jump to navigation

[Tech Talk] Ducati MotoGP Sedang Meriset KERS? Wheel Cover Misano Bukan Aero Device? September 22, 2016

Posted by nugie tmcblog in : motogp, tech talk , trackback

460x110-indent-now

440x100_tirei

img_7560-400x275

TMCBlog.com – Sobat pembaca TMCBlog, masih ingat wheel cover/dop roda belakang Ducati Desmo 16 GP yang dipakai Pirro saat FP3 di Misano kemarin? Barusan ada rumor menarik soal cover roda itu nih sob, rumor yang beredar kalau itu sebenarnya bukan sebagai aerodynamic device atau perangkat yang bisa membantu aerodinamika saja melainkan cover untuk menutupi perangkat yang lebih canggih lagi. Namanya KERS atau Kinetic Energy Recovery System yang gunanya sebagai tenaga bantuan pada mesin, mirip-mirip sama sensasi ya NOS di mobil gitu deh sob. Pada awalnya wheel cover tersebut bagi sebagian pengamat MotoGP adalah sebagai kelanjutan dari riset dan pengembangan sektor aerodinamis yang Ducati telah lakukan di tahun ini yang awalnya mengenalkan spoiler/winglet lalu makin kesini semakin lebar dan bertingkat-tingkat pada bagian fairing Desmo. Tapi ya awalnya saya sedikit bingung, yang di velg belakang (yang menurut saya berbentuk sedikit aneh) itu tuh sebenarnya merupakan suplemen baru aerodinamis atau apakah benar itu sebagai alat /media untuk menyembunyikan sesuatu yang lain?

cengkareng-shop

MBtech - TMC sep16

img_20160910_152138
Media Inggris, MCN, bahkan sempat berpikir bahwa wheel dop/cover itu mungkin sebagai media untuk menyembunyikan perangkat sistem energi tambahan bagi mesin. Singkatnya, KERS seperti yang pernah Fomula 1 pakai beberapa tahun silam, kalau gak salah di 2009. Cmiiw. Penggunaan winglet jelas sudah akan dilarang musim depan, sesuai dengan pasal 2.4.4.7 tntang aturan teknis FIM dengan isi yang menentang penggunaan winglet pada motor semua kelas di gelaran MotoGP atas dasar dugaan perangkat tersebut berbahaya bagi keselamatan dan keamanan rider dan kemudian juga masalah biaya karena menambah beban riset team dan pabrikan.

Balik ke soal wheel dop, benarkah itu sebagai aerodynamic device, ataukah itu untuk menyembunyikan beberapa teknologi yang saat ini asing untuk sepeda motor? “Seperti yang sudah dikatakan di Misano, kami tidak berniat untuk berbicara tentang apa yang kita uji” kata Direktur Olahraga Ducati, Davide Tardozzi dikutip dari GPOne.com .. Lebih lanjut Tardozzi bilang. “Beberapa interpretasi membuat kami tersenyum, KERS telah dilarang (pernah diuji oleh KTM pada motor 125 cc 2 tak mereka pada tahun 2008) dan Ducati tidak bekerja pada apa pun yang secara sempurna tidak memenuhi syarat peraturan sebagaimana yang berlaku” singkat Tardozzi.

flywheel-cvt-03

KERS, atau “Kinetic Energy Recovery System”, memungkinkan untuk mesin mendapatkan energi tambahan, pada prinsip kerjanya sih simpel yaitu memanfaatkan energi saat motor melakukan pengereman. Nah energi tadi disimpan  sementara dan dapat dikeluarkan sewaktu–waktu saat diperlukan melalui tombol boost yang ada di stang motor (misalnya ya). Dengan alat ini (pada Formula 1) sebenarnya diharapkan bisa membuat penggunaan bahan bakar jadi lebih efisien tapi tetap kencang.

images-3
Lanjut lagi ngomongin soal KERS, yang dibedakan jadi 2 jenis KERS. Pertama KERS dengan sistem elektrikal dan KERS mekanikal. Kalau yang elektrikal itu tenaga yang dihasilkan dan telah disimpan pada baterai khusus akan diatur oleh ECU sebelum dimuntahkan ke gearbox mesin (pada Formula 1), sedangkan KERS sistem mekanikal sama sekali tidak menggunakan listrik, dan dianggap lebih efisien ketimbang tipe elektrik. Sistem KERS mekanikal inj memakai flywheel yang dihubungkan dengan poros ke mesin. Saat melakukan pengereman, poros mesin akan terhubung dengan flywheel dan akan melambat karena adanya beban yang berat untuk memutar flywheel tersebut. Lalu pembalap dapat mengeluarkan energi yang tersimpan dalam flywheel yang masih berputar itu untuk menambah tenaga mesin. Kira-kira begitu sob cara kerjanya, sensasinya (mungkin) mirip dengan NOS (Nitro Oxide System) sih ya, cuma bedanya KERS ini perangkat engine booster yang bukan terjadi di ruang bakar mesin.
images-2
Aturan teknis pada saat ini untuk sisi aerodinamika sudah ditulis sedemikian rupa sehingga Race Direction praktis memiliki kekuasaan yang mutlak atas mengizinkan atau melarang” ucap Tardozzi soal regulasi MotoGP 2017. “Tetapi di luar itu, kami tidak memahami filosofi kejuaraan MotoGP, karena filosofi Ducati adalah didasarkan pada inovasi. Teknologi-teknologi baru hasil eksperimen pada ajang balap dengan kemudian akan masuk ke produksi pabrik untuk motor massal Ducati. Nah itulah DNA kami. Di sisi lain, kami belum cukup tahu pabrikan lain. Di satu sisi, FIM ingin memberikan kejuaraan balap motor grand prix lebih ramah lingkungan, tetapi di sisi lain, mereka melarang teknologi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini. Pada saat sebelum memutuskan regulasi, mereka tidak meminta Ducati berapa biaya yang kami habiskan untuk riset aerodinamika atau bagaimana itu bisa bekerja.”
images-5
Mereka hanya memutuskan bahwa winglet tidak akan diizinkan untuk digunakan pada balapan. Sebuah konservatisme yang pasti tidak membantu siapa pun, baik dalam hal evolusi sepeda motor ataupun untuk kemajuan teknis dari insinyur yang bekerja di lapangan.
Pada intinya, isu Ducati yang sedang dalam masa meriset KERS itu adalah hanya rumor belaka ya sob. secara resmi Tardozzi berkata bahwa Ducati sedang tidak bereksperimen dengan KERS, tapi mereka sedang bekerja membuat pada suatu teknologi yang inovatif di masa depan. So, wheel dop/cover, bakalan jadi trendsetter lagi macam winglet kemarin gak nih yah?

Nugie TMCBlog

MVAI-Banner-1

Silahkan bersilaturahmi dengan TMCBlog melalui

EnglishHindiIndonesianJapaneseSpanishThaiVietnamese

Comments»

1. Watu - September 22, 2016

Ilmu lagi ini, suwun wak.

2. Ardiantoyugo - September 22, 2016

Ducati yang inovatif banget…

Modifikasi Honda Brio: http://wp.me/p7LBn5-22F

3. fery - September 22, 2016

kalo gak salah dulu Ducati pernah mengembangkan frame / swing arm atau keduanya menggunakan bahan serat karbon deh
kenapa gak mengembangkan teknologinya ke arah situ aja y?
apa ada larangan tidak boleh menggunakan frame / swing arm atau keduanya berbahan serat karbon?

gema - September 22, 2016

Soalnya karbon dianggap kurang baik buat balap sob. Bahannya terlalu banyak menyerap getaran. Padahal getaran itu juga sebagai feedback ke jokinya.
CMIIW

CF110R - September 22, 2016

Bahan carbon terlalu kaku buat rangka
Padahal rangka juga perlu kaku tapi juga ada batasannya
Mungkin ada yg tau info silahkan di bagikan

nugie tmcblog - September 22, 2016

Pernyataan dari pihak Ducati sih karena tipe frame monocoque carbon bikin motor susah belok.

Mas pur - September 22, 2016

Anti wheelie elektronik sudah ditiadakan kalo ga salah

4. Kotaro - September 22, 2016

Klo booster dr energi kinetik pengereman ini di aplikasikan utk produk massal bisa bikin luwih irit lg.. Btw utk motogp apa ga resiko wheelie ya Wak, krn beda dgn roda 4 yg lbh stabil.. ..Sensor, latihan+skill, trial & error, bisa2 aja sepertinya..

Paijo - September 22, 2016

Kan ada anti wheelie, tenaganya disesuaikan oleh ecu

nugie tmcblog - September 22, 2016

Ferrari sudah pakai di mobil massal nya sob.

5. katel - September 22, 2016

ralat wak haji, sensasinya mirip kalo kita lagi ngeboseh sepedah terus ditahan bosehannya, pas lanjut boseh lagi jadi ringan gak kaya bosehan pertama pas sepeda bener” diam

6. menyan - September 22, 2016

Gak bisa ngebayangin kalo inovasi gak dibatasi entah kayak apa balapan nanti. Secara hanya ecu saja salah satu kontruktor sangat mendominasi

Bob - September 22, 2016

Setuju

7. Koplak - September 22, 2016

Yakin deh honda gak akan nerima…..yg boleh inofasi hanyalah honda…..setelah winglet di larang skarang KERS pun akan di setujui honda…….dorna hanya tunduk pd honda…..dari dulu yg tdk setujui dan merubah rubah regulasi cuma honda…….#FAKTA

siapa sajalah - September 22, 2016
bejobeja - September 23, 2016

honda juga terkena imbas dr pengembangan elektronik ecu nya bro krn jd unified, dg regulasi yg baru honda sprti mundur 2-3 generasi kebelakang utk elektroniknya, kmudian baca juga artikel wak haji ttg riset honda ttg winglet di motor balap

8. jarwo - September 22, 2016

The power of dream 😂

9. bang Herman - September 22, 2016

memang karena winglet Ducati mampu menggebrak podium.
rider yang biasa mendominasi naik podium kini hancur.

10. -i-w-a-n -b-e-n-e-r-a-n- - September 22, 2016

yang enak ya balap sepeda, gak pake teknologi canggih-canggih, gak pake inovasi aneh-aneh. power booster cukup nasi uduk 2 piring aja.

nugie tmcblog - September 22, 2016

Sekarang kan ada e-MTB juga mas. Teknologi juga loh itu, tapi tetep bahan bakarnya nasi uduk. Hihi

DNFmagz - September 22, 2016

Sepeda malah banyak aturannya mas, uci yg ngatur, klo gak di atur sepeda bentuknya bakal gak lazim, browsing deh sepeda non regulasi uci

11. SuRyA - September 22, 2016
12. e36 - September 22, 2016

itu piranti kers tahun ini emg sudah n msh digunakan wak di f1. sejak pemakaian mesin 1.6 v6 turbo charger

13. dragan - September 22, 2016

di f1 tekhnologi ini emang udah diaplikasi dari 5 -6 tahun yang lalu, bener yang di jelasin om taufik sistem kerja kers seperti itu, 1 lagi ada tekhnologi di f1 penunjang kers, namanya drs (drag reduction system). drs ini sistem buka tutup sayap belakang di mobil f1 yang fungsinya memperlancar aliran udara yang menghambat laju mobil tp dengan catatan drs ini boleh digunakan hanya untuk menyalip mobil f1 di depan nya dengan jarak kurang dari 1 detik dan drs hanya ada di tiap track lurus yang cukup panjang di tiap sirkuit f1.

14. Salim - September 22, 2016

Ya bro, tapi di sepeda MTB dan Road-bike (balap) juga ada banyak inovasi walau ga make piranti elektronik. Harga MTB downhill lokal aja ada yg tembus 90jt, yg Road-bike lokal bahkan ada yg diatas 100jt, yg impor semisal merk Specialized atau Trek udah diatas 150jt, yah setara dng moge 650 cc lah…

15. wisnu3ds - September 22, 2016

wak gak bahas
Shuhei Nakamoto (SN): “Why do you think Dani doesn’t use winglets on his bike?”
(“Ente pikir kenapa kok Dani (Pedrosa) gak pk winglet di motornya?”)

http://pecinogp.com/nakamoto-reveals-hidden-downside-motogps-winglets/

kali aja bisa jd pencerahan kita2…

nugie tmcblog - September 22, 2016

Sedang digodok buat jadi artikel masbro, ditunggu ya

markodet - September 22, 2016

Wah mantep artikelnya, baru tau kalo winglet bisa bikin ridernya capek berkali-kali lipat daripada ga pasang winglet.
Jadi make sense kalo Ducati pilih Lorenzo jd rider next GP 17, mereka butuh rider yg matang dan punya fisik prima.
Mungkin ga ya kalau salah satu alasan Rossi kadang kedodoran pas race, karena kecapean “bawa” winglet? We know he’s not that young anymore :p

16. frunze - September 22, 2016

Bukannya KERS kalau mau efektif tipe power deliverynya harus pakai shaft ya? Mirip-mirip kaya BMW K1200 gitu… Soalnya kalo unit KERS dipasang di wheel kaya gitu bukannya malah bakal nambah unsprung weight? Kesannya konyol dong, selama ini pakai magnesium alloy / carbon fiber wheel untuk mengurangi unsprung weight, dan sekarang malah wheelnya dipasangi unit KERS yang jelas-jelas bakal nambah unsprung weight & nambah beban ke torsi mesin…

nugie tmcblog - September 22, 2016

Sudah saya tulis masbro pada artikel diatas, bantahan Tardozzi soal rumor KERS. Coba dicek paragraf terakhir deh ya.. 😂😁

17. fnaufala - September 22, 2016

canggih ya insinyurnya

18. Roy (Sempak Operpret) - September 22, 2016

teknologi honda di pakai ducati

honda the power of dream

:v

19. ade semarang - September 22, 2016

Wak…ducati kan udah kelebihan tenaga ngapain riset kers…
Mending riset tuh motor enak menari2 di tingungan…!

Taufik - September 22, 2016

itu dia yang saya sempet diskusikan sama Nugie kemarin, yang dibutuhkan Ducati bukan lagi power tapi handling, grip dan kestabilan
kalai winglets masih nyambung, namun kalo nambah power, jelas akan bikin motor akan punya lebih banyak pekerjaan rumah nanti

frodo - September 22, 2016

biar makin irit cung

nugie tmcblog - September 22, 2016

KERS hanya rumor, bantahan dr pihak Ducati yg diwakilkan oleh Davide Tardozzi, sudah jelas saya tulis di artikel mas. Soal itu sih sedang digodok materinya sama om Taufik. Hihihi

20. YsF - September 22, 2016

bukannya sekarang f1 masih tetep pake kers ya??

21. dave - September 23, 2016

hehe,, bener ky komen diatas,, orang motor dengan power paling wah,, tapi ditambah nos? ga jd blunder?? hehe,,



%d bloggers like this: