jump to navigation

Guest Blog Manuel Pecino : Shuhei Nakamoto Bicara Winglets dan Aerodinamika September 17, 2016

Posted by Taufik in : motogp , trackback

460x110-indent-now

cengkareng-shop

nakamoto-gigi

TMCBlog.com – Bro sekalian, Blog tamu kali ini kembali menghadirkan tulisan Manuel Pecino Yang juga telah dirilis di beberapa web dalam bahasa lain. Manuel Mengirim Langsung via email ke tmcblog mengenai hasil wawancara dadakannya dengan Shuhei Nakamoto, Vice President HRC disela sela gelaran MotoGP Silverstone 2016. Tujuan Pertanyaan Manuel awalnya untuk menanyakan kenapa Dani Pedrosa mayoritas race tanpa menggunakan Winglet ( seperti di silverstone dan Brno ) atau jikalau pakai ( di Austria ) hanya menggunakan bentuk winglet yang sangat minimalis saja ?  . . Berikut isi dari cerita manuel sob . . .

440x100_tirei

MBtech - TMC sep16

Silverstone, Ahad pagi GP Inggris, hanya beberapa menit sebelum Balapan dimulai, Berjalan di Paddock menimbulkan pertanyaan mengenai hal hal yang cukup menarik dalam kalbu, dan tanpa terduga lewatlah Shuhei Nakamoto, Vice President HRC. Pas banget, dialah orang yang saya butuhkan untuk mengetahui hal yang belum saya mengerti ini. Intinya ada pada masalah aerodinamika, Bagi saya jelas bahwa setelah mengetahui menggunakan wing akan menghasikan efek yang positif untuk motor, maka teknisi nggak akan membuang penemuan ini, nggak akan pernah! Bersama mereka selama 20 tahun membuatku sedikit tahu akan perilaku mereka

pedrosa-silverstone

Berbagi cerita di atas dengan Nakamoto, malah membuat Nakamoto yang balik bertanya kepada saya  : ” menurutmu kenapa Dani nggak pakai Winglet di motornya ? “ Saya jawab ” saya nggak tahu, memang kenapa ?” dan lalu nakamoto mulai bercerita ” sini saya kasih tahu sesuatu, lebih dari 20 tahun yang lalu , Honda telah membuat motor yang memiliki sisi aerodinamika yang sempurna. Kami mengetestnya di Suzuka, dan laptimenya lebih cepat 1 detik dari laptime Motor yang kami pakai dalam Balap “

Dan saya pun terkesima dan menjawab dengan kemungkinan mata melotot : ” Satu detik lebih cepat per lap,? ini sungguh warbiasyah . . . apakah kau pakai balap motor itu ? sebab saya nggak pernah mendengar mengenai hal ini “

Nakamoto San menjawab ” Tidak ada yang pernah melihatnya kecuali teknisi Honda, dan tidak, motor ini tidak pernah diikutkan balap karena sangat nggak mungkin membalap dengan motor ini “

Saya pun bertanya lembali ” Kenapa ? karena alasan teknis ? “

Nakamoto san menjelaskan ” Tidak, karena setelah satu lap, pebalap akan ‘selesai ‘ Motornya sangat sangat menguras fisik, Ya motornya sangat cepat, lebih dari 1 detik lebih cepat dari motor yang kami miliki, Namun tidak ada satu pebalappun yang sanggup dua lap dengan motor ini. Dan lagi pula motor ini adalah motor terjelek yang pernah saya lihat di kehidupan saya “ ( sambil tertawa )

Dengan penjelasan di atas, nakamoto seakan telah memberikan jalan pintas terhadap pertanyaan saya dengan dua hal :

  1. Jika mau gobrol masalah Aerodinamika, Honda sangat lebih siap untuk hal tersebut, pengetahuannya ada, uang ada
  2. Aerodinamika punya akibat langsung kepada kondisi fisik dari pebalap

iannone_silverstone

Dan Saya terkejut terhadap pengakuan Nakamoto ini. Kenapa ? beberapa menit selanjutnya, Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso boleh dibilang tidak bisa finish dengan kedua Desmosedicinya. Setelah race Usai, kedua pebalap mengakui bahwa Desmosedici 16 GP sangat memberikan tekanan power yang besar kepada lengan mereka dan pada satu titik tertentu membuat motor tidak bisa dikendalikan. Iannone Crash dan Dovizioso pilih melawan namun masuk PIT. Ia mengaku di 3 lap terakhir adalah sebuah “mimpi buruk”

spielberg

Sampai Di Silverstone, realitas ini masih hanya sekedar “kotak Rahasia” namun sekarang kita mengetahuinya, sepertinya terlihat bahwa walaupun sulit, setelah 5 lap pebalap akan terbiasa dengan problem yang dihasilkan Motor berwinglets. kamu dapat saja berkata bahwa Silverstone adalah sebuah ‘kecelakaan’ bagi ducati terutama setelah dominasi penuh mereka di Austria. Namun kesuksesan mereka dan penggunaan winglets mini oleh Pedrosa lebih dikarenakan dasar layout redBull ring dimana ada 8 tikungan yang dihubungkan dengan straight adalah skenario ideal untuk Ducati dan secara fisik bisa ditangani oleh Dani.

silverstone_circuit_map

Namun di Silverstone dengan jumlah tikungan dua kali lipat dan layout yang lebih mengalir plus pergantian arah adalah hal yang sulit bagi iannone dan Dovizioso. jadi menurut saya kegemilangan Dani di Misano nggak ada hubungannya dengan gaya balapnya yang amazing, gaya balap dani ya memang itu adanya, namun lebih dikarenakan pemilihan ban yang unik dan membuat Pebalap spanyol yang kecil ini merasa lebih percaya diri ketika geber motornya.

Manuel Pecino

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. Tomcat - September 17, 2016

Pertamax

Marquezz - September 17, 2016

Tahun depan dijamin honda bakal jauh lebih cepat dari tahun ini,insinyur honda pintar plus dana melimpah😁😁😁😆😆😆

e36 - September 17, 2016

pemasangan winglet yg efektif dan baik adalah dengan servo motor yg terintregasi dengan ecu dan di selaraskan dg kecepatan motor.tapi pengaplikasian nya tak semudah seperti di mobil(F1) yg space nya memungkinkan untuk itu semua, sehingga winglet2 di moto gp hanya bisa terpasang statis

susu nakamoto - September 17, 2016

google translate di woco rodok mumet….

2. Tomcat - September 17, 2016

Pertamax euyyyyyyy di blog na wak haji..yuhuuuuuu

3. Inline4 - September 17, 2016

Jozzz

4. budi - September 17, 2016

Joss

5. I.S.U.Z.U - September 17, 2016

mantap

6. sumeng - September 17, 2016

pertalite

7. abduls - September 17, 2016

penasaran sama desai motor yang di bilang presiden hrc

Taufik - September 17, 2016

sama sama kepo kita

MacanBalap - September 17, 2016

Vice president

unyu2 - September 18, 2016

wingletna segede sayap kapal terbang kali ya…. LOL

8. PemadamKebakaran - September 17, 2016

penasaran sama motor prototype nya honda.
seberapa buruk ya tampangnya. apa kek pil kapsul jaman gp dulu?

9. bejobeja - September 17, 2016

Namun tidak ada satu pebalappun yang sanggup dua lap dengan motor ini, jadi penasaran seperti apa wujud motor riset 20tahun yg lalu

10. Updateceria - September 17, 2016

oowh jadi begono to, hmm memang dalam membuat motor kencang perlu penelitian, agar tidak hanya motor saja yang kencang, namun dari sisi pembalap juga harus di perhatikan.

11. Trinitas mazapahit (tiga yang satoe) - September 17, 2016

Seperti motor uban raza mazapahit, ngah ngah ngah

12. igor - September 17, 2016

seperti motor film Tron mungkin.
atau seperti anak anak alay baik motor gaya superman?. hahahaha.

13. Badu - September 17, 2016

Motor elf 2 itukah?
Yg kayak kapsul

14. siapa sajalah - September 17, 2016

Berarti salah sasaran dong kalo penyebab pelarang winglet itu dari honda? Pertanyaannya, pabrikan mana yg mengusulkan pelarangan winglet? Atau murni ide pebalap?

15. Widd - September 17, 2016

mungkin motor prototipenya megelli
bikin capek
huahahhaha :v

16. Juragan - September 17, 2016

Yamaha gak usah capek2 ntar juga dicontek, kayak esp jadi blue core

17. mikirrrr - September 17, 2016

Apkh mgkn wak Haji, krn winglet motogp statis, beda dg f1 yg bbrp wingletsnya bsa bergerak shg bsa menyesuaikan dg layout lurus & tikungan.
Winglet statis ini akan menyiksa stamina rider ketika melibas byk tikungan cepat & lambat.

Klo wak haji punya data, akan lbh baik dibahas nih wak. Mgkn bsa cek laptime rider ducati di track byk lurus & byk tikungan, bandingkan dg rider pabrikan lain. Htr Nuhun.

18. Vario kinclonk - September 17, 2016

Alasan masuk akal, knp ducati jatoh mulu, liat aja motor terjelek “secara design” itu desmo udah gitu wingletnya kgk karu karuan,

Bahas juga wak sisi aerodinamika di helm, apa gk bikin vopet leher krn tekanan Kebawah?

Vario kinclonk - September 17, 2016

*cepet typo

19. WW4Nto - September 17, 2016

Wak, jadi walikota dong…..masak Bogor nomer 2 lalulintas terburuk sedunia ? kali aj bs benerin

20. Tmcbro - September 17, 2016

Ketika expert yg berbicara…
salespun terdiam bisu…

okejek - September 17, 2016

jaring wak haji kuat broh…
hihihii….

21. DaJo - September 17, 2016

hmm.

22. dewa - September 17, 2016

Kurang lebihnya seperti mengendarai motor dijalan menurun tajam banyak tikungannya.motor susah belok kita harus mengimbangi dgn berat badan.kalo jalan menanjak motor jadi sangat ringan/lincah.tekanan diroda depan mempengaruhi pengendalian.kaya Pikup kosong dan muatan.

23. Muke Gile - September 17, 2016

Yang jelas gak mungkin ngibul juga yaa si Nakamoto san kalo 20th yg lalu udah riset singlett..hehe..

24. ade semarang - September 17, 2016

Wak kalo di f1 emang erosinamic pagang kunci …wak alias pengaruhnya besar…
Tapi.kalo di.motor gp seberapa pengaruhnya ?
..mengingat .
1. Pembalap kadang ada yg mungil ada yg besar..
2.manuver f1 lain sama motor gp di mana pada motor berbeloknya mengandalkan.kemiringan motor…dengan.kata lain.posisi motor lurus / tegak dengan.posisi motor miring aerodinamisnya pasti berubah..!

25. Enyonk - September 17, 2016

Ini sungguh warbiasyah…
Apa cuma gw yang ngakak?
:v

Johnny - September 17, 2016

Pada mas.. masa bule bilang warbiyasah. . 😁

Taufik - September 17, 2016

wehehhehe, saya bingung cari padu padan yang kekinian 😀

26. Ariel - September 17, 2016

“Tidak ada yg pernah melihatnya kecuali teknisi Honda…..”
Dan tentu Test Rider nya. Kira2 siapa Test Rider Honda pada kurun 20-25 tahun yg lalu?
Mungkin, sekiranya masih idup, bisa jadi kunci misteri ini :mrgreen:

27. Robert - September 17, 2016

Liat aja Honda ELF2 atau ELF yang laen…, lalu bayangkan motornya…

Taufik - September 17, 2016

ini mas :

28. aji nomoto - September 17, 2016

rider MotoGP : saat belok aka nikung,ada istilah lean angle, badannya nnglayut, ibarat kata ya gerakan pitch and yaw (kalau di pesawat fixed wing) dan itu yang nanggung lengan yg notabene pegangan ke kemudi

driver F1 : saat belok ya ibarat kata cuman yaw doang, kontrol lewat kemudi kaki kontrol throttle dan brake.
analogi dgn pilot berarti tuh steering identic seperti rudder.

sama sama kena downforce sih, sekian G .
hanya aja rider motogp selain ngalamin berkurang bobotnya pre ke pasca race paling 1 kg dah dan itu jg udah ekstreem, tapi cape nya yg dominan
(lebih karena jambakan saat akselerasi dan kontrol kemudi saat deselarasi in-out corner)
driver f1 bisa > 2 kg kehilangan bobotnya, cape sih cape but ga se cape rider moto GP (perhatiin aja, dari tempat duduk ke aspal jaraknya ga sampe 12 cm dan cuman kehalang plat-frame bag. bawah nya mobil)
kalau sempat baca artikel kan ada driver f1 yg geleng2 kepala berstatement bahwa rider moto gp emang gendeng ,

imho cmiiw

29. Numpanglewat - September 17, 2016

Ooo… Jadi intinya mereka (HRC) dah siap dengan motor tanpa wing ya..

30. Numpanglewat - September 17, 2016

Kok moderasi wa, padahal ga BC ?

31. Engine - September 17, 2016

Yaitu mungkin pengembangan dari Honda Elf-2 yg mengendarai Shuhei Nakamoto sendiri 😂 dia gak sanggup 2lap hha..

kliwon - September 17, 2016

Mosoook

32. gunawan - September 17, 2016

melihat trek record nya honda di masa lalu sepertinya ucapan pak nakamoto bukan cuma sekedar isapan jempol semata,, motor motor balap honda masa lalu seperti melampaui jamanya,, 4tak bisa menang melawan mesin 2tak ya cuma honda yang bisa.

jono - September 17, 2016

Karna honda semakin panas semakin gahar
Kira2 begitu

nitya - September 17, 2016

Karena jumlah silinder dan klepnya selalu lebih banyak dari kompetitor lain, kalo sama ya Honda pasti keok. Liat aja jaman 125cc 1961 silinder dan klepnya sama kayak MV Agusta, selain pelan motornya juga gampang jebluk, kemudian Honda mulai bikin 4 klep dari tadinya 2 klep, baru bisa ngimbangi MV Agusta yang masih 2 klep, selanjutnya mulai bikin 125cc 4 silinder dari tadinya 2 silinder alias sama kayak MV Agusta, baru bisa menang.

33. anz - September 17, 2016

kenapa marquez tetep pakai

34. bejobeja - September 17, 2016

mungkin untuk memadukan data antara pake winglet (marquez) dan tanpa winglet (pedrosa) untuk persiapan musim 2017, dan marquez sedang fokus untuk perebutan gelar juara dunianya jd tdk mungkin ambil resiko

35. test - September 17, 2016

imho
marquez saat ini masih/sering memilih untuk menggunakan winglet selain faktor riding stylenya yg sangat agresif, mungkin juga karena secara fisik marquez lebih “fit” dan berstamina dibanding pedrosa mengingat kondisi tubuh marques “lebih ideal” dibanding pedrosa saat ini.
Selain karena lebih muda, Marquez juga belum / jarang mengalami cidera parah (belum ada “tambalan” hasil operasi pada tulang dan otot seperti pada bahu dan lengan pedrosa).

36. mm93 - September 17, 2016

Owh jadi semakin byak winglet motor akan sulit dikendarai jika fisik pembalap gk prima maka psti ndlosor, menurut saya sirkuit austria aldh yg plg membosankan dan paling jelek secara race krn hya benar2 motor yg speed tertinggi yg menang, sdgkan spt rcv adlh motor yg sulit di salah satu sirkuit tp ramah di kbyakan sirkuit motogp

Are wege - September 18, 2016

God job HONDA and HRc

37. Assasin - September 18, 2016

Nama motornya apa ya Wak haji?, model dan bentuknya dan mesinnya kayak gimana ya?, jadi kepo bener sama pernyataan President HRC Shuhei Nakamoto ini?, masa iya 1 lap aja udah ridernya K.O?, gak ada rider yang mampu bawa sampai saat ini?, gila ni HRC…!!!, buat motor kencang udah dari 20th lalu…!!!, di telurusi donk Wak Haji pengen tau tu motor yang di katain President HRC.

38. Assasin - September 18, 2016

Nama motornya apa ya Wak haji?, model bentuknya, teknologinya dan mesinnya kayak gimana ya?, jadi kepo bener sama pernyataan President HRC Shuhei Nakamoto ini?, masa iya 1 lap aja udah ridernya K.O?, gak ada rider yang mampu bawa sampai saat ini?, gila ni HRC…!!!, buat motor kencang udah dari 20th lalu…!!!, di telurusi donk Wak Haji pengen tau tu motor yang di katain President HRC.

39. Assasin - September 18, 2016

wah haji, apakah HRC pernah menyuruh pebalapnya untuk menjajal ataupun mengetes motor yang di katain president HRC ini dalam internal?, menginggat HRC punya banyak pebalap yang melegenda seperti Mick Dohan, Valentino Rossi, CS, MM93… dll

40. moto4ride - September 18, 2016
41. Dominic - September 18, 2016

Jelas aja motor kencang dari 20 tahun yang lalu, pakai 2 tak, yg jd masalah kencang bisa tapi kelincahan berkurang, baiknya balance. Karena kita lihat sendiri, ternyata selain kencang juga perlu ke konsistenan motor utk melahap 20++ lap tsb

42. tukang_gorengan - September 18, 2016

ternyata Shuhei Nakamoto ngeh ya, padahal dulu jaman pegang Honda F1. sama editor F1 Racing dibilang kalo Nakamoto itu masih belum mudeng teori aerodinamika F1. makanya prestasi Honda di F1 jeblok terus hehehehehe…

43. black mamba - September 18, 2016

33. anz – September 17, 2016
kenapa marquez tetep pakai
>>
data bung
data,.

bayar rider mahal2 hanya disuruh untuk muntir gas & dapet title doang?
sia sia amat bung,.(selain juga egois banget tuh rider)
R&D juga dong.

44. dave - September 19, 2016

jadi agak bingung diatas lagi ngomongin winglet,,
pas bawah2 kok jd ngomongin ban?

45. Nimbrungman - September 19, 2016

Jadi inget Road Sector kamen rider jaman anak-anak hehehe..

46. Aero - September 19, 2016

Wew serem!!! : ” sini saya kasih tahu sesuatu, lebih dari 20 tahun yang lalu , Honda telah membuat motor yang memiliki sisi aerodinamika yang sempurna.”

Tepi dari segi desain waduuuh
“Dan lagi pula motor ini adalah motor terjelek yang pernah saya lihat di kehidupan saya”

47. fari.fairis - September 19, 2016

halahh… pengalihan isu..
#ups 😀



%d bloggers like this: