juga udah pakai sistem ini, pada saat sistem auto tetap ada perpindahan gigi namun tanpa memencet tombol apapun persis kalau lagi main game tinggal pencet gas terus aja, nah pada saat sistem manual kita yang memindahkan gigi nya cukup dengan memencet tombol saja, sistem ini lebih unggul dibanding m/t karena tdk ada jeda pd saat perpindahan gigi, beda lagi dgn yg ada di Honda jazz walaupun bisa auto dan manual cara kerjanya beda, di Honda jazz hanya memanipulasi ecu nya seolah pindah gigi, atau saya biasa sebut dgn transmisi triptonik hasil manipulasi bukan real triptonik atau triptonik dual clutch atau dsg itu

20. addicz - September 14, 2016

Ridgeline

21. Are wege - September 14, 2016

Wak haji notif post terbaru gak Muncul di email

22. Aku - September 14, 2016

Awas d contek..

Aku - September 14, 2016

Kasih nama ..smartclutch…heee

23. Yookee - September 14, 2016

Sama kya otomatisnya FORD nih ya.

MT_Rider - September 14, 2016

Ya GM chevrolet jg

24. Bang Jali - September 14, 2016

wew tembak

25. Bang Jali - September 14, 2016

Headshoot

26. menyan - September 14, 2016

Thnx wak, kemarin gogling f1 gak ktemu, malah skarang dah nongol artikel. Kalo boleh tahu, itu model cluth nya kayak apa wak? Apa bola baja? Apa sentrifugal?

Gagas Setya - September 14, 2016

Model clutch nya sama. Seperti clutch pada umumnya. Hanya saja ada 2 sandwich satu untuk gigi genap, dan 1 untuk gigi ganjil..

menyan - September 14, 2016

Thanx sob..

27. Gagas Setya - September 14, 2016

Bukan dari F1 Om Taufiq. Pertama diaplikasikan dual sequential gearbox di mobil balap Le Mans Porsche 956 dan 952. Dan sampe sekarang DCT/DSG/PDK masih restricted untuk F1. Justru transmisi F1 itu single clutch seamless yang ditiru motoGP. Hanya transmisi DCT yang bisa mendekati seamless sequential shift gearbox.

Taufik - September 14, 2016

Wealah, saya baca berbagai referensi katanya awalnya bermula dari F1

Gagas Setya - September 14, 2016

Coba baca di F1 rule nya om. Karena dual clutch di banned di F1, pengembangan single clutch seamless justru jadi jauh lebih cepat dibanding dct. Pada seamless shift tidak ada proses disengage pada clutch saat shifting. Dan seamless shifting tidak ada fase gear disengage ditengah perpindahan giginya. Jadinya jauh lebih cepat. Dan untuk mengejar perpindahan yang smooth teknisi merekayasa software demi kompensasi hentakan torsi saat shift.

Pyu - September 14, 2016

Yg aku tau seamless nya motogp masih kalah dari dct. Seamless motogp walaupun sebutannya seamless sebenarnya masih ada loss nya juga karena dog teeth nya cara kerja masih mekanikal. Sedangkan dct itu tujuanya dual clutch sesaat sebelum clutch buat gigi ganjil lepas clutch untuk gigi genap sudah menempel duluan… Begitu juga sebaliknya ..makannya ada overlap clutch.. dan
pengaturan secara elektronik Diprogram waktu overlap untuk dapat yang paling efisien di tiap 2 shifting….jadi tidak ada loss power.. kalo regulasinya f1 ama motogp dct diberlakukan risetnya makin mahal makanya tidak di berlakukan… Begitu bro yang aku tau. Koreksi bila ada yang salah… thanks

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

28. mukidi wae - September 14, 2016

jgn bahas SOHC nya wak, mbeha kan alergi sm engine single cam,,, ntar dijalan disalip sm DOHCnya sonice nihh

29. Gagas Setya - September 14, 2016

Dan FYI, perpindahan gigi yang halus itu dominasi pengaruh dari software. Karena aktuasi seluruh mekanisme transmisi ini menggunakan aktuator elektrik. Hanya saja dualclutch lebih bebas jeda dibanding transmisi konvensional yang cenderung mengendorkan putaran torque converter selama perpindahan gigi untuk mengejar smooth shifting. Tapi imbasnya durasi deselerasi cukup terasa saat shift up yang berbalik dibanding durasi deselerasi pada dct yang sangat pendek dalam shift up nya.

30. Gagas Setya - September 14, 2016

Dan FYI, perpindahan gigi yang halus itu dominasi pengaruh dari software. Karena aktuasi seluruh mekanisme transmisi ini menggunakan aktuator elektrik. Hanya saja dualclutch lebih bebas jeda dibanding transmisi konvensional yang cenderung mengendorkan putaran torque converter selama perpindahan gigi untuk mengejar smooth shifting..

31. igor - September 14, 2016

tanya wak: apakah kelebihan dual clutch ini dibandingkan cvt?. lebih mahal iya, lebih smooth belum tentu.
apakah lebih powerful?

Gagas Setya - September 14, 2016

Kalo boleh bantu Om Taufiq jawab, begini analisanya.

Lebih mahal? Iya, karena transmisi ini menggunakan banyak sekali part mekanik dan memerlukan sistem komputer yang kompleks sekaligus compact. Dan semua itu tidaklah murah.

Lebih smooth? Tidak. Karena jika dibandingkan dengan CVT, atau bahkan transmisi matik dengan Torque converter sekalipun, transmisi DCT memiliki mekanisme transmisi daya yang lebih solid mendekati transmisi manual yang hampir lossless. Jadi dipastikan secara mekanikal, transmisi ini tidak lebih halus dari DCT maupun matic dengan TC(torque converter). Namun algoritma firmware pada otak transmisi ini dapat membuat mesin dan transmisi DCT dengan kompak menciptakan transisi percepatan yang halus. Jadi jangan khawatir. DCT masih bisa nyaman.

Next, Lebih Powerful? Pasti…!
Pada transmisi DCT, torsi dari mesin menuju roda disalurkan menggunakan 1:1 clutch yang tidak selip layaknya TC(torque converter) pada matic konvensional dan roda gigi dengan fixed ratio tanpa potensi selip layaknya vanbelt pada CVT.
Intinya anda seperti memiliki robot yang bisa memindahkan transmisi manual secara otomatis hampir tanpa jeda.

#misi om Taufiq. Bantu jawab.

Taufik - September 14, 2016

thks bantuannya 😀

MT_Rider - September 14, 2016

Joss..setuju

32. ipin - September 14, 2016

ooo beda ternyata tak pikir kayak transmisi triptonik…

33. Are wege - September 14, 2016

Waduh wak haji, update artikel di email ko gak Muncul ya, notif nya

Taufik - September 14, 2016

sistem email subscription dari jetpack wordpress lagi error sob

34. warogrider - September 14, 2016

dulu waktu pertama kali mio atau motor matic muncul kirain teknologi nya sama seperti ini.soalnya kan teknologi ini udah lama juga diaplikasikan dimobil2 mewah eropa terutama. bagus buat nm4 vultus.karena baru di motor ini diaplikasikan teknologi yang mungkin orang awam takut untuk membeli karena takut jika susah dibenerin.😂😂😂😂tapi yang suka inovasi pasti suka.

35. Pyu - September 14, 2016

Yg aku tau seamless nya motogp masih kalah dari dct. Seamless motogp walaupun sebutannya seamless sebenarnya masih ada loss nya juga karena dog teeth nya cara kerja masih mekanikal. Sedangkan dct itu tujuanya dual clutch sesaat sebelum clutch buat gigi ganjil lepas clutch untuk gigi genap sudah menempel duluan… Begitu juga sebaliknya ..makannya ada overlap clutch.. dan
pengaturan secara elektronik Diprogram waktu overlap untuk dapat yang paling efisien di tiap 2 shifting….jadi tidak ada loss power.. kalo regulasinya f1 ama motogp dct diberlakukan risetnya makin mahal makanya tidak di berlakukan… Begitu bro yang aku tau. Koreksi bila ada yang salah… thanks

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Anda bisa bayangkan jika anda punya sebuah sepedamotor yang bisa tambah gigi tanpa menekan kopling maupun blip off throttle (mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas). Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk berloncatan di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Yes, dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hal ini. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban dan pembalapnya . Bukan mekanisme nya.

[Bersambung]

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu
Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban dan pembalap. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.
Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Gagas Setya - September 14, 2016

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Kok g bisa komen lagi?

Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik.

Gagas Setya - September 14, 2016

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

Gagas Setya - September 14, 2016

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yahama, hona dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Gagas Setya - September 14, 2016

Test

Gagas Setya - September 14, 2016

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum stall rev down karena pembebanan . Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan tanpa rev down karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

36. fadel - September 14, 2016

oooo…. tak kirain full matic
ternyata kudu banyak belajar lagi

37. fery - September 14, 2016

maaf wak agak OOT
katanya di MotoGP DCT itu g boleh y wak?
padahal SSG j boleh
emang ada peraturannya y wak dari dulu?
apa wak Taufik sudah ada artikelnya dahulu?
kl belum ada tolong jelaskan dong wak kenapa DCT itu tidak ada yang pakai (atau dilarang)?
atau ada teman teman yang tahu
saya kepo banget nih kenapa DCT g boleh di pakai padahal SSG saja bisa di pakai
mohon pencerahannya
makasih

38. fery - September 14, 2016

maaf wak agak OOT
katanya di MotoGP DCT itu g boleh y wak?
padahal SSG j boleh
emang ada peraturannya y wak dari dulu?
apa wak Taufik sudah ada artikelnya dahulu?
kl belum ada tolong jelaskan dong wak kenapa DCT itu tidak ada yang pakai (atau dilarang)?
atau ada teman teman yang tahu
saya kepo banget nih kenapa DCT g boleh di pakai padahal SSG saja bisa di pakai
mohon pencerahannya
makasih

39. rodaduablog - September 14, 2016
40. Gagas Setya - September 14, 2016

Dear Om Pyu.

Check this out. https://youtu.be/IEcTIQQjLsI

Mungkin sebelum DCT dilarang, SSG belum secepat saat ini. Tapi menilik video pada link diatas, SSG hari ini adalah yang terbaik. Saat DCT masih harus interlocking clutch 1 dan clutch 2 agar tidak bertabrakan secara mekanikal, SSG mengaktifkan gigi 2 tanpa melepaskan gigi 1 (selanjutnya dog slider pada gear 1 terlepas otomatis karena putaran gear 1 yang lebih lambat). Dog teeth pada SSG tidak bisa disamakan dengan dog teeth pada sekuensial konvensional. Dan dari video itu saya berpendapat bahwa SSG lah yang tercepat saat ini. Dan yang membedakan antara SSG Yamaha, honda dan yang lain adalah bagaimana algoritma ECU mesin menyikapi perpindahan yang seamless tersebut agar lebih bersahabat dengan ban. Bukan mekanisme nya.

Mungkin ada yang pernah merasakan motor loncat karena tidak sengaja menambah gigi tanpa tekan kopling dan tanpa menutup gas. Inersia kruk as akan senantiasa menendang roda belakang untuk meloncat di jalanan sebelum rev down karena beban berlebih. Pada motor biasa hal ini jarang terjadi dan cenderung sulit dilakukan karena dog teeth yang berbentuk kotak. Tapi pada SSG, hal ini sengaja dilakukan dengan mendesain dog teeth seperti pengait yang sangat mudah sekali masuk ke gear bahkan sebelum dog teeth gear sebelumnya terlepas. Dan yang dilombakan pada SSG di motoGP adalah bagaimana menghilangkan hentakan saat shifting. Karena sangat berpengaruh pada keawetan ban dan stabilitas akselerasi. 14ms pada honda, 21ms pada yamaha dan 12ms pada ducati, itu bukan jeda perpindahan giginya, tapi jeda antara throttle off dan throttle back on saat perpindahan gigi untuk mengurangi jerky shift. Dan saya yakin, pola throttle off dan on saat shifting pada moto GP gak sesederhana on dan off. Bisa Jadi sebuah kurva yang rumit untuk bisa mendapatkan loses seminimal mungkin sekaligus perpindahan sehalus mungkin.

41. Zainal Mactavish - September 14, 2016
Zainal Mactavish - September 14, 2016

Pak ijin numpang jemuran

42. oklik - September 14, 2016

teknologi F1 tahun brp wak? jujur aja honda jazz temen ane 2006 apa 2007 ya (yg gen awal). versi matic, tapi bisa dibikin manual mirip kayak diatas itu, jadi shift2an nya dari tombol + dan – yang ada di setir/kemudi. ada 7 percepatan wak, tp tetep gak ada pedal kopling, adanya ya kyk mobil matic lainnya (gas dan rem doang). persis kayak penjelasan vultus ini wak cara kerjanya, jd kalo kita shifting gigi 1 ke 2 dan seterusnya ya suka2 kita mau oper gigi pas rpm brp, mau sampe redline dia gk bakalan loncat kalo kita gak shifting + wak (dan biasanya kalo udah redline si ecu bakal nge cut pembakaran biar g over rev). seru jadinya wak.. efek sampingnya jadi boros krn shifting rpm tinggi mulu. efek lainnya ya mobil matic jd lbh responsif wak (kalo cara mainstream kan mainin hentakan pedal gas kalo mau otomatis, nah kalo ini ya bs matic bs jg manual ala2 shifting + dan – kek F1 gitu wak, dan ini sudah ada di honnda jazz 2006 lho wak alias udah 10 tahun yg lalu utk di mobil)

Gagas Setya - September 15, 2016

Om, komen saya g nongol om. Masuk binded lagi nih 🙁

43. oklik - September 14, 2016

teknologi F1 tahun brp wak? jujur aja honda jazz temen ane 2006 apa 2007 ya (yg gen awal). versi matic, tapi bisa dibikin manual mirip kayak diatas itu, jadi shift2an nya dari tombol + dan – yang ada di setir/kemudi. ada 7 percepatan wak, tp tetep gak ada pedal kopling, adanya ya kyk mobil matic lainnya (gas dan rem doang). persis kayak penjelasan vultus ini wak cara kerjanya, jd kalo kita shifting gigi 1 ke 2 dan seterusnya ya suka2 kita mau oper gigi pas rpm brp, mau sampe redline dia gk bakalan loncat kalo kita gak shifting + wak (dan biasanya kalo udah redline si ecu bakal nge cut pembakaran biar g over rev). seru jadinya wak.. efek sampingnya jadi boros krn shifting rpm tinggi mulu. efek lainnya ya mobil matic jd lbh responsif wak (kalo cara mainstream kan mainin hentakan pedal gas kalo mau otomatis, nah kalo ini ya bs matic bs jg manual ala2 shifting + dan – kek F1 gitu wak, dan ini sudah ada di honnda jazz 2006 lho wak alias udah 10 tahun yg lalu utk di mobil). sori ane cm kasi testi aja, kayaknya suhu2 permobilan lebih joss nih penjelasannya wak..

44. Belitong - September 14, 2016
45. Busa_tio - September 15, 2016

Sedikit pencerahan secara ringkas.

Jenis transmisi otomatis itu ada 3 sistem:
1. TC (torque converter)
Komponennya torque converter, planetary gear unit (gigi planet) dan, hydraulic control unit.
Ini jenis transmisi otomatis “konvensional” alias yg lahir duluan, banyak dipakai utk mobil2 yg beredar di Indonesia. Kalau di motor setauku ngga ada yg pakai.

2. CVT (continues variable transmission)
Komponennya pully dan belt. Jenis ini seperti yg biasa dipakai untuk motor2 matic yg ada di Indonesia dan juga dipakai untuk beberapa merk mobil seperti kebanyakan tipe2 mobil Honda dan Nissan.
Jenis CVT ini selain menjadi transmisi otomatis juga bisa diberi fitur supaya menjadi transmisi manual alias triptonic dan sejenisnya. Selain digunakan untuk mobil ada juga motor yg menggunakan triptonic jenis CVT ini, yakni Suzuki Burgman 650 dan 400. Jd bisa matic dan manual juga.

3. DCT (dual clutch transmission)
Komponennya ya sesuai namanya, ada 2 set kopling. 1 set kopling buat gigi ganjil dan 1 set lg buat gigi genap. Penjelasannya seperti di artikel ini.
Jenis ini biasanya dipakai untuk mobil2 performa tinggi alias supercar, seperti Ferrari, Lamborghini, Porsche dkk-nya. Untuk di motor kyknya baru Honda yg pakai.
Kelebihannya ud disebut di atas, sedangkan kekurangan dari transmisi DCT ini adalah biaya perawatannya yg lebih tinggi dibanding jenis transmisi yg lainnya.
Cmiiw.

Busa_tio - September 15, 2016

Ralat, Burgman 400 masih automatic blm manual.

46. menyan - September 15, 2016

Sayang nya gak ada penjelasan mekanisme oper giginya wak

47. ule - September 16, 2016

Itu yg koment panjang, copy paste dr opini orang apa research sendiri.. Kalo baru baca doang kemudian di copy paste, orang awam juga bisa.. Lebih real coba sendiri daripada cuma katanya katanya..

Makasih infonya kang taufik..



%d bloggers like this: